Anda di halaman 1dari 24

Modul 1 Anthropometri

Kelompok 4 Fajar Junior Pranata Nugraha Dian Bayu Aji Nurhasanah Rahmat Rizal Dwi Darmawan

Anthropometri ialah studi yang berkaitan dengan pengukuran dimensi tubuh manusia. Anthropometri terbagi menjadi 2 jenis, yaitu anthropometri statis dan dinamis, dimana : Anthropometri statis merupakan pengukuran dimensi tubuh manusia pada saat tubuh manusia sedang dalam keadaan diam ( statis ). Anthropometri dinamis merupakan pengukuran dimensi tubuh manusia pada saat tubuh manusia sedang bergerak ( dinamis ).

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi dimensi tubuh manusia, diantaranya : Umur Ukuran tubuh manusia akan berkembang dari saat lahir sampai sekitar 20 tahun untuk pria dan 17 tahun untuk wanita. Setelah itu, tidak lagi akan terjadi pertumbuhan bahkan justru akan cenderung berubah menjadi pertumbuhan menurun ataupun penyusutan yang dimulai sekitar umur 40 tahunan. Manusia dapat digolongkan atas beberapa kelompok usia yaitu balita, anak-anak, remaja, dewasa dan lanjut usia. Jenis kelamin Pada umumnya dimensi tubuh pria dan wanita ada perbedaan yang signifikan diantara rata-rata dan nilai perbedaan ini tidak dapat diabaikan begitu saja. Pria dianggap lebih panjang dimensi segmen badannya daripada wanita. Oleh karenanya data antropometri sangat diperlukan dalam perancangan sebuah alat atau produk. Secara umum pria memiliki dimensi tubuh yang lebih besar, kecuali dada dan pinggul. Suku bangsa Setiap suku bangsa ataupun kelompok etnik tertentu akan memiliki karakteristik fisik yang berbeda satu dengan yang lainnya. Jenis pekerjaan Beberapa jenis pekerjaan tertentu menuntut adanya persyaratan dalam seleksi karyawan atau rekan kerjanya.

Pengukuran dilakukan dengan 5 pengukuran, yaitu pengukuran posisi berdiri, duduk, kepala, tangan, dan kaki. Anthropometri berdiri Anthropometri duduk Anthropometri kepala

Anthropometri tangan

Anthropometri kaki

Pada Anthropometri berdiri, bagian yang terpenting untuk di ukur adalah : 1. Tinggi badan 2. Tinggi bahu 3. Tinggi pinggul 4. Tinggi siku 5. Depa 6. Panjang lengan Pada Anthropometri duduk, bagian yang terpenting untuk di ukur ialah : 1. Tinggi lutut 2. Lipat lutut punggung 3. Tinggi duduk 4. Lipat lutut telapak kaki 5. Panjang lengan bawah dan lengan

Pada Anthropometri kepala, bagian yang terpenting untuk di ukur adalah : 1. Jarak antara vertek dengan dagu (A) 2. Jarak antara mata dengan dagu (B) 3. Jarak antara hidung dengan dagu (C) 4. Jarak antara mulut dengan dagu (D) 5. Jarak antara ujung hidung dengan lekukan lubang hidung (E) 6. Jarak antara ujung hidung dengan kepala belakang (F) 7. Jarak antarai dengan belakang kepala (G) 8. Jarak antara vertex dengan lekukan di antara kedua alis (H) 9. Jarak antara vertex dengan daun telinga atas (I) 10. Jarak antara vertex dengan lubang telinga (J) 11. Jarak antara vertex dengan daun telinga bawah (K) 12. Lingkar kepala membujur (L) 13. Lingkar kepala melintang (M) 14. Lebar kepala (N) 15. Jarak antara kedua mata (O) 16. Jarak antara kedua pipi (P) 17. Jarak antara kedua lubang hidung (Q) 18. Jarak antara kedua persendian rahang bawah (R) 19. Jarak antara kedua daun telinga (S) 20. Jarak antara cuping hidung (T)

