Anda di halaman 1dari 22

PENDAHULUAN

Hiperplasia prostat jinak adalah pembesaran kelenjar prostat yang bisa membuat sulit buang air kecil.Hipertrofi prostat benigna / pembesaran prostat jinak merupakan penyakit pada pria tua dan jarang ditemukan pada usia sebelum 40 tahun. Prostat normal pada pria mengalami peningkatan ukuran yang lambat dari lahir sampai pubertas,namun ada juga peningkatan yang cepat dan kontinyu sampai usia akhir 30tahun. Istilah hipertrofi sendiri sebenarnya kurang tepat karena sebenarnya yang terjadi adalah hiperplasi kelenjar periuretral yang kemudian mendesak jaringan prostat yang asli ke perifer dan kemudian menjadi simpai bedah / kapsul bedah.Hiperplasia menyebabkan pembesaran prostat yang dapat membatasi aliran urin dari kandung kemih. Kegagalan berkemih hasil dari pembesaran kelenjar prostat dan obstruksi kandung kemih disebut gejala saluran kemih bawah(LUT).Tidak semua laki-laki dengan BPH memiliki gejala saluran kemih bawah, dan, juga, tidak semua laki-laki dengan LUT memiliki BPH. Sekitar setengah dari pria didiagnosis dengan BPH histopatologi menunjukkan LUT sedang sampai parah. Komplikasi jarang terjadi tetapi mungkin termasuk retensi urin akut ,gangguan pengosongan kandung kemih, atau kebutuhan untuk operasi korektif. Volume prostat dapat meningkat dari waktu ke waktu pada pria dengan BPH. Selain itu, aliran urin puncak, volume sisa urin , dan gejala-gejala dapat memburuk dari waktu ke waktu pada laki-laki dengan BPH tidak diobati.

I. INSIDENS DAN EPIDEMOLOGI BPH dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan pada pria dan hormon tergantung pada testosteron dan dihidrotestosteron (DHT) yang diproduksi. Diperkirakan 50% lakilaki yang berumur 50 tahun dan 80-90% laki-laki yang berumur 80 tahun menunjukkan BPH histopatologi. Dengan demikian, peningkatkan ukuran kelenjar dianggap normal dari proses penuaan. Di Amerika Serikat pada tahun 2000, ada 4,5 juta kunjungan ke dokter untuk BPH.

II.ANATOMI Prostat adalah kelenjar seukuran kenari yang merupakan bagian dari sistem reproduksi laki-laki. Kelenjar ini terbuat dari dua lobus, atau wilayah, tertutup oleh lapisan luar dari jaringan. Gambar menunjukkan, prostat terletak di depan rektum dan tepat di bawah kandung kemih, dimana urin disimpan. prostat juga mengelilingi uretra. Prostat adalah suatu organ kelenjar yang fibromuskular,yang terletak persis di bawah kandung kemih.Berat Prostat pada orang dewasa normal kira-kira 20 gram,didalamnya terdapat urethra posterior dengan panjangnya 2,5-3cm.Pada bahagian anterior disokong oleh ligamentum pubo prostatika yang melekatkan prostat pada simpisis pubis.Pada bagian posterior prostat terdapat vesikula seminalis,vas deferen,fasia denonvilliers dan rectum.Fasia denonvilliers berasal dari fusi tonjolan dua lapisan peritoneum,fasia ini cukup keras dan biasanya dapat menahan invasi karsinoma prostat ke rectum sampai suatu stadium lanjut. Pada bahagian posterior ini, prostat dimasuki oleh ductus ejakulatorius yang berjalan secara oblique dan bermuara pada veromentanum didasar urethra prostatika persis dibahagian proksimal spingter eksterna. Pada permukaan superior, prostat melekat pada bladder outlet dan spingter interna sedangkan dibagian inferiornya terdapat diafragma urogenitalis yang dibentuk oleh lapisan kuat fasa pelvis, dan perineal membungkus otot levator ani yang tebal. Diafragma urogenital ini pada wanita lebih lemah oleh karena ototnya lebih sedikit dan fasia lebih sedikit.

