Anda di halaman 1dari 12

BIOLOGI

Ni soal2 yg aku dapet kemarin, tapi lum sempat tak isi, kalian isi sendiri yak,.. 1. Ciri mikroskopik vinca alba? Bagaimana isolasinya? Bagaimana identifikasinya? 2. Jelaskan farmakologi rutin? cara penapisan rutin? 3. Opioid termasuk golongan apa? Mengapa? Sebutkan senyawa prekusornya? 4. Maap temen, yang 2 soal lge lupa (jumlah 5 soal uraian). Soalnya persis ma yg kmren kuk, jd belajar kisi-kisi ini yakkkk. 5. Untuk soal pilian ganda ntr ada sistem minus. Baca baik2 yakkk. Jawaban boleh lebih dari satu kok. Oiya ada 2 tipe soal, ni tipe aku. Klu tipe lainnya kalian tanya cety yakkk. Cuz setauku soal dy beda ma aku. Okkkkkk. Sebagai tambahan kalian hub cety dan minta jawabanya dari kisi2 cety yak. Cuz kmaren punya aku dan cety saling melengkapi, ada di aku tp gk ada di cety, ada di cety tapi gak ada di aku. Okkkkkkkkk,,,,, Kuasai soal2 terlebih dahuluuu Guud Luckkk

1. aktifitas farmakologi epikatekin antioksidan, antikanker 2. cara identifikasi epikatekin epikatein termasuk flavonol, dengan uji wilstater. Filtrat + 0,5 mL HCl pekat + 4 potong magnesium encerkan dengan air + 1mL butanol merah pucat flavonol 3. sebutkan nama simplisia dan tumbuhan penghasil kuinin kuinin dalam famili Rubiaceae - Cinchona Officinalis L. merupakan salah satu darinya yang dapat menyembuhkan penyakit malaria. Tumbuhan Kina sebutkan faktor standarisasi mikroskopis simplisia tersebut

genus simplisia Cinchona 4. Sebutkan faktor standarisasi ekstrak dan simplisia dari andrographidis paniculata sambiloto
1 Rieza_moeet

Simplisia tanaman ini adalah Herba sambiloto (Andrographidis Herba) yang merupakan bagian di atas tanah tanaman Andrographis paniculata Burm. f. Ness. Kadar abu : tidak lebih dari 12 % Kadar abu yang tidak larut dalam asam : tidak lebih dari 2,2 % Kadar sari yang larut dalam air : tidak kurang dari 18 % Kadar sari yang larut dalam etanol : tidak kurang dari 9,7 % Bahan organik asing : tidak lebih dari 2 % Penyimpanan : dalam wadah tertutup baik Isi simplisia : asam kersik, damar logam alkali Penggunaan simplisia : diuretik, antipiretik Pemerian : tidak berbau dan pahit 5. Termasuk dalam golongan senyawa apakah kuersetin? Kelompok senyawa fenol - flavonoid Bagaimanakah biosintesis kuersetin dan sebutkan senyawa prekursornya? KhalkonFlavanon dihirdro flavonol-flavonol 6. sebutkan metode2 yang dapat digunakan untuk menetapkan kadar air Dengan titrasi dg karl fisher Dengan destilasi 7. Faktor apakah yang digunakan dalam standarisasi ekstrak selain dalam standarisasi simplisia Factor biologi (identitas jenis, lokasi pertumbuhan asal, periode pemanenan hasil tumbuhan, penyimpanan bahan tumbuhan, umur tumbuhan dan bagian yang digunakan, untuk tumbuhan budidaya ada GAP ) Faktor Kimia a. Faktor internal (jenis senyawa aktif dalam bahan, komposisi kualitatif dan kuantitatif senyawa aktif, kadar total rata-rata senyawa akatif) b. Faktor Eksternal (metode ekstraksi, perbandingan ukuran alat ekstraksi, ukuran kekerasan dan kekeringan bahan, pelarut yang digunakan dalam ekstraksi, kandungan logam berat, kandungan pestisida) 8. Sebutkan metode analisis yang sesuai untuk senyawa piperritin Isolasi 30 gram merica di ekstraksi dg metode soxhlet filtrat diuapkan ad mengental + 10 mL KOH etanolik 10 % diaduk ad timbul endapan pisahkan sari dr endapan diamkan di almari es kristal Pemurnian Kristal dicuci dg etanol 96% dikeringkan pd suhu 40C selama 30-45 menit. Identifikasi Kristal dilarutkan dg etanol, dianalisis dg KLT. F.diam: Silika gel GF 254. F.gerak: diklormetana : etil asetat = 75 : 25. Deteksi : UV 254, disemprot dg anisaldehid asam sulfat dan dipanaskan 110C selama 10 menit. 9. manakah dari berbagai antibiotic dibawah ini yang merupakan gol makrolida Eritromisin, klaritromisin, Azitromisin
2 Rieza_moeet

