Anda di halaman 1dari 9

LABORATORIUM SEDIMENTOLOGI

2012

Lingkungan pengendapan adalah bagian dari permukaan bumi dimana proses fisik, kimia dan biologi berbeda dengan daerah yang berbatasan dengannya (Selley, 1988). Sedangkan menurut Boggs (1995) lingkungan pengendapan adalah karakteristik dari suatu tatanan geomorfik dimana proses fisik, kimia dan biologi berlangsung yang menghasilkan suatu jenis endapan sedimen tertentu. Nichols (1999) menambahkan yang dimaksud dengan proses tersebut adalah proses yang berlangsung selama proses pembentukan, transportasi dan pengendapan sedimen. Perbedaan fisik dapat berupa elemen statis ataupun dinamis. Elemen statis antara lain geometri cekungan, material endapan, kedalaman air dan suhu, sedangkan elemen dinamis adalah energi, kecepatan dan arah pengendapan serta variasi angin, ombak dan air. Termasuk dalam perbedaan kimia adalah komposisi dari cairan pembawa sedimen, geokimia dari batuan asal di daerah tangkapan air (oksidasi dan reduksi (Eh), keasaman (Ph), salinitas, kandungan karbon dioksida dan oksigen dari air, presipitasi dan solusi mineral). Sedangkan perbedaan biologi tentu saja perbedaan pada fauna dan flora di tempat sedimen diendapkan maupun daerah sepanjang perjalanannya sebelum diendapkan.

Fasies

merupakan

bagian

yang sangat

penting dalam

mempelajari

ilmu

sedimentologi. Boggs (1995) mengatakan bahwa dalam mempelajari lingkungan pengendapan sangat penting untuk memahami dan membedakan dengan jelas antara lingkungan sedimentasi (sedimentary environment) dengan lingkungan facies (facies environment). Lingkungan sedimentasi dicirikan oleh sifat fisik, kimia dan biologi yang khusus yang beroperasi menghasilkan tubuh batuan yang dicirikan oleh tekstur, struktur dan komposisi yang spesifik. Sedangkan facies menunjuk kepada unit stratigrafi yang dibedakan oleh litologi, struktur dan karakteristik organik yang terdeteksi di lapangan. Kata fasies didefinisikan yang berbeda-beda oleh banyak penulis. Namun demikian umumnya mereka sepakat bahwa fasies merupakan ciri dari suatu satuan batuan sedimen. Ciri-ciri ini dapat berupa ciri fisik, kimia dan biologi, seperti ukuran tubuh sedimen, struktur sedimen, besar dan bentuk butir, warna serta kandungan biologi dari batuan sedimen tersebut. Sebagai contoh, fasies 1 NAMA : NABELLA NURUL FITRI NIM :111.100.034 PLUG 4

LABORATORIUM SEDIMENTOLOGI

2012

batupasir sedang bersilangsiur (cross-bed medium sandstone facies). Beberapa contoh istilah fasies yang dititikberatkan pada kepentingannya:

Litofasies: didasarkan pada ciri fisik dan kimia pada suatu batuan Biofasies: didasarkan pada kandungan fauna dan flora pada batuan Iknofasies: difokuskan pada fosil jejak dalam batuan Berbekal pada ciri-ciri fisik, kimia dan biologi dapat dikonstruksi lingkungan dimana suatu runtunan batuan sedimen diendapkan. Proses rekonstruksi tersebut disebut analisa fasies.

Klasifikasi lingkungan pengendapan (Selley, 1988)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15.

Terestrial Padang pasir (desert) Glasial Daratan Sungai Encer (aqueous) Rawa (paludal) Lakustrin Delta Peralihan Estuarin Lagun Litoral (intertidal) Reef Laut Neritik ( kedalaman 0-200 m) Batial ( kedalaman 200-2000 m)

2 NAMA : NABELLA NURUL FITRI NIM :111.100.034 PLUG 4

LABORATORIUM SEDIMENTOLOGI

2012

16.

