RADIO KAYU MADE IN KANDANGAN

KRISIS moneter yang menggoncang perekonomian dunia tidak membuat kecut hati alumnus design Institut Teknologi Bandung (ITB), Singgih Kartono (40). Ia tetap tekun dengan usaha pembuatan radio menggunakan bahan baku kayu. Berkat kreatititas produk dan strategi pemasaran yang jitu, produk karya Singgih berhasil melanglang buana mulai dari Jepang, daratan Eropa hingga Amerika sana. Berkat karya radio ini, Singgih berhasil meraih penghargaan International Design Resource Association (IDRA) di Seattle Amerika Serikat pada 1997 lalu. Kerajinan ini jawara untuk kriteria produk dengan bahan yang bisa didaur ulang, memberi potensi besar terhadap proses daur ulang, dan memberi nilai lebih terhadap produk. Radio retro ini bisa disetel untuk AM atau FM, juga untuk MP3 dan dua band gelombang pendek. Singgih mulai merintis usahanya itu sejak tahun 1995 lalu. Si penggagas radio kayu asal Desa Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah ini ingin mengubah pandangan orang bahwa kerajinan tangan tidak selalu identik dengan seni atau tradisional, tapi juga memasukkan industri elektronik. Selain meraih penghargaan dari IDRA, radio kayu ‘made in’ Singgih tahun ini juga berhasil meraih penghargaan dari Design For Asia Award 2008. Dunia kayu memang sudah melekat pada diri pria satu ini, sebelum ia menekuni bangku kuliahnya di ITB. “Saya tidak tahu persis, apa faktor kedekatan saya pada alam dan tumbuhan karena lingkungan alam di sekitar tempat saya tinggal di Temanggung banyak

ditumbuhi pohon sengon dan sonokeling. Kayu merupakan material yang luar biasa hidup, berkesinambungan dan terbatas,” ujar Singgih saat ditemui Bangka Pos Group, pertengahan Oktober lalu. Perjuangannya dimulai sejak ia akan berangkat kuliah ke ITB. Sang ayah tak sanggup membiayainya secara penuh. Singgih sempat nekad bertanya pada ayahnya, berapa biaya yang bisa diberikan oleh sang ayah. “Sisanya saya yang akan menanggungnya,” ujar Singgih. Selesai menekuni masa belajarnya di Bandung, Singgih Kartono justru kembali ke tanah kelahirannya di Temanggung. Materi kayu tetap jadi pilihan Singgih untuk mencari mata pencaharian. Tidak heran bila alumnus ITB ini sering modar mandir di sekitar tempat tinggalnya mengendarai Vespa milik ayahnya, hanya untuk mencari dan mengumpulkan potongan-potongan kayu sebagai bahan materi pembuatan produknya. Singgih lalu merintis usaha di rumahnya yang diubah menjadi workshop. Sementara untuk pelaksanaan bisnis, Singgih terpaksa mengkontrak ruang tamu tetangganya sebagai tempat transaksi bisnisnya. Awal mula Singgih merintis usahanya pada usaha produk-produk peralatan kantor, seperti stepler kayu, tempat selotipe, kotak peralatan. Baru tahun 2005 keinginan membuat kotak radio dilakukannya. Jualan Lewat Internet Semua produk kayu hasil produksi Singgih ditawarkannya melalui jalur internet, mengingat bila dilakukan secara langsung, banyak kendala yang harus dihadapi. Dengan internet, buyer (pembeli) dapat langsung mengkontak dan sekaligus datang untuk membeli produknya. Diakui Singgih, setiap pembeli produk radio kayunya harus tetap menggunakan namanya serta merek usahanya, Magno. “Saya tidak mengizinkan pembeli radio kayu produk saya mengganti dengan nama lain,” kata Singgih. Radio kayu Singgih dijual dari kisaran 80, 58 dan 47,5 dolar AS untuk ukuran radio kayu kecil. Bahkan di Amerika, harga radio yang dibandrol dengan harga 47,5 dolar ini mampu menembus angka 250 unit per bulan. Perusahaan milik Singgih bernama Magno, memulai merintis usaha pertamanya membuat tempat kaca pembesar dan tempat kompas dari kayu. Kini Magno telah memiliki 33 tenaga pekerja dari Desa Kandangan. Kapasitas produksinya 250 hingga 300 unit radio per bulan. Dari jumlah itu, sekitar 80 persen produknya diekspor ke Amerika Serikat, sisanya masingmasing 15 persen ke kawasan Eropa dan Jepang.

dan sonokeling disulap selama enam belas jam menjadi radio. bernilai ratusan dollar Amerika setelah diolah dibengkel kerja milik Singgih Susilo Kartono itu. Di sebuah bangunan berlantai dua seluas 300 meter persegi tiga puluh pekerja sibuk dengan alat masing-masing. Bahkan Singgih mengaku jumlah permintaan produk buatannya berkisar 500 hingga 600 unit per bulan. setiap dia menggunakan pohon untuk memproduksi. Kandangan. Sebuah radio kayu dijual dengan harga US$ 250-300 atau Rp 2. Singgih pantas diacungi jempol. usahanya turut membantu kehidupan tetangga yang ikut bekerja memproduksi radio kayunya. Kabupaten Temanggung. Radio Kayu asal Temanggung Views :1769 Times Selasa. Dia dibesarkan di desa yang dirimbuni pokok-pokok yang menjulang. Mau tahu berapa besar omzetnya? Dari 300 radio kayu yang dijual hingga 250 dolar AS. Selain mampu menghidupi kebutuhan keluarga. Singgih mampu memperoleh Rp 750 juta per bulan. suara pemotong dan penghalus kayu menderu-deru membelah keheningan. Jawa Tengah. kayu pinus. Kini keuntungannya terus berlipat seiring terus berkembangnya usaha ini. sengon. tak lupa setiap 2 persen persen dari hasil penjualan produk-produk radio maupun peralatan kantor disisihkan Singgih untuk pembibitan kayu sengon maupun sonokeling. Di bengkel kerja itulah.3-2. Singgih tahu betul akan ekosistem alam. (Persda Network/Budi Prasetyo) Magno. mahoni. justru dari dunia internasional memberikan apresiasi terhadap buah tangan orang asli Indonesia ini. Singgih hingga saat ini tidak pernah meraih penghargaan dari negerinya sendiri. . Dari kayu juga. Singgih memilih mengeluti usaha kayu karena merasa sudah menjadi bagian dari hidupnya.8 juta di Amerika dan Eropa. Sebatang sengon yang biasa dijadikan kayu dihargai Rp 10 ribu. 05 Oktober 2010 09:07 Setiap pagi di pinggir Jalan Desa di Dusun Krajan 1.Selain melakukan kegiatan bisnisnya dari bahan kayu. maka ia segera menanam kembali penggantinya.

