P. 1
Radio Kayu Made in Kandangan

Radio Kayu Made in Kandangan

|Views: 261|Likes:
Dipublikasikan oleh Setyo Utomo

More info:

Published by: Setyo Utomo on Jun 03, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/04/2015

pdf

text

original

RADIO KAYU MADE IN KANDANGAN

KRISIS moneter yang menggoncang perekonomian dunia tidak membuat kecut hati alumnus design Institut Teknologi Bandung (ITB), Singgih Kartono (40). Ia tetap tekun dengan usaha pembuatan radio menggunakan bahan baku kayu. Berkat kreatititas produk dan strategi pemasaran yang jitu, produk karya Singgih berhasil melanglang buana mulai dari Jepang, daratan Eropa hingga Amerika sana. Berkat karya radio ini, Singgih berhasil meraih penghargaan International Design Resource Association (IDRA) di Seattle Amerika Serikat pada 1997 lalu. Kerajinan ini jawara untuk kriteria produk dengan bahan yang bisa didaur ulang, memberi potensi besar terhadap proses daur ulang, dan memberi nilai lebih terhadap produk. Radio retro ini bisa disetel untuk AM atau FM, juga untuk MP3 dan dua band gelombang pendek. Singgih mulai merintis usahanya itu sejak tahun 1995 lalu. Si penggagas radio kayu asal Desa Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah ini ingin mengubah pandangan orang bahwa kerajinan tangan tidak selalu identik dengan seni atau tradisional, tapi juga memasukkan industri elektronik. Selain meraih penghargaan dari IDRA, radio kayu ‘made in’ Singgih tahun ini juga berhasil meraih penghargaan dari Design For Asia Award 2008. Dunia kayu memang sudah melekat pada diri pria satu ini, sebelum ia menekuni bangku kuliahnya di ITB. “Saya tidak tahu persis, apa faktor kedekatan saya pada alam dan tumbuhan karena lingkungan alam di sekitar tempat saya tinggal di Temanggung banyak

ditumbuhi pohon sengon dan sonokeling. Kayu merupakan material yang luar biasa hidup, berkesinambungan dan terbatas,” ujar Singgih saat ditemui Bangka Pos Group, pertengahan Oktober lalu. Perjuangannya dimulai sejak ia akan berangkat kuliah ke ITB. Sang ayah tak sanggup membiayainya secara penuh. Singgih sempat nekad bertanya pada ayahnya, berapa biaya yang bisa diberikan oleh sang ayah. “Sisanya saya yang akan menanggungnya,” ujar Singgih. Selesai menekuni masa belajarnya di Bandung, Singgih Kartono justru kembali ke tanah kelahirannya di Temanggung. Materi kayu tetap jadi pilihan Singgih untuk mencari mata pencaharian. Tidak heran bila alumnus ITB ini sering modar mandir di sekitar tempat tinggalnya mengendarai Vespa milik ayahnya, hanya untuk mencari dan mengumpulkan potongan-potongan kayu sebagai bahan materi pembuatan produknya. Singgih lalu merintis usaha di rumahnya yang diubah menjadi workshop. Sementara untuk pelaksanaan bisnis, Singgih terpaksa mengkontrak ruang tamu tetangganya sebagai tempat transaksi bisnisnya. Awal mula Singgih merintis usahanya pada usaha produk-produk peralatan kantor, seperti stepler kayu, tempat selotipe, kotak peralatan. Baru tahun 2005 keinginan membuat kotak radio dilakukannya. Jualan Lewat Internet Semua produk kayu hasil produksi Singgih ditawarkannya melalui jalur internet, mengingat bila dilakukan secara langsung, banyak kendala yang harus dihadapi. Dengan internet, buyer (pembeli) dapat langsung mengkontak dan sekaligus datang untuk membeli produknya. Diakui Singgih, setiap pembeli produk radio kayunya harus tetap menggunakan namanya serta merek usahanya, Magno. “Saya tidak mengizinkan pembeli radio kayu produk saya mengganti dengan nama lain,” kata Singgih. Radio kayu Singgih dijual dari kisaran 80, 58 dan 47,5 dolar AS untuk ukuran radio kayu kecil. Bahkan di Amerika, harga radio yang dibandrol dengan harga 47,5 dolar ini mampu menembus angka 250 unit per bulan. Perusahaan milik Singgih bernama Magno, memulai merintis usaha pertamanya membuat tempat kaca pembesar dan tempat kompas dari kayu. Kini Magno telah memiliki 33 tenaga pekerja dari Desa Kandangan. Kapasitas produksinya 250 hingga 300 unit radio per bulan. Dari jumlah itu, sekitar 80 persen produknya diekspor ke Amerika Serikat, sisanya masingmasing 15 persen ke kawasan Eropa dan Jepang.

mahoni. dan sonokeling disulap selama enam belas jam menjadi radio. Jawa Tengah. Sebuah radio kayu dijual dengan harga US$ 250-300 atau Rp 2. Di sebuah bangunan berlantai dua seluas 300 meter persegi tiga puluh pekerja sibuk dengan alat masing-masing. Bahkan Singgih mengaku jumlah permintaan produk buatannya berkisar 500 hingga 600 unit per bulan. Kini keuntungannya terus berlipat seiring terus berkembangnya usaha ini. Singgih mampu memperoleh Rp 750 juta per bulan. Kabupaten Temanggung. kayu pinus. .8 juta di Amerika dan Eropa. usahanya turut membantu kehidupan tetangga yang ikut bekerja memproduksi radio kayunya. Singgih hingga saat ini tidak pernah meraih penghargaan dari negerinya sendiri. (Persda Network/Budi Prasetyo) Magno. Dia dibesarkan di desa yang dirimbuni pokok-pokok yang menjulang.3-2. Selain mampu menghidupi kebutuhan keluarga. justru dari dunia internasional memberikan apresiasi terhadap buah tangan orang asli Indonesia ini. Sebatang sengon yang biasa dijadikan kayu dihargai Rp 10 ribu. tak lupa setiap 2 persen persen dari hasil penjualan produk-produk radio maupun peralatan kantor disisihkan Singgih untuk pembibitan kayu sengon maupun sonokeling. Singgih memilih mengeluti usaha kayu karena merasa sudah menjadi bagian dari hidupnya. Kandangan. bernilai ratusan dollar Amerika setelah diolah dibengkel kerja milik Singgih Susilo Kartono itu.Selain melakukan kegiatan bisnisnya dari bahan kayu. sengon. setiap dia menggunakan pohon untuk memproduksi. suara pemotong dan penghalus kayu menderu-deru membelah keheningan. Radio Kayu asal Temanggung Views :1769 Times Selasa. maka ia segera menanam kembali penggantinya. Singgih tahu betul akan ekosistem alam. Dari kayu juga. Mau tahu berapa besar omzetnya? Dari 300 radio kayu yang dijual hingga 250 dolar AS. 05 Oktober 2010 09:07 Setiap pagi di pinggir Jalan Desa di Dusun Krajan 1. Di bengkel kerja itulah. Singgih pantas diacungi jempol.

