P. 1
171.PDAM Kota Kediri

171.PDAM Kota Kediri

|Views: 116|Likes:
Dipublikasikan oleh Onang Adiluhung

More info:

Published by: Onang Adiluhung on Jun 03, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/22/2013

pdf

text

original

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA KEDIRI DI KEDIRI

Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2004

BPK PERWAKILAN IV DI YOGYAKARTA

Nomor Tanggal

: 173/R/XIV.4/08/2005 : 30 Agustus 2005

1

DAFTAR ISI

BAB I: BAB II:

Laporan Auditor Independen atas Laporan Keuangan Tahun Buku 2004 dan 2003 pada PDAM Kota Kediri .............................................................1 Laporan Keuangan ......................................................................................3 A. Neraca yang sudah diperiksa ................................................................3 B. Laporan Laba Rugi yang sudah diperiksa ............................................4 C. Laporan Perubahan Ekuitas yang sudah diperiksa ...............................5 D. Laporan Arus Kas yang sudah diperiksa ..............................................6 E. Umum ...................................................................................................7 F. Kebijakan Akuntansi ..........................................................................10 G. Penjelasan Pos-pos Neraca dan Laba Rugi .........................................14 H. Perhitungan PPh Badan .......................................................................39

2

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN PERWAKILAN IV DI YOGYAKARTA
Jalan HOS Cokroaminoto No. 52 Yogyakarta 55244 Telp. (0274) 563635, Faks: (0274) 588736

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Nomor : 173/R/XIV.4/08/2005

Kepada Yth. 1. Direktur PDAM Kota Kediri 2. Ketua Badan Pengawas PDAM Kota Kediri di KEDIRI Kami telah mengaudit Neraca PDAM Kota Kediri tanggal 31 Desember 2004 dan 2003, serta Laporan Rugi Laba, Laporan Perubahan Ekuitas dan Laporan Arus Kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Kami juga melakukan pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern. Laporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern adalah tanggung jawab manajemen perusahaan.Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dan Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlahjumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak, persyaratan bantuan dan pasal-pasal dalam peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.

3

posisi keuangan PDAM Kota Kediri tanggal 31 Desember 2004 dan 2003. dan hasil usaha. SE. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern kami sampaikan secara terpisah kepada manajemen dengan surat kami Nomor 174/R/XIV. laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar.25873 30 Agustus 2005 4 . Nomor Register – D. Ak. dalam semua hal yang material. perubahan ekuitas serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN PERWAKILAN IV DI YOGYAKARTA SARJONO.4/08/2005 tanggal 30 Agustus 2005.Menurut pendapat kami.

000.025.135.378.88 (6.075.LAIN Bahan Instalasi Sambungan Baru Yg belum Diterima Aktiva yang tidak dipergunakan Akum.557.00 13.20 Jumlah Kewajiban Jangka panjang 2.818.764.901.04 15.20 2.025.525.475.663.298.00 59.00 2.38 2.04 5.68 1.776.650.00 25.100.557.049.223.143.00 Jumlah Kewajiban Lain-lain 148.300.041.38 17 18 19 106.867.167.080.12 218.038.410.742.000.938.034.237.012.715.20) 3.072.82 1. Aktiva yang tidak dipergunakan Nilai buku Aktiva yang tidak dipergunakan Aktiva Dalam Penyelesaian Jumlah Aktiva Lain-lain TOTAL AKTIVA No.469.843.852.784.000.152.518.989.803.075.993.30) MODAL DAN CADANGAN 8.832.pendek lainnya Jumlah Kewajiban Jangka pendek No. Cttn Per 31-12-2004 Per 31-12-2003 12 13 14 15 50.599.554.825.307.096.952.889.472.816.928.385.97) 4.327.20 149.90 319.000.902.98) 6.276.687.51 Laba yang belum dibagikan Laba/Rugi Tahun Berjalan 257.35 433.875.271.784.00 TOTAL KEWAJIBAN 14.135.201.993.185.664.682.025.835.20 71.422.119.45 (3.322.300.00 164. Cttn 1 2 3 4 5 6 Per 31-12-2004 990.989.614.276.37) (1.62 103.715.057.563.00 3.00 27.041.50 11.68 1.485.015.00 7.800.512.50 (269.09 TOTAL PASSIVA 16 1.420.473.09 5 .818.327.364.443.837.467.35 Per 31-12-2003 190.078.99 95.45 (4.10 82.746.432.250.38 1.237. panjang akan jatuh tempo Kewajiban jk.35 9.889.370.993.193.42 836.904.132.404.778.99 95.132.00 Tambahan Modal Pemerintah Pusat 15. Yg Blm Ditentukan Statusnya 64.494.706.352.627.47 9.136.635.000.050.00 Cadangan Dana 61.010.100.690.00 59.135.969.50 Cadangan Tujuan (64.769.304.209.00 164.264.528.68 Jaminan langganan 226.00 10.00) 771.00 169.545.050.830.950.152.462.181.946.00 Penyert.744.35 6.240.00 Sambungan baru yang akan ditagihkan 147.86 2.414.682.200.04 117.349.160.025.050.026.00 683.00 122.993.000.050.178.00 25.135.73 9.145.00 PASIVA KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Biaya yang belum dibayar Hutang Pajak Bagian hutang jk.88 (6.371.997.123.399.475.00 9.280.277.00 KEWAJIBAN LAIN .631.800.737.300.957.321.620.393.396.852.196.86) (867.BAB II LAPORAN KEUANGAN A.545.751.786.676. Peny.399.788.LAIN 8.277.608.369.50) 558.307.181.304.444.717.912.762.422.742.69 166.00 2.627.787.00 752.00 128.178.384.00 3.078.816.20 7 7 7 7 7 7 7 7 7 8 9 10 10 10 11 KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Pinjaman Departemen Keuangan 82.194.436.00 2.99) Cadangan Umum 25.00 22.00 10.806.049.315.58 Kekayaan Pemerintah Daerah Penyertaan Pemerintah Pusat 242.51 Jumlah Ekuitas 9.87 1.360.650.86 2.20 3.62 20 21 22 23 24 25 26 27 6.879.809.421.000.643. Pem.593. Neraca yang sudah diperiksa NERACA KOMPARATIF Per 31 Desember 2004 dan 2003 A K T I V A AKTIVA LANCAR Kas dan Bank Piutang Usaha Penyisihan Piutang Usaha Piutang Usaha Neto Piutang Lain Lain Persediaan Bahan Operasi Pembayaran Dimuka Pemda Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TETAP Tanah Dan Hak Atas Tanah Instalasi Sumber Air Instalasi Perpompaan Instalasi Transmisi Dan Distribusi Bangunan / Gedung Peralatan dan Perlengkapan Kendaraan Alat Pengangkutan Inventaris Kantor Nilai Perolehan Aktiva Tetap Akumulasi Penyusutan Aktiva tetap Nilai Buku Aktiva Tetap AKTIVA LAIN .50 (278.545.493.38 2.04 4.249.432.000.

712.556.148.54 1.251.133.844.018.604.095.538.185.00 2.84) (1.143.307.831.97) 6 .148.593.43 2.385.783.12 1.418.869.307.867.23 (646.637.225.349.B.36 893.00 2.558.125.980.11 606.436.218.00 19.494.020.897.635.831.560.587.533.250.00 (1.202.721.980.414.496.68 (867.027.430.487.890.271.217.801.195. Laporan Laba Rugi yang sudah diperiksa PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA KEDIRI LAPORAN LABA-RUGI KOMPARATIF Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 U R A I A N Nomor Catatan TAHUN 2004 (Rp) TAHUN 2003 (Rp) PENDAPATAN Penjualan Air Penjualan Non Air 28 28 Jumlah Pendapatan Usaha BEBAN LANGSUNG USAHA Beban Sumber Air Dan Perpompaan Beban Pengolahan Air Beban Transmisi dan Distribusi 29 30 4.728.00 Jumlah Beban Langsung Usaha Laba (Rugi) Kotor Usaha BEBAN USAHA Beban Administrasi dan Umum 31 1.333.42 672.20) (867.643.132.687.307.996.58 2.672.35) 1.00 0.75 16.65) Laba ( Rugi ) Usaha PENDAPATAN/BEBAN LAIN-LAIN Pendapatan Lain -lain Beban Lain -lain 32 33 Jumlah Pendapatan & Beban Lain-lain Laba ( Rugi ) Sebelum Pajak KERUGIAN LUAR BIASA PAJAK PENGHASILAN LABA (RUGI) SETELAH PAJAK 34 53.428.23 (884.97) 0.232.58 1.372.846.939.521.20) 393.00 4.00 200.88 2.439.00 0.95 (553.643.00 343.200.06 2.176.400.079.

73 7 .C.360.399.99 95.99 Cadangan Umum ( Rp ) 95.00 683.47 Saldo Awal Tambah / ( Kurang ) Koreksi Laba (Rugi) 2003 Tahun 2004 Jumlah s/d tahun 2004 ( Rp ) 1.431.742.83) Jumlah Ekuitas ( Rp ) 4.947.45 Saldo Laba Ditahan ( Rp ) (4.427.250.992.74) 3.545.557.789.00 Kekayaan Pemerintah Daerah ( Rp ) 5.057.86 35.300.45 (5.271.650.530.518.20) (5.593.300.946.190.404.00 5.00 683.557.86 1.328.650.742.528.300.545.300.54) (1.830.00 59.00 2.430. Laporan Perubahan Ekuitas yang sudah diperiksa PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA KEDIRI LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KOMPARATIF TAHUN BUKU 2004 dan 2003 URAIAN Modal Dasar Penyertaan Pemerintah Pusat ( Rp ) 2.057.769.260.563.399.685.990.300.083.994.57) (880.832.518.00 Penyertaan Pemerintah Belum Ditentukan Statusnya ( Rp ) Cadangan Tujuan ( Rp ) 59.100.218.889.992.218.378.430.

675.16 (246.250.20) Penyesuaian Beban Penyisihan Piutang 9.180.072.038.00) 2.337.275.00 0.737.800.528.00 613.00 (78.500.429.011.00 (172.00 517.500.00) 0.00) 747.340.00) 19.787.888.606.007.801.01) C (248.000.85 Laba / ( Rugi ) Operasi Sblm Perubahan Modal Kerja ( 1 + 2 ) (430.84) (176.112.00 948.554.855.68 121.515.457.353.350.983.00) 4.012.755.584.386.185.957.950.558.48 459.875.094.540.49 (2.14 190.79) Arus Kas dari Aktivitas Operasi Laba / ( Rugi ) Setelah Pajak (1.472.590.000.335.162.00 0.00 462.276.272.174.153.751.666.472.00) 0.74) 57.00) (11.666.82 D E Saldo Kas dan Setara Kas Awal Periode Saldo Kas dan Setara Kas Akhir Periode ( A + B + C + D ) 8 .48 (43.00 458.00) (2.393.00 806.00 0.817.643.82 990.300.962.00 (14.921.95 (3.100.) (867.103.84) Perubahan Modal Kerja Penurunan ( Kenaikan ) Piutang Usaha Penurunan ( Kenaikan ) Piutang Lain-lain Penurunan ( Kenaikan ) Persediaan Bahan Operasi Penurunan ( Kenaikan ) Pembayaran Dimuka Pemda ( Penurunan ) Kenaikan Biaya Yang Belum Dibayar ( Penurunan ) Kenaikan Hutang Pajak ( Penurunan ) Kenaikan Ht Jk Panjang Akan Jatuh Tempo ( Penurunan ) Kenaikan Kewajiban Jangka Pendek Lainnya Koreksi Laba/Rugi Ditahan Kas Dihasilkan dari Perubahan Modal Kerja Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi ( 1 + 2 + 3 ) Arus Kas dari Aktivitas Investasi Penurunan ( Kenaikan ) Aktiva Tetap Akumulasi Penyusutan Aktiva tetap yang dihapuskan Penurunan ( Kenaikan ) Aktiva Lain-lain Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan ( Penurunan ) Kenaikan Hutang Jangka Panjang ( Penurunan ) Kenaikan Hutang Lain-lain ( Penurunan ) Kenaikan Penyertaan Modal Pemerintah ( Penurunan ) Kenaikan Modal dan Cadangan Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas ( A + B + C ) 3 204.268.00) (3.) Tahun 2003 ( Rp.00) (3.830.096.527.69 B 900.160.875.666.830.773.50 Beban Penyusutan Aktiva Tetap 1.D.666.00 (3.185.349. Laporan Arus Kas yang sudah diperiksa PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA KEDIRI LAPORAN ARUS KAS KOMPARATIF PER 31 DESEMBER 2004 DAN 2003 KETERANGAN A 1 2 Tahun 2004 ( Rp.300.314.220.72) (495.182.512.00 2.167.505.123.56) (2.593.000.271.975.00 68.354.50) 0.565.00 (581.409.149.00) 718.049.000.650.747.307.00 825.42 (248.60 190.528.096.720.301.00 799.00 2.00) 0.

Memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Kediri akan kebutuhan air bersih dengan sasaran khususnya untuk daerah pemukiman kumuh dan daerah kekurangan air. Mengolah sumber air untuk memperoleh air bersih dan menyalurkannya kepada pelanggan. PDAM Kota Kediri berkantor Pusat di Jalan Ahmad Yani 2 Kediri. PDAM Kota Kediri berfungsi mengusahakan penyediaan air bersih untuk kebutuhan masyarakat Kota Kediri dan sekitarnya. yaitu: a. Berdasarkan Keputusan Walikota Kediri Nomor 154 Tahun 1993 tanggal 4 Maret 1993 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja PDAM Kota Kediri. Memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemerintah Kota Kediri dan membantu pertumbuhan ekonomi daerah. transmisi dalam rangka untuk mengoptimalkan penyaluran air bersih kepada masyarakat di wilayah 9 . Tujuan perusahaan adalah sebagai berikut: a. Bidang Usaha dan Struktur Organisasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kediri merupakan badan usaha milik daerah yang bergerak dalam bidang penyediaan air bersih. struktur organisasi pada PDAM Kota Kediri per tanggal 31 Desember 2003 terdiri dari 2 unsur. Umum 1. b. c. ialah Direksi yang terdiri dari: 1) Direktur Utama. b.E. c. Memberikan pelayanan pengolahan air sesuai kualitas standar kesehatan dan mengalirkannya selama 24 jam kepada masyarakat dengan tarif yang terjangkau. Unsur Pimpinan. Membangun jaringan distribusi dan kerjanya. Dalam rangka melaksanakan fungsi tersebut kegiatan perusahaan meliputi : a. Melakukan pemeliharaan jaringan distribusi dan transmisi untuk menekan kebocoran /kehilangan air Perusahaan Daerah Air Minum Kota Kediri didirikan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Kediri Nomor : 2 Tahun 1973 Tanggal 23 Januari 1973.

31/2001 tanggal 16 Agustus 2001. Susunan Direksi selengkapnya per 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut: 1) Direktur Utama 2) Direktur Umum 3) Direktur Teknik : H.orang 10 .31/2001 tanggal 1 Maret 2001. terdiri dari: 1) Kepala Bagian 2) Kepala Satuan Pengawas Intern Jumlah personil per 31 Desember 2004 dan 2003 adalah masing-masing sebanyak 68 orang dan 75 orang.2/96/420. Bambang Edianto : Drs. Budi Raharjo b. dapat dirinci sebagai berikut: 31 Desember 2004 31 Desember 2003 1) Sarjana 2) Sarjana Muda : : 15 orang -.2/15/420.31/2001 tanggal 24 September 2001. termasuk didalamnya orang berstatus pegawai honorer. yang dikelompokkan menurut jabatannya. Direktur Umum diangkat berdasarkan Surat Keputusan Walikota Kediri Nomor 821. sebagai berikut: 31 Desember 2004 1) Direksi 2) Kepala Bagian 3) Kepala Sub Bagian 4) Staf Administrasi 5) Staf Teknik : : : : : Jumlah : 3 orang 7 orang 16 orang 21 orang 21 orang 68 orang 31 Desember 2003 3 orang 7 orang 15 orang 27 orang 23 orang 75 orang Sedangkan berdasarkan jenjang pendidikan.2) Direktur Umum. Unsur Pelaksana.orang 15 orang -. Susunan Direksi untuk Direktur Utama diangkat berdasarkan Surat Perintah Walikota Kediri Nomor 800/144/420. sedangkan Direktur Teknik diangkat berdasarkan Surat Keputusan Walikota Kediri Nomor 821. 3) Direktur Teknik. Sukirno : Ir.

Bachtiar Tamani : Drs.80%. Kapasitas Produksi dan Cakupan Pelayanan Untuk memenuhi kebutuhan air bersih.Si (Unsur Konsumen) (Unsur Perorangan) (Unsur Pejabat Daerah) 2.17% dari jumlah penduduk yang berada dalam daerah pelayanan sebanyak 241. Soetomo : Drs. jumlah penduduk yang terlayani sampai dengan 31 Desember 2004 sebanyak 67. PDAM Kota Kediri memiliki unit-unit produksi dengan kapasitas terpasang sebesar 186 liter/detik. sedangkan yang dimanfaatkan berdasarkan jumlah produksi air hanya sebesar 154 liter/detik atau 82. M.3) SLTA 4) SLTP 5) SD : : : Jumlah : 42 orang 5 orang 6 orang 68 orang 44 orang 7 orang 9 orang 75 orang Untuk keanggotaan Badan Pengawas Tahun 2004 baru saja dibentuk berdasarkan Keputusan Walikota Kediri Nomor 409 Tahun 2004 tanggal 29 April 2004 tentang Anggota Badan Pengawas Perusahaan Daerah Air Minum Kota Kediri dengan susunan sebagai berikut: a) Ketua b) Sekretaris c) Anggota : Drs. Berdasarkan cakupan pelayanan. operasional pengolahan dan distribusi air dibagi ke dalam beberapa unit produksi sebagai berikut: No.170 orang. Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk kebutuhan air bersih. Hartono. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Unit Produksi di Desa Banjaran di Desa Boro di Desa Campurejo di Desa Tamanan di Desa Pesantren di Desa Ngronggo Jumlah Kapasitas Terpasang 40 liter/detik 10 liter/detik 18 liter/detik 18 liter/detik 40 liter/detik 60 liter/detik 186 liter/detik Kapasitas Produksi 37 liter/detik 8 liter/detik 16 liter/detik 16 liter/detik 0 37 liter/detik 40 liter/detik 154 liter/detik Unit I Unit II Unit III Unit IV Unit V Unit VI Unit VII di Desa Ngampel 11 .956 orang atau 28.

Asumsi Dasar Akuntansi Asumsi Dasar akuntansi sesuai Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku adalah: 1) Kelangsungan Usaha Suatu entitas ekonomi diasumsikan terus melakukan usahanya secara berkesinambungan tanpa dimaksud untuk dibubarkan. a.114.884. 3) Laporan keuangan perusahaan disusun berdasarkan konsep harga perolehan.366.210.476 m3 atau 44. 12 . pada saat terjadinya atau perubahannya. akan tetapi pencatatan terhadap setiap perubahan aktiva dan kewajiban.Selama Tahun 2004 produksi air yang dihasilkan dari semua unit produksi adalah sebesar 5. demikian pula pendapatan dan biaya.730 m3 senilai Rp4. Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan klasifikasi menurut aktivitas operasi.392.00 sehingga terdapat kebocoran atau kehilangan air sebesar 2. Dengan metode akrual diartikan bahwa pembukuan tidak hanya sekedar pencatatan transaksi penerimaan dan pengeluaran uang. Dari jumlah tersebut di atas air yang terjual adalah sebesar 2.278 m3. investasi dan pendanaan. Kebijakan Akuntansi Perusahaan Kebijakan Akutansi Perusahaan Daerah Air Minum Kota Kediri masih berpedoman pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 1991 tanggal 6 Pebruari 1991 tentang Pedoman Sistem Akutansi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang berlaku mulai 1 Januari 1991. 2) Akrual Dasar akuntansi yang digunakan dalam perhitungan hasil usaha (Laporan Laba Rugi) periodik dan penentuan posisi keuangan (Neraca) dilakukan dengan metode akrual.973. F.148.58%.206 m3 dan didistribusikan kepada masyarakat sebesar 3.

2) Pendapatan Sambungan Baru diakui pada saat ditandatangani kontrak Bukti Persetujuan Pembiayaan Instalasi (BPPI) diterbitkan dan Pendapatan Non Air lainnya diakui dan dicatat seluruhnya sebagai pendapatan tahun berjalan. yaitu: 1) Pendapatan Penjualan Air diakui. artinya biaya harus diakui. Pengakuan Biaya Pengakuan biaya didasarkan pada sistem Accrual Basis. Demikian pula pengeluaran biaya yang belum mempunyai nilai prestasi. Pengakuan Pendapatan Seluruh pendapatan. atau pada saat penerimaan uang untuk transaksi penjualan tunai. 3) Pendapatan denda atas keterlambatan pembayaran oleh pelanggan dicatat pada saat denda tersebut diterima. dibukukan dalam pos Biaya yang Masih Harus Dibayar. dibukukan sebagai Biaya Dibayar Dimuka. dilaporkan dan diakui pada saat penerbitan Rekening tagihan air yang dicatat dalam Daftar Rekening Ditagih (DRD) pada bulan yang bersangkutan. listrik. asuransi dan sebagainya harus dikaitkan dengan periode dimana biaya tersebut menjadi beban. Biaya yang belum dilaksanakan pengeluaran pembayarannya. 4) Pengakuan pendapatan untuk saat ini masih terdapat unsur Penerimaan Dana Meter dari pelanggan yang dimaksudkan untuk pemeliharaan meter air yang dalam Keputusan Menteri Negara Otonomi Daerah Nomor 8 Tahun 2000 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Daerah Air Minum yang menyebutkan bahwa Penerimaan Dana Meter dari pelanggan tidak dapat diakui sebagai pendapatan akan tetapi diakui sebagi kewajiban dalam perkiraan Cadangan Dana Meter. dicatat.b. baik pendapatan usaha maupun diluar usaha diakui pada saat timbulnya transaksi dan atau pada masa prestasi dinikmati. walaupun pembayarannya belum dilakukan ataupun telah dibayar dimuka. sewa. dicatat. c. walaupun penerimaan uangnya baru terjadi kemudian. dan dilaporkan dalam periode terjadinya transaksi. 13 . Pembebanan biaya-biaya yang bersifat periodik seperti gaji.

