Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH STUDEN TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION ( STAD )

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Inovasi Pendidikan Disusun Oleh:

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Ade Novita Osi Dwi Ningsih Winda Dwi Purwani Septiana Dwi Astuti Ita Yulia Ebriana Kurniawati

(0801100024 ) (0801100182) (0801100182) (0801100206) ( 0801100108) ( 0801100164)

Kelas : VI C

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEPENDIDIKAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 2011

Student Teams-Achievment Divisions (STAD)

Pembelajaran kooperatif yang paling tua dan paling banyak diteliti adalah Student Teams-Achievment Divisions (STAD). Metode ini merupakan bentuk bentuk

pembelajaran kooperatif yang paling banyak diaplikasikan, telah digunakan mulai dari kelas dua sampai kelas sebelas. Student Teams-Achievment Divisions (STAD) STAD merupakan salah satu metode pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan merupakan model paling baik untuk permulaan bagi para guru baru menggunakan pendekatan kooperatif. STAD terdiri dari lima komponen utama, yaitu: 1. Presentasi Kelas Materi dalam STAD pertama-tama diperkenalkan dalam presentasi di dalam kelas. Ini merupakan pengajaran langsung seperti yang sering dilakukan atau diskusi pelajaran yang dipimpin oleh guru. Dengan cara ini, para siswa akan menyadari bahwa mereka harus benar-benar member perhatian penuh selama presentasi kelas, karena demikian akan sangat membantu mereka mengerjakan kuis-kuis dan skor kuis mereka menentukan skor tim mereka. 2. Tim Tim terdiri dari empat atau lima siswa yang mewakili seluruh bagian dari kelas dalam hal kinerja akademik, jenis kelamin atau ras. Fungsi utama dari tim ini adalah memastikan bahwa semua anggota tim benar-benar belajar dan lebih khususnya lagi adalah untuk mempersiapkan anggotanya untuk bisa mengerjakan kuis dengan baik. Setelah guru menyampaikan materinya, tim berkumpul untuk mempelajari lembar kegiatan atu materi lainnya. Yang paling sering terjadi, pembelajaran itu melibatkan permasalahan bersama, membandingkan jawaban dan mengoreksi tiap kesalahan pemahaman apabila anggota tim ada yang membuat kesalahan.

3.

Kuis Setelah sekitar satu atau dua periode setelah guru memberikan presentasi dan

sekitar satu atau dua periode praktik tim, para siswa akan mengerjakan kuis individual. Para siswa tidak diperbolehkan untuk saling membantu dalam mengerjakan kuis. Sehingga, tiap siswa bertanggung jawab secara individual untuk memahami materinya. 4. Skor Kemajuan Individual Gagasan dibalik skor kemajuan individual adalah untuk memberikan kepada tiap siswa tujuan kinerja yang akan dapat dicapai apabila mereka bekerja lebih giat dan dapat memberikan kinerja yang lebih baik daripada sebelumnya. Tiap siswa dapat memberikan kontribusi poin yang maksimal kepada timnya dalam sistem skor ini, tetapi tidak ada siswa yang dapat melakukannya tanpa memberikan usaha mereka yang terbaik. Tiap siswa diberikan skor awal, yang diperoleh dari rata-rata kinerja siswa tersebut sebelumnya dalam mengerjakan kuis yang sama. Siswa selanjutnya akan mengumpulkan poin untuk tim mereka berdasarkan tingkat skor kuis mereka dibandingkan dengan skor awal mereka. 5. Rekognitif Tim

Tim akan mendapat sertifikat atau bentuk penghargaan yang lain apabila skor rata-rata mereka mencapai kriteria tertentu. Skor tim siswa dapat juga digunakan untuk menentukan dua puluh persen dari peringkat mereka. Hal-hal yang dipersiapkan pada pendekatan STAD 1) Materi STAD dapat digunakan bersama materi-materi kurikulum yang dirancang khusus untuk Pembelajaran Tim Siswa yang disebarluaskan oleh John Hopkins Team Learning Project atau dapat juga digunakan bersama materi-materi yang diadaptasikan dari buku teks atau sumber-sumber terbitan lainnya atau bisa juga dengan materi yang dibuat guru. 2) Membagi para siswa ke dalam Tim Seperti yang sudah kita lihat, tim-tim STAD mewakili seluruh bagian di dalam kelas. Di dalam kelas yang terdiri dari separuh laki-laki, separuh perempuan, tiga perempat kulit putih dan seperempat minoritas boleh saja membentuk Tim yang terdiri dari empat orang yang terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan dan tiga siswa kulit putih serta

