Anda di halaman 1dari 6

ANALISIS RESEP

A. Penulisan nama obat pada resep sudah benar 1. 2. Amoxillin Paracetamol

Huruf awal dimulai dengan huruf besar Ditulis secara lengkap atau dengan singkatan resmi (dalam farmakope Indonesia ataunomenklatur internasional)

3.

Tidak ditulis dengan nama kimia atau singkatan laindengan huruf capital.

B. Penulisan jumlah obat Tab mg 500 no XII tablet 500 mg sebanyak 12 Tab mg 500 no VI tablet 500 mg sebanyak 6

1. Satuan berat : mg (miligram) 2. Penulisan jumlah obat dengan satuan biji menggunakan angka Romawi

C. Penulisan jadwal dosis/ aturan pemakaian s.3.d.d I tab signa 3 de die unus tablet tandai 3x sehari 1 tablet s.p.r.n I tab signa pro renata unus tablet seperlunya 1 tablet

D. Setiap selesai menuliskan resep diberi tanda penutup berupa garis penutup (untuk 1 R/) atau tanda pemisah di antara R/ (untuk > 2R/) dan paraf/tanda tangan pada setiap R/

E. Resep ditulis sekali jadi, tidak boleh ragu-ragu, hindari coretan, hapusan dan tindasan

PARACETAMOL TABLET 500 mg Paracetamol adalah obat analgetika untuk pasien yang tak tahan asetosal. Paracetamol adalah derivat p-aminofenol yang mempunyai sifat antipiretik/analgesik. sifat analgesik dapat menghilangkan rasa nyeri ringan sampai sedang. Sifat antiinflamasi nya sangat lemah. Indikasi Sebagai antipiretik/analgesik, termasuk bagi pasien yang tidak tahan asetosal. Sebagai analgesik, misalnya untuk mengurangi rasa nyeri pada sakit kepala, sakit gigi.

Kontraindikasi hipersensitif terhadap paracetamol dan defisiensi glukosa-6-fosfat dehigrogenase.tidak boleh digunakan pada pasien penderita dengan gangguan fungsi hati. Efek Samping Pada dosis yang direkomendasikan, parasetamol tidak mengiritasi lambung, mempengaruhi koagulasi darah, atau mempengaruhi fungsi ginjal. Namun, pada dosis besar (lebih dari 2000 mg per hari) dapat meningkatkan resiko gangguan pencernaan bagian atas. Hingga tahun 2010, parasetamol dipercaya aman untuk digunakan selama masa kehamilan. Overdosis Penggunaan parasetamol diatas rentang dosis terapi dapat menyebabkan gangguan hati. Pengobatan toksisitas parasetamol dapat dilakukan dengan cara pemberian asetilsistein (Nasetil sistein) yang merupakan prekusor glutation, membantu tubuh untuk mencegah kerusakan hati lebih lanjut. Mekanisme Aksi Mekanisme aksi utama dari parasetamol adalah hambatan terhadap enzim siklooksigenase (COX: cyclooxigenase), dan penelitian terbaru menunjukkan bahwa obat ini lebih selektif menghambat COX-2. Meskipun mempunyai aktifitas antipiretik dan analgesik, tetapi aktifitas anti-inflamasinya sangat lemah karena dibatasi beberapa faktor, salah satunya adalah tingginya kadar peroksida dapa lokasi inflamasi. Hal lain, karena selektifitas hambatannya pada COX-2, sehingga obat ini tidak menghambat aktifitas tromboksan yang merupakan zat pembekuan darah. Sediaan : Tablet

Diantara bentuk-bentuk sediaan obat, tablet adalah yang paling populer. Hal ini disebabkan oleh pertimbangan faktor-faktor ilmiah dan ekonomik berdasarkan efisiensi, kemudahan pabrikasi, distribusi dan kenyamanan pemakaiannya oleh pasien. Jenis Obat Analgesik