Untuk keperluan pisah batas periode akuntansi. pembayaran tersebut dibukukan sebagai pendapatan lain-lain tahun berjalan. Piutang usaha yang mempunyai kemungkinan tak tertagih dibuatkan penyisihan dalam jumlah yang layak. : disisihkan 100 % dan dikeluarkan dari pembukuan. dan sudah dapat diajukan ke Badan Pengawas untuk dihapus. Penilaian Piutang Piutang harus disajikan dalam laporan keuangan dengan nilai tunai yang dapat direalisasi. pengelompokan piutang menurut umurnya harus dibuat terlebih dahulu sebagai dasar perhitungan. : disisihkan 50 %. Piutang usaha yang berumur lebih dari 2 tahun sampai dengan 3 tahun diklasifikasikan sebagai piutang ragu-ragu dan diajukan kepada Badan Pengawas untuk dihapus . Jika terdapat pembayaran atas piutang yang telah dihapus. : disisihkan 75 %. 14 . Untuk menentukan besarnya penyisihan pada tiap akhir tahun. d. harus dicatat dan dilaporkan dengan cara estimasi yang wajar. Piutang usaha yang berumur lebih dari 3 tahun dikelompokkan sebagai piutang tak tertagih dan dikeluarkan dari pembukuan. biaya-biaya yang terjadi sebelum tanggal neraca walaupun belum dapat diketahui secara pasti jumlahnya. ketentuan ini menghendaki agar piutang yang mempunyai kemungkinan tidak tertagih hendaknya dibuatkan penyisihan dalam jumlah yang layak. tetapi masih dicatat secara extra comptabel dan tetap diusahakan penagihannya. Besarnya penyisihan piutang usaha ditetapkan berdasarkan umurnya dengan ketentuan sebagai berikut : Diatas 6 bulan s/d 1 tahun Diatas 1 tahun s/d 2 tahun Diatas 2 tahun s/d 3 tahun Diatas 3 tahun : disisihkan 30 %. tetapi masih tercatat secara extra komptabel. khususnya untuk piutang usaha.

Penyisihan piutang tersebut dikecualikan bagi tagihan kepada seluruh instansi pemerintah.00. bahan bakar. e. Aktiva Tetap dan Penyusutan Aktiva tetap dicatat berdasarkan harga perolehan/harga belinya termasuk semua biaya yang dikeluarkan sampai aktiva tersebut siap digunakan. Penyusutan aktiva tetap dibagi menjadi golongan-golongan sebagai berikut : 15 . Metode pencatatan persediaan dikelompokkan sebagai berikut : a. Persediaan bahan instalasi didalam neraca dikelompokan sebagai aktiva lain-lain. Persediaan bahan instalasi berupa pipa. alat tulis kantor dan lain-lain.000. Barang-barang modal tersebut tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan usaha yang normal dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun dengan batasan jumlah diatas Rp50. f. meter air dan asesorisnya dicatat dengan menggunakan perpetual inventory method. dicatat dengan menggunakan Physical Inventory Method. g. Pengeluaran Barang Modal dan Biaya Yang dapat dikategorikan ke dalam pengertian barang modal/aktiva tetap adalah pengeluaran-pengeluaran untuk pembelian barang-barang berwujud dalam bentuk siap pakai atau dibangun terlebih dahulu untuk digunakan dalam operasi perusahaan. b. Aktiva tetap disusutkan dengan menggunakan metode saldo menurun. kecuali golongan bangunan dengan menggunakan metode garis lurus . Aktiva tetap yang dibangun sendiri dicatat sebesar nilai bahan/peralatan yang digunakan dan biaya pengerjaan serta biaya-biaya umum lainnya yang terkait dengan pembangunan aktiva tetap tersebut. sedangkan pemakaian persediaan dinilai dengan metode First in First out (FIFO). Persediaan bahan operasi berupa bahan kimia. Pencatatan dan Penilaian Persediaan Persediaan dinilai berdasarkan harga perolehan.

maka dapat dilakukan dengan taksiran wajar. harus dipisahkan dari kelompok utang jangka panjang dan disajikan sebagai kewajiban lancar. : 5% dari Nilai Perolehan. : 10% dari Nilai Buku.389.096. Penjelasan Pos-pos Neraca dan Laba Rugi 1.472. Semua kewajiban/hutang yang telah diketahui harus dicatat tanpa memperhatikan apakah jumlahnya sudah dapat ditentukan secara tepat atau tidak.30 Rp 4.232. G. 3 (masa manfaat 8 tahun s/d 16 tahun ) d.072.038. Jika kewajiban yang telah terjadi belum dapat ditentukan secara pasti. termasuk yang telah jatuh tempo akan tetapi belum dilunasi.198.92 190.096.42 Rp 190. 4 (masa manfaat lebih dari 20 tahun) e. Kas dan Bank Kas dan Bank Rp 990.676.762.598. : 25% dari Nilai Buku. Gol. Kediri Jumlah Rp Rp Rp Rp 24.a.038. Pengakuan Hutang/Kewajiban Hutang harus dinyatakan dengan lengkap agar tergambar seluruh kewajiban perusahaan yang terutang pada akhir tahun. 2 (masa manfaat 4 tahun s/d 8 tahun ) c.42 Rp 31 Desember 2003 16.589.00 28.553.62 4.Kediri Batara BTN Cab.957.539.016. Gol.5% dari Nilai Buku. h. Gol.190.28 140.82 Siklus di Bank Jatim Cab.52 Rp 870. Bagian dari utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun mendatang setelah tanggal neraca. Golongan Bangunan : 50% dari Nilai Buku.60 Rp 990.82 Saldo kas dan bank per 31 Desember 2004 dan 2003 adalah sebagai berikut: 31 Desember 2004 • • • • Kas Giro di Bank Jatim Cab.00 Rp 90.Kediri Rp 16 . 1 (masa manfaat tidak lebih dari 4 tahun) b.385. Aktiva Tetap dalam penyelesaian harus dilaporkan terpisah dari aktiva tetap yang beroperasi dan belum dapat disusutkan sampai aktiva tetap tersebut dinyatakan beroperasi komersial.250.782.557.072. Gol. : 12.472.

00 326.163.310.50 Rp 31Desember 2 003 656.445.364.00 85.00 400.997.00 58.608.207.00 13.000.00 Rp 35.415.Saldo uang di Bank telah sesuai dengan hasil Rekonsiliasi antara bukti Buku Perusahaan dengan Rekening Koran.526.557.00 498.163.744.00 97. 2.520.012.00 29.966.694.957.012.997.00 35.011.00 559.720.637.268.695.511.00 385.130.526.00 Rp 191.50 Rincian saldo piutang usaha per 31 Desember 2004 dan 2003.00 1.941.500.Air Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 498.787.177.616.140.977.00 259.843.650.00 23.744.375.000.977.591.00 Rp 5.000.00 dan Rp656. masing-masing terinci sebagai berikut : 31 Desember 2004 • • • • • • Piutang Rekening Air Piutang Rekening Non Air Piutang Rek.222.00 251.526.546.475.160. Piutang Usaha Piutang Usaha Rp 836.877.120.140. piutang rekening air per 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp498.041.738.50 1.00 66.Ragu-ragu Air Piutang RekRagu-ragu N.806.556.225.268.151.Rek Tak Tertagih N.00 7.00 7.516.589.860.00 Uraian Sosial Umum Sosial Khusus Rumah Tangga 1 Rumah Tangga 2 Niaga Kecil Niaga Besar Instansi Pemerintah Jumlah 17 .Rek Tak Tertagih Air Piut.50 Rp 1.041.00 33.957.00 174.606.064.194.718.00 29.150.300.520.810.50 Rp 836.00 21.765.681.950.130.00 Jumlah (Rp) 1.00 41.00 5.400.00 5.00 71.00 Rp 140.355.608.163.Air Piut.00 Rp 511.550.00 1.50 Berdasarkan jenis pelayanan dan umurnya.00 terdiri atas: Umur Piutang Tahun 2004 (Rp) 1-6 bulan 7 – 12 bulan 670.

00 594.00 18.00 Berdasarkan jenis pelayanan dan umurnya.00 291.115.00 29.00 75.00 Jumlah (Rp) 629.920.445.00 17.689.00 448.00 35.00 11.130.241.00 4.00 0.400.00 1.100.364.00 298.00 128.Uraian Sosial Umum Sosial Khusus Rumah Tangga Niaga Kecil Niaga Besar Instansi Pemerintah Hankam/AD Polri Jumlah Umur Piutang Tahun 2003 (Rp) 1-6 bulan 7 – 12 bulan 629.400.000.550.720.681.200.140.180.00 terdiri atas: Umur Piutang Tahun 2004 (Rp) 1-6 bulan 7 – 12 bulan 667.00 908.200.000.100.860.00 448.00 10.00 391.000.140.115.00 4.546.00 5.357.400.040.00 terdiri dari: 18 .450.00 0.00 0.000.00 2.000.350. piutang ragu-ragu air per 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp140.430.698.192.630.310.630. piutang non air per 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing adalah sebesar Rp5.812.00 0.00 41.00 98.590.280.900.700.177.252.357.040.570.00 5.290.650.979.800.980.566.00 7.00 128.250.00 4.00 dan Rp29.00 Jumlah (Rp) 24.100.425.00 dan Rp58.00 63.900.370.00 3.00 Jumlah (Rp) 667.100.445.00 316.189.557.00 13.00 4.760.681.140.00 41.979.755.700.00 Berdasarkan jenis pelayanan dan umurnya.00 Uraian Rekening Umum Instansi Pemerintah Jumlah Uraian Rekening Umum Pemda Kota Hankam Jumlah Umur Piutang Tahun 2003 (Rp) 1-6 bulan 7 – 12 bulan 11.000.410.00 62.100.513.00 0.566.00 9.097.350.000.450.977.00 656.448.00 56.422.784.00 316.765.014.

150.200.00 20.011.557.000.237.757.00 5.446.00 24. piutang tak tertagih air per 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp191.825.00 35.300.900.099.645.00 881.00 0.00 0.00 36.757.225.765.750.00 Berdasarkan jenis pelayanan dan umurnya.00 dengan uraian sebagai berikut: Jenis Sosial Umum Sosial Khusus Rumah Tangga ( RT 1) Tunggakan Rekening Air 2004 2002 0.00 19 .295. piutang ragu-ragu non air per 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp35.00 Piutang Ragu-ragu Air 2003 (Rp) 0.720.00 499.100.620.019.00 124.441.832.00 0.00 1.00 15.000.095.920.050.803.000.00 0.00 140.00 2001 dan sblm.00 35.640.00 0.00 33.00 dan Rp251.860.180.00 80.00 Piutang Ragu-ragu Non Air 2002 (Rp) 23.860.00 729.895.00 4.000.nya 1.387.650.150.995.834.00 terdiri dari: Jenis Rekening Umum Instansi Pemerinatah Jumlah Total Piutang Ragu-ragu Non Air 2003 (Rp) 0.820.386.415.00 15.386.Jenis Sosial Umum Sosial Khusus Rumah Tangga ( A ) Rumah Tangga ( B ) Niaga Kecil Niaga Besar Jumlah Langganan Umum (1) Instansi Pemerintah Kota Kabupaten Jumlah Langganan Pemda (2) Hankam Polri Jumlah Langganan Hankam (3) Jumlah Total (A) = (1+2+3) Piutang Ragu-ragu Air Tahun 2004 (Rp) 42.019.806.00 58.00 23.00 104.900.00 Berdasarkan jenis pelayanan dan umurnya.00 dan Rp23.400.650.00 108.380.00 0.00 199.334.665.00 0.562.009.00 11.00 Jumlah (Rp) 1.670.760.00 35.00 1.546.000.650.788.00 0.773.00 657.00 104.00 0.00 4.715.00 23.

00 39.067.842.00 156.00 406.475.nya 1.00 3.997.910.00 2000 dan sblm.415.042.200.50 105.00 48.00 676.380.870.00 43.300.00 1.290.701.050.00 209.300.000.00 145.50 dan Rp21.00 162.00 18.00 776.228.534.852.701.253.00 217.300.105.350.739.545.810.305.00 25.00 390.534.00 191.00 251.560.00 34.50 Jumlah (Rp) 511.600.890.00 65.402.00 0.132.200.720.745.00 452.141.049.997.105.191.580.00 34.564.00 406.276.024.50 Jenis Instansi Pemerintah Jumlah Total 20 .121.075.104.00 14.680.377.50 511.00 3.00 0.381.420.120.000.00 B e r Sosial Umum Sosial Khusus Jenis Tunggakan Rekening Air 2003 2001 19.200.183.411.670.00 d RT IIA a Niaga Kecil s Niaga Besar a r Kodya k Kabupaten n j Hankam Polri Jumlah Langganan Hankam (3) Jumlah Total = (1+2+3) Jumlah Langganan Umum (1) Instansi Pemerintah a Jumlah Langganan Pemda (2) enis pelayanan dan umurnya.616.950.00 81.233.997.00 190.630.997.997.411.504.00 30.00 34.00 3.00 9.00 157.906.00 3.00 676.525.00 39.653. piutang tak tertagih non air per 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp511.225.597.675.620.00 43.00 1.00 2.550.806.020.00 33.00 165.00 34.115.385.50 yang terdiri dari: Tunggakan Rekening Tak Tertagih Non Air Tahun 2004 (Rp) 2002 2001 105.00 Jumlah 1.00 30.00 0.357.714.00 31.042.737.Rumah Tangga ( RT 2) Niaga Kecil Niaga Besar Jumlah Langganan Umum (1) Instansi Pemerintah Jumlah langganan IP (2) Jumlah total (1+2) 83.600.00 4.225.024.011.160.380.875.997.00 1.810.310.200.121.824.150.00 41.00 1.504.00 119.00 178.842.

00 50% 75% 100% 16.096.272.000.00 120.981.997.430.439.266.743.290.533.00 61.00 75% 100% 3.00 Uraian Jumlah Langganan Umum Penyisihan Penyisihan Penyisihan Piutang Rekening Air Tahun 2004 Piutang Air (Umur Piutang) (Rp) 6-12 Bln 1-2 th 2-3 th Lebih dr 3 th 83.663.00 Rp 36.743.500.50 Jumlah (Rp) 20.580.715.663.50 Rp 269.225.00 22.00 20.500.00 178.200.00 0.902.50 657.00 30% 50% 24.00 0.123.00 0.50 60.930.997.995.070.500.00 39.00 33.000.00 278.535.646.00 61.50 Rp 269.253.00 30% 8.700.50 Uraian Jumlah Langganan Umum Penyisihan Penyisihan Penyisihan Piutang Rekening Air Tahun 2003 Piutang Air (Umur Piutang) (Rp) 6-12 Bln 1-2 th 2-3 th Lebih dr 3 th 27.503.160.00 189.00 105.663.200.287.336.997.00 Jumlah Total (Rp) 278.649.123.00 278.00 21 .967.881.800.382.197.997.270.717.104. Penyisihan Piutang Usaha Penyisihan Piutang usaha Rp 278.855.50 Rp 232.50 3.00 232.930.667.902.485.00 Jumlah tersebut merupakan saldo per 31 Desember 2004 dan untuk tahun 2003 terdiri dari: • • Penyisihan piutang air Penyisihan piutang non air Jumlah Rp Rp Rp 31 Desember 2004 31 Desember 2003 278.00 322.00 322.675.500.800.857.00 20.Jenis Rekening Umum Pemda Kota Pemda Kabupaten Hankam Jumlah Total Tunggakan Rekening Tak Tertagih Non Air Tahun 2003 (Rp) 2001 2000 552.00 4.663.00 Jumlah Total (Rp) 398.670.00 189.00 127.104.50 29.675.689.50 178.50 21.717.902.580.286.380.902.025.

194.00 Jumlah tersebut merupakan saldo piutang lain-lain per 31 Desember 2004 dan 2003 yang terdiri dari: 31 Desember 2004 • • Pinjaman Pegawai Rupa-rupa Piut.189.200. Piutang Lain-lain Piutang Lain-lain Rp 25.805.00 30% 50% 3.000.000.00 Rp 11.00 75% 100% 414.000.00 merupakan pinjaman Modal Kerja kepada Koperasi Karyawan PDAM Kota Kediri dan pinjaman kepada PDAM Kabupaten Kediri sebesar Rp.956.00 30% 0.00 552.825.755.875.000. Lainnya Jumlah Rp Rp Rp 31 Desember 2003 1.200.200.00 Rp 24.00 23.096.194.825.00 20.00 0.800.00 100% 0.200.664.00 11. 14.00 22 .875.650.00 4.00 Rp 2004 terdiri dari Rupa-rupa Piutang lainnya per 31 Desember Rp10.755.00 Uraian Jumlah Langganan Umum Penyisihan Penyisihan Penyisihan Piutang Rekening Non Air Tahun 2003 Piutang Air (Umur Piutang) (Rp) 6-12 Bln 1-2 th 2-3 th Lebih dr 3 th 13.200.00 11.00 Jumlah Total (Rp) 57.950.00 0.350.000.600.200.00 0.194.00 0.00 75% 0.096.00 20.075.00 Jumlah Total (Rp) 0.430.075.00 Rp 25.00 10.194.00 50% 0.00 36.912.380.Uraian Jumlah Langganan Umum Penyisihan Penyisihan Penyisihan Piutang Rekening Non Air Tahun 2004 Piutang Air (Umur Piutang) (Rp) 6-12 Bln 1-2 th 2-3 th Lebih dr 3 th 0.00 sebesar 1.950.

049.00 2.00 Rp 7.58 Jumlah tersebut merupakan nilai buku aktiva tetap per 31 Desember 2004 dan 2003 dihitung sebagai berikut : 23 .00 Rp 50.786.000.00 Rp 6.625.746.432.049.737.816.473.010.360. Persediaan Bahan Operasi PersediaanBahan Operasi Rp 25.90 Rp8.00 Rp164.00 Jumlah tersebut merupakan persediaan Bahan Operasi per 31 Desember 2004 dan 2003 dengan rincian sebagai berikut : 31 Desember 2004 • • • Persediaan bahan operasi Persediaan Lain-lain Jumah Rp Rp Rp Persediaan bahan operasi lainnya Rp 31 Desember 2003 3.500.746.00 22.049.010.150.00 Rp 25.00 7.816.00 Rp 16.585.175.598. Aktiva Tetap Aktiva Tetap Rp 6.68 Rp 164.264.712.816. Pembayaran dimuka kepada Pemerintah Daerah per 31 Desember 2003 sebesar Rp164.816.000.352.700.000.062.5.049.473.825.000.825.193.00 Rp 22.68 7.000.000.500.68 merupakan pembayaran dimuka kepada Pemda Kota Kediri atas pembagian laba PDAM yaitu: • • • • Tahun 1997 Tahun 1998 Tahun 1999 Tahun 2000 Rp 24.816.049.00 Rp 50.00 11.085.68 Rp 40.68 Jumlah tersebut merupakan saldo per 31 Desember 2003 dan 2002. Pembayaran Dimuka Pemda Pembayaran Dimuka Pemda Rp 164.

00) Saldo Per 31-12-2004 (Rp) 82.410.90 0.097.634.315.178.13) (761.806.631.62 0.556.414.786.000.000.00 815.88 Akumulasi Penyusutan Tanah Instalasi Sumber Instalasi Perpompaan Instalasi Pengolahan Air Instalasi Trans.467.026.230.92 784.50 153.00) 107.525.432.997.01 120.00 4.680.02 8.349.88 0.969.875.762.00 147.00 2.662.154.15 39.00 61.321.371.369.00 139.201.775.395.369.38 5.193.635.790.68 0.330.034.87 1.98 6.00) 0.321.567.714.68 226.58 0.58 Mutasi Aktiva Tetap Tahun 2004 Uraian Harga Perolehan : Tanah & Hak Atas Tanah Instalasi Sumber Instalasi Perpompaan Instalasi Pengolahan Air Instalasi Trans.494.69 166.134.00 146.20 2.90 31 Desember 2003 Rp14.572.00 762.145.421.800.115.129.88 127.410.762.05) 577.952.20 2.249.89 (45. & Distib Bangunan / Gedung Peralatan & Perlengkapan Kendaraan & Angkutan Inventaris Kantor Saldo Per 31-12-2003 (Rp) 82.154.786.317.132.887.30 621.577.90 Jumlah 6.400.288.421.193.77 81.69 19.298.924.00 (25.00 122.514.635.690.00 9.50 6.264.277.221.795.00 169.85 30.364.687.233.30) Rp 8.786.737. & Distib Bangunan Peralatan & Perlengkapan Kendaraan & Angkutan Inventaris Kantor Nilai Buku (900.335.39 126.277.728.178.057.488.97 6.494.000.30 24 .034.050.122.631.000.88 (Rp 6.228.726.795.• • Harga Perolehan Akumulasi Penyusutan Jumlah 31 Desember 2004 Rp 13.396.88 (Rp 6.352.00 (371.00 2.154.00 Mutasi Tambah (Kurang) (Rp) 0.383.904.672.799.38 (163.185.315.470.00 Jumlah 14.687.100.057.799.00 148.524.432.835.032.00 0.762.990.98) Rp 6.72) 0.540.409.242.00 0.00 817.647.393.400.395.44 (7.597.737.190.145.751.30 8.000.821.599.00 8.264.00 4.220.754.467.728.480.654.136.12 218.00) 13.352.

982.00 0.50) (13.921.178.835.000.68 226.000.30 8.090.277.609.071.970.026.129.517.50) (13.806.00) Per 31-12-2003 (Rp) 82.00 73.00 171.330.00 3.00 358.57 6.500.245.751.264.382.193.838.706.800.Mutasi Aktiva Tetap Tahun 2003 Per 31-12-2002 (Rp) 82.556.953.215.689.904.00 0.00 Uraian Harga Perolehan : Tanah & Hak Atas Tanah Instalasi Sumber Instalasi Perpompaan Instalasi Pengolahan Air Instalasi Trans.865.751.248.594.23 129.578.00 (3.02 6.997.250.410.406.654.323.95 (530.250.00 1.349.00 0.00 65.773.35 25 .68 226.396.647.848.38 0.380.300.786.000.277.364.06 9.800.365.00 741.097.185.811.00 7.488.00 4.887.687.00 815.95 111.762.500.88 127.890.597.264.222.913.00 147.00) (23.913.364.88 0.391.00 60.00 8.317.134.963.00 1.00 2.01 120.751.404.071.03 2.382.00 146. & Distib Bangunan Peralatan & Perlengkapan Kendaraan & Angkutan Inventaris Kantor Nilai Buku Jumlah 11.667.55) 806.306.744.00 626.786.706.395.403.800.50 160.761.191.525.230.100.132.00 148.175.00 0.747.616.00 Mutasi Tambah (Kurang) (Rp) 0.032.00 968.306.50 14.800.494.774.49 0.456.207.20 2.057.321.970.92 784.760.000.787.50 159.233.962.097.58 Jumlah 5.90 30.85 30. & Distib Bangunan / Gedung Peralatan & Perlengkapan Kendaraan & Angkutan Inventaris Kantor Akumulasi Penyusutan Tanah Instalasi Sumber Instalasi Perpompaan Instalasi Pengolahan Air Instalasi Trans.95 0.352.37) (18.13 0.62 0.69 655.25 145.387.178.050.20 1.409.875.

