Anda di halaman 1dari 13

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang
Perencanaan pengajaran merupakan suatu program bagaimana mengajarkan apa-apa yang sudah dirumuskan dalam kurikulum. Penyusunan program pengajaran sebagai sebuah proses, disiplin, ilmu pengetahuan, realitas, sistem dan teknologi pembelajaran bertujuan agar pelaksanaan pengajaran berjalan lebih lancar dan hasilnya lebih baik. Tujuan pendidikan ini mengacu pada tujuan pendidikan nasional sebagaimana dituntun oleh UUSPN No. 20 tahun 2003 bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Perecanaan pengajaran sebelum melakukan pembelajaran sangat penting dilakukan. Oleh karena itu, hendaknya perencanaan pengajaran disusun atau direncanakan dengan baik dan matang sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai dengan baik.

B. Tujuan
Tujuan umum : untuk mengetahui konsep umum tentang Perencanaan Pengajaran Tujuan khusus : Untuk mengetahui pengertian dan tujuan perencanaan pengajaran Untuk mengetahui fungsi manajemen dalam pengajaran Untuk mengetahui prinsip perencanaan meliputi pendekatan sistem pengajaran, refleksi penyusunan perencanaan pengajaran Untuk mengetahui jenjang dan Lingkup Pendidikan Untuk mengetahui program Pengajaran

BAB II ISI A. Pengertian dan Tujuan Perencanaan Pengajaran


Perencanaan adalah menyusun langkah-langkah yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Perencanaan tersebut dapat disusun berdasarkan kebutuhan dalam jangka waktu tertetu sesuai dengan keinginan pembuat perencanaan. Willian H.Newman dalam bukunya Admistratives techniques of Organitation and Management, mengemukakan bahwa perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Sedangkan pengajaran dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan para guru dalam membinbing, membantu, dan mengarahkan peserta didik untuk memiliki pengalaman belajar. Dengan kata lain, pengajaran adalah suatu cara bagaimana mempersiapkan pengalaman belajar bagi peserta didik. ( Jones at. All dalam Mulyani Sumatri, 1988: 95 ) Perencaan pengajaran berarti pemikiran tentang penerapan prinsip-prinsip umum mengajar di dalam pelaksanaan tugas mengajar dalam suatu interaksi pengajaran tertentu yang khusus, baik yang berlangsung di dalam kelas maupun di luar kelas. Perencanaan pengajaran merupakan suatu program bagaimana mengajarkan apa-apa yang sudah dirumuskan dalam kurikulum. Perencanaan pengajaran (instructional design) dapat dilihat dari berbagai sudut pandang yaitu : 1. Perencanaan pengajaran sebagai sebuah proses; 2. Perencanaan pengajaran sebagai sebuah disiplin; 3. perencanaan pengajaran sebagai sains (science); 4. perencanaan pengajaran sebagai realitas; 5. perencanaan pengajaran sebagai suatu sistem; dan 6. perencanaan pengajaran sebagai teknologi.

Penyusunan program pengajaran sebagai sebuah proses, disiplin, ilmu pengetahuan, realitas, sistem dan teknologi pembelajaran bertujuan agar pelaksanaan pengajaran berjalan lebih lancar dan hasilnya lebih baik. Tujuan pendidikan ini mengacu pada tujuan pendidikan nasional sebagaimana dituntun oleh UUSPN No. 20 tahun 2003 bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

B. Fungsi Manajemen dalam Pengajaran


Fungsi perencanaan pengajaran sebagai pedoman kegiatan guru dalam mengajar dan pedoman siswa dalam kegiatan belajar yang disusun secara sistematis dan sistemik Manfaat yang didapat dari perencanaan pengajaran yang baik antara lain: Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan pembelajaran yang dilakukan Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur, baik guru maupun murid Sebagai alat ukur keefektifan suatu proses pembelajaran sehingga setiap saat dapat diketahui ketepatan dan kelambanan kerja Untuk bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja untuk menghemat waktu, tenaga, alat-alat, dan biaya

C. Prinsip Perencanaan meliputi Pendekatan Sistem Pengajaran, Refleksi Penyusunan Perencanaean Pengajaran
Prinsip perencanaan pengajaran yang harus diperhatikan adalah:

Perencanaan pengajaran harus berdasarkan kondisi siswa. Perencanaan pengajaran harus berdasarkan kurikulum yang berlaku. Perencanaan harus memperhitungkan waktu yang tersedia

Perencanaan pengajaran harus merupakan urutan kegiatan belajar mengajar yang sistematis.

