Anda di halaman 1dari 16

SENYAWA ORGANIK

Sudah sejak zaman purba orang mengetahui bahwa tubuh makhluk hidup (manusia, tumbuhan, dan hewan) dapat menghasilkan berbagai macam zat. Gula pasir didapat dari batang tebu, dan gula merah dihasilkan dari pohon enau. Beras dan gandum dapat diuraikan oleh ragi menjadi alkohol. Bangsa Mesir kuno sudah mengenal formalin, suatu zat pengawet yang dihasilkan oleh semut. Orang Mesopotamia dahulu memperoleh zat-zat pewarna dari hewan molluska. Pupuk urea didapatkan dengan menguapkan air seni (urine) mamalia. Kini kita mengetahui bahwa fosil tumbuhan dan hewan yang terpendam berabad-abad dalam tanah dapat berubah menjadi minyak bumi. Menjelang akhir abad ke 18, para ahli kimia membagi senyawa-senyawa menjadi dua kelompok: 1. Senyawa organik, yang dihasilkan oleh makhluk hidup (organisme) 2. Senyawa anorganik, yang dihasilkan oleh benda mati (kulit bumi atau udara) Istilah organik dan anorganik sendiri diusulkan oleh ilmuwan dari Swedia, Karl Wihem Scheele (1742 -1786) pada tahun 1780. Pada tahun 1807, Jons Jakob Berzelius (1779-1848) mengeluarkan teori bahwa senyawasenyawa organik hanya dapat dibuat di dalam tubuh makhluk hidup dengan bantuan daya hidup (Vis Vitalis dalam bahasa Latin). Dengan kata lain menurut teori ini, senyawa organik tidak mungkin dapat dibuat dari senyawa anorganik di laboratorium. Oleh karena Berzelius dipandang sebagai ahli kimia terbesar pada saat itu, teorinya ini dianut oleh para ilmuwan lainnya tanpa ragu-ragu. Namun teori daya hidup ini tak bertahan lama. Teori ini berhasil ditumbangkan oleh murid Berzelius sendiri yaitu Friedrich Wohler (1800 -1882) dari Jerman. Pada tahun 1827, Wohler mereaksikan perak sianat dengan amonium klorida untuk membuat amonium sianat.

AgOCN + NH4CL NH4OCN + AgCl(s) Ketika Wohler menguapkan pelarut air untuk memperoleh kristal padat amonium sianat, ternyata pemanasan yang terlalu lama menyebabkan amonium sianat berubah menjadi urea. Penemuan Wohler itu menggemparkan dunia ilmu kimia, sebab urea (senyawa organik) dapat dibuat dari amonium sianat (senyawa anorganik), atau sebagaimana bunyi surat Wohler kepada Berzelius tertanggal 22 Februari 1828 : Saya mampu membuat urea dalam tabung reaksi tanpa bantuan ginjal hewan atau manusia. Sejak saat itu banyak senyawa organik yang diproduksi di laboratorium, bahkan para ahli kimia mampu mensintesis senyawa-senyawa organik yang baru. Berikut ini pembahasan senyawa organik bedasarkan gugus fungsi, senyawa organik dalam kehidupan, fungsi senyawa organic dan efek samping serta penggunaan dalam bidang kesehatan. 2.1 Alkohol Dalam kimia, alkohol (atau alkanol) adalah istilah yang umum untuk senyawa organik apa pun yang memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon, yang ia sendiri terikat pada atom hidrogen dan/atau atom karbon lain. Gugus fungsional alkohol adalah gugus hidroksil yang terikat pada karbon hibridisasi sp3. Ada tiga jenis utama alkohol - 'primer', 'sekunder, dan 'tersier'. Nama-nama ini merujuk pada jumlah karbon yang terikat pada karbon ROH. Etanol dan methanol adalah alkohol primer. Alkohol sekunder yang paling sederhana adalah propan-2-ol, dan alkohol tersier sederhana adalah 2-metilpropan-2-ol.Rumus kimia umum alkohol Contoh
H | H-C-O-H | H metanol

