Anda di halaman 1dari 14

Sebenarnya apa sih pil KB itu?

Pil KB adalah salah satu cara berkontrasepsi yang berisi gabungan hormon golongan estrogen dan progesterone, dan berbentuk pil/tablet. Setiap stripnya berjumlah 21 dan 28 buah. Pil KB ini ada dua jenis lho (jenis ya, bukan merk). Jenis yang pertama yaitu yang hanya mengandung golongan hormon progesteron saja (disebut juga minipil progestin only), dan yang lainnya adalah pil gabungan estrogen dan progesteron. Untuk membedakannya mudah saja, minipil ini semuanya berwarna putih dalam setiap stripnya, sedangkan yang campuran (pil kombinasi) berwarna putih sebanyak 7 buah pil, dan sisanya berwarna kuning.

Cara kerja dari pil kb terletak pada hormon yang dikandungnya dengan cara menekan ovulasi yang akan mencegah lepasnya sel telur dari ovarium. Mengendalikan lendir mulut rahim sehingga sperma tidak dapat masuk ke dalam rahim, serta menipiskan lapisan endometrium. Untuk meminumnya, diawali dari hari pertama hingga hari ke lima masa haid. Kenapa pil ini dibedakan. Ini untuk memudahkan konsumen yang sedang menyusui. Minipil, tidak berpengaruh pada Air Susu Ibu yang sedang menyusui anaknya. Apa saja sih keuntungan dari meminum pil ini? 1. 2. 3. 4. Penggunaannya murah dan mudah. Cukup diminum satu butir pil satu hari. Mengurangi rasa sakit ketika haid Mencegah kehamilan diluar rahim, kanker rahim, dan kanker payudara. Cocok untuk menunda kehamilan bagi pasangan muda yang baru saja menikah.

Namun, selain keuntungan tersebut, pil ini memiliki kerugian alias efek samping. Pertama, para pemakai pil ini harus memiliki disiplin yang tinggikarena harus meminum pil ini setiap hari dan tidak boleh terlewatkan. Kemudian dapat meningkatkan infeksi jamur di sekitar Ms.V, dan akan menimbulkan perdarahan antara

masa haid. Selain itu, karena pil ini mengandung hormon maka tubuh para pemakainya akan bereaksi berbeda-beda tergantung dari metabolisme tubuh akseptor pemakai. apa saja reaksi itu? Bisa berupa kesuburan berat badan alias jadi gendut, kemudian bisa berupa timbul jerawat, bahkan bisa juga menimbulkan flek-flek kecokelatan di muka anda. Pil ini tidak dianjurkan bagi perempuan berumur diatas 30 tahun, karena akan mempengaruhi metabolisme tubuh. Oya, Pil ini tidak boleh digunakan untuk anda yang memiliki riwayat berikut: sakit jantung, tumor ganas, lever, stroke, kelainan jantung, varises, dan juga darah tinggi, dan juga migren. Selain itu, perempuan diatas 35 tahun dan perokok berat dilarang untuk mengkonsumsi pil kombinasi (pil campuran).