macam antibiotic a. makrolida berikatan dg ribosom 50 S erytomicin, klaritromicin, azitromisin b. betaktam penisilin MK mengganggu sintesis dinding bakteri Penisilin G/V, ampisilin, amoksisilin Sefalosporin Gol 1 sefalotin, sefazolin, sefapirin Gol 2 sefaklor, sefaprozil, lorakarbef Gol 3 sefotaksim, seftizoksim, seftazidim c. tetrasiklin MK ribosom 70S sub unit 30S Klortetrasiklin, tetrasiklin, oksitetrasiklin, demoklosiklin, doksisiklin, metasiklin,minosiklin d. kloramphenikol MK ribosom 70S sub unit 50S e. linkosamide MK RIBOSOM 70s SUB UNIT 50s Lyncomicin, clindamycin f. aminiglikosida MK ribosom 70S sun unit 30S Streptomycin, Kanamycin, Neomycin, Gentamycin, Tobramycin, Amikacin, Netilmicyn (Micromomospora inyoensis) g. polipeptida colistin basillus polymyxa var.colistinus bacitrasin bacillus subtilis vancomicin Streptomyces orientalis h. antibiotik minor novobiosin Steptomyces.niveneus cykloserine S.orchidaceus capremycin S.Capreolus mupirocin Pseudomonas fluoresescens i. rifamicin rifampin S.mediterranei untuk meningitis rifabutin 11. kadar air suatu simplisia yang mengandung minyak atsiri a. kadar air>susut pengeringan B. KADAR AIR<SUSUT PENGERINGAN c. kadar air = susut pengeringan d. tidak ada jawaban benar
10. 3 Rieza_moeet

12. sebutkan penggolongan obat tradisional Indonesia a. Jamu aman sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan memenuhi persyaratan mutu yang berlaku klaim khasiat dibuktikan berdasar data empiris b. herbal terstandar aman sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan memenuhi persyaratan mutu yang berlaku klaim khasiat dibuktikan berdasar ilmia/praklinik dilakukan standarisasi pada bahan baku yang akan dijadikan produk c. fitofarmaka aman sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan memenuhi persyaratan mutu yang berlaku klaim khasiat dibuktikan berdasar ilmia/praklinik dilakukan standarisasi pada bahan baku yang akan dijadikan produk 13. metabolit primer dan sekunder a. primer hasil metabolisme yang digunakan untuk kelangsungan hidup (pertumbuhan). Ex. Asam amino, asetil CoA, nukleotida, asam sitrat. b. Sekunder Tidak digunakan untuk proses pertumbuhan. Ex. Protein, asam lemak, karbohidrat, senyawa antimokroba. Contoh metabolit sekunder mikroorganisme : antibiotik, pigmen, vitamin. Contoh lain : alkaloid, feromon, fenol, terpenoid, 14 cara ekstraksi menggunakan panas.. Ekstrasi dingin Maserasi : Proses pengekstrakan simplisia dengan menggunakan pelarut dengan beberapa kali pengocokan atau pengadukan pada temperatur ruangan (kamar). Remaserasi: Proses maserasi yang dilakukan secara berulang-ulang. Pengulangan dilakukan dengan menambah pelarut yang baru ke dalam ampas yang telah dipisahkan dari pelarut sebelumnya melalui penyaringan Perkolasi : Ekstraksi dengan pelarut yang selalu baru sampai sempurna (exhaustive extraction) yang dilakukan pada temperatur ruangan. Proses terdiri dari tahapan: pengembangan bahan ; maserasi antara ; tahap perkolasi sebenarnya Ekstraksi panas Refluks : Ekstraksi dengan pelarut pada titik didihnya, selama waktu tertentu dan jumlah pelarut terbatas yang relatif konstan dengan adanya pendingin balik. Umumnya dilakukan pengulangan proses pada residu pertama sampai 3-5 kali sehingga dapat termasuk proses ekstraksi sempurna Soxhlet : Ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru yang umumnya dilakukan dengan alat khusus sehingga terjadi ekstraksi kontinyu dengan jumlah pelarut relatif konstan dengan adanya pendingin balik. Ekstraksi dilakukan pada titik didih pelarut Digesti : Maserasi kinetik (dengan pengadukan kontinyu) pada temperatur yang lebih tinggi dari temperatur ruangan (kamar). Secara umum, dilakukan pada temperatur 40-500C
4 Rieza_moeet