CnH2n+1OH.
H H | | H-C-C-O-H | | H H etanol

1.1 Beberapa Alkohol dalam Kehidupan Sehari-Hari a. Metanol (CH3OH)/ Alkohol kayu Metanol atau metil alkohol merupakan suku pertama dari alkohol dengan rumus molekul CH3OH. Metanol berupa zat cair tidak berwarna dengan titik didih 64.7 C, massa jeni 0.7918 g/cm, mudah larut dalam air, mudah menguap dengan bau seperti alkohol biasa dan mudah terbakar. Contoh Spritus merupakan campuran antara metanol dan etanol. Warna pada etanol merupakan zat tambahan agar tidak diminum. Digunakan sebagai pelarut, bahan bakar, tapi berbahaya dapat merusak syaraf mata. b. Etanol (C2H5OH) Etanol merupakan salah satu jenis alkohol yang dikonsumsi dan memiliki titik didih dan titik leleh berturut-turut 78 C dan 114 C. Etanol memiliki rumus molekul C2H5OH dan sering disingkat menjadi EtOH. Anggur, wiskey dan bir merupakan minuman keras yang mengandung etanol dengan konsentrasi tertentu. Etanol merupakan cairan yang jernih tidak berwarna, terasa membakar pada mulut maupun tenggorokan bila ditelan. Beberapa jenis minuman yang mengandung alkohol adalah sebagai berikut : Golongan A : kadar etanol 1% 5% (bir) Golongan B : kadar etanol 5% 20% (wine) Golongan C : kadar etanol 20% 45% (whiskey, vodka, manson house, johny walker, kamput) Minuman-minuman seperti anggur dan bir telah dikenal dikenal sejak zaman prasejarah. Pada zaman itu munuman-minuman tersebut diperoleh dari proses peragian atau fermentasi terhadap bahan-bahan yang mengandung pati atau gula. Bahan sebagai sumber pati dapat berupa kentang, ubi kayu dan beras. Umumnya bahan-bahan yang mengandung pati dapat diolah menjadi alkohol dengan proses peragian atau fermentasi.

c. Alkohol Dihidroksi Alkohol dihidroksi merupakan alkohol yang di dalam molekulnya terdapat 2 buah gugus OH. Alkohol-alkohol yang memiliki dua buah gugus OH disebut glikol. Salah satu contoh alkohol dihidroksi yaitu etilena glikol. Berikut rumus etilena glikol (etana-1,2diol) HO-CH2-CH2-OH, yang merupakan komponen utama dalam antifreeze (anti beku). d. Alkohol Trihidroksi Alkohol trihidroksi merupakan alkohol yang didalam molekulnya terdapat 3 buah gugus OH. Gliserol atau 1,2,3-propananatriol merupakan salah satu contoh terpenting dari alkohol trihidroksi. Istilah gliserol berasal dari bahasa Yunani glykys yang berarti manis. Gliserol pada temperatur kamar berupa cairan kental tidak berwarna yang memiliki rasa manis dengan titik didih dan titik leleh berturut-berturut 290 C dan 18 C, dapat bercampur dengan air dan alkohol pada segala perbandingan. Seperti gliserin (atau gliserol, propana1,2,3-triol) HO-CH2-CH(OH)-CH2-OH yang terikat dalam minyak dan lemak alami, yaitu trigliserida (triasilgliserol). 1.2 Fungsi Alkohol a. Metanol 1. Sebagai Bahan Bakar Metanol jika dibakar akan menghasilkan karbon dioksida dan air.

Metanol bisa digunakan sebagai sebuah aditif petrol untuk meningkatkan pembakaran, atau kegunaannya sebagai sebuah bahan bakar independen (sekarang sementara diteliti).

2. Sebagai Sebuah stok Industri Kebanyakan metanol digunakan untuk membuat senyawa-senyawa lain seperti metanal (formaldehida), asam etanoat, dan metil ester dari berbagai asam. Kebanyakan dari senyawa-senyawa selanjutnya diubah menjadi produk seperti plastik, plywood, cat, peledak, dan tekstil. Dalam beberapa pabrik pengolahan air limbah, sejumlah kecil metanol digunakan ke air limbah sebagai bahan makanan karbon untuk denitrifikasi bakteri, yang mengubah nitrat. 3. Sebagai Pembersih Metanol juga digunakan sebagai solven dan sebagai antifreeze, Senyawa ini merupakan bahan utama pada campuran antibeku permanen untuk radiator kendaraan bermotor. Etilen glikol adalah cairan yang manis, tak berwarna dan agak lengket. Etilen glikol juga digunakan pada pembuatan fiber poliester (dacron) dan film magnetik (mylar) yang digunakan untuk pita pada kaset dan komputer, dan fluida pencuci kaca depan mobil. b. Etanol 1. Sebagai Bahan Bakar Etanol dapat dibakar untuk menghasilkan karbon dioksida dan air serta bisa digunakan sebagai bahan bakar baik sendiri maupun dicampur dengan petrol (bensin). "Gasohol" adalah sebuah petrol / campuran etanol yang mengandung sekitar 10 20% etanol. Karena etanol bisa dihasilkan melalui fermentasi, maka alkohol bisa menjadi sebuah cara yang bermanfaat bagi negara-negara yang tidak memiliki industri minyak untuk mengurangi import petrol mereka.

