Anda di halaman 1dari 7

6/4/12

Hipotesis De -Broglie & Prinsip Ketidakpastian Heisenberg


By : Paian Tamba E-mail : paian_6tamba@yahoo.co.id
Click to edit Master subtitle style

6/4/12

Hipotesis de Broglie
Dualisme sifat cahaya menyatakan bahwa selain mempunyai sifat gelombang, cahaya dapat dipandang sebagai partikel. Louis De Broglie tahun 1924, mengajukan hipotesis dalam disertasi doktornya, yaitu setiap partikel yang bergerak dapat bersifat sebagai gelombang. Telah diperoleh bahwa sebuah foton yang berperilaku sebagai partikal dengan momentum p, juga memiliki sifat sebagai gelombang dengan panjang gelombang h = .......... .....( pers .1) p

sesuai hipotesisnya,de Broglie mengusulkan

Jika suatu Partikel bermassa m bergerak dengan laju v, maka panjang gelombangnya seperti persamaan 1 diatas. karena momentum partikel adalah p=mv, maka persamaan 1 dapat dinyatakan dengan

6/4/12

h = .......... .....( pers .2) mv


selanjutnya bahwa energi kinetik dapat dinyatakan dalam momentumnya yaitu:

p K= 2m
dan subsitusi kepersamaan 1 menjadi:

h 2mK

...............( pers.3)

Dalam dunia atomik dan subatomik, panjang gelombang de Broglie cukup bermakna dan tidak dapat diabaikan. untuk sampai pada hipotesisnya de Broglie didasarkan atas model atom Bohr

6/4/12

Prinsip Ketidakpastian Heisenberg Adanya suatu dilema dalam menggunakan konsep gelombang untuk menggambarkan gerak suatu partikel yaitu : kesulitan dalam menggunakan secara teliti (tepat) kedudukan suatu partikel. hal ini tidak dapat dilakukan dengan menggunakan satu gelombang dengan satu harga dan satu harga .

6/4/12

secara umum terdapat hubungan antara x dan k. Dimana x k=2 tanda sama dalam persamaan tersebut berlaku untuk superposisi yang optimal. selanjutnya dari hubungan de Broglie didapatkan hubungan antara x dan p. walaupun hubungan ini diturunkan dari penggunaan gelombang untuk menyatakan gerak partikel namun hubungan tersebut harus dianggap sebagai suatu yang fundamental dinamakan ketidakpastian heisenberg

6/4/12

Prinsip Ketidakpastian Heisenberg (1927) dirumuskan sebagai berikut:


a.

Suatu Percobaan terhadap suatu sistem fisika, tidak dapat sekaligus digunakan untuk menentukan secara pasti(eksak) momentum linear p dan kedudukan partikel x, ketelitian pengukuran secara hakiki dibatasi oleh proses pengukuran itu sendiri. Hubungan ketelitian posisi x dan ketelitian momentum p adalah

a.

x.p 2 Juga berlaku dalam pengukuran energi E dan selang waktu t. ketelitian pengukuran yang dilakukan secara simultan dibatasi oleh hubungan

E.t 2

6/4/12

Dalam realitas fisik, prinsip ketidakpastian Heisenberg ini tidak bermakna karena nilai ketelitian sangat kecil dibanding dengan ukuran sistem yang diukur. Tetapi jika kita berhadapan dengan tingkat atomik/subatomik, batas ketelitian prinsip heisenberg ini cukup tidak bermakna dan dapat kita abaikan