Infus : Sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia nabati dengan

air pada suhu 900C selama 15 menit Dekok : sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia nabati dengan air pada suhu 900C selama 30 menit. Destilasi Uap Destilasi uap : Bahan (simplisia) benar-benar tidak tercelup ke dalam air yang mendidih, namun dilewati uap air sehingga senyawa kandungan menguap ikut terdestilasi Destilasi uap dan air : Bahan (simplisia) bercampur sempurna atau sebagian dengan air mendidih, senyawa kandungan menguap tetap kontinyu ikut terdestilasi. Lainnya Ekstraksi berkesinambungan : Proses ekstraksi yang dilakukan berulangkali dengan pelarut yang berbeda atau resirkulasi cairan pelarut dan prosesnya tersusun berturutan beberapa kali Superkritikal karbondioksida : Umumnya digunakan gas CO2. Dengan variabel tekanan dan temperatur akan diperoleh spesifikasi kondisi polaritas tertentu yang sesuai untuk melarutkan golongan senuawa kandungan tertentu. Penghilangan cairan pelarut dengan mudah dilakukan karena CO2 menguap dengan mudah, sehingga hampir langsung diperoleh ekstrak Ekstraksi ultrasonik : Getaran ultrasonik (> 20.000 Hz) memberikan efek pada proses ekstraksi dengan meningkatkan permeabilitas dinding sel, menimbulkan gelembung spontan (cavitation) sebagai stres dinamik serta menimbulkan fraksi interfase Ekstraksi energi listrik : Energi listrik digunakan dalam bentuk medan listrik, medan magnet, serta electric discharges yang dapat mempercepat proses dan meningkatkan hasil dengan prinsip menimbulkan gelembung spontan dan menyebarkan gelombang tekanan berkecepatan ultrasonik 15. Cara identifikasi dan karakterisasi senyawa rhein (dikasi gambar strukturnya)

Emodin, aloe-emodin, chrysophanol dan glikosida rhein, frangula-emodin, rhamnicoside, alaterin dan physcion termasuk senyawa antrakinon. Identifikasi antrakinon : Borntrager 0,3 gram ekstrak + 10 mL air suling filtrat ekstraksi dengan 3 mL toluena 2x fase toluena dikumpulkan menjadi 2 filtrat + amoniak merah. Karekterisasi : Senyawa antrakinon dan turunannya seringkali bewarna kuning sampai merah sindur (oranye), larut dalam air panas atau alkohol encer. Antrakinon yang mengandung gugus karboksilat (rein) dapat diekstraksi dengan penambahan basa, misalnya dengan natrium bikarbonat. Hasil reduksi antrakinon adalah antron dan antranol, terdapat bebas di alam atau sebagai glikosida.
5 Rieza_moeet

16.

