Anda di halaman 1dari 8

Teori Pasar Modal dan Investasi CAPM

Kelompok 1: Anastasia Filiana Ismawati (17563) Marietta Prita Sindhi Arani (17587) Marlinda Berliani (17589)

Universitas Atmajaya Yogyakarta 2012

CAPM (capital asset pricing model) adalah alat yang digunakan untuk mengistimasi return suatu individual sekuritas yang akan diperlukan oleh investor. Asumsi digunakan supaya sutau model lebih mudah untuk dipahami dan lebih mudah untuk diuji. Asumsi yang digunakan oleh model CAPM adalah: 1. Semua investor mempunyai cakrawala waktu satu periode yang sama seperti memaksimumkan kekayaannya dengan memaksimumkan utility harapan dalam satu periode yang sama. 2. Investor mengambil keputusan investasi berdasarkan pertimbangan nilai return ekspektasian dan deviasi standar return dari portfolio. 3. Investor mempunyai harapan yang sama terhadap factor factor input yang digunakan untuk mengambil keputusan portfolio return ekspektasian, varian dari return, dank ovarian antara return return sekuritas. 4. Investor dapat meminjam dan meminjamkan sejumlah dana. 5. Penjualan pendek (short sale) diijinkan. 6. Semua aktiva bisa dipecah pecah menjadi bagian kecil yang tidak terbatas. 7. Semua aktiva bisa dipasarkan secara likuid sempurna. 8. Tidak ada biaya transaksi. 9. Tidak terjadi inflasi. 10. Tidak ada pajak pendapatan pribadi. 11. Investor adalah penerima harga. 12. Pasar modal dalam kondisi ekuilibrium.

EKUILIBRIUM PASAR MODAL Kondisi dimana pasar pada saat harga harga aktiva berada di tingkat yang tidak memberikan insentif lagi untuk melakukan perdagangan spekulatif. Implikasi dari asumsi ini adalah: 1. Semua nvestor akan memilih aktiva pasar. 2. Portofolio pasar ini merupakan portofolio aktiva berisiko yang optimal.

PORTOFOLIO PASAR Portofolio pasar adalah portofolio yang berisi dengan seluruh aktiva yang ada di pasar. Diasumsikan bahwa semua investor akan melakukan investasi di portofolio yang sama, yaitu porotfolio pasar. Asumsi ini berlaku karena asumsi CAPM, yaitu semua investor menggunakan analisis yang sama, yaitu menggunakan analisis metode Markowitz.

GARIS PASAR MODAL Garis pasar modal adalah garis yang menunjukkan semua kemungkinan kombinasi portofolio efisien yang terdiri dari aktiva aktiva berisiko dan aktiva bebas risiko.

GARIS PASAR SEKURITAS merupakan garis yang menunjukkan tradeoff antara risiko dan return ekspektasian untuk sekuritas individual dan merupakan penggambaran secara grafis dari model CAPM. Untuk portofolio = tambahan reurn ekspektasian terjadi karena diakibatkan oleh tambahan risiko dari portofolio bersangkutan (semacam high risk high return) Untuk sekuritas individual = tambahan return ekspektasian diakkibatkan oleh tambahan risiko sekuritas yang diukur dengan beta (pengukur risiko sistematik dari suatu sekuritas/portofolio telatif terhadap risiko pasar) Disini beta menentukan besarnya tambahan return ekspektasian untuk sekuritas individual dengan argumentasi bahwa untuk portofolio yang didiversifikasikan dengan

sempurna, risiko tidak sistematik cenderung menjadi hilang dan risiko yang relevan hanya risiko sistematik yang diukur oleh beta Beta untuk portofolio pasar adalah bernilai 1. Sekuritas dengan beta<1 = beresiko lebih kecil dari risiko portofolio pasar Sekuritas dengan beta>1 = mempunyai risiko sistematik yang lebih besar dari risiko pasar Sekuritas dengan beta=1 = sekuritas memiliki return ekspektasian yang sama dengan return ekspektasian portofolio pasar
E( )
M

E(

Garis pasar sekuritas

1.0

Titik M menunjukkan portofolio pasar untuk Beta senilai 1 dengan return ekspektasian sebesar E ( )

Untuk Beta bernilai 0 atau untuk aktiva yang tidak mempunyai risiko sistematik, yaitu Beta untuk aktiva bebas risiko, aktiva ini mempunyai return ekspektasiab yang merupakan intercept dari GPS