444. Penurunan aktiva tetap dan sumber dananya pada Tahun 2004 sebesar Rp900.270.137.00 53. 5.970.003-0001.000.00 Rp 0.00) 220.00 (enam belas milyar dua ratus sembilan puluh tiga juta tiga ratus enam puluh ribu rupiah).400.00 0. Berdasarkan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) Tahun 2005 yang dikeluarkan Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Kediri dengan SPPT (NOP) Nomor 35.300.20 No.075.00 0. Penghapusan Kendaraan Penghapusan Inventaris Kantor Jumlah Rp Rp Rp (Rp (Rp (Rp (Rp (Rp (Rp (Rp 31 Desember 2003 179.20 merupakan aset tanah yang dibeli sejak pendirian PDAM Kota Kediri.071.Aktiva tanah senilai Rp82. Sertifikat B 1721517 AN 426098 AK 25472 AQ 519385 AQ 518945 Aktiva Tanah dan Hak Atas Tanah seluas 35.700.178.773.115.625.877.540.00 0.20 dengan rincian sebagai berikut: No.393.665.970.00) Rp 2.999.00) Rp 7.800.799.285.50 Penambahan akumulasi penyusutan Tahun 2004 sebesar Rp577.500.000.178.293.220.300.962.020.115 126 130 410 238 Tahun Pembelian 1994 1994 1998 2000 Harga Perolehan (Rp) 913.667. 4.00 19.95 terdiri dari: 26 .00) 900. 3.944.775. harga tanah sebesar Rp464.315.000.528.00) (Rp 63.452.50 terdiri atas: 31 Desember 2004 • • • • • • • • • PDAM Kota Kediri Bantuan Pemda Kota Kediri Bantuan Pemerintah Pusat Penghapusan Instalasi Perpompaan Penghapusan Instalasi Sumber Air Penghapusan Bangunan dan Gedung Penghapusan Peralatan & Perlengk.543.20 8.500.00) (Rp 2.962. 1.360.00 dan penambahan aktiva tetap dan sumber dananya pada Tahun 2003 sebesar Rp2.393.00 Rp 1.100.00 per m2 atau seluruhnya sebesar Rp16.517.115 m2 dengan harga perolehan Rp913.00) (Rp 23.838. Lokasi Tanah Desa Banjaran Desa Campurejo Desa Campurejo Desa Ngampel Desa Ngronggo Jumlah Luas (m2) 35.534.71.877.787.000.00 82.68 dan Tahun 2003 sebesar Rp806.220.221.00 3.00 0. 2.00 Rp 61.00) Rp 27.277.667.012.0 tanggal 1 Januari 2005.000.277.773.00) Rp 5.00 2.50) 13.550.000.

050.266.35 31 Desember 2003 Rp.35 Rp 242.000.787.785.799. Rp Rp Rp 146.850. 27 .311.069.00 Rp 15.758.049. 8.867.319.370.867.786.149.00 Persediaan Bahan Instalasi per 31 Desember 2004 sebesar Rp 319.370. Sambungan Baru yang Belum Diterima Sambungan Baru yang Belum Diterima Rp 0.00.524.370.391.00 9.443.821.067.31 Desember 2004 31 Desember 2003 • • • Biaya Peny Sumber dan Pompa Biaya Peny Tranmisi & Distribusi Biaya Peny Umum & Administrasi Jumlah (Rp 160.568.000.35 Rp 38.523.00 terdiri dari: 31 Desember 2004 • • • Persediaan Pipa Persediaan Water Meter Persediaan Accessories Jumlah Rp 165.420.00 5.540.690.993.06 22.00 80.050.443.032.38 (Rp 24.36 626.828.35 dan tahun 2003 sebesar Rp242. Bahan Instalasi Bahan Instalasi Rp 319.500.47) 806.95 Mutasi akumulasi penyusutan aktiva tetap Sumber Air dan Perpompaan serta akumulasi penyusutan aktiva tetap Administrasi dan Umum minus dikarenakan adanya reklasifikasi dan penghapusan aktiva tetap.154.00 242.00 Sambungan baru yang belum diterima per 31 Desember 2004 dan 2003 sebesar Rp0.867.00 Rp 115.420.00 dan Rp15.36) Rp 577.800.443.68 Rp Rp (Rp Rp 203.843.00 Rp 319.221.420.34) Rp 762.

787.432.51 Aktiva dalam penyelesaian Tahun 2004 sebesar Rp433.462.00 Rp 433.00 Rp 0.00 Rp Jumlah tersebut merupakan biaya-biaya yang belum dibayar per 31 Desember 2004 dan 2003 dengan rincian sebagai berikut : 28 .996 m’ Jumlah 12.557.557.00 0. Jumlah 11.918.700.00 Rp 92.00 merupakan bantuan dari proyek P2SP Direktorat Jenderal Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan Departemen Kimpraswil yaitu pemasangan pipa PVC.00 Rp Rp Rp Rp 31 Desember 2003 0.938.000.990 m’ Pemasangan Pipa .436.300.835.00 Rp 64.00 Rp 25.99) 25. Aktiva yang tidak dipergunakan Aktiva yang tidak dipergunakan Rp 0. Pemasangan pipa PVC telah selesai dan telah diserahterimakan pengelolaan sementara kepada PDAM Kota Kediri dengan BAST Nomor: 54/BAST/P3SP/2004 tanggal 19 Agustus 2004.803. Biaya yang Belum Dibayar Biaya yang belum dibayar Rp 50.00 Rp 0.000. Aktiva Dalam Penyelesaian Aktiva Dalam Penyelesaian Rp 433. Nilai proyek tersebut sebesar Rp433.432.600.554.557.00 dengan rincian sebagai berikut: 31 Desember 2004 • • • Pengadaan Pipa PVC Pemasangan Pipa .300.557.300.00 0.00 Rp 0.00 Rp 3.371. sehingga perlu dikeluarkan dari daftar aktiva produktif menjadi aktiva lain-lain dengan rincian sebagai berikut: 31 Desember 2004 • • Aktiva yang tdk dipergunakan Akumulasi Penyusutan.00 241.00 Rp 98.10.00 Rp Rp Rp 31 Desember 2003 0.300.51 Aktiva yang tidak dipergunakan merupakan hasil reklasifikasi dari aktiva tetap yang sudah tidak dapat dipergunakan lagi oleh perusahaan.50 (64.00 0.

21 Rp 248.175.901.107.62 294. 50.332.20 Jumlah ini merupakan saldo utang jangka panjang yang akan jatuh tempo per 31 Desember 2004 dan 2003 dengan rincian sebagai berikut : 31 Desember 2004 • • • • • • • Hutang Jk.00 Rp 0. Rp 31 Desember 2003 0.00 Jumlah tersebut merupakan saldo hutang pajak per 31 Desember 2004 dan 2003 dengan rincian sebagai berikut: 31 Desember 2004 • • Utang PPh Utang Retribusi Ijin SIPA Jumlah Rp Rp. 27.554.588.901.015.385.223.25 179.00 Rp.000.00 Rp 13.00 Rp.00 248.000. 2002 Hutang bunga pinjaman 2003 Hutang denda pinjaman 2003 Hutang Jk Panjang j.00 379.384.554.00 50. Rp Rp Rp Rp Rp Rp 31 Desember 2003 248.605.666.842.000.000.00 0.00 Rp 14 Bagian Hutang Jangka Panjang yang akan Jatuh Tempo Bagian Hutang JK Panj.62 497.t. Rp 31 Desember 2003 7. Rekening Listrik Rumdin Dirtek Jumlah Rp Rp Rp Rp.31 Desember 2004 • • • • Biaya Pegawai Sumber Air Biaya Pegawai Trans.000.901.842.332.050.000.00 3.21 248.980.00 0.107.366.dan Dist.Keu Hutang bunga pinjaman s.00 1.00 13.00 7.050.000.209. yg Jatuh Tempo Rp 3.00 Rp 29 .864.666.588. Biaya Pegawai Umum dan Adm.00 Rp 13. 2002 Hutang denda pinjaman s.126.Panj.000.850.00 Rp 1.00 Rp 0.050.d.00 Rp 7.444.00 Rp 711.000.00 711.864.666.50 Rp 203.000.025.25 Rp 179.655.62 Rp 294.20 Rp 2.50 203.366. Hutang Pajak Hutang Pajak Rp 13.62 Rp 497.042.175. 2003 Tunggakan Pinjaman Dep.980.787.126.803.akan jt. 2004 Rp.d.655.000.666.042.000.

00 0.900. Rp.00 126.00 Rp 0.955.000.00 0. 18.00 Rp 134.775.025.989.000.809. 1.00 Rp.000.257.500.788.00 18.00 47.987.00 Rp 71.963.809.00 149.• • • Hutang bunga pinjaman 2004 Hutang denda pinjaman 2004 Hutang Jk Panjang J. 15.135.00 Hutang jangka panjang jatuh tempo sebesar Rp248.025.00 Rp.775.237.775. Pinjaman Departemen Keuangan Pinjaman Departemen Keuangan Rp.327. 2005 Rp.974.00 Jumlah ini merupakan saldo yang masih harus dibayar per 31 Desember 2004 dan 2003 dengan rincian sebagai berikut : 31 Desember 2004 Rekanan Pinjaman pihak ke tiga Biaya Lembur • • • Penerangan Jalan (Okt – Des’04) Retribusi ABT Des’04 Retribusi ABT Okt-Des 2002 Jumlah 16. 248.00 Rp.00 Rp Jumlah tersebut merupakan saldo per 31 Desember 2004 dan 2003 dengan rincian sebagai berikut: 30 .00 merupakan pinjaman jangka panjang kepada Pemerintah Pusat yang dananya bersumber dari Bank Dunia melalui pembiayaan P3KT East Java Bali Urban Development Project dengan Nomor Perjanjian RDA.690.500.750.00 Rp.00 87.5-129/DP3/1993 tanggal 3 Agustus 1993 yang jatuh tempo tiap tanggal 3 Februari dan 3 Agustus.00 Rp 149. 280.P. 0.280.666. Rp.00 0.38 Rp Rp Rp Rp. Rp.38 Rp 2.666.280.993. 295.00 Rp 4. Kewajiban Jangka Pendek Lainnya Kewajiban Jangka Pendek Lainnya Rp 71.207.00 Rp 0.640.00 0.257.690. Rp Rp 31 Desember 2003 4.500.T.135.

000.088.00 8.00 Rp.00 497.078.326.135.475.000. yg dikapitalisir Jumlah pinjaman Telah dibayar Sisa pinjaman Pinjaman jt.000.000.078.00 Rp 103.078.475.panjang 2004 Rp Rp Rp (Rp Rp (Rp Rp.666.425.067.00) 2.24 497.000.00 248. 2002 Hutang jk.864.475.000.735. Perincian Uang Tanggungan adalah sebagai berikut: 31 Desember 2004 • • • • S.475.334.24 3.2003 Pinjaman jt.658.078.017.666.666.31 Desember 2004 • • • • • • • • • • • Pokok Pinjaman Biaya adm.000.232.017. s.332.62) 248.993.d.00 Rp 3.00 1.017.327.662.00 0.62) 248.24) 3.989.658.475. 31 .panjang 2002 Pinjaman jt.00 Rp 0.00 248.000.334.d.017.567.017.232. (Rp (Rp.00 Jumlah tersebut merupakan uang tanggungan (jaminan) yang diterima dari pelanggan per 31 Desember 2004 dan 2003 berdasarkan tahun penerimaan. (Rp.135. (Rp (Rp. Jaminan Langganan Jaminan Langganan Rp 106.000.00 103.00 497.475.000.38 17.00 1.700. Rp 2.332.38 31 Desember 2003 Rp Rp Rp (Rp Rp (Rp Rp.778. 2004 Pinjaman JT 2005 Hutang Jk.00 Rp 103.992.00) 1.d.662.000.00) 0.00 0. 106.326.992. Rp 2.864.567.735.990. Rp.425.00) 248.00 Rp. Tahun 2003 Uang Jaminan 2004 Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp 31 Desember 2003 94.666.000.017.778.067.237. Tahun 2003 Uang Jaminan 2003 S.000.729.00) 2.729.00 2.24) 3.24 497.666.24 3.475.00 103.

818.000.152. 19.152.422.830. Cadangan Dana Cadangan Dana Rp 10.000.443.443.006.04 Rp 10.04 Jumlah ini merupakan saldo Cadangan Dana per 31 Desember 2004 dan 2003 yang dibentuk dari pembagian laba PDAM Kota Kediri untuk Dana Sosial dan Dana Pendidikan.966. Selain itu terdapat pemindahan Penyertaan Pemerintah Pusat ke Kekayaan Pemda karena adanya hibah dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Kota Kediri sebagai penyertaan modal Pemerintah Kota Kediri ke PDAM.83 36. Kekayaan Pemerintah Daerah Kekayaan Pemda Rp.6.000.276.03 25.86 Jumlah modal dasar dari hasil pembagian laba untuk Pemda yang diserahkan kembali kepada PDAM Kota Kediri serta Modal Bantuan dari Pemda per 31 Desember 2000 dan 1999.00 Rp 15.00 Jumlah ini merupakan saldo per 31 Desember 2003 atas pemasangan baru yang dibayar oleh pelanggan dengan cara mengangsur berdasarkan tanggal jatuh tempo.715.00 31 Desember 2003 32 .00 15.830.000. 20.913.133.133.966.00 Rp 88.000.83 Rp 36.300.050.422. Sambungan Baru yang akan Ditagihkan Sambungan Baru yg akan Ditagihkan Rp 0.03 Rp 25.2 Tahun 2003 Pemindahan dari Cad.715.000.000.300.000.006. 31 Desember 2004 • • • • • • Modal Dasar berdasarkan Perda No.00 Rp Rp Rp Rp 10.000.00 Rp 10.000.18.276.86 Rp 6.00 Rp 19. Umum Pembagian Laba 1980-1991 Bantuan Pemda 1993-1997 Pembangunan Gudang dengan Dana Cadangan Tujuan Bantuan Pemda 1998 Rp Rp 19.913.00 88.00 Rp 15.000.818.

528.• • • • Bantuan Pemda 1999 Bantuan Pemda 2000 Penambahan 2002 Bantuan Pemda Tahun 2003 Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp 50. sumur-sumur.557. instalasi sumber.300.563.00 Jumlah tersebut merupakan saldo per 31 Desember 2004 dan 2003.992.00 6.00 Rp 922.000.000.000. Pemerintah Yg Blm Dit.300. 0.86 Rp 50.974. Penyertaan Pemerintah Yang Belum Ditentukan Statusnya Peny. Tambahan Modal Pemerintah Pusat Tambahan Modal Pemerintah Pusat Rp.000. Pemasangan pipa PVC 33 .057.300.00 Rp.276.300.00 50. 0.00 Rp.276.057.000.422.00 adalah berasal dari: • • Dana pendamping Proyek Program Penyehatan PDAM Tahun 2003 dari Pemerintah Kota Kediri sebesar Rp250.818.818. Penyertaan Pemerintah Pusat Penyertaan Pemerintah Pusat Rp 2. instalasi transmisi dan distribusi dan meter air terpasang berdasarkan Berita Acara Nomor 194/BA/P3SP/2003 tanggal 3 November 2003 tentang Serah Terima Pengelolaan Sementara Proyek Pengembangan Prasarana dan Sarana Permukiman Propinsi Jawa Timur.000.00.000. Bantuan pemasangan pipa PVC dari proyek P2SP Direktorat Jenderal Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan Departemen Kimpraswil.557. 2.00 Rp 50.974.422.000.00 922.100.86 21.00 Rp.360830. peralatan pompa.000. 23.00 5.00 Penyertaan Pemerintah yang belum ditentukan statusnya per 31 Desember 2004 sebesar Rp683.000. 683. Statusnya Rp.382. 0.992. 22.00 Rp 5.382.00 Rp 6.300.00 Penyertaan Modal Pemerintah Pusat per 31 Desember 2004 dan 2003 merupakan hasil pelaksanaan pekerjaan berupa bangunan.

d. Nilai proyek tersebut sebesar Rp433.643.00 Jumlah tersebut merupakan pendapatan usaha Tahun 2004 dan 2003.980. 867. 27. 95. 28. Pendapatan Usaha Pendapatan Usaha Rp 4.196. Laba/Rugi Tahun Berjalan Laba/Rugi Tahun Berjalan (Rp.45 Rp. 24.97) Jumlah tersebut merupakan saldo Rugi per 31 Desember 2004 dan 2003.37) (Rp.742.300. Laba yang belum dibagikan Laba/Rugi Tahun Lalu (Rp.545.650. 95. 59.00. 4.897. 1994 sebesar 20% 25.99 Jumlah tersebut merupakan saldo Cadangan Tujuan per 31 Desember 2002 dan 2001 yang dibentuk dari Pembagian laba Tahun 1984 s.322.d. Cadangan Umum CadanganUmum Rp.399.333.545.307.45 Jumlah tersebut merupakan saldo Cadangan Umum per 31 Desember 2002 dan 2001 yang dibentuk dari Pembagian laba Tahun 1984 s.776.250. 26.99 Rp.557.436.86) Jumlah tersebut merupakan saldo Laba (Rugi) yang belum dibagikan per 31 Desember 2004 dan 2003.676.271.399. 1994 sebesar 30% setelah dikurangi Cadangan Tujuan sebesar 20%. 3.telah selesai dan telah diserahterimakan pengelolaan sementara kepada PDAM Kota Kediri dengan BAST Nomor: 54/BAST/P3SP/2004 tanggal 19 Agustus 2004.20) (Rp.593.00 Rp 2. 59.742.738.428.041. 1.078. terdiri atas : 34 . Cadangan Tujuan Cadangan Tujuan Rp.650.

00 Rp 200.672.200.132.00 Rp 271.740.masing sebesar Rp.935.00 Rp 270.637.760.00 343.591.000.00 Rp 266.00 Rp 4.680.434.452.079.182.00 30.140.000.939.00dan Rp.850.000.349.00 Rp 28.550.00 sebesar 4.672.00 9.000.046.079.00 Rp 2.129.00 dan Rp.185.00 terdiri atas : 31 Desember 2004 • • • • • Pendapatan Samb.905.407.665.00 Rp 4.00 Rp 4.31 Desember 2004 • • Pendapatan Air Pendapatan Non Air Jumlah Pendapatan air Tahun 2004 Rp Rp Rp dan 31 Desember 2003 2.225.844. 343.00 Rp 2.859.251.296.783.205.00 193.500.290.162.216.518.200.00 Rp 2003.132.344.724.428.00 Rp 5.00 Rp 447.473.00 Rp 27.00 Rp Jumlah Rp 4.980.185. 31 Desember 2003 210.880.536.00 32.939.939.079.200.251.00 211.00 Rp 133.00 93.152.00 1.436.349.00 Rp 3.00 Rp 200.050.457.844.00 Rp.335.00 343.844.000.00 2.098.Instalasi baru Rp Pendapatan Samb kembali Pendapatan denda Pendapatan Non air lainnya Jumlah Rp Rp Rp Rp 119.225.939.225. 2.225.000.000.00 4.00 527.251.349.637.525. 4.830.333.672.00 Instansi Pemerintah dan Hankam Rp 602.772.00 terdiri atas: 31 Desember 2004 • • • Harga Air Jasa Administrasi Sewa Meter Jumlah Rp Rp Rp Rp 31 Desember 2003 2.541.069.000.00 209.079.672.400.520. 200.00 Rp Berdasarkan jenis pelanggannya pendapatan air tersebut diatas dapat dikelompokkan sebagai berikut: 31 Desember 2004 31 Desember 2003 • • • • • • • Sosial Umum Sosial Khusus Rumah Tangga ( A ) Rumah Tangga ( B ) Niaga Kecil Niaga Besar Rp Rp Rp Rp Rp Rp 7.637.251.897.860.637.200.00 13.00 2.704.132.400.00 3.00 Pendapatan Non Air Tahun 2004 dan 2003 masing .185.185. masing masing Rp.870.969.00 88.00 Rp 44.132.298.500.647.000.00 Pendapatan Pemeriksaan Instalasi Rp 35 .

903.262.29. Rp.953.436.54 Rp 1.148.00 Rp.835.835.668. 2003 masing masing Rp1.148. terdiri atas : 31 Desember 2004 • • Biaya Sumber/Perpompaan Biaya Transmisi & Distribusi Jumlah Rp.307.400.846. 1.540.721.414.554.masing sebesar Rp35.763.700.00 Rp 76.813.00 dan Rp1.58 Rp 2.390.36 sebesar 1. 66.763.00 6.533.961.867.000.687.36 1.835.148. dan 31 Desember 2003 1.54 Rp.721.390.202.00 Rp Biaya Pemeliharaan Tahun 2004 dan 2003 masing .414.54 Rp.533.000.763.803.903.562.721.00 1.791.148.00 208.890.202.256.803.687.400.00 952.12 Rp 2.385.922.42 Biaya Sumber/Perpompaan Tahun 2004 dan 2003 sebesar Rp1.587.42 Jumlah tersebut merupakan biaya langsung usaha Tahun 2004 dan 2003.54 dan Rp1.000.192.660.439.148.125.259.256.307.00 Rp 35.604.148.587. 2.450.385.256.00 8.218.00 Rp 957.000.533.628.385.00 Rp 351.00 15.229.580.105.00 Rp 1.827.229.36 1.00 4.00 Rp 8.00 21.436.229.660.155.347.00 dan Rp21.890.36 terdiri atas: 31 Desember 2004 • • • • Biaya Operasional Biaya Pemeliharaan Biaya Air Baku Biaya Penyusutan Jumlah Biaya Operasional Tahun 2004 Rp Rp Rp Rp Rp. Rp 31 Desember 2003 893.604.687.846.06 1.12 Rp. Biaya Langsung Usaha Biaya Langsung Usaha Rp 2.000.803.00 238.00 terdiri atas: 36 .00 terdiri atas: 31 Desember 2004 • • • • • Biaya Pegawai Biaya Bahan Bakar Biaya Listrik Biaya Bahan Pembantu Biaya Operasi lain Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp Rp 31 Desember 2003 168.487.00 Rp 15.400.414.

masing Rp76.798.00 3.428. 6.00 Rp.00 13.643.867.00 29.439.603.827.420.603. Pembng Tenaga listrik Biaya pemeliharaan Alat Biaya Pemeliharaan Lainnya Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp Rp 31 Desember 2003 975.00 dan Rp6.786. 20.759.00 terdiri atas: 31 Desember 2004 • • • • Biaya Pegawai Biaya Bahan Perlengkapan Biaya Pipa Persil Biaya Rupa-rupa Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp 31 Desember 2003 173.460. 37 .660.202.776.250.853.125.000.00 16.798.00 6.922.534.262.382. 18.391.54 dan Rp238.320. 759.36.311.58 Rp 1.195.783.382.777.250.31 Desember 2004 • • • • • Biaya Pemlhr.500.644.58 Rp Biaya Operasional Transmisi dan Distribusi untuk Tahun 2004 dan 2003 masing masing sebesar Rp329.00 626. 255.00.00 Rp.000.232.300.619.070.000.660.000.382.953.500.207.500.00 399.623. Biaya Transmisi dan Distribusi Tahun 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp1.500.195.521. Pml.000.00 Rp.00 Rp.699. 329.00 15.00 1. Biaya Air Baku Tahun 2004 dan 2003 masing .436.903. Biaya Penyusutan Sumber dan Perpompaan Tahun 2004 dan 2003 masing-masing Rp351.00 Rp.798.00 21.125.00 Rp 35.961. 6.603.00 Rp.105.218.390.00 Rp. 1.00 Rp.439.06 329.00 dan Rp250.06 terdiri atas: 31 Desember 2004 • • • Biaya Operasional Biaya Pemeliharaan Biaya Penyusutan Jumlah Rp Rp Rp Rp 31 Desember 2003 250.131.00 Rp.195.00 Rp.700.00 Rp.218.202. Bangunan Biaya Pemelihar.867.198. 36.00 72.58 dan Rp893.06 893.229.00 243.00 Rp.755.00 250. Sumur B.806. 30. 67.

