Anda di halaman 1dari 2

Heteroanamnesa I dengan mantan istri penderita Pemeriksa bertemu dengan mantan istri penderita yang sedang menunggui penderita

di Paviliun Jantung RSAL Dr. Ramelan. Pemeriksa meminta kesediaan mantan istri penderita untuk diwawancarai dan mantan istri penderita bersedia. Mantan istri penderita menceritakan bahwa sirinya sudah menunggui penderita sejak Minggu malam. Penderita menelepon anak penderita (yang ikut dengan mantan istri penderita) karena keadaan penderita yang semakin parah.. Anak penderita kemudian memanggil ibunya. Sejak Minggu malam mantan istri penderita tidak diperbolehkan pulang oleh penderita, dan diminta untuk menemani penderita. Mantan istri penderita menceritakan bahwa istri penderita yang sekarang belum datang sama sekali dan hanya menelepon dua kali. Namun penderita tidak mau mengangkat malahan menyuruh mantan istri penderita untuk mengangkat. Kemudian istri penderita memaki-maki dirinya. Mantan istri penderita menceritakan bahwa penderita sudah sakit sejak bulan Maret tahun 2011. Saat itu penderita MRS di Pavilliun Jantung, kemudian masuk lagi bulan April dan yang terakhir bulan Juni di B2 yang kemudian dipindahkan ke Paviliun Jantung hingga saat ini. Yang dikeluhkan adalah jantung berdebar-debar, mudah kaget, gemetaran, telinga berdenging dan keringat dingin. Saat ditanya apakah penderita mempunyai masalah yang menjadi beban pikiran, mantan istri penderita mengatakan bahwa penderita mempunyai masalah dengan istrinya yang kurang perhatian. Mantan istri penderita kemudian menceritakan bahwa dirinya sudah bercerai 4 tahun yang lalu dikarenakan penderita berselingkuh dengan istrinya saat ini.Saat itu istri penderita sudah menikah dan mempunyai seorang anak. Istri penderita yang saat ini kemudian bercerai dengan suaminya sedangkan penderita juga bercerai. Setelah masa iddah usai penderita langsung menikahi istrinya yang saat ini. Saat mereka bercerai mantan isri penderita dan penderita membuat perjanjian bahwa seluruh kebutuhan anaknya harus dipenuhi oleh penderita. Walau sudah bercerai penderita masih sering menghubungi mantan istrinya untuk menceritakan masalahnya bahkan masalah rumah tangga dengan istrinya yang baru. Menurut mantan istri penderita selang dua bulan pernikahannya, penderita sudah banyak bercerita tentang masalah rumah tangganya. Antara lain tentang penderita yang tidak dianggap oleh keluarga istrinya, tentang istrinya yang tidak mau diajak berkunjung kerumah orang tua penderita.Hal ini dikarenakan karena keluarga istri penderita lebih mapan daripada keluarga penderita.

Mantan istri penderita pada awalnya yaitu kurang lebih satu tahun tidak mau berkomunikasi dengan istri penderita. Namun karena istri penderita terus-terusan menghubungi mantan istri penderita dan mendesak untuk bertemu, maka mantan istri penderita mau diajak berkomunikasi dengan istri penderita. Kemudian istri penderita sering berkunjung kerumah mantan istri penderita. Setiap ada masalh dengan istrinya penderita akan pergi kerumah mantan istrinya. Begitu pula dengan istri penderita, bila ada masalah dengan penderita akan mengadu pada mantan istri penderita dan bahkan menginap dirumah mantan istri penderita. Mantan istri penderita menceritakan bahwa pernah disuruh melihat penderita dan istrinya berhubungan intim, mantan istri penderita ingin pergi namun tidak diperbolehkan oleh penderita. Mantan istri penderita merasa tersakiti hatinya oleh karena hal ini. Pemeriksa kemudian menanyakan apakah penderita memiliki masalah ekonomi. Mantan istri penderita mengatakan mungkin iya, karena pada hari Sabtu anak penderita yang nomor dua meminta uang kepada ayahnya untuk membayar uang gedung karena sudah ditagih oleh pihak sekolah. Namun oleh ayahnya malahan dimaki-maki dan tidak diberi uang. Anak penderita pulang menangis dan merasa kesal terhadap ayahnya.Mantan istri penderita juga merasa kesal karena apapun keadaannya mantan suaminya sudah menbuat perjanjian dengannya bahwa semua kebutuhan anak-anaknya akan ditanggung oleh penderita. Tapi saat kemarin sakitnya kambuh mantan istri penderita merasa tidak tega dan datang kerumah sakit. Mantan istri penderita mengatakan bahwa penderita berkata kepada dirinya bahwa bila keluar dari rumah sakit nanti ingin pulang kerumah mantan istrinya saja.