sebagian warga Kandangan menggantungkan hidup mereka menjual gelondongan kayu yang sudah dipotong-potong. Itulah yang membuat lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung itu prihatin. Singgih pulang kampung dan memulai usaha sendiri. stapler.6:51 a. bersama istri dan empat karyawannya ia membuat alat-alat kantor. juga kaca pembesar gagangnya dari kayu. Singgih menyulap ruang tamu rumah orang tuanya menjadi bengkel kerja. demikian ia menyebut radio itu berasal dari kata magnifying (kaca pembesar) produk pertama yang ia buat. Perjodohan inilah yang syarat nilai dan makna inilah yang melambungkan Singgih dan radionya ke panggung dunia.m. Desain yang menjadi tugas akhir kuliahnya ini memenangi Internasioal Design Resauce Award 1997 di Seattle. GMT Rate This Article: 4 Radio kayu Magno ABOUT THE AUTHOR Arip Budiman Email: Click To Contact Author . Selama tujuh tahun ia bekerja di sebuah perusahaan furnitur. Ketika itu radio yang ia buat masih prototype. Pada tahun 2004 setelah perusahaannya gulung tikar. (*/Tempo) retweet Bisnis: Radio Kayu Asal Temanggung Tembus Dunia Arip Budiman Published 08/26/2009 . dan tempat selotip dari kayu. Menjodohkan kayu dengan radio juga bukan tanpa alasan. Ia pun membuat radio kayu. Komponen radio berasal dari radio yang sudah jadi. Magno. seperti tempat pulpen. Bagi ayah dua anak ini radio merupakan alat yang bisa menjadi teman manusia. Amerika Serikat.

serta 160-240 euro untuk harga pasaran di Eropa. radio kayu Magno buatan Singgih mungkin terlihat kuno dan tidak modern. Jawa Tengah. penghargaan dari The Design Museum untuk kategori Architecture. Singgih kini memperkerjakan 50 orang karyawan dengan jumlah produksi 300 unit per bulan. ini dipasarkan. bahwa pada situs-situs penjualan online. daratan Eropa. Furniture.5 hingga US$ 80 untuk penjualan di Amerika. Bila dilihat sepintas. Selain menembus pasaran luar negeri. Mulai dari Jepang. Graphics. Menurut Singgih. di Desa Kandangan.500 yen harga jual di Jepang. Selain itu. Jawa Tengah. Di Amerika Serikat saja. 17. Namun sisi ini lah yang menjadi daya tariknya. harga radio buatannya tersebut mencapai US$ 47. hingga Amerika. ditangan Singgih. Singgih juga menuturkan. Kerajinan tangan yang biasanya selalu berkutat dengan seni tradisional kini sudah tidak lagi. radio kayu Magno karya Singgih ini juga telah mengantongi penghargaan sebagai desain terbaik dalam kontes Good Design Award 2008 di Jepang untuk kategori Innovation/Pioneering & Experimental Design. Penghargaan yang telah diterima Singgih atas hasil karyanya tersebut diantaranya adalah penghargaan Brit Insurance Design of the Year 2009 di London. radio kayu buatan pria asal Temanggung. Ide Singgih yang dimulai pada tahun 1995 ini juga sekaligus telah membuka lapangan pekerjaan bagi warga di sekitar bengkel kerjanya. harga radio buatannya tersebut dapat dibandrol dengan harga minimal US$ 200 per unitnya. Serta sedikitnya 50 unit radio per bulannya terjual di Jepang dan puluhan lainnya di Eropa.Berbekal kreatifitas serta ilmu pendidikan yang didapatnya dari bangku kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Desain Produk. Fashion. Interactive. radio kayu yang diberi merek Magno ini juga mendapatkan berbagai penghargaan internasional.Jakarta. dalam sebulannya minimal 250 unit radio buatan Singgih ini terjual. KabariNews . Dibengkel kerjanya yang diberi nama studio Piranti Works. kerajinan tangan kini telah masuk dalam skala industri elektronik. radio kayu buatan Singgih Susilo Kartono (40) telah menembus pangsa pasar di luar negeri. Selain penjualan secara langsung. dan Transport. Temanggung. serta segudang penghargaan lainnya telah diraih Singgih dengan radio kayunya tersebut. .

2010 . saat ini radio kayu Magno buatannya tengah ikut berkompetisi untuk memenangkan penghargaan Index Award. yakni Desain untuk meningkatkan hidup. serta meluncurkan kegiatan budaya utama di Kopenhagen. Bahkan di Jepang saja. minimal Rp 750 juta setiap bulannya dapat dikantongi Singgih.com/?33650 Untuk melihat Berita Indonesia / Bisnis lainnya.KabariNews.Omset yang dihasilkan pun tidak main-main. Belakangan awrd ini menjadi ajang pemilihan desain prestisius tingkat dunia. dan AS April 14. Jerman. Untuk share artikel ini klik www. serta menggunakan tiga tombol analog dan menggunakan baterai A3 untuk sumber dayanya. Index Award pada awalnya di buat oleh seorang desainer bernama Johan Adam Lindeballe dan Danish. Dengan motto Index saat ini adalah dunia Index. Klik disini Klik disini untuk Forum Tanya Jawab Mohon Beri Nilai dan Komentar di bawah Artikel ini Singgih Susilo Kartono: Pembuat Radio Kayu Magno yang Dikenal di Jepang. Keberhasilan Singgih ini pun tidak putus sampai di sini. Pemilihan pemenang pada Index Award ini akan berlangsung mulai dari 21 Agustus hingga 13 September 2009 mendatang. Index Award merupakan salah satu penghargaan bergengsi yang diberikan dari sebuah organisasi di Denmark dibawah naungan HRH The Crown Prince. Radio kayu Magno ini dapat digunakan dengan sinyal FM dan AM. Tujuannya untuk merek Denmark yang menggunakan desain tradisional untuk menarik wisatawan dan investasi ke Denmark. Dari Denmark. Oleh Dunia dan Untuk Dunia. radio ini dapat menerima saluran TV Analog dari chanel 1 sampai 3.

