Anda di halaman 1dari 17

KARYA TULIS ILMIAH CAKUPAN VITAMIN TERHADAP IBU HAMIL

Di susun Oleh : ANJAR WULANDARI NIM 10.1.003

POLIKLINIK KESEHATAN RS dr.SOEPRAOEN AKADEMI KEPERAWATAN Jalan soedanco Supriadi nomor 22 Malang 65147 Telp (0341) 351275 Fax.(0341) 351310

CAKUPAN VITAMIN A PADA IBU HAMIL

A.

Latar Belakang

Vitamin A merupakan salah satu zat gizi penting yang larut dalam lemak dan disimpan dalam hati, tidak dapat dibuat oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi dari luar (essensial), berfungsi untuk penglihatan, pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit (Depkes RI, 2005). Hasil kajian berbagai studi menyatakan bahwa vitamin A merupakan zat gizi yang essensial bagi manusia, karena zat gizi ini sangat penting dan konsumsi makanan kita cenderung belum mencukupi dan masih rendah sehingga harus dipenuhi dari luar. Pada anak balita akibat KVA (Kekurangan Vitamin A) akan meningkatkan kesakitan dan kematian, mudah terkena penyakit infeksi seperti diare, radang paru-paru, pneumonia, dan akhirnya kematian. Akibat lain yang berdampak sangat serius dari KVA adalah buta senja dan manifestasi lain dari xeropthalmia termasuk kerusakan kornea dan kebutaan. Vitamin A bermanfaat untuk menurunkan angka kematian dan angka kesakitan, karena vitamin A dapat

meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi seperti campak, diare, dan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Ibu nifas yang cukup mendapat vitamin A akan meningkatkan kandungan vitamin A dalam air susu ibu (ASI), sehingga bayi yang disusui lebih kebal terhadap penyakit. Disamping itu kesehatan ibu lebih cepat pulih. Upaya perbaikan status vitamin A harus mulai sedini mungkin pada masa kanak-kanak terutama anak yang menderita KVA (Depkes RI, 2005). Vitamin A esensial untuk pemeliharaan kesehatan dan kelangsungan hidup. Di seluruh dunia (WHO, 1991), diantara anak-anak pra sekolah diperkirakan terdapat sebanyak 6-7 juta kasus baru xeropthalmia tiap tahun, kurang lebih 10% diantaranya menderita kerusakan kornea. Diantara yang menderita kerusakan kornea ini 60% meninggal dalam waktu satu tahun, sedangkan diantara yang hidup 25% menjadi buta dan 50-60% setengah buta. Diperkirakan pada satu waktu sebanyak 3 juta anak-anak buta karena kekurangan vitamin A, dan sebanyak 20-40 juta menderita kekurangan vitamin A pada tingkat lebih ringan. Perbedaan angka kematian antara anak yang kekurangan dan tidak kekurangan vitamin A kurang lebih sebesar 30% (Almatsier, 2003). Penelitian yang dilakukan World Health Organization (WHO) tahun 1992 menunjukkan dari 20 juta balita di Indonesia yang berumur enam bulan hingga lima tahun, setengahnya menderita kekurangan vitamin A. Sedangkan data WHO tahun 1995 menyebutkan Indonesia adalah salah satu negara di Asia yang tingkat pemenuhan terhadap vitamin A tergolong rendah (www.sinarharapan.com, 2005). Sementara studi yang dilakukan Nutrition and Health Surveillance System (NHSS), dan Departemen Kesehatan (2001) menunjukkan sekitar 50% anak Indonesia usia 12-23 bulan tidak mengkonsumsi vitamin A dengan cukup dari makanan sehari-hari. Siti Halati, Manajer Lapangan Operasional HKI, mengatakan angka kecukupan gizi (AKG) anak balita sekitar 350 Retinol Ekvivalen (RE). Angka ini dihitung dari kandungan vitamin A

dalam makanan nabati atau hewani yang dikonsumsi. Departemen Kesehatan sendiri gencar melakukan program penanggulangan kekurangan vitamin A sejak tahun 1970-an. Menurut catatan Depkes, tahun 1992 bahaya kebutaan akibat kekurangan vitamin A mampu diturunkan secara signifikan.

(www.sinarharapan.com, 2005).