AMOXICILLIN TABLET 500 mg Cara Kerja Obat : Amoxicillin adalah senyawa Penisilina semisintetik dengan aktivitas antibakteri spektrum luas yang bersifat bakterisid, efektif terhadap sebagian besar bakteri gram positip dan beberapa gram negatip yang patogen. Bakteri patogen yang sensitif terhadap Amoxicillin antara lain : Staphylococci, Streptococci, Enterococci, S. pneumoniae, N. gonorrhoeae, H influenzas, E. coli, dan P. mirabiiis. Amoxicillin kurang efefktif terhadap species Shigella dan bakteri penghasil beta laktamase.

Indikasi Infeksi yang disebabkan oleh kuman-kuman gram positip dan gram negatip yang peka terhadap Amoxicillin, seperti infeksi pada saluran pernapasan bagian atas, otitis media, bronchitis akut dan kronik, pneumonia cystitis, urethris, pyelonephritis, gonorhea yang tidak terkomplikasi, infeksi kulit dan jaringan lunak.

Kontraindikasi: Penderita yang hipersensitif terhadap Penicillin dan turunannya. Bayi baru lahir dimana ibunya hipersensitif terhadap Penicillin atau turunannya. Jangan digunakan untuk pengobatan meningitis atau infeksi pada tulang sendi karena Amoxicillin oral tidak menembus ke dalam cairan cerebrospinal atau sinovial.

Jenis Obat Antibiotik

Dosis dan Aturan Pakai : Disesuaikan dengan jenis dan beratnya infeksi Anak-anak dengan berat badan kurang dari 20 kg : 20-40 mg/kg berat badan per hari dibagi dalam 3 dosis. Dewasa dan anak dengan berat badan di atas 20 kg : sehari 750-1500 mg dalam dosis terbagi, diberikan tiap 8 jam sebelum makan. Pada infeksi yang lebih berat digunakan dosis yang lebih besar atau menurut petunjuk dokter. Untuk gangguan ginjal dengan kreatinin klirens 10 ml/menit, dosis tidak boleh lebih dari 500 mgtiap 12 jam. Untuk gonorhea yang tidak terkomplikasi: Dewasa : 3 gram Amoxicillin dosis tunggal. Anak-anak pra pubertas : 50 mg/kg BB Amoxicillin + 25 mg /kg BB Probenecid diberikan bersama dalam dosis tunggal.

Efek samping : Pada pasien yang hipersensitif dapat terjadi reaksi alergi seperti urticaria, ruam kulit, angioedema dan gangguan saluran cerna seperti diare, mual, muntah, glositis dan stomatitis. Kemungkinan reaksi anafilaksi.

Peringatan dan perhatian : Penggunaan dosis tinggi dalam jangka lama dapat menimbulkan super infeksi (biasanya disebabkan Enterobacter, Pseudomonas, S. aureus, Candida) terutama pada saluran gastro intestinal. Pemakaian pada wanita hamil belum diketahui keamanannya dengan pasti. Hati - hati pemberian pada wanita menyusui daparmenyebabkan sensitifitas pada bayi. Pada kasus gonorhea : hati-hati penggunaan pada anak-anak karena probenecid dikontra-indikasikan untuk anak-anak dibawah 2 tahun. Pengobatan dengan Amoxicillin dan jangka waktu yang lama harus disertai dengan pemeriksaan terhadap fungsi ginjal, hati dan darah.

Interaktif obat : Probenecid memperiambat ekskresi Amoxicillin Penggunaan bersama-sama allopurinol dapat meningkatkan terjadinya reaksi kulit.

Cara penyimpanan : Simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya.

DAFTAR PUSTAKA Ansel, H.C., Introduction to Pharmaceutical Dosage Forms, Lea and Febiger, Philadelphia. Gan, Sulistia, 1995, Farmakologi dan Terapi, edisi ke-4, FK-UI, Jakarta.