Singgih menyulap ruang tamu rumah orang tuanya menjadi bengkel kerja. Ia pun membuat radio kayu. Desain yang menjadi tugas akhir kuliahnya ini memenangi Internasioal Design Resauce Award 1997 di Seattle. Selama tujuh tahun ia bekerja di sebuah perusahaan furnitur. demikian ia menyebut radio itu berasal dari kata magnifying (kaca pembesar) produk pertama yang ia buat.m. Amerika Serikat. Magno. Pada tahun 2004 setelah perusahaannya gulung tikar. GMT Rate This Article: 4 Radio kayu Magno ABOUT THE AUTHOR Arip Budiman Email: Click To Contact Author . Ketika itu radio yang ia buat masih prototype.sebagian warga Kandangan menggantungkan hidup mereka menjual gelondongan kayu yang sudah dipotong-potong. Menjodohkan kayu dengan radio juga bukan tanpa alasan. stapler. (*/Tempo) retweet Bisnis: Radio Kayu Asal Temanggung Tembus Dunia Arip Budiman Published 08/26/2009 . bersama istri dan empat karyawannya ia membuat alat-alat kantor.6:51 a. seperti tempat pulpen. Itulah yang membuat lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung itu prihatin. dan tempat selotip dari kayu. Perjodohan inilah yang syarat nilai dan makna inilah yang melambungkan Singgih dan radionya ke panggung dunia. juga kaca pembesar gagangnya dari kayu. Singgih pulang kampung dan memulai usaha sendiri. Komponen radio berasal dari radio yang sudah jadi. Bagi ayah dua anak ini radio merupakan alat yang bisa menjadi teman manusia.

ditangan Singgih. penghargaan dari The Design Museum untuk kategori Architecture. radio kayu yang diberi merek Magno ini juga mendapatkan berbagai penghargaan internasional. Graphics. radio kayu buatan Singgih Susilo Kartono (40) telah menembus pangsa pasar di luar negeri. Mulai dari Jepang. harga radio buatannya tersebut mencapai US$ 47.500 yen harga jual di Jepang. daratan Eropa. radio kayu Magno buatan Singgih mungkin terlihat kuno dan tidak modern.Berbekal kreatifitas serta ilmu pendidikan yang didapatnya dari bangku kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Desain Produk. Ide Singgih yang dimulai pada tahun 1995 ini juga sekaligus telah membuka lapangan pekerjaan bagi warga di sekitar bengkel kerjanya. bahwa pada situs-situs penjualan online. serta segudang penghargaan lainnya telah diraih Singgih dengan radio kayunya tersebut. Jawa Tengah. . Selain menembus pasaran luar negeri. Menurut Singgih. 17. radio kayu Magno karya Singgih ini juga telah mengantongi penghargaan sebagai desain terbaik dalam kontes Good Design Award 2008 di Jepang untuk kategori Innovation/Pioneering & Experimental Design. dalam sebulannya minimal 250 unit radio buatan Singgih ini terjual. hingga Amerika. Kerajinan tangan yang biasanya selalu berkutat dengan seni tradisional kini sudah tidak lagi. Singgih juga menuturkan. harga radio buatannya tersebut dapat dibandrol dengan harga minimal US$ 200 per unitnya.5 hingga US$ 80 untuk penjualan di Amerika. kerajinan tangan kini telah masuk dalam skala industri elektronik. Namun sisi ini lah yang menjadi daya tariknya. di Desa Kandangan. Serta sedikitnya 50 unit radio per bulannya terjual di Jepang dan puluhan lainnya di Eropa. Jawa Tengah.Jakarta. serta 160-240 euro untuk harga pasaran di Eropa. Singgih kini memperkerjakan 50 orang karyawan dengan jumlah produksi 300 unit per bulan. ini dipasarkan. Furniture. dan Transport. Selain penjualan secara langsung. Selain itu. KabariNews . Penghargaan yang telah diterima Singgih atas hasil karyanya tersebut diantaranya adalah penghargaan Brit Insurance Design of the Year 2009 di London. Di Amerika Serikat saja. Bila dilihat sepintas. radio kayu buatan pria asal Temanggung. Dibengkel kerjanya yang diberi nama studio Piranti Works. Temanggung. Fashion. Interactive.

Omset yang dihasilkan pun tidak main-main. saat ini radio kayu Magno buatannya tengah ikut berkompetisi untuk memenangkan penghargaan Index Award.com/?33650 Untuk melihat Berita Indonesia / Bisnis lainnya. Jerman. Radio kayu Magno ini dapat digunakan dengan sinyal FM dan AM. 2010 . yakni Desain untuk meningkatkan hidup.KabariNews. Dengan motto Index saat ini adalah dunia Index. Keberhasilan Singgih ini pun tidak putus sampai di sini. radio ini dapat menerima saluran TV Analog dari chanel 1 sampai 3. Dari Denmark. dan AS April 14. Belakangan awrd ini menjadi ajang pemilihan desain prestisius tingkat dunia. Tujuannya untuk merek Denmark yang menggunakan desain tradisional untuk menarik wisatawan dan investasi ke Denmark. serta meluncurkan kegiatan budaya utama di Kopenhagen. Untuk share artikel ini klik www. Index Award pada awalnya di buat oleh seorang desainer bernama Johan Adam Lindeballe dan Danish. Klik disini Klik disini untuk Forum Tanya Jawab Mohon Beri Nilai dan Komentar di bawah Artikel ini Singgih Susilo Kartono: Pembuat Radio Kayu Magno yang Dikenal di Jepang. Pemilihan pemenang pada Index Award ini akan berlangsung mulai dari 21 Agustus hingga 13 September 2009 mendatang. minimal Rp 750 juta setiap bulannya dapat dikantongi Singgih. Bahkan di Jepang saja. Oleh Dunia dan Untuk Dunia. serta menggunakan tiga tombol analog dan menggunakan baterai A3 untuk sumber dayanya. Index Award merupakan salah satu penghargaan bergengsi yang diberikan dari sebuah organisasi di Denmark dibawah naungan HRH The Crown Prince.