satu siswa minoritas. Tim tersebut juga harus terdiri dari seorang siswa berprestasi tinggi, seorang siswa berprestasi rendah dan dua lainnya yang berprestasi sedang. Tentunya, berprestasi tinggi adalah sebuah terminology yang relatif: ini berarti tinggi untuk kelas yang bersangkutan. Anda dapat mengikuti langkah-langkah: a.Memfotokopi lembar rangkuman Buatlah satu buah kopian dari lembar rangkuman tim untuk setiap empat siswa dalam kelas anda. b.Susun peringkat siswa Pada lembar kertas, buatlah urutan peringkat siswa di dalam kelas Anda dari yang tertinggi sampai yang terendah kinerjanya. Gunakan informasi apapun yang Anda miliki untuk melakukan hal ini: nilai ujian adalah nilai terbaik, kualitas masing-masing juga baik, tetapi penilaian Anda sendiri juga tidak apa-apa. Mungkin memang sulit untuk membuat urutan peringkat dengan tepat, tetapi lakukan yang terbaik yang bisa Anda lakukan. c.Tentukan berdasarkan jumlah Tim Tiap tim harus terdiri dari empat anggota jika memungkinkan. Untuk menentukan berapa tim yang akan Anda bentuk, d.Bagikan siswa ke dalam Tim Dalam membagi siswa ke dalam tim, seimbangkan timnya supaya (a) tiap tim terdiri atas level yang kinerjanya berkisar dari yang rendah, sedang dan tinggi (b) level kinerja yang sedang dari semua tim yang ada dikelas hendaknya setara. Gunakan daftar peringkat siswa berdasarkan kinerjanya, bagikan huruf tim kepada masing-masing siswa. Misalnya, dalam delapan tim yang ada dikelas Anda akan menggunakan huruf A sampai H. Mulailah dari atas daftar Anda dengan huruf A, lanjutkan huruf berikutnya kepada peringkat menengah. Bila Anda sudah sampai pada huruf tim yang terakhir, lanjutkan penamaan huruf tim dengan arah yang berlawanan. Misalnya jika Anda menggunakan A-H, siswa kedelapan dan kesembilan akan ditempatkan ke dalam tim H dan yang kesepuluh dalam tim G, selanjutnya dalm F dan seterusnya. Jika Anda sudah sampai kembali ke huruf A,

berhentilah dan ulangi prosesnya mulai dari bawah ke atas, seterusnya lanjutkan lagi dimulai dan diakhiri dengan huruf A. Jika misalnya seperempat dari keseluruhan kelas berkulit hitam, paling tidak satu siswa dari tiap tim haruslah berkulit hitam. Jika tim yang Anda buat berdasarkan peringkat kinerja tidak terbagi seimbang, Anda harus mengubah pembagian tim dengan menukarkan siswa dengan tingkat kinerja yang hamper setara, tetapi dengan etnisitas dan jenis kelamin yang berbeda, diantara tim-tim yang ada sampai tercapai keseimbangan. e.Isilah Lembar Rangkuman Tim Isilah nama-nama siswa dari tiap tim dalam lembar rangkuman tim, biarkan tempat menulis nam siswa kosong. 3)Menentukan skor awal Pertama Skor awal mewakili skor rata-rata siswa pada kuis-kuis sebelumnya. Apabila Anda memulai STAD setelah Anda memberikan tiga kali atau lebih kuis, maka gunakan rata-rata skor kuis siswa sebagai skor awal. Atau jika tidak, maka gunakan hasil nilai terakhir siswa dari tahun lalu. 4)Membangun Tim Sebelum memulai program pembelajaran kooperatif apapun, akan sangat baik jika memulai dengan satu latihan pembentukan tim sekedar untuk member kesempatan kepada anggota tim untuk melakukan sesuatu yang mengasyikan dan untuk saling mengenal satu sama lain. Misalnya, tim boleh saja diberikan kesempatan untuk menciptakan logo tim, baner, lagu atau syair. JADWAL KEGIATAN STAD terdiri atas sebuah siklus intruksi kegiatan reguler sebagai berikut : TABEL 4-1 Membagi Siswa ke dalam Tim Peringkat Siswa berprestasi tinggi 1 2 3 4 Nama Tim A B C D

