Anda di halaman 1dari 15

FORMULASI TEORI AKUNTANSI : PENDEKATAN TRADISIONAL DAN MODERN

Modul 2 & 3

PENDEKATAN TRADISIONAL DAN MODERN DALAM PERUMUSAN TEORI AKUNTANSI Dalam mempelajari teori akuntansi mungkin kita akan ditanya berbagai pertanyaan baik yang berkaitan dengan masalah-masalah praktik, politik maupun sosial. Misalnya, yang berkaitan dengan praktik adalah apakah yang dimaksud dengan pendapatan? Mengapa pendaptan diukur? Bagaimana aktiva dan hutang dinilai dalam neraca? Dan lain sebagainya. Berkaitan dengan hal tersebut ada berbagai macam pandangan terhadap akuntansi itu sendiri. BERBAGAI PANDANGAN TERHADAP AKUNTANSI Akuntansi sering dihadapkan pada berbagai masalah yang menyangkut transaksi yang memerlukan interpretasi atau analisis khusus seperti analisis ekonomi, sosial, hukum, statistik dan politik. Misalnya, dalam akuntansi terdapat karakteristik kualitatif dari informasi yang disajikan dalam laporan keuangan, yaitu obyektif. Namun demikian, tidak ada ukuran yang pasti terhadap kualitas tersebut, karena memang akuntansi bukan bersifat matematis yang memiliki obyektifitas mutlak oleh karena itu, tidak mengherankan bila sampai sekarang banyak terdapat interpretasi yang berbeda terhadap teori dan praktik akuntansi. Beberapa interpretasi tersebut adalah sebagai berikut. Akuntansi sebagai catatan historis Yaitu menganggap akuntansi sebagai kegiatan pencatatan transaksi suatu perusahaan. Hal ini didasarkan pada angggapan konservatisme, obyektifitas, konsistensi dan observasi tindakan akuntan di masa lampau. Akuntansi dipandang sebagai catatan yang didasarkan pada peristiwa/kejadian masa lalu. Hal ini terlihat dari konsep historical cost, dan penggunaan transaksi-transaksi masa lalu untuk menyusun laporan keuangan periodik. Akuntansi sebagai bahasa Teori ini menganggap akuntansi sebagai bahasa dalam transaksi bisnis. Karena manajemen harus mengkomunikasikan informasi yang diolahnya kepada pihak lain, seperti pemegang saham. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB SRI RAHAYU, SE, M.AK TEORI AKUNTANSI

Akuntansi sebagai ideologi dan eksploitasi Yaitu akuntansi merupakan ideologi dari masyarakat kapitalis yang menjembatani pemakaian teknik-teknik tertenu untuk mengeksploitasi kekayaan demi kepentingan kelompok elit tertentu.

Akuntansi sebagai realitas sebuah bahasa Yaitu akuntansi memasukkan unsur ekonomi masa kini dalam pengambilan keputusan tertentu. Misalnya saja penggunaan market value/current value untuk menilai atau menjual aktiva tetap, pembelian atau penjualan saham. Akuntansi sebagai sistem informasi Yaitu akuntansi dipandang sebagai sistem akuntansi/keuangan. Di mana akuntansi dianggap mampu memberikan informasi berupa laporan keuangan (Lap. L/R, Lap. Perubahan Ekuitas, Neraca, Lap. Arus Kas, dan catatan atas Lap. Keuangan) kepada para pengguna informasi. Akuntansi sebagai komoditas Yaitu akuntansi dipandang sebagai komoditas/barang yang dapat diperdagangkan . contoh kongkritnya bahwa akuntansi dapat menghasilkan suatu sistem informasi di mana sistem tersebut dapat diperjual belikan. Akuntansi sebagai mitologi Teori ini menganggap akuntansi sebagai sumber-sumber uang bersifat sosial untuk mempertahankan mitos rasionalisasi, untuk kepentingan justifikasi, dan ligtimasi keputusan. Akuntansi sebagai komoditi sosial Akuntansi dipandang mempengaruhi kesejahteraan atau kemakmuran kelompok tertentu dalam masyarakat. Angka-angka yang dihasilkan akuntansi akan mempengaruhi investor dalam menginvestasikan dananya dalam masyarakat. Akuntansi sebagai barang ekonomi