Gambar. menunjukkan perbedaan antara prostat yang normal dan yang mengalami pembesaran

III. Histologi Prostat terdiri atas 30-50 kelenjar tubulo alveolar yang mencurahkan sekretnya ke dalam 15-25 saluran keluar yang terpisah. Saluran ini bermuara ke uretra pada kedua sisi kolikulus seminalis. Kelenjar ini terbenam dalam stroma yang terutama terdiri dari otot polos yang dipisahkan oleh jaringan ikat kolagen dan serat elastis. Otot membentuk masa padat dan dibungkus oleh kapsula yang tipis dan kuat serta melekat erat pada stroma. Alveoli dan tubuli kelenjar sangat tidak teratur dan sangat beragam bentuk ukurannya, alveoli dan tubuli bercabang berkali-kali dan keduanya mempunyai lumen yang lebar, lamina basal kurang jelas dan epitel sangat berlipat-lipat. Jenis epitelnya berlapis atau bertingkat dan bervariasi dari silindris sampai kubus rendah tergantung pada status endokrin dan kegiatan kelenjar. Sitoplasma mengandung sekret yang berbutir-butir halus, lisosom dan butir lipid. Nukleus biasanya satu, bulat dan biasanya terletak basal. Nukleoli biasanya terlihat di tengah, bulat, dan kecil

Gambar. Histologi kelenjar prostat dengan pewarnaan haematoksilin dan eosin (Eroschenko.VP, 2001). IV. ETIOLOGI

Penyebab Benign prostate hyperplasia tidak di ketahui. BPH dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan pada pria dan hormon tergantung pada testosteron dan dihidrotestosteron (DHT) yang diproduksi.Salah satu teori ialah teori testosterone(T) iaitu T bebas yang dirubahmenjadi Dehydrotestosterone(DHT) oleh enzim 5a reduktase yang merupakan bentuk testosterone yang aktif yang dapat ditangkap oleh reseptor DHT didalam sitoplasma sel prostat yang kemudian bergabung dengan reseptor inti sehingga dapat masuk kedalam inti untuk mengadakan inskripsi pada RNA sehingga akan merangsang sintesis protein.Teori yang disebut diatas menjadi dasar pengobatan BPH dengan inhibitor 5a reduktase.

Beberapa hipotesis yang diduga sebagai penyebab timbulnya BPH adalah:


1. 2. 3.

Peranan dari faktor pertumbuhan sebagai pemacu pertumbuhan stroma kelenjar prostat. Meningkatkan lama hidup sel-sel prostat karena berkurangnya sel yang mati Teori sel stem menerangkan bahwa terjadi proliferasi abnormal sel stem sehingga menyebabkan produksi sel stroma dan sel epitel kelenjar prostat menjadi berlebihan.

V. Patofisiologi Penyebab BPH belum diketahui dengan pasti, ada beberapa pendapat dan fakta yang menunjukan, ini berasal dan proses yang rumit dari androgen dan estrogen. Dehidrotestosteron yang berasal dan testosteron dengan bantuan enzim 5- reduktase diperkirakan sebagai mediator utama pertumbuhan prostat. Dalam sitoplasma sel prostat ditemukan reseptor untuk dehidrotestosteron (DHT). Reseptor ini jumlahnya akan meningkat dengan bantuan estrogen. DHT yang dibentuk kemudian akan berikatan dengan reseptor membentuk DHT-Reseptor komplek. Kemudian masuk ke inti sel dan mempengaruhi RNA untuk menyebabkan sintesis protein sehingga terjadi protiferasi sel. Adanya anggapan bahwa sebagai dasar adanya gangguan keseimbangan hormon androgen dan estrogen, dengan bertambahnya umur diketahui bahwa jumlah androgen berkurang sehingga terjadi peninggian estrogen secara retatif.

Diketahui estrogen mempengaruhi prostat bagian dalam (bagian tengah, lobus lateralis dan lobus medius) hingga pada hiperestrinism, bagian inilah yang mengalami hiperplasia . Pembesaran prostat menyebabkan penyempitan lumen uretra pars prostatika dan akan menghambat aliran urine. Keadaan ini menyebabkan peningkatan tekanan intravesikal. Untuk dapat mengeluarkan urin, buli-buli harus berkontraksi lebih kuat guna melawan tahanan itu. Kontraksi yang terus-menerus ini menyebabkan perubahan anatomik dari buli-buli berupa hipertrofi otot detrusor, trabekulasi, terbentuknya selula, sakula, dan divertikel buli-buli. Fase penebalan otot detrusor ini disebut fase kompensasi otot dinding. Perubahan struktur pada buli-buli dirasakan oleh pasien sebagai keluhan pada saluran kemih sebelah bawah atau lower urinary tract symptom (LUTS) yang dahulu dikenal dengan gejala-gejala prostatismus.