Perencanaan pengajaran bila perlu lengkapi dengan lembaran kerja/tugas dan atau lembar observasi.

Perencanaan pengajaran harus bersifat fleksibel.

Prinsip Prinsip Pengajaran Dalam Perencanaan Pengajaran

a. Prinsip Perkembangan Pada prinsipnya siswa yang sedang belajar dikelas berada dalam proses perkembangan, dan akan terus berkembang yang berarti perubahan. Kemampuan anak pada jenjang usia dan tingkat kelas yang berbeda-beda sesuai perkembangannya. Oleh karena itu guru hendaknya mengerti dan bersabar dalam melaksanakan tugas pelayanan belajar bagi para muridnya.

b. Prinsip Perbedaan Individu Tiap orang siswa memiliki cirriciri dan pembawaan yang berbeda, menerima pengaruh dan perlakuan dari keluarga masingmasing juga berbeda. Untuk memberikan bantuan belajar bagi siswa, maka guru harus dapat memahami dengan benar cirricirri para siswanya tersebut. Baik dalam menyiapkan dan menyajikan pelajaran maupun dalam memberikan tugas-tugas dan pembimbingan belajar siswa. Guru hendaknnya dapat menyesuaikan dengan ciri-ciri siswanya masing-masing dalam model pengajaran berprogram atau modul, penyesuaian belajar dengan perbedaan individu ini sepenuhnya dapat dilakukan oleh guru, karena cara belajarnya individual.

c. Minat dan Kebutuhan Anak Setiap anak mempunyai minat dan kebutuhan sendiri-sendiri. Dalam hal pembelajaran, bahan ajaran dan penyampaian sedapat mungkin disesuaikan dengan minat dan kebutuhan anak tersebut. Walaupun hampir tidak mungkin menyesuaikan pengajaran dengan minat dan kebutuhan setiap siswa, meskipun demikian sedapat mungkin perbedaan-perbedaan minat dan kebutuhan tersebut dapat terpenuhi.

d. Asapek Motivasi dalam Perencanaan Pembelajaran Setiap perbuatan termasuk perbuatan belajar didorong oleh sesuatu atau beberapa motif. Motif atau biasa juga disebut dengan dorongan atau kebutuhan, merupakan suatu tenaga yang berada pada diri individu atau siswa yang mendorongnya untuk berbuat untuk mencapai suatu tujuan. Tenaga pendoong atau motif pada seseorang mungkin cukup besar, sehingga tanpa motivasi dari luar dia sudah bias berbuat. Konsep Pendekatan Sistem dalam Pengajaran Pengajaran sebagai suatu sistem merupakan suatu pendekatan mengajar yang menekankan hubungan sistematik antara berbagai kompenen dalam pengajaran. Hubungan sistematik ini mempunyau arti bahwa komponen dalam pengajaran sesuai dengan fungsinya saling berhubungan satu sama lain dan membentuk suatu kesatuan.

a. Perencanaan Tujuantujuan Instruksional Tujuan pengajaran merupakan titik awal yang sangat penting dalam pembelajaran karena merupakan sasaran dari proses pembelajaran. Karena itu tujuan pembelajaran atau tujuan instruksional sering juga dinamakan sasaran belajar. Tujuan pembelajaran yang berpusat pada siswa disarankan dapat member petunjuk yang terarah bagi perkembangan alat evaluasi belajar, memilih materi dan kegiatan pembelajaran, penetapan media dan alat pengajaran. Dilihat dari kawasan (domain) atau bidang yang dicakup, tujuan-tujuan pendidikan dapat dibagi atas: 1) Tujuan Kognitif Tujuan-tujuan kognitif adalah tujuan-tujuan yang lebih banyak berkenaan dengan perilaku dalam aspek berpikir/ inteltual. Menurut Bejamin Bloom ada enam tingkatan dalam domain kognitif yang berlaku juga untuk tujuan-tujuan dalam domain yaitu: 1. Pengetahuan/ ingatan (knowledge); 2. Pemahaman

(comprehension); 3. Penerapan/aplikasi (application); 4. Analisis (analysis); 5. Sintesis (synthesis); dan 6. Evaluasi (evaluation) 2) Tujuan Afektif Tujuan-tujuan afektif adalah tujuan-tujuan yang banyak berkaitan dengan aspek perasaan, nilai, sikap, dan minat perilaku peserta didik atau siswa. Menurut Krathowl, bloom, dan mansia bahwa domain afektif berdasar lima kategori yaitu: 1.
5

