Anda di halaman 1dari 14

NERACA BAHAN PADA SISTEM BANYAK ALAT Pada umumnya, suatu industri kimia menggunakan banyak alat (unit

pemroses) di dalam prosesnya. Namun demikian teknik penyelesaian neraca bahan tetap sama dengan teknik penyelesaian sistem satu alat. Yang harus dilakukan adalah membagi-bagi rangkaian alat pemroses (pabrik) tesebut menjadi bagian bagian/unit-unit proses (subsistem) yang masing-masing dapat dianalisis. Neraca bahan untuk masing-masing subsistem dapat dibuat, di samping neraca bahan untuk sistem proses (pabrik) keseluruhan. Untuk mempermudah hitungan gunakan neraca bahan-neraca bahan di sekitar titik pencampuran. Contoh soal: Suatu proses digambarkan terdiri atas 3 unit sebagai berikut:

Berapa variabel yang tidak diketahui? Berapa persamaan independen yang harus mengetahui alur A? (Jumlah A dan komposisinya) Penyelesaian: 1. Lihat unit per unit 2. Lihat keseluruhan proses Unit 1 : KC1 Total : 100 + C A (1) (2) ditulis untuk

: 0.2 (100) + 0.33 (C) = xK,A . A

N1

Unit 2

Total

:A=W+B

(3) (4) (5) (6) (7)

KCl : XK,A. A = 0.5 (B) Overall : Total : 100 = W + P

KCl : 0.2 (100) = 0.95 (P) =1 : XK,A + XH,A = 1

Dengan 7 persamaan independen dapat dihitung 7 variabel yang tak diketahui

Contoh soal: Suatu proses pencampuran digambarkan sebagai berikut:

Diketahui: 1. A murni 2. B murni 3. Konsentrasi A dan B dik. 4. C murni 5. Konsentrasi A, B dan C dik. 6. D murni 7. Konsentrasi A dan D dik. 8. Konsentrasi B dan C diketahui

Berapa persamaan independen paling banyak dapat disusun untuk menyelesaikan persoalan di atas? Penyelesaian: Unit Jumlah persamaan neraca bahan 2 3 4 9 tetapi tidak semua persamaan neraca bahan tersebut independen disusun satu persatu!
N2

1 : terdapat 2 komponen 2 : terdapat 3 komponen 3 : terdapat 4 komponen

Unit 1 : A F1(1,0) +F2(0) (1) B F1 (0) + F2(1,0) Unit 2 : A F3 (XA,3) + F4 (0) B F3 (XB,3) + F4 (0) C F3(0) + F4 (l) Unit 3 : A F5(XA,5) + F6 (0) B F5(XB,5) + F6 (0) C F5(XC,5) + F6 (0) D

= F3 (XA,3) = F3 (XB,3) = F5 (XA,5) = F5 (XB,5) = F5 (XC,5) = F7 (XA,7) + F8 (0) (7) (8) (9) (2) (3) (4) (5) (6)

= F7 (0) + F8 (XB,8) = F7 (0) + F8 (XC,8) = F7 (XD,7) + F8 (0)

F5(0) + F6 (1.0)

Jika diambil basis perhitungan F1 maka ada 7 F, lainnya yang tidak diketahui. Berarti hanya perlu 7 persamaan neraca bahan independen untuk menyelesaikannya. Jadi ada 2 persamaan neraca hahan di atas yang berlebihan atau sebenarnya tidak perlu, yang mana hayo? .dan Latihan mandiri Example 2.20 dan 2.21

N3

RECYCLE (daur ulang), BY PASS (pintas) dan PURGE (pembuangan) Di dalam proses industri sering terdapat usaha-usaha untuk menaikkan yield/perolehan proses atau untuk penghematan bahan/energi diperlukan langkah-langkah pengaturan proses seperti recycle, by pass dan purge. Pengaturan proses ini tidak terbatas pada proses-proses yang memakai reaksi kimia tetapi juga pada proses-proses tanpa reaksi kimia.

Ada kalanya fresh feed masuk mengandung zat impurities (pengotor). Impurities ini akan ikut pula di-recycle, sehingga makin lama jumlahnya makin banyak (menumpuk) dan mungkin akan mengganggu proses. Untuk mengatasinya maka harus ada

aliran yang keluar proses guna membuang sebagian impurities tersebut yaitu yang disebut purge (aliran pembuangan). Dengan diagram-diagram di atas dapat diambil daerahdaerah dengan batasan tertentu untuk dibuat neraca bahannya dan dapit pula dibuat neraca bahan keseluruhan proses.