Pada Anthropometri tangan, bagian yang terpenting untuk diukur adalah : 1. Panjang tangan (A) 2. Panjang telapak tangan (B) 3. Lebar tangan sampai ibu jari (C) 4. Lebar tangan sampai matakarpal (D) 5. Ketebalan tangan sampai matakarpal (E) 6. Lingkar tangan sampai telunjuk (F) 7. Lingkar tangan sampai ibu jari (G) Pada Anthropometri kaki, bagian yang terpenting untuk di ukur adalah : 1. Panjang kaki (A) 2. Lebar kaki (B) 3. Jarak antara tumit dengan telapak kaki yang lebar (C) 4. Lebar tumit (D) 5. Lingkar telapak kaki (D) 6. Lingkar kaki membujur (E)

Peralatan yang digunakan dalam praktikum ini antara lain sebagai berikut :

1. Kursi antropometri, digunakan untuk mengukur seluruh bagian dimensi tubuh.


2. Meteran kain dan meteran bangunan, digunakan untuk mengukur dimensi tubuh secara manual.

3. Busur, digunakan untuk mengukur ketepatan sudut putaran pada dimensi tubuh.
4. Mistar baja, digunakan untuk membantu pengukuran dimensi tubuh yang sulit dijangkau. 5. Lembar data antropometri, digunakan untuk mencatat keseluruhan hasil pengukuran dimensi Tubuh. 6. Timbangan, digunakan untuk menimbang berat badan.

Peralatan-peralatan itu akan digunakan sesuai dengan sistem pada flowchart Praktikum anthropometri

Flowchart Praktikum Anthropometri

Penjelasan Praktikum : 1. Memulai dengan mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan pengambilan data dimensi tubuh manusia. 2. Study Literatur sebuah penelitian untuk mendapatkan gambaran yang menyeluruh tentang apa yang sudah dikerjakan orang lain dan bagaimana orang mengerjakannya, kemudian seberapa berbeda penelitian yang akan kita lakukan. Study literatur ini bisa kita cari melalui buku (modul) yang berkaitan dengan penelitian yang kita lakukan dan melalui informasi yang disampaikan oleh asisten laboratorium. 3. Pengambilan data telah diambil dari berbagai sample. Data sampel yang diambil adalah data dari kelompok praktikumnya masing-masing. Pangambilan data ini dimaksudkan untuk mendapatkan data yang akurat dan dapat digunakan dalam pembuatan produk yang ergonomis. Pengambilan data ini dengan melakukan proses pengukuran terhadap sample dengan menggunakan kursi Anthropometri. 4. Input Data telah dilakukan penginputan data pada komputer. Data yang dimasukkan adalah data kelompok praktikum yang telah diambil dalam pengukuran anthropometri. 5. Pengolahan data telah dilakukan dengan mendapatkan data yang outlier dan telah menghilangkan data ekstrim yang dapat membuat data oulier. 6. Uji keseragaman data telah dilakukan perhitungan dengan menggunakan data yang telah diambil.

7. Perancangan dan pembuatan produk prototipe ini dibuat dengan desain yang sederhana. Ukuran dalam prototipe ini sesuai dengan hasil dari perhitungan seluruh sample yang telah diolah datanya. 8. Data dan produk prototipe akan sesuai jika prototipe tersebut sesuai dengan hasil data yang telah diolah hingga di dapatkan hasil persentil. 9. Dari hasil perancangan produk dan pembuatan prototipe tersebut, dilakukan analisis dan evaluasi produk prototipe tersebut. Dari segi model, bahan serta penampilan dari produk tersebut.