2. Sebagai Pelarut Etanol banyak digunakan sebagai sebuah pelarut. Etanol relatif aman, dan bisa digunakan untuk melarutkan berbagai senyawa organik yang tidak dapat larut dalam air. Sebagai contoh, etanol digunakan pada berbagai parfum dan kosmetik. Sebagai pelarut (vanilla atau ekstrak lain di rumah seringkali larutan etanol) dan antiseptik (pencuci mulut mengandung alkohol 5% - 30%). Etil alkohol yang dihasilkan untuk kegunaan selain konsumsi manusia diubah sifatnya dengan menambahkan metil dan isopropil alkohol dan tidak untuk minuman. Untuk tujuan komersial, Bahan ini biasanya dihasilkan dari hidrasi etana. Biasa digunakan sebagai pelarut, antiseptik(alkohol 70%), bahan dasar minuman keras, bahan baku senyawa organik lain seperti asetaldehid, asam cuka, dsb. c. Kegunaan Propan-2-ol Propan-2-ol banyak digunakan pada berbagai situasi yang berbeda sebagai sebuah pelarut. d. Fenol (alkohol aromatik) C6H5OH Digunakan sebagai antiseptik. Turunan fenol seperti eugenol, timol, dalam cengkih dan vanila sebagai bumbu masakan. e. Gliserol (1,2,3-propantriol) CH2OH-CHOH-CH2OH Digunakan untuk pemanis, pelarut, pembasah pada sediaan farmasi 1.3 Efek Dari Alkohol Ketika seseorang minum alkohol, maka alkohol ini akan diserap ke dalam darah. Dari sana, alkohol akan mempengaruhi sistem saraf pusat (otak dan saraf tulang belakang), yang menguasai hampir semua fungsi tubuh. Alkohol adalah depressant, yang artinya alkohol memperlambat fungsi sistem saraf pusat. Alkohol memblok pesan yang disampaikan ke otak. Ini mengubah persepsi orang, baik emosi, gerak, penglihatan, dan pendengaran.

Dalam jumlah yang besar alkohol menyebabkan perubahan dalam otak, sehingga dalam keadaan mabuk, orang akan sempoyongan, kehilangan koordinasi, dan cara bicaranya akan berubah. Mereka mungkin akan menjadi bingung dan kelimpungan. Mabuk bisa membuat seseorang sangat ramah dan banyak bicara atau sangat agresif dan marah, hal ini tergantung pada orangnya. Ketika mabuk seseorang akan merasa waktu terasa lambat. Orang-orang yang mabuk berfikir bahwa mereka bergerak walaupun mereka tidak bergerak. Mereka bertindak sangat berbeda dari karakter mereka sendiri. Seseorang yang mengkonsumsi banyak alkohol dalam waktu singkat dapat

mengakibatkan keracunan alkohol. Gejala ringan dari keracunan alkohol adalah muntah. Dan gejala yang ekstrim yaitu ketidaksadaran, kesulitan bernapas, gula darah rendah, tingginya tekanan darah, kanker hati, serangan jantung, bahkan dapat menyebabkan kematian. Bila menghirup uap alkohol terus menerus walaupun dalam jumlah yang kecil tetapi dalam waktu yang lama, misalnya di pabrik, di laboratorium atau pada saat menggunakan alkohol encer untuk menurunkan suhu badan (mengkompres). 1.4 Penggunaan Alkohol Dalam Bidang Kesehatan Etil alkohol atau propil alkohol pada air digunakan untuk mendesinfeksi kulit. Alkohol yang dicampur dengan aldehid digunakan dalam bidang Kesehatan gigi untuk mendesinfeksi permukaan, namun ADA tidak menganjurkkan pemakaian alkohol untuk mendesinfeksi permukaan oleh karena cepat menguap tanpa meninggalkan efek sisa. Obat batuk sirup mengandung kadar alkohol. Sebagian besar produsen obat batuk baik dari dalam negeri maupun luar negeri menggunakan bahan ini dalam produknya. Beberapa produk memiliki kandungan alkohol lebih dari 1 persen dalam setiap volume kemasannya, seperti Woods?, Vicks Formula 44, OBH Combi, Benadryl, Alphadryl Expectorant, Alerin, Caladryl, Eksedryl, Inadryl hingga Bisolvon. Pada umunya alkohol di gunakan sebagai anti septik dan juga sebagai bahan untuk mensterilisasikan peralatan yang ada. 7

