Anda di halaman 1dari 16

Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Alloh SWT. bahwa penulis telah menyelesaikan tugas mata pelajaran Enterpreneurship dengan membahas bisnin fotografi dalam bentuk makalah. Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Ibu Pembimbing bidang studi Enterpreneurship yang telah memberikan tugas, petunjuk, kepada penulis sehingga penulis termotivasi dan menyelesaikan tugas ini. 2. Orang tua yang telah turut membantu, membimbing, dan mengatasi berbagai kesulitan sehingga tugas ini selesai. Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai, Amiin.

Depok, 25 Mei 2012

Rizki Solehudin

DAFTAR ISI Kata Pengantar................................................................................................................................1 Daftar Isi ..........................................................................................................................................2 BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................................3 1.1 Latar Belakang .............................................................................................................3 1.2 Maksud Dan Tujuan ....................................................................................................6 1.3 Metode Penelitian ........................................................................................................6 1.4 Ruang Lingkup ............................................................................................................6 BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................................7 2.1. Landasan Teori............................................................................................................7 2.1.1 Pengenalan Fotografi.........................................................................................7 2.1.2 Memulai Bisnis Fotografi .................................................................................7 2.1.3 Peralatan Fotografi ..........................................................................................10 2.1.4 Perincian Modal Fotografi ..............................................................................11 2.1.5 Daftar Jasa Fotografi .......................................................................................11 BAB III PENUTUP ..............................................................................................................14 2.1.4 Kesimpulan .....................................................................................................14 2.1.4 Saran ................................................................................................................16 Daftar Pustaka .............................................................................................................................17

BAB I PENDAHULUAN
1.2 Latar Belakang Sejarah Fotografi mulai tercatat resmi pada abad ke-19 dan lalu terpacu bersama kemajuan-kemajuan lain yang dilakukan manusia sejalan dengan kemajuan teknologi yang sedang gencar-gencarnya. Pada tahun 1839 yang dicanangkan sebagai tahun awal fotografi. Pada tahun itu, di Perancis dinyatakan secara resmi bahwa fotografi adalah sebuah terobosan teknologi. Saat itu, rekaman dua dimensi seperti yang dilihat mata sudah bisa dibuat permanen. Sejarah fotografi bermula jauh sebelum Masehi. Dalam buku The History of Photography karya Alma Davenport, terbitan University of New Mexico Press tahun 1991, disebutkan bahwa pada abad ke-5 Sebelum Masehi (SM), seorang pria bernama Mo Ti sudah mengamati sebuah gejala. Apabila pada dinding ruangan yang gelap terdapat lubang kecil (pinhole), maka di bagian dalam ruang itu akan terefleksikan pemandangan di luar ruang secara terbalik lewat lubang tadi. Mo Ti adalah orang pertama yang menyadari fenomena camera obscura. Beberapa abad kemudian, banyak orang yang menyadari serta mengagumi fenomena ini, beberapa diantaranya yaitu Aristoteles pada abad ke-3 SM dan seorang ilmuwan Arab Ibnu Al Haitam (Al Hazen) pada abad ke-10 SM, dan kemudian berusaha untuk menciptakan serta mengembangkan alat yang sekarang dikenal sebagai kamera. Pada tahun 1558, seorang ilmuwan Italia, Giambattista della Porta menyebut camera obscura pada sebuah kotak yang membantu pelukis menangkap bayangan gambar (Bachtiar: 10). Menurut Szarkowski dalam Hartoyo (2004: 21), nama camera obscura diciptakan oleh Johannes Keppler pada tahun 1611: By the great Johannes Keppler has designed a portable camera constructed as a tent, and finaly give a device a name that stuck: camera obscura The interior of the tent was dark except for the light admitted by a lens, which foucussed the image of the scene outside onto a piece of paper. (Pada tahun 1611 Johannes Keppler membuat desain kamera portable yang dibuat seperti sebuah tenda, dan akhirnya memberi nama alat tersebut sebuah nama yang terkenal hingga kini: camera obscura Keadaan dalam tenda tersebut sangat gelap kecuali sedikit cahaya yang ditangkap oleh lensa, yang membentuk gambar keadaan di luar tenda di atas selembar kertas). 3