Dengan mengamsumsikan GPS adalah garis linier, maka persamaan dari garis linier ini dapat dibentuk dengan intercept sebesar dan slope sebesar E( ) = + .[E( )-

Contoh : Return aktiva bebas risiko adalah sebesar 12%. Return portofolio pasar adalah sebesar 15%. Saham A mempunyai Beta sebesar 1,8. Return ekspektasian dari saham A ini dapat dihitung sebesar : ( ) ( = 12% + 5,4% = 17,4% )

PENJABARAN MODEL CAPM Untuk portofolio pasar yang diasumsikan bahwa return sekuritas individual berkorelasi dengan return pasar, risiko portofolio pasar dapat disederhanakan sebagai berikut : ( ) Untuk sekuritas ke-I, kontribusi risiko sekuritas ini terhadap risiko portofolio pasar adalah sebesar :

Untuk return sebuah sekuritas tunggal, return ekspektasian untuk sekuritas ke-I adalah : ( ) ( )

Cara Lain Penjabaran CAPM Risiko portofolio pasar yang diukur dari deviasi standarnya dapat juga dinyatakan sebagai berikut :

Karena investor diasumsikan memegang portofolio pasar, maka kontribusi risiko sebuah sekuritas terhadap kontribusi total risiko portofolio dapat dianggap sebagai perubahan dari risiko portofolio akibat proporsi perubahan sekuritas tersebut. Perubahan risiko portofolio pasar akibat proporsi suatu sekuritas dapat dihitung dari turunan pertama total risiko portofolio pasar terhadap proporsi sekuritas ke-i sebagai berikut :

Dengan mensubtitusikan

dengan kontribusi risiko sekuritas individual terhadap risiko

portofolio pasar, maka ekspektasian untuk sekuritas individual ke-i adalah : ( ) ( )

Rumus tersebut adalah rumus untuk model CAPM yang sama dengan sebelumnya.

PENGUJIAN EMPIRIS TERHADAP CAPM Model dari CAPM : ( ) ( ) merupakan model untuk return

ekspektasian sehingga tidak dapt diuji karena ekspektasi adalah nilai yang belum diuji sehingga belum dapat diobservasi. Supaya model CAPM dapat diuji, maka harus diubah menjadi model ex post sebagai berikut :

Perbedaan antara model ekspektasi dan model ex post adalah :

Model ekpektasi merupakan model teoritis sehingga slope dari Garis Sekuritas Pasar (GPS) harus bernilai positif karena secara teoritis hubungan antara risiko dan return ekspektasian adalah positif dan hubungan ini diwakili oleh slope ini.

Model ex post merupakan model empiris dan secara empiris garis slope dapat bernilai nol atau negatif.

Jika CAPM secara empiris akan diuji, umumnya model ini dinyatakan sebagai berikut :

Notasi :

= =(

Prediksi dari pengujian ini adalah : 1. Intercept diharapkan secara signifikan tidak berbeda dengan nol.

2. Beta harus signifikan dan merupakan satu-satunya faktor yang menerangkan return sekuritas berisiko. 3. Koefisien dari Beta, yaitu seharusnya sama dengan nilai ( ).

4. Hubungan dari return dan risiko harus linier. 5. Dalam jangka panjang, harus bernilai positif atau return dari risiko pasar lebih besar

dari tingkat return bebas risiko. Secara umum hasil dari pengujian model CAPM setuju dengan kesimpulan berikut : 1. Nilai dari intercept, yaitu 2. Koefisien dari Beta, yaitu secara statistik dan signifikan berbeda lebih besar dari nol. bernilai lebih kecil dari perbedaan return portofolio pasar

dikurangi dengan tingkat return bebas risiko. 3. Walaupun < , tetapi nilai koefisien ini adalah positif atau > 0.

4. Hasil yang diperoleh menunjukkan hubungan yang linier.

5. Dengan memasukkan faktor-faktor lainselain Beta di model CAPM, ternyata faktorfaktor lain ini juga dapat menjelaskan porsi dari return sekuritas yang tidak dapat ditangkap oleh Beta. Model CAPM masih jauh dari sempurna karena hasil pengujian menunjukkan bahwa intercept berbeda dari nol dan masih banyak faktor-faktor lain selain Beta yang masih dapat menjelaskan variasi dari return sekuritas.