Good Design Award 2008. dan AS. Meskipun begitu Singgih mengaku senang. dan merek-merek elektronik lain buatan luar negeri. Jawa Tengah. Hingga suatu waktu ia bertemu dengan Pak Rachmat Gobel (Preskom Panasonic Indonesia) pada pameran produksi ekspor. Jerman. karena itu artinya konsep radio kayunya diterima dan mendapat kepercayaan internasional. Temanggung. kapasitas produksi “pabrik” Singgih. Pada mulanya Singgih hanya membuat rangka atau kemasan. Namun. Sejak saat itu Singgih tidak membeli radio di toko untuk kemudian dipreteli. Magno. Awalnya Singgih mendesain radio kayu adalah ketika ia membuat karya akhirnya saat ia kuliah di seni rupa ITB. belum memadai. Internet memungkinkan Singgih memasuki pasar dunia. Sayang. yaitu Piranti Works. dengan alasan memenuhi syarat ketat ramah lingkungan untuk pasar ekspor. sedangkan untuk peralatan elektronik di dalamnya. Singgih Susilo Kartono Anda pasti sering mendengar radio bermerek seperti Sony. ia mengambil peralatan Panasonic yang ia beli di toko. radio kayu. . ia kini membeli langsung peralatan elektronik dari Panasonic. Tapi tahukah Anda kalau radio bermerek Magno ini merupakan produk lansiran dalam negeri. Singgih pernah mendapat pesanan 10. Dari situlah Singgih mulai serius merancang dan memasarkan Magno. pernahkah Anda mengenal radio bermerek Magno? Sebagai merek radio. Philips. Rachmat Gobel. Singgih Susilo Kartono adalah seorang pembuat radio kayu dan kerajinan tangan di Kandangan.9 miliar dari rekanannya di AS. Singgih adalah sosok yang mewakili berkembangnya kesadaran bahwa batas negara dan daya tarik kota besar makin tak relevan sebagai determinan berkembangnya industri kerajinan.tags: Brit Insurance Design Award 2009. seni rupa ITB.000 unit radio kayu senilai Rp 4. Aiwa. Piranti Works. Magno sudah cukup dikenal di Jepang.

2009 . lomba desain di Seattle.3 juta per unit. Di dalam negeri Magno diberi harga Rp 1. AS. tahun 1997. karena menurut Singgih. Magno merupakan benda koleksi yang personal. seperti.Radio kayu bermerek Magno itu juga pernah beberapa kali memenangkan penghargaan. Untuk harga per unit. Magno masuk nominasi untuk Grand Awards untuk Desain for Asia Award yang digelar di Hongkong. bukan komoditas. Magno dijual dengan harga 49-56 USD di AS.500 yen dan di Jerman 160-240 euro. Pada 19 Maret 2009. Sumber: Kompas Share this: • • • • • • Twitter Facebook LinkedIn Digg Stu Magno Radio dari Kandangan Temanggung March 31.1 jutaRp 1. Agak mahal. Magno memenangkan Brit Insurance Design Award 2009 untuk kategori produk . di Jepang dijual 17. Radio ini juga menjadi pemenang Good Design Award 2008 di Jepang untuk kategori Innovation/Pioneering & Experimental Design. yang membuat seorang desainer Jepang tertarik dan mempopulerkan produk ini sejak 2004.

Magno juga masuk nominasi untuk Grand Awards untuk Desain for Asia Award yang digelar di Hongkong. Hal ini menurut Singgih sangat sejalan dengan prinsip-prinsip “sustainable design. ia sendiri merasa mendapat suatu kejutan.” Radio kayu yang diberi merek Magno itu. Singgih mengatakan di London. Fashion.Radio kayu buatan pengrajin di kampung Kandangan. Furniture. Selain penghargaan untuk desain produk. “Saya tidak mengira apresiasi terhadap Magno Wooden radio ini cukup tinggi. Rabu. Radio kayu Magno yang didesain dan diproduksi Singgih Susilo Kartono berhasil meraih penghargaan sangat prestisius Brit Insurance Design of the Year 2009. Interactive. Selasa malam.” katanya lalu mengatakan radio kayu desainnya menggunakan pendekatan filosofi desain Asia. . The Design Museum juga memberikan penghargaan untuk katagori Architecture. Penghargaan itu diserahkan dalam acara makan malam yang dispronsori stasiun televisi swasta Channel 4. sebelumnya juga diumumkan menjadi pemenang Good Design Award 2008 di Jepang untuk kategori Innovation/Pioneering & Experimental Design. Graphics. dan Transport The Design Museum merupakan museum terkemuka di dunia yang memberikan penghargaan kepada desain kontemporer di berbagai negara dan katagori . Temanggung berhasil meraih penghargaan tertinggi dalam desain produk di London.

” kata dewan juri. Penghargaan Brit Insurance Design diumumkan 18 Maret.Radio kayu buatan Singgih bermerek Magno lebih banyak diekspor ke Jepang. Selama 12 bulan dewan juri yang terdiri para desainer terkemuka memberikan penghargaan The Brit Insurance Design Awards 2009. Info Antara News Tulisan ini bisa di lihat di Temanggung City Temanggung Berkarya . dan Amerika Serikat dengan jumlah 300-400 unit per tahun. Dewan juri memuji konsep dan desain Singgih S Kartono yang mengunakan produk lokal dengan pengrajin dari daerah sekitar.Radio Magno • • • • • Written by Administrator font size decrease font size increase font size Cetak E-mail Be the first to comment! . di bidang arsitektur dimenangkan oleh New Oslo Opera House. Jerman. yang pemenangnya dipilih oleh panel terdiri dari sembilan orang. “Enterprenur asal Indonesia memiliki ide kreatif di balik idenya membuat radio kayu yang membantu ekonomi daerah dengan mempekerjakan masyarakat di desa Kandangan.