N4

Contoh soal: Suatu proses pembuatan vitamin digambarkan sebagai berikut:

Hitunglah: Masing-masing variabel yang belum diketahui. Overall : V : H : Total 0.2 (98) = 0 + 0.96 (P) 0.8 (98) = 1.0 (W) + 0.04 (P) : F = W+ P P = 20.4 lb W = 98 20.4 = 77. 6 lb : : C = R+P = R + 20.4 C.xV,C = R.xV,R + P.xV,P (5) (4) (1) (2) (3)

dari persamaan (1) dan persamaan (3) Filter : Total V

0.6(C) = 0.286 (R) + 0.96 (P) selesaikan persamaan (4) dan (5) didapat R=23.4 lb/j

N5

Contoh soal Recycle dengan reaksi kimia d-Glukose diubah menjadi d-fruktose di dalam reaktor fixed bed. Fresh feed mengandung 40% glukose dalam air, bersamasarna dengan aliran recycle memasuki reaktor. Keluar dari reaktor sebagian produk direcycle dengan ratio (recycle/produk) = 1/8.33. Berapa %konversi one pass through reactor dari glukose? Diketahui bahwa kandungan fruktose memasuki reaktor adalah 4%. Penyelesaian Reaksi C6H12O6 d-glukose Basis : F = 100 lb C6H12O6 d-fruktose

Misalkan : F = laju alir memasuki reaktor Karena komposisi produk P dan yang direcycle R sama, maka digunakan simbol yang sama untuk komposisi kedua aliran. Neraca massa overall (O) Total : 100 = P

padahal R/P = 1/8.33 R = 12 lb Air : XW,F . F = XW,P . P = XW,P . P

0.6 (100)

XW,P = 0.6 = XW,R Neraca Massa di sekitar titik pencampuran Total Glukose : : F + R = F 100 + 12 = F = 112 lb

F XG,F + R. XG,R = F XG.F


N6

100 (0.4) + 12 XG,R = 112 XG,F Fruktose : F.0 + R.XF,R = F.XF,F

(1)

12 XF,R= 112 (0.04) XF,R = 0.373


I,R

=1 XW,R + XF,R + XG,R = 1 0.6 + 0.373 + XG,R = 1 XG,R = 0,027

substitusi ke persamaan (1) didapat

XG.F= 0,36

Neraca massa di sekitar reaktor dan separator (2) Total perlu) : F = R + P = 12 + 100 = 112 (tadi sudah. nggak = fraksi gukose yang terkonversi di dalam reactor

Misalkan : f =

= konversi one pass through reactor Bila terjadi reaksi kimia di dalarn reaktor, neraca bahan untuk reaktor pada keadaan stedi adalah sebagai berikut: Massa masuk Massa keluar + Massa yang dihasilkan pada sistem reaktor - Massa terkonsumsi = 0 Neraca massa di sekitar reaktor + splitter (2) Glukose: Input Output Terkonsumsi = 0 F. XG,F (R + P) XG,R F .XG,F. f =0

112 (0.36) 112 (0.027) 112 (0.36) f = 0 f =0,93

Jadi konversi one pass through reactor adalah : 0.93

N7

Contoh soal by pass Diketahui satu bagian proses diagram berikut:

Pertanyaan : berapa isopentane tower?

kg

campuran

C5H12

yang

rnemasuki

Basis: 100 kg umpan = F Misalkan aliran yang masuk ke isopentane tower = z Neraca massa overall: Total nC5 : : F = S + P 100 = S + P = S.0 + P. xn,P (2) (1)

F. xn,F

100 (0.8) = P (0.9) P = 100 (0.8)/0.9 = 88.9 kg S = 100 P = 11.1 kg Neraca massa sekitar isopentane tower Total nC5 : : z = S + Y = 11,1 + Y

(3)

z. xn,F = S.0 + Y.l z (0.8) = Y Y = 0.8 z (4)

substitusi ke persamaan (3): z = 11.1 + 0.8 z 0.2z = 11.1 z = 55.5 kg

Jadi campuran C5H12 memasuki isopentane tower sebanyak = 55.5 kg

N8

Latihan: M1. alkil halida digunakan sebagai alkylating agent pada berbagai reaksi kimia. Alkilasi halida etil khlorid berlangsung menurut reaksi 2C2H6 + Cl2 2C2H5Cl + H2 dan proses sebagai berikut:

Pada proses tersebut umpan segar (C2H6 + Cl2) dan recycle etana dicampur sebagai umpan reaktor. Menurut penelitian bila 100% khlor berlebih digunakan bersam-sama ethane, maka konversi ethana adalah sebesar 60%. Produk yang diperoleh dipisahkan menjadi P(100% C2H5Cl), W (berisi Cl2, H2) dan recycle C2H6 100%. Pertanyaan: a. Hitunglah komposisi fresh feed b. Berapa mol C2H5Cl dihasilkan per mol C2H6 masuk dalam fresh feed F1

Jawaban M.1.

