P. 1
KORTIKOSTEROID SISTEMIK

KORTIKOSTEROID SISTEMIK

|Views: 241|Likes:
Dipublikasikan oleh Asri Ratna Mukti Umpuan

More info:

Published by: Asri Ratna Mukti Umpuan on Jun 04, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/13/2013

pdf

text

original

KORTIKOSTEROID SISTEMIK

Penyusun : Click to edit Master subtitle style Asri Ratna M.U Khairunisa

6/4/12

MOA
1.

Difusi pasif GCs melewati membran sel Pengikatan dgn reseptor protein terlarut di sitoplasma. Menjadi kompleks hormon-reseptor  ke nukelus  transkripsi Mekanisme aksi GCs: #1 : efek langsung terhadap ekspresi gen dengan berikatnya reseptor GC dgn reseptor GC-responsiveelements (GREs) menginduksi protein-like-annexin 1 dan MAPK phosphatase

2.

3.

4.

6/4/12

#2 efek tidak langsung : melalui interaksi GREs dengan faktor transkripsi yang lain  efek inhibitor pada faktor transkripsi aktivator protein 1 & faktor nuklear kB  Semuanya mengakibatkan penurunan produksi molekul proinflamasi. inteleukin. protease #3 GR mediated effect on 2nd messenger cascades melalui jalur non-genetik seperti jalur P13KAkt-eNOS 6/4/12 . molekul adhesi. termasuk sitokin.

Anti inflammatory effect Corticosteroid menginhibisi Pengeluaran Phospolipase A2 stabilisasi (Pada sel Faktor Transkripsi Fagositosis & Prostaglandin. (activator protein 1 (-) membran lisosome pada derivat Keratinosit) Pro inflamatory Arachidonic kB) (-) IL-1α acids dan nuclear factor genes sel fagosit (-) Anti inflamasi 6/4/12 . Leukotriene.

• Biasanya terdapat keterlambatan onset aktivitas farmakologis dari GCs tergantung dengan konsentrasi puncak di dlm darah. Struktur dasar : 3 hexana. 1 pentana • 6/4/12 .

basofil. monosit. limfosit 6/4/12 • • • Pe↑an Hb. platelet.GLUKOKORTIKOID • Meningkatkan pengambilan asam amino di liver dan ginjal  ↑ enzim glukoneogenik  Memicu glukoneogenesis Mean ↑ resistensi terhadap stress  vasokonstriksi  ↑ BP Pe↓an eosinofil. RBC. PMN .

sebagian besar sintesis analog kurang berikatan dgn efisien thdp cortisol binding globulin (+/.70%)  kecenderungan menyebabkan efek samping pada dosis rendah 6/4/12 .FARMAKOKINETIK • Pada umumnya.

pemphigus sikatrik. linear immunoglobulin A bullous dermatoses.INDIKASI • Penyakit blister yang parah (pemphigus. Behḉet disease) Sarcoidosis Type 1 reactive leprosy 6/4/12 • • • • • • Problematic hemangiomas of infancy .ikat ( dermatomyositis. epidermolysis bullosa acquisita. herpes gestatitionis. eosinophilic fasciitis. relapsing polychondritis) Vaskulitis Neutrophilic dermatoses (pyoderma gangrenosum. pemphigus bullosa. erythema multiforme. acute febrile neutrophilic dermatoses. mixed connective-tissue disease. TEN ) Penyakit jar. SEL.

discoid lupus erythomatosus 6/4/12 . lichen planus. cutaneous Tcell lymphoma.Kontroversi • Pada penanganan erythema nodosum.

5 mg-beberapa ratus mg per-hari bila dipakai . initial dose : 2. intramuskuler.• Sistemik kortikosteroid diadministrasikan dgn cara : intralesi. dan pada pasien yg mengalami .5-5 mg)  pd waktu tidur  memaksimalkan supresi adrenal pd kasus hirsutisme yg berasal dr adrenal Intravena : 6/4/12 REGIMEN DOSIS • • • Ø Ø Ø • .3 mgg  dihentikan dgn tappering off level puncaknya Kortikosteroid pada jam 8 pagi  supresi HPA axis minimal + feedback supresi ACTH maksimal Dosis rendah prednison (2. dan intravena Intralesi : pd lesi yg sedikit atau pada lesi yg resisten Intramuskuler : drawbacks  erratic absorption & lack of daily control of the dose Oral : paling sering  prednisone  1x/hari. oral.untuk pasien yg stress pada penyakit akut atau sedang menjalani proses operasi.