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

SRI RAHAYU, SE, M.AK TEORI AKUNTANSI

Akuntansi dianggap sebagai seperangkat informasi yang memiliki unsur biaya dan manfaat. Akuntansi sebagai perumpamaan Akuntansi memberikan konstribusi terhadap penciptaan suatu gambaran atau citra dari organisasi. Akuntansi bertindak sebagai suatu gambaran organisasi melalui peristiwa yang telah diseleksi dan transaksi yang terjadi di organisasi.

Akuntansi sebagai percobaan Akuntansi cukup fleksibel untuk mengakomodasi berbagai situasi, mengadaptasi solusisolusi baru untuk untuk masalah baru, dan beradaptasi terhadap kasus-kasus yang paling kompleks. Perusahaan-perusahaan dapat melakukan percobaan melalui pemakaian data, teknik, laporan, atau pengungkapan akuntansi yang berbeda agar sesuai dengan lingkungan tertentu yang mereka miliki dan untuk beradaptasi terhadap konsisi yang berubah, dan bukannya terhambat atau terpaku kepada pendekatan konvensional yang sama. Akuntansi sebagai distorsi Akuntansi digunakan untuk mengendalikan atau mempengaruhi tindakan-tindakan baik kepada pengguna internal maupun eksternal karenanya akuntansi menjadi sasaran ideal bagi pihak-pihak yang mencoba memanipulasi arti pesan yang akan dilihat oleh pengguna.

METODOLOGI PENYUSUNAN TEORI AKUNTANSI Dalam penyusunan teori akuntansi ada dua metodologi yang digunakan, yaitu : 1. Teori Deskriptif (Teori Positif ) 2. Teori Normatif Teori Positif (deskriptif) Teori ini menekankan pada apa yang terjadi (what is) melalui penyusunan praktikpraktik akuntansi. Karena hanya bertanya, teori ini dikritik oleh para pendukung teroi normatif. Penjelasan atau penalaran untuk menunjukkan secara ilmiah kebenaran pernyataan atau fenomena akuntansi seperti apa adanya sesuai fakta. Fakta sebagai sasaran. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB SRI RAHAYU, SE, M.AK TEORI AKUNTANSI

Teori Normatif Teori berupaya untuk menyajikan lebih pada apa yang seharusnya (Ought to be) daripada apa yang terjadi. Penjelasan atau penalaran untuk menjustifikasi kelayakan suatu perlakuan akuntansi paling sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Nilai sebagai sasaran. PEMBEDA Bentuk pernyataan Nada pernyataan Bidang masalah Basis Penyimpulan Kriteria penerimaan teori Basis / metode pengujian TEORI POSITIF Is Descriptive Facts Objective / Empirical True / False Sciense / Scientific TEORI NORMATIF Should / Ought to Prescriptive Values / Idealism Subjetive / Reasoning Good / Bad At / Judgment

A.

PENDEKATAN-PENDEKATAN

TRADISIONAL

UNTUK

PERUMUSAN

TEORI

AKUNTANSI Secara garis besar pendekatan tradisional dibagi dua bagian, yaitu : 1. Pendekatan praktis, atau pragmatis (informal), nin teoritis. 2. Pendekatan teoritis, terdiri dari : a. Pendekatan deduktif b. Pendekatan induktif c. Pendekatan etis d. Pendekatan sosiologis e. Pendekatan ekonomi f. Pendekatan eklektik

1. Pendekatan Praktis/Non Teoritis Yaitu suatu pendekatan yang tidak memiliki dasar teorinya. Pendekatan ini hanya didasarkan pada pengamatan atau observasi suatu kejadian/peristiwa. Pendekatan nonteoritis adalah suatu pendekatan pragmatis (praktis) dan pendekatan kekuasaan. Pendekatan pragmatis terdiri atas penyusunan suatu teori yang ditandai oleh kesamaannya dengan praktik dunia nyata yang berguna, dalam artian memberikan solusi yang bersifat praktis. 2. Pendekatan Teoritis Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB SRI RAHAYU, SE, M.AK TEORI AKUNTANSI

