Anda di halaman 1dari 2

TERPENOID

Terpena merupakan suatu golongan hidrokarbon yang banyak dihasilkan oleh tumbuhan dan terutama terkandung pada getah dan vakuola selnya. Pada tumbuhan, senyawa-senyawa golongan terpena dan modifikasinya, terpenoid, merupakan metabolit sekunder. Terpena dan terpenoid dihasilkan pula oleh sejumlah hewan, terutama serangga dan beberapa hewan laut. Di samping sebagai metabolit sekunder, terpena merupakan kerangka penyusun sejumlah senyawa penting bagi makhluk hidup. Sebagai contoh, senyawa-senyawa steroid adalah turunan skualena, suatu triterpena; juga karoten dan retinol. Nama "terpena" (terpene) diambil dari produk getah tusam, terpentin (turpentine). terpenoid, kadang-kadang dikenal sebagai isoprenoids, adalah suatu besar dan kelas berbeda secara alami?tentu saja terjadi bahan-kimia organik serupa dengan terpena, yang berasal dari lima unit-unit isoprena karbon merakit dan memodifikasi di dalam ribuan jalan?cara. Yang paling adalah multicyclic struktur-struktur itu berbeda dengan satu sama lain tidak hanya di dalam golongan fungsional tetapi juga di dalam tulang;rangka-tulang;rangka karbon yang dasar mereka. Lipid-lipid ini dapat ditemukan di dalam semua kelas dari makhluk hidup, dan adalah yang paling besar kelompok terpenoid productsPlant alami(wajar digunakan secara ekstensif untuk kualitas mereka yang berbau harum. Mereka berperanan dalam jamu tradisional dan di bawah penyelidikan untuk anti bakteri, antineoplastik, dan fungsi-fungsi berkenaan dengan farmasi lain. Terpenoid berperan untuk bau harum dari pohon kayu putih, selera-selera dari kayu manis, cengkih-cengkih, dan jahe, dan warna dari bunga-bunga yang kuning. Terpenoid terkenal termasuk sitral, mentol, kapur barus, Salvinorin A di dalam tumbuhan Salvia divinorum, dan kanabinoid-kanabinoid menemukan di steroid-steroid CannabisThe dan sterol-sterol di dalam binatang-binatang secara biologic dihasilkan dari pendahuluan, tanda terpenoid. Kadang-kadang terpenoid ditambahkan kepada protein-protein, eg., untuk meningkatkan pemasangan mereka kepada selaput sel; hal ini dikenal sebagai isoprenylation. Terpenoid merupakan kelompok metabolit sekunder terbesar. Saat ini hampir dua puluh ribu jenis terpenoid telah teridentifikasi. Kelompok ini merupakan derivat dari asam mevalonat atau prekursor lain yang serupa dan memiliki keragaman struktur yang sangat banyak. Struktur terpenoid merupakan satu unit isopren (C5H8) atau gabungan lebih dari satu unit isopren (Tabel 2), sehingga pengelompokannya didasarkan pada jumlah unit isopren penyusunnya. Monoterpenoid umumnya bersifat volatil dan biasanya merupakan penyusun minyak atsiri. Monoterpenoid memberikan aroma yang khas pada tumbuhan. Monoterpenoid dikelompokkan sebagai a). asiklik, contoh: geraniol, b). monosiklik, contoh: limonene dan c). bisiklik, contoh: pinene. Untuk mencegah terjadinya keracunan diri (autotoxicity), tumbuhan membentuk tempat penyimpanan khusus. Kelompok terbesar dari terpenoid adalah sesquiterpen yang juga merupakan penyusun minyak atsiri. Contoh yang cukup dikenal dari kelompok ini adalah poligodial dan warburganal yang merupakan zat penolak makan berbagai jenis serangga. Diterpenoid, seperti asam resin (misalnya: asam abietat) dari tumbuhan keluarga pinus-pinusan dan klerodan (misalnya: ajugarin dari tumbuhan Ajuga remota) merupakan zat penolak makan bagi serangga. Triterpenoid merupakan senyawa metabolit sekunder yang tersebar luas dan beragam. Perwujudan dari senyawa ini dapat berupa resin, kutin maupun semacam gabus. Termasuk ke dalam kelompok

ini adalah limonoid (misalnya: azadirachtin), lantaden, dan cucurbitacin (misalnya: cucurbitacin B). Azadirachtin terkenal sebagai zat penolak makan yang sangat kuat bagi serangga. Demikian juga dengan cucurbitacin.