Plasma half life Short acting Hydrocortiso 90 ne (Cortisol) Cortisone 30 Intermediat e-acting Prednisone 60 Prednisolone 200 Methylpredni 180 solone 6/4/12 Triamcinolon 300 Duration of action Equivalent GC potency (mg) 8-12 20 8-12 25 24-36 24-36 24-36 24-36 5 5 4 4 .

• Efek samping yg serius dari pemberian intravena : Reaksi anafilaktik Kejang Aritmia Kematian mendadak Yg lainnya : Hipotensi 6/4/12 • - .

INISIASI TERAPI • Sebelum terapi dimulai  timbang manfaat dan kemungkinan efek samping Pertimbangkan pula terapi alternatif atau terapi adjunctive. terutama yang jangka panjang Penyekati yg menyertai patut diperhatikan seperti : DM. osteoporosis 6/4/12 • • • Penilaian risiko efek samping . HT.

Memilih di antara Glukokotikoid • 1st : sediaan dgn efek mineralkortikoid minimal yg biasanya paling sering dipilih untuk me↓an retensi sodium 2nd : penggunaan prednison per oral jangka panjang atau obat sejenisnya. Dexamethasone dgn afinitas ↑ waktu 6/4/12 • . dgn waktu paruh yg intermediate dan afinitas reseptor steroid yg relatif lemah  dpt me↓an efek samping.

HT. hiperlipidemia.Pemeriksaan sebelum terapi • Riwayat kesehatan pribadi pasien dan keluarga (perhatian khusus : DM. glaukoma) Ukur BP & berat badan Pemakaian jangka panjang  pemeriksaan mata • • 6/4/12 .

Monitoring therapy • Perlu ditanyakan : polyuria. glaukoma • • • 6/4/12 . demam. nyeri perut. polydipsia. kolesterol. gangguan tidur. elektrolit serum. Gula darah puasa. efek psikologis Kontrol : BP & berat badan. trigliserida fecal occult blood test pemeriksaan mata  katarak.

sodium. potassium. dan kalsium Pencegahan infeksi Komplikasi GI : profilaksis  antasid. H2RA. lemak.RISK & PRECAUTIONS • Makanan : rendah kalori. Tinggi protein. PPI Supresi adrenal : pada pasien yg diberikan GC selama >3 minggu  butuh tappering off untuk 6/4/12 pengembalian HPA axis • • • .

Tappering off • Dosis tunggal sehari diturunkan perlahan ke 40 atau 50 mg prednisone  tetap sama untuk 1 hari dan direduksi pada selang 1 hari berikutnya sebanyak 5 mg ke 5mg/hari  terapi maintenance  ukur plasma kortisol jam 8 pagi pada minggu ke-4 setelah dosis 5mg tercapai 6/4/12 .

intestinal perforation CVS & fluid retention : HT. atherosclerosis 6/4/12 • • • • .komplikasi • CNS : pseudotumor cerebri & psychiatric disorder Muskuloskeletal : osteoporosis w/spontaneous fracture. myopathy Ocular : glaucoma & cataracts GI : peptic ulcer.

antacids  mengganggu absorpsi GC GC  mereduksi kadar salisilat dalam serum 6/4/12 • • . phenytoin  me↑an metabolisme GC Cholestyramine.INTERAKSI OBAT • Obat2 yg menginduksi enzim mikrosom hepar : rifampicin. barbiturat. colestipol.

Kehamilan dan menyusui • • • Melewati barrier plasenta Tidak teratogenik Keluar melalui ASI  monitor hormon pertumbuhan bayi Penelitian pd hewan  LBW. gangguan perkembangan saraf 6/4/12 • . premature.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->