Jawa Tengah. Jerman. seni rupa ITB. Hingga suatu waktu ia bertemu dengan Pak Rachmat Gobel (Preskom Panasonic Indonesia) pada pameran produksi ekspor. radio kayu. Singgih adalah sosok yang mewakili berkembangnya kesadaran bahwa batas negara dan daya tarik kota besar makin tak relevan sebagai determinan berkembangnya industri kerajinan. yaitu Piranti Works. Rachmat Gobel.000 unit radio kayu senilai Rp 4. Philips. Good Design Award 2008. karena itu artinya konsep radio kayunya diterima dan mendapat kepercayaan internasional. Piranti Works.9 miliar dari rekanannya di AS. dan merek-merek elektronik lain buatan luar negeri. Singgih Susilo Kartono Anda pasti sering mendengar radio bermerek seperti Sony. ia mengambil peralatan Panasonic yang ia beli di toko. Meskipun begitu Singgih mengaku senang. Magno sudah cukup dikenal di Jepang. Magno. sedangkan untuk peralatan elektronik di dalamnya. Awalnya Singgih mendesain radio kayu adalah ketika ia membuat karya akhirnya saat ia kuliah di seni rupa ITB. Pada mulanya Singgih hanya membuat rangka atau kemasan. pernahkah Anda mengenal radio bermerek Magno? Sebagai merek radio. kapasitas produksi “pabrik” Singgih. Internet memungkinkan Singgih memasuki pasar dunia. Tapi tahukah Anda kalau radio bermerek Magno ini merupakan produk lansiran dalam negeri. Temanggung. Namun. . Dari situlah Singgih mulai serius merancang dan memasarkan Magno. dan AS. Singgih Susilo Kartono adalah seorang pembuat radio kayu dan kerajinan tangan di Kandangan.tags: Brit Insurance Design Award 2009. Aiwa. Singgih pernah mendapat pesanan 10. Sejak saat itu Singgih tidak membeli radio di toko untuk kemudian dipreteli. Sayang. ia kini membeli langsung peralatan elektronik dari Panasonic. belum memadai. dengan alasan memenuhi syarat ketat ramah lingkungan untuk pasar ekspor.

tahun 1997.500 yen dan di Jerman 160-240 euro. bukan komoditas. Agak mahal. 2009 . yang membuat seorang desainer Jepang tertarik dan mempopulerkan produk ini sejak 2004. Untuk harga per unit.1 jutaRp 1. Magno merupakan benda koleksi yang personal. lomba desain di Seattle. karena menurut Singgih. Magno masuk nominasi untuk Grand Awards untuk Desain for Asia Award yang digelar di Hongkong.3 juta per unit. Sumber: Kompas Share this: • • • • • • Twitter Facebook LinkedIn Digg Stu Magno Radio dari Kandangan Temanggung March 31.Radio kayu bermerek Magno itu juga pernah beberapa kali memenangkan penghargaan. Di dalam negeri Magno diberi harga Rp 1. AS. Pada 19 Maret 2009. Magno dijual dengan harga 49-56 USD di AS. di Jepang dijual 17. Magno memenangkan Brit Insurance Design Award 2009 untuk kategori produk . Radio ini juga menjadi pemenang Good Design Award 2008 di Jepang untuk kategori Innovation/Pioneering & Experimental Design. seperti.

Selasa malam. The Design Museum juga memberikan penghargaan untuk katagori Architecture. Furniture. Radio kayu Magno yang didesain dan diproduksi Singgih Susilo Kartono berhasil meraih penghargaan sangat prestisius Brit Insurance Design of the Year 2009. Hal ini menurut Singgih sangat sejalan dengan prinsip-prinsip “sustainable design. Temanggung berhasil meraih penghargaan tertinggi dalam desain produk di London. Fashion. Penghargaan itu diserahkan dalam acara makan malam yang dispronsori stasiun televisi swasta Channel 4. dan Transport The Design Museum merupakan museum terkemuka di dunia yang memberikan penghargaan kepada desain kontemporer di berbagai negara dan katagori . Magno juga masuk nominasi untuk Grand Awards untuk Desain for Asia Award yang digelar di Hongkong.” katanya lalu mengatakan radio kayu desainnya menggunakan pendekatan filosofi desain Asia. Rabu.” Radio kayu yang diberi merek Magno itu. sebelumnya juga diumumkan menjadi pemenang Good Design Award 2008 di Jepang untuk kategori Innovation/Pioneering & Experimental Design. . Selain penghargaan untuk desain produk. Singgih mengatakan di London. Interactive. Graphics. “Saya tidak mengira apresiasi terhadap Magno Wooden radio ini cukup tinggi.Radio kayu buatan pengrajin di kampung Kandangan. ia sendiri merasa mendapat suatu kejutan.

yang pemenangnya dipilih oleh panel terdiri dari sembilan orang. di bidang arsitektur dimenangkan oleh New Oslo Opera House. Penghargaan Brit Insurance Design diumumkan 18 Maret. Dewan juri memuji konsep dan desain Singgih S Kartono yang mengunakan produk lokal dengan pengrajin dari daerah sekitar. dan Amerika Serikat dengan jumlah 300-400 unit per tahun.Radio kayu buatan Singgih bermerek Magno lebih banyak diekspor ke Jepang.” kata dewan juri. “Enterprenur asal Indonesia memiliki ide kreatif di balik idenya membuat radio kayu yang membantu ekonomi daerah dengan mempekerjakan masyarakat di desa Kandangan. Jerman.Radio Magno • • • • • Written by Administrator font size decrease font size increase font size Cetak E-mail Be the first to comment! . Selama 12 bulan dewan juri yang terdiri para desainer terkemuka memberikan penghargaan The Brit Insurance Design Awards 2009. Info Antara News Tulisan ini bisa di lihat di Temanggung City Temanggung Berkarya .