Setelah dilakukannya Praktikum, Data anthropometri yang diperoleh akan diaplikasikan antara lain Untuk : 1. Perancangan areal kerja 2. Perancangan peralatan kerja seperti mesin, equipment, perkakas (tools) dan sebagainya. 3. Perancangan produk-produk konsumtif seperti pakaian, kursi, meja, komputer dan lainlain. 4. Perancangan lingkungan kerja fisik. Penggunaan antropometri, salah satunya adalah dengan perancangan produk/ alat. Perancangan adalah suatu proses yang bertujuan untuk menganalisi, menilai, memperbaiki dan menyusun suatu sistem, baik sistem fisik maupun non fisik yang optimum untuk waktu yang akan datang dengan memanfaatkan informasi yang ada. Dalam membuat suatu perancangan produk atau alat, perlu mengetahui karakteristik perancangan dan perancangnya. Beberapa karakteristik perancangan adalah sebagai berikut : 1. Berorientasi pada tujuan 2. Variform Suatu anggapan bahwa terdapat sekumpulan solusi yang mungkin dapat terbatas, tetapi harus dapat memilih salah satu ide yang diambil. 3. Pembatas Dimana pembatas ini membatasi jumlah solusi pemecahan diantaranya

Tahapan perancangan sistem kerja menyangkut work space design dengan memperhatikan faktor anthropometri secara umum adalah : 1. Menentukan kebutuhan perancangan dan kebutuhannya (establish requirement) 2. Mendefinisikan dan mendeskripsikan populasi pemakai.

3. Pemilihan sampel yang akan diambil datanya.


4. Penentuan kebutuhan data (dimensi tubuh yang akan diambil) 5. Penentuan sumber data dan pemilihan persentil yang akan dipakai. 6. Penyiapan alat ukur yang akan dipakai. 7. Pengambilan data. 8. Pengolahan data. 9. Visualisasi rancangan.

Data-data yang didapat dari hasil praktikum akan di olah dan di rekap menggunakan Microsoft Excel yang kemudian akan di pindahkan ke word. Data tersebut akan di susun ke dalam bentuk tabel yang kemudian akan di lakukan pengolahan lebih lanjut. Pengolahan tersebut seperti menghitung korelasi, determinasi, dll. Berikut akan di tunjukkan contoh dari tabel rekap data

dan lain-lainnya.

Beberapa sample data yang di ambil adalah sebagai berikut :


Nama Anggi Hary Ragil TDT TDN TBD TMD TSD TSP TPG

95 90.1 80.5

94 88.5 78.6

60 59.8 53.6

69.6 69.5 63.2

28.2 24 18.8

48.6 57.8 47.8

26.3 26.5 21.8

Dari data tersebut akan dicari data2 yang outlier ( melebihi batas rata-rata ) dan diberi tanda pada tabel data yang outlier. Contoh tabel data outlier adalah sebagai berikut :
Nama Anggi Hary Ragil TDT TDN TBD TMD TSD TSP TPG

95

94

60

69.6

28.2

48.6

26.3

90.1
80.5

88.5
78.6

59.8
53.6

69.5
63.2

24
18.8

57.8
47.8

26.5
21.8

Dapat dilihat, data yang melebihi batas maksimum atas atau bawah rata-rata akan diberi tanda merah seperti tabel diatas. Dan akan dihilangkan seperti tabel dibawah ini :
Nama Anggi Hary Ragil TDT TDN TBD TMD TSD TSP TPG

95 90.1 80.5

94 88.5 78.6

60 59.8

69.6 69.5 63.2

28.2 24

48.6 57.8 47.8

26.3 26.5

Kemudian, dari data tersebut juga akan dicari persentil 5%, 50%, dan 95%, Korelasi, determinasi, dan mean xbar nya. Contoh dari tabel hasil data korelasi ialah sebagai berikut :
KORELASI TDT TDN TBD TMD TSD TSP TPG TDT 1.000 0.975 0.279 0.195 0.467 -0.011 0.234 TDN 0.975 1.000 0.315 0.108 0.445 -0.005 0.251 TBD 0.279 0.315 1.000 0.143 -0.134 -0.022 0.030 TMD 0.195 0.108 0.143 1.000 0.220 0.290 -0.500 TSD 0.467 0.445 -0.134 0.220 1.000 0.069 0.310 TSP -0.011 -0.005 -0.022 0.290 0.069 1.000 -0.269 TPG 0.234 0.251 0.030 -0.500 0.310 -0.269 1.000

Korelasi di buat dengan mengkorelasikan seluruh data pengukuran yang telah di ambil. Namun pada sampel ini, hanya di tampilkan data dari TDT, TDN, TBD, TMD, TSD, TSP, dan TPG saja.