Pil KB merupakan salah satu jenis kontrasepsi yang banyak digunakan. Pil KB disukai karena relatif mudah didapat dan digunakan, serta harganya murah. Progestin dan Estrogen Ada tiga jenis pil KB yaitu pil kombinasi, pil mini, dan pil kontrasepsi darurat. Disebut pil kombinasi karena pil KB jenis ini mengandung kombinasi derivat estrogen (cth: etinil estradiol) dan derivat progestin (cth: levonorgestrel) dalam dosis kecil. Sedangkan pil mini hanya mengandung progestin saja (cth: neretindron, norgestrel, atau linestrenol). Oleh karena itu, pil mini cocok untuk ibu menyusui karena tidak mengandung derivat estrogen sehingga tidak mempengaruhi produksi ASI. Contoh pil mini yang beredar di pasaran adalah exluton dan minipil. Hormon progestin yang dikandung pil KB berfungsi untuk mengentalkan lendir pada mulut rahim, dengan demikian akan menghambat sperma masuk ke dalam rahim sehingga pembuahan sel telur terhambat. Sedangkan hormon estrogen bekerja menghambat pematangan dan pelepasan sel telur (ovulasi). Baik pil kombinasi maupun pil mini, biasanya tersedia dalam kemasan strip berisi 28 butir. Dari jumlah ini, 21 diantaranya mengandung hormon sedangkan 7 sisanya hanya mengandung vitamin. Pil yang mengandung vitamin ini berfungsi sebagai pengingat dan biasanya warnanya berbeda dengan pil yang mengandung hormon. Bagi ibu yang baru pertama kali menggunakan pil KB, pil pertama diminum pada hari pertama haid; untuk pil selanjutnya diminum sebutir setiap hari. Agar tidak lupa, sebaiknya pil KB diminum pada jam sama setiap harinya, misalnya setiap jam 7 malam. Jika lupa minum 1 butir pil hormonal, maka harus segera diminum saat ingat. Jika ingatnya pada waktu akan meminum pil selanjutnya, maka pil kb diminum 2 butir sekaligus. Jika lupa meminum 2 butir atau lebih pil hormonal, maka dalam 7 hari gunakan kondom apabila melakukan hubungan seksual atau hindari hubungan seksual. Jika lupa meminum pil pengingat (yang hanya mengandung vitamin), maka buanglah pil pengingat yang terlupakan dan teruskan meminum pil selanjutnya.

Kontrasepsi pil kombinasi adalah pil yang mengandung sintetik estrogen dan preparat progesteron yang mencegah kehamilan dengan cara menghambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur oleh indung telur) melalui penekanan hormon LH dan FSH, mempertebal lendir mukosa serviks (leher rahim), dan menghalangi pertumbuhan lapisan endometrium. Pil kombinasi ada yang memiliki estrogen dosis rendah dan ada yang mengandung estrogen dosis tinggi. Estrogen dosis tinggi biasanya diberikan kepada wanita yang mengkonsumsi obat tertentu (terutama obat epilepsy). Selain untuk kontrasepsi, pil kombinasi dapat digunakan untuk menangani dismenorea (nyeri saat haid), menoragia, dan metroragia. Pil kombinasi tidak direkomendasikan untuk wanita menyusui, sampai minimal 6 bulan setelah melahirkan. Estrogen yang terdapat di dalam pil kombinasi yang diminum oleh ibu menyusui, dapat mengurangi jumlah air susu dan kandungan zat lemak serta protein dalam ASI. Karena itu untuk ibu menyusui sebaiknya diberikan tablet yang hanya mengandung progestin, yang tidak mempengaruhi pembentukan air susu. Wanita yang tidak menyusui harus menunggu setidaknya 3 bulan setelah melahirkan sebelum memulai pil kombinasi karena peningkatan risiko terbentuknya bekuan darah di tungkai. Apabila 1 pil lupa diminum, 2 pil harus diminum sesegera mungkin ketika ingat, dan pack tersebut harus dihabiskan seperti biasa. Bila 2 atau lebih pil lupa diminum, maka bungkus pil harus tetap dihabiskan dan metode kontrasepsi lain harus digunakan, seperti kondom, untuk mencegah kehamilan. Jika menstruasi terakhir terjadi dalam waktu kurang dari 12 minggu setelah persalinan, maka pil KB bisa langsung digunakan dengan syarat Ibu tidak sedang menyusui. Jika menstruasi terakhir terjadi dalam waktu 12-28 minggu, maka harus menunggu 1 minggu sebelum pil KB mulai digunakan, sedangkan jika menstruasi terakhir terjadi dalam waktu lebih dari 28 minggu, harus menunggu 2 minggu sebelum pil KB mulai digunakan. Pil KB tidak berpengaruh terhadap obat lain, tetapi obat lain (terutama obat tidur dan antibiotik) dapat menyebabkan berkurangnya efektivitas dari pil KB. Obat anti-kejang (fenitoin dan fenobarbital) dapat meningkatkan perdarahan abnormal pada wanita pemakai pil KB. Beberapa kondisi dimana kontrasepsi pil kombinasi tidak boleh diigunakan adalah pada wanita dengan kondisi :

