Anda di halaman 1dari 5

AN APPROACH IN ENVIRONMENTAL HYDROLOGY

1. Anggraeni Hadi Pratiwi 2. Selly Ayu Janetasari 3. R. Gagak Eko Baskoro 4. I Gde Dharma Armada 5. Desy Yulia

11/322611/PMU/07009 11/322878/PMU/07042 11/323029/PMU/07062 11/324325/PMU/07192 11/322804/PMU/07035

ILMU LINGKUNGAN

2012

Upstream-Downstream Approach
Kelebihan 1. Bisa membandingkan perubahan lingkungan (misal laju erosi) yang terjadi dalam waktu yang bersamaan. 2. Lebih terfokus, penelitian yang dilakukan di daerah hulu maupun hilir lebih terarah. 3. Perubahan lingkungan yang terjadi di daerah hilir dapat digunakan untuk memprediksi kejadian yang terjadi di daerah hulu.
Kekurangan 1. Wilayah cakupan luas karena batasan wilayahnya tidak pasti. 2. Memerlukan peralatan yang relatif lengkap karena adanya karakteristik daerah hulu dan hilir yang berbeda. 3. Tidak adanya sinkronisasi pengelolaan DAS karena adanya konflik penggunaan lahan (batas administrasi daerah yang berbeda).

Before-After Approach
Kelebihan 1. Karena data berupa time series maka data yang didapat lebih teliti/valid. 2. Dapat digunakan untuk menganalisis dampak perubahan lahan. 3. Peralatan yang digunakan relatif sederhana karena penelitian dilakukan pada tempat dan titik yang sama. Kekurangan 1. Membutuhkan jangka waktu yang lama dan konsistensi 2. Ketersediaan data sekunder before yang relatif tidak lengkap karena belum tentu ada penelitian sebelumnya. 3. Data hasil penelitian hanya bisa digunakan untuk wilayah tersebut.

Paired Watershed Approach


Kelebihan 1. Sifat- sifat DAS yang satu dengan yang lainnya dapat dijadikan panduan/pedoman dalam mengukur perubahan lingkungan yang telah terjadi. 2. Penelitian dapat dikerjakan dalam waktu yang pendek dengan melihat trend. 3. Dapat menunjukkan hubungan sebab-akibat dari perubahan lingkungan yang terjadi di dua atau lebih DAS. 4. Perbedaan iklim dan hidrologi pada kedua DAS secara periodik dapat terkontrol. 5. Data yang didapat dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Kekurangan 1. Sulit mendapatkan dua atau lebih DAS dengan karakteristik yang sama dan berdekatan dalam ukuran kemiringan lokasi, jenis tanah dan tutupan lahan. 2. DAS harus cukup kecil dalam untuk mendapatkan perlakuan yang sama dari seluruh DAS. 3. Memiliki kerentanan bencana pada kedua sistem DAS baik itu pembanding maupun kontrol. 4. Diperlukan waktu dan peralatan yang memadai/banyak untuk mendapatkan data di kedua DAS dalam waktu yang sama.

KESIMPUL AN

Masing-masing pendekatan hidrologi (upstream-downstream approach, before-after, dan paired watershed) mempunyai kekurangan dan kelebihan. Pemilihan metode untuk diterapkan disesuaikan dengan ketersediaan data dan tujuan dari penelitian.

TERIMA KASIH
ILMU LINGKUNGAN 2012