Pendekatan ini dapat juga disebut pendekatan penalaran, diantaranya : a. Pendekatan deduktif Yaitu pendekatan yang dimulai dari sesuatu yang bersifat umum, kemudian dibuat kesimpulan secara khusus. Misalnya dimulai dari asumsi atau postulat akuntansi, kemudian disimpulkan menjadi teknik-teknik akuntansi.

Dalil akuntasi dasar (umum)

Teknik akuntansi (khusus) Langkah-langkah dalam merumuskan teori akuntansi adalah : 1. Menentukan tujuan pelaporan keuangan 2. Memilih postulate akuntansi yang sesuai dengan kondisi, ekonomi, politik, dan sosiologi. 3. Menentukan prinsip akuntansi 4. Mengembangkan teknik akuntansi b. Pendekatan Induktif Yaitu suatu pendekatan yang dimulai dari yang bersifat khusus, kemudian dibuat kesimpulan secara khusus

Observasi informasi (khusus)

Prinsip akuntansi (umum)

Langkah-langkah dalam merumuskan teori akuntansi adalah : 1. Mencatat semua observasi Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB SRI RAHAYU, SE, M.AK TEORI AKUNTANSI

2. Menganalisis dan mengklasifikasi hasil observasi 3. Hasil observasi kemudian digeneralisasi 4. Pengujian terhadap generalisasi c. Pendekatan Etis Yaitu suatu pendekatan yang terkait dengan etika suatu individu, seperti kewajaran (fairness), keadilan (justice), kebenaran (truth). Dalam penerapannya hal ini terkait dengan pribadi individu manajemen dalam menyusun laporan keuangan perusahaan. Diharapkan informasi yang dihasilkan adalah wajar, tidak fiktif dan dapat dipertanggungjawabka pada semua pihak pengguna laporan keuangan. d. Pendekatan Sosiologis Yaitu suatu pendekatan yang berhubungan dengan tatanan kehidupan sosial masyarakat. e. Pendekatan Ekonomi Yaitu suatu pendekatan yang tidak hanya berfokus pada akuntansi saja tetapi melibatkan sisi ekonomi secara makro. Misalnya dalam pengambilan kebijakan moneter, melibatkan beberapa pengambil keputusan dari pemerintah, seperti perbankan, analisis keuangan. f. Pendekatan Eklektik Pendekatan ini disebut juga pendekatan gabungan. Dalam melakukan pengambilan keputusan dapat merupakan gabungan pihak akuntan dan pihak lain, seperti masyarakat atau pemerintah.

B. PENDEKATAN-PENDEKATAN MODERN UNTUK PERUMUSAN TEORI AKUNTANSI. Karena teori akuntansi merupakan suatu proses pembuktian, akhir-akhir ini pendekatan modern telah dikembangkan dan direvisi, dengan maksud membuktikan ataupun membentuk suatu teori akuntansi yang diharapkan mampu memberi solusi untuk masalah-masalah akuntansi.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