Dengan semakin meningkatnya resistensi uretra, otot detrusor masuk ke dalam fase dekompensasi dan akhirnya tidak mampu lagi untuk berkontraksi sehingga terjadi retensi urin. Tekanan intravesikal yang semakin tinggi akan diteruskan ke seluruh bagian buli-buli tidak terkecuali pada kedua muara ureter. Tekanan pada kedua muara ureter ini dapat menimbulkan aliran balik urin dari buli-buli ke ureter atau terjadi refluks vesico-ureter. Keadaan ini jika berlangsung terus akan mengakibatkan hidroureter, hidronefrosis, bahkan akhirnya dapat jatuh ke dalam gagal ginjal.

VI. Gejala Klinis Obstruksi prostat dapat menimbulkan keluhan pada saluran kemihmaupun keluhan diluar saluran kemih. 1. Gejala pada saluran kemih bagian bawah Disebut juga Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS) atau Prostatismus. Terdiri atas gejala obstruksi dan iritasi.

a. Gejala Obstruksi

Hesitansi ketika menunggu saat permulaan miksi Pancaran miksi lemah Intermitensi atau pancaran miksi terputus-putus Miksi tidak puas Menetes setelah miksi

b. Gejala Iritasi

Frekuensi Nokturi Urgensi Disuri

Timbulnya gejala LUTS merupakan manifestasi kompensasi buli-buli untuk mengeluarkan urine. Pada suatu saat, otot buli-buli mengalami kepayahan sehingga jatuh ke fase dekompensasi yang diwujudkan dalam bentuk retensi urine akut. Timbulnya dekompensasi buli-buli disebabkan oleh beberapa faktor yaitu volume buli-buli tiba-tiba terisi penuh, massa prostat tiba-tiba membesar dan setelah mengkonsumsi obat-obatan yang dapat menurunkan kontraksi otot detrusor atau yang dapat mempersempit leher buli-buli. 2. Gejala pada saluran kemih bagian atas Keluhannya berupa gejala obstruksi antara lain nyeri pinggang, benjolan di pinggang (merupakan tanda hidronefrosis) atau demam yang merupakan tanda infeksi atau urosepsis. 3. Gejala di luar saluran kemih

Kadang pasien datang ke dokter mengeluhkan adanya hernia inguinalis atau haemorrhoid. Timbulnya kedua penyakit ini mungkin karena sering mengejan pada saat miksi sehingga mengakibatkan peningkatan tekanan intra abdominal.

VII.Diagnosa Diagnosa BPH ditegakkan melalui beberapa pemeriksaan berikut setelah ada indikasi atas gejala klinik terjadi pembesaran prostat. a. Digital Rectal Examination (DRE) Pemeriksaan ini biasanya dilakukan pertama kali. Pemeriksaan ini gamabran ukuran dan kondisi dari prostat. b. Prostate-Specific Antigen (PSA) Blood Test PSA disintesis oleh sel epitel prostat dan bersifat organ specific tetapi specific. Serum PSA dapat dipakai untuk meramalkan bukan cancer memberikan dokter

perjalanan penyakit dari BPH, dalam

hal ini jika kadar PSA tinggi berarti: (a) pertumbuhan volume prostat lebih cepat, (b) keluhan akibat BPH/laju pancaran urine lebih jelek, dan (c) lebih mudah terjadinya retensi urine berdasarkan kadar

akut. Pertumbuhan volume kelenjar prostat dapat diprediksikan

PSA. Dikatakan oleh Roehrborn et al., 2000 bahwa makin tinggi kadar PSA makin cepat laju pertumbuhan prostat. c. Rectal Ultrasound dan Prostate Biopsy Jika ada indikasi kearah karsinoma prostat, maka akan dilakukan Ultrasound. Disini akan ditemukan area yang pemeriksaan Rectal

mengindikasikan tumor dan dapat membantu

pengambilan jaringan secara biopsy untuk pemeriksaan mikroskopik. d. Urine Flow Study

Voiding diaries / Urine Flow Study saat ini dipakai secara luas untuk traktus urinarius bagian bawah dengan reliabilitas dan

menilai fungsi

validitas yang cukup baik. Pencatatan

miksi ini sangat berguna pada pasien yang mengeluh nokturia sebagai keluhan yang menonjol. Dengan mencatat kapan dan berapa jumlah asupan cairan yang dikonsumsi serta menderita kapan nokturia

dan berapa jumlah urine yang dikemihkan dapat diketahui seorang pasien idiopatik, instabilitas detrusor akibat obstruksi asupan air yang berlebih.