2C2H6 + Cl2 2C2H5Cl + H2


N9

Jika stoikiometris, perbandingan mol etana : Cl2 pada F2 = 2 : 1 Karena Cl2 berlebih 100%, perbandingan mol etana: Cl2 = 2 : 2 Jadi komposisi di F2 : C2H6 Cl2 Basis: 100 mol Fl Neraca di sekitar mixer: Neraca massa total: F1 + R = F2 (1) = 50% = 50%

R = F2 100 Neraca massa etana:

(2) Sekitar Reaktor Jika konversi 60%. mol C2H5C1 yang terbentuk = mol C2H6 yang bereaksi = 0.6 (0.5F2) = 0.3 F2 mol H2 yang terbentuk = 0.5 mol etana yang bereaksi = 0.5(0.3F2) = 0.15 F2 mol Cl2 yang bereaksi = 0.5 jumlah mol etana masuk reaktor x konversi = (0.5)(0.5F2)(0.6) = 0.15 F2 mol C2H6 sisa = 0.4(0.5F2) = 0,2 F2 mol Cl2 sisa = Cl2 masuk - Cl2 bereaksi 0.35 F2 Jadi keluar dan reaktor (S): C2H6 sisa C2H5Cl produk Cl2 sisa H2 produk = 0.2 F2 = 0.3 F2 = 0.5F2 0.15 F2 =

= 0.35 F2 = (0.5).(0.3F2) = 0.15 F2

Di sekitar separator
N 10

Neraca massa total:

S=W+P+R

W = semua Cl2 dan H2 dari separator = keluar reaktor W = 0.35 F2 + 0.15 F2 P = semua C2H5Cl dari separator P = 0.3F2 R = semua C2H6 sisa dari separator R = 0.2 F2 Masukkan pers. (5) ke pers. (1): 0.2 F2 = F2 - 100 R = F2 100 F2 = 100/0.8 = 125 mol R = 125 100 =25 mol (5) (4) (3)

Masukkan nilai F1 dan F2 ke pers. (2)

Jadi komposisi fresh feed: C2H6 Cl2

= 37.5% = 62.5%

Setiap 100 mol Fl (setiap 37.5 mol etana) dihasilkan C2H5Cl 0.3 F2 = 0.3(125) = 37.5 mol Maka per 1 mol etana masuk, C2H5Cl yang dihasilkan = 1/37.5 x 37.5 mol = 1 mol

M2.

Suatu campuran nitrogen-hidrogen (1:3) direaksikan dalam reaktor membentuk amonia dengan konversi 25%. NH3 yang terbentuk dipisahkan dengan kondensasi dan gas yang tidak terkonversi dikembalikan ke dalam reaktor (di recycle). Umpan campuran nitrogen-hidrogen mengandung 0.2 bagian argon tiap 100 hagian campuran N2 - H2 . Toleransi limit argon masuk ke dalam reaktor adalah 5 bagian (volum) terhadap 100 bagian campuran N2 - H2 atau 5%. Carilah berapa fraksi recycle yang harus dibuang (purged) secara kontinyu.
N 11

Reaksi: N2 + 3H2 > 2NH3. Penyelesaian

Misal

x = mol (N2 + H2) yang direcycle y = mol (N2 + H2) yang dipurge

Basis: 100 mol umpan (N2 + H2) Reaksi dalam reaktor: N2 + 3H2 4 mol konversi 25% (N2 + H2) yang bereaksi NH3 yang terbentuk Argon dalam fresh feed : 0.25 (100 + x) mol : 0.25/2 (100 + x) mol : 0.2 mol : 0.05(100 + x) mol 2NH3 2 mol

Argon dalarn umpan reaktor

Mencari kandungan argon dalam aliran keluar kondenser. Kandungan argon sama pada ketiga aliran: keluar condenser recycle purge Perbandingan jumlah mol argon keluar (=masuk) reaktor per jumlah mol campuran (N2 + H2) keluar reaktor adalah: Sehingga argon yang dibuang = 0.0667 y
N 12

Jika keadaan sudah stedi, argon yang dibuang harus sarna dengan argon yang masuk bersarna-sama feed: Jadi 0.0667 y = 0.2 y=3

Neraca massa (mol) (N2 + H2) disekitar separator 0.75 (100+x) = x + y Masukkan harga y x = 288 mol

NH3 terbentuk Perbandingan mol (N2 + H2) recycle/fresh feed = Perbandingan mol (N2 + H2) purge/fresh feed = 0.0104

Perbandingan purge dengan gas total keluaran reaktor = y/(x+y)

N 13

N 14