Anda di halaman 1dari 1

Debris Flow

Penelitian ilmiah pertama debris flow dilakukan Stiny (1910) yang menggambarkan sebuah banjir yang deras di gunung dan berakibat kenaikan yang tiba-tiba pada sejumlah sedimen yang terbawa aliran. Stiny menyimpulkan bahwa initial mixture berubah menjadi massa yang viscous terdiri dari air, tanah, pasir,kerikil, batu dan kayu, mengalir seperti lava. Johnson (1970) mendefinisikan proses debris flow sebagai induksi gravitasi dan perpindahan massa, intermediet antara landslide dan banjir, dan mempunyai karakter mekanis sendiri. Varnes (1978) menggambarkan aliran debris sebagai pergerakan rapid massa yang terdiri dari granular solid, air dan udara, bergerak sebagai aliran yang viscous. Karakteristik debris flow dengan jelas digambarkan oleh Johnsons dan Rodine (1984, p.257): kumpulan boulder, batu-batu dengan semua ukuran dan lumpur yang muncul tiba-tiba disekitar lekukan tebing yang didahului oleh suara gemuruh. As the boulder-choked wall passes, the channel remains filled with a debrisladen torrent of mud and boulders clanking and grinding together. Debris flow melintasi alluvial fan, engulfing structures and cars in its path, covering roads, fields and pastures with a blanket of muck, and slowly coming to a stop as the debris spreads in a lobate form with steep terminal snout and margins.