00 Biaya penyusutan Transmisi dan Distribusi Tahun 2004 dan 2003 masing-masing adalah sebesar Rp759.000. 16.00 Rp 200.589.998.189.287.980. 31.867.00 6.930.695.00 0.556.623.133. Bunga Pinjaman & Denda Biaya pemeliharaan Biaya Penyisihan Piutang Rupa-rupa Biaya Umum Biaya Penyusutan Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 31 Desember 2004 771.996.00 Rp.941.50 387.23 31 Desember 2003 Rp 561.582.00 Rp 13.997.00 Rp 498.996.190.00 Rp 65.739.532.00 Rp 64.897.556.250.376. 100.00 31 Desember 2004 • • • • • B. 591.58 dan Rp626.643.376.777. Penelitian & Pengembang.544.71 Rp 58.Peml Pipa Trans&Dist Biaya Pemel Pipa Dinas Biaya Pemel Inst.00 Rp 74.162.941.131.00 dan Rp561.430.626. Rp.350.00 41.00 77.52 Rp 1.930. Rp.00 72.950.00 Rp.334.23 Jumlah tersebut merupakan biaya umum dan administrasi tahun 2004 dan 2003 terdiri Biaya Operasional Umum tahun 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp771.800.635.00 91.763.619.869.699.391. Biaya Umum dan Administrasi Biaya Umum dan Administrasi atas: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Biaya Operasional Umum Biaya Kantor Biaya Hubungan langganan B.00 1.00 576.786.305.00 Rp.00 Rp 19.06.699.893.286.603. Rp.770.00 Rp. 5. 31 Desember 2003 7.207.23 Rp 2.509.558. Pompa Biaya Pemel Meter Air By.556.427.343.00 dan Rp16.591.00 Rp 16.157.490.207.998. By.325.000.637.980. 36.00 Jumlah Rp.439.00 70.00 13.737.Trandis lainnya 640.Pemlh. Rp.558.Biaya Pemeliharaan Tahun 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp36.00 terdiri atas: 38 .010.841.73 2.00 44.643.561.00 Rp.510.133.623. Rp.869.23 Rp 1.309.149.

113.349.00 450.00 47.930.985.953.00 2.500.977.235.170.00 98.00 561.00 Rp 27.714.00 2.000.000.450.991.998.418.208.150.250.100.309.993.975.043.500.00 Rp Biaya Hubungan Langganan Tahun 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp72.00 9.036.00 Rp.147.570.607.309.287.800.00 terdiri atas: 31 Desember 2004 • • • • • • • • • Biaya Alat Kantor & Foto Copy Rp Biaya Cetakan Biaya Perlengk.00 Rp.00 1. 2.250.500.582.346.582.00 14. Biaya Kantor Tahun 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp77.957.532.00 Rp 59.555.000.157.740.550.941.102.796.31 Desember 2004 • • • • • • • Biaya Pegawai Tunjangan Biaya Iuran Pensiun Biaya Pembinaan Karyawan Biaya Pendidikan dan Latihan Bantuan dan Sumbangan Rupa-rupa Biaya Pegawai Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp.149.250.893.412.750.994.00 dan Rp64. 31 Desember 2003 214.464.157.00 dan Rp65.937.287.867.150.250.00 Rp 101.739. 31 Desember 2003 376.00 9.00 Rp 7.00 67.200.828.839.00 11. Komputer Biaya Telepon dan Air Biaya Tamu dan Rapat Biaya Benda Pos Biaya Listrik Kantor Rupa2 Biaya Kantor Biaya Cleaning Service Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 31 Desember 2003 12.150.120.605.000.00 Rp 12.000.00 625.00 12.00 6.00 520.00 Rp 107.739.00 Rp. 771.00 64.00 Rp 7.00 Rp 11.000.287.00 Rp 77.00 Rp.350.575.00 Rp 21.425.00 Rp 1.020.00 terdiri atas: 31 Desember 2004 • • Biaya Pembacaan Meter Biaya Premi Tagihan Rp Rp.00 Rp 4.00 Rp 2.00 4.00 Rp 5.000.00 2.450.401.00 1.00 Rp 5.000.376.069.691.404.189. 39 .

305.509.50 dan Rp74.162.131.532.550.00.046.704.950.00 58. Rp.00 Rp.00 Rp 83.00 13.00 Rp.350.489.00 terdiri atas: 31 Desember 2004 • • • • • Biaya Pemel.000. Rp. 12.582.305.589.729.000.100.334.000.00 dan Rp13.00 1.500.000.325. 7.00 Rp. 58.00 Rp.149.000.917.350. Dinas Rp 31 Desember 2003 2. 6.544.00 Rp.614.155.00 7.555.893.867.00 16.000.800.510.250.737.00 10.00 Rp. 91950.00 Rp Biaya Bunga Pinjaman dan denda Tahun 2004 dan 2003 sebesar Rp576.00 38.00 1.000. 552.• • Biaya Pencetakan Rekening Biaya Rupa-rupa Jumlah Rp.00 Biaya Penelitian dan Pengembangan Tahun 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp91.737.589. Biaya Pemeliharaan Tahun 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp70. 40 .00 Rp.640.00 Rp.Kantor Rp Biaya Penyisihan Piutang dan Penghapusan Piutang Tahun 2004 dan 2003 masingmasing sebesar Rp44.00 63.650.100. Biaya Pemeliharaan Ling. 70.867. 72.763.00 Rp 6.00 961. Kantor Biaya Pemeliharaan Bangunan Biaya Pemeliharaan Instalasi Jumlah Rp Rp Rp Rp Biaya Pemeliharaan Kend.255.00 dan Rp58.950.000.200.71 dan Rp498.00 Rp. Rp Rp. 17.00 65.400. 31 Desember 2003 5.131.824.000.770. Inv.509.250.00 278.000.00 Rp 91.950.71 merupakan bunga dan denda atas pinjaman pemerintah pusat.635.00 terdiri atas: 31 Desember 2004 • • • • Biaya Survey dan Penelitihan Biaya Perencanaan Teknik Biaya Perencanaan Keuangan Biaya Perencanaan Komputer Jumlah Rp.160. Rp Rp. 600.00 Rp.000.00 3.000.300.

418.350.561. 21.00 Rp.215.117.00 41.075.626.43 Rp Rp Rp 31 Desember 2003 9.050. 2.00 3.73 Rp Jumlah tersebut merupakan pendapatan lain-lain Tahun 2004 dan 2003.17 11.52 9.950.500.900.00 Rp.00 576.20 Rp 31.700. 21.477.464.24 Rp 27.549.00 20.100. 387.00 2.658.661. 218.137.982.982.298.00 Rp.00 Rp.790. . 34. terdiri atas : 31 Desember 2004 • • • Pendapatan Jasa Giro/Deposito Pendapatan Bunga Siklus Pendapatan Bunga Batara Rp Rp Rp 31 Desember 2003 440.841.000.00 Rp.95 10.067.841.050.427.00 Rp. 726.189.554.77 335.736.Rupa-rupa Biaya Umum dan Administrasi Tahun 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp387.027.478.636.00 200.040.430.00 27.612.00 27.609.626.382.494.000.851. 1.200.00 Rp.544. 0.11 Rp 19.566.695.962. Kantor Jumlah 32.695. 47. 36.00 55.427.458.725.52 terdiri atas : 31 Desember 2004 Beban Penyusutan Bangunan Beban Penyusutan Inv.00 Rp.189.57 19.68 Rp.565.544. Pendapatan Lain-lain Pendapatan Lain-lain Rp 53.561.039.143.000.350.615.00 dan Rp200.655.84 Rp.856.700.00 Rp Biaya Penyusutan Tahun 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp41.00 dengan rincian sebagai berikut: 31 Desember 2004 • • • • • • • • • • • Biaya Promosi Biaya Berlangganan Biaya Iuran keanggotaan Biaya Dokumentasi Biaya Badan Pengawas Biaya Perjalanan Dinas Biaya Jasa Profesional Biaya Keamanan Biaya Asuransi Biaya Pajak Bumi Bangunan Rupa-2 Biaya Umum Lainnya Jumlah Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 31 Desember 2003 4.430. 214.643.49 41 1.00 247.73 dan • • Rp19.112.00 20.53 Rp 41.00 Rp.691.00 Rp.00 0.000.560.500.500.00 Rp.

43 33.00 0.430.927. terdiri atas : 31 Desember 2004 • • Pencatatan lebih besar Rekening air ganda Jumlah Rp Rp Rp 31 Desember 2003 0.35 Rp 53.521.11 Rp.232.995.730.00 Rp 0.00 Rp 23.00 0.236.00 5.• • Pend.00 Rp 24.75 Jumlah tersebut merupakan saldo-saldo Tahun 2004 dan 2003.560. 42 .75 5.16 Rp 601.831.608.095. Kerugian Luar Biasa Kerugian Luar Biasa Rp 393.440.000.79 Rp 606.635.000.232.474.95 Rp. yang terdiri atas: 31 Desember 2003 2.00 Rp.477.00 Jumlah tersebut merupakan kerugian yang berasal dari selisih saldo piutang usaha Tahun 2004 antara saldo buku dan hasil penghitungan fisik serta adanya penerbitan rekening air ganda. Koperasi Karyawan Rura-rupa pend.635.157.430.831.143.00 19.95 Rp 31 Desember 2004 • • Biaya Bank Penghapusan aktiva tetap Jumlah 34.494.521.095. lainnya Jumlah Rp Rp Rp 600.910. Biaya Lain-lain Biaya Lain-lain Rp 606.430.418.00 368.831.00 Rp 393. 600.655. dr.75 0.913. Rp Rp Rp 2.00 2.

250.46 ) NIHIL 43 .593.804.000. Sumbangan 4.253.000.00 44.20 ) Rp 111.510.00 27. Beban Penyisihan Piutang 3. Bunga Tabungan Jumlah Koreksi Negatif Jumlah Rugi Fiskal Jumlah Pajak Terutang Rp Rp 1.00 (Rp 1.510.50 Rp (Rp 28.374.150.982.76 1.50 2.H.271.000.450.660.52 Rp Rp Rp Rp 38.336.636. Beban Representatif 2.24 27. Jasa Giro 2. Perhitungan PPh Badan Laba (Rugi) Usaha Koreksi Positif: 1.763.781.334.890.020. Biaya Tamu Dinas Jumlah Koreksi Positif Koreksi Negatif: 1.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAPORAN HASIL EVALUASI KINERJA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA KEDIRI DI KEDIRI Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2004 BPK PERWAKILAN IV DI YOGYAKARTA Nomor Tanggal : : /R/XIV.4/08/2005 .

.................... Analisa SWOT .7 C......................................................................................................... Hasil Audit Tahun Lalu yang Belum Ditindaklanjuti ........4 B...................1 Uraian Hasil Evaluasi ...................DAFTAR ISI BAB I: BAB II: Simpulan .......................................4 A................................................................................... Tingkat Keberhasilan Perusahaan ..... Pemahaman atas Sistem Pengendalian Intern ............................. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) ......14 E.........................................19 .............................................19 G......................................................18 F........................ Aspek Strategis ............................................................ Perkembangan Usaha Perusahaan ..................................11 D..............

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN PERWAKILAN IV DI YOGYAKARTA
Jalan HOS Cokroaminoto No. 52 Yogyakarta 55244 Telp. (0274) 563635, Faks: (0274) 588736

Yogyakarta, 30 Agustus 2005 No Perihal : : 175/R/XIV.4/08/2005 Laporan Hasil Evaluasi Kinerja PDAM Kota Kediri Tahun Buku 2004

Kepada Yth : 1. Ketua Badan Pengawas PDAM Kota Kediri 2. Direktur PDAM Kota Kediri Di KEDIRI

BAB I SIMPULAN A. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 1. Penyusunan RKAP PDAM Kota Kediri Tahun 2004 telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dan cukup realistis 2. Perbandingan realisasi Tahun 2004 dengan RKAP 2004 dan realisasi Tahun 2003 sebagai berikut: a. Realisasi pendapatan usaha secara keseluruhan dalam Tahun 2004 lebih dari RKAP yaitu sebesar 104,24%. Hal ini disebabkan kenaikan harga air, jasa administrasi dan sewa meter. Realisasi pendapatan usaha Tahun 2004 bila dibandingkan dengan realisasi Tahun 2003 mengalami kenaikan 45,41%.

b. Realisasi biaya usaha Tahun 2004 sebesar Rp4.980.584,59 ribu atau 112,14% dari RKAP-nya dan bila dibandingkan dengan realisasi Tahun 2003 mengalami kenaikan 28,88%. c. Jumlah Investasi Tahun 2004 sebesar Rp220.970,14 ribu atau sebesar 28,15% dari RKAP dan 108,78% dari realisasi Tahun 2003. Hal ini antara lain disebabkan terbatasnya dana yang dimiliki perusahaan untuk melakukan investasi. d. Realisasi produksi air Tahun 2004 sebanyak 5.366.206 m3 atau mencapai 133,63% dari RKAP dan bila dibandingkan dengan realisasi produksi Tahun 2003 mengalami peningkatan sebesar 36,20%. Realisasi distribusi air Tahun 2004 sebanyak 3.884.278 m3 atau mencapai 99,79% dari RKAP dan bila dibandingkan dengan realisasi distribusi air Tahun 2003 mengalami peningkatan sebesar 0,86%. Volume air terjual Tahun 2004 mencapai 100,35% dari RKAP dan 100,90% dari realisasi Tahun 2003. e. Kebocoran air Tahun 2004 sebanyak 44,58% dibandingkan dengan RKAP sebesar 26,20% lebih tinggi bila dan bila dibandingkan

dengan realisasi Tahun 2003 mengalami kenaikan 19,39%. Masih tingginya kebocoran tersebut disebabkan adanya pencurian air yang dilakukan oleh pelanggan, meter air yang sengaja dirusak pelanggan, meter air yang memang rusak, kebocoran murni, karena penanaman pipa yang kurang dalam, pengurasan bak reservoir/ground, dan pengurasan lokal. B. Tingkat Keberhasilan Perusahaan Sesuai dengan SK Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tanggal 31 Mei 1999 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum, Kinerja PDAM Kota Kediri Tahun 2004 ditinjau dari aspek keuangan, aspek operasional dan aspek administrasi termasuk dalam kategori CUKUP dengan rincian penilaian sebagai berikut : No. Aspek 1) Keuangan 2) Operasional 3) Administrasi Nilai Kinerja Nilai 21,75 22,98 12,08 56,81

Apabila dibandingkan dengan nilai kinerja Tahun 2003 sebesar 50,31 maka terdapat kenaikan nilai kinerja sebesar 6,50. C. Perkembangan Usaha Perusahaan Perkembangan usaha perusahaan dua tahun terakhir, yaitu Tahun 2003 dan 2004 adalah sebagai berikut : 1. Jumlah Aktiva dan Passiva pada Tahun 2004 mengalami penurunan sebesar 3,91% dari Tahun 2003. Penurunan tersebut disebabkan adanya penghapusan aktiva tetap yang tidak ada fisiknya dan penghapusan saldo piutang air yang tidak ada bukti fisik tagihan rekeningnya. 2. Pendapatan usaha Tahun 2004 mengalami peningkatan 45,41% dibandingkan Tahun 2003. Peningkatan tersebut disebabkan adanya penambahan jumlah pelanggan dan perubahan tarip air yang diberlakukan pada akhir tahun 2003. Dalam Tahun 2004 biaya langsung usaha mencapai Rp2.846.587.604,12 atau naik sebesar 23,34%. Kenaikan biaya tersebut disebabkan adanya peningkatan biaya Tarif Dasar Listrik dan Bahan Bakar Minyak. 3. Perkembangan arus kas Tahun 2004 mengalami kenaikan sangat pesat sebesar 520,82% dibanding Tahun 2003. Hal ini disebabkan oleh adanya perubahan tarip air yang diberlakukan pada akhir tahun 2003. 4. Perkembangan ekuitas Tahun 2004 mengalami penurunan sebesar 18,46% dibanding Tahun 2003. Hal ini disebabkan adanya kerugian yang cukup besar yang ditanggung perusahan yang diantaranya berasal dari selisih saldo piutang air menurut fisik dan catatan pembukuan serta penghapusan aktiva tetap yang tidak ada fisiknya. 5. Produksi air, distribusi air dan air terjual Tahun 2004 mengalami kenaikan masing-masing sebesar 36,20%, 0,86%, 0,90% dibanding Tahun 2003. Tingkat kehilangan air mencapai 44,58%. Besarnya kehilangan air tersebut disebabkan jaringan pipa yang sudah usang serta pencatatan meter air induk yang tidak akurat.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN PERWAKILAN IV DI YOGYAKARTA Plt. KEPALA,

Dra. Evita Eriati, MM NIP. 240001905

637.23 343.428. Penyusunan RKAP Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2004 disusun berdasarkan asas prognosa Tahun 2003.44 RKAP 2004 3.783.90 % Realisasi ‘04 Terhadap RKAP Real.41 Realisasi pendapatan usaha secara keseluruhan dalam Tahun 2004 lebih besar dari RKAP yaitu sebesar 104.349. b.132.24 58.980. strategi maupun rencana kerja yang akan dilaksanakan. dengan memperhatikan kondisi internal dan eksternal perusahaan serta perkembangan perusahaan pada tahuntahun terakhir.939. Pendapatan Usaha Realisasi pendapatan usaha Tahun 2004 dibandingkan dengan RKAP Tahun 2004 dan realisasi Tahun 2003 adalah sebagai berikut: (dalam ribuan rupiah) Uraian Pendapatan Air Pendapatan Non Air Jumlah Realisasi 2004 4.333.855. Hal ini disebabkan kenaikan harga air. 2004 2003 107. Biaya Usaha Realisasi biaya usaha dibandingkan dengan RKAP Tahun 2004 dan realisasi Tahun 2003 adalah sebagai berikut: .24%.67 2. jasa administrasi dan sewa meter.49 104.BAB II URAIAN HASIL EVALUASI KINERJA A.41%.684 Realisasi 2003 2. Realisasi pendapatan usaha Tahun 2004 bila dibandingkan dengan realisasi Tahun 2003 mengalami kenaikan 45. 2.19 200. RKAP tersebut cukup realistis menjabarkan sasaran.079.070 4.844. Pelaksanaan RKAP Perbandingan realisasi pelaksanaan kegiatan dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan dapat dikemukakan sebagai berikut : a.72 66.614 302.25 4.19 156.50 145. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan 1.157.

00 0.000.00 203.67 112.687 893.00 43.14 RKAP 2004 0.38 108.584.572.00 250.78 Uraian Tanah Sumber & Pompa Trans & Distribusi Gedung/Bangunan Alat & Perlengkapan Kendaraan Inventaris .00 4.00 785.07 0.000.73 0.980.21 34.00 Jumlah 220.00 (157.980.988.00 0. Adanya kenaikan biaya air baku.970.300.09 112.558 3.70 21.686.00 17. Kenaikan biaya penyusutan pada Sumber Air.29 28.447 Realisasi ‘04 Terhadap RKAP Real.148.000.00) 1.903. Jumlah Realisasi biaya usaha Tahun 2004 sebesar Rp4.43 121.59 RKAP 2004 1. & Distribusi Umum & Adm.315.78 12. Kenaikan biaya pemeliharaan pada Sumber Air dan TransmisiDistribusi.00 0.721.00 Realisasi 2003 0.00 180. Investasi Realisasi investasi Tahun 2004 dibandingkan dengan RKAP Tahun 2004 dan realisasi Tahun 2003 adalah sebagai berikut : (dalam ribuan rupiah) Realisasi 2004 0.00 99.00 139.980.864.00 0.00 11.996.584.806.133.556.000.14 126.441.20 44.00 0.59 ribu atau 112.000.14% dari RKAP-nya dan bila dibandingkan dengan realisasi Tahun 2003 mengalami kenaikan 28.(dalam ribuan rupiah) Realisasi 2004 1.00 33.00 215.22 2.88 Uraian Sumber Air Trans.39 1.327 Realisasi 2003 1.830 4.10 128.439.00 0.202 1.00 (13.620 1.00 317.88%.000.15 0.877 964.414.00 137.44 0.98 4.00 5.66 116. 2004 2003 (%) (%) 109. Kenaikan biaya usaha dibandingkan dengan RKAP dan dibandingkan dengan realisasi Tahun 2003 disebabkan: Tidak terealisasinya angsuran pinjaman yang telah jatuh tempo sehingga PDAM Kota Kediri harus menanggung beban denda atas penundaan pembayaran pinjaman.000.125.00 Realisasi ‘04 Terhadap RKAP Real.34) 870.970. 2004 2003 (%) (%) 0.136. c.00 64.

Jumlah Investasi Tahun 2004 sebesar Rp220.15 100.476 44.947.278 m3 atau mencapai 99.015.20 Realisasi 2003 (m3) 3.63 136.851.14 ribu atau sebesar 28. Realisasi distribusi air Tahun 2004 sebanyak 3.296 2.813 25.36 170.730 2.940. Kebocoran air Tahun 2004 sebanyak 44. Pengurasan lokal. Volume air terjual Tahun 2004 mencapai 100.884.19 Realisasi ‘04 Terhadap RKAP Real.20% tingginya kebocoran tersebut disebabkan: Pencurian air yang dilakukan oleh pelanggan.58 RKAP 2004 (m3) 4.584 3.973.39%.892.86%.78% dari realisasi Tahun 2003.90% dari realisasi Tahun 2003.206 3.79% dari RKAP dan bila dibandingkan dengan realisasi distribusi air Tahun 2003 mengalami peningkatan sebesar 0.052. Kebocoran murni. .963. 2004 2003 (%) (%) 133.15% dari RKAP dan 108. karena penanaman pipa yang kurang dalam. Meter air yang memang rusak.35% dari RKAP dan 100. Produksi Realisasi 2004 (m3) 5. lebih tinggi bila Masih dan bila dibandingkan dengan realisasi Tahun 2003 mengalami kenaikan 19.90 241. Meter air yang sengaja dirusak pelanggan.86 100.366.023 3.79 100.35 227.58% dibandingkan dengan RKAP sebesar 26.884.311 1.584 2. d.392.273 26.20 99.206 m3 atau mencapai 133.970.00 176.278 2.97 Uraian Produksi Air Distribusi Air Air Terjual Kebocoran Kebocoran (%) Realisasi produksi air Tahun 2004 sebanyak 5.366.20%. Hal ini antara lain disebabkan terbatasnya dana yang dimiliki perusahaan untuk melakukan investasi.210 992. Hal ini disebabkan adanya penambahan jumlah pelanggan sebanyak 460 SR.63% dari RKAP dan bila dibandingkan dengan realisasi produksi Tahun 2003 mengalami peningkatan sebesar 36. Pengurasan bak reservoir/ground.

