Anda di halaman 1dari 2

Puting tenggelam atau leper?

Posted by Mia Amira at 9:00 PM Perawatan Adalah penting untuk diketahui bahwa kebanyakan bayi yang melekap dengan benar bisa mengeluarkan puting tenggelam atau leper. Ada beberapa pilihan untuk mengobati puting tenggelam / leper untuk memungkinkan bayi melekap dengan lebih mudah. Beberapa perawatan ini bisa dipraktikkan saat hamil dan sebagiannya pula harus dilakukan setelah kelahiran bayi. 1. Cangkang payudara (Breast Shells). Alat yang dikenal sebagai cangkir susu, cangkir payudara atau pembentuk puting ini mengambil keuntungan dari elastisitas alami kulit sewaktu hamil dengan memberi tekanan yang lembut tetapi tetap ke aerola sebagai usaha memecahkan lekatan di bawah kulit yang mencegah puting untuk tegang. Cangkang ini dipakai di dalam BH, di mana membutuhkan puan memakai ukuran BH yang lebih besar dibandingkan coli biasa dipakai untuk memuat cengkerang. Sebaik-baiknya, cengkerang harus dipakai mulai trimester ketiga kehamilan untuk beberapa jam setiap hari. Setelah mulai nyaman memakainya, puan bisa meningkatkan jumlah waktu untuk memakainya di siang hari. Setelah bayi lahir, cengkerang yang sama bisa dipakai 30 menit sebelum setiap sesi menyusui untuk mengeluarkan puting. Ia tidak seharusnya dipakai di waktu malam dan susu yang dikumpulkan di dalamnya harus dibuang. Salah satu produk di pasar adalah Nipple Former (produk Medela) 2. Teknik Hoffman. Dengan melakukan teknik ini beberapa kali sehari, ia dapat melepaskan lekatan pada pangkal puting. Untuk mengaplikasikan teknik ini, tempatkan ibu jari di kedua pangkal puting (bukannya di tepi aerola). Tolak perlahan-lahan bertentangan jaringan payudara dan pada masa yang sama tarik ibu jari jauh dari satu sama lain. Dengan melakukan metode ini, puan akan meregang keluar puting dan melonggarkan pangkal yang ketat yakni membuat puting naik ke atas dan keluar. Latihan ini harus diulangi 5 kali sehari mengikuti putaran jarum jam di sekitar puting. Ia bisa dilakukan ketika hamil dan setelah bayi mulai menyusu. 3. Pompa payudara.

Setelah melahirkan, penggunaan pompa payudara yang efektif sangat membantu untuk mengeluarkan puting tenggelam atau datar. Gunakan tepat sebelum sesi menyusui untuk memungkinkan bayi melekap dengan lebih mudah. Ia juga bisa digunakan di lain waktu untuk membantu lekatan bawah kulit dipecahkan dengan menolak puting keluar secara merata dari tengah. 4. Niplette. Perangkat yang diperkenalkan oleh Avent ini turut membantu mengeluarkan puting dengan menyedutnya secara merata, sama seperti yang dilakukan oleh pompa payudara. Ia memberi pemulihan permanen untuk puting tenggelam. Jadi, puan bisa mulai memakainya sejak hamil. 5. Perangsang puting. Jika puting bisa digenggam, puan bisa menggulung puting di antara ibu jari dan jari telunjuk selama satu atau dua menit dan kemudian dengan segera sentuh puting dengan kain lembab, dingin atau dibalut es (hindari penggunaan es yang lama karena ia membatasi aliran susu dan menyebabkan puting kebas ). 6. Tarik puting ketika penempelan. Karena puan mendukung payudara dengan ibu jari di atas dan empat jari yang lain di bawahnya, puan bisa tarik puting dari jaringan payudara ke dinding dada untuk membantunya menonjol. 7. Nipple shield. Alat ini hanya bisa digunakan sebagai alternatif terakhir. Perisai puting adalah puting fleksibel yang diproduksi dari silikon yang ditempatkan pada puting sepanjang sesi menyusui. Ini dilakukan agar bayi dapat melekap dengan baik. Untuk menghindari bayi kecanduan menyusu menggunakan perisai, ia seharusnya dialihkan setelah bayi mulai melekap dan menyusu dengan baik. Waktu penggunaan perisai ini juga harus dikurangi. Masalah yang mungkin terjadi akibat penggunaan perisai ini adalah mengurangi produksi susu dan masalah transfer susu kepada bayi. Atas kemungkinan risiko ini, puan dianjurkan hanya menggunakan perisai di bawah pengawasan ahli laktasi atau konselor laktasi. Perlu diingat juga bahwa meskipun ada resiko dalam penggunaan perisai ini, namun ia lebih baik dari langsung tidak menyusui