dalam sejarah fotografi Pada awal abad ke-17 seorang ilmuwan berkebangsaan Italia bernama Angelo Sala menemukan, bila serbuk perak nitrat dikenai cahaya, warnanya akan berubah menjadi hitam. Demikian pula Professor anatomi berkebangsaan Jerman, Johan Heinrich Schulse, pada 17127 melakukan percobaan dan membuktikan bahwa menghitamkan pelat chloride perak yang disebabkan oleh cahaya dan bukan oleh panas merupakan sebuah fenomena yang telah diketahui sejak abad ke-16 bahkan mungkin lebih awal lagi. Ia mendemonstrasikan fakta tersebut dengan menggunakan cahaya matahari untuk merekam serangkaian kata pada pelat chloride perak; saying ia gagal mempertahankan gambar secara permanent. Kemudian sekitar tahun 1800, seorang berkebangsaan Inggris bernama Thomas Wedgwood, bereksperimen untuk merekam gambar positif dari citra pada camera obscura berlensa (pada masa itu camera obscura lazimnya pinhole camera yang hanya menggunakan lubang kecil untuk cahaya masuknya), tapi hasilnya sangat mengecewakan. Akhirnya ia berkonsentrasi sebagaimana juga Schulse, membuat gambar-gambar negatif (sekarang dikenal dengan istilah fotogram) dengan cahaya matahari, pada kulit atau kertas putih yang telah disaputi komponen perak. Dalam Sejarah fotografi mencatat Sementara itu di Inggirs, Humphrey Davy melakukan percobaan lebih lanjut dengan chlorida perak, tapi bernasib sama dengan Schulse. Pelatnya dengan cepat berubah menjadi hitam walaupun sudah berhasil menangkap imaji melalui camera obscura tanpa lensa. Akhirnya, pada tahun 1824, seorang seniman lithography Perancis, Joseph-Nicephore Niepce (1765-1833), setelah delapan jam meng-exposed pemandangan dari jendela kamrnya, melalui proses yang disebutnya Heliogravure (proses kerjanya mirip lithograph) di atas pelat logam yang dilapisi aspal, berhasil melahirkan sebuah imaji yang agak kabur, berhasil pula mempertahankan gambar secara permanent. Kemudian ia pun mencoba menggunakan kamera obscura berlensa, proses yang disebut heliogravure pada tahun 1826 inilah yang akhirnya menjadi sejarah awal fotografi yang sebenarnya. Foto yang dihasilkan itu kini disimpan di University of Texas di Austin, AS. Merasa kurang puas, tahun 1827 Niepce mendatangi desainer panggung opera yang juga pelukis, Louis-Jacques Mande Daguerre (1787-1851) untuk mengajaknya berkolaborasi. Dan jauh sebelum eksperimen Niepce dan Daguerre berhasil, mereka pernah meramalkan bahwa: fotografi akan menjadi seni termuda yang dilahirkan zaman.