Contoh tabel dari data determinasi ialah sebagai berikut :

Determinasi

TDT 1.000 0.975 0.279 0.195 0.467 -0.011 0.234

TDN 0.975 1.000 0.315 0.108 0.445 -0.005 0.251

TBD 0.279 0.315 1.000 0.143 -0.134 -0.022 0.030

TMD 0.195 0.108 0.143 1.000 0.220 0.290 -0.500

TSD 0.467 0.445 -0.134 0.220 1.000 0.069 0.310

TSP -0.011 -0.005 -0.022 0.290 0.069 1.000 -0.269

TPG 0.234 0.251 0.030 -0.500 0.310 -0.269 1.000

TDT TDN TBD TMD TSD TSP TPG

Sama hal nya seperti tabel data korelasi yang telah ditunjukkan sebelumnya, Determinasi di buat dengan mendeterminasikan seluruh data pengukuran yang telah di ambil. Namun pada sampel ini, hanya di tampilkan data dari TDT, TDN, TBD, TMD, TSD, TSP, dan TPG saja.

Contoh tabel dari data persentil ialah sebagai berikut :

Nama Ari Hary Lukman Ragil

TDT 83.4 90.1 85.9 80.5 80.94 84.65 89.47

TDN 79 88.5 83.2 78.6 78.66 81.10 87.71

TBD 54.4 59.8 57.8 53.6 53.72 56.10 59.50

TMD 73 69.5 75.2 63.2 64.15 71.25 74.87

TSD 20.5 24 28.4 18.8 19.06 22.25 27.74

TSP 51.3 57.8 55.2 47.8 48.33 53.25 57.41

TPG 19 26.5 28.7 21.8 19.42 24.15 28.37

5% 50% 95%

Persentil yang akan digunakan dalam pembuatan sebuah produk atau perancangan suatu pekerjaan ialah persentil 5%, 50%, dan 95%, maka yang dibuat hanya 3 persentil tersebut saja.

Dari hasil pengolahan data dapat dilakukan analisa dan perancangan produk yakni pada kursi kuliah .

Bahan yang digunakan untuk pembuatan prototipe adalah Sterofoam Kawat


Untuk alas duduk dan juga sandaran punggung dalam prototipe ini menggunakan bahan sterofoam, penggunaan bahan ini di maksud agar desain prototipe terlihat pada bentuk kursi dan juga bagian-bagian kursi. Kita menggunakan bahan sterofoam ini dengan mempertimbangkan agar pembuatan prototipe kursi kuliah ini dapat dibuat dengan sederhana tetapi menarik. Sedangkan untuk penyangga sterofoam memakai kawat. Penggunaan kawat ini dimaksudkan agar memudahkan pembuatan prototipe miniatur. Kawat dapat dibentuk sesuai dengan yang diinginkan. Karena sifat kawat yang lentur.

Bahan produk kursi kuliah yang akan digunakan : Stainless Steel Papan Milamin Busa Jok T 5mm Kain Jok Full Karet Stainless Steel merupakan bahan yang kuat dan tahan lama terhadap segala cuaca dibandingkan dengan bahan yang lain. Selain tidak mudah patah akibat benturan benda lain, stainless steel tidak membutuhkan banyak perawatan. Sandaran punggung sangat cocok menggunakan bahan busa dengan desain ergonomis yang disesuaikan dengan kurva punggung dari ukuran rata-rata dari data yang di ambil. Selain dapat membantu mengurangi beban pada tulang belakang anda selama dalam posisi duduk bersandar, selain itu bahan busa juga ringan dan cocok untuk sandaran punggung. Stainless Steel akan dijadikan sebagai penyangga utama dari kursi ini, perpaduan antara logam dan kayu jati akan membuat kursi semakin menarik dan mempunyai nilai jual dan cukup ergonomis.