Piranti Works. Dengan konsep itulah. Rabu (8/10). Magno juga masuk nominasi untuk Grand Awards untuk Desain for Asia Award yang digelar di Hongkong.9 miliar dari rekanannya di Amerika Serikat. seperti pembuka surat. . desa kecil di Temanggung. pembuat radio kayu dan kerajinan tangan. Singgih adalah sosok yang mewakili berkembangnya kesadaran bahwa batas negara dan daya tarik kota besar makin tak relevan sebagai determinan berkembangnya industri kerajinan. menganggap produknya sebagai bagian dari kehidupan berkelanjutan. Peralatan elektronik di dalamnya saya pakai dari Panasonic. ”Radio kayu memang karya akhir saya ketika kuliah di seni rupa ITB. Temanggung.” ujarnya. Bagaimanapun saya senang. kapasitas produksi saya belum sebesar itu. Radio kayu yang diberi merek Magno itu. stapler. konsep saya diterima dan mendapat kepercayaan.000 unit radio kayu senilai Rp 4. yang memenuhi syarat ketat ramah lingkungan untuk pasar ekspor.” ujarnya. penjepit kertas. Jawa Tengah. Saya minta waktu setahun untuk memenuhi pesanan itu (dari AS). Apalagi saya juga melayani permintaan dari Jepang yang sudah rutin sejak tiga tahun lalu. Ia menunjukkan tiga model radio dari kayu serta peralatan kantor dari kayu. diumumkan menjadi pemenang Good Design Award 2008 di Jepang untuk kategori Innovation/Pioneering & Experimental Design. saat ditemui di ”pabrik”-nya.Singgih S Kartono. di Desa Kandangan.”Sayang. Saya hanya membuat rangka dan kemasan. ini mendapat pesanan 10. pembuat radio kayu di Kandangan. Internet memungkinkan Singgih memasuki pasar dunia. dan kompas berlapis kayu.

mainan. Tapi. . menyebar kesadaran pelestarian alam dengan menanam pohon.500-an pohon.” ujarnya.” ujarnya.” katanya.000 dollar AS.3 juta per unit. Itulah mengapa dari 2. Kepala Sekolah SMP 3 Bulu. Setelah lulus kuliah. Ia mengalokasikan 10 persen dari hasil penjualan produk untuk dikembalikan kepada alam. Kita harus lebih cerdas memanfaatkan kayu. mahoni.Awalnya Singgih membeli radio Panasonic di toko. lalu dipreteli dan dimasukkan dalam radio kayu. Setelah pameran demi pameran dan berbagai lomba desain diikuti. Desa Wonotirto. Radio buatan Singgih itu bisa dilihat di berbagai media gadget atau website. menghidupi desa dengan kayu dan menghidupkan kayu dari desa. ”Sebatang kayu sengon sebagai kayu bakar hanya ekuivalen dengan 0.” Tanam pohon Lalu apa urusan radio kayu dengan filosofi kehidupan berkelanjutan? ”Saya lahir dan dibesarkan di desa. sonokeling. Pasar di Jerman baru kami tembus. ”Saya menang lomba desain di Seattle. Hutan dan kayu adalah lingkungan saya. Agak mahal. Penggundulan hutan menyebabkan kelangkaan sumber air di kawasan ini. tapi di Jepang dijual 17. Sejak itu saya membeli langsung peralatan elektronik dari Panasonic.” katanya. di kaki Gunung Sumbing. kayu yang sama bisa menghasilkan 1. bikin rumah. Anak-anak sadar akan pentingnya menyelamatkan hutan. tidak lagi membeli radio di toko. lewat pembibitan dan penanaman pohon. AS. Ia juga bekerja sama dengan SMP Negeri 3 Bulu. ”Saya sering memborong radio di Temanggung.” ujarnya. saya merintis penanaman pohon di kaki Gunung Sumbing yang gundul. ”Kami melibatkan murid menanam pohon di sekitar sekolah.8 dollar AS. Ada juga bantuan dari Panasonic. bukan komoditas. di rumah-rumah. di kaki gunung. Radio kayu buatan Singgih bermerek Magno lebih banyak diekspor ke Jepang. sebagai produk kerajinan tangan.”Bersama aktivis lingkungan.1 juta-Rp 1. ”Saya kirim 300-400 unit radio ke Jepang setahun. Di dalam negeri saya jual Rp 1. kayu dipakai untuk bahan bakar. dan AS. Harga per unit 49-56 dollar AS. tahun 1997. dan banyak hal dalam hidup. dan pinus. sampai bertemu Pak Rachmat Gobel (Preskom Panasonic Indonesia) pada pameran produksi ekspor.” ujar Wiyono. lalu seorang desainer Jepang tertarik dan memasarkan produk ini sejak 2004. saya kembali ke desa. Jerman. Mukidi.Kerajinan kayu memberi nilai tambah signifikan bagi kayu. Kami menanam 1. pemasaran lewat internet ia lakukan dan contoh produk dikirim ke berbagai pihak selama setahun. karena ini benda koleksi yang personal. Sejak itulah produk Magno makin populer. Di desa.500 yen dan di Jerman 160-240 euro.200 meter persegi tanah di pabriknya yang justru menghabiskan lahan adalah pembibitan ribuan sengon.