Kehamilan Menyusui atau kurang dari 6 minggu setelah melahirkan Usia >35 tahun dan merokok 15 batang sehari Faktor risiko multipel untuk penyakit jantung (usia tua, merokok, diabetes, hipertensi) Tekanan darah sistolik 160 atau TD diastolik 100 mmHg Riwayat trombosis vena dalam atau emboli paru Operasi besar dengan istirahat lama di tempat tidur Kelainan serebrovaskular Migrain dengan atau tanpa gejala neurologi fokal (dengan aura), stroke Riwayat kanker payudara Sirosis dan kanker hati

a. Efektivitas kehamilan terjadi pada 0,15/100 wanita b. Keuntungan sangat efektif, mencegah kanker indung telur dan kanker endometrium, menurunkan ketidakteraturan menstruasi dan anemia yang berkaitan dengan menstruasi, dan mengurangi nyeri haid c. Kerugian tidak direkomendasikan untuk menyusui, tidak melindungi dari Infeksi Menular Seksual (IMS), harus diminum setiap hari, membutuhkan resep dokter d. Efek samping mual, nyeri tekan pada payudara, pertambahan berat badan, sakit kepala, perdarahan tidak teratur (umumnya menghilang setelah 3 bulan pemakaian), meningkatkan tekanan darah (dapat kembali normal bila pil kombinasi dihentikan), bekuan darah pada vena tungkai (3-4 kali pada pil KB dosis tinggi), meningkatkan faktor risiko penyakit jantung, risiko stroke (pada wanita usia > 35 tahun) e. Cara pemakaian Pil diminum setiap hari secara teratur, pil pertama diminum pada hari kelima siklus haid, dianjurkan agar meminum pil pada waktu yang sama, contoh : pagi hari (setelah bangun tidur). Bila satu pil lupa diminum, telan segera setelah ingat. Jika lupa 2 pil berturut-turut, minum 2 pil segera ketika ingat dan 2 pil lagi pada waktu biasanya pada hari berikut, dan gunakan alat kontrasepsi lain (contoh : kondom). Ada dua cara meminum pil kombinasi, yaitu memakai sistem 28 atau sistem 21-22. Untuk sistem 28, pil diminum terus tanpa pernah berhenti (21 tablet pil kombinasi dan 7 tablet plasebo). Pada hari pertama haid, pil yang inaktif mulai diminum. Sedangkan sistem 21-22, diminum mulai hari ke-5 haid tiap hari 1 pil terusmenerus, kemudian dihentikan jika isi bungkus habis. Jadi, dibuat dengan

pola pengaturan haid (sekuensial). Beberapa hari setelah minum pil dihentikan, biasanya terjadi withdrawal bleeding dan pil dalam bungkus kedua dimulai hari ke-5 dari permulaan perdarahan. Apabila tidak terjadi withdrawal bleeding, maka pil dalam bungkus kedua mulai diminum 7 hari setelah pil dalam bungkus pertama habis. f. Pengembalian kesuburan ketika dihentikan maka kesuburan akan kembali seperti semula. Kesuburan ini bervariasi, dalam waktu 3-12 bulan setelah dihentikan maka tidak ada perbedaan kesuburan antara wanita yang memakai kontrasepsi pil dan yang tidak memakai.