2.2 Eter Eter adalah suatu senyawa yang mengandung satu gugus ROR' Eter merupakan isomer atau turunan dari alkohol (unsur H pada OH diganti oleh alkil atau aril) Eter atau alkoksi alkana adalah golongan senyawa yang mempunyai dua gugus alkil yang terikat pada satu atom oksigen. CH3- CH2- O - CH3 Metil etil eter Nama IUPAC adalah alkoksialkana. Dalam hal ini eter dianggap sebagai turunan alkana yang satu atom H alkana diganti oleh gugus alkoksi ( -OR ). 2.1 Eter Dalam Kehidupan Sehari-hari Eter dapat dijumpai dalam bentuk dietil eter dalam perdagaan yang biasa orang awam mengatakan hanyalah Eter. Eter biasa digunakan sebagai pelarut Sesunggunya mempunyanyai nama tersendiri seperti : a. MTBE (Metil Tertier Butil Eter) Senyawa eter ini digunakan untuk menaikan angka oktan besin menggantikan kedudukan TEL / TML, sehingga diperoleh bensin yang ramah lingkungan. Sebab tidak menghasilkan debu timbal (Pb2+) seperti bila digunakan TEL / TML.

b. Dietil eter (etoksi etana) Biasanya digunakan sebagai pelarut senyawa-senyawa organik. Selain itu dietil eter banyak digunakan sebagai zat anestesi (obat bius) di rumah sakit. Eter-eter tak jenuh : pada opersi singkat : ilmu Kesehatan gigi dan ilmu kebidanan. 2.3 Aldehid Aldehid adalah suatu senyawa yang mengandung sebuah gugus karbonil yang terikat pada sebuah atau dua buah atom hidrogen. Nama IUPEC dari aldehida diturunkan dari alkana 8

dengan mengganti akhiran ana dengan al. Nama umumnya didasarkan nama asam karboksilat ditambahkan dengan akhiran dehida (Petrucci, 1987). Aldehid dinamakan menurut nama asam yang mempunyai jumlah atom C sama pada nama alkana yang mempunyai jumlah atom sama. Pembuatan aldehida adalah sebagai berikut: oksidasi alkohol primer, reduksi klorida asam, dari glikol, hidroformilasi alkana, reaksi Stephens dan untuk pembuatan aldehida aromatik (Fessenden, 1997). Struktur Aldehid : R CHO 3.1 Aldehid dalam Kehididupan Aldehid dalam kehidupan sering digunakan sebagai pengawet. Salah satu contohnya yaitu metanal yang merupakan contoh dari senyawa aldehid. 3.2 Kegunaan Aldehide a. Senyawa aldehide yang paling banyak digunakan dalam kehidupan adalah Formal dehide dan Asetaldehide, antara lain sebagai berikut : 1. Larutan formaldehide dalam air dengan kadar 40% dikenal dengan nama formalin. Zat ini banyak digunakan untuk mengawetkan spesimen biologi dalam laboratorium musium. 2. Formaldehide juga banyak digunakan sebagai : a. Insektisida dan pembasmi kuman b. Bahan baku pembuatan damar buatan c. Bahan pembuatan plastik dan damar sintetik seperti Galalit dan Bakelit 3. Asetaldehide dalam kehidupan sehari-hari antara lain digunakan sebagai : a. Bahan untuk membuat karet dan damar buatan b. Bahan untuk membuat asam aselat (As. Cuka) c. Bahan untuk membuat alkohol

3.3 Efek Negatif Besarnya manfaat di bidang industri ternyata disalahgunakan untuk penggunaan pengawetan industri makanan, salah satunya tahu. Bila dikonsumsi akan mengalami diare sepeti yang pernah dialami pada mengingat adanya tragedi diare massal yang pernah terjadi di PPM Assaadah pada tahun 2006. 3.4 Penggunan Aldehid dalam kesehatan Formalin sendiri merupakan larutan komersial dengan konsentrasi 1040% dari formaldehid. Di dunia Kesehatan, formalin digunakan untuk pengawetan mayat manusia yang dipakai dalam pendidikan mahasiswa Kedokteran. 2.4 Keton Keton bisa berarti gugus fungsi yang dikarakterisasikan oleh sebuah gugus karbonil (O=C) yang terhubung dengan dua atom karbon ataupun senyawa kimia yang mengandung gugus karbonil. Keton memiliki rumus umum:
R1(CO)R2.