Saya minta waktu setahun untuk memenuhi pesanan itu (dari AS).Singgih S Kartono. Singgih adalah sosok yang mewakili berkembangnya kesadaran bahwa batas negara dan daya tarik kota besar makin tak relevan sebagai determinan berkembangnya industri kerajinan. ini mendapat pesanan 10. Internet memungkinkan Singgih memasuki pasar dunia. konsep saya diterima dan mendapat kepercayaan. Saya hanya membuat rangka dan kemasan. Dengan konsep itulah. Rabu (8/10).” ujarnya. diumumkan menjadi pemenang Good Design Award 2008 di Jepang untuk kategori Innovation/Pioneering & Experimental Design. Peralatan elektronik di dalamnya saya pakai dari Panasonic.”Sayang. menganggap produknya sebagai bagian dari kehidupan berkelanjutan.000 unit radio kayu senilai Rp 4. yang memenuhi syarat ketat ramah lingkungan untuk pasar ekspor. Apalagi saya juga melayani permintaan dari Jepang yang sudah rutin sejak tiga tahun lalu. kapasitas produksi saya belum sebesar itu. penjepit kertas. Ia menunjukkan tiga model radio dari kayu serta peralatan kantor dari kayu. . Jawa Tengah. dan kompas berlapis kayu. Magno juga masuk nominasi untuk Grand Awards untuk Desain for Asia Award yang digelar di Hongkong. saat ditemui di ”pabrik”-nya. Temanggung. Bagaimanapun saya senang. di Desa Kandangan. pembuat radio kayu di Kandangan. seperti pembuka surat. Piranti Works. stapler. desa kecil di Temanggung. pembuat radio kayu dan kerajinan tangan. Radio kayu yang diberi merek Magno itu.9 miliar dari rekanannya di Amerika Serikat. ”Radio kayu memang karya akhir saya ketika kuliah di seni rupa ITB.” ujarnya.

saya kembali ke desa. mainan.3 juta per unit. Harga per unit 49-56 dollar AS. Sejak itulah produk Magno makin populer.”Bersama aktivis lingkungan. Pasar di Jerman baru kami tembus. Jerman. dan pinus. AS. menghidupi desa dengan kayu dan menghidupkan kayu dari desa. Kepala Sekolah SMP 3 Bulu. lalu seorang desainer Jepang tertarik dan memasarkan produk ini sejak 2004. kayu dipakai untuk bahan bakar. Radio kayu buatan Singgih bermerek Magno lebih banyak diekspor ke Jepang. Ada juga bantuan dari Panasonic. Anak-anak sadar akan pentingnya menyelamatkan hutan. ”Sebatang kayu sengon sebagai kayu bakar hanya ekuivalen dengan 0.200 meter persegi tanah di pabriknya yang justru menghabiskan lahan adalah pembibitan ribuan sengon. bukan komoditas. kayu yang sama bisa menghasilkan 1. tapi di Jepang dijual 17. menyebar kesadaran pelestarian alam dengan menanam pohon. sebagai produk kerajinan tangan. ”Saya kirim 300-400 unit radio ke Jepang setahun. lewat pembibitan dan penanaman pohon.Awalnya Singgih membeli radio Panasonic di toko.8 dollar AS. Itulah mengapa dari 2.” ujarnya. Kita harus lebih cerdas memanfaatkan kayu. Setelah lulus kuliah. sampai bertemu Pak Rachmat Gobel (Preskom Panasonic Indonesia) pada pameran produksi ekspor.” ujarnya. . saya merintis penanaman pohon di kaki Gunung Sumbing yang gundul. Di dalam negeri saya jual Rp 1. tahun 1997. Kami menanam 1. Ia mengalokasikan 10 persen dari hasil penjualan produk untuk dikembalikan kepada alam. Radio buatan Singgih itu bisa dilihat di berbagai media gadget atau website. Desa Wonotirto. Hutan dan kayu adalah lingkungan saya.” Tanam pohon Lalu apa urusan radio kayu dengan filosofi kehidupan berkelanjutan? ”Saya lahir dan dibesarkan di desa. sonokeling. pemasaran lewat internet ia lakukan dan contoh produk dikirim ke berbagai pihak selama setahun.” ujarnya. ”Kami melibatkan murid menanam pohon di sekitar sekolah.Kerajinan kayu memberi nilai tambah signifikan bagi kayu.” katanya.500-an pohon. Penggundulan hutan menyebabkan kelangkaan sumber air di kawasan ini.” ujar Wiyono. di kaki Gunung Sumbing.1 juta-Rp 1. Tapi. Ia juga bekerja sama dengan SMP Negeri 3 Bulu. ”Saya sering memborong radio di Temanggung.500 yen dan di Jerman 160-240 euro. Di desa. dan AS. ”Saya menang lomba desain di Seattle. di rumah-rumah. bikin rumah. di kaki gunung. tidak lagi membeli radio di toko. dan banyak hal dalam hidup. Sejak itu saya membeli langsung peralatan elektronik dari Panasonic. lalu dipreteli dan dimasukkan dalam radio kayu. mahoni. karena ini benda koleksi yang personal. Agak mahal.” katanya. Setelah pameran demi pameran dan berbagai lomba desain diikuti.000 dollar AS. Mukidi.