Sayang, sebelum menunjukkan hasil yang optimal, Niepce meninggal dunia. Baru pada tanggal 19 Agustus 1839, Daguerre dinobatkan sebagai orang pertama yang berhasil membuat foto yang sebenarnya: sebuah gambar permanen pada lembaran plat tembaga perak yang dilapisi larutan iodin yang disinari selama satu setengah jam cahaya langsung dengan pemanas mercuri (neon). Proses ini disebut daguerreotype. Untuk membuat gambar permanen, pelat dicuci larutan garam dapur dan asir suling. Fotografi mulai tercatat resmi pada abad ke-19 dan lalu terpacu bersama kemajuankemajuan lain yang dilakukan manusia sejalan dengan kemajuan teknologi yang sedang gencargencarnya. Pada tahun 1839 yang dicanangkan sebagai tahun awal fotografi. Pada tahun itu, di Perancis dinyatakan secara resmi bahwa fotografi adalah sebuah terobosan teknologi. Saat itu, rekaman dua dimensi seperti yang dilihat mata sudah bisa dibuat permanen. Januari 1839, penemu fotografi dengan menggunakan proses kimia pada pelat logam, Louis Jacques Mande Daguerre, sebenarnya ingin mematenkan temuannya itu. Akan tetapi, Pemerintah Perancis, dengan dilandasi berbagai pemikiran politik, berpikir bahwa temuan itu sebaiknya dibagikan ke seluruh dunia secara cuma-cuma. Maka, saat itu manual asli Daguerre lalu menyebar ke seluruh dunia walau diterima dengan setengah hati akibat rumitnya kerja yang harus dilakukan. Fotografi kemudian berkembang dengan sangat cepat. Menurut Szarkowski dalam Hartoyo (2004: 22), arsitek utama dunia fotografi modern adalah seorang pengusaha, yaitu George Eastman. Melalui perusahaannya yang bernama Kodak Eastman, George Eastman mengembangkan fotografi dengan menciptakan serta menjual roll film dan kamera boks yang praktis, sejalan dengan perkembangan dalam dunia fotografi melalui perbaikan lensa, shutter, film dan kertas foto. Tahun 1950 mulai digunakan prisma untuk memudahkan pembidikan pada kamera Single Lens Reflex (SLR), dan pada tahun yang sama Jepang mulai memasuki dunia fotografi dengan produksi kamera NIKON. Tahun 1972 mulai dipasarkan kamera Polaroid yang ditemukan oleh Edwin Land. Kamera Polaroid mampu menghasilkan gambar tanpa melalui proses pengembangan dan pencetakan film. Kemajuan teknologi turut memacu fotografi secara sangat cepat. Kalau dulu kamera sebesar tenda hanya bisa menghasilkan gambar yang tidak terlalu tajam, kini kamera digital yang cuma sebesar dompet mampu membuat foto yang sangat tajam dalam ukuran sebesar koran.

1.2 Maksud Dan Tujuan


Tujuan dari penulisan Makalah ini adalah agar saya khusus nya dan rekan rekan mahasiswa pada umumnya dapat mengerti dan memahami materi mengenai Memulai bisnis fotografi serta dapat praktek langsung tentang bagaimana memulai bisnis fotografi. Dan yang tujuan terpenting dalam pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi Tugas sebagai pengganti nilai UAS pada mata kuliah Lab. Teknik Semester IV.

1.3 Metode Penelitian


Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan studi literatur-literatur yang terkait dengan tema. Kemudian akan dicoba untuk menerapkan sedikit contoh yang berhubungan dengan topik bahas. Selain dengan studi, Metode Penelitian yang saya lakuan adalah dengan cara browsing atau mencari informasi dari internet.

1.4. Ruang Lingkup


Ruang lingkup dari pembahasan masalah dalam makalah ini adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan Fotografi dan bagaimana memulai bisnis fotografi.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 . Landasan Teori


Landasan Teori pada makalah ini adalah dari berbagai sumber. Tentunya dari modul modul yang diberikan pada mata kuliah Enterpreneurship. Teknik Komputer semester IV, selain itu saya juga mengambil beberapa informasi dari situs situs di internet yang dapat dipertanggung jawabkan data - datanya.

2.1.1 Pengenalan Fotografi Prinsip fotografi adalah mem fokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas (intensitas) cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa). Fotografi berasal dari 2 kata yaitu Photo yang berarti cahaya dan Graph yang berarti tulisan atau lukisan. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Dalam seni rupa, fotografi adalah proses melukis dengan menggunakan cahaya. Jadi dapat di katakan dalam fotografi jika tidak ada cahaya, berarti tidak ada foto yang bisa dibuat betul kan ? dalam fotografi Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat dalam menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan merubah kombinasi ISO / ASA (ISO Speed), Diafragma ( Aperture ), dan Kecepatan Rana ( shuter Speed ) . Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed selanjutnya disebut sebagai Eksposur (Exposure) Dalam Fotografi sekarang ini dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO pada fotografi digital.

