Anda di halaman 1dari 4

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Mengajar adalah suatu usaha untuk membuat siswa belajar yaitu terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa. Perubahan tingkah laku dapat terjadi karena adanya interaksi antar siswa dengan lingkungannya. Terjadinya perubahan tingkah laku tersebut tergantung pada dua faktor yaitu faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar diri siswa. Faktor dari dalam adalah siap tidaknya siswa menerima perubahan tingkah laku tersebut, sedang faktor dari luar adalah lingkungan yang dapat merangsang dan memperlancar proses belajar siswa. Oleh karena itu lingkungan perlu diatur sehingga siswa hanya bereaksi terhadap perangsang yang diperlukan saja. Pengaturan lingkungan perlu dilakukan secara sistematik meliputi identifikasi kebutuhan siswa, analisis keadaan siswa, perumusan tujuan, penentuan materi pelajaran, dan pemilihan model pembelajaran yang sesuai untuk mencsapai tujuan yang telah ditetapkan . Gropper (1997) menyatakan bahwa model atau strategi belajar mengajar adalah suatu rencana untuk pencapaian tujuan pembelajaran. Model instruksional terdiri dari metode atau teknik (prosedur) yang akan menjamin bahwa siswa betul-betul mencapai tujuan pembelajaran.Metode atau teknik belajar mengajar adalah bagian dari strategi belajar mengajar, yaitu jalan dan alat yang digunakan guru untuk mengarahkan kegiatan siswa untuk mencapai tujuan belajar. Dalam mengatur strategi pembelajaran, guru dapat memilih berbagai metode atau teknik, seperti ceramah (expository), diskusi, simulasi, karyawisata dan menemulan sendiri (discovery) Model pembelajaran adalah kegiatan yang dipilih oleh guru dalam proses belajar mengajar, yang dapat memberikan kemudahan kepada siswa menuju tercapainya tujuan instruksional tertentu. Oleh karena itu, model pembelajaran merupakan komponen penting dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Banyak pilihan model pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru, namun tidak ada satupun model

pembelajaran yang cocok untuk mengajarkan semua materi untuk semua siswa. Model tersebut harus dipilih ataupun dikombinasikan dengan cermat agar dapat digunakan secara optimal dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu tugas guru adalah pembelajaran yang tepat untuk membantu siswa memilih model

dalam mencapai kompetensi yang

diharapkan. Sehubungan dengan tugas itulah, maka para guru harus memiliki pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan menggunakan berbagai model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diajarkannya. Dengan kemampuan tersebut, maka guru diharapkan dapat memilih dan menerpkan model pembelajaran yang tepat untuk melaksanakan proses pembelajaran secara efektif, efisien dan menyenangkan. B. RUMUSAN MASALAH 1 2 3 Apa Pengertian pembelajaran outdoor study Apa saja tahap-tahap pelaksanaan pembelajaran outdooor study? Bagaimana pembelajaran outdoor study dilaksanakan pada mata pelajaran geografi di SMA? 4 Apa kelebihan out door study?

5 Apa kekurangan outdoor study? C. TUJUAN PENULISAN 1 2 3 4 5 Mengetahui pengertian pembelajaran outdoor study Mengetahui tahap-tahap pembelajaran outdoor study Mengatahui penerapan outdoorstudy dalam materi pelajaran geografi SMA Mengeatahui kelebihan outdoor study Mengatahui kekurangan outdoor study

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN Pembelajaran di luar kelas (outdoor study) merupakan salah satu upaya terciptanya pembelajaran, terhindar dari kejenuhan, kebosanan, dan persepsi belajar hanya dalam kelas. Pendekatan pembelajaran di luar kelas (outdoor study) adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang menggunakan suasana di luar kelas sebagai situasi pembelajaran berbagai permainan sebagai mendia transformasi konsep-konsep yang disampaikan dalam pembelajaran. (Irawan,A. Dalam Ginting ;2005:37). Jadi dapat di simpulkan Metode outdoor study atau metode pembelajaran di luar ruangan kelas merupakan metode pembelajaran yang mampu memupuk kreatifitas, inisiatif, kerjasama atau gotong royong dan mengakrapkan siswa dengan lingkungan sekitarnya. Peran guru pada pembelajaran outdoor adalah sebagai motivator, artinya guru sebagai pemandu agar siswa belajar secara aktif, efektif, kreatif dan akrab dengan lingkungaan. Pembelajaran outdoor merupakan satu jalan bagaimana kita meningkatkan kapasitas belajar anak. Anak dapat belajar secara lebih mendalam melalui objekobjek yang dihadapi dari pada jika belajar di dalam kelas yang memiliki banyak keterbatasan. Lebih lanjut, belajar di luar kelas dapat menolong anak untuk mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki. Selain itu, pembelajaran di luar kelas lebih menantang bagi siswa dan menjembatani antara teori di dalam buku dan kenyataan yang ada di lapangan. Kualitas pembelajaran dalam situasi yang nyata akan memberikan peningkatan kapasitas pencapaian belajar melalui objek yang dipelajari serta dapat membangun ketrampilan sosial dan personal yang lebih baik. Pembelajaran outdoor dapat dilakukan kapanpun sesuai dengan rancangan program yanhg dibuat oleh guru. Pembelajaran outdoor dapat dilakukan waktu 3 pembelajaran normal, sebelum kegiatan pembelajaran disekolah atau sesudahnya, dan saat-saat liburan sekolah. Berbagai lokasi dapat digunakan untuk pembelajaran outdoor antara lain:

1. Lingkungan didalam sekolah Lingkungan didalam sekolah merupakan tempat yang kaya akan sumber belajar, menawarkanpeluang belajar secara formal dan informal. selain itu, berbagai aktivitas sehari-hari di sekolah merupakan sumber belajar yang baik. 2. Lingkungan di luar sekolah Lingkungan di sekitar sekolah menawarkan peluang untuk dijadikan sumber belajar. Lingkungan sekitar memperkaya kurikulum. Berbagai lingkungan yang dapat digunakan untuk sumber belajar antara lain persawahan, taman, kebun binatang, museum, kerja proyek, dsb. Secara umum pembelajaran outdoor untuk siswa-siswa SD, SMP, dan SMA dapat dibedakan dalam 3 tipe yaitu: 1. Studi lapangan atau kunjungan lapangan 2. Pendidikan menjelajah lingkungan. 3. Sekolah proyek komunitas.