162.706 9.00 1.584.813. Data evaluasi kinerja adalah sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Aktiva Lancar Piutang Usaha Netto Total Aktiva Passiva Lancar Hutang Jangka Panjang Modal dan cadangan Pendapatan Operasi Laba(Rugi) Operasi sebelum penyusutan Total Hutang Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 1.784.533.250271.333.620.783.20) 9.62 4.83 154 186 3.664.333.784.81 dan digolongkan dalam kriteria CUKUP.00 (1.00 4.518.889.326 2.436.208.989.600 2.980.038.025.83 5.226.135.170 11.783.956 241.304.132.025.973.38 3.080.00 3.429.837.946.800.764.304.584..404.327.414.73 4.884.278 2.593.35 3.316.B.287.10 558.307.075.35 3.32 825.20 1.185.436.00 12.321.600 68 10) Pengeluaran Operasional 11) Pengeluaran Operasional sebelum penyusutan 12) Kapasitas Produksi (liter/detik) 13) Kapasitas Terpasang (liter/detik) 14) Distribusi Air (M3) 15) Air Terjual (M3) 16) Penjualan air satu tahun 17) Pendapatan Operasi (Penjualan Air dan Non Air) 18) Penjualan per hari 19) Bunga + angsuran pinjaman 20) Rekening tertagih 21) Rugi sebelum Pph Badan 22) Aktiva Produktif 23) Jumlah penduduk terlayani (jiwa) 24) Jumlah penduduk (jiwa) 25) Jumlah pelanggan yang meter airnya di terra 26) Jumlah seluruh pelanggan 27) Jumlah seluruh pengaduan 28) Jumlah pengaduan telah selesai ditangani Jumlah pegawai (orang) .35 67.326 11.827.082.939.730 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 4.879. Tingkat Keberhasilan Perusahaan Berdasarkan pedoman penilaian kinerja PDAM sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999 tanggal 31 Mei 1999 maka Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum Kota Kediri Tahun 2004 mempunyai nilai 56.

980.946.304.35 4. aspek operasional. a) Aspek Keuangan No 1 Keterangan Rasio laba sebelum pajak thd Aktiva Produktif Rasio laba thd.333.436. Pajak Penjualan Aktiva Lancar Hutang Lancar Hutang Jk.939. Panjang thd.15 1.00 558.783.404.170 Hasil 28.38 3.185.162.706.226.518.35 5.304. Penyusutan Angsuran Pokok dan (Angsuran + Bunga) Bunga Jatuh Tempo Jatuh tempo Rasio Aktiva Produktif Thd.132.414. Penjualan Rasio Aktiva Lancar thd.800.327.287.35 1 1 4 5 6 51.20) 9.889.00 4.333.25 4 9 46.038.584.584.26 5 29 Jumlah Nilai Aspek Keuangan b) Aspek Operasional No 1 Keterangan Cakupan Pelayanan Rumus Penduduk terlayani x 100% Jumlah Penduduk Memenuhi Syarat Air Bersih Semua Pelanggan Mendapat aliran air 24 jam Perhitungan 67.00 9.36 5 10 92.00 1.075.72 1.764.185.20) 4.250. Ekuitas Rasio Total Aktiva thd.956 241.783.62 4.76) 53.025.436.025.135. Penyusutan thd.784.271.00 12.132.32 3.35 (1.321.35 4.989.307. dan aspek administrasi.10 3.620.939.784.316.879.60 3 8 2.15 4 4 1 7 Rasio (Rugi) Operasi Laba Operasi sblm. Penjualan Air Jangka Waktu Penagihan Piutang (hari) Efektivitas Penagihan Aktiva Produktif Penjualan Air Piutang Usaha Penjualan Perhari Rek.664. Pendapatan Operasi Rumus Laba sblm Pajak Aktiva Produktif Laba sblm.080.025.593.12) Nilai 1 2 3 (36.813.837. Sblm.73 9.00 1.304.593.250. Total Hutang Rasio Biaya Operasi thd.00 Hasil (17.Penilaian kinerja PDAM dilakukan terhadap aspek keuangan.208.784. Tertagih x 100% Penjualan Air 1. Hutang Lancar Rasio Hutang Jk.20 1.429.18 Nilai 2 3 2 2 3 Kualitas Air Minum Kontinuitas Air Minum .83 825. Panjang Ekuitas Total Aktiva Total Hutang Biaya Operasi Pendapatan Operasi Perhitungan (1.271.

00 2 9 10 2 68.600 2.600 100.326 11.75 3 6 Peneran Meter Air 11. Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Tahun Seluruhnya selesai .884. 8. 9.278 82.80 3 5 25.000 11. Panjang (Corporate Plan) Rencana Organisasi dan Uraian Tugas Prosedur Operasi Standar Pedoman Penilaian Kerja Karyawan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Tertib Laporan Internal Tertib Laporan Eksternal Opini Auditor Independen Terakhir Jumlah Nilai Aspek Administrasi 29 Hasil Evaluasi Dipedomani sebagian Dipedomani sebagian Dipedomani sebagian Dipedomani sebagian Dipedomani sebagian Dibuat tepat waktu Dibuat tepat waktu Wajar tanpa pengecualian Nilai 3 3 3 3 3 3 2 2 4 3 Gambar Nyata laksana (As Built Drawing) Dipedomani sebagian 10. Pengaduan/bln Tersedia Service Point Jml Karyawan x 1000 Jumlah Pelanggan 154 186 1.000. 3. 4.363 3.326 100. 5.4 Produktivitas Pemanfaatan Instalasi Produksi Tingkat Kehilangan Kapasitas Produksi x 100% Kapasitas Terpasang Jumlah Air Hilang x 100% Jumlah Air Didistribusikaan Jumlah Pelanggan yg. Keterangan Rencana Jk. 6. Meter airnya ditera Jumlah Pelanggan 5-6 hari Rata-rata jml pengaduan tlh selesai dilayani x 100 % Rata-rata jml. 2.326 6.00 3 2 7 Kecepatan Penyambungan Baru saluran air minum Kemampuan Penanganan Pengaduan Rata-rata per bulan Kemudahan Pelayanan Rasio Karyawan per 1000 pelanggan 8 2.00 5 27 Jumlah Nilai Aspek Operasional c) Aspek Administrasi No 1. 7.

259.193.983.248 6. Penurunan tersebut disebabkan adanya penghapusan .19 258.99 2.536.38 9.566.74 752.404.78 3.432.566.735.85 2.167 8.404.486. Dipakai x Bobot = Maksimum Nilai Jumlah Nilai yg.320 106.990.160.682.63 3.642 3.08 56.81 Administrasi Jumlah Nilai yg.992 89.72 7.911 361.381 4.364 2. c.079.764.077.786.79 8.682.039.304.237.518.659.35 1.419.025.912 2001 994.993.469.449 4.No a.35 2003 1. Dipakai x Bobot = 29 x 15 36 Range Nilai Kinerja > 75 > 60-75 > 45-60 > 30-45 < 30 Klasifikasi Kinerja Baik Sekali Baik Cukup Kurang Tidak Baik C.181.75 22.820 323.928.304.545.025.181.08 1. Perkembangan Usaha Perusahaan Perkembangan usaha PDAM Kota Kediri dalam lima tahun terakhir menunjukkan kondisi sebagai berikut : 1) Perkembangan Posisi Keuangan (dalam ribuan rupiah) Uraian AKTIVA Aktiva Lancar Aktiva Tetap Aktiva Lain-lain Total Aktiva PASSIVA Passiva Lancar Hutang Jk.832.843.109.989.800.31 7.91% dari tahun 2003.664. b.98 12.62 3.62 4.132.053 4.259.85 6.266.266.022 974.405 2.14 132.35 257. Aspek Keuangan Operasional Perhitungan Jumlah Nilai yg.14 128.183.279 8.769.443.87 2.78 Jumlah Aktiva dan Passiva pada Tahun 2004 mengalami penurunan sebesar 3.207.838.85 9.419.17 9.512.889.134 832.493.016 2002 904.14 117. Dipakai x Bobot = Maksimum Nilai Maksimum Nilai Nilai Kinerja 29 x 45 60 27 x 40 47 Nilai 21.95 9.88 6.327. Panjang Kewajiban Lain-lain Equitas Total Passiva 2000 865.607 274.99 2004 1.307.264.

89 2.232. Rugi setelah pajak tahun 2004 meningkat sebesar 83.03) (1.487.333.058.428.87 2.96 (1.466 2. Dalam Tahun 2004 biaya langsung usaha mencapai Rp2.023.341) 2002 2.783.258.019. 2) Perkembangan Laba (Rugi) Perusahaan (dalam ribuan rupiah) Uraian Pendapatan Usaha Biaya Langsung Usaha Laba (Rugi) Kotor Biaya Umum & Adm Laba (Rugi) Usaha Pendp (Beban) Lain Laba (Rugi) Sblm.712.244 (1.41%.332.195.269.232.Pajak Kerugian Luar Biasa Pajak PPh Badan Laba (Rugi) Stlh Pajak 2000 1.341) (1.10 (1.83 2.12 atau naik sebesar 23.133.018.388.20) 2003 2.023.18) 393.362 209.200.689 (1.307. Peningkatan tersebut disebabkan adanya penambahan jumlah pelanggan dan perubahan tarip air yang diberlakukan pada akhir tahun 2003.167.020.189) 2001 2.217.019.44 2.027.181.terhadap aktiva tetap yang secara fisik tidak ada namun masih dicatat dalam pembukuan perusahaan.846.20) (1.37) 16.15) (553.089 609.65) 2004 4.104 1.980.593.307.587.535.70% dari Tahun 2003 disebabkan karena adanya penghapusan aktiva tetap dan penghapusan piutang air.65) (867.801.604.05 193.585) 39. Kenaikan biaya tersebut disebabkan adanya peningkatan biaya Tarif Dasar Listrik (TDL) dan Bahan Bakar Minya (BBM).86 (884.587.60 1.168 (648.846. namun masih dicatat dalam pembukuan perusahaan.49 1.258) 34.538.890.463.910 1.996.941.999 1.27) Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa perusahaan hingga Tahun 2004 masih menderita kerugian walaupun pada tahun yang sama membukukan pendapatan usaha yang lebih tinggi dibanding Tahun 2003 yaitu naik sebesar 45.98 (1.189) (614. .883.558.250.535.40 672.860.98 (646.72 (867.487.556.195.181. Aktiva tetap dan piutang air yang dihapuskan tersebut merupakan aktiva tetap dan piutang air yang secara fisik tidak ada.307.267.16) 13.34%.069 (614.82 1.

109.006. Modal Pemerintah Pusat Cadangan Laba Ditahan Laba (Rugi) Tahun Berjalan Jumlah 2000 295.983 121.096.854144.00) 4.593.392.00) (614.393.00) (1.196.57 190.456.97% 99.00 922.82%) 57.276.82% dibanding Tahun 2003.28) 458.41 5) Perkembangan Ratio Keuangan Uraian Likuiditas > Cash Ratio > Quick Ratio > Current Ratio Rentabilitas > Laba/Rugi Usaha thd Aktiva Tetap (10.059.00 155.456.52% 25.975.314) 203.569 207.160) 2.078.181.921.113 2003 459.341.307.00 5.279.267 (284.00 (355.950.964) 253.539.835) 1.35% 29.508 253.100.957 (4.47% 44.83 799.801.422.42% 231.776.00 2003 6.239.25%) (6.93% 49.00 5.189.32% 102.276.992.072.096 2004 517.30 838.37 2004 6.30 155.81 2.536) (131.00 2001 295.00 2002 1.493 45.00 (969.381.100.59% 47.666.695) (222.00 (2.113 190.393.00 155.508 2001 502.747.3) Perkembangan Arus Kas (dalam ribuan rupiah) Uraian Kas Bersih Aktivitas Operasi Kas Bersih Aktivitas Investasi Kas Bersih Aktivitas Pendanaan Kenaikan (Penurunan) Kas Kas Awal Periode Kas Akhir 2000 (212.769.00) 832.049 (2. 4) Perkembangan Ekuitas ( dalam ribuan rupiah) Uraian Kekayaan Pemda Penyertaan Pemerintah Pusat Tamb.64) 4.47 990.32%) (10.03 Perkembangan arus kas Tahun 2004 mengalami kenaikan sangat pesat sebesar 520.17%) (4.85% 45.422.037.81 2.398.04% 6.00 427.077 2002 375.057.00) (1.59% 53.04) (867.832.17% 7.753.00 155.141.881) 4.077 121.343 207.195.25 (4.218.68) (1.974.528.00) 3.250.992.995 (851. Hal ini disebabkan oleh adanya perubahan tarip harga air yang diberlakukan pada akhir Tahun 2003.27) 3.94 (3.00 922.057.430.855.322.276.393.528.443.93% 2000 2001 2002 2003 2004 .094 68.019.05%) (9.01 (176.91% 239.516) (843.974.

44% 85. yaitu: integritas dan nilai-nilai etika.023 5.366.10% 102.182.00% 139.21% 6) Perkembangan Operasi Utama Uraian Jumlah Produksi (m3) Jumlah Distribusi (m3) Jumlah Air Terjual 2000 3.210 2.278 2.851. komitmen terhadap kompetensi.594 2.204 3.985 2.038.521.197.75% 143.Uraian > Laba/Rugi Bersih thd Aktiva Tetap Solvabilitas > Asset to Debt Ratio > Debt to Equity Ratio 2000 (9.730 D.52%) 2001 (8.301 3. .556.947.176 2. Penerapan prosedur dan kebijakan akuntansi terhadap pelaksanaan suatu pertanggungjawaban dilaksanakan secara konsisten.296 3.337.88% 169.391 2001 2002 2003 2004 3.135. Falsafah manajemen pada Bagian Keuangan PDAM Kota Kediri telah menunjukkan bahwa Kepala Bagian cukup memahami adanya batasan-batasan dalam pelaksanaan Rencana Kegiatan tahunan dan peraturan perundangundangan yang berlaku.06%) 2004 (11.648.206 3.973.61% 216.37% 197.940.99% 172.98%) 2002 (10.985.14%) 2003 (6.884. Lingkungan Pengendalian Lingkungan pengendalian pada Bagian Keuangan PDAM Kota Kediri sebagai unit kerja yang melaksanakan fungsi pembukuan dan penyusunan laporan keuangan terdiri dari berbagai unsur.87%) 124.816 2. Komponen Sistem Pengendalian Intern adalah sebagai berikut : 1. Dalam pengujian terhadap komponen-komponen Pengendalian Intern tersebut.891 3.24% 412. dan falsafah manajemen dan gaya operasi. meskipun terdapat beberapa keputusan yang tidak dalapat dilaksanakan karena adanya kendala-kendala tertentu.631 3. Pemahaman atas Sistem Pengendalian Intern Pemahaman terhadap sistem pengendalian intern dilakukan untuk memberikan keyakinan bahwa tujuan dari pengelolaan keuangan yang dikehendaki bisa tercapai. hanya komponen dalam sistem pengendalian beresiko tinggi yang direview secara mendalam.

ialah Direksi yang terdiri dari: 1) Direktur Utama 2) Direktur Umum 3) Direktur Teknik Unsur Pelaksana. cukup mendukung lingkungan pengendalian pada pelaksanaan dan prosedur pengendalian. Penetapan kewenangan dan tanggung jawab ini telah dituangkan dalam Keputusan Walikota Kediri Nomor 154 Tahun 1993 tanggal 4 Maret 1993 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perusahaan Daerah Air Minum Kota Kediri. Struktur organisasi pada PDAM Kota Kediri per tanggal 31 Desember 2004 terdiri dari 2 unsur. Namun demikian. Adanya perumusan kewenangan dan tanggungj awab akan membuat setiap individu mengetahui bagaimana tindakannya berkaitan dengan pihak lain dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan. Dalam Keputusan ini telah ditetapkan wewenang dan tanggung jawab masing-masing unit kerja. untuk hal apa masing-masing individu harus bertanggungjawab. yaitu unsur pimpinan dan unsur pelaksana. Struktur Organisasi Susunan Organisasi dan Tata Kerja PDAM Kota Kediri tertuang pada Keputusan Walikota Kediri Nomor 154 Tahun 1993 tanggal 4 Maret 1993. terdiri dari: 1) Kepala Bagian 2) Kepala Satuan Pengawas Intern Secara umum struktur organisasi PDAM Kota Kediri berbeda dengan struktur organisasi berdasar Keputusan Menteri Negara Otonomi Daerah Nomor 8 Tahun 2000. Hal ini terjadi karena atasan langsung hanya membawahi 2 sampai 3 orang staf dan telah melakukan monitoring dan pengendalian secara efektif.a. Setiap pegawai pada Bagian . Satuan Pengawas Intern belum dapat melaksanakan tugasnya secara efektif karena permasalahan yang disampaikan oleh Satuan Pengawas Intern tidak segera ditindaklanjuti unit kerja terkait. namun dalam pelaksanaan tugas. b. Unsur Pimpinan. Penetapan kewenangan dan tanggung jawab Perumusan kewenangan dan tanggung jawab menyangkut tentang bagaimana dan kepada siapa kewenangan dan tanggung jawab diberikan.

atau digunakannya teknologi baru dalam pengolahan informasi. Sehubungan dengan perhitungan resiko. revisi atas sistem. Akan tetapi. seperti adanya transaksi-transaksi baru yang prosedur akuntansinya belum begitu dipahami. . c. salah satu perubahan yang telah dilakukan oleh manajemen PDAM Kota Kediri adalah komputerisasi (sistem informasi) pelayanan pelanggan dan pemrosesan laporan keuangan. manajemen puncak diharapkan mengkaji kembali kebijakan mengenai penundaan pembayaran angsuran pinjaman yang telah jatuh tempo. Perhitungan Resiko Perhitungan resiko oleh Kepala Bagian Keuangan telah mencakup pertimbangan khusus untuk resiko yang bisa muncul akibat perubahanperubahan yang terjadi. dan telah dilakukan peningkatan kemampuan melalui pendidikan dan pelatihan. 2. Berbagai tahapan yang berkaitan dengan pelaksanaan suatu transaksi telah dilakukan oleh orang atau bagian yang berbeda. Disamping itu.Keuangan telah diberi wewenang dan tanggung jawab sesuai tugasnya masing-masing. Kebijakan dan praktik di bidang sumber daya manusia Pengamatan yang dilakukan pada pada Bagian Keuangan PDAM Kota Kediri menunjukkan bahwa sumber daya manusia yang ada telah cukup untuk melakukan tugas dan kewajiban berdasarkan tanggung jawabnya. Aktivitas Pengendalian Aktivitas pengendalian atas pelaksanaan tugas telah dilakukan untuk empat situasi berikut: a. b. Tanggung jawab untuk melaksanakan suatu transaksi. sampai dengan 31 Desember 2004 sistem informasi tersebut belum difungsikan. sehingga pengolahan informasi dan fungsi pelaporan diharapkan berjalan dengan lancar. pencatatan transaksi. perubahan undang-undang dan peraturan. 3. perubahan standar akuntansi. dan penyimpanan hasil dari transaksi tersebut telah diberikan kepada orang yang berbeda atau bagian yang berbeda.

Pemantauan Fungsi monitoring ini pada PDAM Kota Kediri diserahkan kepada Satuan Pengawas Intern yang secara garis besar mempunyai tanggung jawab menilai atas sistem pengendalian manajemen dan pelaksanaannya. Informasi dan Komunikasi Pengamatan yang dilakukan pada PDAM Kota Kediri menunjukkan bahwa sistem informasi dan komunikasi pada umumnya telah diupayakan agar berjalan dengan baik.c. pemonitoran atas kebijakan yang diambil manajemen PDAM Kota Kediri dilakukan Badan Pengawas PDAM. 4. Hal itu terlihat masih adanya bantuan dari Pemerintah Kota Kediri tahun anggaran 2003 yang belum dicatat sampai per 31 Desember 2004 dan penyajian laporan keuangan tidak didahului dengan penghitungan fisik persediaan (bahan instalasi dan piutang air). Berdasarkan pengamatan pada PDAM Kota Kediri. Satuan Pengawas Intern belum secara optimal melakukan evaluasi terhadap pengelolaan persediaan bahan instalasi sehingga manajemen tidak dapat segera melakukan pembenahan. dievaluasi dalam rapat Badan . Penelaahan terhadap aktivitas pengendalian yang diterapkan pada PDAM Kota Kediri menunjukkan bahwa aktivitas pengendalian belum berjalan secara efektif. Pemonitoran yang dilakukan Satuan Pengawas Intern antara lain evaluasi terhadap produksi dan distribusi air serta pengelolaan piutang langganan. 5. Tanggung jawab untuk pengoperasian akuntansi tertentu telah dipisahkan d. namun belum efektif. Pemonitoran dilakukan terhadap seluruh kebijakan manajemen. Di samping itu. Akan tetapi. melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap administrasi keuangan dan material secara tepat. Telah diadakan pembagian tugas yang memadai pada bagian pengolahan data elektronik dengan bagian lain. dan melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan terhadap permasalahan pegawai. fungsi ini telah berjalan dengan dibentuknya Satuan Pengawas Intern. Hal itu terlihat masih adanya penyajian saldo dalam draft laporan keuangan yang tidak wajar seperti saldo piutang air dan saldo aktiva tetap yang tidak sesuai dengan fisik senyatanya.

2. Upaya yang telah ditempuh yaitu sebagai berikut: a. Pembubuhan kaporit (chlorinasi) untuk pencegahan pengembangbiakan bakteri pada air yang didistribusikan kepada masyarakat.Pengawas dan disampaikan hasilnya kepada manajemen berupa rekomendasirekomendasi. peningkatan kemampuan sumber daya manusia juga dilakukan melalui pembinaan oleh atas langsungnya. Membersihkan endapan kotoran di dalam pipa maupun reservoir secara periodik. b. Penerimaan Dalam Negeri Dalam rangka upaya peningkatan penerimaan dalam negeri pada Tahun 2004. 3. Menjaga dan memelihara pepohonan di sekitar sumber air PDAM Kota Kediri. Disamping itu. Aspek Strategis 1. Menindaklanjuti secara cepat permohonan sambungan baru dan laporan pengaduan dari masyarakat atas kerusakan instalasi pipa transmisi dan distribusi ke pelanggan. PDAM Kota Kediri telah melakukan penyetoran pajak-pajak ke Kas Negara sebagai berikut: . c. b. Peningkatan Pelayanan Aparatur Pemerintah PDAM Kota Kediri sebagai penyedia air bersih untuk kepentingan masyarakat setiap tahun selalu berusaha meningkatkan pelayanannya. Pelestarian dan Peningkatan Mutu Lingkungan Hidup Usaha pelestarian lingkungan hidup yang telah ditempuh PDAM Kota Kediri sebagai berikut: a. Peningkatan Sumber Daya Manusia Peningkatan sumber daya manusia PDAM Kota Kediri dilakukan melalui pelatihan-pelatihan baik pelatihan teknis maupun pelatihan administrasi keuangan. E. 4. Melakukan penanaman pohon di sekitar sumber air.