2.1.2 Memulai Bisnis Fotografi Bidang usaha yang tidak pernah mati dan tetap bertahan walaupun krisis melanda adalah usaha yang bergerak di bidang jasa. Tukang pangkas rambut, tukang pijit dan tukang - tukang yang lainnya adalah contoh usaha di bidang jasa. Rambut pasti tetap tumbuh, badan pegel linu setiap orang pasti merasakan, Nah demikian juga dengan orang punya hajatan. Entah itu hajatan kawinan, acara kantor, ulang tahun dan lain sebagainya. Bagi setiap orang setiap momen yang penting sudah dipastikan ingin didokumentasikan sebaik-baiknya. Buat kenang-kenangan katanya. Sebagian orang bilang kenangan adalah segalanya, tapi kok agak berlebihan ya buat

saya lebih tepat kenangan itu abadi, Dari hal tersebut, terdapat sebuah peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Yaitu bisnis dokumentasi, yang biasanya meliputi fotografi dan video shooting. Mengapa harus foto dan video, karena orang tidak mau pusing dengan mencari dua penyedia jasa dokumentasi, klien biasanya maunya satu paket. Bagaimana kira-kira seluk beluk usaha ini? Saya akan berbagi pengalaman bagaimana membuka usaha fotografi. Sebelum Memulai bisnis fotografi ada beberapa hal yang harus di perhatikan, yaitu : 1. Modal Dan Bakat Modal dalam hal ini bisa berarti uang untuk membeli peralatan, atau peralatan yang sudah ada kemudian digunakan. Kalau anda mempunyai hobbi jeprat-jepret dengan menggunakan kamera professional (SLR) anda bisa menggunakannya untuk mencari uang. Belilah satu atau dua buah kamera DSLR berserta aksesoris lainnya seperti Lensa, Flash, Tripod dan lainnya.

2. Sumber Daya Manusia Yang sudah pasti harus ada adalah tukang foto dan tukang video. Pengalaman tidak harus yang sudah advance tapi paling tidak familiar dengan kamera dan paham komposisi. Familiar dengan kamera artinya ya mengerti teknik dasar memotret. Dari lighting, angle, speed, diagfragma dsb. Sedangkan komposisi berkaitan dengan framing moment karena pada bidang ini lebih banyak foto yang bersifat liputan. Kecuali pada liputan wedding tentu saja ada sentuhan art terutama pada saat foto pengantin berdua baik di pelaminan atau di mini studio.

3. Peralatan Yang Dibutuhkan 2 Buah Kamera DSLR Kenapa harus 2 Buah Kamera? Karena fotografer profesional selalu menyediakan 2 buah kamera untuk backupan bila terjadi apa-apa di satu kamera tersebut, 1 buah sebenarnya sudah cukup namun apa salahnya bila kita mempunyai backup apabila kamera terjadi apa-apa. Kamera Video Tripod

Lensa Lensa , mempunyai koleksi lensa yang cukup lengkap dengan focal leght atau panjang jangkauan lensa.

Flash atau alat pencahayaan lainnya Tas Kamera , Tas kamera selalu di butuhkan ketika kita berpegian untuk menjalankan job dari client sebagai tempat penyimpanan alat-alat kamera.

4. Marketing / Pemasaran Persiapan selengkap apapun tidak akan ada gunanya bila keberadaan anda tidak diketahui orang. Jadi untuk mendapatkan order mendokumentasikan sebuah acara, anda harus rajin berpromosi maupun bekerja sama dengan pihak lain, seperti EO, tukang rias, catering, dekorasi sampai tukang tenda kalau perlu anda ajak bekerja sama. Untuk saat ini, marketing juga bisa dilakukan melalui internet. Bergabunglah dengan komunitas (forum) di internet yang berhubungan dengan kebutuhan jasa dokumentasi, atau perlu beli space di situs terkenal untuk mempromosikan anda. Lebih bagus lagi buatlah website, blogg atau semacamnya agar sampel ataupun portfolio anda bisa dilihat orang.