SRI RAHAYU, SE, M.AK TEORI AKUNTANSI

Pendekatan modern ini menunjukkan aliran baru penelitian akuntansi yang menggunakan pemikiran konseptual dan empiris untuk merumuskan dan membuktikan suatu kerangka akuntansi konseptual. Diantara pendekatan modern ini terdiri dari : I. Pendekatan kejadian ( event approach ) II. Pendekatan perilaku (behavior approach) III. Pendekatan prediktif (predictive approach) IV. Pendekatan positif (positive approach) I. PENDEKATAN KEJADIAN Pendekatan kejadian mengusulkan bahwa tujuan akuntansi adalah memberikan informasi tentang kejadia ekonomi yang relevan dan dapat dimanfaatkan dalam berbagai model-model keputusan. Kejadian menunjukkan setiap tindakan yang dapat digambarkan oleh satu atau lebih ukuran/sifat dasar. Kejadian disini adalah difokuskan pada kejadian ekonomi. Supaya dapat dikatakan bahwa suatu kejadian tersebut adalah kejadian ekonomi, harus memenuhi kriteria sebagai berikut : 1) Berdasarkan hasil observasi/pengamatan. 2) Dapat diidentifikasi, 3) Mempunyai nilai rupiah atau satuan moneter. Laporan Keuangan dan Pendekatan kejadian Apa konsekuensi pendekatan kejadian terhadap laporan keuangan tahunan konvensional. Menurut pendekatan kejadian, neraca merupakan sebagai suatu komunikasi tidak langsung seluruh kejadian akuntansi yang relevan untuk perusahaan sejak terbentuknya. Teori Kejadian Normatif Teori kejadian normatif akuntansi untuk sementara diikhtisarkan sebagai berikut : Agar supaya orang-orang yang berkepentingan (investor, karyawan, manajer, nasabah, agen pemerintah, dan lembaga-lembaga yang bersifat toleran) dengan lebih baik merencanakan masa depan organisasinya. Tujuan teori kejadian normatif adalah memaksimumkan akurasi peramalan laporan akuntansi dengan memfokuskan pada sifat kejadian yang lebih relevan, yang sangat penting sekali bagi para pemakai laporan keuangan. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB SRI RAHAYU, SE, M.AK TEORI AKUNTANSI

Satu cara untuk mencapai tujuan ini adalah menyusun suatu sistem informasi akuntansi kejadian sebagai konsep dasar data umum. Komponen-komponen sistem informasi akuntansi kejadian: Dasar data masal yang berisikan suatu catatan seluruh kejadian dalam beberapa bentuk yang digeneralisir. Struktur yang ditetapkan pemakai yang menerapkan struktur konseptual mengenai kejadian. Fungsi yang ditetapkan pemakai untuk menggunakan data. Kelemahan-kelemahan pendekatan kejadian Informasinya terlalu berat sebagai akibat usaha mengukur karakteristik yang relevan dari seluruh kejadian yang sangat vital yang mempengaruhi sebuah perusahaan. Kriteria yang memadai untuk pemilihan kejadian yang sangat vital belum dikembangkan. Mengukur seluruh karakteristik kejadian ternyata sulit, dengan adanya kedudukan akuntansi sebagai seni.

II. PENDEKATAN PERILAKU Kebanyakan pendekatan tradisional tidak mempertimbangkan perilaku pemakai, dan asumsi-asumsi yang berkaitan perilaku pada umumnya. Oleh karena dikembangkan pendekatan perilaku. Pendekatan perilaku terhadap perumusan teori akuntansi dikaitkan dengan perilaku manusia yang menyangkut masalah dan informasi. Akibat perilaku informasi akuntansi Informasi akuntansi, ditinjau dari sisi dan bentuknya dapat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan individu, meskipun sudah jelas dan mudah diterima oleh umum, akan tetapi disarankan agar melakukan penelitian demi kesempurnaan sistem akuntansi dan pelaporan. Studi penelitian di bidang perilaku telah memeriksa model-model pelaporan alternatif dan mengungkapkan praktek-praktekd untuk menilai pilihan-pilihan yang tersedia ditinjau dari relevansinya dan pengaruhnya terhadap perilaku.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

SRI RAHAYU, SE, M.AK TEORI AKUNTANSI

Lima kelompok umum studi perilaku : 1. Kecukupan pengungkapan Tiga pendekatan dipergunakan untuk menguji kecukupan pengungkapan. i. ii. iii. Menguji pola pemakaian data dengan maksud untuk memecahkan masalah-masalah yang kontroversial mengenai pencantuman informasi tertentu. Menguji persepsi dan sikap para kelompok berkepentingan yang berbeda-beda Menguji seberapa jauh unsur-unsur informasi yang berbeda-beda diungkapkan dalam laporan tahunan dan faktor-faktor penentu setiap perbedaan yang signifikan dalam kecukupan pengungkapan keuangan diantara perusahaan.