Abisal ( kedalaman > 2000 m)

ESTUARIN Estuary adalah bagian dari lingkungan perairan yang merupakan percampuran antara air laut dan air tawar yang berasal dari sungai, sumber air tawar lainnya (saluran air tawar dan genangan air tawar). Lingkungan estuari merupakan peralihan antara darat dan laut yang sangat di pengaruhi oleh pasang surut, seperti halnya pantai, namun umumnya terlindung dari pengaruh gelombang laut. Lingkungan estuary umumnya merupakan pantai tertutup atau semi terbuka ataupun terlindung oleh pulau-pulau kecil, terumbu karang dan bahkan gundukan pasir dan tanah liat. Kita mungkin sering melihat hamparan daratan yang luas pada daerah dekat muara sungai saat surut. Itu adalah salah satu dari sekian banyak tipe estuary yang ada di . Tidak terlalu sulit untuk memilah atau menetukan batas lingkungan estuary dalam suatu kawasan tertentu. Hanya dengan melihat sumber air tawar yang ada di sekitar pantai dan juga dengan mengukur salinitas perairan tersebut. Karena perairan estuary mempunyai Salinitas yang lebih rendah dari lautan dan lebih tinggi dari air tawar. Kisarannya antara 5 25 ppm. Estuarin menutupi lembah sungai (incised valley) hasil dari penarikan muka air laut yang cepat pada kala Holosen. Tubuh pasir estuarin berlokasidan berbatasan dengan saluran utama (main channel) dan terdiri dari sedimen yang dibawa ke bawah oleh sungai dan disuplai dari batas marine shelf, mud flatdan rawa yang juga terbentuk pada estuarin. Tubuh batupasir marin pada estuarin didominasi oleh gelombang yang juga merupakan gabungan yang terdiri dari beberapa fasies yang berlainan. Pada fase tansgresif, beberapa atau semua kompleks bar tererosi di sepanjang perulangan muka pantai (shoreface) dan ditutupi oleh permukaan ravinement. Lingkungan

pengendapan tersebut berhubungan sampai estuary mouth dan central basin area. Tubuh pasir marin mungkin terlindungi lebih atau kurang lengkap pada saat progradasi dengan sedimen muka pantai dan pantai melalui endapan washover, flat tidal dan tidal inlet. Pada profil vertikal, secara ideal endapan cekungan berbutir halus 3 NAMA : NABELLA NURUL FITRI NIM :111.100.034 PLUG 4

LABORATORIUM SEDIMENTOLOGI

2012

memperlihatkan butiran yang simetris. Endapan yang halus terlihat pada tengah cekungan. Pada estuarin, proses yang dominan adalah pasang-surut, tubuh pasir seperti erosional truncation atau completely removed oleh migrasi headward dari saluran pasang-surut (tidal channel) terpisah dari pasir bar (sand bar). Erosi oleh saluran sepanjang transgresi juga menyebabkan silang siur atau laminasi sejajar dari sand bar. Pola urutan pengendapan dari fasies sebagai hasil dari transgresi ini akan menunjukkan kecenderungan menghalus ke atas

Beberapa ahli geologi mengemukakan beberapa pengertian yang bermacam-macam tentang estuarin. Pritchard, 1967 (Reineck & Singh, 1980) mengemukakan bahwa estuarin adalah a semi-enclosed coastal body of water which has a free connection with the open sea and within which sea water is measurably diluted with fresh water derived from land drainage. Ada dua faktor penting yang mengontrol aktivitas di estuarin, yaitu volume air pada saat pasang surut dan volume air tawar (fresh water) serta bentuk estuarin. Endapan sedimen pada lingkungan estuarin dibawa dua aktivitas, yaitu oleh arus sungai dan dari laut terbuka. Transpor sedimen dari laut lepas akan sangat tergantung dari rasio besaran tidal dan disharge sungai. Estuarin diklasifikasikan menjadi tiga daerah yaitu : 1. Marine atau lower estuarin, yaitu estuarine yang secara bebas berhubungan dengan laut bebas, sehingga karakteristik air laut sangat terasa pada daerah ini. 2. Middle estuarin, yaitu daerah dimana terjadi percampuran antara fresh water dan air asin secara seimbang. 3. Fluvial atau upper estuarin, yaitu daerah estuarin dimana fresh water lebih mendominasi, tetapi tidal masih masih berpengaruh (harian) Marine atau lower estuarin adalah estuarine yang secara bebas berhubungan dengan laut bebas, sehingga karakteristik air laut sangat terasa pada daerah ini. Daerah dimana terjadi percampuran antara fresh water dan air asin secara seimbang disebut middle estuarin. Sedangkan fluvial atau upper estuarin, yaitu daerah estuarin dimana fresh water lebih mendominasi, tetapi tidal masih masih berpengaruh (harian). 4 NAMA : NABELLA NURUL FITRI NIM :111.100.034 PLUG 4

