Anda di halaman 1dari 12

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penyebab banyaknya kegagalan konstruksi bangunan sipil pada akhir-akhir ini disebabkan oleh eksploitatifnya pemanfaatan tanah yang melebihi daya dukung tanah secara umum, sebagai contoh : pemanfaatan lahan gambut/rawa/tambak untuk perumahan dapat menyebabkan penurunan yang berlebihan, pembangunan jalan raya dengan timbunan yang melebihi tinggi kritis (Hcr) dapat menyebabkan sliding atau kelongsoran, timbunan optrit yang tinggi mengakibatkan dorongan pada abutment dan penurunan yang melebihi batas. Pemanfaatan lahan perbukitan dan lereng yang cukup terjal untuk pemukiman yang dikembangkan oleh developer / pengembang pada akhir-akhir ini dapat menyebabkan kelongsoran tanah, menambah debit banjir di daerah bawah dan mengganggu ekosistem tata air secara menyeluruh. Selain itu pola hidup yang kurang memperhatikan keberadaan sampah sedikit banyak dapat mempengaruhi kondisi kesehatan tanah. Untuk memperkecil permasalahan-permasalahan tersebut diatas perlu didukung dengan instrument penyehatan tanah dan pengolahan sampah diantaranya Soil tester, seiveing dan balance. B. Tujuan 1. Mengetahui pengertian tanah dan permasalahan kesehatan tanah. 2. Mengetahui pengertian sampah dan cara pengolahannnya. 3. Mengenal dan mengetahui instrumen yang dapat digunakan dalam bidang

penyehatan tanah dan pengolahan sampah. 4. Mengetahui kelebihan dan kelemahan alat intrumen dalam bidang penyehatan tanah dan pengolahan sampah.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Tanah Tanah adalah kumpulan tubuh alam yang menduduki sebagian besar daratan planet bumi, yang mampu menumbuhkan tanaman dan sebagai tempat mahluk hidup lainnya dalam melangsungkan kehidupannya. Tanah mempunyai sifat yang mudah dipengaruhi oleh iklim, serta jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk dalam jangka waktu tertentu. Pengertian lain yang diberikan oleh para ahli tanah adalah sebagai berikut : Tanah adalah bentukan alam, seperti tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia, yang mempunyai sifat tersendiri dan mencerminkan hasil pengaruh berbagai faktor yang membentuknya di alam. Tanah adalah sarana produksi tanaman yang mampu menghasilkan berbagai tanaman.

B. Permasalahan Kesehatan Tanah Pencemaran tanah adalah kerusakan lapisan tipis bumi yang bermanfaat yaitu tanah produktif untuk menumbuhkan tanaman sebagai sumber bahan makanan. Tanpa tanah yang subur, petani tidak bisa bercocok tanam dan menghasilkan makanan untuk orang di seluruh dunia. Pencemaran tanah disebabkan oleh hasil pembuangan limbah yang mengandung bahan-bahan anorganik yang sukar terurai dalam tanah seperti plastik, kaca, dan kaleng. Bahan-bahan ini sukar diuraikan oleh organisme dan mengakibatkan produktivitas tanah akan berkurang. Salah satunya adalah pembuangan sampah yang tidak dilakukan dengan baik misalnya di lahan kosong atau TPA yang dioperasikan secara sembarangan akan menyebabkan lahan setempat mengalami pencemaran akibat tertumpuknya sampah organik dan mungkin juga mengandung Bahan Buangan Berbahaya (B3). Bila hal ini terjadi maka akan diperlukan waktu yang sangat lama sampai sampah terdegradasi atau 2

larut dari lokasi tersebut. Selama waktu itu lahan setempat berpotensi menimbulkan pengaruh buruk terhadap manusia dan lingkungan sekitarnya. Dampak langsung akibat limbah yang dirasakan manusia adalah timbulnya bau yang tidak sedap dan kotor. Dampak yang tidak langsung diantaranya tempat pembuangan limbah dapat menjadi tempat berkembangnya organisme penyebab penyakit. Organisme ini dapat menyebabkan pernyakit ataupun hanya sebagai vektor (pembawa) penyakit yang merugikan manusia. Adapun penyakit yang dapat berkembang pada daerah berlimbah yang tidak terjada sanitasinya seperti pes, kaki gajah, malaria, demam berdarah ataupun penyakit yang lain. C. Pengertian Sampah Sampah adalah barang buangan. Sampah adalah materi sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses yang merupakan konsep buatan manusia. Sampah merupakan masalah bagi orang di seluruh dunia ini karena sampah merupakan suatu barang yg tidak terpakai lagi. Seiring dengan semakin tingginya populasi manusia, maka produksi sampah juga akan semakin tinggi. Sampah sebagai materi sisa jelas sudah tidak dibutuhkan lagi dan tidak memiliki nilai ekonomi, sedangkan kesadara masyarakat sendiri untuk membuang sampah pada tempatnya juga masih rendah. Masalah lainnya dari sampah adalah penanganan sampah. Selama ini sampah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah, sedangkan pemerintah sendiri kekurangan dana, teknologi dan sumberdaya manusia untuk pengangan sampah itu sendiri. Biaya retribusi yg selama ini di bayar oleh masyarakat diakuin oleh pemerintah hanya menutupi 10% dari biaya penanganan sampah. Tempat pembuangan sampah (TPS) dan tempat pembuangan akhir (TPA) serta tong-tong sampah selama ini selalu di tolak keberadaannya oleh masyarakat.