infra-vesika, atau karena poliuria akibat

Sebaiknya pencatatan dikerjakan 7 hari berturut-turut untuk pencatatan

mendapatkan hasil yang baik. Namun Brown et al., 2002 mendapatkan bahwa selama 3-4 hari sudah cukup untuk penilaian

VIII. Pemeriksaan Penunjang Hiperplasia Prostat USG USG dapat dilakukan secara transabdominal atau transrektal (trans rectal ultrasography = TRUS). Selain untuk mengetahui pembesaran prostat, pemeriksaan ini dapat pula menentukan volume vesika urinaria, mengukur sisa urin dan keadaan patologi lain seperti divertikel, tumor dan batu.

Gambar. Tampak ukuran prostat membesar,tampak indentasi caudal ke buli-buli. CT scan CT Scan adalah salah satu peralatan radiodiagnostik dengan menggunakan sinar-x. pada dasarnya gambar yang dihasilkan merupakan pemetaan dari penyerapan objek terhadap sinar-x . Perbedaan mendasar dengan pemotretan sinar-x biasa (konvensional) adalah gambar yang ditampilkan merupakan gambar potongan axial, sedangan dengan pemotretan sinar-x konvensional gambar yang dihasilkan adalah gambaran AP,PA atau lateral. Dengan kata lain CT Scan adalah alat yang dapat menghasilkan gambar potongan axial. Pada CT-Scan pada BPH ditemukan gambaran ukuran prostat membesar di atas simphisis pubis

Gambar. Tampak ukuran prostat membesar di atas ramus superior simfisis pubis.

RADIOLOGI BNO-IVP BNO-IVP adalah pemeriksaan radiologi dengan menggunakan kontras untuk menilai sistem

urinarius. Pada pemeriksaan ini, kontras disuntikkan melalui vena dan kemudian difoto menggunakan sinar x. Kontras tersebut berguna agar urine menjadi terlihat pada sinar x dan bila ada halangan atau hambatan pada saluran kemih maka akan terdeteksi.Media kontras yang digunakan adalah yang berbahan iodium, dimana jumlahnya disesuaikan dengan berat badan pasien, yakni 1-2 cc/kg berat badan. Pada BPH dengan BNO-IVP ditemukan : a. Indentasi caudal buli-buli b. Elevasi pada intraureter menghasilkan bentuk J-ureter (fish-hook appearance) c. Divertikulasi dan trabekulasi vesika urinaria

Indikasi

Pemeriksaan

BNO-IVP

adalah

renal

agenesis, of

polyuria, ureter

BPH and

(benignprostatichyperplasia),

congenitalanomaly

(duplication

pelvis,ectopickidney,horseshoekidney,malroration), renal.

hydroneprosis,pyelonepritis,dan

hipertensi

Kontra Indikasi

Alergi terhadap media kontras Pasien yang mempunyai kelainan atau penyakit jantung Pasien dengan riwayat atau dalam serangan jantung Multi myeloma Neonatus Diabetes mellitus tidak terkontrol/parah Pasien yang sedang dalam keadaan kolik Hasil ureum dan creatinin tidak normal

Persiapan Pasien

1. Pasien makan bubur kecap saja sejak 2 hari (48 jam) sebelum pemeriksaan BNOIVP dilakukan.

2. Pasien tidak boleh minum susu, makan telur serta sayur-sayuran yang berserat. 3. Jam 20.00 pasien minum garam inggris (magnesium sulfat), dicampur 1 gelas air matang untuk urus-urus, disertai minum air putih 1-2 gelas, terus puasa. 4. Selama puasa pasien dianjurkan untuk tidak merokok dan banyak bicara guna meminimalisir udara dalam usus. 5. Jam 08.00 pasien datang ke unit radiologi untuk dilakukan pemeriksaan, dan sebelum pemeriksaan dimulai pasien diminta buang air kecil untuk mengosongkan blass. 6. Yang terakhir adalah penjelasan kepada keluarga pasien mengenai prosedur yang akan dilakukan dan penandatanganan informed consent.