LABORATORIUM SEDIMENTOLOGI

2012

Friendman & Sanders (1978) dalam Reineck & Singh mengungkapkan bahwa pada fluvial estuarin konsentrasi suspensi yang terendapkan lebih kecil (<160mg/l) dibanding pada sungai yang membentuk delta. Gambar VII.31 Skema system lingkungan pengendapan estuarin yang sangat dipengaruhi gelombang (Dalrymple, 1992) Berdasarkan aktivitas dari tidal yang mempengaruhinya, estuarin dapat diklasifikasikan menjadi tiga (Hayes, 1976 dalam Reading, 1978), yaitu : 1. Mikrotidal estuarin 2. Mesotidal estuarin 3. Makrotidal estuarin Pada mikrotidal estuarin, perkembangan daerahnya sering ditandai dengan kemampuan disharge dari sungai untuk menahan arus tidal yang masuk ke dalam sungai, meskipun kadang-kadang pada saat disharge sungai sangat kecil, arus tidal dapat masuk sampai ke sungai. Pada mesotidal estuarin, efektivitas dari tidal lebih efektif dibanding pada mikrotidal, khususnya ini terjadi pada sungai bagian bawah. Pada makrotidal estuarin sering ditemukan funnel shaped dan linier tidal sand ridges. Arus tidal sangat efektif dalam sirkulasi daerah ini, serta endapan suspensi umumnya diendapkan pada dataran (flats) intertidal pada daerah batas estuarin (Reading, 1978). Endapan pada daerah estuarin umumnya aggradational dengan alas biasanya berupa lapisan erosional hasil scour pada mulut sungai. Hal ini berbeda dengan endapan delta yang umumnya progadational yang sering menunjukan urutan mengkasar keatas. Pada daerah estuarin yang sangat dipengaruhi oleh tidal, endapannya akan sangat sulit dibedakan dengan daerah lingkungan pengendapan tidal, untuk membedakannya harus didapat informasi dan runtunan endapan secara lengkap (Nichols, 1999).

5 NAMA : NABELLA NURUL FITRI NIM :111.100.034 PLUG 4

LABORATORIUM SEDIMENTOLOGI

2012

SIFAT KIMIA EKOSISTEM ESTUARINE Estuarni didefinisikan sebagai perairan semi tertutup yang mempunyai hubungan bebas dengan laut, tempat dimana air tawar dari sungai dan air asin dari laut bertemu. Jadi estuari adalah bagian dari sistem sungai, biasanya sungai yang lebar, dipengaruhi oleh aksi pasang surut dan sifat dinamika dan fisik laut lainnya seperti arus, gelombang, salinitas dan lain-lain. Di estuari pasut sangat dominan pengaruhnya dibandingkan dengan arus yang ditimbulkan oleh angin atau gelombang. Sehingga perilaku estuari sangat tergantung pada aksi pasut dan aliran sungai, yang mana keduanya merupakan peubah yang bebas Secara umum estuari dapat dibagi dalam dua jenis, yaitu: 1.Estuari positif adalah suatu estuari dimana air tawar yang masuk dari sangai dan hujan lebih banyak dibandingkan dengan penguapan, sehingga salinitas permukaan lebih rendah daripada laut terbuka. Kebanyakan estuari yang ada adalah estuari positif. 2.Estuari negatif yaitu penguapan lebih besar daripada aliran sungai dan hujan, karena itu akan terjadi keadaan asin berlebih atau hypersaline. Interaksi air tawar dan air asin menentukan sirkulasi air dan proses pencampuran yang dibangkitkan oleh perbedaan densitas antara dua jenis air. Densitas air laut tergantung pada salinitas dan temperatur tapi di estuari range salinitas sangat besar sedangkan range temperatur kecil. Karena itu temperatur mempunyai pengaruh yang relatif kecil terhadap densitas. Walaupun demikian ada beberapa estuari dimana temperatur menjadi faktor yang dominan, misalnya beberapa estuari di daerah tropis yang mempunyai aliran sungai yang kecil selama musim kering. Pemanasan di permukaan dapat menimbulkan perbedaan densitas yang cukup besar antara estuari dan laut yang membangkitkan sirkulasi secara gravitasi (a gravitational circulation). Karena variasi temperatur bersifat harian, maka efek

tersebut hanya bersifat sementara. Di beberapa Fjord, dimana tidak ada aliran sungai 6 NAMA : NABELLA NURUL FITRI NIM :111.100.034 PLUG 4