id/wp-content/uploads/2009/09/magno_big. sumber air melimpah. Konsep hidup dan kerja inilah yang dijual. kalau mau dan punya modal. Singgih mengawali usahanya pada tahun 2003. dan lingkungan hidup yang baik. tembakau akan berkualitas baik jika mendapat sinar matahari langsung. membeli sisa kayu potongan untuk bahan baku. ia bisa mempekerjakan 10 tenaga kerja. Dalam seminggu ia sudah terampil dan dalam 3-4 bulan ia terampil mengerjakan semua proses produksi. Ia bekerja di ruang tamu rumahnya dengan peralatan rakitan sendiri. Kerusakan lingkungan di Temanggung bisa diatasi jika ketergantungan warga pada penghidupan yang mengeksploitasi tanah dikurangi.com — Radio kayu Magno buatan perajin di Kampung Kandangan. ia harus bisa mengerjakan satu bagian proses produksi. KOMPAS. Tanpa bak itu. Orang tak hanya membeli radio kayu.com/article/17.” ujarnya. Brit Insurance Design of The Year 2009.”Warga Desa Wonotirto harus mengambil air bersih dari sumber air yang jaraknya 6 kilometer. setiap orang tanpa keterampilan apa pun bisa ditampung sebagai tenaga kerja.000 warga Kandangan atau 25 persen populasi desa.” katanya. kami punya hutan yang rimbun lagi. Dengan konsep itu. tapi juga memanfaatkan sebanyak mungkin tenaga kerja. Jadi.jpg LONDON. . Sumber artikel : http://www. Hutan menjadi gundul.web.Penggundulan hutan di Gunung Sumbing kian parah karena penanaman tembakau.” ujar Singgih. ia mulai membuat radio kayu.000 dollar AS sebulan. Temanggung. ia punya pabrik berukuran 15 meter x 18 meter yang dibangun dengan biaya Rp 100 juta. Radio yang didesain dan diproduksi Singgih Susilo Kartono ini berhasil meraih penghargaan sangat prestisius. Dalam 15-20 tahun ke depan. semua pohon di kaki gunung ini ditebangi. ”Itu juga alasan saya mengembangkan kerajinan yang tak cuma efisien dalam penggunaan kayu sebagai bahan baku.” ujarnya optimistis.500 dollar AS sampai 3. ”Para petani percaya. Dibantu istri dan empat pekerja. berhasil meraih penghargaan tertinggi dalam desain produk di London. Kini. ia bisa bikin pabrik sendiri. ”Saya ingin bisa menampung 1.html Sumber Image : http://anakbangsa. Dalam setahun. ”Sejak hari pertama masuk kerja.idegift. Itu sebabnya. di sekolah ini tak ada setetes pun air bersih. Singgih dibantu 30 karyawan dengan kapasitas produksi 400-an unit radio per bulan. tetapi mendukung konsep kehidupan berkelanjutan di Temanggung. Kalau bisa mendapat order 2. dan banyak mata air mengering. Ia berkeliling pabrik kayu. rawan longsor. kami membuat saluran air dari mata air dan membuat bak penampungan dekat sekolah.

di bidang arsitektur dimenangkan oleh New Oslo Opera House. Juri lainnya adalah desainer senior yang juga kurator arsitektur Paola Antonelli. Interactive. Magno juga masuk nominasi untuk Grand Awards untuk Desain for Asia Award yang digelar di Hongkong. Radio kayu yang diberi merek Magno itu sebelumnya juga diumumkan menjadi pemenang Good Design Award 2008 di Jepang untuk kategori Innovation/Pioneering & Experimental Design. Radio kayu buatan Singgih bermerek Magno lebih banyak diekspor ke Jepang. Selasa (17/3) malam. Jerman. "Saya tidak mengira apresiasi terhadap Magno Wooden radio ini cukup tinggi. desainer lingkungan dan pendidik Karen Blincoe. serta . seperti Indonesia. di antaranya Alan Yentob. Selama 12 bulan dewan juri yang terdiri para desainer terkemuka memberikan penghargaan The Brit Insurance Design Awards 2009. Kolombia. Selain penghargaan untuk desain produk. yang pemenangnya dipilih oleh panel terdiri dari sembilan orang. majalah Vogue Italia menulis laporannya mengenai A Black Issue for Fashion. Brit Insurance Design of The Year 2009. The Design Museum yang dibentuk 25 tahun lalu memberikan penghargaan untuk kategori furniture diraih desain bangku MYTO. mengatakan. The Design Museum merupakan museum terkemuka di dunia yang memberikan penghargaan kepada desain kontemporer di berbagai negara dan kategori. Channel 4. Majalah Vogue Italia mendedikasikan terbitannya bulan Juli khusus mengenai kisah sukses model yang berkulit warna hitam. Penghargaan Brit Insurance Design diumumkan 18 Maret. Fashion. Furniture. Norwegia. dan Amerika Serikat dengan jumlah 300-400 unit per tahun. Menurut Singgih. Amerika Serikat." katanya sambil mengungkapkan radio kayu desainnya menggunakan pendekatan filosofi desain Asia. Kategori fashion dimenangkan majalah Vogue Italia yang dalam terbitan Juli 2008. Ketujuh pemenang diundang ke London untuk mendapatkan penghargaan yang sangat prestisius. dan mereka mengaku sulit menentukan pemenang. Singgih di London. sedangkan kategori desain grafis diraih oleh poster yang menggambarkan Barack Obama. Sedangkan kategori Transport dimenangkan Colombia`s Line-J Medellin Metro Cable. The Design Museum juga memberikan penghargaan untuk kategori Architecture.Penghargaan itu diserahkan dalam acara makan malam yang disponsori stasiun televisi swasta. Graphics. dalam acara makan malam. ini sangat sejalan dengan prinsip-prinsip sustainable design. Dewan juri terdiri atas pakar desain terkemuka. dan Italia. serasa mendapat suatu kejutan. Rabu. Pemenang untuk desain produk kontemporer tersebut berasal dari berbagai negara. dan Transport.

Beliau dikenal sebagai pemilik mahakarya putra Indonesia: radio kayu Magno yang telah dikenal di berbagai negara. seorang bersahaja yang memiliki semangat juang tinggi untuk mengubah desanya secara nyata. Ya. "Entrepreneur asal Indonesia memiliki ide kreatif di balik idenya membuat radio kayu yang membantu ekonomi daerah dengan mempekerjakan masyarakat di Desa Kandangan. itu salah satu ciri mahasiswa tertentu. "Kita harus majukan Indonesia! Harus bersatu!".arsitek Peter Cook. mengobrolkan esensi dan definisi sebuah kata. Desain radio kayu ini mampu menyentuh hati orang-orang sehingga dapat menuntun masa depannya sendiri. Putra Temanggung Pembuat Radio Kayu "Magno" Satu orang mengubahkan desanya. Masa depan untuk dapat berguna bagi orang lain. Pak Singgih. tempat kelahirannya sendiri untuk menjadi sasaran makna hidupnya. Produk pemenang desain dipamerkan di Design Museum. Ini adalah langkah terkonkrit dibanding orang yang berteriak-teriak." kata dewan juri. Dewan juri memuji konsep dan desain Singgih S Kartono yang menggunakan produk lokal dengan perajin dari daerah sekitar. Kata mereka bergerak demi sebuah perubahan. penulis kritisi fashion Sarah Mower. hingga 14 Juni mendatang. tidak seimbang dengan perkataannya. yang setelah itu dia turun dan duduk dengan kumpulannya. Jawa Tengah. London. tetapi tidak sedikit hanya sampai di ucapan mulut saja. Shad Thames. Idealis yang terlalu kental. Singgih Susilo Kartono. . tidak disertai dengan tindakan nyata. Beliau memilih sebuah dusun kecil di Kabupaten Temanggung.