B. Landasan Teori

Vitamin dan mineral dibutuhkan oleh tubuh, baik gender perempuan maupun lelaki untuk menjaga tubuh tetap sehat. Vitamin dan mineral dibutuhkan untuk mengganti sel tubuh yang mati. Vitamin dan mineral banyak terdapat dalam makanan, sayur-sayuran hijau dan buahbuahan, akan tetapi sangat jarang makanan rutin sehari hari tercukupi dengan kadar vitamin dan mineral. Karena itu sangat dianjurkan bagi seseorang mendapat tambahan vitamin dan mineral setiap hari. Perempuan hamil, tentunya membutuhkan kalori yang ekstra dibandingkan perempuan tidak hamil, sebab membutuhkan tambahan kalori untuk pertumbuhan bayi dan perangkat tambahan lainnya dalam system keesimbangan kehamilan, misal plasenta, dan sel plasma darah . Rerata seorang perempuan dewasa butuh 2100 kalori, yang berasal dari karbohidrat, protein dan lemak, sedangkan untuk perempuan hamil dan laktasi membutuhkan tambahan 700 kalori.. Kalori tambahan diperlukan untuk kesehatan ibu dan tumbuh kembang jabang bayi. Asupan gizi yang baik seorang ibu hamil mendukung bayi tumbuh sehat dengan cakupan berat badan saat lahir dalam 9 bulan atau 280 hari atau 37 sampai 40 minggu dengan kisaran 2500 sampai 4000 gram. Bayi dikategorikan Berat badan lahir rendah, bila berat kurang dari 2500 gram dan dikategorikan besar jika berat diatas atau sama dengan berat 4000 gram.

Evaluasi apakah kehamilan seorang ibu sehat atau kurang sehat bisa dilihat dari meningkatnya penambahan berat badan ibu dari sebelum hamil. Selain itu, juga dapat dilihat dari tingginya dalam ukuran senti puncak rahim dari dari tulang kemaluan (simpisis pubis). Normal tambahan berat badan dikategorikan normal selama kehamilan dengan kisaran 7 sampai 12 kg, sedangkan kisaran tinggi puncak rahim dari tulang kemaluan dengan kisaran 32 sampai 40 sentimeter.

Beberapa vitamin/mineral yang dibutuhkan saat hamil. Saat Hamil muda. ibu hamil sering dikeluhkan dengan mual muntah, sehingga membuat ibu hamil menjadi kurus karena tidak ada asupan makanan yang masuk. Keadaan ini kurang baik bagi kesehatan ibu dengan usia kehamilan hamil muda , karena asupan makanan yang kurang bisa berakibat ibu hamil menjadi sakit berat sampai pada gangguan ginjal karena cairan tubuh yang kurang. Sedang bagi bayi awalnyqa relative aman karena bayi masih dalam kategori pertumbuhan passive. Karena itu keadaan mual muntah ini harus kita cegah dengan memberikan obat yang penekan mual muntah. Tetapi dibalik semua itu ada beberapa obat yang penting dikomsumsi bagi golongan ibu saat hamil muda yakni asam folat. Asam folat sangat dibutuhkan untuk mencegah ganguan pertumbuhan otak dan selaput selubung saraf jabang bayi, gangguan tersebut misal berupa bayi yang lahir tanpa batok kepala. Selain itu asam folat juga bermanfaat mencegah ibu hamil terkena stroke dan kanker.. Dosis asam folat yang dianjurkan 400 microgram perhari, dan secara umum dalam multi vitamin mengandung 600 sampai 1000 microgram asam folat.. Selain itu obat lain yang lazim digunakan adalah pil penambah darah atau lebih dikenal dengan tablet besi. Obat ini bertujuan untuk membuat kadar hemoglobin dalam darah ibu hamil dalam batas normal yakni 11 gr. Bila kadar kurang dari 11 dikatakan ibu hamil kurang darah atau anemia. Anemia membuat kemampuan darah ibu mengikat kadar oksigen kurang, yang berpotensi mengganggu pertumbuhan bayi. Di lain keadaan, bila ibu kurang darah membuat daya meneran ibu saat bersalin kurang baik, sehingga masa bersalin (meneran), menjadi memanjang yang normal antara 1 sampai 2 jam.. Keadaan ini membuat bayi lama didasar panggul, sehingga sangat sering bayi lahir tidak menangis akibat kurang oksigen di otak. Keadaan suplai oksigen yang kurang dalam waktu lama bagi otak membuat bayi kurang