D. Pengaruh Sampah Terhadap Kesehatan dan Lingkungan Pengaruh Terhadap Kesehatan Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat dan anjing yang dapat menjangkitkan penyakit. Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut: 1) Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Penyakit demam berdarah (haemorhagic fever) dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai. 2) Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit). 3) Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernaaan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah. 4) Sampah beracun: 5) Telah dilaporkan bahwa di Jepang kira-kira 40.000 orang meninggal akibat mengkonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh raksa (Hg). Raksa ini berasal dari sampah yang dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator.

Dampak Terhadap Lingkungan Cairan rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan

mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan lenyap, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis. Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas-cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini dalam konsentrasi tinggi dapat meledak.

E. Cara Pengolahan Sampah Pengolaan atau pengelolaan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan

, pemrosesan , pendaur-ulangan , atau pembuangan dari material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yang dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan atau keindahan. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam . Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat padat , cair , gas , atau radioaktif dengan metoda dan keahlian khusus untuk masing masing jenis zat. Praktek pengelolaan sampah berbeda beda antara negara maju dan negara berkembang , berbeda juga antara daerah perkotaan dengan daerah pedesaan , berbeda juga antara daerah perumahan dengan daerah industri. Pengelolaan sampah yang tidak berbahaya dari pemukiman dan institusi di area metropolitan biasanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sedangkan untuk sampah dari area komersial dan industri biasanya ditangani oleh perusahaan pengolah sampah.

BAB III PEMBAHASAN

A. Pengertian Instrument Instrument tool,appparatus,spare adalah alat,berbeda dengan pemahaman maupun awam tentang

part,suku

cadang,komponen

onderdil.

Sedangkan

instrumentasi adalah alat-alat piranti (device) yang dipakai untuk pengukuran dan pengendalian dalam suatu sistem yang lebih besar dan lebih kompleks.Berikut ini adalah salah satu contoh alat yang digunakan dalam bidang penyehatan tanah dan pengolahan sampah. B. Macam-macam Instrumen Penyehatan Tanah dan Pengolahan Sampah 1. Soil Tester a. Kegunaan untuk mengukur pH tanah dan kelembaban tanah dengan stauannya %. b. Cara penggunaan : Mencapkan ujung alat runcing ke dalam tanah hingga sel-selnya terbenam dalam tanah dan membiarkan beberapa saat. Melihat skala besar/atas untuk penentuan pH tanah. Menekan tombol yang berada di samping alat untuk menentukan kelembaban tanah setelah dibiarkan beberapa saat dan melihat skala kecil/bawah sebagai penunjuk kelembaban tanah.

c. Kelemahan dan kelebihan 1) Kelemahan

Jika pemakaian sudah mencapai beberapa lama misalnya 3 tahun, maka pengukuran PH terkadang bisa menjadi tidak akurat lagi, untuk itu diperlukan proses kalibrasi. PH meter dapat dikalibrasi menggunakan larutan standar misalnya Solusi PH7, PH10 atau PH14. Pada saat pertama kali Anda terima alat ini maka kondisi PH meter adalah telah siap untuk digunakan pengukuran. Hal ini dikarenakan telah dikalibrasi oleh pihak pabrik dengan hasil kalibrasi dilampirkan dalam kotak dus. 2) Kelebihan Alat ini tergolong murah, bersifat portable, ringan, bisa digunakan untuk semua jenis tanah, praktis, dapat mengetahui kelembapan tanah sekaligus pH tanah, memiliki ketelitian pH hingga 0,5. d. Jenis- jenis Soil Taster

Electronic Soil Tester

Soil Test pH

Soil Tester

Soil Tester

2.

Seiveing a. Kegunaan mesin ini berfungsi untuk menyaring sample kering yang sudah relatif halus. Dengan Sieve ( Saringan ) yang bertingkat enam seperti pada mesin ini, maka penyaringan sample akan berjalan sempurna. Disamping itu untuk mengoptimalkan kerja mesin ini dilengkapi dengan beban pengetuk yang bekerja 65 ketukan setiap menitnya. Konstruksi mesin ini demikian kokoh dengan plat plat sebagai tiang dudukan Sieve dan penutup atas dari besi plat yang cukup tebal. Elektromotor berkedudukan diluar body mesin untuk memudahkan penyetelan maupun bongkar pasangnya. Dengan kelengkapan tersebut maka dapat disesuaikan besar kecilnya getaran ( frekwensi ) yang kita perlukan. b. Cara kerja: 1) Masukan steker dari mesin ke sumber listrik. 2) Siapkan beberapa sieve dan 1 ( satu) Pan and Cover maksimal 6 ( enam) sieve. 3) Letakkan pada bagian paling bawah dan Cover pada bagian paling atas.

4) Set dudukan sieve sesuai dengan jumlah sieve yang kita pasang. 5) Tutuplah penutup sieve dan posisikan beban pengetuk tepat diatasnya. 6) Jalankan mesin dengan saklar yang tersedia. 7) Bila waktu pengerjaan sample dirasa sudah cukup, matikan mesin dengan saklar yang sama. Untuk mengeluarkan sample dari mesin, lakukanlah langkah langkah sebagai berikut : 1) Bukalah ( angkat) beban ketukan ( ke arah atas belakang). 2) Bukalah penutup Sieve. 3) Ambillah Sieve Sieve maupun Pan dan Cover yang terpasang pada mesin. 4) Bila mesin tidak dipergunakan dalam waktu yang lama cabutlah steker yang menuju sumber listrik.

c.

Kelemahan dan kelebihan

1) Kelebihan Bisa digunakan pada sampel bubuk dengan kapasitas yang besar Hasil lebih baik dari jenis sieving lain Hasil lebih teliti Bisa digunakan dimanapun

2) Kekurangan Harga mahal Tidak portable Tidak efisien Alat mudah hang bila digunakan dalam waktu lama Butuh listrik

d. Jenis-jenis

Seiver shaker

Laboratory sieve test

Sieve analys

3. Balance a. Kegunaan Untuk menentukan kadar air tanah sampel akurasi unggul dan kinerja, sesuai GLP, suhu kalibrasi mudah dengan kit opsional, layar LCD menunjukkan berat aktual, waktu, suhu dan% kelembaban standar 3 bahasa teks layar, tampilan Grafik yang menunjukkan% kelembaban, padatan%. berat badan, suhu, waktu, real time, kurva pengeringan dan banyak lagi. Kapasitas 45 gram dan 35 gram.

b. Prinsip Kerja Sampel yang akan ditimbang dimasukkan kedalam alat tersebut dengan di letakkan pada sensor pan alat yang berbentuk bulat pipih yang sebelumnya alat tersebut telah di nol kan beratnya pada layar display tersebut. Sampel yang telah diletakkan pada sensor pan alat akan langsung di olah/direspon oleh sistem sensor pan dengan mengguanakan energi listrik yang hasil respon dari sensor akan dsalurkan ke LCD alat sebagai display,maka angka massa sampel yang ditimbang akan tertera pada LCD tersebut.

c. Kelemahan dan Kelebihan 1) Kelebihan Hasil penimbangan sampel lebih teliti

2) Kelemahan Tidak portable Butuh kalibrasi dengan mengubah ke angka 0 sebelum dilk\akukan penimbangan Sensor sangat sensitif merespon berat udara Butuh listrik Tidak efisien Mahal Hanya dapat mengukur sampel dengan berat maksimum 100 g 10

d. Jenis-jenis

Moisture Balance Tester

Soil Moisture Balance

11

BAB IV PENUTUP Kesimpulan Banyaknya kegagalan konstruksi bangunan sipil pada akhir-akhir ini disebabkan oleh eksploitatifnya pemanfaatan tanah yang melebihi daya dukung tanah secara umum, sebagai contoh : pemanfaatan lahan gambut/rawa/tambak untuk perumahan dapat menyebabkan penurunan yang berlebihan, pembangunan jalan raya dengan timbunan yang melebihi tinggi kritis (Hcr) dapat menyebabkan sliding atau kelongsoran, timbunan optrit yang tinggi mengakibatkan dorongan pada abutment dan penurunan yang melebihi Selain itu pola hidup yang kurang memperhatikan keberadaan sampah sedikit banyak dapat mempengaruhi kondisi kesehatan tanah. Untuk memperkecil permasalahanpermasalahan tersebut diatas perlu didukung dengan instrument penyehatan tanah dan pengolahan sampah diantaranya Soil tester, seiveing dan balance.

12