Senyawa karbonil yang berikatan dengan dua karbon membedakan keton dari asam karboksilat, aldehida, ester, amida, dan senyawa-senyawa beroksigen lainnya. Ikatan ganda gugus karbonil membedakan keton dari alkohol dan eter. Keton yang paling sederhana adalah aseton (secara sistematis dinamakan 2-propanon). Atom karbon yang berada di samping gugus karbonil dinamakan karbon-. Hidrogen yang melekat pada karbon ini dinamakan hidrogen-. Dengan keberadaan asam katalis, keton mengalami tautomerisme keto-enol. Reaksi dengan basa kuat menghasilkan enolat.

10

4.1 Keton Dalam Kehidupan sehari-hari Keton sering digunakan pada parfum dan cat untuk menstabilisasi ramuan lainnya sehingga tidak berdegradasi dengan cepat. Kegunaan lainnya adalah sebagai pelarut dan zat antara dalam industri kimia. 4.2 Kegunaan Keton Sebagai hipnotik, sebagai fenasil klorida (kloroasetofenon) dipakai sebagai gas air mata ayng digunakan oleh Polri dengan struktur : (R)2-C=O 4.3 Efek dari Keton Diduga ada kaitannya dengan banyaknya pembuangan zat phenil keton melalui air seni (phenil ketonuria). Pada anak autisme, dalam pemeriksaan CT scanning dan pneumo encephalogram. 5.Asam karbosilat (Alkanoat) Asam alkanoat atau asam karboksilat merupakan golongan senyawa karbon yang mempunyai gugus fungsional COOH terikat langsung pada gugus alkil, sehingga rumus umum asam alkanoat adalah : R-COOH. Penamaan senyawa-senyawa asam alkanoat atau asam karboksilat juga ada dua cara yaitu : 1. Menurut IUPAC : mengikuti nama alkananya dengan menambahkan nama asam di depannya dan mengganti akhiran ana pada alkana dengan akiran anoat pada asam Alkanoat. 2. Menurut Trivial, penamaan yang didasarkan dari sumber penghasilnya. 5.1 Asam Karbosilat Dalam Kehidupan Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita temukan As. Karbosilat seprti As. Asetat (cuka) As. Sitrat, As. Stearat. 5.2 Kegunaan Asam Alkanoat Penggunaan asam alkanoat dalam kehidupan sehari-hari antara lain : 1. Asam format (asam metanoat) yang juga dikenal asam semut merupakan cairan tak berwarna dengan bau yang merangsang. Biasanya digunakan untuk : a. menggumpalkan lateks (getah karet) b. obat pembasmi hama 11