Konsumsi air oleh pelanggan relatif rendah terutama pelanggan rumah tangga.18% dari jumlah penduduk b. c. khususnya masyarakat yang tinggal di lingkungan perumahan (real estate).362.500. .00 55.167. b.00 21.00 F. d. Tingkat kehilangan air masih cukup tinggi yaitu mencapai 44. G. Weakness (Kelemahan) a. d.112. Pelayanan air mengalir selama 24 jam setiap hari.158. Masih banyaknya piutang yang belum terselesaikan serta ketidakakuratan catatan piutang dibandingkan dengan fisik rekening yang ada.051.725.750. Manajemen PDAM Kota Kediri telah menindaklanjuti seluruh rekomendasi BPK Perwakilan IV Yogyakarta.00 16. Kapasitas produksi air masih dapat memenuhi permintaan sambungan baru kurang lebih 15 ribu pelanggan.58%. 2. Strenght (Kekuatan) a. Penggantian manajemen diharapkan mampu membawa angin perubahan ke arah yang lebih maju.3/06/2004 tanggal 30 Juni 2004. c. Analisa SWOT 1. Cakupan pelayanan masih relatif rendah sekitar 28. Produk perusahaan merupakan kebutuhan utama bagi sebagian anggota masyarakat Kota Kediri.Pajak Pertambahan Nilai PPh Pasal 21 Pajak Bumi dan Bangunan Jumlah Rp Rp Rp Rp 17. Hasil Audit Tahun Lalu yang Belum Ditindak Lanjuti PDAM Kota Kediri telah diperiksa BPK Perwakilan IV Yogyakarta untuk tahun buku 2003 yang dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan Nomor 104/R/XIV. Harga air relatif terjangkau oleh masyarakat Kota Kediri. Pemeriksaan atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan mengungkapkan sebanyak tiga hal yang perlu mendapat perhatian. e.

Pesantren Baru. Pengusaha swasta yang lebih memilih untuk membuat sumur bor sendiri. Belum terlayaninya konsumen golongan industri besar seperti PT. mengakibatkan masih banyak masyarakat menggunakan sumur timba maupun sumur pompa. b. Threats (Ancaman) a. . c. Potensi jaringan pipa distribusi yang masih dapat dipasang mencapai 10. PG. b. Banyaknya produk air minum kemasan berbagai merek.900 meter dan pipa distribusi sepanjang 136. Luas jaringan pipa transmisi dan distribusi sudah hampir menjangkau semua desa/kelurahan di 3 kecamatan wilayah Kota Kediri yaitu panjang jaringan pipa transmisi mencapai 2.e. 4. Kualitas air bawah tanah di wilayah Kota Kediri yang relatif baik dan mudahnya masyarakat mendapatkan air. Mrican. sehingga peluang untuk mengembangkan cakupan pelanggan masih sangat besar.000 meter. 3. dan PG. Calon pelanggan cukup banyak. c. Gudang Garam.181 meter. Opportunities (Peluang) a.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANGUNDANGAN DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA KEDIRI DI KEDIRI Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2004 BPK PERWAKILAN IV DI YOGYAKARTA Nomor Tanggal : 174/R/XIV.4/08/2005 : 30 Agustus 2005 .

..........28 3...... Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-undangan ...............................62 belum dimanfaatkan ... Pembuatan Presure Filter dan Kelengkapannya senilai Rp1...........................1 Laporan Auditor Independen atas Sistem Pengendlaian Intern............................. Pengelolaan Piutang Langganan Belum Sesuai Dengan Ketentuan Yang Berlaku......................................................................................... PDAM Kota Kediri Belum Mengurus Ijin Pengelolaan Air Bawah Tanah ......................437...........................5 2. Kebijakan Menunda Pembayaran Angsuran Pinjaman Semakin Memberatkan Keuangan PDAM.14 5.....18 6....................................3 BAB II: Uraian Hasil Pemeriksaan .....8 3..............................................................30 .................................... Penggantian Meter Air yang didanai dari P2SP belum diikuti dengan permohonan Penghapusan Meter Air Yang Diganti kepada Badan Pengawas PDAM ................................................5 A............................................................................................................................................................................................................21 B...........25 2...................25 1....................................... Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan terhadap Pengendalian Intern ...... Informasi dan Komunikasi...............................................30 5................................. Pemonitoran .................10 4....................................392.........DAFTAR ISI BAB I: Laporan Auditor Independen atas Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-undangan... Perhitungan Risiko.........................5 1................................. Produksi Air Dilaporkan Tidak Sesuai Dengan Senyatanya Dan Tingkat Kehilangan Air Melebihi Ketentuan .........29 4......................................................025........................................................... Lingkungan Pengendalian............. Aktivitas Pengendalian ...

atau bantuan yang menyebabkan kami mengambil kesimpulan bahwa kumpulan salah saji sebagai akibat dari kegagalan atau pelanggaran adalah material terhadap laporan keuangan.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERWAKILAN IV DI YOGYAKARTA Jalan HOS Cokroaminoto No. (0274) 563635. Ketua Badan Pengawas PDAM Kota Kediri 2. 1. serta Laporan Rugi Laba. Kami melakukan pengujian terhadap kepatuhan PDAM Kota Kediri terhadap pasal-pasal tertentu hukum. atau pelanggaran terhadap larangan. dan persyaratan bantuan. dan telah menerbitkan laporan kami pada tanggal Agustus 2005. yang terdapat dalam peraturan. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. kontrak. 52 Yogyakarta 55244 Telp. Namun. tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasalpasal tersebut. Laporan Perubahan Ekuitas dan Laporan Arus Kas yang berakhir pada tanggal tersebut. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. . Direktur PDAM Kota Kediri di KEDIRI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit Neraca PDAM Kota Kediri tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.4/08/2005 Kepada Yth. peraturan. kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu Hal material dari ketidakpatuhan adalah kegagalan untuk mematuhi persyaratan. kontrak. Oleh karena itu. Faks: (0274) 588736 Nomor : 174/R/XIV.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN PERWAKILAN IV DI YOGYAKARTA Sarjono. sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. hasil pengujian kepatuhan kami menunjukkan bahwa. pasal-pasal sebagaimana disebutkan dalam paragraf ketiga laporan ini. dan berkaitan dengan unsur yang diuji.209. dalam semua hal yang material. baik angsuran pokok maupun biaya administrasi dan denda-dendanya. Kecuali sebagaimana dijelaskan di atas. yang dampaknya telah dikoreksi dalam Laporan Keuangan PDAM Kota Kediri tahun 2004.385.P. Kami mempertimbangkan hal material dari ketidakpatuhan tersebut dalam merumuskan pendapat kami apakah Laporan Keuangan PDAM Kota Kediri menyajikan secara wajar. SE. tidak satupun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa PDAM Kota Kediri tidak mematuhi.5-129/DP3/1993 dan amandemen Nomor: S1448/LK/1996. Ketidakpatuhan material tersebut adalah tidak dilakukannya pembayaran kewajibankewajiban yang telah jatuh tempo. terhadap persyaratan bantuan yang tertuang dalam perjanjian penerusan pinjaman No RDA. dalam semua hal yang material.20. pasal-pasal tersebut. dalam semua hal yang material.444. dan laporan ini tidak mempengaruhi laporan kami bertanggal 30 Agustus 2005 atas laporan keuangan.Hasil pengujian kepatuhan kami mengungkapkan hal material dari ketidakpatuhan berikut ini. Akt Nomor Register – D. berkaitan dengan unsur yang diuji. PDAM Kota Kediri mematuhi.25. Secara kumulatif jumlah kewajiban jatuh tempo yang belum dibayar tepat waktu per 31 Desember 2004 adalah sebesar Rp3.873 .

kami mempertimbangkan pengendalian intern entitas tersebut untuk menentukan prosedur audit yang kami laksanakan untuk menyatakan pendapat kami atas laporan keuangan dan tidak dimaksudkan untuk memberikan keyakinan atas pengendalian intern tersebut. dan telah menerbitkan laporan kami pada tanggal 30 Agustus 2005. (0274) 563635. serta Laporan Rugi Laba. 52 Yogyakarta 55244 Telp. kepada manajemen bahwa aktiva terjamin keamanannya dari kerugian sebagai akibat pemakaian atau . Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Tujuan suatu pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai. Ketua Badan Pengawas PDAM Kota Kediri 2.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERWAKILAN IV DI YOGYAKARTA Jalan HOS Cokroaminoto No. Dalam memenuhi tanggungjawabnya tersebut.4/08/2005 Kepada Yth. Faks: (0274) 588736 Nomor : 174/R/XIV. Direktur PDAM Kota Kediri di KEDIRI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca PDAM Kota Kediri tanggal 31 Desember 2004 dan 2003. Manajemen PDAM Kota Kediri bertanggung jawab untuk menyusun dan memelihara suatu pengendalian intern. 1. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Laporan Ekuitas dan Laporan Arus Kas yang berakhir pada tanggal tersebut. diperlukan estimasi dan pertimbangan dari pihak manajemen tentang taksiran manfaat dan biaya yang berkaitan dengan pengendalian intern. bukan keyakinan absolut. Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit atas Laporan Keuangan PDAM Kota Kediri untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2004.

pengeluaran yang tidak diotorisasi dan bahwa transaksi dilaksanakan dengan otorisasi manajemen dan dicatat semestinya untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. d. c. proyeksi setiap evaluasi atas pengendalian intern ke periode yang akan datang mengandung resiko bahwa suatu prosedur menjadi tidak memadai lagi karena perubahan kondisi yang terjadi atau efektifitas desain dan operasi pengendalian intern tersebut telah berkurang. Untuk semua golongan pengendalian intern tersebut di atas. SE. kami menggolongkan pengendalian intern signifikan ke dalam kelompok berikut ini: a. Penaksiran resiko. Karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian intern. Kami mencatat bahwa tidak ada masalah berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya yang kami pandang memiliki kelemahan material sebagaimana kami definisikan di atas. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN PERWAKILAN IV DI YOGYAKARTA Sarjono. Akt Nomor Register – D. kekeliruan atau ketidakberesan dapat saja terjadi dan tidak terdeteksi. Informasi dan komunikasi. dan e. Suatu kelemahan material adalah kondisi yang dapat dilaporkan yang di dalamnya desain dan operasi satu atau lebih komponen pengendalian intern tidak mengurangi resiko ke tingkat yang relatif rendah tentang terjadinya kekeliruan dan ketidakberesan dalam jumlah yang akan material dalam hubungannya dengan laporan keuangan auditan dan tidak terdeteksi dalam waktu semestinya oleh karyawan dalam pelaksanaan normal fungsi yang ditugaskan kepadanya.25. Aktivitas pengendalian. Untuk tujuan laporan ini. Lingkungan pengendalian. Pertimbangan kami atas pengendalian intern tidak perlu mengungkapkan semua masalah dalam pengendalian intern yang mungkin merupakan kelemahan material menurut Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. kami memperoleh pemahaman tentang desain pengendalian intern yang relevan dan apakah pengendalian intern tersebut dioperasikan serta kami menentukan resiko pengendalian. b. Begitu juga.873 . Pemantauan.

00 dengan total Plafond pinjaman tersebut sebesar penarikan pinjaman sebesar Rp2.671.P5. atau pelanggaran terhadap larangan yang terdapat dalam peraturan. atau bantuan yang diserahkan kepada perusahaan. Jangka waktu pinjaman selama 20 tahun dengan masa tenggang 5 tahun sehingga jatuh tempo pokok antara 3 Februari 1999 sampai dengan 3 Agustus 2013.00. Hal material dari ketidakpatuhan adalah kegagalan untuk mematuhi persyaratan.75% per tahun dengan closing date tanggal 3 Mei 1998. PDAM Kota Kediri dibebani biaya administrasi sebesar 9% per tahun dan biaya komitmen 0.000.662.000. PDAM dikenakan denda hutang pokok sebesar 9% serta denda biaya administrasi dan biaya komitmen sebesar 18% dari yang tertunggak. Kebijakan Menunda Pembayaran Angsuran Pinjaman Memberatkan Keuangan PDAM.129/DP3/1993 tanggal 3 Agustus 1993 dalam rangka Program Pembangunan Prasarana Kota Terpadu (P3KT) East Java-Bali Urban Development Project.425. dan melakukan pengujian terhadap pasal-pasal tertentu hukum. Rp2. sejak Tahun 2001. Sehubungan dengan cash flow PDAM Kota Kediri yang kurang mendukung. PDAM Kota Kediri telah memperoleh pinjaman dari Pemerintah Indonesia (Departemen Keuangan) pada Tahun 1993 melalui Perjanjian Penerusan Pinjaman Nomor RDA. kontrak.BAB II URAIAN HASIL PEMERIKSAAN A. direksi PDAM Kota Kediri mengambil . Terdapat enam hal material yang kami temui dalam pemeriksaan pada PDAM Kota Kediri Tahun Buku 2004. Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan terhadap Peraturan Perundangundangan Pengujian atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan pada PDAM Kota Kediri ditujukan untuk memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. yaitu sebagai berikut: 1.000. Atas atau penundaan keterlambatan penyelesaian kewajiban yang telah jatuh tempo. peraturan kontrak dan persyaratan bantuan.

00) 45.684.00 487.517.51 205.00 (131.081.083.485.957.997.343.072. kewajiban PDAM Kota Kediri yang telah jatuh tempo sebesar Rp3.29 142.500.43 sesuai dengan surat dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Departemen Keuangan tanggal 10 Januari 2005 nomor S-077/PB.60 840.43 Pemeriksaan terhadap perkembangan aliran kas (cash flow) PDAM sejak Tahun 2000 adalah sebagai berikut: No.76 1.269.990.00 0.00 487.294.059.75 320.153.834.717.017.122.461.62 Pembayaran (Rp) 21.482.82 990.265.51 1.917.45 1.00 121.514.482.983.077.565.344. Kebijakan melakukan penundaan pembayaran kewajiban yang telah jatuh tempo.68 799.830.kebijakan untuk tidak melakukan pembayaran angsuran atas kewajiban yang telah jatuh tempo.00 121.82 990.212.072.00 798.056.204.168.472. meskipun cash flow telah mencukupi mengakibatkan .038. Tahun Saldo awal (Rp) (Penurunan) / Kenaikan (Rp) (851.d. Uraian Commitment charge Denda commitment charge Biaya administrasi masa tenggang Biaya administrasi Pokok (Administrasi dikapitalisasi) Hutang pokok Denda biaya administrasi Denda hutang pokok Jumlah Jumlah (Rp) 21. hal itu tidak dilakukan oleh direksi PDAM dengan alasan bahwa PDAM baru menikmati adanya peningkatan cash flow akibat adanya kenaikan tarip PDAM yang diberlakukan pada akhir Tahun 2003.500.294.009.43 Perkembangan arus kas di atas menunjukkan bahwa sejak awal Tahun 2004 telah terjadi peningkatan yang signifikan sehingga memungkinkan untuk melakukan pembayaran angsuran kewajiban kepada Departemen Keuangan yang telah jatuh tempo. Penundaan tersebut mengakibatkan kewajiban PDAM semakin meningkat.00 0.077.00 1.7/2005 dengan rincian sebagai berikut: No.375.690.000.360.04 462.51 1.24 354.122.329.096.00 253.978.141.009.42 207.24 1.12 158.112. 6.203.75 4.309. 8.116.879.556.969.500. Sampai dengan 31 Desember 2004.42 1.360.975. 30 April) 1.650.508.69 205. 7.00 207.112.977.141.475.472. 2.096.461.12 158.515. Akan tetapi.508. 5.45 647.207.14 190.310.902.01 Saldo Akhir (Rp) 1 2 3 4 5 6 2000 2001 2002 2003 2004 2005 (s.025. 1.350.99 3.200.82 31.613.834.957.789. 4. 3.569.964.611.19 Tunggakan (Rp) 0.00 85.14 190.00 253.310.038.611.514.547.86) 68.727.

980. .75 249.581. (2) Pihak Kedua diwajibkan membayar biaya administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) perjanjian ini kepada Pihak Pertama.707.24 11.73 3.00 93.00 4.350. Kapitalisasi Pokok 03-Agst-04 Jumlah Analisis di atas menunjukkan adanya penghematan keuangan PDAM yang berasal dari penurunan beban denda sebesar Rp57.416.098. pada setiap tanggal 3 Februari dan tanggal 3 Agustus setiap tahunnya.272.220.132.00 95. Kapitalisasi Pokok Bi.659.00 709.272. Adm.770.232.095.00 120.88 36.00 28.492.232.00 1.695.834.403.500.5129/DP3/1993 tanggal 3 Agustus 1993 antara lain disebutkan dalam Pasal 7 ayat: (1) Pembayaran kembali pokok pinjaman oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama dalam jumlah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 Ayat (1) perjanjian ini.62.75 8.038.56 1.035.418.206.75 249.531.194.419.636.75 57.531.664. (3) Pihak Kedua wajib membayar biaya administrasi serta seluruh pokok pinjaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) jo ayat (2) dan ayat (1) pasal ini tanpa menunggu surat pembertahuan dari Pihak Pertama.38 325.648. Apabila dilakukan pembayaran kewajiban yang jatuh tempo pada tanggal 3 Februari 2004 sebesar Rp271.727. Kebijakan tersebut bertentangan dengan Surat Perjanjian Pembiayaan P3KT East Java Bali Urban Development Project Nomor RDA.271.477.329.385.P.275.576.00 798.13 28.477.00 maka akan terdapat penurunan beban denda sebesar Rp57.034.379. dilakukan dalam 30 (tiga puluh) kali angsuran setiap setengah tahunan yang sama besarnya pada setiap tanggal 3 Februari dan tanggal 3 Agustus dengan angsuran pertama dilakukan pada tanggal 3 Februari 1999 dan berakhir pada tanggal 3 Agustus 2013.185.500.500.meningkatnya beban PDAM untuk menanggung denda yang semakin besar akibat dari penundaan tersebut.000.500.00 108.046.62 03-Feb-04 Bi.000.62 dengan perhitungan sebagai berikut: Jatuh Tempo Akumulasi kewajiban jatuh tempo (Rp) tanpa angsuran dengan angsuran Kewajiban Denda Kewajiban Denda 1.939.269.182.768.00 621.00 dan 3 Agustus 2004 sebesar Rp273. Adm.684.181.832.142.95 11.464.94 Uraian Selisih denda 13.00 32.193.110.031.00 1.131.193.933.487.39 1.080.132.34 13.00 26.458.75 284.500.97 14.268.75 320.046.684.098.082.272.63 268.500.906.034.00 621.193.

122. PDAM Kota Kediri telah menerima bantuan dari Direktorat Jenderal Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) melalui Proyek Pengembangan Prasarana dan Sarana Permukiman (P2SP) Propinsi Jawa Timur pada Tahun Anggaran 2003 sebesar .dengan ketentuan bahwa sekiranya terjadi selisih antara jumlah yang dibayarkan oleh Pihak Kedua dengan pemberitahuan yang diajukan oleh Pihak Pertama. Direktur PDAM dalam tahun ini akan segera mengajukan Re-Schedulling atas kewajiban yang telah jatuh tempo per 31 Desember 2004 sebesar Rp3. maka PDAM Kota Kediri segera membayar sesuai dengan jadwal yang telah disepakati. selisih tersebut diperhitungkan dengan pembayaran berikutnya. Penggantian Meter Air yang didanai dari P2SP belum diikuti dengan permohonan Penghapusan Meter Air Yang Diganti kepada Badan Pengawas PDAM. Rekomendasi BPK-RI Direktur PDAM Kota Kediri melakukan pembayaran kewajiban sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati bersama jika keadaan keuangan memungkinkan untuk itu.141.43 kepada Departemen Keuangan Republik Indonesia Setelah persetujuan Re-Schedulling disetujui. Kondisi di atas disebabkan kebijakan Direksi PDAM yang kurang memperhatikan dampak keuangan dalam hal penundaan pembayaran kewajiban.009.272.193. Berdasarkan temuan BPK. 2.62 yang pada akhirnya mengurangi kemampuan PDAM untuk memperoleh laba yang optimal. Penundaan pembayaran kewajiban yang telah jatuh tempo tersebut mengakibatkan pemborosan keuangan PDAM sebesar Rp57.

Dana tersebut diantaranya dialokasikan untuk membiayai pekerjaan penggantian meter air pelanggan sebanyak 1.300. melainkan sebagian digunakan untuk pemasangan sambungan rumah (SR) yang baru dengan rincian sebagai berikut: No.046.564 unit dengan nilai seluruhnya sebesar Rp211.564 Harga per unit (Rp) 135.426. Nilai perolehan meter air yang diganti sebesar Rp1.100. oleh Direksi PDAM belum diusulkan kepada Badan Pengawas untuk dihapuskan. Disamping itu.62 – Rp55. atas penggantian meter air tersebut belum dilakukan pemisahan nilai meter air yang diganti dari aktiva produktif. Pemeriksaan atas dokumen realisasi pelaksanaan kegiatan diketahui bahwa meter air tersebut tidak seluruhnya digunakan untuk mengganti meter air yang terpasang.703.793.25 135.00.757.261.34.703.Rp2. Pemeriksaan terhadap pengadministrasian meter air yang diganti menunjukkan bahwa pengelolaan meter air yang rusak tidak tertib.426.215.636.252 SR.360. Uraian pekerjaan Unit 1.528.34 1) Pengantian meter lama 2) Pemasangan Sambungan Baru Jumlah Dari penggantian meter lama tersebut.200.633.22 40. Disamping itu.12 211.066.268 296 1.07) dengan rincian sebagai berikut: .25 Jumlah (Rp) 171. Pemeriksaan lebih lanjut terhadap dokumen pembukuan. 16 SR diganti dua kali karena penggantian pertama bermasalah sehingga pelanggan yang diganti meter airnya hanya sebanyak 1.957.55 (Rp56. hasil perbaikan dari meter air yang rusak tersebut tidak dicatat sehingga tidak dapat ditentukan berapa jumlah meter air yang masih dapat dimanfaatkan.360.

194.077.235.41 62.31 52.57 71.62 Akumulasi Penyusutan (Rp) 5.39 1.702.628.527.67 2.219.13 134.00 56.02 1.02 1.21 2.944.28 3.381.255.07 Nilai Buku 0.85 3.607.009.199.No.00 55. mengakibatkan Laporan Keuangan tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya karena aktiva tetap masih mengandung unsur aktiva tidak dipergunakan Permasalahan di atas disebabkan kelalaian Direksi PDAM yang belum mengajukan penghapusan kepada Badan Pengawas PDAM pada Aktiva Tetap yang tidak digunakan.d.00 0. maka management sekarang telah .191.69 23.43 701.215.628.721.200.261.365.49 2.869.67 2.852.273.85 3.009.00 1.56 0.1999 2000 2001 2002 2003 2004 Jumlah 378 60 72 87 66 46 31 60 80 73 88 130 15 30 35 1 1.00 0.512.78 3.667.37 2.49 221.37 12.06 3. Atas temuan BPK terhadap meter air yang rusak dan telah diganti oleh proyek P2SP serta belum dihapus bukukan.878.761.191.00 0.957.150.94 2.320.757.922.855.662.00 2.06 3.849.855.21 2.748.226.33 1.542.273.00 0.224.00 0.50 12.43 3.44 0.72 115.869.00 0.849.350.766.33 1.255.49 2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Tahun Jumlah Yang Harga Perolehan Pemasangan Diganti (unit) (Rp) s. Dengan belum dihapuskan aktiva tetap yang tidak dipergunakan.684.00 0.75 5.818.102.00 0.296.45 5.590.37 6.252 5.55 Kondisi di atas tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 1991 tanggal 6 Februari 1991 jo.826.862.39 1.519.748.370.000.261. Keputusan Menteri Negara Otonomi Daerah Nomor 8 Tahun 2000 tentang Pedoman Sistem Akuntansi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).350.818.261. 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 .37 3.046.945.86 3.365.546.669.590.855. yang menyebutkan bahwa aktiva yang tidak dapat digunakan harus diajukan kepada Badan Pengawas untuk dihapuskan.01 3.780.888.194.875.855.337.