yang mungkin tinggi pintu rumahnya cukup mampu untuk membuat kepala orang terbentur. sampai ke dalam hatinya. ia diandalkan keluarganya dan masyarakat sekitar. karena ia pun harus mencukupi kebutuhannnya dengan bekerja sambilan. Titik ini yang harus beliau langkahi. Beliau berasal dari keluarga sederhana di Desa Kandangan. usaha ini semakin bertumbuh dan mulai dilirik oleh pasar desain. beliau memutuskan untuk kembali ke tempat tinggalnya. Rumahnya sendiri ia buat sebagai layaknya pabrik. Ya. polusi udara. Sewaktu kecil. udara sejuk. Mulai dari nol. Apa yang menjadi keputusannya menjadi beban berat ketika Pak Singgih telah sampai di kampung halamannya. Alat-alat yang dibutuhkannya ia buat sendiri. benar-benar mulai dari nol. Beban ini sampai ke dalam pikirannya. Bahan-bahan kayu mulanya ia ambil dari kayu bekas di pabrik pemotongan kayu tak jauh dari rumahnya. Tidak ada satu orang pun selain beliau -seorang anak desa Kandangan.yang mampu sampai di kampus ganesha tersebut. dll. tidak ada macet. radio yang terbuat dari kayu. begitu biasanya warga menyebut. Temanggung. Terlalu banyak lulusan perguruan tinggi di sana. Tetapi oleh karena ketekunan beliau. Bahkan ia pun menyewa ruangan di rumah tetangga karena tidak adanya ruangan lagi untuk mencukupi kebutuhan ruang. Hingga akhirnya ketika lulus. Dan ini menjadi beban mental yang besar ketika seorang lulusan mahasiswa kampus ternama pulang ke daerahnya dan harus memulai dari kekosongan. . Terlalu banyak orang di kota. Lebih mending di sini. Pak Singgih mengaku telah mendapat banyak pelajaran selama berkuliah di ITB. rata-rata rumah di daerah Kandangan tersebut tidak jauh dari gambaran ini dahulu. kekacauan. Beliau memutuskan untuk menggunakan ilmunya dan mendirikan suatu usaha. Ia memulai merintis bisnisnya dengan satu ide. beliau tinggal di sebuah rumah sederhana dan tidak terlalu besar. Saya tidak suka kota." ujarnya sambil tersenyum. Banyak kemacetan. sampai kepada penghargaan bergengsi internasional.Pak Singgih. Mulailah penghargaan-penghargaan diberikan kepada karya ini. "Hidup saya akan lebih berguna jika saya kembali ke kampung halaman saya. tidak ada apa-apa. adalah alumni ITB jurusan desain produk angkatan 1986. di desa. Dan memang. sampai memenuhi ruang tamu. radio kayu Magno. Kuliah bukan hal yang mudah menurutnya. Seolah-olah memang beliau adalah putra terbaik daerah ini dan secara moral. Menjadi mahasiswa ITB adalah fenomena pertama yang terjadi di desanya. Produk ini telah mencapai berbagai belahan dunia dan terjual satu produknya seharga US $300.

Lihat di sekitar kita. Rumah unik ini fleksibel untuk digunakan acara workshop kecil di lantai satu karena dindingnya dapat dibuka.5 mm. Semuanya dibuat secara manual. Kini Magno semakin berkembang dengan dilengkapi mesin digital dan bluetooth. Sebenarnya mereka telah meracuni diri mereka. Ini yang menjadi bagian tersulit sekaligus titik kunci mahakarya ini. Tekad Pak Singgih terwujud dalam kontribusinya membangun masyarakat dan lingkungannya. Berbagai racun gaya hidup. Tampak belasan karyawan sedang mengerjakan bagian-bagian dari komponen radio.Magno wooden radio berfokus pada detail produk. berita negatif. tempat pembuatan mahakarya wooden radio-nya. Dan buruknya. Ketepatannya tidak lebih dari 0. Karya Pak Singgih mengantarkan pada perwujudan mimpinya. Segala arus produksi diatur di dalam bangunan ini. Jika meleset lebih dari 0.5 mm. Mulai dari pengaturan kelembaban bahan kayu. Beliau sangat peduli terhadap lingkungan. Mesin ini diimpor langsung dari luar negeri dengan desain khusus untuk radio kayu ini. Di depan rumahnya. kemiringan posisi komponen. westernisasi. dll. banyak warga desa sampai memasang parabola di atas rumah mereka. Standar yang ditentukan memang begitu tinggi. masuk ke dalam hidup kita tanpa kita sadari. banyak dari kita langsung menelan saja informasi tersebut tanpa menghiraukan apakah itu baik untuk kehidupan kita atau tidak. Rumah ini bersusun dua lantai sekalipun masih banyak tanah kosong. Masih tentang rumah Pak Singgih. Rumahnya tidak ber-TV. Kini beliau telah mengubah rumah sederhananya menjadi rumah yang unik. Beliau dan istrinya tidak ingin ada TV di rumah mereka." ucapnya penuh prihatin. karena perusahaan Indonesia tidak menyediakan kebutuhan. maka komponen akan dieliminasi. Manusia mulai kehilangan jati dirinya karena racun informasi ini. Ya. "Sebenarnya akar permasalahan bangsa ini terletak di daerah-daerah seperti pedesaan . Istri Pak Singgih yang menjadi manajer produksinya. "Kini manusia meracuni dirinya sendiri dengan televisi. Di sana terparkir sebuah mobil karimun berwarna krem. Karyawan ini adalah pemuda-pemudi desa yang memang membutuhkan lapangan pekerjaan. Ia ingin memberi teladan bagaimana seharusnya manusia tidak berlebihan dalam mengeksploitasi alam. sebuah bangunan terbuat dari kayu. kelihatannya beliau tidak memilih mobil yang sangat mewah dan itu tercermin oleh kesederhanaan dan kerendahhatian beliau.