Apa itu Pil KB ? Kontrasepsi untuk mencegah kehamilan dengan cara menelan pil setiap hari secara teratur. Pil KB kombinasi mengandung dua macam hormon yang sama dengan hormon yang ada pada setiap wanita yakni estrogen dan progestin. Saat ini pil KB mengandung kedua macam hormon dalam kadar yang sangat rendah, sehingga dinamakan low dose combined oral contraceptives Ada dua macam paket pil KB. Beberapa merek mempunyai kemasan 28 pil , yang terdiri dari 21 pil aktif yang berisi hormon diikuti oleh 7 pil berbeda warna yang tidak mengandung hormon sebagai pil pelengkap (reminder pil) supaya mudah mengingat waktu menelannya. Kemasan lainnya hanya terdiri dari 21 pil aktif , tanpa pil pelengkap. Bagaimana cara kerja Pil KB ? Pil KB mencegah terjadinya kehamilan dengan cara : # meniadakan ovulasi (pengeluaran telur dari indung telur) # mengentalkan lendir mulut rahim sehingga sperma sulit memasuki rahim Pil KB tidak mengugurkan kehamilan yang telah terjadi. Bagaimana efektivitasnya ? Bila dipakai dengan benar dan teratur, kegagalannya sangat kecil yakni 0.1 kehamilan pada 100 wanita pemakai /tahun pertama pemakaian ( 1:1000) Dalam pemakaian sehari-hari karena faktor kesalahan manusia (lupa), maka kegagalannya dapat menjadi 6-8 kehamilan / 100 wanita pemakai / tahun pemakaian. Kesalahan yang sering terjadi adalah lupa menelan pil atau terlambat memulai kemasan yang baru. Keuntungan Pil KB : # Sangat efektif bila dipakai dengan benar # Tidak mengurangi kenyamanan hubungan suami istri # Menstruasi (Haid) menjadi teratur, lebih sedikit dan lebih singkat waktunya, juga mengurangi rasa nyeri haid. # Dapat dipakai selama diinginkan, tidak harus beristirahat dulu # Dapat dipakai oleh semua wanita usia reproduktif # Dapat dipakai oleh wanita yang belum pernah hamil # Dapat dihentikan pemakaiannya dengan mudah kapan saja # Kesuburan segera kembali setelah pemakaian pil dihentikan # Dapat dipakai sebagai kontrasepsi emergensi setelah hubungan suami istri yang tidak terlindung # Dapat mencegah anemi akibat kekurangan zat besi # Membantu mencegah terjadinya : kehamilan diluar kandungan kista ovarium kanker endometrium

tumor jinak payudara penyakit radang panggul kanker indung telur Kekurangan Pil KB : Efek sampingnya berupa : # mual (terutama tiga bulan pertama) # perdarahan diantara masa haid (lebih sering perdarahan bercak) , terutama bila lupa menelan pil atau terlambat menelan pil # sakit kepala ringan # nyeri payudara # sedikit meningkatkan berat badan # tidak ada haid # sukar untuk tidak lupa # kemasan baru selalu harus tersedia setelah pil kemasan sebelumnya habis # tidak dianjurkan untuk ibu menyusui karena mengganggu jumlah dan kualitas Air Susu Ibu (ASI) # Tidak dapat dipakai oleh perokok berat, atau wanita dengan tekanan darah tinggi terutama pada usia > 35 tahun Siapa saja yang boleh memakai Pil KB ? Secara UMUM, kebanyakan wanita dapat memakai Pil KB sebagai cara kontrasepsi secara aman dan efektif, meskipun mereka : # belum mempunyai anak # remaja # gemuk atau kurus # > 35 tahun , tidak merokok # merokok tapi < 35 tahun # segera setelah keguguran Juga wanita dalam kondisi dibawah ini pada umumnya dapat memakai Pil KB : # haidnya banyak dan nyeri # anemi kekurangan zat besi # siklus haid tidak teratur # tumor jinak payudara # diabetes tanpa kelainan pembuluh darah # endometriosis # penyakit radang panggul # penyakit tiroid (kelemjar gondok) # mioma utyeri # TBC (kecuali dalam pengobatan dengan rifampicin) Kapan Pil KB dapat dimulai : Pil KB dapat dipakai setiap saat asal yakin tidak sedang hamil. # Pada saat haid merupakan waktu terbaik untuk mulai menelan Pil KB dapat dimulai kapan saja dalam 7 hari pertama haid, paling baik hari pertama bila dimulai pada saat haid sudah berhenti, anjurkan pemakaian kondom atau spermisida selama 7 hari pertama menelan pil (pencegahan ganda). # Pasca Salin Bila ibu telah berhenti menyusui atau 6 bulan setelah melahirkan (mana yang lebih dulu) Bila ibu tidak menyusui, 3 -6 minggu pasca salin Bila telah > 42 hari (6 minggu) pasca salin dan tidak menyusui, yakinkan dulu bahwa ia tidak hamil # Setelah keguguran : mulai pada 7 hari pertama keguguran setiap saat asal yakin tidak hamil dan berKB ganda (kondom atau spermisida) selama 7 hari pertama. # Segera setelah berhenti dari Cara KB lain. Cara pemakaian Pil KB: Pil ditelan setiap hari secara teratur, dianjurkan agar menelan pil pada malam hari (sebelum tidur, pada saat makan malam) Bila satu pil aktif lupa, telan segera setelah ingat, minum pil yang seharusnya offshore pharmacies pada saat biasa menelan pil PIL KB Untuk Ibu menyusui Hanya ada 1 macam pil KB yang dibuat untuk ibu menyusui yakni minipil (progesteron only) , tidak mengandung estrogen. Pil