Makarya Muda 2. 200 mm Pengadaan Pipa PVC.528.524. Pembuatan Presure Filter dan Kelengkapannya senilai Rp1. Pemasanga pipa dan Accesoris.300. Babad Bangun B.00 CV.memproses untuk mengajukan penghapusan meter air yang diganti sebesar Rp1.00.962. Fitting dan Accesoris dia.200.300.900. 200 mm Pembuatan perpipaan aerasi dan reservoir Pencucian sumur bor Pemasangan test meter/test bench dan SR Jumlah Biaya (Rp) Pelaksana 337.603. 2. dia. Cendana 403.528.00 CV.428. 485.00 CV. 4.00 CV.100. Fitting dan Accesoris dia. 5.62 belum dimanfaatkan.392. Indo Prima Guna 125. Rekomendasi BPK-RI Direksi PDAM Kota Kediri mengajukan penghapusan Aktiva Tetap yang tidak digunakan kepada Badan Pengawas. Presure Filter.00 CV.100. Uraian Kegiatan Pengadaan Pipa PVC. 110 mm dan 90 mm Pemasangan Pipa.00 Pekerjaan telah selesai dilaksanakan dan telah diserahterimakan kepada PDAM Kota Kediri berdasarkan Berita Acara Serah Terima Pengelolaan Sementara Proyek Pengembangan Prasarana dan Sarana Permukiman Nomor 194/BA/P3SP/2003 tanggal 3 Nopember 2003 antara Direktur Umum PDAM .020.100. Sumber Kencono 532.200.215. 6. Blitar 249. 3.000.00 CV.300. Prambanan Dwipaka 394.200. Penggantian Meter Air.145.00 CV. Dana tersebut digunakan untuk membiayai kegiatankegiatan sebagai berikut: No. H M Jaya.437.600. PDAM Kota Kediri telah mendapat bantuan pengadaan prasarana dan sarana dalam rangka penyediaan air bersih dari Proyek Pengembangan Prasarana dan Sarana Permukiman (P2SP) Propinsi Jawa Timur Direktur Jenderal Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) pada Tahun 2003 sebesar Rp2. 3. 7.416. 1.55.025.

162.431. Namun ketika dilakukan uji coba pengoperasian pressure filter diketahui bahwa.025. PDAM Kota Kediri setiap tahunnya harus menanggung beban penyusutan. 6.017.743. pembuatan Pressure Filter tersebut dalam rangka meningkatkan pelayanan penyediaan air bersih kepada pelanggan dengan menambah debit air.77 dengan rincian sebagai berikut: . Pemeriksaan terhadap pengelolaan sarana dan prasarana hasil Proyek Pengembangan Prasarana dan Sarana Permukiman tersebut diketahui bahwa sebagian dari pembangunan belum dimanfaatkan yang seluruhnya senilai Rp1. Cendana CV.55 37.320. Cendana CV. Prambanan D.437. 328. 5.68 1. 8.437. H M Jaya 333.67 CV. Prambanan D. 3.62 CV.58 18. Sedangkan bila tidak mematikan pompa harus menambah daya listrik sehingga menambah biaya penggunaan daya listrik.193. Uraian Pembuatan Presure Filter Pembuatan Presure Filter lengkap dengan pondasi dan peralatannya Pembuatan perpipaan aerasi dan reservoir Pembuatan Rumah Pompa Pengadaan Pompa Centrifugal Meter induk dia 150 mm Meter induk dia 200 mm Conection pipa inlet dng Presure Filter Jumlah Nilai (Rp) Pelaksana Ket. 174. 7.Kota Kediri dan Pemimpin Proyek dari Direktur Jenderal Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Beban Penyusutan sampai dengan Tahun 2004 sebesar Rp144.764.94 3.84 CV. 4.024.763. 1.104.025. Cendana Menurut penjelasan dari Bidang Perencanaan Teknik.586.49 105.025.507.62 dengan rincian sebagai berikut: No.281. 2. 24.753. untuk menjalankannya harus mematikan salah satu pompa sehingga mengakibatkan berkurangnya debit air.741. CV. Meskipun belum dimanfaatkan. Prambanan D.392.256.87 CV.392. Hal ini menunjukkan bahwa perencanaan yang dibuat PDAM kurang memperhatikan kelayakan maupun efisiensi.656. Cendana CV.

Kondisi tersebut mengakibatkan PDAM Kota Kediri terbebani biaya penyusutan sebesar memperoleh laba.77 1.000.586. 3 Tahun 1990 tanggal 16 Maret 1990 tentang Pengelolaan Barang Milik Perusahaan Daerah pada pasal 17 ayat (1).405.91 786.320.624. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2001 tanggal 1 Februari 2001 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah.193.256.62 6.444. 7.741.162.94 3.58 4. 8.40 2.672.573. Atas temuan BPK.55 37.015. dan kalau dioperasikan akan semakin membebani keuangan PDAM karena harus menambah daya sebesar Rp300.72 513.13 Kondisi tersebut tidak sesuai dengan: a.581.017.764. pembuatan Pressure Filter tersebut tidak didasari oleh perencanaan yang cermat dan tidak memperhatikan kelayakan dan efisiensi.066.10 21.052. 6.12 25.568.949.83 1.431.49 105.025.507.377. manajemen berpendapat: 1) Seperti hasil temuan pemeriksaan.03 206.15 15.437.37 375.770.536. b.115.392.019.366.238.33 47.245. Pembuatan Presure Filter Pembuatan Presure Filter lengkap dengan pondasi dan peralatannya Pembuatan perpipaan aerasi dan reservoir Pembuatan Rumah Pompa Pengadaan Pompa Centrifugal Meter induk dia 150 mm Meter induk dia 200 mm Conection pipa inlet dng Presure Filter Jumlah 328. 4. jadi apabila hanya Sumur Kuwak saja yang di filter sementara sumur-sumur yang lain .875.763.835.741.104.34 123.49 5.667.00 dan tambahan atas beban listrik bulanan yang cukup besar.191.000. 5.003.18 438.201.206.02 3.185.54 74.710. (4) dan (5). 2.710.753.77 yang mengurangi kemampuan cermat serta kurang memperhatikan kelayakan dan efisiensi.763.277.67 24.33 144.638.813.620.84 174. Permasalahan tersebut disebabkan perencanaan yang disusun tidak Rp144.86 1.024.93 40.692.39 6.792.87 333.281.743.939.656.318.99 21.025.025.168.88 2.63 Jumlah 47.No.973.508. Peraturan Menteri Dalam Negeri No. Disamping itu Pipa Jaringan yang ada adalah bersifat koneksi seluruhnya.27 12.77 2.938. Uraian Nilai (Rp) 2003 (2 bln) Penyusutan 2004 40.840.619.023.68 1.58 18. 3.718.

karena tidak memberikan manfaat tetapi malah akan membebani. Rekomendasi BPK-RI Direksi PDAM Kota Kediri melakukan perencanaan yang cermat dalam pengadaan sarana dan prasarana serta memerintahkan kepada Bagian Produksi melakukan upaya memberdayakan pressure filter. sehingga sekarang kami sedang memproses untuk melakukan hapus buku atas aset tersebut.0mg/l. 2) Syarat air baku yang difilter adalah air baku yang mengandung Fe diambang batas yang diperkenankan oleh Departemen Kesehatan. sehingga proses filterisasi tidak diperlukan.tidak di filter maka hasilnya tidak akan efektif karena air yang tidak difilter akan menyatu dengan air yang tidak difilter. . Kesimpulannya adalah air baku PDAM Kota Kediri tidak mengandung Fe (besi). Direktorat Jenderal PPM dan PL Surabaya kadar Fe (besi) adalah 0 (nol). sementara itu hasil pengujian air baku PDAM Kota Kediri per 29 Desember 2004 yang dilakukan oleh Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Departemen Kesehatan RI. 3) Dengan dasar Cost and Benefit Analysis. maka sudah selayaknya apabila Pressure Filter tersebut dikeluarkan dari pembukuan PDAM Kota Kediri. hasil maksimal yang diperkenankan adalah 1.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan penyediaan air bersih masyarakat Kota Kediri. . 11. Sedangkan air bawah tanah diambil dari sumur-sumur yang dibangun PDAM Kota Kediri yaitu sebagai berikut: No. 10. Sumur Pompa Kuwak I Pompa Kuwak II Pompa Kuwak III Pompa Kuwak IV Pompa Kuwak V Produksi Pesantren Produksi Ngronggo Produksi Tamanan Produksi Wilis Selatan Produksi Wilis Utara Produksi UNIK Produksi Ngampel Keterangan Berproduksi Berproduksi Berproduksi Berproduksi Tidak berproduksi Tidak berproduksi Berproduksi Berproduksi Berproduksi Berproduksi Berproduksi Berproduksi Pemeriksaan terhadap perijinan atas pengambilan air bawah tanah tersebut menunjukkan sampai saat pemeriksaan tanggal 20 Mei 2005 ini PDAM Kota Kediri belum memproses perijinan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kota Kediri Nomor 9 Tahun 2003. Surat tertanggal 6 Januari 2005 Nomor 540/11/419. Dinas Perindustrian. 2. 12. APBN. 4. Pertambangan dan Koperasi Kota Kediri telah mengirimkan surat kepada PDAM Kota Kediri sebanyak dua kali yaitu: a. 6. 5. Berkaitan dengan belum adanya ijin tersebut.43/2004 perihal Ijin Pengambilan Air Bawah Tanah. Air permukaan berasal dari kerja sama antara PDAM Kota Kediri dengan PDAM Kabupaten Kediri yang diambil dari sumber air Gumul.4. 3. 7. dan APBD. Hal ini diperkuat dengan penjelasan Kepala Sub Bagian Produksi bahwa pada saat pembuatan sumur bor tidak didahului dengan pengurusan ijin. PDAM Kota Kediri Belum Mengurus Ijin Pengelolaan Air Bawah Tanah. Perdagangan. baik pembuatan sumur yang dilakukan oleh PDAM maupun yang dibiayai dari proyek bantuan luar negeri. 1. 9. PDAM Kota Kediri memproduksi air yang berasal dari air bawah tanah dan air permukaan. 8.

00 750. Berdasarkan tarif yang berlaku. 10. PDAM Kota memiliki tanggung jawab untuk membayar retribusi yang menjadi kewajibannya.000.000.00 1.000.000. 8.00 0.43/2005 perihal Ijin Pengambilan Air Bawah Tanah.000.000.000. 2. (2) Ijin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari: (a) Ijin eksplorasi Air Bawah Tanah.00 Kondisi di atas tidak sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Kediri Nomor 9 Tahun 2003 tanggal 8 Juli 2003 tentang Retribusi Ijin Pengelolaan Air Bawah Tanah dalam: a. penurapan dan pengambilan Air Bawah Tanah hanya dapat dilaksanakan setelah memperoleh ijin. pasal 11 ayat: (1) Kegiatan eksplorasi. 7.00 0.000.000. 6.000. 3.000. Dengan tidak segera diprosesnya ijin pengambilan Air Bawah Tanah tersebut.00 1. Pertambangan dan Koperasi Kota Kediri melalui staf Bawasda Kota Kediri diperoleh informasi bahwa PDAM Kota Kediri belum menanggapi surat tersebut. retribusi yang menjadi kewajiban PDAM Kota Kediri atas pengeboran sumur sebesar Rp8. Kedua surat tersebut meminta kepada Direksi PDAM Kota Kediri untuk segera mengurus Ijin Pengambilan Air Bawah Tanah (SIPA – ABT).b. Surat tertanggal 14 Maret 2005 nomor 616/154/419.000. (b) Ijin pengeboran Air Bawah Tanah.000.00 1. 4.00 1.000. Perdagangan. . 12.00 8.850.000.00 dengan rincian sebagai berikut: No.000. 1. 11. Sumur Bor Pompa Kuwak I Pompa Kuwak II Pompa Kuwak III Pompa Kuwak IV Pompa Kuwak V Produksi Pesantren Produksi Ngronggo Produksi Tamanan Produksi Wilis Selatan Produksi Wilis Utara Produksi UNIK Produksi Ngampel Jumlah Keterangan Berproduksi Berproduksi Berproduksi Berproduksi Tidak berproduksi Tidak berproduksi Berproduksi Berproduksi Berproduksi Berproduksi Berproduksi Berproduksi Retribusi (Rp) 500.00 600.000. 9. Konfirmasi kepada Dinas Perindustrian.850.00 1.00 1.00 1. pengeboran termasuk penggalian.000. 5.000.

00 (e) Untuk sumur bor ke III Rp750.000.00 (b) Untuk sumur pasak Rp50.000.000.00 (3) Retribusi ijin penurapan mata air Rp25.00 (c) Untuk sumur bor Rp100.000.000.00 (6) Retribusi ijin juru bor Air Bawah Tanah Rp100.00 (c) Untuk sumur bor ke I Rp500.00 (b) Untuk sumur pasak Rp50.00 (8) Terhadap perpanjangan ijin sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 pada ayat (4) Peraturan Daerah ini. pasal 19.00 (2) Retribusi ijin pengeboran Air Bawah Tanah: (a) Untuk sumur gali Rp25.00 (7) Retribusi ijin usaha perusahaan pengeboran Air Bawah Tanah Rp250. Permasalahan tersebut mengakibatkan pengambilan Air Bawah Tanah oleh PDAM Kota Kediri belum memiliki kekuatan hukum dan tidak . (d) Ijin pengambilan Air Bawah Tanah. (3) Ijin sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberikan oleh Walikota atau pejabat yang ditunjuk dan berlaku selama 3 (tiga) tahun.000. (e) Ijin pengambilan mata air.000.000.00 (5) Retribusi ijin pengambilan mata air Rp100.000.000.000.00 (c) Untuk sumur bor Rp500.000.000. dinyatakan bahwa “Terhadap semua penerbitan ijin Air Bawah Tanah dipungut Retribusi sebagai berikut: (1) Retribusi ijin eksplorasi Air Bawah Tanah: (a) Untuk sumur gali Rp25.000.000.(c) Ijin penurapan mata air.000.00 (b) Untuk sumur pasak Rp50. b. dikenakan retribusi sebesar 50% (lima puluh persen) dari ketentuan tarif retribusi yang berlaku.00 (f) Untuk sumur bor ke IV dan seterusnya Rp1.00 (4) Retribusi ijin pengambilan Air Bawah Tanah: (a) Untuk sumur gali Rp25.000.00 (d) Untuk sumur bor ke II Rp600.

dapat kami sampaikan: 1) Bahwa berdasarkan konfirmasi dengan Bapak Joko (Kimpraswil Surabaya). dan Kimpraswil berjanji akan mencarikan berkas-berkas terkait. Kondisi tersebut disebabkan kelalaian Direksi PDAM Kota Kediri kurang memperhatikan ketentuan yang berlaku khususnya dalam perijinan atas pengambilan Air Bawah Tanah. 2) Terkait dengan PERDA Kota Kediri Nomor 9 Tahun 2003.terealisirnya penerimaan asli daerah Pemda Kota Kediri sebesar Rp8. Berdasarkan temuan BPK. gambar penampang dll.000. Untuk itu manajemen memberi batasan untuk pengurusan pembiayaan perijinan maksimal Rp5.850.00 3) Kesimpulannya proses perijinan sedang dijalankan dan diurus.00. ijin SIPA-ABT seharusnya telah dilakukan oleh kontraktor yang mengerjakan pengeboran sumur.000. yang kesemuanya tidak dimiliki oleh PDAM Kota Kediri karena file-filenya ada pada kontraktor dan kalau syarat-syarat tersebut harus dipenuhi oleh PDAM Kota Kediri maka memerlukan pembiayaan yang tidak sedikit. . pihak Dinas Pertambangan mempersyaratkan bebagai syarat diantaranya adalah uji pompa. Rekomendasi BPK-RI Direktur PDAM Kota Kediri mengurus ijin pengelolaan air bawah tanah.000.

366.58%.206 m3 . Pemeriksaan terhadap dokumen produksi air yang disajikan oleh Kepala Sub Bagian Produksi dan staf penjaga sumur pompa menunjukkan halhal sebagai berikut: a.113 m3 (5. yaitu perbandingan antara air yang diproduksi dan air yang terjual. Dengan demikian terdapat perbedaan antara jumlah produksi air yang dilaporkan dengan jumlah produksi air menurut catatan Kasubag Produksi sebanyak 1. Jumlah produksi yang dilaporkan oleh Kepala Sub Bagian Produksi sebanyak 5.093 m3).000. PDAM Kota Kediri dalam melayani kebutuhan air minum masyarakat menggunakan air dari satu mata air (sumber) dan dua belas sumur. namun yang dilaporkan oleh Kepala Bagian Produksi hanya sebanyak 3. Produksi air dari masing-masing sumber dan sumur yang dilaporkan oleh Kepala Bagian Produksi PDAM Kota Kediri Tahun 2004 seluruhnya sebanyak 3.973.206 m3.392.5. Apabila tingkat kehilangan air dihitung berdasarkan produksi air menurut laporan Kepala Sub Bagian Produksi. b.366.818 m3 dari sumber air Gumul atau seluruhnya sebanyak 5.388 m3 dari sepuluh sumur dan sebanyak 351.093 m3 dan terjual sebanyak 2.392. maka tingkat kehilangan air pada Tahun 2004 mencapai 2.3.974.974. Dari kedua belas sumur tersebut hanya sepuluh sumur yang beroperasi. Ketidakakuratan tersebut dapat ditunjukkan dalam tabel berikut: . Pemeriksaan di lapangan pada beberapa sumur pompa diketahui bahwa terdapat meter air induk sudah tidak akurat seperti meter air yang dipasang pada sumur produksi Ngronggo.363 m3 atau 25. Produksi Air Dilaporkan Tidak Sesuai Dengan Senyatanya Dan Tingkat Kehilangan Air Melebihi Ketentuan.093 m3.974. Terhadap perbedaan tersebut Kepala Bagian Produksi menjelaskan bahwa pelaporan lebih rendah dari produksi air yang senyatanya merupakan perintah direksi agar tingkat kehilangan air menjadi lebih rendah.730 m3 sehingga tingkat kehilangan air sebanyak 1.17%.014.476 m3 atau 44.

538.60 43.38 50.10 23.857. baik laporan yang dibuat oleh Kasubag Produksi dari masing-masing sumur maupun Kepala Bagian Produksi tidak dapat dijadikan dasar perhitungan kehilangan air.79 15.58 52.771.72 53.46 33.01 14.854.02 18.24 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Jumlah Tabel di atas menunjukkan ketidakwajaran pembacaan produksi air oleh meter air induk dimana hasil pembacaan melebihi kemampuan normal maupun kemampuan riil berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan oleh PDAM Kota Malang pada bulan September 2004. Pemeriksaan di lapangan menunjukkan bahwa pembacaan produksi air oleh meter air induk tidak beraturan/berurutan (loncat-loncat).81 44.059.14 49.765.72 53.56 ltr/dtk 34.577.93 (1.54 53.10 51.56 ltr/dtk 34.00 81.56 ltr/dtk 34.46 23.56 ltr/dtk 34.845.634.630.996.996.00 79.067.996.56 ltr/dtk 34.996.56 ltr/dtk 34.47 52.07 20.970. Bulan kapasitas pompa Jumlah Pro.43 55.00 78.44 15.82 15.966.648.No.54 52.400.92).973. maka jumlah produksi air menjadi sebanyak 5.87 m3 sehingga tingkat kehilangan air menjadi sebanyak 2.630.54 52.221.76 32. .00 77.74 51.00 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 14 31 28 31 30 31 30 31 31 30 31 30 31 365 55.96 48.65 61.54 635.00 74.571.00 77.57 49. Tingkat kehilangan air tersebut masih berada di atas ambang batas yang diperkenankan yaitu 20% sehingga melebihi batas toleransi sebanyak 1.19 17.451.08 43.75 52.090.00 86.33 m3 x Rp1.478.46 28.06 53.996.996.58 15.277.394.02%.56 ltr/dtk 34.93 24.00 960.00 50.00 77.254.72 53.394.54 52.28 32.21 40 ltr/dtk 40 ltr/dtk 40 ltr/dtk 40 ltr/dtk 40 ltr/dtk 40 ltr/dtk 40 ltr/dtk 40 ltr/dtk 40 ltr/dtk 40 ltr/dtk 40 ltr/dtk 40 ltr/dtk 34.996.66 58.340.72 53.10 53.35 49.00 81.469.322.841.56 ltr/dtk 34.46 324.54 48.254.059.72 51.54 52.073.28 23.337.28 26.393.92 maka PDAM Kota Kediri kehilangan kesempatan memperoleh pendapatan sebesar Rp1.07 53.087.56 ltr/dtk Penyimpangan Produksi dng Perbedaan ltr/dtk % dr riil kemp pompa (m3) 21. Bila jumlah kehilangan air tersebut dihitung berdasarkan harga ratarata penjualan air Tahun 2004 sebesar Rp1.00 80.56 ltr/dtk 34.46 27.54 16.56 ltr/dtk 34.454.46 22.254.02%.56 ltr/dtk 34.89 45.274. Apabila produksi dari sumur Ngronggo dihitung berdasarkan rata-rata kemampuan riil.44 42.472.041.33 m3 atau 21.667.46 25.28 24.29 59.16 17.lama operasi tercatat duksi (m3) (jam) hari liter/detik Normal Riil *) 86.099.254. Adanya penyimpangan dalam pembacaan produksi air tersebut.54 19.07 67.43 49.00 78.87 m3 atau 41.412.63 55.