Cara analisis senyawa alkaloid dan flavonoid beserta pereaksinya a. Alkaloid Sampel 0,3gram ekstrak + 5mL HCl 2N dipanaskan 2-3 menit dingin 0,3 gram NaCl disaring + 5mL HCl 2 N Reaksi pengendapan Wagner dan Mayer endapan putih. Wagner I2 dan KI dalam 100 mL air Mayer HgCl2 dan KI dalam 100 mL air KLT : F. Diam Kiesel Gel F254; F.gerak etil asetat : metanol : air = 9 :2 : 2, penampak noda : dagendrof jingga. b. Flavonoid Sampel 0,3gram ekstrak + 3mL heksana tidak berwarna Uji bate-smith & metcalf : filtrat + 0,5 mL HCl pekat panaskan merah/ungu leukoantosianin Uji wilstater : filtrat + 0,5 HCl pekat + 4 potong magnesium diencerkan dg air sulin + 1 mL butanol. Merah jingga (flavon); merah pucat (flavonol); merah tua (flavonon). KLT : F.gerak : B:A:W=4:1:5, penampak noda : perekasi sitrat borat/uap amoniak kuning intensif. c. Antrakinon Uji Borntrager 0,3gram diekstraksi dg 10 mL air suling saring filtrat diekstraksi dg 3mL toluena dalam corong pisah ekstraksi 2x fase toluena dikumpulkan jadi 2 tambah amonia dikocok merah Uji Borntrager modifikasi 0,3gram ekstrak + 1mL KOH 5mL + 1 mL H2SO4 encer panaskan saring filtrat + as.asetat glasial diekstraksi dg toluena fase toluena diambil + amonia merah KLT : F.gerak : Toluena : etil : as,asetat = 75 : 24 : 1, penampak noda : 10% KOH dalam metanol kuning/kuning coklat/merah ungu d. Polifenol dan Tanin Sampel 0,3 gram + 10mL aquadest panas diaduk dibiarkan + 3-4 tetes 10% NaCl diaduk disaring filtrat Ferriklorida filtrat + beberapa tetes FeCl3 hijau hitam tanin Gelatin filtrat + gelatin + NaCl endapan tanin + FeCl3; +uji gelatin tanin + FeCl3; -uji gelatin polifenol -FeCl3 - polifenol, - tanin KLT : F.gerak : kloroform : etil asetat = 1:9, penampak noda FeCl3 hitam e. Glikosida saponin, triterpenoid, dan steroid uji buih 0,3 gram ekstrak + 10mL air suling dikocok buih stabil 30 menit 3cm saponin sampel 0,3 ekstrak dilarutkan 15 mL etanol
6 Rieza_moeet

uji liebermann-buchard 5mL filtrat + 3 tetes asam asetat anhidrat dan 1 tetes

17.
18.

19.

20.