Hutan menjadi gundul. Dalam setahun.” ujarnya optimistis. ”Sejak hari pertama masuk kerja.”Warga Desa Wonotirto harus mengambil air bersih dari sumber air yang jaraknya 6 kilometer. Kerusakan lingkungan di Temanggung bisa diatasi jika ketergantungan warga pada penghidupan yang mengeksploitasi tanah dikurangi. KOMPAS.500 dollar AS sampai 3. Singgih mengawali usahanya pada tahun 2003. kalau mau dan punya modal. Kini. sumber air melimpah. kami membuat saluran air dari mata air dan membuat bak penampungan dekat sekolah. kami punya hutan yang rimbun lagi.” ujarnya. setiap orang tanpa keterampilan apa pun bisa ditampung sebagai tenaga kerja.html Sumber Image : http://anakbangsa. ”Itu juga alasan saya mengembangkan kerajinan yang tak cuma efisien dalam penggunaan kayu sebagai bahan baku. Temanggung. Dibantu istri dan empat pekerja. dan lingkungan hidup yang baik. Sumber artikel : http://www.id/wp-content/uploads/2009/09/magno_big. membeli sisa kayu potongan untuk bahan baku.000 warga Kandangan atau 25 persen populasi desa. ia mulai membuat radio kayu. ”Para petani percaya. semua pohon di kaki gunung ini ditebangi.jpg LONDON.web. Dalam seminggu ia sudah terampil dan dalam 3-4 bulan ia terampil mengerjakan semua proses produksi. tapi juga memanfaatkan sebanyak mungkin tenaga kerja. di sekolah ini tak ada setetes pun air bersih. Ia berkeliling pabrik kayu. Brit Insurance Design of The Year 2009. Jadi.idegift. Radio yang didesain dan diproduksi Singgih Susilo Kartono ini berhasil meraih penghargaan sangat prestisius. ”Saya ingin bisa menampung 1. ia punya pabrik berukuran 15 meter x 18 meter yang dibangun dengan biaya Rp 100 juta. Dengan konsep itu.com/article/17. ia bisa bikin pabrik sendiri. ia harus bisa mengerjakan satu bagian proses produksi.” katanya. dan banyak mata air mengering. . Tanpa bak itu. Singgih dibantu 30 karyawan dengan kapasitas produksi 400-an unit radio per bulan. Konsep hidup dan kerja inilah yang dijual. ia bisa mempekerjakan 10 tenaga kerja.” ujar Singgih. Kalau bisa mendapat order 2. berhasil meraih penghargaan tertinggi dalam desain produk di London. rawan longsor. Dalam 15-20 tahun ke depan.com — Radio kayu Magno buatan perajin di Kampung Kandangan. Ia bekerja di ruang tamu rumahnya dengan peralatan rakitan sendiri.Penggundulan hutan di Gunung Sumbing kian parah karena penanaman tembakau. Orang tak hanya membeli radio kayu. tetapi mendukung konsep kehidupan berkelanjutan di Temanggung.000 dollar AS sebulan. Itu sebabnya. tembakau akan berkualitas baik jika mendapat sinar matahari langsung.

The Design Museum merupakan museum terkemuka di dunia yang memberikan penghargaan kepada desain kontemporer di berbagai negara dan kategori. Radio kayu yang diberi merek Magno itu sebelumnya juga diumumkan menjadi pemenang Good Design Award 2008 di Jepang untuk kategori Innovation/Pioneering & Experimental Design. The Design Museum juga memberikan penghargaan untuk kategori Architecture. Ketujuh pemenang diundang ke London untuk mendapatkan penghargaan yang sangat prestisius. "Saya tidak mengira apresiasi terhadap Magno Wooden radio ini cukup tinggi. Menurut Singgih. Interactive. Majalah Vogue Italia mendedikasikan terbitannya bulan Juli khusus mengenai kisah sukses model yang berkulit warna hitam. Brit Insurance Design of The Year 2009. sedangkan kategori desain grafis diraih oleh poster yang menggambarkan Barack Obama. majalah Vogue Italia menulis laporannya mengenai A Black Issue for Fashion. dan Transport. Selasa (17/3) malam. Jerman. Graphics. Fashion. Amerika Serikat. di bidang arsitektur dimenangkan oleh New Oslo Opera House. dan mereka mengaku sulit menentukan pemenang. ini sangat sejalan dengan prinsip-prinsip sustainable design. Penghargaan Brit Insurance Design diumumkan 18 Maret. Pemenang untuk desain produk kontemporer tersebut berasal dari berbagai negara. Dewan juri terdiri atas pakar desain terkemuka. Singgih di London. mengatakan. serta . dan Amerika Serikat dengan jumlah 300-400 unit per tahun. Sedangkan kategori Transport dimenangkan Colombia`s Line-J Medellin Metro Cable. serasa mendapat suatu kejutan. desainer lingkungan dan pendidik Karen Blincoe. Furniture. di antaranya Alan Yentob. yang pemenangnya dipilih oleh panel terdiri dari sembilan orang. Norwegia. Kategori fashion dimenangkan majalah Vogue Italia yang dalam terbitan Juli 2008. Juri lainnya adalah desainer senior yang juga kurator arsitektur Paola Antonelli. The Design Museum yang dibentuk 25 tahun lalu memberikan penghargaan untuk kategori furniture diraih desain bangku MYTO." katanya sambil mengungkapkan radio kayu desainnya menggunakan pendekatan filosofi desain Asia. dan Italia. Channel 4. Kolombia. seperti Indonesia. dalam acara makan malam. Selain penghargaan untuk desain produk. Radio kayu buatan Singgih bermerek Magno lebih banyak diekspor ke Jepang. Magno juga masuk nominasi untuk Grand Awards untuk Desain for Asia Award yang digelar di Hongkong. Rabu. Selama 12 bulan dewan juri yang terdiri para desainer terkemuka memberikan penghargaan The Brit Insurance Design Awards 2009.Penghargaan itu diserahkan dalam acara makan malam yang disponsori stasiun televisi swasta.

Ya. Kata mereka bergerak demi sebuah perubahan.arsitek Peter Cook. Dewan juri memuji konsep dan desain Singgih S Kartono yang menggunakan produk lokal dengan perajin dari daerah sekitar. Ini adalah langkah terkonkrit dibanding orang yang berteriak-teriak. Desain radio kayu ini mampu menyentuh hati orang-orang sehingga dapat menuntun masa depannya sendiri. . mengobrolkan esensi dan definisi sebuah kata. "Kita harus majukan Indonesia! Harus bersatu!". tempat kelahirannya sendiri untuk menjadi sasaran makna hidupnya. hingga 14 Juni mendatang. penulis kritisi fashion Sarah Mower. seorang bersahaja yang memiliki semangat juang tinggi untuk mengubah desanya secara nyata." kata dewan juri. yang setelah itu dia turun dan duduk dengan kumpulannya. Putra Temanggung Pembuat Radio Kayu "Magno" Satu orang mengubahkan desanya. Beliau dikenal sebagai pemilik mahakarya putra Indonesia: radio kayu Magno yang telah dikenal di berbagai negara. London. Masa depan untuk dapat berguna bagi orang lain. Jawa Tengah. Idealis yang terlalu kental. Produk pemenang desain dipamerkan di Design Museum. Shad Thames. Pak Singgih. tidak seimbang dengan perkataannya. tetapi tidak sedikit hanya sampai di ucapan mulut saja. "Entrepreneur asal Indonesia memiliki ide kreatif di balik idenya membuat radio kayu yang membantu ekonomi daerah dengan mempekerjakan masyarakat di Desa Kandangan. itu salah satu ciri mahasiswa tertentu. tidak disertai dengan tindakan nyata. Singgih Susilo Kartono. Beliau memilih sebuah dusun kecil di Kabupaten Temanggung.