478. b. Meter air yang memang rusak d. Pengantian meter rusak c.538. Kondisi pipa transmisi. Operasi penertiban pelanggan (OPAL) b. dinas dan water meter yang banyak mengalami kerusakan. karena penanaman pipa yang kurang dalam e.93. Berdasarkan permasalahan yang terjadi. manajemen PDAM Kota Kediri menjelaskan bahwa pada tahun-tahun mendatang tingkat kebocoran air akan dilaporkan senyatanya. Pengurasan lokal Untuk mengurangi permasalahan tersebut.Hal tersebut tidak sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 690. Meter air yang sengaja dirusak pelanggan c. Pengurasan bak reservoir/ground f. Kebocoran murni. Kesengajaan Kepala Bagian Produksi (atas perintah direksi) dalam melaporkan jumlah produksi air tidak sesuai dengan produksi air yang sesungguhnya.149 Tahun 1985 tanggal 20 Februari 1985. Penyebab kebocoran air disebabkan oleh : a. manajemen telah melakukan upaya-upaya sebagai berikut: a. Pencurian air yang dilakukan oleh pelanggan b. tentang Usaha Mengurangi Kehilangan Air Dalam Pengelolaan Air Minum PDAM Kondisi seperti diuraikan di atas mengakibatkan Laporan Produksi Air tidak dapat dijadikan pedoman untuk menghitung harga pokok produksi serta PDAM kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendapatan sebesar Rp1. distribusi.099. Hal demikian terjadi karena: a. Pembuatan zone (namun untuk upaya ini masih perlu dipertimbangkan karena investasi yang diperlukan sangat mahal) .

Piutang Usaha tersebut diklasifikasikan menjadi Piutang Rekening Air dan Piutang Rekening Non Air. Rekening yang belum dibayar oleh pelanggan disimpan di Loket 1 dan diklasifikasikan menjadi rekening yang berumur 1-5 bulan. sedangkan Piutang Rekening Non Air adalah tagihan kepada pelanggan selain air yang belum dibayar misalnya biaya pembukaan rekening baru dan denda. Piutang Rekening Air diakui pada saat rekening tagihan air diterbitkan (DRD /Daftar rekening yang akan ditagihkan).223. Setiap bulan Bagian Langganan dan Pemasaran membuat Laporan Hasil Penagihan dan Rekap Retur Rekening (jumlah rekening yang belum dibayar oleh pelanggan sebagai saldo piutang).Rekomendasi BPK-RI Kepala Bagian Produksi PDAM Kota Kediri melaporkan jumlah produksi air sesuai dengan keadaan yang senyatanya. rekening diatas 5 bulan dan rekening diputus. . DRD diterbitkan oleh Sub Bagian Rekening di Bagian Langganan dan Pemasaran kemudian disampaikan kepada SPI (Satuan Pengawas Intern) untuk diverifikasi. Berdasarkan LPP yang diterima dari Loket Sub Bagian Pembukuan dan Anggaran di Bagian Umum dan Keuangan membuat Laporan Daftar Saldo Piutang Air setiap bulan. Piutang Usaha PDAM Kediri Tahun 2004 disajikan menurut draft Laporan Keuangan Rp1. Pengelolaan Piutang Langganan Belum Sesuai Dengan Ketentuan Yang Berlaku. Berdasarkan hasil penjualan rekening.00. Piutang Rekening Air adalah tagihan air kepada pelanggan yang belum dibayar.748. 6. Selanjutnya rekening tersebut disampaikan kepada Bagian Umum dan Keuangan untuk distempel sebagai bukti legalisasi rekening untuk kemudian disampaikan kepada Sub Bagian Penagihan untuk ditagihkan kepada pelanggan melalui dua loket yaitu Loket 1 di Kantor PDAM Kediri dan Loket 2 di Kecamatan Mojoroto.566. Sub Bagian Penagihan membuat LPP (Laporan Penerimaan Penagihan) yang disampaikan ke Sub Bagian Kas di Bagian Umum dan Keuangan.

000 315.Pengelolaan atas Piutang Air di PDAM Kediri diketahui adanya perbedaan saldo Piutang antara catatan Sub Bagian Penagihan dan Sub Bagian Pembukuan.347.596.926. Selain itu perhitungan saldo piutang tidak berdasarkan pada jumlah fisik rekening. No. Keu 839.975.500 348.932.120.215) Selisih Berdasarkan perhitungan fisik rekening yang dilakukan oleh Tim Audit BPK diketahui bahwa jumlah fisik rekening yang ada berbeda dengan jumlah saldo piutang yang disajikan di draft Laporan Keuangan PDAM Kediri Tahun 2004.514.495 318.922.095 328.911.114.410.817.752.905 353. triwulan atau tahun.865 405.441.495 318.000 81.00) (112.00 123.037.045. 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah Bulan Loket 2 3 356.176.545 328.150.500) 30.515.799.310 351.310 351.370 335.000 (315) (1.830.350 315. No.932.405 353.410.00 10.300 348.995.455 350.496.00 Selisih (210.650 (347.588.566.210 5(3-4) (6.285 336.730.005 347.926.758.919.005 347.223.830. Tabel 1.00 854.215. Perbedaan tersebut disebabkan oleh perbedaan pencatatan nilai DRD antara kedua bagian tersebut yang dapat dilihat pada Tabel 1.147.514.766.322.095.00 260.957.748.792.370 335.00 214.00) (368.655.844.589.035.00 Draft Lap.325 4.926.608.018. Perhitungan fisik rekening juga tidak dilakukan secara periodik baik setiap bulan. atau berdasarkan periode tertentu yang ditetapkan oleh Dewan Direksi.200 462.995 Jumlah Pembukuan 4 356.140 349.325 4.033.00) .321.485 336.800) 120. 1 2 3 Uraian Piutang Lancar Piutang Ragu Piutang Tak Tertagih Jumlah Hasil Cek fisik 629.00 1.166.865 405.550 1. perbedaan tersebut dapat dibaca pada tabel berikut ini.955.148.00) (45.

00 sejak bulan Oktober 2003.00. Berdasarkan wawancara dengan Direktur PDAM Kediri bahwa piutang kepada Pemerintah Kota memang tidak ditagihkan dengan alasan karena Pemerintah Kota merupakan instansi vertikal PDAM Kediri. Piutang rekening dobel adalah rekening pelanggan yang diterbitkan ganda dalam satu bulan penagihan. Berdasarkan hasil perhitungan cek fisik tersebut terdapat saldo piutang rekening ganda sebesar Rp24. Penilaian Piutang yang menyatakan bahwa piutang harus disajikan dalam laporan keuangan dengan nilai tunai yang dapat direalisasi. Pada dasarnya rekening ganda tersebut tidak dapat ditagihkan kepada pelanggan karena telah dibayar oleh pelanggan.440. Saldo piutang yang disajikan di Neraca tidak mencerminkan nilai yang sebenarnya dapat ditagih.420.32 dibandingkan dengan saldo fisik rekening piutang langganan air.150.941. Selain itu juga terdapat piutang langganan Pemerintah Kota sebesar Rp44. Dengan demikian piutang rekening dobel tersebut harus dihapuskan baik secara administratif pembukuan maupun secara fisik untuk menghindari penyalahgunaan. Dengan adanya piutang rekening ganda tersebut mengakibatkan saldo piutang langganan yang dicantumkan di Neraca menjadi disajikan lebih tinggi.236.773. Permasalahan di atas tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 1991 tentang Pedoman Sistem Akuntansi Perusahaan Daerah Air Minum tanggal 16 Pebruari 1991 Bagian I Kebijakan Akuntansi nomor 4. Namun atas hal tersebut belum ada kebijakan tertulis yang menyatakan bahwa pemakaian air oleh Pemerintah Kota diberikan reduksi atas tagihannya.Dari tabel di atas diketahui bahwa saldo piutang langganan air yang disajikan dalam Draft Laporan Keuangan PDAM Kota Kediri Tahun 2004 disajikan lebih tinggi sebesar Rp368. Hal tersebut mengakibatkan : a. Pada bulan Januari 2005 SPI melakukan perhitungan fisik rekening untuk menghitung saldo piutang Tahun 2004. .

440.236. Permasalahan tersebut disebabkan oleh Kebijakan Direksi yang tidak membuat keputusan mengenai perhitungan saldo fisik rekening piutang dan tidak menagih Piutang Pemerintah Kota. Manajemen PDAM sependapat dengan temuan Tim BPK Perwakilan IV Yogyakarta dan akan mengambil langkah-langkah perbaikan serta mengevaluasi pengelolaan piutang langganan yaitu : 1) Atas ditemukannya saldo fisik dan tercatat selisih Rp368. Berkurangnya aliran kas masuk atas tidak ditagihnya Piutang Pemerintah Kota dan berpeluang terjadinya penyalahgunaan.860.009. 3) Mengusulkan audit investigasi (Audit Special) kepada BPK atas selisih fisik dan tercatat tersebut.b.00 maka akan dilakukan penelusuran atas tagihan rekening ke pelanggan 2) Merekrut tenaga kontrak (pihak luar) untuk melakukan tagihan atas tunggakan yang ada sekaligus menelusuri tagihan tersebut sejak bulan Mei.23. . Rekomendasi BPK-RI Direktur PDAM membuat kebijakan mengenai perhitungan fisik rekening piutang secara periodik dan di masa yang akan datang melakukan komputerisasi sistem penagihan rekening.773. karena potential loss mencapai Rp393. dan hasil tagihannya cukup besar untuk bulan Mei 2005.420.32 dan rekening ganda Rp24. hasil tagihan yang sudah tertunggak di atas 15 bulan sebesar 41 juta.

Lingkungan Pengendalian Lingkungan pengendalian mempengaruhi suasana suatu organisasi.B. yaitu: a. Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan terhadap Pengendalian Intern Pembukuan dan Penyusunan Laporan Keuangan PDAM Kota Kediri dilakukan oleh Bagian Keuangan PDAM Kota Kediri sebagai unit kerja yang melaksanakan fungsi pembukuan dan penyusunan Laporan Keuangan. Komponen Sistem Pengendalian Intern adalah sebagai berikut: 1. b. Kepala Bagian telah menciptakan iklim dengan memberi contoh. . Integritas dan nilai-nilai etika: Untuk menekankan pentingnya integritas dan nilai-nilai etika diantara para staf suatu organisasi. staf telah memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan secara efektif. mempengaruhi kesadaran tentang pengendalian kepada orang-orangnya. Ia merupakan landasan bagi komponen-komponen pengendalian lainnya dengan menciptakan disiplin dan struktur Lingkungan pengendalian pada Bagian Keuangan PDAM Kota Kediri sebagai unit kerja yang melaksanakan fungsi pembukuan dan penyusunan laporan keuangan terdiri dari berbagai unsur. mengkomunikasikan kepada semua staf baik secara lisan dan tertulis bahwa semua staf memiliki tanggungjawab. Penilaian terhadap pengendalian intern dilakukan untuk memberikan keyakinan bahwa tujuan dari pengelolaan keuangan yang dikehendaki bisa tercapai. Komitmen terhadap kompetensi ini meliputi pertimbangan tentang pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan. Komitmen terhadap kompetensi: Untuk mencapai tujuan. hanya komponen dalam sistem pengendalian berisiko tinggi yang direview secara mendalam. Bagian Keuangan PDAM Kota Kediri telah menyusun Laporan Bulanan dan laporan tersebut telah memuat perbandingan antara anggaran dan realisasinya sehingga penyusunan laporan keuangan relatif lebih cepat. Dalam pengujian terhadap komponen-komponen pengendalian intern tersebut.

Karakteristik tersebut meliputi apa yang dilakukan atau dimiliki manajemen dalam pendekatan untuk mengambil dan memonitor risiko bisnis. Penerapan prosedur dan kebijakan akuntansi terhadap pelaksanaan suatu pertanggungjawaban dilaksanakan secara konsisten. meskipun terdapat beberapa keputusan yang tidak dapat dilaksanakan karena adanya kendala-kendala tertentu. d. Sub Bagian Produksi Air melaporkan jumlah air yang diproduksi tidak sesuai dengan jumlah yang senyatanya. karena struktur organisasi memberikan kerangka menyeluruh untuk perencanaan. Falsafah manajemen dan gaya operasi: Banyak karakteristik yang membentuk falsafah manajemen dan gaya operasinya. Falsafah manajemen pada Bagian Keuangan PDAM Kota Kediri telah menunjukkan bahwa Kepala Bagian cukup memahami adanya batasan-batasan dalam pelaksanaan Rencana Kegiatan Tahunan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. serta pemonitoran atas kegiatan.c. Di samping itu. pemilihan prinsip akuntansi alternatif dalam mengembangkan taksirantaksiran akuntansi. tanggung jawab serta alur pelaporan. dan pengawasan. Susunan Organisasi dan Tata Kerja PDAM Kota Kediri dituangkan berdasarkan Keputusan Walikota Kediri Nomor 154 Tahun Pengembangan struktur organisasi untuk suatu unit menyangkut perumusan kewenangan dan . pelaksanaan. pada Sub Bagian Produksi Air terdapat permasalahan yang perlu mendapat perhatian manajemen sehubungan dengan penerapan falsafah manajemen dan gaya operasi. dan memiliki dampak terhadap lingkungan pengendalian. indikator kinerja dan laporan penyimpangan. penekanan pada kontak-kontak informal langsung dengan atasan atau pada sistem kebijakan tertulis formal. Struktur Organisasi: Struktur organisasi sangat berpengaruh terhadap kemampuan suatu unit dalam memenuhi tujuannya. serta kebiasaan dalam mengolah informasi dan fungsi akuntansi serta personalia. kebiasaan dan tindakan terhadap pelaporan keuangan.

1993 tanggal 4 Maret 1993 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perusahaan Daerah Air Minum Kota Kediri. PDAM Kota Kediri dapat digolongkan sebagai PDAM Tipe B, karena jumlah pelanggan aktif sampai dengan akhir Tahun 2003 berjumlah 11.326 pelanggan. Sebagai PDAM bertipe B, berdasarkan Keputusan Menteri Negara Otonomi Daerah Nomor 8 Tahun 2000 tentang Pedoman Akuntansi PDAM, Struktur Organisasi yang ditetapkan adalah terdiri dari: 1) Satu Direktur 2) Tiga Kepala Bagian yang membidangi : a) Bagian Administrasi dan Keuangan b) Bagian Teknik c) Bagian Hubungan Langganan 3) Masing-masing Bagian dapat memiliki maksimal 5 Sub Bagian/Seksi (jadi jumlah maksimal Sub Bagian/Seksi adalah 15 orang). Berdasarkan pengamatan, Struktur Organisasi pada PDAM Kota Kediri sampai dengan 31 Desember 2004 terdiri dari: 1) Tiga orang Direksi, yaitu Direktur Utama, Direktur Umum dan Direktur Teknik. 2) Satuan Pengawas Intern 3) Delapan Kepala Bagian, yaitu a) Kepala bagian Produksi b) Kepala Bagian Distribusi c) Kepala Bagian Perencanaan Teknik, d) Kepala Bagian Peralatan Teknik e) Kepala Bagian Umum, f) Kepala Bagian Keuangan g) Kepala Bagian Langganan h) Kepala Satuan Pengendalian Intern. 4) 18 Kepala Sub Bagian/Seksi Secara umum struktur organisasi PDAM Kota Kediri berbeda dengan struktur organisasi berdasar Keputusan Menteri Negara Otonomi Daerah Nomor 8 Tahun 2000, namun dalam pelaksanaan tugas, cukup

mendukung lingkungan pengendalian pada pelaksanaan dan prosedur pengendalian. Hal ini terjadi karena atasan langsung hanya membawahi 2 sampai 3 orang staf dan telah melakukan monitoring dan pengendalian secara efektif. Namun demikian, Satuan Pengawas Intern belum dapat melaksanakan tugasnya secara efektif karena permasalahan yang disampaikan oleh Satuan Pengawas Intern tidak segera ditindaklanjuti unit kerja terkait. e. Penetapan kewenangan dan tanggungjawab: Perumusan kewenangan dan tanggungjawab menyangkut tentang bagaimana dan kepada siapa kewenangan dan tanggungjawab diberikan. Adanya perumusan kewenangan dan tanggung jawab akan membuat setiap individu mengetahui bagaimana tindakannya berkaitan dengan pihak lain dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan, untuk hal apa masing-masing individu harus bertanggung jawab. Penetapan kewenangan dan tanggung jawab ini telah dituangkan dalam Keputusan Walikota Kediri Nomor 154 Tahun 1993 tanggal 4 Maret 1993 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perusahaan Daerah Air Minum Kota Kediri. Dalam Keputusan ini telah ditetapkan wewenang dan tanggung jawab masing-masing unit kerja. Setiap pegawai pada Bagian Keuangan telah diberi wewang dan tanggung jawab sesuai tugasnya masing-masing. f. Kebijakan dan praktik dibidang sumber daya manusia: Efektif tidaknya struktur pengendalian intern akan sangat bergantung kepada kebijakan dan praktik tentang sumber daya manusia yang dianut, yang akan diharapkan, nilai-nilai etika, dan kompetensi. Praktik yang sehat mengenai hal ini menyangkut kebijakan rekruitmen yang baik, serta proses screening dalam pengangkatan karyawan, orientasi pegawai baru terhadap kultur perusahaan dan sifat operasi perusahaan, kebijakan pelatihan, tindakan-tindakan pendisiplinan atas pelanggaran, dan promosi berdasarkan kinerja yang lalu. Pengamatan yang dilakukan pada pada Bagian Keuangan PDAM Kota Kediri menunjukkan bahwa sumber daya manusia yang ada telah

cukup untuk melakukan tugas dan kewajiban berdasarkan tanggung jawabnya, dan telah dilakukan peningkatan kemampuan melalui pendidikan dan pelatihan. 2. Perhitungan Risiko Perhitungan resiko adalah mengidentifikasi resiko internal dan eksternal yang mempengaruhi perusahaan dan bagaimana mengelola resiko tersebut. Berkaitan dengan perhitungan resiko, pihak manajemen puncak perlu memperhatikan permasalahan resiko internal yaitu resiko keuangan. Perhitungan resiko untuk tujuan pelaporan keuangan adalah identifikasi, analisis, dan pengelolaan resiko suatu organisasi berkenaan dengan penyusunan laporan keuangan yang disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Perhitungan resiko oleh Kepala Bagian Keuangan telah mencakup pertimbangan khusus untuk resiko yang bisa muncul akibat perubahanperubahan yang terjadi, seperti adanya transaksi-transaksi baru yang prosedur akuntansinya belum begitu dipahami, perubahan standar akuntansi, perubahan undang-undang dan peraturan, revisi atas sistem, atau digunakannya teknologi baru dalam pengolahan informasi, sehingga pengolahan informasi dan fungsi pelaporan diharapkan berjalan dengan lancar. Sehubungan dengan perhitungan resiko, manajemen puncak diharapkan mengkaji kembali kebijakan mengenai penundaan pembayaran angsuran pinjaman yang telah jatuh tempo. Disamping itu, salah satu perubahan yang telah dilakukan oleh manajemen PDAM Kota Kediri adalah komputerisasi (sistem informasi) pelayanan pelanggan dan pemrosesan laporan keuangan. Akan tetapi, sampai dengan 31 Desember 2004 sistem informasi tersebut belum difungsikan. 3. Aktivitas Pengendalian Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang membantu meyakinkan bahwa perintah manajemen telah dijalankan. Kebijakan dan prosedur tersebut membantu meyakinkan bahwa tindakan yang diperlukan telah dijalankan untuk mencapai tujuan perusahaan. Aktivitas

yang mencakup sistem akuntansi. dan menggabungkan. menyelenggarakan menganalisis. b. Berbagai tahapan yang berkaitan dengan pelaksanaan suatu transaksi telah dilakukan oleh orang atau bagian yang berbeda. terdiri dari metode. menggolongkan. namun belum efektif. kondisi. Informasi dan Komunikasi Sistem informasi yang berhubungan dengan tujuan pelaporan keuangan. Tanggungjawab untuk melaksanakan suatu transaksi. Telah diadakan pembagian tugas yang memadai pada bagian pengolahan data elektronik dengan bagian lain. Pengamatan yang dilakukan pada PDAM Kota Kediri menunjukkan bahwa sistem informasi dan komunikasi pada umumnya telah diupayakan agar berjalan dengan baik. Aktivitas pengendalian atas pelaksanaan tugas telah dilakukan untuk empat situasi berikut: a. Penelaahan terhadap aktivitas pengendalian yang diterapkan pada PDAM Kota Kediri menunjukkan bahwa aktivitas pengendalian belum berjalan secara efektif. c. Tanggungjawab untuk pengoperasian akuntansi tertentu telah dipisahkan d. dan melaporkan transaksi termasuk kejadian-kejadian pertanggungjawaban atas aktiva dan kewajiban yang bersangkutan Komunikasi menyangkut pemberian pemahaman yang jelas tentang peran dan tanggungjawab masing-masing individu berkenaan dengan struktur pengendalian intern atas pelaporan keuangan. dan penyimpanan hasil dari transaksi tersebut telah diberikan kepada orang yang berbeda atau bagian yang berbeda.pengendalian memiliki berbagai tujuan dan diterapkan pada berbagai jenjang organisasi dan fungsi. 4. Hal itu terlihat masih adanya . Hal itu terlihat masih adanya bantuan dari Pemerintah Kota Kediri tahun anggaran 2003 yang belum dicatat sampai per 31 Desember 2004 dan penyajian laporan keuangan tidak didahului dengan penghitungan fisik persediaan (bahan instalasi dan piutang air). Sistem akuntansi harus menghasilkan alur audit (audit trail) atau alur transaksi (transaction trail) yang lengkap untuk setiap transaksi. pencatatan transaksi. mencatat. catatancatatan pula yang digunakan untuk dan mengidentifikasi.

melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap administrasi keuangan dan material secara tepat. 5. Hal ini menyangkut penilaian tentang rancangan dan pelaksanaan operasi pengendalian oleh orang yang tepat untuk setiap periode waktu tertentu. fungsi ini telah berjalan dengan dibentuknya Satuan Pengawas Intern. dan melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan terhadap permasalahan pegawai. Akan tetapi. Pemonitoran dilakukan terhadap seluruh kebijakan manajemen. pemonitoran atas kebijakan yang diambil manajemen PDAM Kota Kediri dilakukan Badan Pengawas PDAM. Berdasarkan pengamatan pada PDAM Kota Kediri. untuk menentukan bahwa SPI telah berjalan sesuai dengan yang dikehendaki dan bahwa modifikasi yang diperlukan karena adanya perubahan kondisi telah dilakukan. Pemonitoran Pemonitoran adalah suatu proses penilaian kualitas kinerja struktur pengendalian intern sepanjang masa. Di samping itu. Satuan Pengawas Intern belum secara optimal melakukan evaluasi terhaedap pengelolaan persediaan bahan instalasi sehingga manajemen tidak dapat segera melakukan pembenahan. Pemonitoran yang dilakukan Satuan Pengawas Intern antara lain evaluasi terhadap produksi dan distribusi air serta pengelolaan piutang langganan. dievaluasi dalam rapat Badan Pengawas dan disampaikan hasilnya kepada manajemen berupa rekomendasi-rekomendasi. . Fungsi monitoring ini pada PDAM Kota Kediri diserahkan kepada Satuan Pengawas Intern yang secara garis besar mempunyai tanggung jawab menilai atas sistem pengendalian manajemen dan pelaksanaannya.penyajian saldo dalam draft laporan keuangan yang tidak wajar seperti saldo piutang air dan saldo aktiva tetap yang tidak sesuai dengan fisik senyatanya.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->