ini mempunyai efek KB seperti suntikan KB karena tidak mengendung estrogen, sehingga tidak mengganggu laktasi baik kualitas maupun kuantitas ASI (air susu ibu).

Read more: http://doktersehat.com/pil-kb-oral-pil-pil-kombinasi/#ixzz1Y1cRDYot

KB PIL 1.Pil Kombinasi 1.Definisi Pil kombinasi adalah kontrasepsi yang berupa tablet-tablet kecil yang berisi 2 jenis hormon, yaitu estrogen dan progestin, hal ini serupa dengan hormon-hormon yang secara alamiah terdapat di dalam tubuh. Pil ini mencegah kehamilan dengan menekan pematangan sel telur. Mengentalkan lendir serviks (leher rahim) sehingga hanya sedikit sperma yang dapat melaluinya dan kemungkinan sperma akan terhalang. Merubah pergerakan rahim, sehingga mengganggu jalanya sperma dan sel telur. Menimbulkan perubahan pada dinding rahim, sehingga tidak memungkinkan terjadinya nidasi (penempelan hasil konsepsi pada dinding rahim). Biasanya kemasan pil kombinasi terdiri dari 28 tablet, dimana 7 tablet diantaranya adalah plasebo yang tidak berisi hormon. Sebagai gantinya pil tersebut berisi zat besi. Fungsi ke-7 pil tersebut adalah membantu klien untuk membiasakan diri minum pil setiap hari. 2.Efektifitas Jika penggunaannya benar, maka keberhasilan penggunaannya mencapai 99,9 %. 3.Keuntungan Efektifitas tinggi Risiko terhadap kesehatan rendah Tidak memerlukan pemeriksaan dalam untuk memulai penggunannya Tidak mengganggu hubungan seksual Mudah digunakan Siklus haid teratur, banyaknya darah haid menjadi berkurang (mencegah anemia), tidak terjadi nyeri haid. Dapat digunakan untuk jangka panjang selama perempuan masih ingin menggunakannya untuk mencegah kehamilan. Mudah dihentikan setiap saat. Kesuburan segera kembali setelah penggunaan pil dihentikan. 4.Kerugian Mahal dan membosankan karena harus digunakan setiap hari. Tidak mencegah penyakit menular seksual Beberapa efek samping yang sering terjadi : 1.Mual, terutama pada 3 bulan pertama 2.Rasa tidak enak di payudara 3.Sakit kepala 4.Mengurangi ASI 5.Menambah berat badan 6.Pusing 7.Pada sebagian kecil perempuan dapat menyebabkan depresi, dan perubahan suasana hati, sehingga keinginan untuk melakukan hubungan seksual berkurang. 8.Perdarahan di anatara masa menstruasi, yang biasanya terjadi pada permulaan menggunakan pil KB, dan keadaan ini akan berhenti dengan sendirinya ketika menginjak bulan ke-3 atau ke-4. 9.Terbentuknya kloasma atau bercak-bercak kecoklatan di wajah, dagu, atau leher. Penggunaan krim pelindung sinar matahari akan membantu mencegah pembentukan kloasma. 10.Dapat meningkatkan tekanan darah dan peningkatan cairan, sehingga terjadi resiko stroke, dan gangguan pembekuan darah pada pembuluh darah vena dalam sedikit meningkat. 5. Indikasi 1. Keinginan untuk memperoleh metoda kontrasepsi dengan efektifitas yang tinggi. Rasionalnya : Pil kontrasepsi 90% efektif bila digunakan dengan benar. 2. Adanya anemia karena haid yang berlebihan. Rasionalnya : Pil kombinasi mengurangi kehilangan jumlah darah, meningkatkan hemoglobin pada banyak klien. 3. Nyeri haid hebat. Rasionalnya : Pil kombinasi mengurangi rasa nyeri (dismenorhea). 4. Riwayat kista ovarium jinak. Rasionalnya : Dengan menekan ovulasi, pil kombinasi biasanya mencegah pembentukan kista ovarium. 5. Siklus haid tidak teratur. Rasionalnya : Siklus haid yang tidak teratur akan teratur karena pil kombinasi. 6. Keluhan haid. Rasionalnya : Siklus haid menjadi baik dengan pil kombinasi. 7. Riwayat kanker ovarium dalam keluarga. Rasionalnya : Pil kombinasi mencegah beberapa jenis kanker ovarium. 8. Tumor jinak payudara. Rasionalnya : Pil kombinasi melindungi terjadinya tumor jinak payudara. 6.Kriteria yang Harus Menghentikan Penggunaan Pil Kombinasi Sakit kepala yang amat sangat Sakit di dada atau pembengkakan di kaki Kehilangan ketajaman pandangan Pucat atau kekuning-kuningan seperti orang sakit kuning 7.Kriteria yang Tidak Boleh Menggunakan Pil Kombinasi Hamil atau dicurigai hamil. Tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, kelainan pada pembekuan darah. Penyakit hati yang akut maupun kronis Gatal pada kulit pada waktu hamil Kanker Perdarahan vagina yang abnormal