cerdas. Hal inilah yang sering dibubungkan dengan kualitas persalinan yang baik menentukan kualitas generasi mendatang. Pil tablet besi ini sebaiknya dimakan saat kehamilan masuk trimester kedua atau saat usia kehamilan 20 minggu. Asupan Kalsium dibutuhkan untuk menguatkan tulang dan gigi baik untuk ibu maupun bayinya, bila kadar asupan kurang, maka kebutuhan kalsium diambil dari tulang ibu, sehingga berpotensi membuat tulang ibu jadi keropos atau osteoporosis. Kalsium juga berperanan membuat sruktur sel saraf,otot dan sistim sirkulasi darah menjasi sehat. Decosahexoenoic acid(DHA) dalam asam lemak omega 3, merupakan suplemen tambahan yang dibutuhkan ibu hamil untuk mendukung berkembangnya otak dan mata bayi, . dosis DHA yang dianjurkan adalah 200 mg perhari. Masih banyak vitamin lain yang dibutuhkan dan sering diberikan saat ibu hamil berobat ke dokter akan tetapi beberapa jenis yang saya jelaskan . diatas adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan seorang ibu hamil. Jadi menjadi jelas bahwa suplemen vitamin dan mineral dibutuhkan selama asupan dalam makanan sehari-hari tidak cukup. Akan tetapi menjadi sebaliknya atau kata lain asupan tambahan tidak perlu bila asupan makanan sehari-hari sudah cukup mengandung kadar vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi dan kesehatan ibu hamil... C. Pengertian

Vitamin A merupakan vitamin yang larut dalam lemak, dan merupakan vitamin yang esensial untuk pemeliharaan kesehatan dan kelangsungan hidup (Almatsier, 2003).

Vitamin A adalah suatu zat gizi yang sangat penting bagi manusia, karena zat gizi ini tidak dibuat oleh tubuh, jadi harus dipenuhi dari luar tubuh berupa makanan yang dikonsumsi ( Hassan, 2002, hlm). Vitamin A juga merupakan vitamin yang berfungsi bagi pertumbuhan sel sel epitel, dan sebagai pengatur kepekaan rangsang sinar pada saraf dan mata (Notoatmodjo, 2003). Vitamin adalah suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yang berfungsi untuk mambantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh. Tanpa vitamin manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya tidak akan dapat melakukan aktifitas hidup dan kekurangan vitamin dapat menyebabkan memperbesar peluang terkena penyakit pada tubuh kita. Vitamin A merupakan salah satu zat gizi penting yang larut dalam lemak dan disimpan dalam hati, tidak dapat dibuat oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi dari luar (essensial), berfungsi untuk penglihatan, pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit (Depkes RI, 2005). D. Manfaat Vitamin A

Vit a. terkenal untuk mengobati masalah pada mata. Vitamin A memang betul untuk mengobati masalah mata atau untuk menjaga kesehatan mata kita karena kandungan dalam

vitamin A sangat baik untuk mengobati mata kita bila mata kita memiliki masalah penglihatan. Manfaat lain dari Vitamin A adalah: 1. Vitamin A membantu sel bereproduksi secara normal, sebuah proses yang disebut diferensiasi. Sel-sel yang tidak berdiferensiasi dengan seharusnya bisa berubah menjadi pra-kanker. 2. Vitamin A diperlukan untuk penglihatan. Vitamin A menjaga kesehatan sel pada berbagai macam struktur mata dan diperlukan untuk transfer cahaya menjadi tandatanda syaraf di retina. 3. Vitamin A diperlukan untuk pertumbuhan normal dan pengembangan embrio dan janin, memengaruhi gen yang menentukan rangkaian perkembangan organ-organ pada perkembangan embrio. 4. Vitamin A diperlukan untuk fungsi reproduksi normal, dengan pengaruh pada fungsi dan pembentukan sperma, indung telur dan plasenta. 5. Untuk beberapa orang, bentuk-bentuk vitamin A suplemen yang dapat dipecahkan oleh air tampaknya dapat diserap lebih baik daripada vitamin A yang dipecahkan oleh lemak. Banyak sekali bukan manfaat Vitamin A. Tentu Vitamin A maupun semua Vitamin memiliki kelebihan dan manfaat masing-masing untuk kesehatan tubuh kita agar tubuh kita tetap sehat dan bugar. a. Penglihatan Vitamin A berfungsi dalam penglihatan normal pada cahaya remang. Bila kita dari cahaya terang diluar kemudian memasuki ruangan yang remang-remang cahayanya, maka kecepatan mata beradaptasi setelah terkena cahaya terang berhubungan langsung dengan vitamin A yang tersedia didalam darah. Tanda pertama kekurangan vitamin A adalah rabun senja. Suplementasi vitamin A dapat memperbaiki penglihatan yang kurang bila itu disebabkan karena kekurangan vitamin A. b. Pertumbuhan dan Perkembangan Vitamin A dibutuhkan untuk perkembangan tulang dan sel epitel yang membentuk email dalam pertumbuhan gigi. Pada kekurangan vitamin A, pertumbuhan tulang terhambat dan bentuk tulang tidak normal. Pada anak anak yang kekurangan vitamin A, terjadi kegagalan dalam pertumbuhannya. Dimana vitamin A dalam hal ini berperan sebagai asam retinoat. c. Reproduksi

