Anda di halaman 1dari 6

FILOSOFI RETAK PADA BETON

Komponen struktur harus memenuhi kemampuan kelayanan pada tingkat beban kerja (layan), atau mampu terjadinya perilaku struktur yang cukup baik ketika beban bekerja. Kemampuan layan ditentukan oleh lendutan, retak, korosi tulangan, dan rusaknya permukaan beton. Retak retak yang terjadi pada beton bertulang harus bisa dikendalikan dan dibatasi serta diberikan toleransi hanya sampai retak rambut (Dipohusodo, I., 1996). Pada umumnya retak retak dimulai pada daerah kritis dimana bekerja momen lentur maksimum dan dimensi terlemah. Beban retak awal statik balok ini dapat dikontrol dengan perhitungan taraf praretak. Daerah praretak berhenti pada saat dimulainya retak awal, dimana tegangan beton mencapai kekuatan modulus rupture (Nawy, 1985). Akibat retak dapat mengurangi kuat geser dan merusak penampilan struktur, karat pada baja tulangan. Retak pada beton ada 3 jenis, yaitu: Retak geser Retak dengan pola diagonal/miring pada kolom biasanya disebut retak geser, yang disebakan oleh gaya pada arah horisontal/datar. Retak geser seperti ini cukup membahayakan bila tidak segera di tangani, karena bisa menyebakan kolom roboh dan tidak mampu menopang bangunan.

Retak lentur
Retak dengan pola horisontal/datar biasanya disebut retak lentur, disebabkan oleh tekanan yang berlebihan pada kolom. Seperti halnya retak geser, retak lentur perlu ditangani dengan cermat.

Retak rambut dengan pola tidak beraturan Saat usia bangunan masih muda, retak-retak rambut sudah bisa dideteksi. Sekalipun retak rambut tidak membahayakan, namun cukup mengganggu pemandangan. Retak-retak kecil ini banyak disebabkan oleh pengaruh lingkungan, yaitu perubahan suhu panas dan dingin yang drastis. Misalnya rumah dibangun pada musim panas, setelah selesai terpapar hujan terus menerus.

PENYEBAB RETAK PADA BETON


Bekisting yang digunakan sebagai cetakan struktur beton tidak kuat menahan berat bangunan dan pekerja diatasnya. Volume air yang berlebih dalam campuran beton. Campuran material yang tidak baik misalnya penggunaan semen terlalu sedikit atau kerikil terlalu banyak pada adukan beton. Pembongkaran bekisting yang terlalu cepat, beton mengalami perkerasan maksimal ketika berumur 28 hari, jadi membongkar bekisting struktur beton sebelum mencapai umur tersebut diperlukan upaya-upaya yang dapat mempercepat pengerasan beton seperti penambahan bahan kimia tertentu pada adukan beton. Pemberian beban bangunan yang diluar kemampuan struktur beton. Umur beton sudah melebih batas umur dan waktu yang direncanakan untuk digunakan. Terjadi bencana alam seperti gempa, banjir, kebakaran, dan bencana lainnya yang dapat merusak beton atau memberikan beban tambahan diluar kemampuan kekuatan struktur beton yang direncanakan. Kesalahan perhitungan struktur yang menghasilkan dimensi dan spesifikasi beton dibawah kebutuhan kekuatan struktur yang diperlukan. Karat pada besi yang digunakan sebagai tulangan beton. Dimensi beton yang tidak mampu menahan lendutan, tegangan maupun gaya geser struktur, misalnya ukuran yang terlalu kecil atau ramping sehingga rawan terhadap keretakan struktur. Material yang digunakan sebagai campuran beton terlalu banyak mengandung bahan organic, kadar lumpur serta bahan-bahan kimia yang dapat melemahkan kekuatan struktur beton.

Pengeringan struktur beton terlalu cepat seperti akibat cuaca panas sehingga menimbulkan beton retak.

PERHITUNGAN
Menghitung Momen Retak Balok beton bisa retak ketika menahan momen lentur. Sewaktu serat bawah tertarik (momen positif), beton sebenarnya bisa menahan tegangan tarik tersebut, tetapi seperti kita ketahui bahwa kuat tarik beton sangat kecil. SNI-Beton-2002 membatasi untuk beton normal, kekuatan beton dalam menahan tarik akibat lentur adalah ini biasa dikenal dengan tegangan retak. Sementara momen lentur yang dapat menyebabkan terjadinya retak ini adalah

Ket: = momen inersia penampang utuh, termasuk lebar efektif sayap pada balok T atau L. = jarak dari garis netral penampang ke serat bawah penampang beton. Jika momen lentur yang terjadi kurang dari jika lebih dari maka penampang akan retak. , maka penampang tidak retak, sebaliknya

Menghitung Momen Inersia Transformasi Penampang Retak

Prosedurnya : 1. Hitung lokasi garis netral C terhadap serat atas, dengan persamaan:

adalah luas penampang transformasi dari tulangan baja,

2. Dari persamaan tersebut, diperoleh persamaan kuadrat , sehingga nilai C bisa dihitung. 3. Hitung momen inersia retak, sebagai berikut: Momen Inersia Efektif ( )

yang dihitung diatas belum boleh digunakan buat menghitung lendutan saat retak. Parameter harus menggunakan seperti yang sudah disebutkan di SNIBeton-2002. Bagaimana menghitung ? 1. 2.