Seandainya jika mahasiswa-mahasiswi di luar sana mempunyai kesadaran yang sama. Orang-orang berpendidikan malah hilang dari desa. mereka enggan untuk melanjutkan profesi orang tuanya sebagai petani karena anggapan tadi. banyak memberi. tetapi ia menanam sebanyak 6000 pohon pada tahun ini dan akan terus bertambah secara kuantitas dan kualitas.000 bibit pohon berkayu di lahan-lahan gundul. Di mana otak desa?" ujarnya. Beliau berprinsip bahwa terhadap lingkungan. Terbukti pada produknya ia buat dengan ukuran yang tidak besar. Peran satu orang pun dapat mengubah desa. Tepatnya. Segala macam arus data kini dihubungkan lewat internet di desa kecil ini. sehingga masyarakat tidak perlu ke luar kota untuk mendapatkan ilmu dan berkarya di daerahnya. Beliau sedang dalam proses untuk menerapkan sistem tanam yang digabung dengan sistem pengairan bendung. Orang-orang berlarian ke kota untuk mengubah hidupnya. saya tunggu sekolah desain desa Kandangan. Peran Pak Singgih dalam membangun desanya telah menjadi peran penting dalam perkembangan desa Kandangan dan sekitarnya. Terlihat tulisan di papan penghargaannya sewaktu reuni alumninya. Coba lihat mahasiswa ITB yang setelah lulus sebagian besar menetap di luar kota bahkan luar negeri. Untuk mengubah bangsa itu terlalu besar untuk saya. manusia harus sedikit memakai.seperti ini. maka bangsa ini akan lebih cepat menyelesaikan persoalaannya. Pertanian. dan rata-rata pengembangan produknya seperti jam kayu. Pak Singgih merancang sebuah grand desain tersendiri untuk desanya. Beliau juga memprakarsai akses data online di kecamatan Kandangan. Padahal akar permasalahan sebenarnya adalah di desa. Mereka yang berpendidikan tinggi sadar bahwa sebenarnya yang paling membutuhkan otak mereka . beliau sampai saat ini telah menanam sebanyak 16. dan perikanan tawar akan berkolaborasi dalam grand desain desa ini. beliau ingin mengubah citra petani yang semula dianggap kotor. Mengubah Indonesia yang sampai saat ini masih belum terubah. dll didesain dengan ukuran yang relatif kecil. "Ayo Pak Singgih. Ya. melalui grand desain ini. Akibatnya desa kehilangan 'otak'nya. Tampaknya tidak lama lagi beliau akan memulai untuk merintisnya. tetapi sampai sekarang ini akses desa lain masih sangat terbatas. citra ini memang perlu diubah karena memang anggapan tersebut bisa disalahkan. perkebunan. dudukan HP kayu. Banyak dari anak-anak desa ketika ditanya. mau menjadi apa setelah nanti dewasa. minimal satu orang pun yang berinisiatif sama. Melalui program bakti lingkungannya. baru desa Kandangan ini yang menggunakan akses manajemen data online setingkat desa.". Yang seharusnya mereka adalah generasi unggul malah pergi dari desanya. Beliau mempunyai impian selanjutnya untuk mendirikan sekolah desain di desa itu. Menurut pendapatnya. Sistem ini memang sederhana kelihatannya. Jika di kalangan lain segelondong kayu terjual hanya sekian puluh ribu rupiah. jauh dari kaya. Tiap tahun perusahaannya hanya menebang 80 pohon. dsb tersebut menjadi keadaan yang sebaliknya. mengubah bangsanya. namun produk dari Magno ini mampu menjual sekian sentimeter kubik dengan harga yang tinggi. Inilah yang beliau maksud ketika ia memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya.

Tiga tahun bekerja di perusahaan itu. di dalam negeri maupun luar negeri. kemampuan dan keahliansinggihjustru semakin terasah. karena mentok dengan masalah klasik itu. bahan baku dari kayu disukai pembeli dari luar negeri lantaran dianggap lebih ramah lingkungan.singgih harus menyimpan rapat-rapat keinginannya itu. Peran langsung ini sangat dibutuhkan di bangsa ini. "Semuanya berasal dari kampung saya di Kandangan.singgihmemproduksi 300 radio kayu. Lalu. Beliau telah memberikan satu contoh penggenapan amsal "Untuk Tuhan. Bentuknya juga unik. tetapi hidup yang berguna bagi orang lain. Inggris. tetapi sampai di tindakan nyata kita untuk berguna bagi orang lain. Ia menyampaikan pesan soal menghargai lingkungan. Produk handmade ini melejit di tengah isu kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh industri besar.adalah masyarakat umum.000 unit radio. karena merekalah sebenarnya harapan masyarakat daerah. dan almamater. USAHA yang ulet dengan ditambah sikap sabar sering menjadi resep sukses banyak orang. terutama masyarakat di lingkungan asal. "Mereka sampai meminta 1. Idesinggihmembuat radio kayu sudah tercetus sejak lulus kuliah pada 1992.singgihbekerja di Bandung. Saat ini. mengingatkan pada bentuk radio tua yang cukup populer pada masa 30 tahun silam. Singgih Kartono terkenal sebagai pembuat radio kayu (wooden radio) yang sangat diminati pembeli dari luar negeri. Jawa Tengah. Putra daerah kembali ke daerahnya. di bengkel Piranti Works miliknya. bangsa. Mulai dari Jepang." ujarnya. Singgih dikenal sebagai pembuat dan pendesain radio kayu (wooden radio) yang kualitasnya sudah diakui di banyak negara sejak hampir sepuluh tahun terakhir." ujarnya.". Radio kayu buatansinggihmemang istimewa. Mungil. "Saya tidak punya dana buat modal produksi dan pemasaran. tiap bulan meminta kiriman 50 unit Magno.singgihlantas memutuskan keluar dan membuka . Singgih tak begitu saja mencapai kesuksesan. ia memang menyukai produk dengan bahan baku kayu. merek radio kayu buatan Singgih. Ia dibantu 32 karyawan. Sayang. "Saya bekerja di perusahaan kayu. sangat berbeda dengan produk radio lain. Satu hal yang menonjol. Jumlah itu belum seberapa dibanding pasar lain. keinginan membuat radio itu harus mentok di tengah jalan. Salah satu yang telah merasakan kemanjuran resep ini adalahsinggihKartono. Waktu itu dia memang mendalami konsep radio kayu sebagai proyek tugas akhir di Jurusan Disain Produk. pemuda dan mahasiswa. Bukan kehidupan yang berorientasi pada diri. misalnya. Selain bentuk dan desain yang unik. Jawa Tengah." ujar Singgih. Temanggung." ujarnya. pria asal Temanggung. Fakultas Seni Rupa dan Desain. Di tempat kerja tersebut. Jepang. Beliau seakan menantang untuk tidak hanya sekedar idealis sampai di mulut. Perancis bahkan sampai ke negara-negara Skandinavia. Alhasil. siapkah Anda? Berawal dari kegemaran membuat produk berbahan baku kayu. Institut Teknologi Bandung. tampilan luar (casing) radio itu terbuat dari kayu pinus dan sonokeling. setiap bulan. Permintaan dari Amerika Serikat dan Kanada jauh lebih besar lagi. Pak Singgih menantang para pemuda Indonesia untuk dapat berperan langsung terhadap daerah kelahirannya. Setelah lulus kuliah. Radio unik buatannya itu sudah tersebar ke luar negeri. Sejak kecil. Ia tanpa henti berkreasi dan menghasilkan produk berkualitas. itu mampu meraih sukses.