H2SO4 pekat kocok perlahan hijau biru (swaporin steroid); merah ungu (triterpen steroid); kuning muda (saponin jenuh) uji salkoski 5mL filtrat + 1-2mL H2SO4 pekat lewat dinding cicin merah steroid tak jenuh KLT : F.gerak : n-heksana: etil asetat (4:1), penampak noda : anisaldehid asam sulfat merah ungu steroid Yang termasuk senyawa hasil metabolisme sekunder Protein, karbohidrat, asam lemak, senyawa antimikroba, antibiotik, pigmen, vitamin. Senyawa yang memberikan bercak bila disemprotkan dengan pereaksi FeCl3: Tanin dan polifenol syarat mikroba pada produk jamu: a. tidak boleh ada mikroba pathogen b. boleh ada mikroba pathogen pada jumlah tertentu c. tidak boleh ada mikroba sama sekali metode penetapan potensi antibiotika a. lempeng difusi antibiotik silinder yang dipasang tegak lurus pada lapisan agar padat dalam cawan petri atau lempeng yang berisis biakan mikroba uji pada jumlah tertentu mikroba dihambat prtumbuhannya. b. Turbidimetri Hambatan pertumbuhan biakan mikroba dalam larutan serba sama antibiotik, dalam media cair yang dapat menumbuhkan mikroba dengan cepat bila tidak terdapat antibiotik. Digunakan untuk sampel yang sulit larut air (Gramisidin) 11. Kalium sulfat dalam methanol untuk deteksi senyawa (KCl, HCl,) 12. Nama simplisa biji pala Myristica fragnans Houtt Myristicae Arillus (bunga) / Myristicae Semen (Biji Pala) /Myristicae fructus Cortex (kulit) 13. Vinkristin digunakan untuk. Vinkristin adalah salah satu jenis vinkaalkaloid yang sering digunakan dalam pengendalian pertumbuhan sel kanker. Senyawa ini mempunyai fungsi yang sama dengan kolkhisin, yaitu mengganggu dinamika mikrotubul yaitu polimerisasi dan depolimerisasi, dengan cara mengikat tubulin . Vinkristin dan vinblasin adalah senyawa antikanker. 14. Susut pengeringan terdiri dari Minyak atsiri, air 15. Standarisasi simplisia yang juga termasuk standarisasi ekstrak.. 16. Yang mengendap dengan pereaksi dragendroff Golongan alkaloid 17. Standarisasi ekstrak mikroskopis, ekstraksi, dan fraksinasi dari Andrographidis paniculata

Rieza_moeet

18. Dikasih suatu struktur,,,(dari strukturnya ada kerangka dasar flavonoid),,secara logika gimana caranya ato pake alat apa aja kita bisa tahu struktur/kerangka itu,, 19. Dibawah ini senyawa flavonoid (quersetin,piperin,..) Anthocyanidin, proantocyanidin, quersetine, myrecetine, 20. Nama simplisia kayu manis (cinnamommum cortex, cinnamommi cortex, ..) 21. Standarisasi simplisia (kadar air, kadar sari larut air, kadar sari larut asam, bobot jenis) 22. a. Standarisasi ekstrak dan simplisia Adrographidis paniculata b. Nama simplisia dari Andrographidis paniculata Sambiloto Andrographidis Herba 23. a. golongan apa senyawa quersetin Flavonoin b. biosintesis senyawa quersetin Biosintesis flavonoid sudah mulai diteliti sejak tahun 1936. Pada awalnya para peniliti mengkaitkan C6-C3-C6 dari flavonoid merupakan hasil dari fenil propanoid. Tetapi selama bertahun-tahun diperoleh teori sintesis flavonoid dan telah dibuktikan di laboratorim. Secara umu sintesis flavonoid terdiri dari dua jalur yaitu jalur poliketida, dan jalur fenil propanoid. Jalur poliketida ini merupakan serangkaian reaksi kondensasi dari tiga unit asetat atau malonat. Sedangkan jalur fenilpropanoid atau biasa disebut jalur shikimat (Arifin, 1986). Jalur poliketida Reaksi yang terjadi pada jalur ini diawali dengan adanya reaksi antra asetilCoA dengan CO2 yang akan menghasilan malonatCoA. Setelah itu malonatCoA akan bereaksi dengan asetilCoA menjadi asetoasetilCoA. asetoaseilCoA yang terbentuk akan bereaksi dengan malonatCoA dan reaksi ini akan berlanjut sehingga membentuk poliasetil. Poliasetil yang terbentuk akan kerkondensasi dan berekasi dengan hasil dari jalur propilpropanoid akan membentuk suatu flavonoid. Jenis flavonoid yang terbentuk dipengaruhi dari bahan propilpropanoid. Acetil CoA malonil CoA aseto asetil CoA pliketida Jalur Propilpropanoid. Jalur ini merupakan bagian dari glikolisis tetapi tidak memperoleh suatu asam piruvat melainkan memperoleh asam shikimat. Reaksi ini melibatkan eritrosa dan fosfo enol piruvat. Asam shikimat yang terbentuk akan ditransformasikan menjadi suatu asam amino yaitu fenilalanin dan tirosin. Fenilalanin akan melepas NH3 dan membentuk asam sinamat sedangkan tirosin akan membentuk senyawa turunan asam sinamat karena adanya subtitusi pada gugus benzennya 24. struktur piperin , menggunkan spektroskopi apa aja untuk mengidentifikasi dan melihat kemurnian struktur ini?