Pembentukan sperma pada hewan jantan serta pembentukan sel telur dan perkembangan janin dalam kandungan membutuhkan vitamin A dalam bentuk retinol. Hewan betina dengan status vitamin A rendah mampu hamil akan tetapi mengalami keguguran atau kesukaran dalam melahirkan.

E. Akibat Kekurangan Vitamin A Vitamin A juga berperan sebagai antioksidan yang mampu menyingkirkan radikal bebas yang terdapat didalam membran lemak menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Penyebab primer adalah kekurangan vitamin A dan pembentukan vitamin A dalam pengaturan makanan sehari-hari. Penyebab sekundernya adalah terjadinya kegagalan dalam penggunaan vitamin A ( Almatsier, 2003, hlm. 163 ). Penyakit yang timbul akibat kekurangan vitamin A adalah Xeropthalmia yaitu keadaan selaput ikat mata yang kering akibat kekurangan vitamin A (Notoadmojo, 2003, hlm. 201). Rabun senja merupakan indikator fungsional yang penting dari masalah KVA. Pada anakanak pra-sekolah, tingkat rabun senja diatas 1 % merupakan masalah kesehatan masyarakat. Dengan menggunakan ambang batas yang sama untuk wanita yang tidak hamil, data terbaru dari survey sistem pemantauan status gizi dan kesehatan yang dilakukan oleh Pemerintah RI dan Helen Keller Internasional (HKI) menunjukkan bahwa banyak provinsi di Indonesia memiliki tingkat rabun senja diatas 2 % pada ibu tidak hamil. Kurang Vitamin A (KVA) masih merupakan masalah yang tersebar diseluruh dunia terutama di negara berkembang dan dapat terjadi pada semua umur terutama pada masa pertumbuhan. KVA dalam tubuh dapat menimbulkan berbagai jenis penyakit yang merupakan Nutrition Related Diseases yang dapat mengenai berbagai macam anatomi dan fungsi dari organ tubuh seperti menurunkan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan epitelisme sel-sel kulit. Salah satu dampak kurang Vitamin A adalah kelainan pada mata yang umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan 4 tahun yang menjadi penyebab utama kebutaan di negara berkembang. Salah satu program penanggulangan KVA yang telah dijalankan adalah dengan suplementasi kapsul Vitamin A dosis tinggi 2 kali pertahun pada Balita dan ibu nifas untuk

mempertahankan bebas buta karena KVA dan mencegah berkembangnya kembali masalah Xerofthalmia dengan segala manifestasinya (gangguan penglihatan, buta senja dan bahkan

kebutaan sampai kematian). Disamping itu pemantapan program distribusi kapsul Vitamin A dosis tinggi juga dapat mendorong tumbuh kembang anak serta meningkatkan daya tahan anak terhadap penyakit infeksi, sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian pada bayi dan anak. Balita yang dimaksud dalam program distribusi kapsul Vitamin A adalah bayi yang berumur mulai umur 6-11 bulan dan anak umur 12 59 bulan yang mendapat kapsul vitamin A dosis tinggi. Kapsul Vitamin A dosis tinggi terdiri dari kapsul Vitamin A biru dengan dosis 100.000 SI yang diberikan pada bayi berumur 6-11 bulan dan kapsul vitamin A berwarna merah dengan dosis 200.000 SI yang diberikan pada anak umur 12-59 bulan dan diberikan pada bulan Pebruari dan Agustus setiap tahunnya. F. Jadwal Pemberian Vitamin A