5. Daftar Harga Hal ini penting karena pada akhirnya orang akan melihat berapa harga yang anda tawarkan. Untuk itu, anda harus bisa membuat Packing yang menarik. Baik dari segi harga maupun produknya. Kemudian jangan terlalu kaku dengan harga yang anda patok, bisa nego, karena kemampuan calon client juga berbeda-beda. Kiranya demikian dulu pada bagian ini, dan pada bagian selanjutnya akan kami kupas satu persatu.

2.1.3 Peralatan Fotografi Peralatan Fotografi bagi para pecinta dunia fotografi tidak ada batasnya. Karena jika kita ingin melengkapi semua piranti yang mendukung semua hobi fotografi, uang yang kita keluarkan akan menyamai harga sebuah mobil mewah. Karena sebuah kamera ada yang memiliki harga hingga ratusan juta rupiah. Bagi mereka yang memiliki hobi fotografi namun memiliki 9

keterbatasan dana, hal tersebut tentu merupakan sebuah kendala. Berbeda dengan kelompok yang sudah memiliki kebebasan financial, peralatan fotografi dengan harga berapapun akan mudah di dapatkan. Bagi fotografer pemula, peralatan fotografi yang harus dimiliki tentunya tidak perlu langsung selengkap para fotografer propesional, seperti darwis triadi. Cukup beberapa peralatan standar, sebagai media untuk mengasah kemampuan fotografer mereka. Sebab, dalam dunia fotografi perlengkapan peralatan yang lengkap bukan jaminan untuk bisa menghasilkan foto yang bagus. Yang lebih utama dari sekedar peralatan fotografi adalah kualitas manusia yang berada di belakang lensa kamera. Karena factor inilah yang nantinya menentukan kualitas sebuah objek foto. Dengan fakta inilah, para fotografer pemulai kiranya tidak perlu berkecil hati untuk berkarya atau menghasilkan unag dengan berbisnis fotografi walaupun perangkat pendukung untuk memotret belum lengkap. Peralatan Memotret Sederhana : Bagi para pemula, mungkin bisa memulai berkaya dan berbisnin di bidang fotografi dengan peralatan memotret minimalis. Yang paling utama adalah niat dan kerja keras. Namun bagi yang ingin berkarya dengan piranti pendukung, ada beberapa peralatan yang barang kali bisa dijadikan prioritas untuk di miliki. Beberapa peralatan memotret sederhana yang bisa di dahulukan di beli diantaranya adalah :

1. Kamera SLR ( Single Lens Reflex ) , hal ini merupakan Modal Awal bagi fotografer untuk bekerja. Baik itu berupa kamera analog, namun lebih di utamakan adalah kamera digital. 2. Blitz / Flash, ini di butuhkan jika harus memotret di lokasi yang minim cahaya namun menuntut pemotretan yang cerah tanpa efek kecepatan. 3. Lensa, Kebutuhan Akan lensa di gunakan untuk mendukung pemotretan dengan lokasi yang luas dan fotografer tidak bisa bebas bergerak, seperti memotret di area olahraga. 4. Light Meter, ini di gunakan untuk mengukur cahaya yang di butuhkan dan berapa karakter cahaya bantuan yang harus di gunakan. 5. Tripod, Digunakan sebagai alat bantu, khususnya sebagai alat penopang sehingga fotografer bisa menggunakan pemotretan efek kecepatan rendah tanpa harus membuat gambar kabur atau terlihat blur.

10

2.1.4 Perincian Modal Usaha Fotografi No 1 2 3 4 5 6 Nama Barang Kamera DSLR Lensa Flash Tripod Tas Kamera Aksesoris Harga Satuan Rp 10,000,000 Rp 10,000,000 Rp 3,000,000 Rp 250,000 Rp 900,000 Rp 3,000,000 Quantity 1 Buah 2 Buah 2 Buah 1 Buah 1 Buah Total Jumlah Harga Rp 10,000,000 Rp 10,000,000 Rp 3,000,000 Rp 250,000 Rp 900,000 Rp 3,000,000 Rp 27,200,000 Keterangan Nikon D7000 18-200mm & Fix 50mm Untuk Pencahayaan Penopong Kamera Untuk Membawa Kamera Stand, Payung, Trigger