Penerimaan (receiving); 2. Pemberian respons (responding); 3. Penghargaan/ penilaian (valuing); 4. Pengorganisasian (organization); dan 5. Karakterisasi (characterization). 3) Tujuan Psikomotor Ranah psikomotorik adalah ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Tujuan-tujuan psikomotor adalah tujuan-tujuan yang banyak berkenaan dengan aspek keterampilan motorik atau gerak dari peserta didik atau siswa. Menurut Elizabeth Simpson domain psikomotor terbagi atas tujuh kategori yaitu: 1. Persepsi (perception); 2. Kesiapan (set); 3. Respons terbimbing (guided response); 3. Mekanisme (mechanical response); 4. Respons yang kompleks (complex response); 5. Penyesuaian pola gerakan atau adaptasi (adjustment); 6. Originasi.

b. Perencanaan Materi dan Bahan-bahan Pengajaran Untuk hasil yang memuaskan dalam penyajian bahan pembelajaran, telah diadakan penelitian yang menyatakan bahwa pengalaman praktis para guru selama beberapa generasi dapat dibuktikan bahwa, prosedur pemanfaatan alat dan bahan pengajaran sebaiknya sebagai berikut: 1. Pemeriksaan awal; 2. Persiapan lingkungan; 3. Persiapan siswa; dan 4. Penyajian bahan pengajaran.

c. Perencanaan Alat dan Media Pengajaran Dalam membahas kedudukan media pengajaran dalam perencanaan pengajaran, diperlukan pengetahuan tentang merumuskan dan menganalisis tujuan pengajaran, menetapkan prosedur, jenis dan alat penilaian. Jerome Bruner (1960) membagi alat instruksional dalam empat macam menurut fungsinya, yaitu: 1) Alat untuk menyampaikan pengalaman vicarius; 2) Alat model yang dapat memberikan pengertian tentang struktur atau prinsip suatu gejala; 3) Alat dramatisasi; 4) Alat automatisasi seperti teaching mechine atau pelajaran berprogram.

Media pembelajaran yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran terdiri dari beberapa jenis media pengajaran yaitu media foto, grafik, globe, atlas, film dan sebagainya. Menurut Sudjana (2002) beberapa media pegajaran yang sering digunakan adalah: Pertama, media Grafis adalah media yang digunakan yang berusaha memadukan antara kata-kata dengan gambar. Seperti gambar, foto, grafik, bagan atau diagram, poster, kartun, komik dan sebagainya, Kedua, media tiga dimensi yaitu model padat, model penampang, model susun, model kerja, mock up, diorama,

Ketiga, media proyeksi seperti slide, film strips, film, OHP dan Keempat,
penggunaan lingkungan sebagai media. Fungsi media pengajaran sebagai alat bantu untuk dapat meningkatkan dan mempertinggi hasil belajar siswa harus didukung oleh ketepatan seorang guru dalam memeilih media yang akan dipergunakan dalam suatu kegiatan proses belajar mengajar. Oleh karena itu seorang guru sebelum memilih media pengajaran tertentu harus menegetahui betul materi yang akan diajarkan, metode yang dipilih, kemudian menentukan jenis alat bantu atau media pengjaran yang akan digunakan.

d. Perencanaan Evaluasi Pengajaran Maksud dan tujuan dari evaluasi adalah menentukan hasil yang dicapai oleh siswa. Bagaimanapun, penetapan proses pembelajaran secara keseluruhan, termasuk tujuan yang akan dicapai oleh siswa, media pembelajaran, teknik pendekatan dalam pembelajaran, bahkan sifat afektif seorang guru memerlukan evaluasi. Diamana evaluasi adalah suatu proses yang berlangsung secara berkesinambungan.

e. Penyusunan Satuan Pelajaran (Model-model Lesson Plan) Satuan pelajaran adalah program belajar mengajar dalam satuan terkecil memuat tujuan instriksional, bahan pelajaran, kegiatan belajar mengajar, metode dan alat bantu mengajar, serta evaluasi kemajuan hasil belajar. Adapun unsur-unsur yang biasanya terkandung dalam program pembelajaran pada satu semester tertentu meliputi: 1. Tujuan Pembelajaran; 2. Pokok Bahasan; 3. Metode Mengajar; 4. Media dan Sumber; 5. Evaluasi Pengajaran; dan 6. Alokasi Waktu.