Kencing manis atau diabetes Pusing-pusing dengan sebab yang tidak jelas Perokok berat Menyusui eksklusif Perdarah pervaginam yang belum diketahui penyebabnya Tidak dapat menggunakan pil secara teratur setiap hari 8.Waktu Mulai Menggunakan Pil Kombinasi Setiap saat selagi haid, untuk meyakinkan kalau perempuan tersebut tidak hamil Hari pertama sampai hari ke-7 siklus haid Boleh menggunakan pada hari ke-8, tetapi perlu menggunakan metode kontrasepsi yang lain (kondom) mulai hari ke-8 sampai hari ke14 atau tidak melakukan hubungan seksual sampai klien menghabiskan paket pil tersebut Setelah melahirkan: Setelah 6 bulan pemberian ASI eksklusif Setelah 3 bulan dan tidak menyusui Pascakeguguran (segera atau dalam waktu 7 hari) Bila berhenti menggunakan kontrasepsi injeksi, dan ingin menggantikan dengan pil kombinasi, pil dapat segera diberikan tanpa perlu menunggu haid. 2.Pil Mini Merupakan pil kontrasepsi yang hanya mengandung hormon progesterone saja dalam dosis yang rendah yang diberikan terus menerus. 1.Cara kerja : Mengentalkan lendir serviks sehingga hanya sedikit sperma yang dapat melaluinya dan kemungkinan sperma akan terhalang. Mengubah dinding rahim sehingga tidak siap untuk implantasi 2.Keuntungan Sangat efektif bila digunakan secara benar, sekitar 96% Tidak mempengaruhi ASI Tidak memerlukan pemeriksaan dalam Tidak mengganggu hubungan seksual Kesuburan cepat sekali Sedikit efek samping Dapat dihentikan setiap saat 3.Kerugian Efek samping : Nyeri kepala Perubahan mood Penambahan atau penurunan berat badan Pusing Perdarahan bercak atau perdarahan tidak teratur Payudara menjadi tegang Mual Jerawat Harus diminum setiap hari dan pada waktu yang sama Kegagalan menjadi besar bila lupa minum satu pil saja Efektivitas pil menjadi rendah bila digunakan bersamaan dengan obat tuberklosis atau obat epilepsi Tidak melindungi terhadap PMS atau HIV / AIDS 4. Indikasi 1. Menginginkan suatu metoda yang sangat efektif selama periode menyusui. Rasionalnya : 98,5 % pil mini hanya efektif dalam 9 bulan postpartum bila menyusui. 2. Tidak dapat menggunakan pil kombinasi karena efek samping esterogen, migrain, TD tinggi atau payudara menjadi tegang. Rasionalnya : Pil mini tidak mengandung esterogen. 3. Mempunyai tekanan darah tinggi. Rasionalnya : Pil mini mengandung 1/3 dari jumlah progestin yang ada dalam pil kombinasi. Pil mini jarang memepengaruhi tekanan darah. 4. Usia lebih dari 35 tahun dan perokok berat dan tidak dapat menggunakan kontrasepsi jangka panjang. Rasionalnya : Dibandingkan dengan esterogen dosis rendah progestin tidak meningkatkan resiko pembekuan darah (wanita di atas 35 tahun dan memakai pil kombinasi lebih terpapar terhadap resiko pembekuan darah komplikasi kardiovaskuler. 5.Kriteria Yang Tidak Boleh Menggunakan Minipil Hamil atau diduga hamil Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya Tidak dapat menerima terjadinya gangguan haid Menggunakan obat tuberklosis atau obat epilepsi Kanker payudara atau riwayat kanker payudara Sering lupa menggunakan pil Riwayat stroke