2. Kegunaan data laporan keuangan Tiga pendekatan untuk menguji kegunaan laporan keuangan : i. ii. iii. Menguji relatif pentingnya menanamkan berbeda. Menguji relevansi laporan keuangan bagi pengambilan keputusan yang mempergunakan eksperimen laboraturium Menguji efektivitas komunikasi data laporan keuangan ditinjau dari sudut kemampuan para pemakai. 3. Sikap praktek pelaporan perusahaan Dua pendekatan dipergunakan untuk menguji sikap praktek pelaporan perusahaan i. ii. Menguji pemilihan teknik-teknik akuntansi alternatif Sikap masalah pelaporan pada umumnya, seperti berapa banyak informasi yang harus disediakan, berapa banyak informasi yang tersedia, dan penting unsurunsur tertentu. 4. Pertimbangan materialitas Dua pendekatan dipergunakan untuk menguji pertimbangan materialitas : i. ii. Menguji faktor-faktor utama yang menentukan pengumpulan, pengklasifikasian, dan pengikhtisaran data akuntansi. Memfokuskan pada apa yang dianggap masyarakat sebagai materialitas. analisa unsur-unsur informasi yang

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

SRI RAHAYU, SE, M.AK TEORI AKUNTANSI

5. Akibat keputusan prosedur akuntansi alternatif Menguji penggunaan teknik persediaan yang berbeda-beda, informasi tingkat harga, dan informasi non akuntansi. III. PENDEKATAN PREDIKTIF Sifat Pendekatan Prediktif Pendekatan prediktif timbul dari masalah kesulitan menilai metode alternatif mengukur akuntansi dan dari pencarian suatu kriteria sebagai dasar pemilihan antara alternatif-alternatif pengukuran. Pendekatan prediktif terhadap perumusan suatu teori akuntansi mempergunakan kriteria kemampuan prekdiktif. Kemampuan prediktif berarti bahwa pemilihan diantara opsi-opsi akuntansi yang berbeda-beda akan tergantung pada kemampuan metode tertentu meramalkan kejadian penting yang menarik pemakai. Sebuah penelitian akuntansi empiris yang sedang tumbuh telah dikembangkan dari pendekatan prediktif, yaitu : 1. Kemampuan data akuntansi untuk menjelaskan dan meramalkan kejadian ekonomi. 2. Kemampuan data akuntansi untuk menjelaskan dan meramalkan pasar pada pengungkapan

I. PREDIKSI KEJADIAN EKONOMI Menurut perspektif pendekatan prediktif terhadap perumusan teori Akuntansi harus dinilai atas dasar kemampuannya meramalkan kejadian ekonomi. Manifestasi dalam pendekatan prediktif : 1. Kemampuan meramalkan penghasilan 2. Kemampuan prediksi laporan sementara 3. Prediksi kegagalan badan hukum 4. Peramalan tarif obligasi dan premi obligasi 5. Prediksi pengambil-alihan (akuisisi) 6. Kemampuan prediktif ukuran dekomposisi informasi