LABORATORIUM SEDIMENTOLOGI

2012

pada waktu musim dingin dan pendinginan di permukaan cukup kuat, akan terjadi penenggelaman air permukaan karena densitas air permukaan menjadi lebih besar daripada dibawahnya. Fenomena sirkulasi vertikal itu disebut permukaan menjadi lebih besar daripada dibawahnya.Fenomena sirkulasi vertikal itu disebut konveksi thermohalin. Sehingga efek temperatur tidak bisa diabaikan. Estuari dibentuk dalam zone batas yang sempit antara laut dan daratan dan kehidupannya umumnya pendek. Bentuk dan luas estuari secara tetap diubah oleh erosi dan deposisi sedimen dan efek yang cepat disebabkan oleh penaikan dan penurunan muka laut. Perubahan muka laut mungkin dapat secara eustatik (variasi volume air laut) atau isostatik (variasi level daratan). Karena estuari merupakan perairan yang subur, tempat bersauh yang terlindung dan jalan masuk pelayaran, maka estuari sangat penting bagi daratan di belakangnya dan merupakan pusat bagi pengembangan manusia. Promosi perdagangan dan industri telah membawa perubahan keseimbangan alam dalam skala besar termasuk estuari seperti perubahan topografi estuari untuk memudahkan navigasi bagi kapal-kapal besar, polusi sebagai hasil industrialisasi dan kenaikan jumlah penduduk dunia. Penggundulan hutan akan menyebabkan bertambahnya aliran air permukaan dari daratan dimana akan menambah sedimentasi di sungai-sungai dan akhirnya mengakibatkan pendangkalan estuari/perairan pantai. Pendalaman estuari karena pengerukan akan menambah volume estuari dan pembukaan (reklamasi) daerah pasang surut akan mengurangi aliran pasut, mengubah proses pencampuran dan pola sirkulasi serta mengurangi waktu kuras estuari. Dengan berkurangnya waktu kuras estuari, maka sirkulasi di estuari tidak dapat menanggulangi dan mengatur pencemar dalam jumlah besar. Keistimewaan lingkungan perairan estuary lainnya adalah sebagai penyaring dari berjuta bahan buangan cair yang bersumber dari daratan. Sebagai kawasan yang sangat dekat dengan daerah hunian penduduk, daerah estuary umumnya di jadikan daerah buangan bagi limbah-limbah cair (kita tidak membahas limbah padat di sini 7 NAMA : NABELLA NURUL FITRI NIM :111.100.034 PLUG 4

LABORATORIUM SEDIMENTOLOGI

2012

yang benar-benar merusak sebagian besar lingkunagn estuary). Limbah cair ini mengandung banyak unsure diantaranya nutrient dan bahan-bahan kimia

lainnya. Dalam kisaran yang dapat di tolelir, Kawasan estuary umumnya bertindak sebagai penyaring dari limbah cair ini, mengendapkan partikel-partikel beracun dan menyisakan badan air yang lebih bersih. Inipun dengan kondisi dimana terjadi suplai yang terus-menerus dari air sungai dan laut yang cenderung lebih bersih dan mentralkan sebagaian besar bahan polutan yang masuk ke daerah estuary tersebut

8 NAMA : NABELLA NURUL FITRI NIM :111.100.034 PLUG 4

LABORATORIUM SEDIMENTOLOGI

2012

DAFTAR PUSTAKA
http://valentinomalau31.blogspot.com/2010/12/lingkunganpengndapan.html?zx=2acfc5a7743ab84 http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=JENIS+ESTUARINE&source=web&cd=28&ved=0C GgQFjAHOBQ&url=http%3A%2F%2Fxa.yimg.com%2Fkq%2Fgroups%2F21850594%2F103409 8831%2Fname%2FJenisJenis&ei=YKbDT9KbEo7JrAeb46C5CQ&usg=AFQjCNEVBf7TrLoIsXY2V9bP68aGV5mCCQ

http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=JENIS+ESTUARINE&source=web&cd= 28&ved=0CGgQFjAHOBQ&url=http%3A%2F%2Fxa.yimg.com%2Fkq%2Fgroups %2F21850594%2F1034098831%2Fname%2FJenisJenis&ei=YKbDT9KbEo7JrAeb46C5CQ&usg=AFQjCNEVBf7TrLoIsXY2V9bP68a GV5mCCQ

9 NAMA : NABELLA NURUL FITRI NIM :111.100.034 PLUG 4