6.Waktu Mulai Menggunakan Minipil Mulai hari pertama sampai ke-5 siklus haid. Tidak diperlukan pencegahan dengan kontrasepsi lain. Dapat digunakan setiap saat, asal saja tidak terjadi kehamilan. Bila menggunakannya setelah hari ke-5 siklus haid, jangan melakukan hubungan seksual selama 2 hari atau menggunakan metode kontrasepsi lain untuk 2 hari saja. Bila klien tidak haid, minipil dapat digunakan setiap saat, asal saja diyakini tidak hamil. Jangan melakukan hubungan hubungan seksual selama 2 hari atau menggunakan metode kontrasepsi lain untuk dua hari saja. Bila menyusui antara 6 minggu dan 6 bulan pascapersalinan dan tidak haid, minipil dapat dimulai setiap saat. Bila menyusui penuh, tidak memerlukan metode kontrasepsi tambahan. Minipil dapat diberikan segera pascakeguguran Bila klien sebelumnya menggunakan kontrasepsi hormonal lain dan ingin menggantinya dengan minipil, minipil dapat segera diberikan, bila saja kontrasepsi sebelumnya digunakan dengan benar atau ibu sedang tidak hamil. Tidak perlu menunggu sampai datang haid berikutnya. Bila kontrasepsi sebelumnya adalah kontrasepsi nonhormonal dan ibu tersebut ingin menggantikannya denagn minipil, minipil diberikan pada hari 1-5 siklus haid dan tidak memerlukan metode kontrasepsi lain. Bila kontrasepsi sebelumnya adalah kontrasepsi suntikan, minipil diberikan pada jadwal suntikan berikutnya. sumber : Notodiharjo, Riano. 2002. Reproduksi, Kontrasepsi, dan Keluarga Berencana. Yogyakarta : Kanisius. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2006 www.mediasehat.com

Kontrasepsi Oral : Pil Kombinasi


Kontrasepsi Oral PiI Kombinasi

Pil Kombinasi merupakan pil kontrasepsi yang sampai saat ini dianggap paling efektif. Selain mencegah terjadinya ovulasi, pil juga mepunyai efek lain terhadap traktus genitalis, seperti menimbulakn perubahan-perubahan pada lendir serviks, sehingga menjadi kurang banyak dan kental, yang mengakibatkan sperma tidak dapat memasuki kavum uteri. Juga terjadi perubahan-perubahan pada mortilitas tuba Fallopii dan uterus Efek Samping Efek karena kelebihan estrogen Efek yang sering terdapat ialah rasa mual, retensi cairan, sakit kepala, nyeri pada mamma, fluor albus. Rasa mual kadang-kadang disertai muntah, di area, dan rasa perut kembung. Retensi cairan disebabkan oleh kurangnya pengeluaran air dan natrium, dan dapat meningkatkan bertambahnya berat badan. Sakit kepala sebagian juga disebabkan oleh retensi cairan. Pada penderita pemberian garam perlu dikurangi, dan dapat diberikan obat diuretic.

Efek karena kelebihan progestagen Progestagen dalam dosis yang berlebihan dapat menyebabkan perdarahan tidak teratur, bertambahnya nafsu makan disertai bertambah berat badan, akne, alopesia, kadang-kadang mamma mengecil, fluor albus, hipomenorea. Bertambahnya berat badan karena progestagen kiranya disebabkan oleh bertambahnya nafsu makan dan efek metabolic hormone. Akne dan alopesia dapat timbul karena efek androgenic dari jenis progestagen yang dipakai dalam pil. Progestagen dapat mengakibatkan mengecilanya mamma.