5 6 7 8 Siswa berprestasi sedang 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Siswa berpestasi rendah 27 28 29 30 31 32 33 34

E F G H H G F E D C B A

A B C D E F G H H G F E D C B A

Yang dibuat tiap anggota tim, dan sertifikat individual, lembar berita kelas, atau papan buletin yang merekognisi tim dengan sekor tertinggi. Maka kita lihat semua kegiatan ini secara lebih cermat.

PENGAJARAN Waktu Gagasan Utama Materi yang dibutuhkan : 1-2 priode kalas :Menyampaikan pelajaran : Rencana Pelaksanaan Pengajaran

Tiap pembelajaran pada STAD dimulai dengan presentasi pelajaran tersebut dalam kelas. Presentasi tersebut haruslah mencanhkup pembukaan, pengembangan dan pengarahanpraktis tiap komponen dari keseluruhan komponen pelajaran. Kegiatan-kegiatan tim dan kuisnya mencangkup latihan dan penilaian yang independen, secara berurut-urut. Dalam pembelajaran tekankanlah hal-hal sebagai berikut (diadaptasi dari Good, Grouws, dan Ebmeir, 1983). PEMBUKAAN Sampaikan pada siswa apayang akan mereka pelajari dan mengapa hal itu penting. Tumbuhkan rasa ingin tau para siswa dengan cara penyampaian yang berputarputar, masalah dalam kehidupannya, dan sarana-sarana lainya. Membuat para siswa bekerja dalam tim mereka untuk menemukan konsepkonsep atau untuk membangkitkan minat mereka terhadap pelajaran. Ulangi tiap persyaratan atau informasi secara singkat.

PENGEMBANGAN Tetyaplah selalu pada hal-hal yang anda ingin agar dipelajari para siswa. Fokuskan pada pemaknaan, bukan penghapalan. Demontrasikan secara aktif konsep-konsep atau skil-skil, dengan menggunakan alat bantu visual, cara-cara cerdik, dan contoh yang banyak. Nilailah siswa sesering mungkin dengan member banyak pertanyaan. Jelaskan mengapa sebuah jawaban bias salah satu benar, kecuali jika memang sudah sangat jelas. Berpindahlah pada konsep berikutnya begitu para siswa telah menangkap gagasan utama.

Table 4-2 Menentukan Nilai Awal Pertama Nilai Tahun Llu A A-/B+ B B-/C+ C C-/D+ D E Skor Awal Pertama 90 85 80 75 70 65 60 55 Rata-rata Tiga skor tes Skor Sara 90 84 87 261+3=87 Skor Awal Sara 87

Peliharalah

momentum

dengan

menghilangkan

interupsi,

terlalu

banyak

pertanyaan, dan berpindahlah bagian pelajaran terlalu cepat. PEDOMAN PELAKSANAAN Buatlah agar para siswa mengerjakan tiap persoalan atau contoh, mempersiapkan jawaban terhadap pertanyaan yang sudah dibuat. Panggil siswa secara acak. Ini akan membuat para siswa selalu mem[ersiapkan diri mereka untuk menjawab. Pada saat ini jangan memberikan tugas-tugas kelas yang memakan waktu lama. Buatlah agar para siswa mengerjakan satu atau dua permasalahan atau contoh, atau mempersiapakan satu atau dua jawaban, lalu berikan mereka umpan balik. BELAJAR TIM Waktu Gagasan Utama Materi yang dibutuhkan : 1-2 priode kalas : Para siswa belajar pada tim mereka : dua lembar kegiatan untuk tiap tim

