Anda di halaman 1dari 3

TUGAS KIMIA MINERAL Nenci (0706263302) Santy Juliana (0706263435) Mineral Apatit Apatit adalah istilah umum untuk

kristal mineral dengan komposisi M10(ZO4)6X2. Elemen-elemen yang menempati M, Z, dan X adalah: M = Ca, Mg, Sr, Ba, Cd, Pb, dan sebagainya. Z = P<V<As, S, Si, Ge, CO3, dan sebagainya. X = F, Cl, OH, O, Br, CO3, dan sebagainya. Apatit terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu Hidroksiapatit, Fluor-apatit, Klor-apatite. Pada paper ini yang akan dibahas lebih lanjut adalah Hidroksiapatit. Hidroksiapatit adalah kalsium fosfat yang mengandung hidroksida, anggota dari kelompok mineral dalam tulang yang memiliki rasio Ca/P dicirikan sebesar 1,67. Kalsium fosfat memiliki sifat alami yang komplek, seperti dapat hadir dalam berbagai fase, dapat dalam bentuk nonstoikiometri dengan hadirnya impuritas yang mengganti ion kisi dalam kristal, dan dapat pula dalam bentuk larutan padat Tabel 1. Formula kimia, struktur dan parameter kisi kristal kalsium fosfat

Pada umumnya, kalsium fosfat hadir dalam bentuk campuran amorf maupun berbagai kristal (dapat berada dalam berbagai fase). Formula kimia, struktur dan parameter kisi kristal kalsium fosfat dari tiap fase diperlihatkan pada Tabel 2. Fase-fase tersebut terdiri dari satu fase amorf dan empat fase kristal, yaitu:

1. Kalsium fosfat amorf (KFA), memiliki rumus kimia yang bervariasi, kaya akan HPO42dan mempunyai harga rasio molar unsur Ca dan P rendah. Selain ion kalsium dan fosfat, ion lain seperti CO32-, HCO3- , Mg2+ dan sebagainya juga dapat masuk dan mengganggu struktur KFA. 2. Dikalsium fosfat dihidrat (DKFD, Ca2HPO4.2H2O), merupakan tahap awal proses pertumbuhan kristal hidroksiapatit. Kristal DKFD ini memiliki ukuran yang kecil sehingga dalam profil XRD masih tampak seperti amorf. DKFD dapat dihasilkan dari medium dengan pH di bawah 6,6 yang kemudian mengalami hidrolisis dan berubah menjadi OKF. 3. 4. 5. Oktakalsium fosfat (OKF, Ca8H2(PO4)5H2O), mempunyai struktur yang mirip dengan hidroksiapatit. Trikalsium fosfat (TKF, Ca3(PO4)2), kristal TKF mempunyai kemungkinan kecil dalam salah satu komponen mineral jaringan keras. Hidroksiapatit (HAP, Ca10(PO4)6(OH)2), merupakan fase kristal yang paling stabil. Pada Gambar 1 terlihat bahwa struktur hidroksiapatit adalah heksagonal dengan a = b = 9,423 dan c = 6,881 . Struktur ini dapat dipandang sebagai struktur kristal ideal heksagonal (closed-packed) dari ion PO43- yang mengalami distorsi akibat kehadiran unsur Ca2+ dan ion OH- di celah antara ion-ion PO43-

Gambar 1. Struktur Hidroksiapatit Kategori : Mineral Fosfat Rumus Kimia : Ca5(PO 4)3(OH) Sifat Fisik Warna : Tak berwarna, Putih, Abu-abu, Kuning, hijau kekuningan

Struktur Kristal : segi enam Rekahan : Conchoidal Skala Mohs : 5,0 Berat Jenis : 3,14-3,21 diukur, dihitung 3,16 Sintesis HAp dapat dilakukan dengan metode sol-gel yang merupakan metode basah. Metode ini menggunakan reaksi pencampuran 2 larutan yaitu Kalsium hidroksida dan asam fosfat pada suhu dan pH terkontrol. Sol-gel adalah sebuah teknik untuk membentuk material gelas dan keramik pada suhu rendah. Menurut Vijayalakshmi (2006), metode yang menggunakan suhu rendah dalam prosesnya akan menghasilkan campuran dengan kemurnian dan homogenitas lebih tinggi daripada proses yang menggunakan suhu tinggi. Proses sol-gel diawali dengan pembentukan koloid yang memiliki padatan tersuspensi di dalam larutannya (kondisi ini disebut sol). Sol ini kemudian akan mengalami perubahan fase menjadi gel, yaitu koloid yang memiliki fraksi solid yang lebih besar daripada sol. Gel ini kemudian akan mengalami kekakuan dan dapat dipanaskan untuk membentuk keramik. Material produk yang diperoleh akan memperlihatkan ketransparanan dan stabil secara kimia dan mekanik.