D. Jenjang dan Lingkup Pendidikan


Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. Penentuan jenang pendidikan sangatlah bermanfaat bagi pengajar dalam menentukan dan membuat perencanaan pengajaran melalui program pengajaran yang dapat disesuaikan dengan jenjang dan lingkup pendidikan peserta didiknya. Pedidikan di Indonesia menganal 3 jenjang pendidikan, yaitu ;Pendidikan dasar (SD/MI/Paket A dan SLTP/MTs/Paket B), Pendidikan menengah (SMA/SMK/MA/Paket C), dan Pendidikan tinggi. Meski tidak termasuk dalam jenjang pendidikan, terdapat pula pendidikan anak usia dini, dan pendidikan yang diberikan sebelum memasuki pendidikan dasar. Pendidikan anak usia dini Mengacu Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 1 Butir 14 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pada jenjang pendidikan ini perencanaan pengajaran yang dapat dilakukan berupa metode belajar permainan. Dimana pengajar merancang perencanaan pengajar mulai dari tujuan sampai alat dan media yang dapat digunakan dalam pemainan anak agar permainan yang diberikan dapat memberikan anak tersebut cara dan ilmu yang bermanfaat sesuai dengan perkembangannya. Pendidikan dasar Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Pada jenjang pendidikan ini perencanaan pengajaran yang dapat dilakukan berupa metode belajar sambil bemain dan bertahap sedikit demi sedikit ke pembelajaan yang lebih

kompleks lagi sesuai dengan tingkatan kelasnya. Seperti tanya jawab dan model diskusi yang dapat memancing pengetahuannya. maka pengajar merancang perencanaan pengajar mulai dari tujuan sampai alat dan media yang dapat digunakan dalam pengajaran yang haus sesuai dengan tingkatan kelas siswa sehingga siswa dapat mengeerti dan mendapatkan cara dan ilmu yang bermanfaat sesuai dengan perkembangannya. Pendidikan menengah Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar. yang harus dilaksanakan minimal 9 tahun Pada jenjang pendidikan ini perencanaan pengajaran yang dapat dilakukan berupa metode belajar yang lebih kompleks lagi sesuai dengan tingkatan kelasnya. Dimana peserta didik pada jenejang ini sudah mengerti banyak hal dan menerima pengetahuan yang lebih kompleks lagi deri pengajarnya. Seperti peserta didik bisa mengajukan pertanyaan dan mengajukan pertanyaan serta berdiskusi dengan temanya. Maka pengajar merancang perencanaan pengajar mulai dari tujuan sampai alat dan media yang dapat digunakan dalam pengajaran yang haus sesuai dengan tingkatan kelas siswa sehingga siswa dapat mengeerti dan mendapatkan cara dan ilmu yang bermanfaat sesuai dengan perkembangannya. Pendidikan tinggi Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.Mata pelajaran pada perguruan tinggi merupakan penjurusan dari SMA, akan tetapi semestinya tidak boleh terlepas dari pelajaran SMA. Pada jenjang pendidikan ini perencanaan pengajaran yang dapat dilakukan berupa metode belajar yang lebih kompleks lagi sesuai dengan tingkatan kelasnya. Dimana peserta didik pada jenejang ini sudah dewasa dan mampu befikir kritis. Maka keterlibata pengajar dalam proses pembelajarannya mlai berkurang dan peserta didik mampu mencari solusi dan diajak bediskusi lebih dalam lagi. Perencanaan pengajar mulai dari tujuan sampai alat dan media yang dapat digunakan dalam pengajaran yang haus sesuai dengan tingkatan kelas siswa sehingga siswa dapat mengerti dan mendapatkan cara dan ilmu yang bermanfaat sesuai dengan perkembangannya.
9

