Anda di halaman 1dari 21

Pemeriksaan Mata

Click to edit Master subtitle style Ayu Puspitaning Dewi (09020125)

6/5/12

Secara sistematis urutan pemeriksaan adalah sebagai berikut:


1. Tajam penglihatan (visus) 2. Pemeriksaan segmen anterior (kelopak mata hingga lensa) 3. Pemeriksaan segmen posterior (papila n. Opticum dan retina/koroid) 4. Pemeriksaan tekanan lensa okuler
6/5/12

1. Pemeriksaan Tajam Penglihatan (Visus)


Tujuan : Pemeriksaan tajam penglihatan dilakukan untuk mengetahui fungsi penglihatan setiap mata secara terpisah.
6/5/12

Teknik Pemeriksaan :

Penderita diminta duduk pada jarak 5 atau 6 meter tepat di depan kartu Snellen. Apabila penderita berkacamata, mintalah untuk melepas kacamatanya.

Biasakanlah memeriksa mata kanan


6/5/12

dulu, baru kemudian mata kiri

Bila penderita hanya dapat mengenali sampai pada huruf-huruf baris berkode 20 meter misalnya, dan jarak penderita ke kartu 5 m, maka visusnya 5/20 (jangan disingkat menjadi 1/4).

6/5/12

Bila tulisan besar tidak dapat dibaca,

Bila penderita tidak dapat melihat goyangan tangan anda, lakukan pemeriksaan dengan lampu senter. Nyalakan lampu senter di depan mata penderita dan mintalah penderita menyebutkan apakah senter menyala atau tidak. Bila
6/5/12

Gambar Kartu Snellen dan Pemeriksaannya

6/5/12

Pemeriksaan Tajam Penglihatan

Tujuan : untuk mengetahui fungsi penglihatan setiap mata secara terpisah. Alat :

Kartu Snellen atau E Lensa coba Gagang lensa coba

6/5/12

Teknik Pemeriksaan :

Pasien duduk menghadapai kartu Snellen dengan jarak 6 meter. Dipasang dengan lensa coba. Mata yang tidak akan diperiksa tajam penglihatan ditutup, biasanya yang dieperiksa lebih dahulu mata kanan sehingga dilakukan penutupan mata kiri terlebih dahulu.
6/5/12

Nilai atau Hasil Pemeriksaan :

Bila tajam penglihatan 6/6 maka berarti ia dapat melihat huruf tersebut pada jarak 6 meter, yang oleh orang normal huruf tersebut dapat dilihat pada jarak 6 meter. Bila pasien hanya dapat melihat huruf pada baris yang menunjukkan angka 30, berarti tajam penglihatan pasien 6/30.

6/5/12

Uji Hitung Jari

Dasar :

Jari dapat dilihat terpisah oleh orang normal pada jarak 60 meter.

Tujuan :

Mengetahui turunnya tajam penglihatan seseorang.

6/5/12

Teknik dan Nilai Pemeriksaan

Teknik :

Pasien duduk di kamar yang terang. Pasien diminta melihat atau menentukan jumlah jari yang diperlihatkan pada jarak tertentu. Bila jari yang diperlihatkan dikenal pada jarak 1 meter maka dikatakan tajam penglihatan seseorang adalah 1/60.

Nilai :

6/5/12

Uji Lambaian Tangan

Dengan uji lambaian tangan, maka dinyatakan tajam penglihatan pasien yang lebih buruk daripada 1/60. Orang normal dapat melihat gerakan atau lambaian tangan pada jarak 300 meter. Bila pasien hanya dapat melihat lambaian tangan pada jarak 1 meter, berarti tajam penglihatannya adalah 1/300.
6/5/12

Uji Proyeksi Sinar

Proyeksi sinar menentukan letak retina yang masih normal atau tertanggu, sehingga dapat dinyatakan:

1/~ proyeksi baik, berarti seluruh fungsi retina perifer masih baik. Pada keadaan ini belum tentu fungsi macula lutea normal. 1/~ proyeksi nasal salah, berarti fungsi retina temporal terganggu.

6/5/12

Uji Pinhole

Tujuan

Pemeriksaan ini bermaksud untuk mengetahui apakah tajam penglihatan turun akibat kelainan media penglihatan atau saraf optik. Dengan pinhole dapat ditentukan dengan cepat dan tepat apakah koreksi yang telah dilakukan sesuai.

6/5/12

Dasar

Alat :

Lempeng pinhole (lempeng dengan celah berdiameter 0,75 mm) Kartu Snellen Di kamar ruangan biasa

Teknik

Pasien duduk menghadap kartu Snellen dengan jarak 6 meter.

Pasien diminta membaca huruf terakhir 6/5/12 (terkecil) yang masih dapat terbaca

Nilai

Bila dapat dibaca huruf yang lebih kecil daripada huruf sebelumnya pada kartu Snellen berarti terdapat kelainan refraksi yang belum dikoreksi penuh. Bila huruf yang terbaca lebih besar daripada huruf yang sebelumnya terbaca pada kartu Snellen berarti terdapat kelainan pada media penglihatan.

6/5/12

2. Pemeriksaan Segmen Anterior

Segmen anterior adalah daerah sekitar mata, kelopak mata ke dalam kecuali vitreus dan retina. Untuk pemeriksaan ini yang penting adalah mengetahui yang harus dicari/dilihat dan gambaran mata dalam keadaan normal.

6/5/12

Teknik Pemeriksaan :

Pemeriksa duduk di depan penderita pada jarak jangkauan tangan. Ruangan dibuat agak gelap. Lakukanlah pemeriksaan dari luar ke dalam, mulai dari konjungtiva sampai lensa. Gunakan lampu senter yang cukup terang dengan sinar yang terfokus baik. Biasakanlah memeriksa mata kanan dulu, baru kemudian mata kiri.
6/5/12

Mulailah dengan memeriksa keadaan kelopak mata, bagaimana keadaan kulitnya, apakah ada tanda peradangan seperti hiperemia, pembengkakan, tonjolan, dll. Periksa pula lebar rima okulinya, apakah sama antara mata kanan dan kiri. Secara normal kelopak mata harus sama tinggi, selaian itu bila kelopak mata diangkat maka 6/5/12

Periksalah keadaan konjungtiva bulbi dengan meminta penderita melihat lurus ke depan dan amatilah apakah konjungtivanya normal warnanya, corakan pembuluh darahnya, adakah penonjolan atau pembengkakan. Amati pula bagaimana warna skleranya, adalah penipisan atau kelainan lainnya. Periksalah keadaan konjungtiva palpebra inferior dengan meminta penderita melirik ke atas, kemudian tangan kiri pemeriksaan menarik kelopak bawah 6/5/12