Bahkan ia pun menyewa ruangan di rumah tetangga karena tidak adanya ruangan lagi untuk mencukupi kebutuhan ruang. Seolah-olah memang beliau adalah putra terbaik daerah ini dan secara moral. benar-benar mulai dari nol. Sewaktu kecil. kekacauan. beliau tinggal di sebuah rumah sederhana dan tidak terlalu besar. begitu biasanya warga menyebut. yang mungkin tinggi pintu rumahnya cukup mampu untuk membuat kepala orang terbentur. Alat-alat yang dibutuhkannya ia buat sendiri. sampai memenuhi ruang tamu. Ya. Kuliah bukan hal yang mudah menurutnya." ujarnya sambil tersenyum. polusi udara. Dan ini menjadi beban mental yang besar ketika seorang lulusan mahasiswa kampus ternama pulang ke daerahnya dan harus memulai dari kekosongan. Produk ini telah mencapai berbagai belahan dunia dan terjual satu produknya seharga US $300. Beliau berasal dari keluarga sederhana di Desa Kandangan. Bahan-bahan kayu mulanya ia ambil dari kayu bekas di pabrik pemotongan kayu tak jauh dari rumahnya. ia diandalkan keluarganya dan masyarakat sekitar. sampai ke dalam hatinya. karena ia pun harus mencukupi kebutuhannnya dengan bekerja sambilan. radio yang terbuat dari kayu. "Hidup saya akan lebih berguna jika saya kembali ke kampung halaman saya. Mulai dari nol. di desa. Terlalu banyak lulusan perguruan tinggi di sana. adalah alumni ITB jurusan desain produk angkatan 1986. Terlalu banyak orang di kota. Banyak kemacetan. rata-rata rumah di daerah Kandangan tersebut tidak jauh dari gambaran ini dahulu. Saya tidak suka kota. usaha ini semakin bertumbuh dan mulai dilirik oleh pasar desain. Beban ini sampai ke dalam pikirannya. radio kayu Magno. beliau memutuskan untuk kembali ke tempat tinggalnya. Mulailah penghargaan-penghargaan diberikan kepada karya ini. Beliau memutuskan untuk menggunakan ilmunya dan mendirikan suatu usaha. Dan memang. tidak ada apa-apa. dll.yang mampu sampai di kampus ganesha tersebut. Apa yang menjadi keputusannya menjadi beban berat ketika Pak Singgih telah sampai di kampung halamannya.Pak Singgih. Menjadi mahasiswa ITB adalah fenomena pertama yang terjadi di desanya. Titik ini yang harus beliau langkahi. Rumahnya sendiri ia buat sebagai layaknya pabrik. Temanggung. sampai kepada penghargaan bergengsi internasional. Hingga akhirnya ketika lulus. Lebih mending di sini. Tidak ada satu orang pun selain beliau -seorang anak desa Kandangan. tidak ada macet. Tetapi oleh karena ketekunan beliau. udara sejuk. Ia memulai merintis bisnisnya dengan satu ide. Pak Singgih mengaku telah mendapat banyak pelajaran selama berkuliah di ITB. .

maka komponen akan dieliminasi. Tampak belasan karyawan sedang mengerjakan bagian-bagian dari komponen radio. kemiringan posisi komponen. Di sana terparkir sebuah mobil karimun berwarna krem. Dan buruknya. Kini beliau telah mengubah rumah sederhananya menjadi rumah yang unik. Beliau sangat peduli terhadap lingkungan. Sebenarnya mereka telah meracuni diri mereka. Jika meleset lebih dari 0. Semuanya dibuat secara manual. Istri Pak Singgih yang menjadi manajer produksinya.5 mm. Mesin ini diimpor langsung dari luar negeri dengan desain khusus untuk radio kayu ini. Di depan rumahnya.5 mm. Mulai dari pengaturan kelembaban bahan kayu. kelihatannya beliau tidak memilih mobil yang sangat mewah dan itu tercermin oleh kesederhanaan dan kerendahhatian beliau. Rumah ini bersusun dua lantai sekalipun masih banyak tanah kosong. banyak warga desa sampai memasang parabola di atas rumah mereka. Rumahnya tidak ber-TV. Karyawan ini adalah pemuda-pemudi desa yang memang membutuhkan lapangan pekerjaan. Ini yang menjadi bagian tersulit sekaligus titik kunci mahakarya ini.Magno wooden radio berfokus pada detail produk. Manusia mulai kehilangan jati dirinya karena racun informasi ini. Kini Magno semakin berkembang dengan dilengkapi mesin digital dan bluetooth." ucapnya penuh prihatin. banyak dari kita langsung menelan saja informasi tersebut tanpa menghiraukan apakah itu baik untuk kehidupan kita atau tidak. Berbagai racun gaya hidup. Karya Pak Singgih mengantarkan pada perwujudan mimpinya. sebuah bangunan terbuat dari kayu. westernisasi. masuk ke dalam hidup kita tanpa kita sadari. Ia ingin memberi teladan bagaimana seharusnya manusia tidak berlebihan dalam mengeksploitasi alam. dll. tempat pembuatan mahakarya wooden radio-nya. Tekad Pak Singgih terwujud dalam kontribusinya membangun masyarakat dan lingkungannya. Ya. berita negatif. Beliau dan istrinya tidak ingin ada TV di rumah mereka. Lihat di sekitar kita. "Sebenarnya akar permasalahan bangsa ini terletak di daerah-daerah seperti pedesaan . Masih tentang rumah Pak Singgih. Segala arus produksi diatur di dalam bangunan ini. Standar yang ditentukan memang begitu tinggi. Rumah unik ini fleksibel untuk digunakan acara workshop kecil di lantai satu karena dindingnya dapat dibuka. "Kini manusia meracuni dirinya sendiri dengan televisi. Ketepatannya tidak lebih dari 0. karena perusahaan Indonesia tidak menyediakan kebutuhan.