E. Program Pengajaran
Program pengajaran merupakan suatu rencana pengajaran sebagai panduan bagi guru atau pengajar dalam melaksanakan suatu pengajaran. Agar pengajaran bisa berjalan dengan efektif dan efisien, maka perlu kiranya dibuat suatu program pengajaran. Prosedur pengembangan program pengajaran adalah : Program pengajaran di sekolah dilaksanakan dalam jangka waktu belajar tertentu. Program pengajaran yang menjadi tugas guru yaitu menyusun program pengajaran catur wulanan dan program mingguan atau harian, yang disebut program persiapan mengajar. Program caturwulan adalah program pengajaran yang harus dicapai selama satu caturwulan, selama periode ini diharapkan para siswa menguasai pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai satu kesatuan utuh. Program caturwulan dijabarkan dari Garis-garis besar Program Pengajaran pada masing-masing bidang studi/mata pelajaran, di dalamnya terdiri atas: pokok bahasan/sub-pokok bahasan, alokasi waktu, dan alokasi pertemuan kapan pokok bahasan/sub-pokok bahasan tersebut disajikan. Persiapan mengajar merupakan istilah baru sebagai pengganti dari satuan pelajaran (satpel) pada kurikulum lama. Persiapan mengajar ini merupakan program pengajaran untuk jangka waktu belajar mingguan atau harian. Langkah-langkah pengembangan persiapan mengajar secara umum dapat dilakukan melalui: a) mempelajari Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) yang ada dalam GBPP, b) merumuskan Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) berdasarkan TPU, c) menentukan materi/bahan pelajaran, d) menentukan kegiatan belajar-mengajar, e) menetapkan alat, media, dan sumber pelajaran, dan f) menentukan alat evaluasi.

Jenis Jenis Perencanaan Pengajaran


a. Program Tahunan Program pengajaran yang mencakup seluruh mata pelajaran untuk satu tahun. Misalnya untuk kelas I, II, dan kelas III.

10

b. Program Semester Program pengajaran yang mencakup kompetensi, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, sumber dan alat belajar. Misalnya : Satuan Acara Pembelajaran (SAP), Silabus. c. Program Harian/Mingguan Program pengajaran yang mencakup rencana tindakan yang akan dilaksanakan dalam satu pembelajaran (PBM) dengan menggkoordinasikan komponen-komponen pembelajaran secara sistematis. Misalnya : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Penyusunan program pengajaran ada 3 komponen yang harus diperhatikan : a. Penugasan materi b. Analisis materi pengajaran c. Penyusunan persiapan mengajar

11

BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN


Perencanaan pengajaran berarti pemikiran tentang penetrapan prinsip- prinsip umum mengajar didalam pelaksanaan tugas mengajar dalam suatu interaksi pengajaran tertentu yang khusus baik yang berlangsung di dalam kelas ataupun diluar kelas. Fungsi perencanaan pengajaran sebagai pedoman kegiatan guru dalam mengajar dan pedoman siswa dalam kegiatan belajar yang disusun secara sistematis dan sistemik. Prinsip perencanaan pengajaran yang harus diperhatikan adalah: Perencanaan pengajaran harus berdasarkan kondisi siswa, kurikulum yang berlaku, memperhitungkan waktu yang tersedia, merupakan urutan kegiatan belajar mengajar yang sistematis, bila perlu lengkapi dengan lembaran kerja/tugas dan atau lembar observasi, dan bersifat fleksibel. Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. Program pengajaran merupakan suatu rencana pengajaran sebagai panduan bagi guru atau pengajar dalam melaksanakan suatu pengajaran. Agar pengajaran bisa berjalan dengan efektif dan efisien, maka perlu kiranya dibuat suatu program pengajaran.

B. SARAN
Perecanaan pengajaran sebelum melakukan pembelajaran sangat penting dilakukan. Oleh karena itu, hendaknya perencanaan pengajaran disusun atau direncanakan dengan baik dan matang sehingga tujuan dari pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Perencanaan pengajaran ini juga penting bagi seorang perawat yang berperan sebagai pendidik, konselor, dan lainnya bagi pasiennya, khususnya jika kita nantinya akan memberikan sutu penyuluhan dan pendidikan kesehatan bagi individu, kelompok, ataupun masyarakat. Maka dari itu penulis mengharapkan agar kita sebagai calon perawat nantinya juga harus mengetahui dan menguasai tentang perencaan pengajaran ini, dan diharapkan agar pembaca menvari sumber lainnya yang relevan agar ilmunya lebih berkembang lagi.

12

DAFTAR PUSTAKA
Hernawan, H A dkk. (2007). Belajar dan Pembelajaran. Bandung : Upi Press Strategi Belajar Mengajar karya udin S. Winataputra http://alansviking.blogspot.com/2009/12/apengertian-perencanaan-pembelajaran.html, diakses tanggal 2 Mei 2012 http://fitribarokah01.tripod.com/karya.htm, diakses tanggal 2 Mei 2012

13