Kebutuhan Vitamin A Pemenuhan kebutuhan vitamin A sangat penting untuk pemeliharaan kelangsungan hidup secara normal. Kebutuhan tubuh akan vitamin A untuk orang Indonesia telah dibahas dan ditetapkan dalam Widyakarya Nasional pangan dan Gizi (2007) dengan mempertimbangkan faktor-faktor khas dari kesehatan tubuh orang Indonesia (Widyakaryanasional, 2007. Hamil Menyusui 0 6 bulan 7 12 bulan Jadi, selama trimester awal, diberikan: 1. Preabor (2x sehari), yaitu obat untuk penguat rahim 2. Lesichol (1x sehari), vitamin pembentukan otak dan hati untuk janin 3. Lipofood (1x sehari), suplemen makanan untuk ibu hamil Memasuki trimester kedua, diberikan: 1. Vossecal (1x sehari), kalsium pembentukan tulang untuk janin dan pencegah osteoporosis utk ibu

2. Lesichol (1x sehari) 3. Natabion (1x sehari), vitamin penambah darah, kalsium, asam folat, vit B12, C, D 4. Lipofood (1x sehari)

Memasuki trimester ketiga, obatnya masih sama seperti trimester kedua... hanya... 1. Karena ada keluhan gatel2 dan linu2, yang menurut dokter disebabkan karena kekurangan kalsium, maka dosis Vossecal ditambah jadi 2x sehari 2. kraam, jadinya sama dokter disuruh combine lagi sama Redoxon 1x sehari

G. Makanan yang Mengandung Sumber Vitamin A Vitamin A yaitu karoten terdapat dalam berbagai macam makanan. Daging merah hati, susu, full cream, keju, mentega merupakan makanan yang tinggi retinol. Sayur dan buah-buahan berwarna hijau dan kuning seperti wortel, sayur hijau seperti daun singkong, daun kacang, kangkung, bayam, kacang panjang, buncis, tomat, jagung kuning, pepaya, mangga, nangka masak, jeruk, buah peach, apricot dan minyak sayur, yaitu minyak kelapa sawit yang berwarna merah merupakan makanan yang tinggi karoten ( Hidayat, 2005, hlm. 91 ). Cara terbaik untuk meningkatkan asupan vitamin A adalah melalui berbagai sumber makanan seperti susu, ikan, sayur-sayuran terutama yang berwarna hijau dan kuning.telur, dan margarine, buah-buahan yang berwarna merah dan kuning terutama cabe merah wortel pisang dan pepaya. Hati mengandung vitamin A yang terlalu tinggi dan hal ini berhubungan dengan cacat lahir, se- sumber vitamin A = susu, ikan, sayuran berwarna hijau dan kuning, hati, buah-buahan warna merah dan kuning (cabe merah, wortel, pisang, pepaya, dan lain-lain) - Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin A = rabun senja, katarak, infeksi saluran pernapasan, menurunnya daya tahan tubuh, kulit yang tidak sehat, dan lain-lain. Jenis Makanan Sehat untuk Wanita Hamil Dalam memilih makanan, perlu diketahui bahwa jenis makanan sehat sangat bervariasi, pemilihan makanan yang tepat akan sangat berpengaruh. Hal penting untuk memenuhi kebutuhan gizi baik untuk wanita hamil maupun bagi bayi yang sedang dikandung.