, adalah momen layan, momen service atau momen kerja (bukan ultimate)

3.

tidak boleh lebih besar daripada

SOLUSI
Volume air yang berlebih dalam campuran beton. Pelaksana harus mengetahui volume air yang harus dituangkan dalam campuran beton, pelaksana harus mengawasi setiap penuangan air dalam campuran dan menghindari penambahan air pada beton saat penuangan bilamana hanya untuk keperluan kemudahan pekerjaaan. Pengeringan Beton Secara Tiba Tiba. 1. Melakukan curing time dengan cara menjaga dan mempertahankan kelembaban di lempengan beton sampai kering. 2. Penundaan penyusutan sampai pengeringan beton cukup kuat untuk menahan retak penyusutan. 3. Dapat dilakukan dengan melakukan penyiraman beton secara berkala. 4. Dapat dilakukan denagan cara memberikan penutup pada permukaan beton seperti goni atau kain yang dijaga terus menerus dalam kondisi basah. Bahan yang digunakan harus tetap lembab selama periode pemeliharaan. Campuran beton dan Kualitas Material tidak sesuai dengan perencanaan 1. Melakukan pemeriksaan kualitas seluruh material yang akan digunakan baik semen, pasir , kerikil dan air. 2. Mengawasi pelaksanaan pencampuran beton supaya mengikuti design mix yang telah dibuat. 3. Tidak memakai material yang tidak sesuai persyaratan kualitas.

Balok Beton Retak 1. Untuk balok beton yang di bawahnya terdapat dinding, dapat dibuat kolom/tiang kecil tambahan disekitar retakan. Fungsi kolom ini adalah untuk menopang balok dan membantu menyalurkan beban ke bawah/pondasi. 2. Untuk balok beton yang di bawahnya tidak memungkinkan diberi kolom tambahan, pertamatama diberi injeksi epoxy pada retakan, kemudian dilakukan pembesaran dimensi balok dengan perkuatan eksternal. 3. Untuk retakan kecil, cukup dilakukan penambalan dengan plesteran. Tujuannya agar tulangan besi tidak berhubungan langsung dengan udara luar yang dapat menyebabkan karat. Kolom Retak 1. Untuk retak diagonal dan retak horisontal perlu dilakukan pemeriksaan kekuatan kolom, apabila kolom masih cukup kuat cukup dilakukan grouting dengan cairan epoxy pada daerah tekan. 2. Jika setelah di analisa kolom kurang kuat, maka diperlukan pelebaran ukuran kolom. Pelebaran ini dilakukan untuk memperkuat kolom sehingga mampu menahan beban di atasnya. 3. Untuk retak-retak kecil, cukup dilakukan penambahan dengan plesteran agar tulangan besi tidak berhubungan dengan udara luar yang dapat menyebabkan karat. Dinding/Lantai Retak 1. Siapkan cairan kimia khusus yang sifatnya mengikat dan cepat kering (epoxy), selanjutnya suntikkan/grouting pada daerah retakan. 2. Untuk waterstop yang sobek harus diganti dengan yang baru. Dinding Pagar Miring 1. Gali tanah di sekitar pondasi, luruskan pagar yang miring dengan penambahan perkuatan sementara, berupa penopang kayu/besi pada dinding pagar. 2. Buat pondasi dan sloof di belakang pagar sebagai tempat dudukan kolom/tiang penopang. 3. Buat kolom/tiang berbentuk segitiga untuk menahan kemiringan pagar. Ukuran tiang disesuaikan dengan beban dinding yang ditopang. Pondasi Batu Kali Turun 1. Buat pondasi baru yang berada dekat dengan pondasi yang turun. Tujuannya untuk membagi beban yang berlebih. 2. Padatkan permukaan tanah di bawah pondasi yang baru dengan cara manual atau dengan bantuan mesin stamper sehingga daya dukung tanah meningkat. 3. Perbaiki ketinggian balok dan dinding yang rusak akibat penurunan pondasi. 4. Buat tiang di atas pondasi baru untuk menghentikan penurunan. Keramik Pecah, Akibat Lantai Beton Retak 1. Lepaskan lantai keramik yang pecah dan kikis retakan pada lantai beton. 2. Beri cairan kimia khusus untuk menutup retakan. 3. Tutup kembali permukaan lantai beton yang sudah diperbaiki dengan keramik.

DAFTAR PUSTAKA

Charles G. Salmon and Chu-Kia Wang. "Disain Beton Bertulang Edisi Ke-4 Jilid 2". Jakarta: Erlangga,1985. http://eprints.ums.ac.id/844/1/4__-M._UJIANTO.pdf http://www.infobangunan.com/component/content/article/69-umum/244-retak-beton-dansolusinya.html?directory=88 http://duniatekniksipil.web.id/411/desain-balok-beton-bertulang-5/#more-411 http://rumahbangun.com/penyebab-dan-cara-mengatasi-beton-retak