Anda di halaman 1dari 3

KIMIA FARMASI

Di susun oleh: Fatmalasari 11.901.019 11.901.020

Ulfa melisa karliana s.

Siti aisyah sulaiman 11.901.035

PROGRAM D111 ANALIS KESEHATAN UNIVERSTAS INDONESIA TIMUR MAKASSAR 2012

ANALISIS GOLONGAN SENYAWA BARBITURAT


Dasar Teori barbiturat mempunyai inti hasil kondensasi etilester dan asam dietilmalonal dengan ureum. Rumus umum: R1, R2, R3, dan R4 adalah subtitusi-subtitusi yang menentulakn struktur barbiturat. Sifat-sifat barbiturat 1. Sukar larut dalam air, kecuali garamnya (Na) bereaksi asam lemah 2. dalam bentuk keto tidak larut dalam air 3.dalam bentuk etanol larut dalam air 4. bentuk keto larut dalam CH eter dan etilasetat

5. garam natriumnya mudah terhidrolisa, apalagi kalau di panaskan, mis: luminal natrium Reaksi identifikasi 1. Cara kimia Reaksi warna Reaksi pengendapan Reaksi selektif (terhadap subtusi) Reaksi spesifik

2. Cara fisik: titik lubur dan kromatografi Reaksi warna 1. Reaksi parri 2. Zwikker zat dilarutkan didalam metnol\alkohol + beberapa tetes pereaksi zwikker terbentuk warna ungu biru 3. Reaksi buchi dan perlia zat di larutkan dalam CH Ca CH + pereaksi yang terdiri dari 0,5 ml

0,001 molar dalam metil alkohol absolute + 0,5 ml molar isobutilamin terbentuk warna ungu biru

Reaksi-reaksi pengendapan (dengan pereaksi milon) 50 mg zat dilarutkan dalam air ataw aseton + ml pereaksi milon, terbentuk endapan. Endapan yang terbentuk kalau dipanaskan akan terbentuk lagi : jika di tambahkan peekasi milon berlebih, larut lagi membentuk kompleks. Reaksi terhdap barbiturat 1. Adanya atom bron dan S adanya atom bron dapat ditunjukan dengan uji ballstein adanya atom bron dan S dapat ditunjukan dengan percobaan castellana

2. adanya gugs tidak jenuh hilangnya warna air brom hilangnya warna kalium permanganat 3. adanya gugus fenil aromatis oksidasi menjadi asam benzoat reaksi warna ekkert nitrasi menurut Ranwez 4. adanya gugus siklohexsenil dalam tabung reaksi masukan zat lalu tambahkan beberapa tetes pereaksi , panaskan sampai berwarna merah. Reaksi kristal 1. Pengenndapan dari suasana basa dengan asam 2. amonium sulfat 3. Reaksi dengan thallium asetat pada larutan 2% dalam KOH ditambahkam thallium asetat padat atau kristal 4. Air brom 5. air barit, zat padat di masukan dalam 1 tetes air barit jenuh, khas untuk dial 6.pereaksi zwekker (ca-pyridin kompleks) 7. dengan preaksi wegenuer Reaksi lain 1. Sulimasi (veronal, isopral) 2. dipanasi dengan NaOH keluar 3. garam Na 4.turunan barbital Reaksi pendahuluan 1. Dengan asam sulafat pereaksi 2. dengan formalin asam sulfat pereaksi 3. Dengan DAB- asam sulfat 10-20 mg zat dalam 4 tetes merah. + p-DAB padat panaskan diatas penangas air mendidih (bromular)