Gambar.Tampak pemeriksaan BNO-IVPdengan urogram normal

Gambar. Tampak Fish Hook appearance(di tandai dengan anak panah) pada gambar di atas

Gambar Retrograde cystogram. Anterioposterior menunjukan adanya terdapat diverticula kecil yang multiple pada penderita BPH

Terdapat filling defect, tampak gambaran semiopaque pada rongga pelvik dengan batas tegas reguler

1. Foto 5 menit post injeksi


o

Tampak fungsi sekresi dan ekskresi ginjal Tampak kontras mengisi system pelviocalyseal. Tampak vesica urinaria terisi penuh oleh kontras Tampak vesica urinaria yang telah kosong

2. Foto 15 menit post injeksi


o

3. Foto 30 menit post injeksi (full blass)


o

4. Foto Post Mixi


o

IX.PENGOBATAN Tujuan terapi medikamentosa adalah berusaha untuk: (1) mengurangi resistensi otot polos prostat sebagai komponen dinamik atau (2) mengurangi volume prostat sebagai komponen statik. Jenis obat yang digunakan adalah : 1. Antagonis adrenergik reseptor yang dapat berupa: a. preparat non selektif: fenoksibenzamin b. preparat selektif masa kerja pendek : prazosin, afluzosin, dan indoramin c. preparat selektif dengan masa kerja lama : doksazosin, terazosin, dan 2. Inhibitor 5 redukstase, yaitu finasteride dan dutasteride 3. Fitofarmaka tamsulosin

Pembedahan
Pembedahan merupakan gold standard untuk mengobati dan mengurangi simptomsimptom BPH. Indikasi pembedahan yaitu pada BPH yang sudah menimbulkan komplikasi, diantaranya adalah:

(1) retensi urine karena Obstruksi prostat (BPO) (2) infeksi saluran kemih berulang karena BPO (3) hematuria makroskopik karena BPE (4) batu buli-buli karena BPO (5) gagal ginjal yang disebabkan oleh BPO (6) divertikulum bulibuli yang cukup besar karena BPO Jenis pembedahan yang tersering adalah TURP(TransuNrethral resection of the prostate) yaitu mengeluarkan bagian yang mengalami pembesaran.Jika pembesarannya sedikit maka kaedah TUI(Transurethral incision) dijalankan. Contoh Pembedahan yang lain:

Microwave thermotherapy

Dalam pengobatan ini, tisu-tisu prostat ini dipanaskan sehingga 45C.Ini mengurangi saiz prostat menyebabkan sel-sel di central prostat mati. Pengobatan ini dijalankan melalui urethra.

Electrovaporisation

Dalam prosedur ini tisu prostat yang bermasalah di keluarkan dengan cara evaporasi dengan menggunakan arus listrik. Terapi ini di jalankan melalui endoscopy.

Laser-resection

Ini adalah pengobatan secara endoskopi, tisu tisu prostat di keluarkan dengan laser.Satu saluran di bentuk dengan memasukkan satu tube yang di perbuat dari besi atau plastik yang menetap di tempat yang ada obstruksi di urethra yang disebabkan oleh prostat.Terapi ini jarang di jalankan.15

X. DIAGNOSIS BANDING

Kanker Prostat
Kanker prostat adalah penyakit kanker yang berkembang di prostat, sebuah kelenjar dalam sistem reproduksi lelaki. Hal ini terjadi ketika sel prostat mengalami mutasi dan mulai berkembang di luar kendali. Sel ini dapat menyebar secara metastasis dari prostat ke bagian tubuh

lainnya, terutama tulang dan lymph node. Kanker prostat dapat menimbulkan rasa sakit, kesulitan buang air kecil, disfungsi erektil dan gejala lainnya17. I. Manifestasi klinik Pada tahap-tahap awal biasanya Asimptomatik. Pada stadium dini umumnya tanpa manifestasi khas, gejala klinis sama dengan hipertrofi prostat jinak. Pada stadium lanjut dengan metastase jauh timbul gejala sesuai daerah yang terkena. Gejala biasanya yang muncul pada stadium lanjut adalah : Dalam literatur lain dikatakan bahwa adanya gejala menandai perkembangan karsinoma prostat yang telah menyebar / berkembang secara lokal atau metastase jauh. Obstruksi atau iritasi BAK dapat karena penyebaran lokal Tumor ke : urethra, leher VU, ekstensi langsung ke trigonum VU. Metastase tulang nyeri tulang Metastase ke columna vertebralis cord compression paresthesia, kelemahan ekstremitas bawah, dan inkontinensia uria atau alvi. II. Penentuan stadium karsinoma prostat yang menggunakan sistem TNM (Robbins, 2007). Klasifikasi TNM Temuan Anatomik Luas Tumor Primer (T) BAK sering, terutama pada malam hari. Sulit memulai kencing dan atau sulit menahan kencing Aliran kencing yang lemah dan atau terputus putus Nyeri atau perasaan terbakar saat BAK Sulit ereksi Nyeri saat ejakulasi Hematuria atau Hematospermia Kaku atau nyeri pada punggung bawah, panggul, atau paha atas