Rieza_moeet

Struktur piperin dan struktur asam piperat diidentifikasi dengan spektroskopi IR dan spektroskopi NMR. Macam spektro : Spektro UV memberi info adanya gugus kromofor dari senyawa organik dan membedakan senyawa aromatik atau ikatan rangkap yang berkonjugasi dengan senyawa alifatik rantai jenuh. Spektoskopi IR mengidentifikasi gugus fungsi dalam senyawa organik. Nuklir magnetik resunansi proton mengrtahui posisi atom karbon yang mempunyai proton atau tanpa proton, Nuklir magnetik kesonansi isotop karbon 13 mengetahui jumlah atom dan jenis atom carbon tsb. Spektroskopi massa mengetahui berat molekul 25. a.Morfin termasuk senyawa golongan apa? Golongan alkaloid Golongan Piridina: piperine, coniine, trigonelline, arecoline, arecaidine, guvacine, cytisine, lobeline, nikotina, anabasine, sparteine, pelletierine. Golongan Pyrrolidine: hygrine, cuscohygrine, nikotina Golongan Tropane: atropine, kokaina, ecgonine, scopolamine, catuabine Golongan Kuinolina: kuinina, kuinidina, dihidrokuinina, dihidrokuinidina, strychnine, brucine, veratrine, cevadine Golongan Isokuinolina: alkaloid-alkaloid opium (papaverine, narcotine, narceine), sanguinarine, hydrastine, berberine, emetine, berbamine, oxyacanthine Alkaloid Fenantrena: alkaloid-alkaloid opium (morfin, codeine, thebaine) Golongan Phenethylamine: mescaline, ephedrine, dopamin Golongan Indola: o Tryptamines: serotonin, DMT, 5-MeO-DMT, bufotenine, psilocybin o Ergolines (alkaloid-alkaloid dari ergot ): ergine, ergotamine, lysergic acid o Beta-carboline: harmine, harmaline, tetrahydroharmine o Yohimbans: reserpine, yohimbine o Alkaloid Vinca: vinblastine, vincristine o Alkaloid Kratom (Mitragyna speciosa): mitragynine, 7-hydroxymitragynine o Alkaloid Tabernanthe iboga: ibogaine, voacangine, coronaridine o Alkaloid Strychnos nux-vomica: strychnine, brucine Golongan Purine: o Xantina: Kafein, teobromina, theophylline Golongan Terpenoid: o Alkaloid Aconitum: aconitine
9 Rieza_moeet