2. Asam asetat atau asam etanoat yang dalam kehidupan sehari-hari dikenal dengan nama asam cuka. Asam cuka banyak digunakan sebagai pengawet makanan, dan penambah rasa makanan (baksa dan soto). 3. Asam sitrat biasanya digunakan untuk pengawet buah dalam kaleng. 4. Asam stearat, asam ini berbentuk padat, berwarna putih. Dalam kehidupan sehari-hari terutama digunakan untuk membuat lilin. 5. Bahan Nutrien Seperti Vit. C yang bahan utamanya assam askorbat. 6. Pereduktor (Asam oksalat :OOC-COOH) 7. Sebagai Pengawet Makanan dan Minumanan (Asam Askorbat 5.2 Efek dari Asam Karbosilat 1. As. Asetat bila dikonsumsi dengan dosis yang tinggi akan merusak lambung akan menimbalakn penyakit, 2. As. Askorbat mengakibatkan iritasi pada kulit dan mata jika terkena asam sitrat kering, konsumsi terlalu banyak dapat merusak enamel pada gigi, dalam konsentrasi tinggi dapat merusak rambut 5.3 Dalam Kesehatan 1. Aspirin atau asam asetilsalisilat (asetosal) adalah suatu jenis obat dari keluarga salisilat yang sering digunakan sebagai analgesik (terhadap rasa sakit atau nyeri minor), antipiretik (terhadap demam), dan anti-inflamasi. Aspirin juga memiliki efek antikoagulan dan digunakan dalam dosis rendah dalam tempo lama untuk mencegah serangan jantung. Asal dari obat yang dikenal dengan "Aspirin" - ternyata dari jaman Yunani kuno, dan diperkenalkan oleh Bapak Para Dokter se-dunia - yaitu Hippocrates. Tentu saja Hippocrates tidak menyebut Aspirin, melainkan menyebut tumbuhan bernama willow yang bila batangnya dikeringkan dan dijadikan bubuk, dapat menghilangkan rasa sakit. Ribuan tahun berlalu, hingga di tahun 1829, para ilmuwan berhasil mengisolasi bahan dalam tumbuhan willow yang berfungsi meredakan rasa sakit. Bahan tersebut bernama salicin. Bahan ini dapat menghilangkan sakit, tapi memiliki efek samping terhadap perut - manfaat dan mudaratnya sama besar. Tentu saja harus ada jalan keluar. Di tahun 1853, seorang ahli kimia Perancis bernama Charles Frederic Gerhardt berhasil menetralkan salicin alami menjadi asam salisilat (salicylic acid) lewat penyanggaan (buffering) dengan natrium dan asam asetat. Asam salisilat ini lebih "ramah" terhadap perut. 12

Di tahun 1899, seorang ahli kimia Jerman, bernama Felix Hoffmann, yang bekerja bagi Bayer, menemukan kembali formula Gerhardt. Hoffmann membujuk Bayer untuk memasarkan obat itu, yang selanjutnya muncul di pasar dengan nama pasaran "Aspirin". 2. Vitamin C adalah nutrien dan vitamin yang larut dalam air dan penting untuk kehidupan serta untuk menjaga kesehatan. Vitamin ini juga dikenal dengan nama kimia dari bentuk utamanya yaitu asam askorbat. Vitamin C berhasil di isolasi untuk pertama kalinya pada tahun 1928 dan pada tahun 1932 ditemukan bahwa vitamin ini merupakan agen yang dapat mencegah sariawan. Albert SzentGyrgyi menerima penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kesehatan pada tahun 1937 untuk penemuan ini. 3. Asam Askorbat Untuk Indikasi Sariawan : Untuk Indikasi Dietary and replacement requirements Suplemen Makanan : Untuk Indikasi Tes Saturasi Status Nutrisi Untuk Indikasi Bahan Pengasam Urin Untuk Indikasi Mengkoreksi tyrosinemia pada bayi prematur dengan diet tinggi protein : Dosis untuk menurunkan tyrosinemia pada bayi prematur dengan diet tinggi protein : 100 mg asam askorbat peroral atau IM. Beraksi dengan Obat Lain, Meningkatkan efek / toksisitas : asam askorbat meningkatkan absorpsi besi dari saluran cerna. Bila asam askorbat diberikan bersama kontrasepsi oral maka akan meningkatkan efek kontrasepsi. Menurunkan efek : asam askorbat dapat menurunkan level fluphenazine, asam askorbat bila diberikan dengan warfarin maka akan menurunkan efek antikoagulan. Dietary and replacement requirements, Mempunyai efek Hipersensitivitas terhadap komponen dalam sediaan.

