Anda di halaman 1dari 2

Bisakah kita melihat konflik secara positif/menguntungkan? Konflik apakah yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu masalah?

Konflik itu perlu agar terciptanya perubahan sosial. Ketika struktural fungsional mengatakan bahwa perubahan sosial dalam masyarakat itu selalu terjadi pada titik ekulibrium, teori konflik melihat perubahan sosial disebabkan karena adanya konflikkonflik kepentingan. Namun pada suatu titik tertentu, masyarakat mampu mencapai sebuah kesepakatan bersama. Di dalam konflik, selalu ada negosiasi-negosiasi yang dilakukan sehingga terciptalah suatu konsensus. Konflik bisa jadi merupakan sumber energi dan kreativitas yang positif apabila dikelola dengan baik. Misalnya, konflik dapat menggerakan suatu perubahan : 1. Membantu setiap orang untuk saling memahami tentang perbedaan pekerjaan dan tanggung jawab mereka. 2. Memberikan saluran baru untuk komunikasi. 3. Menumbuhkan semangat baru pada staf. 4. Memberikan kesempatan untuk menyalurkan emosi. 5. Menghasilkan distribusi sumber tenaga yang lebih merata dalam organisasi. Perbedaan pendapat dan konflik dapat dikelola secara konvergen (memusat) untuk mewujudkan sinergi dalam mencapai tujuan. Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie pun memandang konflik sebagai sesuatu yang positif. Saya memandang konflik sebagai sesuatu yang positif. Perbedaan pendapat adalah konflik. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar. Perbedaan pendapat maupun konflik bila dikelola dengan baik akan membawa dampak yang positif, ujar Habibie di Bogor, Selasa 7 Desember 2010. Menurut beliau, konflik akan terjadi dan ditemukan di mana pun. Bahkan dalam lingkup keluarga sekali pun akan terdapat konflik. Konflik yang konvergen sangat baik dalam mewujudkan tujuan bersama. Konflik dalam konteks organisasi dinilai sebagai sesuatu yang baik sebagai proses pendewasaan menuju perbaikan bersama, ujar tokoh pendiri Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) ini. Demokrasi, sambung dia, merupakan pilihan jalan terbaik untuk membangun masa depan Indonesia. Demokrasi memberikan peluang terbuka bagi semua pihak untuk bergerak ke tengah. Dalam bahasa almarhum Gus Dur, demokrasi memberikan peluang bagi semua orang bergerak ke tengah, ujar Habibie. Referensi: Bernard Raho. 2007. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher. http://matanews.com/2010/12/07/konflik-positif-di-mata-habibie/ http://andrie07.wordpress.com/2009/11/25/aspek-positif-dalam-konflik-penyebabkonflik-pengelolaan-konflik-strategi-teknik-atau-keahlian-untuk/

[Rian Ayu Fatria (11/326341/PSP/04291) Program Pascasarjana Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UGM]