Peran Pak Singgih dalam membangun desanya telah menjadi peran penting dalam perkembangan desa Kandangan dan sekitarnya. Melalui program bakti lingkungannya.". dsb tersebut menjadi keadaan yang sebaliknya. Padahal akar permasalahan sebenarnya adalah di desa. jauh dari kaya. banyak memberi. Beliau juga memprakarsai akses data online di kecamatan Kandangan. Pertanian. saya tunggu sekolah desain desa Kandangan. baru desa Kandangan ini yang menggunakan akses manajemen data online setingkat desa. Tampaknya tidak lama lagi beliau akan memulai untuk merintisnya. Beliau berprinsip bahwa terhadap lingkungan. Orang-orang berlarian ke kota untuk mengubah hidupnya. Pak Singgih merancang sebuah grand desain tersendiri untuk desanya. minimal satu orang pun yang berinisiatif sama. Terlihat tulisan di papan penghargaannya sewaktu reuni alumninya. beliau ingin mengubah citra petani yang semula dianggap kotor. beliau sampai saat ini telah menanam sebanyak 16. Segala macam arus data kini dihubungkan lewat internet di desa kecil ini.seperti ini. Terbukti pada produknya ia buat dengan ukuran yang tidak besar. namun produk dari Magno ini mampu menjual sekian sentimeter kubik dengan harga yang tinggi. perkebunan. Beliau mempunyai impian selanjutnya untuk mendirikan sekolah desain di desa itu. Jika di kalangan lain segelondong kayu terjual hanya sekian puluh ribu rupiah. Orang-orang berpendidikan malah hilang dari desa. Akibatnya desa kehilangan 'otak'nya. Untuk mengubah bangsa itu terlalu besar untuk saya. Seandainya jika mahasiswa-mahasiswi di luar sana mempunyai kesadaran yang sama. Peran satu orang pun dapat mengubah desa. dll didesain dengan ukuran yang relatif kecil. Ya. "Ayo Pak Singgih. Mereka yang berpendidikan tinggi sadar bahwa sebenarnya yang paling membutuhkan otak mereka . Di mana otak desa?" ujarnya. maka bangsa ini akan lebih cepat menyelesaikan persoalaannya. Sistem ini memang sederhana kelihatannya. mereka enggan untuk melanjutkan profesi orang tuanya sebagai petani karena anggapan tadi. Mengubah Indonesia yang sampai saat ini masih belum terubah. Inilah yang beliau maksud ketika ia memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya. Coba lihat mahasiswa ITB yang setelah lulus sebagian besar menetap di luar kota bahkan luar negeri. dan perikanan tawar akan berkolaborasi dalam grand desain desa ini. Tepatnya. mau menjadi apa setelah nanti dewasa. Tiap tahun perusahaannya hanya menebang 80 pohon. Menurut pendapatnya. Beliau sedang dalam proses untuk menerapkan sistem tanam yang digabung dengan sistem pengairan bendung. sehingga masyarakat tidak perlu ke luar kota untuk mendapatkan ilmu dan berkarya di daerahnya. melalui grand desain ini. mengubah bangsanya. Banyak dari anak-anak desa ketika ditanya. dan rata-rata pengembangan produknya seperti jam kayu. citra ini memang perlu diubah karena memang anggapan tersebut bisa disalahkan.000 bibit pohon berkayu di lahan-lahan gundul. tetapi ia menanam sebanyak 6000 pohon pada tahun ini dan akan terus bertambah secara kuantitas dan kualitas. dudukan HP kayu. manusia harus sedikit memakai. Yang seharusnya mereka adalah generasi unggul malah pergi dari desanya. tetapi sampai sekarang ini akses desa lain masih sangat terbatas.

"Saya tidak punya dana buat modal produksi dan pemasaran. Jawa Tengah." ujar Singgih.singgihbekerja di Bandung." ujarnya. Fakultas Seni Rupa dan Desain. Jepang. Putra daerah kembali ke daerahnya. Waktu itu dia memang mendalami konsep radio kayu sebagai proyek tugas akhir di Jurusan Disain Produk. Sejak kecil. Ia menyampaikan pesan soal menghargai lingkungan. "Mereka sampai meminta 1. karena mentok dengan masalah klasik itu. tetapi hidup yang berguna bagi orang lain. karena merekalah sebenarnya harapan masyarakat daerah. Jumlah itu belum seberapa dibanding pasar lain. Inggris. Singgih dikenal sebagai pembuat dan pendesain radio kayu (wooden radio) yang kualitasnya sudah diakui di banyak negara sejak hampir sepuluh tahun terakhir. USAHA yang ulet dengan ditambah sikap sabar sering menjadi resep sukses banyak orang. di dalam negeri maupun luar negeri." ujarnya. Permintaan dari Amerika Serikat dan Kanada jauh lebih besar lagi.".singgihlantas memutuskan keluar dan membuka . merek radio kayu buatan Singgih. Radio unik buatannya itu sudah tersebar ke luar negeri. Beliau telah memberikan satu contoh penggenapan amsal "Untuk Tuhan. Alhasil.singgihmemproduksi 300 radio kayu. Salah satu yang telah merasakan kemanjuran resep ini adalahsinggihKartono. Temanggung. itu mampu meraih sukses. Pak Singgih menantang para pemuda Indonesia untuk dapat berperan langsung terhadap daerah kelahirannya. Beliau seakan menantang untuk tidak hanya sekedar idealis sampai di mulut. Setelah lulus kuliah. tiap bulan meminta kiriman 50 unit Magno. Mungil. Singgih tak begitu saja mencapai kesuksesan.000 unit radio. bangsa. siapkah Anda? Berawal dari kegemaran membuat produk berbahan baku kayu. Tiga tahun bekerja di perusahaan itu. Mulai dari Jepang. Saat ini. Idesinggihmembuat radio kayu sudah tercetus sejak lulus kuliah pada 1992. tetapi sampai di tindakan nyata kita untuk berguna bagi orang lain. mengingatkan pada bentuk radio tua yang cukup populer pada masa 30 tahun silam.adalah masyarakat umum. Ia dibantu 32 karyawan. Selain bentuk dan desain yang unik. Peran langsung ini sangat dibutuhkan di bangsa ini. Institut Teknologi Bandung. terutama masyarakat di lingkungan asal. "Semuanya berasal dari kampung saya di Kandangan. Bentuknya juga unik. "Saya bekerja di perusahaan kayu. Bukan kehidupan yang berorientasi pada diri. Jawa Tengah." ujarnya. Satu hal yang menonjol. Singgih Kartono terkenal sebagai pembuat radio kayu (wooden radio) yang sangat diminati pembeli dari luar negeri. kemampuan dan keahliansinggihjustru semakin terasah. Perancis bahkan sampai ke negara-negara Skandinavia. setiap bulan. Ia tanpa henti berkreasi dan menghasilkan produk berkualitas. tampilan luar (casing) radio itu terbuat dari kayu pinus dan sonokeling.singgih harus menyimpan rapat-rapat keinginannya itu. misalnya. Sayang. keinginan membuat radio itu harus mentok di tengah jalan. Produk handmade ini melejit di tengah isu kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh industri besar. dan almamater. Lalu. sangat berbeda dengan produk radio lain. Di tempat kerja tersebut. bahan baku dari kayu disukai pembeli dari luar negeri lantaran dianggap lebih ramah lingkungan. pria asal Temanggung. ia memang menyukai produk dengan bahan baku kayu. pemuda dan mahasiswa. Radio kayu buatansinggihmemang istimewa. di bengkel Piranti Works miliknya.