2.1.5 Daftar Jasa Fotografi

A. PAKET AKAD NIKAH & RESEPSI PAKET AKAD NIKAH & RESEPSI STANDART
Rp. 3.500.000 (Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)

Video Shooting Digital + Transfer DVD 2 Album Liputan Digital Kolase 20x30cm (22 Halaman) Photo Kanvas + Bingkai Exclusive 40x50cm

PAKET 2(DUA) HARI STANDART


Rp. 6.000.000 (Enam Juta Rupiah)

Video Shooting Digital + Transfer DVD 3 Album Liputan Digital Kolase 20x30cm (22 Halaman) Photo Kanvas + Bingkai Exclusive 50x60cm

PAKET AKAD & RESEPSI LUX


Rp. 5.750.000 (Lima Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)

Video Shooting Digital + Transfer DVD 1 Album Liputan Digital Kolase 25x30cm (22 Halaman) 1 Album Photo Exclusive anti gores (20 Halaman) Photo Kanvas + Bingkai Exclusive 60x90cm

PAKET 2(DUA) HARI LUX


Rp. 9.000.000 (Sembilan Juta Rupiah)

Video Shooting Digital + Transfer DVD

11

3 Album Liputan Digital Kolase 25x30cm (22 Halaman) 1 Album Photo Exclusive anti gores (20 Halaman) Photo Kanvas + Bingkai Exclusive 60x90cm

PAKET AKAD & RESEPSI EXCLUSIVE


Rp. 6.000.000 (Enam Juta Rupiah)

Video Shooting Digital + Transfer DVD 2 Album Liputan Digital Kolase 30x40cm (22 Halaman) Photo Kanvas + Bingkai Exclusive 60x90cm

PAKET 2(DUA) HARI EXCLUSIVE


Rp. 10.500.000 (Sepuluh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)

Video Shooting Digital + Transfer DVD 3 Album Liputan Digital Kolase 30x40cm (22 Halaman) 1 Album Photo Exclusive anti gores (20 Halaman) Photo Kanvas + Bingkai Exclusive 60x90cm

B. PAKET PRE WEDDING OUTDOOR PAKET STANDARD Rp. 1.500.000,

Unlimited shoot 2 buah photo uk. 30x40cm untuk dipajang digedung 2 buah frame photo & khusus standing frame (dipinjamkan) 2 buah photo frame minimalis (30x40cm) CD master photo & 5 buah photo edit terpilih

PAKET EXCLUSIVE Rp. 2.500.000,

Unlimited shoot 2 buah photo uk. 30x40cm untuk dipajang 2 buah frame photo & khusus standing frame (dipinjamkan) CD master photo & 4 buah photo edit terpilih 1 Album prewedding (20x30cm) 10 hal.

PAKET DELUXE Rp. 3.500.000,

Unlimited shoot 4 buah photo uk. 40x50cm untuk dipajang 4 buah frame photo & khusus standing frame (dipinjamkan)

12

CD master photo & 10 buah photo edit terpilih 1 Album prewedding (20x30cm) 10 hal.

NOTE Biaya diatas tidak termasuk izin lokasi dalam/luar kota:


Pantai Indah Kapuk (PIK) Kota Tua Ancol Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Atau bisa lokasi lain yang telah disepakati