Tabel Analisis Perancangan Produk


Persentil Data Anthropometri yang Digunakan Persentil yang Digunakan Ukuran yang digunakan Ukuran dalam Setelah Prototipe Dibulatkan (Skala 1:10)

Dimensi Kursi

P5

P50

P95

Panjang Kursi Lebar kursi

Pantat Popliteal Siku ke siku Tinggi Popliteal

45,73 32,71 37,57

51,3 38,64571 41,72

58,3 45,3 48

P95 = 58,3 P95 = 45,3 P95 = 48

58 45 48

5,8 4,5 4,8

Tinggi Kursi

Tinggi sandaran punggung Panjang lengan bawah Lebar sandaran duduk

45,73

51,67

58,30

P95=58,30

58

5,8

Panjang meja

21,79

25,90

29,09

P95=29,09

29

2,9

Lebar meja

26,70

32,66

39,79

P95=39,79

40

4,0

Dari tabel di atas ini, dapat diketahui bahwa kita memerlukan beberapa data dimensi tubuh untuk merancang kursi kuliah yang ergonomis. Adapun dimensi tubuh yang digunakan hanyalah dimensi tubuh yang berhubungan dengan perancangan produk yang akan dibuat. Dari data diatas, dapat dilihat bahwa ukuran yang digunakan merupakan pembulatan dari data persentil 95. Persentil 95 menunjukkan bahwa 95% mahasiswa akan dapat menggunakan kursi tersebut dengan aman dan nyaman, dan hanya 5% yang tidak. Oleh karena itu, dipilih persentil 95.

Untuk mendesain peralatan kerja secara ergonomi yang akan digunakan dalam lingkungan sehari-hari seharusnya disesuaikan dengan dimensi tubuh manusia di lingkungan tersebut. Untuk itu, perlu dilakukan praktikum antropometri agar mahasiswa dapat menganalisis, menilai dan memperbaiki serta merancang suatu sistem kerja yang berhubungan dengan manusia sebagai pemakai berdasarkan data-data atau informasi mengenai sifat, keterbatasan dan kemampuan manusia.

Terdapat beberapa macam faktor yang mempengaruhi dimensi tubuh manusia, diantaranya, umur, jenis kelamin, suku bangsa, dan pekerjaan. Pratikum dilakukan dengan melakukan pengambilan data dimensi tubuh manusia, yang selanjutnya akan dilakukan pengolahan dan analisis data untuk mendapatkan nilai rata-rata dan persentil. Persentil dapat digunakan untuk memilih data yang dijadikan acuan pembuatan suatu produk atau sistem kerja yang ergonomis. Selain itu persentil dapat membantu kita dalam menentukan berapa banyak orang yang mempunyai ukuran tubuh yang ekstrim dan normal.

Dalam pengambilan data, praktikan harus serius dan teliti untuk meminimalisasi kesalahan dalam pengukuran dan pencatatan, serta adanya data outlier. Setelah mendapatkan datadata yang benar, kita akan dapat merancang produk yang ergonomis sehingga dapat digunakan oleh banyak orang dengan aman, nyaman, sehat, dan efisien bagi penggunanya. Selain itu, untuk laboran beserta asisten diharapkan untuk memberikan informasi yang jelas dan tidak berbeda antara satu dengan yang lainnya dalam membimbing praktikan agar tidak terjadi pengolahan data yang berulang kali. Konsep-konsep dasar ergonomi dan antropometri sebaiknya benar-benar digunakan sebagai acuan pembuatan suatu produk dan sistem kerja, agar tercipta keamanan dan kenyamanan, serta efisiensi dan efektivitas dalam rangka meningkatkan produktivitas kerja.