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

SRI RAHAYU, SE, M.AK TEORI AKUNTANSI

II. PREDIKSI REAKSI PASAR

1. Pasar modal dan akuntansi ekstern


Menurut salah satu penafsiran prediktif, pengamatan reaksi pasar modal dapat dipergunakan sebagai suatu penuntun penilaian dan pemilihan diantara berbagai pengukuran akuntansi 2. Model Pasar yang Tepat Guna Suatu pasar yang benar-benar tepat guna adalahg pasar yang senantiasa dalam keadaan equlibrium terus menerus, sehingga nilai instrinsik surat berharga bergerak secara tidak sengaja dan harga pasar selalu sama dengan nilai intrinsik yang mendasari setiap saat.. Fama, membedakan tiga tingkat pasar modal yang efisien : 1. Hipotesis pasar modal yang lemah Menyatakan bahwa equilibrium hasil (harga) saham yang diperoleh hari ini adalah informasi harga saham yang sudah lewat (masa lalu). Dengan kata lain, harga historis dan data volume surat berharga tidak mengandung informasi yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan suatu keuntungan yang lebih besar pada suatu strategi membeli dan menyimpan. 2. Hipotesis pasar modal semi-kuat Menyatakan bahwa equilibrium hasil (harga) yang diharapkan mencerminkan sepenuhnya seluruh infomasi yang tersedia untuk umum, yang bersifat khusus belum dipublikasikan. 3. Hipotesis pasar modal yang kuat Menyatakan bahwa equilibrium hasil (harga) yang diharapkan mencerminkan seluruhnya informasi (tidak hanya informasi yang tersedia untuk umum). Dengan kata lain, untuk memperoleh hasil yang maksimum semua informasi seluruhnya dapat tersedia, termasuk informasi dari orang-orang dalam. STATUS PARADIGMATIS AKUNTANSI Akuntansi : Suatu Ilmu Multi-Paradigmatis

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

SRI RAHAYU, SE, M.AK TEORI AKUNTANSI

Suatu pemeriksaan terhadap buku pelajaran akuntansi yang sudah ada memperkenankan kita mengidentifisir paradigma-paradigma akuntansi sebagai berikut : 1. Paradigma yang berkaitan dengan antropologi, yang menetapkan praktek-praktek akuntansi sebagai bidang kekuasaan akuntansi 2. Perilaku paradigma pasar, yang menetapkan reaksi pasar modal sebagai bidang kekuasaan akuntansi 3. Paradigma kejadian ekonomi, yang menetapkan peramalan kejadian ekonomi sebagai bidang kekuasaan akuntansi. 4. Paradigma proses pengambilan keputusan, yang menetapkan teori-teori keputusan dan proses pengambilan keputusan individu sebagai bidang kekuasaan akuntansi 5. Paradigma pendapatan idiil, yang menetapkan ukuran prestasi sebagai bidang kekuasaan akuntansi 6. Paradigma informasi ekonomi, yang menetapkan penilaian informasi sebagai bidang kekuasaan akuntansi 7. Paradigma perilaku pemakai, yang menetapkan perilaku penerima informasi sebagai bidang kekuasaan akuntansi.

IV. PENDEKATAN POSITIF Adalah suatu pendekatan yang menyatakan manajemen dapat memilih metode akuntansi alternatif yang diharapkan dapat meningkatka earnings. C. Pendekatan Regulatori dalam formulasi Teori Akuntansi Proses penetapan dan pelaksanaan standar merupakan masalah serius dalam profesi akuntansi dan bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Penentuan mekanisme terbaik dalam menetapkan keseragaman standar akuntansi merupakan faktor penting agar standar akuntansi dapat diterima dan bermanfaat. Kebutuhan untuk mencapat tujuan sosial yang memuaskan mendukung perlunya regulasi akuntansi. Tujuan ini mencakup kewajaran laporan, informasi yang disajikan secara seimbang dan perlindungan terhadap investor. Pendekatan regulasi dalam penyusunan standar akuntansi terdiri dari : 1. Pendekatan Pasar Bebas Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB SRI RAHAYU, SE, M.AK TEORI AKUNTANSI