BAB III PENUTUP

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya. 13

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang ada pada Bab sebelumnya, kemudian peneliti memaparkan dan menarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Pengetahuan seorang fotografer dalam menghasilkan foto glamour mengarahkan kepada pemahaman serta keutamaan sebuah ide atau konsep glamour itu sendiri. Selain pengetahuan dasar serta apa itu glamour fotografi, fotografer mampu mengaktualisasikan unsur romance, keindahan, dan sexuality melalui karya fotonya. Teknik lighting, make up, fashion, serta spirit zaman menjadi pengetahuan lain fotografer dalam foto glamour. 2. Harapan seorang fotografer dalam menghasilkan foto glamour, bahwasanya fotograferfotogeafer muda bisa menjadikan senior-senior fotografer Indonesia sebagai pembelajaran. Karena para fotografer Indonesia tidak kalah kreatifnya dibanding fotografer luar Indonesia. Adanya kepuasan berkarya, menghargai sebuah proses fotografi bukan hanya dari hasil akhirnya, itu pula menjadi harapan pribadi fotografer dalam menciptakan sebuah karya foto termasuk foto glamour. 3. Penilaian seorang fotografer dalam menghasilkan foto glamour mengarahkan kepada bagaimana seharusnya menjaga hubungan baik dengan semua pihak, termasuk klien atau anggota tim sendiri. Menjaga hak cipta dan keaslian konsep atau ide masing-masing fotografer. Berkarya dengan keaslian ide atau konsep akan membangun kreatifitas serta menghindari plagiat demi kemajuan fotografi Tanah Air. 4. Konsep diri seorang fotografer dalam menghasilkan foto glamour itu terlihat bagaimana mereka melakukan aktifitas fotografinya, dimulai sejak membangun sebuah konsep atau ide secara tim work, proses pemotretan, hingga hasil akhir berupa foto. Konsep diri Adithya Zen adalah seorang fotografer yang jujur dalam berkarya, bermental kuat, koopetatif dalam berkarya, motivasi belajar yang tinggi, keinginan eksplorasi tanpa batas tentang fotografi, terbuka dalam menerima masukan, komunikatif dan selalu menjaga kepercayaan klien beserta modelnya, sistematis dalam bekerja, sedikit perfeksionis, dan sering bereksperimen. Konsep diri Indra Sapta adalah seorang fotografer yang selalu berekspektasi tinggi dalam setiap karyanya, kooperatif, selalu berusaha menjaga mood model, sistematis dalam berkarya atau bekerja, dan sedikit idealis. Konsep diri Budhi Ipoeng adalah pengajar fotografi dan fotografer yang jujur dalam karyanya, sistematis dalam berkarya, dan sedikit perfeksionis. Keseluruhan aktifitas fotografi ini membutuhkan konsep diri masing-masing fotografer tersebut.

14

3.2 Saran
Dalam penelitian ini Peneliti akan memberikan masukan atau saran yang berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan, instantsi atau lembaga terkait serta masyarakat luas yang membaca skripsi ini. Adapun sara-saran yang Peneliti berikan sebagai beikut:

1. Bagi Fotografer
a) Dalam ruang lingkup komersial, fotografer harus tetap bisa menjaga komunikasi dengan klien atau masyarakat. Kemudian tetap berpikiran serta bersikap terbuka sehingga karya-karyanya khususnya foto glamour tetap bisa diterima klien dan masyarakat. b) Fotografer memberikan pemahaman melalui kegiatan mereka seperti workshop, pameran foto atau seminar fotografi tentang foto glamour. Hal ini dibutuhkan untuk menghindari salah kaprah dengan menggunakan kata glamour dalam sebuah foto, dan foto glamour bisa mendapatkan apresiasi seperti layaknya foto-foto lain. c) Hak cipta dan keaslian karya foto haruslah dijaga demi kepentingan bersama. Fotografer bisa melakukannya dengan menjaga dengan baik karyanya sehingga tidak terpublikasikan ke tempat yang salah, hindari publikasi media online untuk karya foto penting atau berharga. Kemudian dalam menghasilkan karya foto berusahalah seoriginal mungkin dalam berkarya. Dengan begitu budaya plagiat serta ikut-ikutan tren akan hilang, sehingga semua pihak berperan dalam kemajuan fotografi tanah air.

15

DAFTAR PUSTAKA

http://dyje.blogspot.com/2009/06/memulai-usaha-dokumentasi-bagian-i.html http://www.ciputraentrepreneurship.com/bisnis-mikro/4872-memulai-bisnis-fotografi-dengandana-minim.html http://forum.detik.com/share-langkah-mudah-memulai-bisnis-fotografi-t339717.html http://citrastudio.com/fotografi.html http://www.anneahira.com/peralatan-fotografi.htm http://www.mediaphotography.net/daftar-harga-jasa-photography/51-paket-liputanpernikahan.html

16