Efek sampingan yang berat Bahaya yang dikhawatirkan dengan pil adalah trombo-emboli , termasuk tromboflebitis, emboli paru-paru, dan trombosis otak. Kemungkinan untuk terjadinya trombo-emboli pada wanita yang minum pil , lebih besar apabila ada factor-faktor yang memberikan predisposisi, seperti merokok, hipertensi, diabetes mellitus, obesitas.

Kontraindikasi Tidak semua wanita dapat menggunakan pil kombinasi untuk kontrasepsi. Kontraindikasi terhadap penggunaannya dapat di bagi dalam kontraindikasi mutlak dan relative.

Kontraindikasi mutlak Termasuk di sini : 1) tumor-tumor yang dipengaruhi estrogen; 2)penyakit-penyakit hati yang aktif, baik akut ataupun menahun, 3) pernah mengalami tromboflebitis, trombo-emboli, kelainan serebro-vaskular; 4) diabetes mellitus; dan 5) kehamilan Kontraindikasi relative Yang termasuk kontraindikasi relative ialah: 1)depresi ; 2)migrasi ; 3) mioma uteri ; 4). Hipertensi .5) oligomenorea dan amenorea. Pemberian pil kombinasi kepada wanita yang mempunyai kelainan tersebut diatas harus diawasi secara teratur dan terus menerus , sekurang-kurangnya sekali dalam 3 bulan.

Kelebihan dan kekurangan pil komnbinasi Kelebihan pil kombinasi antara lain : 1) efektivitasnya dapat dipercaya ; 2) frekuensi koitus tidak perlu diatur; 3)siklus haidjadi teratur ; 4) keluhan-keluhan dismenorea yang primer menjadi berkurang atau hilang sama sekali.

Kekurangan pil kombinasi antazu lain: l) pil harus diminum tiap hari, sehingga kadang-kadang merepotkan ; 2) motivasi harus kuat; 3) adanya efek sampingan walaupun sifatnya sementara, umpamanya mual, sakit kepala, muntah, buah dada jadi nyeri dlI; 4) kadang-kadang setelah berhenti minum pil dapat timbul arnenorea yang persisten 5) untuk golongan penduduk tertentu harganya masih mahal.

Memilih Pil Kombinasi Pada prinsipnya berbagai pil kombinasi mempunyai efektifitas yang sarna, walaupun untuk pil yang mengandung hanya 20 ug estrogen hal itu mungkin sedikit kurang Pil yang mengandung progestagen yang kurang dari 50 ug juga lebih sering menimbulkan gangguan perdarahan , sedangkan pil yang mengandung estrogen lebih dari 50 ug dapat menimbulkan mual dsb. Sebaiknya pada pemberian pil untuk pertama kali, dipakai pil yang mengandung 50 ug mestranol dan 1 mg norethindrone. Jika pasien mendapat banyak efek sampingan yang disebabkan estrogen, seperti mual, muntah, buah dada jadi tegang dan nyeri, gantilah pilnya dengan pil yang mengandung estrogen kurang dari 50 ug Jika terjadi break-through bleeding, gantilah dengan pil dengan dosis yang lebih tinggi.

Cara Pemakaian Pil kombinasi

Ada pil kombinasi yang dalam satu bungkus berisi 2 atau 22 pil dan ada yang berisi 28 pil. Pil yang beijumlah 21-22 dimulai dari ke-5 haid tiap hari satu pil terus menerus, dan kemudian berhenti jika isi bungkus habis; sebaiknya pil diminum pada waktu tertentu, misalnya malam sebelum tidur. Pil dalarn bungkus 28 pil diminum tiap malam terus-menerus .Pada hari pertama haid pil yang inaktif mu1ai diminum, dan dipilih pil menurut hari yang ditentukan dalam bungkus.Keuntungan minum pil berjumlah 28 biji ialah bahwa karena pil ini diminum tiap hari terus-menerus, tidak mudah dilupakan