Pendekatan pasar bebas dalam menghasilkan standar akuntansi dimulai dari asumsi dasar bahwa informasi akuntansi merupakan sebuah produk yang bersifat ekonomis, sama seperti barang atau jasa lainnya. 2. Pendekatan Sektor Swasta Pendekatan sektor swasta dalam regulasi standar akuntansi menggunakan asumsi dasar bahwa kepentingan publik terhadap akuntansi akan terlayani dengan baik apabila penyusunan standar diserahkan kepada sektor swasta. Penyusunan standar secara swasta di Amerika Serikat dari tahun 1973 sampai sekarang dilakukan oleh Financial Accounting Standard Board (FASB) Pendukung pendekatan sektor swasta menggunakan swasta menggunakan argumen sebagai berikut : a. FASB terlihat responsif terhadap berbagai konstituen b. FASB tampak mampu menarik, sebagai anggota atau staf, orang-orang yang memiliki pengetahuan teknis yang diperlukan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan sistem pengukuran dan pengungkapan alternatif. c. FASB terlihat sukses dalam memperoleh tanggapan dari berbagai konstituensinya dan dalam menanggapi sejumlah masukan. Penentang pendekatan sektor swasta menggunakan argumen sebagai berikut : a. FASB tidak memiliki kewenangan statutori dan kekuatan untuk memaksakan aturan yang dibuatnya, serta menghadapi tantangan penolakan oleh Kongres maupun oleh lembaga pemerintahan lainnya. b. c. FASB sering dituduh tidak independen dari konstituennya yang besar, kantor akuntan publik dan koperasi. FASB sering dituduh lamban dalam menanggapi isu-isu utama yang krusial bagi sejumlah konstituennya.

3. Pendekatan Sektor Publik Regulasi sektor publik telah memperoleh legitimasi dan menjadi bagian dari tradisi Amerika maupun internasional serta bagian dari suatu kerangka yang sah. Pendukung regulasi standar akuntansi oleh sektor publik menggunakan argumen sebagai berikut : Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB SRI RAHAYU, SE, M.AK TEORI AKUNTANSI

a. Secara umum sudah diketahui bahwa proses inovasi dalam akuntansi didasarkan pada peran lembaga pemerintahan. b. Regulasi sektor publik dalam standar akuntansi dimotivasu oleh kebutuhan untuk melindungi kepentingan umum c. Keinginan untuk menyajikan tingkat pengungkapan kepada publik yang dianggap perlu dan memadai dalam pembuatan keputusan. d. Lembaga pemerintah mempunyai legitimasi yang lebih besar melalui kewenangan statutori yang lebih jelas. Selain itu lembaga pemerintah memiliki kekuatan memaksa yang lebih besar daripada lembaga sektor swasta. e. Sejumlah tuntutan agar sektor publik menjadi pengawas dan pengendali muncul disaat suatu tujuan bertentangan dengan kepentingan umum. Penentang regulasi standar akuntansi oleh sektor publik menggunakan argumen sebagai berikut : a. Umumnya diketahui bahwa diperlukan biaya yang besar untuk memenuhi ketentuan pemerintah dalam penyajian informasi. b. Beberapa orang berargumen bahwa birokrat mempunyai kecenderungan untuk memaksimalkan total anggaran biro mereka. c. Akan timbul kondisi yang berbahaya apabila penyusunan standar semakin bersifat politis d. Beberapa kalangan mempertanyakan tentang perlunya sistem pemerintahan yang didukung kekuatan kepolisian.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

SRI RAHAYU, SE, M.AK TEORI AKUNTANSI

KESIMPULAN Pendekatan tradisional dalam penyusunan teori akuntansi menggunakan metodologi normatif maupun deskriptif, pendekatan teoritis maupun non-teoritis, jalur pemikiran deduktif maupun induktif dan menekankan pada konsep kewajaran, kesejahteraan sosial atau kesejahteraan ekonomi. Pendekatan tradisional telah berkembang menjadi pendekatan eklektik dan mulai digantikan pendekatan-pendekatan baru yaitu pendekatan regulatori. Pendekatan regulatori dalam penyusunan teori akuntansi terdiri dari pendekatan pasar bebas, pendekatan sektor swasta dan pendekatan sektor publik.

DAFTAR PUSTAKA Hendriksen, Elden S. dan Michael F. Van Breeda. Teori Akunting. Edisi ke-5. Buku Satu. Batam: Interaksara, 2000. Riahi Belkoui, Ahmed. Teori Akuntansi. Jilid ke-1. Jakarta : Penerbit Salemba Empat, 2000. Warren, Fees, Reeve, Accounting, USA: South-Western-College Publishing.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

SRI RAHAYU, SE, M.AK TEORI AKUNTANSI