Alkaloid Steroid (yang bertulang punggung steroid pada struktur yang bernitrogen): Solanum (contoh: kentang dan alkaloid tomat) (solanidine, solanine, chaconine) Alkaloid Veratrum (veratramine, cyclopamine, cycloposine, jervine, muldamine)[2] Alkaloid Salamander berapi (samandarin) lainnya: conessine Senyawa ammonium quaternary s: muscarine, choline, neurine Lain-lainnya: capsaicin, cynarin, phytolaccine, phytolaccotoxin b. jelaskan cara sintesis senyawa morfin! Pembentukan Senyawa Alkaloid Oleh Tirosin. Tirosin merupakan produk awal dari sebagian besar golongan alkaloid. Produk pertama yang penting adalah antara dopamin yang merupakan produk awal dari pembentukan senyawa dari berberine, papaverine dan juga morfin. Sintesis Benzylisoquinolin, Dimulai Dengan Dua Molekul Tirosin. 2 Cincin Tirosin Mengalami Kondensasi dan Membentuk Struktur Dasar Dari Morfin. 26. Jelaskan standarisasi simplisia dan ekstrak Curcuma xanthorrhiza a. Jelaskan metode/cara fraksinasi ekstrak Curcuma xanthorrhiza Pertama yang harus dilakukan yaitu sampel dimasukkan ke bagian atas fase diam secara perlahan dan merata (dibuat setipis mungkin, menyerupai pita). Kemudian keran dibuka perlahan sampai semua sampel masuk ke dalam fase diam. Saat permukaan atas sampel sampai pada permukaan atas fase diam, fase gerak ditambahkan secara perlahan. Kecepatan alir fase diam diatur sesuai keinginan. Kemudian eluat ditampung pada botol kecil secara manual atau otomatik. Terakhir kolom dielusi sampai semua komponen keluar dari kolom. b. Jelaskan metode/cara isolasi ekstrak Curcuma xanthorrhiza temulawak basah atau kering dengan cara maserasi dan ekstraksi soxhlet. Untuk cara kerja maserasi yaitu pertama-tama yang harus dilakukan adalah serbuk sampel dimasukkan ke dalam gelas piala atau tempat seperti botol terbalik. Kemudian ditambahi pelarut etanol sampai sampel terendam. Diaduk sekali-sekali. Pelarut diganti setiap waktu tertentu. Terakhir akan didapatkan hasil berupa ekstrak dan gunakan pelarut yang tidak mudah menguap Untuk cara kerja sokletasi yaitu pertama-tama yang harus dilakukan adalah serbuk sampel dibungkus dengan kertas saring atau tempat tertentu. Kemudian dimasukkan ke dalam alat soklet. Pelarut etanol ditambahkan dari bagian atas sampai tumpah ke dalam labu. Ditambahkan pelarut lagi kira-kira sampai setengahnya. Labu yang sudah berisi pelarut tersebut dipanaskan pada suhu tertentu sampai mendidih. Pada proses ini uap pelarut akan naik dan bersentuhan dengan kondensor. Dimana uap akan terkondensasi dan menetes di atas sampel dan selanjutnya merendam sampel tersebut. Selama proses ini serbuk sampel akan terekstraksi. Apabila ekstrak sudah sampai pada batas pipa u maka ekstrak akan turun ke labu dan akan mendidih kembali. Proses ini akan berjalan kontinu sampai semua ekstrak terekstraksi.
o

10

Rieza_moeet

Pemurnian KLT Untuk pemurnian secara KLT ini fraksi yang memiliki spot/noda yang sama dengan nilai Rf dan warna yang sama pada pustaka maka spot/noda tersebut dikerok kemudian dilarutkan dalam pelarut etanol. Pelarut tersebut kemudian diuapkan sampai didapatkan bantuk kristalnya. Adapun nilai Rf dari kurkumin tersebut berdasarkan pustaka yaitu fraksi I 0,30; fraksi II 0,50; fraksi III 0,60 dengan pelarut yang digunakan kloroform-etanol 96%-asam asetat glasial (94:5:1 %v/v). Fase diam : Silika gel G Fase gerak : Klorofom-benzena-etanol 98% (45: 45:10) Atau Kloroform-etanol 96%-asam asetat glasial (94:5:1 %v/v). Cuplikan :fraksi kurkumin yang didapat dari kromatografi kolom Jmlh totolan : filtrat ditotolkan 5 l untuk bercak & 10 l un tuk pita (1,5cm) Waktu pengembangan : - (sampai eluen mendekati batas atas plat) Rekristalisasi Pertama kristal dilarutkan dalam pelarutnya (etanol) pada gelas piala, kemudian dipanaskan sambil diaduk-aduk. Lalu dalam keadaan panas disaring. Filtrat hasil saringan didinginkan sampai terbentuk kristal. 27. ada gambar struktur senyawa, tentukan cara identifikasi struktur dan kemurniannya alkaloid saponin 28. Sebutkan tanaman penghasil thymi dan familinya Thymus vulgaris L. Famili: Lamiaceae , simplisia : thymi herba jelaskan cara identifikasi(ciri ciri mikroskopis) tanaman penghasil thymi Rambut penutup multi sel, bentuk bengkok (spesifik); epidermis daun dengan rambut kelenjar tipe labiatae; stomata tipe diasitik. 29. nama simplisia Curcuma domestica ! Kunyit curcumae domesticae rhizoma 30. nama ilmiah tanaman jambu batu Psidium guajava psidi folium 31. berikut ini manakah senyawa yang termasuk golongan flavonoid flavon apigenin, luteolin, dan tangeritin flavonol quersetin, myrecetine flavonone hesperitine 32. berikut ini manakah senyawa yang termasuk golongan alkaloid Stikhnin, Emetin, Brusin, Piperin, kaffein, Quinin, Sinkhonin, dan Kolkhisin, ornitin, lisin, fenilalanin, tirosin, triftopan.
11 Rieza_moeet