pertama kali.usaha sendiri." ujarnya. Singgih mulai aktif mengikutkan radio kayu buatannya di beberapa ajang kompetisi disain. ia sendiri merasa mendapat suatu kejutan. dan Transport The Design Museum merupakan museum terkemuka di dunia yang memberikan penghargaan kepada desain kontemporer di berbagai negara dan katagori . Radio kayu Magno yang didesain dan diproduksi Singgih Susilo Kartono berhasil meraih penghargaan sangat prestisius Brit Insurance Design of the Year 2009. Hal ini menurut Singgih sangat sejalan dengan prinsip-prinsip "sustainable design. Interactive. pada 1995. http://catatanlamsringo.singgihharus memulai lagi usaha pembuatan produk dari kayu dari nol. Dengan menggunakan sebuah ruang di rumahnya yang berukuran lima meter.singgihmasih sempat iseng-iseng membuat radio dari kayu. Alhasil. "Saat itu." Radio kayu yang diberi merek Magno itu. Salah satunya adalah ajang International Design Resource Award di Seattle. Selain penghargaan untuk desain produk. Di ajang ini.singgihkeluar sebagai pemenang dan membuat dunia melek terhadap produk radio kayu buatannya. lantas saya ganti dengan kayu.singgihmulai kembali membangun usahanya. The Design Museum juga memberikan penghargaan untuk katagori Architecture. sebelumnya juga diumumkan menjadi pemenang Good Design Award 2008 di Jepang untuk kategori Innovation/Pioneering & Experimental . "Saya pulang kampung buat mendirikan usaha. kerjasama ini tak berlangsung lama. Fashion.blogspot. Amerika Serikat pada 1997. Tapi.com/ Radio Temanggung No 1 di London Kamis." ujarnya. Rabu. Dengan modal kecilkecilan. Selasa malam." ujarnya. 19 Maret 2009 08:08 WIB LONDON--Radio kayu buatan pengrajin di kampung Kandangan. Ia mulai membuat produkproduk kayu seperti kaca pembesar dengan bingkai kayu dalam berbagai ukuran. Temanggung berhasil meraih penghargaan tertinggi dalam desain produk di London. bersama dengan seorang temannya. "Saya tidak mengira apresiasi terhadap Magno Wooden radio ini cukup tinggi.singgihmembuat produk kerajinan berbahan kayu. Graphics. "Saya beli radio biasa di pasar." katanya lalu mengatakan radio kayu desainnya menggunakan pendekatan filosofi desain Asia. saya membuat mainan anak dari kayu. Furniture. Singgih mengatakan di London. Penghargaan itu diserahkan dalam acara makan malam yang dispronsori stasiun televisi swasta Channel 4. kongsi itu putus di tengah jalan. bungkus plastiknya saya preteli. Lantaran alasan perbedaan prinsip. Ia juga mulai membuat alat-alat kantor. Di sela pekerjaannya.

Juri lainnya adalah desainer senior yang juga kurator arsitektur Paola Antonelli. London hingga 14 Juni mendatang. Produk pemenang desain dipamerkan di Design Museum." kata dewan juri. "Enterprenur asal Indonesia memiliki ide kreatif di balik idenya membuat radio kayu yang membantu ekonomi daerah dengan mempekerjakan masyarakat di desa Kandangan. Dewan juri terdiri atas pakar desain terkemuka. Selama 12 bulan dewan juri yang terdiri para desainer terkemuka memberikan penghargaan The Brit Insurance Design Awards 2009. Colombia. Radio kayu buatan Singgih bermerek Magno lebih banyak diekspor ke Jepang. dan mereka mengaku sulit menentukan pemenang. USA. diantaranya Alan Yentob. di bidang arsitektur dimenangkan oleh New Oslo Opera House. Magno juga masuk nominasi untuk Grand Awards untuk Desain for Asia Award yang digelar di Hongkong.ant/kem Redaktur: . Katagori fashion dimenangkan majalah Vogue Italia yang dalam terbitan Juli 2008. The Design Museum. sedangkan katagori desain grafis diraih oleh poster yang mengambarkan Barack Obama. yang dibentuk 25 tahun lalu memberikan penghargaan untuk katagori funiture diraih disain bangku MYTO. Pemenang untuk disain produk kontemporer tersebut berasal dari berbagai negara seperti Indonesia. Sedangkan katagori Transport dimenangkan Colombia`s Line-J Medellin Metro Cable. desainer lingkungan dan pendidik Karen Blincoe. serta arsitek Peter Cook. Italia menulis laporannya mengenai A Black Issue for Fashion. majalah Vogue.Design. Dewan juri memuji konsep dan desain Singgih S Kartono yang mengunakan produk lokal dengan pengrajin dari daerah sekitar. penulis kritisi fasion Sarah Mower. Ketujuh pemenang diundang ke London untuk mendapatkan penghargaan yang sangat prestigious Brit Insurance Design of the Year 2009. yang pemenangnya dipilih oleh panel terdiri dari sembilan orang. Penghargaan Brit Insurance Design diumumkan 18 Maret. Jerman.dalam acara makan malam. Shad Thames . Norway dan Italia. dan Amerika Serikat dengan jumlah 300-400 unit per tahun. Majalah Vogue Italia mendedikasikan terbitannya bulan Juli khusus mengenai kisah sukses model yang berkulit warna hitam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful