Anda di halaman 1dari 11

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Taksonomi Hewan Dosen Pengampu: Dr. Niken Subekti, M.

Si

Oleh:

1. Eka Budi Septiana

4401410059

2. Farra Hiashinta Ristiandani 4401410060 3. Ikshania Nikmatul J 4. Indarti 5. Muhammad Imam F 4401410062 4401410063 441410077

JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2011

I PENDAHULUAN Latar Belakang Serangga (Insecta) termasuk dalam Phylum Arthropoda. Serangga merupakan golongan hewan yang paling dominan dimuka bumi. Jumlahnya diperkirakan lebih dari 1000 jenis yang terdapat pada suatu lapangan yang tersebar luas, seperti lingkungan (kebun) yang ada di UNNES. Spesies dari serangga berbeda-beda antara satu dengan yang lain mulai dari bentuk dan warnannya. Dalam hal ini perlu adanya taksonomi untuk mengetahui spesies serangga. Dengan taksonomi maka akan mempermudah dalam mengidentifikasi dan mengklasifikasikan spesies serangga dalam ordo-ordo maupun kelas-kelas atau yang sering dikenal kunci determinasi. Serangga memilik ciri-ciri sebagai berikut: memiliki 3 pasang kaki, sebagian besar bersayap, mengalami metamorfosis , tubuh dapat dibedakan antara bagian kepala, dada dan perut. Pada bagian kepala mempunyai antena dan mulut. Pada bagian mulut dengan berbagai tipe mulut yaitu tipe penggigit dan pengunyah, penusuk dan penghisap, penghisap dan penjilat. Pada bagian dada terdapat 3 pasang kaki dan 2 pasang sayap. Di bagian perut terlihat jelas ada segmen-segmen dan ada ovipositor serta serkus.

Rumusan Masalah 1. Apa sajakah insecta yang dapat ditemukan di kebun sebelah PKMU UNNES? 2. Bagaimanakah klasifikasi Insecta yang ditemukan? 3. Adakah Insecta yang dapat dijadikan suatu indikator kerusakan lingkungan dan bagaimana penjelasannya?

Tujuan 1. Mahasiswa dapat menemukan keanekaragaman Insecta di kebun sebelah PKMU UNNES 2. Mahasiswa dapat mengklasifikasikan jenis-jenis Insecta yang ditemukan, 3. Mahasiswa dapat mengetahui dan mampu menjelaskan Insecta yang menjadi sebuah indikator kerusakan suatu tanaman.

II TINJAUAN PUSTAKA

Serangga (disebut pula Insecta, dibaca "insekta") adalah kelompok utama dari hewan beruas (Arthropoda) yang bertungkai enam (tiga pasang); karena itulah mereka disebut pula Hexapoda (dari bahasa yunani yang berarti "berkaki enam") Serangga termasuk dalam kelas insekta (subfilum Uniramia) yang dibagi lagi menjadi 29 ordo, antara lain Diptera (misalnya lalat),Coleoptera (misalnya kumbang),

Hymenoptera(misalnya semut, lebah, dan tabuhan), dan Lepidoptera (misalnya kupu-kupu dan ngengat). Kelompok Apterigota terdiri dari 4 ordo karena semua serangga dewasanya tidak memiliki sayap, dan 25 ordo lainnya termasuk dalam kelompok Pterigota karena memiliki sayap. Serangga merupakan hewan beruas dengan tingkat adaptasi yang sangat tinggi. Ukuran serangga relatif kecil dan pertama kali sukses berkolonisasi di bumi.

Klasifikasi Insecta
Ordo Lepidoptera ketika fase larva memiliki tipe mulut pengunyah, sedangkan ketika imago memiliki tipe mulut penghisap. Adapun habitat dapat dijumpai di pepohonan. Ordo Collembola memiliki ciri khas yaitu memiliki collophore, bagian yang mirip tabung yang terdapat pada bagian ventral di sisi pertama segmen abdomen. Ada beberapa dari jenis ini yang merupakan karnivora dan penghisap cairan. Umumnya Collembolla merupakan scavenger yang memakan sayuran dan jamur yang busuk, serta bakteri, selain itu ada dari jenis ini yang memakan feses Artropoda, serbuk sari, ganggang, dan material lainnya. Ordo Coleoptera memliki tipe mulut pengunyah dan termasuk herbivore. Habitatnya adalah di permukaan tanah, dengan membuat lubang, selain itu juga membuat lubang pada kulit pohon, dan ada beberapa yang membuat sarang pada dedaunan .

Ordo Othoptera termasuk herbivora, namun ada beberapa spesies sebagai predator.Tipe mulut dari ordo ini adalah tipe pengunyah. Ciri khas yang dapat dijumpai yaitu sayap depan lebih keras dari sayap belakang. Ordo Dermaptera mempunyai sepasang antenna, tubuhnya bersegmen terdiri atas toraks dan abdomen. Abdomennya terdapat bagian seperti garpu. Ordo Diplura memiliki mata majemuk, tidak terdapat ocelli, dan tarsinya terdiri atas satu segmen. Habitatnya di daerah terrestrial, dapat ditemukan di bawah batu, di atas tanah, tumpukan kayu, di perakaran pohon, dan di gua. Ordo ini merupakan pemakan humus. Ordo Hemiptera memiliki tipe mulut penusuk dan penghisap. Ada beberapa yang menghisap darah dan sebagian sebagai penghisap cairan pada tumbuhan. Sebagian besar bersifat parasit bagi hewan, tumbuhan, maupun manusia. Ordo ini banyak ditemukan di bagian bunga dan daun dari tumbuhan, kulit pohon, serta pada jamur yang busuk. Ordo Odonata memiliki tipe mulut pengunyah. Umumnya Ordo ini termasuk karnivora yang memakan serangga kecil dan sebagian bersifat kanibal atau suka memakan sejenis. Habitatnya adalah di dekat perairan. Biasanya ditemukan di sekitar air terjun, di sekitar danau, dan pada daerah bebatuan. Sub kelas Diplopoda memiliki ciri tubuh yang panjang seperti cacing dengan beberapa kaki, beberapa memiliki kaki berjumlah tiga puluh atau lebih, dan segmen tubuhnya menopang dua bagian dari tubuhnya. Hewan jenis ini memiliki kepala cembung dengan daerah epistoma yang besar dan datar pada bagian bawahnya. Habitatnya adalah di lingkungan yang basah, seperti di bawah bebatuan, menempel pada lumut, di perakaran pohon, dan di dalam tanah. Tipe mulutnya adalah pengunyah. Beberapa dari jenis ini merupakan scavenger dan memakan tumbuhan yang busuk, selain itu ada beberapa yang merupakan hama bagi tanaman Serangga merupakan hewan beruas dengan tingkat adaptasi yang sangat tinggi. Fosil-fosilnya dapat dirunut hingga ke masa Ordovicius. Fosil kecoa dan capung raksasa primitif telah ditemukan. Sejumlah anggota Diptera seperti lalat dan nyamuk yang terperangkap pada getah juga ditemukan.

Metamorfosis pada Serangga

Hewan ini juga merupakan contoh klasik metamorphosis.Setiap serangga mengalami proses perubahan bentuk dari telur hingga ke bentuk dewasa yang siap melakukan reproduksi. Pergantian tahap bentuk tubuh ini seringkali sangat dramatis. Di dalam tiap tahap juga terjadi proses "pergantian kulit" yang biasa disebut proses pelungsungan. Tahap-tahap ini disebut instar. Ordo-ordo serangga seringkali dicirikan oleh tipe metamorfosisnya.

Morfologi Serangga
Secara morfologi, tubuh serangga dewasa dapat dibedakan menjadi tiga bagian utama, sementara bentuk pradewasa biasanya menyerupai moyangnya, hewan lunak beruas mirip cacing. Ketiga bagian tubuh serangga dewasa adalah kepala (caput), dada (thorax), dan perut (abdomen).

Peran serangga
Banyak serangga yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, diantaranya yaitu sebagai organisme pembusuk dan pengurai termasuk limbah, sebagai objek estetika dan wisata, bermanfaan pada proses penyerbukan maupun sebagai musuh alami hama tanaman, pakan hewan (burung) yang bernilai ekonomi tinggi , penghasil madu (dari genus Apis) dll.

III METODE PELAKSANAAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian yang kami laksanakan adalah di kebun sebelah PKMU Universitas Negeri Semarang. Metode yang digunakan adalah pengambilan sampel dengan ukuran petak 10x10 meter . Waktu pelaksanaan hari Minggu, 20 November 2011 pukul 07.30 11.00 WIB.

B. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dan sampel yang digunakan dalam peneitian ini adalah beberapa jenis insekta yang ada di kebun sebelah PKMU Universitas Negeri Semarang.

C. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Botol flakon 2. Plastik kg 3. Spidol permanen 4. Alat tulis 5. Data sheet 6. Jaring 7. Penggaris 8. Kertas label 9. Meteran 10. kamera

D. Langkah Kerja Adapun langkah kerja penelitian yang dilaksanakan menggunakan tahap berikut : 1. Persiapan Hal yang dilaksakan pada tahan ini adalah menentukan daerah yang akan menjadi sampel pengambilan data. 2. Pelaksanaan

Kegiatan pengambilan data penelitian di lakukan pada pagi hari pukul 07.30 hingga pukul 11.00,denga car kerja sebagai berikut: a. menentukan lokasi yang mejadi tempat pengambilan sampel b. menentukan luas area sapel dengan menggunakan petak ukuran 10x10 meter c. mengamati tanaman apa yang mendominasi ditempat tersebut d. mencari serangga yang ada dalam petakan tersebut,terutama serangga yang menjadi indikaor perusak tanaman e. menulis ke dalam data sheet dengan mengidentifikasi tipe

mulut,panjang badan,jumlah sayap,tie sayap,fase hidup,ciri khusus dan habitat f. jika belum diketahui ordo atau spesiesnya,maka serangga tersebut dapat diambil dan ditempatkan pada botol flakon yang sudah tersedia

PEMBAHASAN Data 1 1. Ngengat A Kunci determinasi: (1a, 2b, 8b, 14a) Filum : Arthropoda Kelas : Insecta Ordo : Ordo Lepidoptera Panjang tubuh 0,5 cm, tipe mulut pengisap, mempunyai 2 pasang sayap dan tipe bersisik, fase hidup dewasa, mempunyai ciri khusus thorax berwarna kuning kejinggaan dan habitatnya terestial.

2. Rayap Kunci determinasi: (1b, 4ab, 26a, 27b, 28a, 29b, 34b, 35b, 36b, 37b, 39b, 40b, 41b, 43b) Filum : Arthropoda Kelas : Insecta Ordo : Ordo Isopter Panjang tubuh 0,5 cm, fase hidup larva, mempunyai ciri khusus adanya sepasang antena dan habitatnya aborial Gnetum gnemon

3. Ngengat B Kunci determinasi: (1a, 2b, 8b, 14a) Filum : Arthropoda Kelas : Insecta Ordo : Ordo Lepidoptera

Panjang tubuh 1 cm, tipe mulut pengisap, mempunyai 2 pasang sayap dan tipe bersisik, fase hidup dewasa, mempunyai ciri khusus sepasang sayap tubuhnya ramping dengan warna coklat muda dan habitatnya herba.

4. Eurema sp (Kupu-kupu) Kunci determinasi: (1a, 2b, 8b, 14a) Filum : Arthropoda Kelas : Insecta Ordo : Ordo Lepidoptera Panjang tubuh 1cm, tipe mulut pengisap, mempunyai 2 pasang sayap dan tipe bersisik, fase hidup dewasa, mempunyai ciri khusus warna kuning, pada ujung sayap terdapat warna hitam dan habitatnya herba.

5. Spesies A Kunci determinasi: (1a, 2a, 3b, 4b, 6b, 7a) Filum : Arthropoda Kelas : Insecta Ordo : Ordo Coleoptera Panjang tubuh 1,2 cm, tipe mulut pengisap, fase hidup dewasa, mempunyai ciri khusus mempunyai 3 pasang kaki berwarna hitam dan habitatnya herba.

6. Belalang Kunci determinasi: (1a, 2a, 3b, 4b, 6b, 7b) Filum : Arthropoda Kelas : Insecta Ordo : Ordo Orthoptera Panjang tubuh 1,3 cm tipe mulut penggigit, mempunyai 2 pasang sayap dan tipe membran, fase hidup dewasa, mempunyai ciri khusus warna hijau, dan habitatnya herba.

7. Kecoa Kunci determinasi: (1a, 2a, 3b, 4b, 6b, 7a) Filum : Arthropoda Kelas : Insecta Ordo : Ordo Coleoptera Panjang tubuh 1cm tipe mulut penggigit, mempunyai 1 pasang sayap dan tipe membran, fase hidup dewasa, mempunyai ciri khusus warna kecoklatan, dan habitatnya herba.

8. Jangkrik Kunci determinasi: (1a, 2a, 3b, 4b, 6b, 7b) Filum : Arthropoda Kelas : Insecta Ordo : Ordo Orthoptera Panjang tubuh 1cm tipe mulut penggigit, mempunyai 1 pasang sayap dan tipe membran, fase hidup dewasa, mempunyai ciri khusus warna hitam kecoklatan dan habitatnya herba.

9. Kupu-kupu Kunci determinasi: (1a, 2b, 8b, 14a) Filum : Arthropoda Kelas : Insecta Ordo : Ordo Lepidoptera Panjang tubuh 1cm tipe mulut penggigit, mempunyai 1 pasang sayap dan tipe membran, fase hidup dewasa, mempunyai ciri khusus warna coklat bintil-bintil, dan habitatnya herba.

Data 2

Dari beberapa spesies yang ditemukan terdapat spesies yang menjadi indikator rusaknya batang atau akar pohon di kebun sebelah PKMU. Spesies tersebut termasuk Ordo Isoptera yaitu Macrotermes gilvus dan Formica rufa (semut). Macrotermes gilvus dikenal (rayap) menyerang batang pohon. Jenis pohon yang diserang adalah Acasia sp dan Eugenia sp. Pada pohon Acasia sp, Macrotermes gilvus menyerang batang. Hal itu dibuktikan dengan kulit batang rusak sekitar 10% karena diserang rayap. Ada pula yang diserang hingga 90% batang tersebut dan akan menyebakan pohon tersebut mati dan tumbang. Awalnya, Macrotermes gilvus menyerang pohon yang sakit dan dia memakan bagian floem dari pohon tersebut.