Dua lembar jawaban untuk tiap tim Selama masa belajar tim, tugas para anggota tim adalah mengurangi materi yanmg disampaikan didalam kelas dan membantu teman sekelasnya untuk menguasai materi tersebut. Para siswa mempunyai lembar kegiatan dan lembar jawaban yang dapat mereka gunakan untuk melatih kemampuan selama proses pelajaran dan unutuk menilai diri mereka sendiri dan teman sekelasnya. Hanya dua lembar kopian dari lembar kegiatan dan lembar kopian jawaban yang diberikan pada tiap tim hal ini akan mendorong teman satu tim untuk bekerja sama tetapi apabila ada siswa yang ingin punya kopian sendiri guru harus bias menyiapkan kopian tambahan. Pada hari pertama kerja tim pada STAD, Guru harus menjelaskan kepada para siswa apa artinya pekerjaan dalam tim, khususnya sebelum memulai kerja tim bahaslah aturan tim sebagai berikut: 1. Para siswa mempunyai tanggung jawab untuk memastikan bahwa teman satu tim mereka telah mempelajari materinya. 2. Tidak ada yang boleh berhenti belajar sampai semua teman satu tim menguasai pelajaran tersebut. 3. Mintalah bantuan dari semua teman satu tim untuk membantu temanya sebelum teman mereka itu bertanya kepada guru 4. Teman satu tim boleh saling berbicara satu sama lain dengan suara pelan. Guru juga bisa mendorong para siswa untuk membuat aturan tambahan jika mereka mau. Lalu lanjutkan dengan langkah-langkah berikutnya. Buatlah teman satu tim memindahkan meja mereka bersama atau berpindah kemeja tim mereka. Berikan waktu sekitar 10 menit kepada tim untuk memilih nama tim mereka. Jika ada tim yang tidak bisa mencapai kesepakatan mengenai nama tim saat itu, boleh menentukanya belakangan. Bagikan lembar kegiatan dan lembar jawaban (dua untuk masing-masing tim). Arahkan siswa untuk bekerja bersama secara berpasangan, bertiga atau kerjasama satu tim, tergantung pada pelajaran yang akan dipelajari. Bila mereka sedang memecahkan permasalahan (Seperti dalam Matematika), tiap siswa harus mengerjakam masalah itu secara individual lalu mencocokannya dengan pasangannya. Jika ada yang ketinggalan pertanyaan, teman satu timnya punya tanggung jawab untuk menjelaskanya. Jika para

siswa sedang mengerjakan pertanyaan dengan jawaban singkat, mereka boleh saling melempar kuis satu sama lain, dengan pasangannya secara bergantian memegang lembar kegiatan atau berusaha menjawab pertanyaan. Tekankan kepada para siswa bahwa mereka belum selesai bel;ajar sampai mereka yakin bahwa teman satu tim mereka akan mendapatkan poin 100 untuk kuisnya. Pastikan bahwa para siswa memahami bahwa lembar kegiatan adalah untuk belajar bukan hanya sekedar untuk di isi dan dipindah tangankan. Sehingga, sangat penting bagi para siswa untuk memiliki lembar jawaban untuk mengetahui kemampuan mereka sendiri dan teman satu timnya sembari mereka belajar. Buatlah para siswa saling menjelaskan jawaban satu sama lain dari pada haya sekedar mencocokan lembar jawaban. Ingatkan para siswa bahwa apa bila mereka punya pertanyaan, mereka harus bertanya pada semua teman satu timnya terlebih dahulu sebelum bertanya kepada guru. Sewaktu para siswa bekerja dalam tim, Guru harus berkeliling kelas, pujilah tim yang bekerja dengan baik, duduklah tiap tim untuk mendengar bagaimana para anggota tim bekerja dan sebagainya. TES(UJIAN) Waktu Gagasan Utama Materi yang dibutuhkan : - 1 periode kelas : Kuis individual : Satu kuis tiap anak

Bagikan kuisnya dan berikan waktu yang sesuai kepada para siswa untuk menyelesaikannya. Jangan biarkan para siswa bekerja sama mengerjakan kuis tersebut: Pada saat ini para siswa harus memperlihatkan apa yang telah mereka pelajari secara individual. Buatlah para siswa memindahkan mejanya supaya terpisah jika memungkinkan.