Ibu bisa mencoba mengkonsumsi: Sayur-sayuran dan buah-buahan, roti dari gandum utuh, cereal dalam jumlah besar Produk susu rendah lemak dan daging tanpa lemak dalam jumlah sedang Makanan tinggi lemak, gula dan garam dalam jumlah kecil Daging tanpa lemak, ayam dan ikan Kacang yang dikeringkan, lentil Kacang-kacangan dan biji-bijian Susu rendah lemak, keju dan yogurt Sayur-sayuran berdaun hijau Suplemen asam folat selama kehamilan sebaiknya dihindari. H. Pencegahan dan Pengobatan Kekurangan makan makanan bergizi yang berlarut-larut, selain membuat orang menjadi kurus juga kekurangan vitamin-vitamin, termasuk kekurangan vitamin A. penyakit usus yang menahun akan mengakibatkan penyerapan vitamin A dari usus terganggu. Untuk melakukan pengobatan harus berobat pada dokter dan biasanya dokter akan memberikan suntikan vitamin A setiap hari sampai gejalanya hilang. Untuk mencegah kekurangan vitamin A makanlah pepaya, wortel dan sayur-sayuran yang berwarna ( Hassan, 2002) Program nasional pemberian suplemen vitamin A adalah upaya penting untuk mencegah kekurangan vitamin A di antara anak-anak dan Ibu hamil. Tujuan Program ini adalah untuk mendistribusikan kapsul vitamin A pada semua anak dan Ibu hamil di seluruh wilayah Indonesia dua kali dalam satu tahun. Setiap Februari dan Agustus, kapsul vitamin A didistribusikan secara gratis kepada semua anak yang mengunjungi Posyandu dan Puskesmas. Vitamin A yang terdapat dalam kapsul tersebut cukup untuk membantu melindungi anak-anak dari timbulnya beberapa penyakit yang pada gilirannya akan membantu menyelamatkan penglihatan dan kehidupan mereka ( Maryam, 2000 ).

KESIMPULAN Vitamin A adalah suatu vitamin yang berfungsi dalam sistem penglihatan, fungsi pembentukan kekebalan dan fungsi reproduksi (Depkes RI, 2007). Vitamin A perlu diberikan dan penting bagi ibu selama dalam masa nifas. Pemberian kapsul vitamin A bagi ibu nifas dapat menaikkan jumlah kandungan vitamin A dalam ASI, sehingga meningkatkan status vitamin A pada ibu yang disusuinya. Vitamin untuk ibu hamil serta asupan makanan yang mengandung gizi dan nutrisi yang tepat pada tahap kehamilan. Hal ini sangat penting terutama bagi calon ibu yang baru pertama kali hamil. Kadang sebagian calon ibu kurang memperhatikan hal tersebut, padahal dengan memperhatikan dan fokus pada gizi maka proses melahirkan dan bayi yang dilahirkan akan lebih baik. Gizi yang baik pada masa kehamilan akan sangat membantu ibu dan bayi untuk tetap sehat. Perlu diperhatikan bahwasanya kebutuhan akan nutrisi tertentu pada masa kehamilan seperti kalsium, zat besi dan asam folat meningkat. Wanita sebagai calon ibu harus didorong untuk makan makanan yang banyak mengandung gizi, serta rutin mengontrol berat badan selama masa kehamilan. Pertambahan berat badan yang normal adalah sekitar 10-13 kg untuk wanita yang sebelum kehamilan memiliki berat badan ideal. Manfaat Suplementasi Vitamin A Berbeda dengan hampir semua komponen dalam ASI, yang secara relatif ada dalam jumlah yang sama, konsentrasi vitamin A dalam ASI sangat bergantung pada status gizi ibuPemberian kapsul vitamin A pada ibu setelah melahirkan dapat meningkatkan status vitamin A dan jumlah kandungan vitamin tersebut dalam ASI.Rendahnya status vitamin A selama masa kehamilan dan menyusui berasosiasi dengan rendahnya tingkat kesehatan ibu. Pemberian suplementasi vitamin A dosis rendah setiap minggunya, sebelum kehamilan, pada masa kehamilan serta setelah melahirkan telah menaikkan konsentrasi serum retinol ibu, menurunkan penyakit rabun senja, serta menurunkan mortalitas yang berhubungan dengan kehamilan hingga 40 %. Pemberian kapsul vitamin A bagi ibu nifas dapat menaikkan jumlah kandungan vitamin A dalam ASI, sehingga akan meningkatkan status vitamin A pada bayi yang disusuinya. ASI merupakan sumber utama vitamin A bagi bayi pada enam bulan kehidupannya dan merupakan sumber yang penting hingga bayi berusia dua tahun.