singgihmasih sempat iseng-iseng membuat radio dari kayu. Furniture. Salah satunya adalah ajang International Design Resource Award di Seattle. lantas saya ganti dengan kayu." ujarnya.singgihkeluar sebagai pemenang dan membuat dunia melek terhadap produk radio kayu buatannya. Graphics.com/ Radio Temanggung No 1 di London Kamis. Lantaran alasan perbedaan prinsip. Rabu. "Saat itu. Amerika Serikat pada 1997.usaha sendiri. "Saya tidak mengira apresiasi terhadap Magno Wooden radio ini cukup tinggi.singgihharus memulai lagi usaha pembuatan produk dari kayu dari nol. Ia juga mulai membuat alat-alat kantor. bersama dengan seorang temannya.singgihmulai kembali membangun usahanya. "Saya pulang kampung buat mendirikan usaha. Interactive. ia sendiri merasa mendapat suatu kejutan. http://catatanlamsringo. pada 1995." Radio kayu yang diberi merek Magno itu. Di sela pekerjaannya. 19 Maret 2009 08:08 WIB LONDON--Radio kayu buatan pengrajin di kampung Kandangan.singgihmembuat produk kerajinan berbahan kayu. Penghargaan itu diserahkan dalam acara makan malam yang dispronsori stasiun televisi swasta Channel 4. Radio kayu Magno yang didesain dan diproduksi Singgih Susilo Kartono berhasil meraih penghargaan sangat prestisius Brit Insurance Design of the Year 2009. Hal ini menurut Singgih sangat sejalan dengan prinsip-prinsip "sustainable design." ujarnya. Di ajang ini. Singgih mengatakan di London. kongsi itu putus di tengah jalan. pertama kali. Dengan modal kecilkecilan. Alhasil." ujarnya. kerjasama ini tak berlangsung lama. Ia mulai membuat produkproduk kayu seperti kaca pembesar dengan bingkai kayu dalam berbagai ukuran. Dengan menggunakan sebuah ruang di rumahnya yang berukuran lima meter. saya membuat mainan anak dari kayu. The Design Museum juga memberikan penghargaan untuk katagori Architecture. Fashion. Temanggung berhasil meraih penghargaan tertinggi dalam desain produk di London. dan Transport The Design Museum merupakan museum terkemuka di dunia yang memberikan penghargaan kepada desain kontemporer di berbagai negara dan katagori . sebelumnya juga diumumkan menjadi pemenang Good Design Award 2008 di Jepang untuk kategori Innovation/Pioneering & Experimental .blogspot." katanya lalu mengatakan radio kayu desainnya menggunakan pendekatan filosofi desain Asia. Singgih mulai aktif mengikutkan radio kayu buatannya di beberapa ajang kompetisi disain. Tapi. "Saya beli radio biasa di pasar. bungkus plastiknya saya preteli. Selain penghargaan untuk desain produk. Selasa malam.

dan Amerika Serikat dengan jumlah 300-400 unit per tahun. dan mereka mengaku sulit menentukan pemenang. Produk pemenang desain dipamerkan di Design Museum.Design. yang dibentuk 25 tahun lalu memberikan penghargaan untuk katagori funiture diraih disain bangku MYTO. majalah Vogue. USA. Magno juga masuk nominasi untuk Grand Awards untuk Desain for Asia Award yang digelar di Hongkong. Katagori fashion dimenangkan majalah Vogue Italia yang dalam terbitan Juli 2008. Majalah Vogue Italia mendedikasikan terbitannya bulan Juli khusus mengenai kisah sukses model yang berkulit warna hitam. penulis kritisi fasion Sarah Mower. Juri lainnya adalah desainer senior yang juga kurator arsitektur Paola Antonelli. Norway dan Italia. di bidang arsitektur dimenangkan oleh New Oslo Opera House.ant/kem Redaktur: . "Enterprenur asal Indonesia memiliki ide kreatif di balik idenya membuat radio kayu yang membantu ekonomi daerah dengan mempekerjakan masyarakat di desa Kandangan." kata dewan juri. London hingga 14 Juni mendatang. desainer lingkungan dan pendidik Karen Blincoe. Dewan juri terdiri atas pakar desain terkemuka. Jerman. Selama 12 bulan dewan juri yang terdiri para desainer terkemuka memberikan penghargaan The Brit Insurance Design Awards 2009. Colombia. Penghargaan Brit Insurance Design diumumkan 18 Maret. The Design Museum. Ketujuh pemenang diundang ke London untuk mendapatkan penghargaan yang sangat prestigious Brit Insurance Design of the Year 2009. diantaranya Alan Yentob. Sedangkan katagori Transport dimenangkan Colombia`s Line-J Medellin Metro Cable. sedangkan katagori desain grafis diraih oleh poster yang mengambarkan Barack Obama. yang pemenangnya dipilih oleh panel terdiri dari sembilan orang. Radio kayu buatan Singgih bermerek Magno lebih banyak diekspor ke Jepang. Shad Thames . Italia menulis laporannya mengenai A Black Issue for Fashion. Dewan juri memuji konsep dan desain Singgih S Kartono yang mengunakan produk lokal dengan pengrajin dari daerah sekitar. serta arsitek Peter Cook. Pemenang untuk disain produk kontemporer tersebut berasal dari berbagai negara seperti Indonesia.dalam acara makan malam.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->