Biarkan siswa saling bertukar kertas dengan anggota tim lain, ataupun mengumpulkan kuisnya untuk dinilai setelah kelas se;lesai. Pastikan sekor kuis dan sekor tim dihitung tepat pada waktunya untuk digunakan pada kelas selanjutnya.

REKOGNISI TIM Gagasan Utama: Menghitung skor kemajuan individual dan skor tim dan memberikan sertifikat atau bentuk penghargan tim lainya.

MENGHITUNG SKOR INDIVIDUAL DAN TIM Segera mungkin setelah melakukan tiap kuis, hitunglah skor kemajuan individual dan skor tim dan berilah sertifikat atau bentuk penghargaan lainnya kepada tim dengan sekor tertinggi. Jika memungkinkan, umumkanlah skor tim pada priode pertama setelah mengerjakan kuis. Ini akan membuat jelag hubungan antara melakukan tugas dengan baik dan menerima rekognisi,pada akhirnya akan meningkatkan motivasi mereka untuk melakukan yang terbaik. Poin kemajuan. Para siswa mengumpulkan poin untuk tim mereka tingkat di mana skor tim mereka (persentasi yang benar) melampaui skor awal mereka: Skor Kuis Lebih dari 10 poin dibawah skor awal 10-1 poin dibawah skor awal Skor awal sampai 10 poin diatas skor awal Lebih dari 10 poin diatas skor awal Kertas jawaban sempurna (terlepas dari sekor awal) 30 Poin Kemajuan 5 10 20 30

Sebelum guru mulai menghitung poin kemajuan, guru akan memerlukan kopian lembar skor kuis. Menghitung sekor kemajuan tidaklah terlalu sulit, dan bila guru sudah biasa . ini hanya perlu beberapa menit saja. Tergantung pada umurnya siswa sendiri siswa boleh melakukan semua bagian dari tugas ini. GAMBAR 4-1 menunjukan bagai mana poin kemajuan akan dihitung untuk satu kelompok siswa. Tujuan dari dibuatnya skor awal dan poin kemajuan adalah untuk memungkinkan semua siswa memberikan poin maksimum bagi kelompok mereka, beberapapun tingkat kinerja mereka sebelumnya. Para siswa memahami bahwa cukup adil membandingkantiap siswa dengan tingkat kinerja merekasendiri sebelumnya, karena semua siswa masuk kedalam kelas dengan perbedaan tingkat kemampuan dengan pengalaman. Skor Tim. Untuk menghitung skor tim, catatlah tiap poin kemajuan semuanggota tim pada lembar rangkuman tim dan bagilah jumlah total poin kemajuan seluruh anggota

tim dengan jumlah anggota tim yang hadir, bulatkan semua pecahan (Lihat Gambar 4-2). Untuk diingat bahwa skor tim lebih tergantung pada skor kemajuan daripada skor kuis awal. MEREKOGNISI PRESTASI TIM Tiga macam tingkatan penghargaan diberikan disini. Ketiganya didasarkan pada rata-rata skor tim, sebagai berikut: Kriteria (Rat-rataTim) 15 16 17 Penghargaan TIM BAIK TIM SANGAT BAIK TIM SUPER

Perhatikan bahwa semua tim dapat meraih penghargaan dan tim bukanhaya berkompetisi antara satu sama lain. Kriteria ini merupakan satu rangkaian sehingga untuk menjadi tim sangan baik sebagian besar semua anggota tim harus memiliki skor diatas skor awal mereka, dan untuk menjadi tim super sebagian besar anggota tim harus memiliki skor setidaknya sepuluh poin diatas skor dasar mereka. Guru boleh saja mengubah criteria ini jika guru mau. Guru harus memberikan semacam regkognisi atau penghargaan untuk pencapaian sampai pada tim sangan baik atau tim super. Sertifikat yang menarik untuk tiap anggota tim bias guru gunakan, sebuah sertifikat yang besar dan yang menarik untuk tim super, dan yang agak lebih kecil untuk tim sangat baik. Contoh-contoh sertifikat ditampilkan pada lampiran 4. Tim baik hanya menerima ucapan selamat didalam kelas, atau jika guru mau bias memberikan sertifikat kecil. Banyak guru yang membuat papan bulletin yang memamerkan daftar tim super dan daftar tim sangat baik baik minggu itu, atau memamerkan foto poloroid untuk tim-tim yang sukses. Ada juga yang menyiapkan lembarberita satu halaman, memberikan kepada para siswa kancing khusus untuk dikenakan atau memberikan kesempatan kepada tim super dan tim sangan baik berbaris dimuka pada saat istirahat atau memberikan privilise khusus lainnya. Gunakan imajinasi dan kreativitas dan variasikan penghargaan dari waktu kewaktu yang lebih penting adalah bias menyenangkan para siswa atas prestasi yang mereka buat dari pada sekedar memberikan hadiah besar.