Pentingnya Vitamin A Vitamin A telah diketahui dapat melindungi timbulnya komplikasi berat pada penyakit yang biasa terjadi pada anak-anak seperti campak dan diare, dan juga berfungsi melindungi mata dari Xeropthalmia dan buta senja. Pada ibu hamil dan menyusui, Vitamin A berperan penting untuk memelihara kesehatan ibu selama masa kehamilan dan menyusui. Buta senja pada ibu menyusui, suatu kondisi yang kerap terjadi karena Kurang Vitamin A (KVA). Berhubungan erat dengan kejadian anemia pada ibu, kekurangan berat badan, kurang gizi, meningkatnya risiko infeksi dan penyakit reproduksi, serta menurunkan kelangsungan hidup ibu hingga dua tahun setelah melahirkan. Semua anak, walaupun mereka dilahirkan dari ibu yang berstatus gizi baik dan tinggal di negara maju, terlahir dengan cadangan vitamin A yang terbatas dalam tubuhnya (hanya cukup memenuhi kebutuhan untuk sekitar dua minggu). Di negara berkembang, pada bulanbulan pertama kehidupannya, bayi sangat bergantung pada vitamin A yang terdapat dalam ASI. Oleh sebab itu, sangatlah penting bahwa ASI mengandung cukup vitamin A. Anak-anak yang sama sekali tidak mendapatkan ASI akan berisiko lebih tinggi terkena Xeropthalmia dibandingkan dengan anak-anak yang mendapatkan ASI walau hanya dalam jangka waktu tertentu. Berbagai studi yang dilakukan mengenai Vitamin A ibu nifas memperlihatkan hasil yang berbeda-beda. Tetapi, sebuah studi yang dilakukan pada anak-anak usia enam bulan yang ibunya mendapatkan kapsul vitamin A setelah melahirkan, menunjukkan bahwa terdapat penurunan jumlah kasus demam pada anak-anak tersebut dan waktu kesembuhan yang lebih cepat saat mereka terkena ISPA. Ibu hamil dan menyusui seperti halnya juga anak-anak, berisiko mengalami KVA karena pada masa tersebut ibu membutuhkan vitamin A yang tinggi untuk pertumbuhan janin dan produksi ASI. Rabun senja merupakan indikator fungsional yang penting dari masalah KVA. Pada anakanak pra-sekolah, tingkat rabun senja diatas 1 % merupakan masalah kesehatan masyarakat.

Dengan menggunakan ambang batas yang sama untuk wanita yang tidak hamil, data terbaru dari survey sistem pemantauan status gizi dan kesehatan yang dilakukan oleh Pemerintah RI dan Helen Keller Internasional (HKI) menunjukkan bahwa banyak provinsi di Indonesia memiliki tingkat rabun senja diatas 2 % pada ibu tidak hamil. Bahkan, di daerah kumuh perkotaan di Makassar, hampir 10 % dari ibu tidak hamil mengalami rabun senja. Tingginya prevalensi tersebut menunjukkan bahwa KVA merupakan masalah potensial bagi ibu serta bayi yang disusuinya di Indonesia. Penanggulangan KVA Pada Ibu Menyusui KVA dapat ditanggulangi dengan berbagai cara, seperti forfikasi berbagai produk makanan, peningkatan ketersediaan dan konsumsi makanan yang mengandung vitamin A melalui pemanfaatan pekarangan, serta dengan suplementasi. Vitamin A ditemukan pada makanan yang biasa dikonsumsi di Indonesia, seperti telur, hati, buah-buahan berwarna oranye, seperti mangga dan papaya masak, serta sayuran berdaun hijau. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan asupan vitamin A adalah dengan menggalakkan promosi sumber makanan-makanan tersebut. Selain itu, beberapa produsen makanan saat ini secara sukarela telah memfortifikasi produk tertentu seperti beberapa merk mie instant, makanan ringan serta susu bubuk dengan vitamin A. Namun, setelah terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1998, banyak keluarga tidak lagi mampu menyediakan makanan bergizi, termasuk makanan yang mengandung vitamin A, baik dari sumber alami maupun fortifikasi. Program suplementasi vitamin A untuk balita masih merupakan faktor penting dalam memelihara status vitamin A pada anak balita. Di Indonesia, program suplementasi kapsul vitamin A telah berhasil menjangkau anak balita usia 6-59 bulan dengan cakupan yang meningkat dari dibawah 50 % di beberapa provinsi pada tahun 1999 hingga mencapai lebih dari 70 % pada tahun 2002 di banyak provinsi.

DAFTAR PUSTAKA

Bagian Gizi RS Dr.Cipto Mangunkusumo dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia,Company,(1986) Direktorat Bina Gizi Masyarakat ( 2000).Gizi Seimbang Menuju Hidup Sehat bagi Ibu Hamil dan Menyusui .Depkes dan Kessos.Jakarta Krisnatuti,D dan Hastoro,I,Menu Sehat Untuk Ibu Hamil dan Menyusui,Puspa Swar