c.

menurut atom Nitrogennya. Yaitu; Alkaloid sebenarnya, protoalkaloid dan pseudoalkaloid. Berdasarkan intinya penyusunnya (basa organiknya) diklasifikasikan menjadi 12 kelompok yaitu; Benzena, Piridina, Piperidina, Kuinolina, Isokuinolina, Fenantren, Pirolidina Siklo pentano perhidro fenantren, Imidazol, Indol, Purin dan Tropan. 33. Manakah yang merupakan contoh antibiotic yang dihasilkan oleh Streptococcus fradiae? Streptomyces griseus untuk Streptomisin, Streptomyses fradiae untuk Neomisin, Streptomyces kanamyceticus untuk Kanamisin, Streptomyces tenebrarius untuk Tobramisin, Micromomospora purpures untuk Gentamisin Asilasi kanamisin A untuk Amikasin. 34. Manakah dari berbagai antibiotic di bawah ini yang merupakan golongan makrolida! Eritomisin, Spiramisin, Roksitromisin, Klaritromisin dan Azithromisin terdapatnya cincin Lakton yang besarnya dalam rumus molekulnya. menghambat sintesis protein kuman dengan jalan berikatan secara reversibel dengan Ribosom subunit 50S, dan bersifat bakteriostatik atau bakterisid tergantung dari jenis kuman dan kadar obat Makrolida. 35. Sebutkan biosintesis tannin!! tanin merupakan metabolit sekunder tanaman yang bersifat astrigen dengan rasa khas yang sepat. kelas tanin secara umum terbagi atas tanin ( proanthocyanidins) hidrolisis dan tanin kondensasi. Dimana untuk tanin hidrolisis diprekursor oleh asam dehydroshikimic sedangkan untuk tanin kondensasi disintesa dari prekursor flavonoid. Dihydroflavonol leucoanthocyanidin anthocyanidin epikatechin proanthocyanidin 36. Biosintesis steroid ini dimulai dai proses mevalonate dalam manusia, dimana adanya Acetyl-CoA sebagai dasar pembentuk (Precursor), yang membentuk DMAPP dan IPP. Dalam beberapa langkah selanjutnya, DMAPP dan IPP yang akan membentuk lanosterol, yaitu steroid pertama. Yang nantinya akan termodifikasi berdasarkan proses steroidogenesis selanjutnya. 37. Biosintesis alkaloid Prekursor alkaloid adalah asam amino spt: fenilalanin, tirosis, triptofan, histidin, asam antranilat,lisin dan ornitin. Asam amino (prekursor alkaloid) ini yang akan mengalami reaksi Dekarboksilasi (senyawa amin) dan Transaminasi (aldehid). Senyawa amin dan aldehid kemudian bereaksi membentuk basa. Basa kemudian bereaksi dengan karbanion dalam kondensasi hingga terbentuklah alkaloid. 38. Biosintesis glikosida terdapat glikosida yang merupakan diterpenoid yang mengalami empat langkah sintesa yang kesemuanya secara umum dari pembentukan asam giberrelic atau asam giberelin sebagai prekursor. Dimana langkah awalnya berupa proses sintesis aglycone hingga terjadi sejumlah proses glucosyltransferase hingga terbentuklah glikosida.
12 Rieza_moeet