MENGEMBALIKAN KUIS SET YANG PERTAMA Saat guru mengembalikan kuis-kuis set yang pertama (dengan skor awal, skor kuis dan poin kemajuan) kepada para siswa , guru akan perlu menjelaskan sistim poin kemajuan. Dalam penjelasan guru, tekankanlah hal-hal berikut: 1. Tujuan utama dari poin kemajuan adalah memberikan kepada semua orang skor minimum untuk bisa dilampaui dan untuk membuat skor minimum sebelumnya tersebut menjadi dasar sehingga semua siswa akan mempunyai kesempatan yang sama untuik sukses jika mereka bias melakukan yang terbaik dalam bidang akademik. 2. Para siswa harus menyadari bahwa skor tiap orang dalam tim mereka adalah penting bahwa semua anggota tim dapat mengumpulkam poinkemajuan maksimal jika mereka bias melakukan yang terbaik. 3. Sistim poin kemajuan ini sifatnya adil karena tiap orang hanya berkompetensi dengan dirinya sendiri berusaha untuk meningkatkan kinerja mereka terlepas dari apa yang dilakukan oleh anak lain dikelas tersebut. MENGHITUNG SKOR AWAL Pada setiap periode yang telah ditemukan (atau sesering yang guru inginkan), hitung kembali skor kuis rata-rata siswa pada semua kuis dan berikan skor awal baru siswa. Tanggal :...... Kuis ditambah dengan pengelompokan kembali Siswa A B C D E F G H I J K Skor Awal 90 90 90 85 85 85 80 80 75 75 70 Skor Kuis 100 100 82 74 98 82 67 91 79 76 91 Poin Kemajuan 30 30 10 10 30 10 0 30 20 20 30

L M N S E

65 65 60 55 55

82 70 62 46 40

30 20 20 10 0

NAMA TIM : SI BOLANG Anggota tim A E I N 1 30 30 20 20 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

TOTAL SKOR TIM RATA-RATA TIM PENGHARGAAN TIM

10

25

S u p e r t i m

Rata-Rata tim = Skor tim total : Jumlah Anggota tim

Gambar 4.2 Lembar Rangkuman Tim

MENGUBAH TIM Setelah 4 atau 5 minggu melakukan STAD atau pada akhir tiap periode yang telah ditentukan, tempatkan kembali para siswa ke dalam tim yang baru. Ini memberikan kesempatan baru kepada siswa yang mempunyai skor tim rendah,biarkan siswa bekerja dengan teman sekelasnya yang lain, dan jaga agar programnya tetap segar

MEMBERI PENILAIAN Kartu laporan penilaian harus didasarkan para skor kuis aktual para siswa, bukan pada poin kemajuan atau tim mereka. Sebagai guru, khususnya di SD, memberikan lima poin untuk bonus (pada skala poin 100)kepada para siswa dari Tim Super, dan Tiga Poin kepada Tim Sangat Baik. Akan tetapi, nilai kartu laporan siswa harus terpisah dari skor tim mereka,karena para siswa dan orang tua mereka akan melihat nilai kelompok itu sebagai sesuatu yang kurang adil (Khususnya jika jumlah skor tim menurunkan siswa berprestasi tinggi)

DAFTAR PUSTAKA http://www.docstoc.com/docs/20485540/KEEFEKTIFAN-MODELPEMBELAJARAN-KOOPERATIF-TIPE-STAD-PADA Robert E. Slavin.2008.Cooperative Learning Cetakan kedua.Bandung:Nusa Media