13

6. Ester Ester adalah senyawa kimia yang diperoleh dengan mereaksikan suatu oxoacid dengan senyawa hidroksil seperti alkohol atau fenol Ester biasanya berasal dari asam anorganik atau asam organik yang setidaknya (hidroksil) kelompok satu-OH digantikan oleh. - O-alkil (alkoksi) kelompok, dan yang paling umum dari asam karboksilat dan alkohol. Pada dasarnya, ester yang dibentuk oleh kondensasi asam dengan alkohol. 'Ester' Kata diciptakan di Jerman. 1848 (Gmelin), mungkin kontraksi Essigther, dari Essig "cuka" + Ather "eter". Jadi secara harfiah berarti 'eter (karboksilat) asam'. Rumus kimia dari ester biasanya ditulis dalam format RCO2R ', dimana R dan R' adalah bagian organik dari asam karboksilat dan alkohol masing-masing. Sebagai contoh butil asetat, berasal dari butanol dan asam asetat akan ditulis CH3CO2C4H9. Alternatif presentasi umum termasuk BuOAc dan CH3COOC4H9. 6.1 Ester Dalam kehidupan Banyak ditemukan dalam minuman kemasan sebagai pemberi cita rasa rasa yang aromatic 6.2 Fungsi Ester Ester digunakan sebagai cita rasa yang aromatic dengan karakteristik menyenangkan. Bahan ester ini banyak terdapat pada minum buah-buahan. Ester yang mana Kebanyakan alami lemak dan minyak adalah ester asam lemak gliserol. Ester dengan berat molekul rendah biasanya digunakan sebagai pengharum dan ditemukan dalam minyak esensial dan feromon. Sebagai formula makanan. Ester Nitrat, seperti nitrogliserin, dikenal karena sifat eksplosif mereka, sementara poliester adalah plastik penting, dengan monomer terkait dengan ester gugus Etimologi

14

6.2. Ester dalam Kesehatan Phosphoesters membentuk tulang punggung molekul DNA. Menggunakan diazomethane ini, campuran asam karboksilat dapat untuk ester metil dalam hasil kuantitatif dekat, misalnya, untuk analisis dengan kromatografi gas. Campuran alkohol dan asam karboksilat. Salah satu contoh adalah esterifikasi Steglich adalah metode membentuk ester dalam kondisi ringan. Metode ini populer dalam sintesis peptida, dimana substrat yang sensitif terhadap kondisi yang keras seperti panas tinggi. 7. Amina Amina adalah senyawa organik yang mengandung atom nitrogen trivalen yang berikatan dengan satu, dua, atau tiga atom karbon. Rumus Umumnya : CnH2n+3N Sifat-sifat Pada senyawa dengan rantai pendek, merupakan senyawa polar yang mudah larut dalam air. Memiliki titik didih dan titik leleh yang cenderung bertambah seiring dengan bertambah panjangnya rantai karbon. 7.1 Amina Dalam Kehidupan Banyak terdapat di bahan makanan yang mengandung protein karena asam mino adalah turuna dari Amina 7.2 Kegunaan Amina Kebanyakan senyawa-senyawa amida banyak digunakan dalam industri, seperti polimer, karet dan farmasi. Formamida Sintesis nilon Dimethylformamide (DMF) Pelarut dalam industri karet amina aromatik primer digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan bahan celup azo 7.4 Efek Negatif Amina berat molekul rendah bersifat toksik, dan ada pula yang mudah diserap melalui kulit. Banyak yang lebih tinggi amina berat molekul yang sangat aktif biologis. 7.3 Amina Dalam Kesehatan Banyak obat dirancang untuk meniru atau mengganggu dengan tindakan neurotransmiter amina alam, dicontohkan oleh obat amina: Diamox (acetazolamide) meningkatkan kadar keasaman darah 15

Klorfeniramin adalah antihistamin yang membantu untuk meringankan gangguan alergi karena dingin, demam, kulit gatal, gigitan serangga dan sengatan. Klorpromazin adalah obat penenang yang sedates tanpa mendorong tidur. Hal ini digunakan untuk mengurangi kecemasan, kegembiraan, kegelisahan atau bahkan gangguan jiwa. Efedrin dan fenilefrin, sebagai hidroklorida amina, digunakan sebagai dekongestan. Amphetamine, Metamfetamin, dan Methcathinone adalah amina yang terdaftar sebagai zat yang dikendalikan oleh DEA. Amitriptyline, imipramine, Lofepramine dan Clomipramine adalah antidepresan trisiklik dan amina tersier Nortriptyline, Desipramine, dan Amoxapine adalah antidepresan trisiklik dan amina sekunder (The tricyclics dikelompokkan oleh sifat kelompok amina akhir pada rantai samping.) Pengobatan Gas Berair monoethanolamine (MEA), diglycolamine (DGA), Dietanolamina (DEA), diisopropanolamine (DIPA) dan methyldiethanolamine (MDEA) yang banyak digunakan industri untuk menghilangkan karbon dioksida (CO2) dan hidrogen sulfida (H2S) dari gas alam sungai dan proses pemurnian stream. Mereka juga dapat digunakan untuk menghilangkan CO2 dari gas pembakaran / gas buang dan mungkin memiliki potensi untuk pengurangan gas rumah kaca.

16