T1 T1a T1b T1c T2 T2a T2b T2c T3 T3a T3b T3c T4

Lesi tidak teraba Keterlibatan 5% Jaringan TURP Keterlibatan > 5% Jaringan TURP Karsinoma ditemukan pada biopsi jarum Kanker teraba atau terlihat, terbatas di prostat Keterlibatan 50% dari satu lobus Keterlibatan > 50% dari satu lobus Keterlibatan kedua lobus Perluasan ekstraprostat local Unilateral Bilateral Invasi ke vesikula seminalis Invasi ke organ dan/atau struktur penunjang di sekitar T4a Invasi ke leher kandung kemih, rectum, atau sfingter eksternal T4b Invasi ke otot levator anus atau dasar panggul Status Kelenjar Getah Bening Regional (N) N0 Tidak ada metastasis ke kelenjar regional N1 Satu kelenjar regional, garis tengah 2 cm N2 Satu kelenjar regional, garis tengah 2 hingga 5 cm, atau banyak kelenjar dengan garis tengah <5 cm N3 Kelenjar regional dengan garis tengah >5 cm Metastasis Jauh (M) MO Tidak ada metastasis M1 Terdapat metastasis jauh M1a Metastasis ke kelenjar getah bening jauh M1b Metastasis ke tulang M1c Metastasis jauh lainnya

III.

Gambaran klinis

Pada pemeriksaan fisik, DRE (Digital Rectal Examination / Rectal Toucher) harus dilakukan. Nilai tonus sfingter ani dan BCR ( Bulbo-Cavernous Refleks ), Adanya massa pada rektum, nilai keadaan prostat. Pada karsinoma prostat ditemukan nodul/ teraba konsistensi prostat keras dan mungkin diantara lobus kanan dan kiri tidak simetris. Pada literatur lain dikatakan bahwa nodul pada lesi yang dicurigai suatu permukaan, keras, dan tepi keras. keganasan, biasanya nodul tidak menonjol ke atas

Gambar. Gambaran skematik rectal toucher pada Ca prostat

Jika pada pemeriksaan colok dubur ditemukan benjolan, maka dilakukan pemeriksaan USG.Dengan melakukan rontgen atau skening tulang, bisa diketahui adanya penyebaran kanker ke tulang.

IV. Pengobatan Pengobatan terhadap adenokarsinoma prostat sangat efektif apabila belum menyebar ke organ sekitarnya dan belum metastasis. Pengobatan terhadap adenokarsinoma prostat yang masih terbatas pada organ prostat adalah prostatektomi, radiasi dan brachyterapi. Apabila adenokarsinoma prostat telah metastasis maka digunakan terapi hormon dengan cara ablasi hormonal secara bedah (kastrasi), ablasi hormonal dengan obat-obatan (antagonis reseptor androgen, inhibitor 5reductase) atau gabungan keduanya (combined androgen blockade).

DAFTAR PUSTAKA

1. Dondalski M, White EM, Ghahremani GG, Patel SK. Carcinoma arising in urinary

bladder

diverticula: imaging 1993;161(4):817-20.

findings

in

six

patients.

Am

Roentgenol

2. Hardjowidjoto S. (1999).Benigna Prostat Hiperplasia. Airlangga University Press. Surabay 3. Malueka Rusdy, G.,Radiologi Diagnostik, Pustaka Cendekia Press, 2008 Yogyakarta. 1995. Urol

4. P.E.S Palmer, petunujuk untuk membaca foto untuk dokter umum, Jakarta: EGC 5. Quirinia A, Hoffmann AL. Bladder diverticula in patients with prostatism. Int Nephrol 1993;25(3):243-7.

6. Rassad, S. Radiologi diagnostic, 2009, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta


7. Soeparman. (1990). Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II. FKUI. Jakarta 8. http://emedicine.medscape.com/article/1144952-overview#showall

BENIGNA PROSTAT HIPERPLASIA

OLEH : Sigit Aryanto 110.2006.249

Pembimbing : Dr. Haryadi, Sp. Rad

SMF RADIOLOGI Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Hi. Abdul Moeloek 2011