Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN HASIL TUTORIAL BLOK SISTEM TUBUH III SKENARIO IV PATOGENESIS BAKTERI

Disusun oleh: Ketua Scriber meja Anggota : Asyiah HamasaH Izzati : Deasy Kusuma Ardiani : Sariwiwit Intan P.A. M. Nizar Dwi Putranto Ita Kurniawati Erfin Ramadana Pratama Dwi Sri Lestari Cindy Uswatun K. I Putu Erlangga W. Meila Isna Alawiyah Ariska Cyntia Habsari (111610101088) (111610101099) (111610101091) (111610101087) (111610101090) (111610101092) (111610101093) (111610101094) (111610101095) (111610101096) (111610101097) (111610101098)

Scriber papan : Firda Nindita Sari

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JEMBER 2010/2011

STEP 1 1. Invasi : Proses bakteri masuk ke dalam inang dan menyebar ke seluruh tubuh untuk memulai proses infeksi. 2. Kolonisasi : Proses dimana bakteri menempati dan multiplikasi pada suatu daerah tertentu. 3. Bakteri pathogen : Agen biologis yang menyebabkan penyakit pada inangnya. 4. Toksigenesis : Kemampuan suatu organisme yang memproduksi toksin yang ikut serta dalam perkembangan penyakit. 5. Host : Organisme yanggg menampung / memberi makanan pada organisme lain/parasite. 6. Toksin : Substansi terlarut yang dapat mengubah metabolism normal sel sehingga kondisi fisiologisnya berubah. 7. Bakteri : Makhluk hidup terkecil bersel tunggal, dapat berkembang biak dengan membelah diri. 8. Pathogenesis bakteri : Kemampuan untuk menghasilkan penyakit pada organisme inang. STEP 2 1. Bagaimana ciri-ciri bakteri? 2. Bagaimana struktur bakteri? 3. Bagaimana tahap-tahap bakteri menyebabkan penyakit pada manusia? 4. Bagaimana mekanisme invasi? 5. Dimana biasanya bakteri menginfeksi? STEP 3 1. Ciri-ciri bakteri Tidak memiliki membrane inti Tidak memiliki klorofil Memiliki bentuk beraneka ragam Ukuran bervariasi 1-5 mikron Uniseluler Berperan sebagai decomposer Dapat ditemukan diberbagai habitat Dapat digunakan sebagai agen pengubah substrat menjadi produk yang dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia 2. Struktur bakteri Struktur dasar a. Dinding sel Sangat tipis, peptidoglikan (polisakarida yang berikatan dengan protein). Berfungsi untuk memberi bentuk, melindungi protoplasma sel, terjadinya pembelahan sel, menyelubungi sitoplasma, terdapat fosfolipid. b. Membrane plasma c. Sitoplasma d. Ribosom e. DNA f. Granula penyimpanan Struktur tambahan

a. Kapsul Lapisan di luar dinding sel dan hanya terdapat pada bakteri tertentu, polisakarida + air. b. Flagellum Alat gerak c. Pilus d. Fimbriae e. Klorosom Berada tepat dibawah membrane plasma, terdapat pigmen klorofil, hanya terdapat pada bakteri tertentu yang melakukan fotosintesis. f. Vakuola gas g. Endospora 3. Bakteri masuk ke dalam tubuh - Bakteri masuk ke dalam tubuh - Adhesi : Menempelnya bakteri pada sel inang yang terjadi pada sel epitel. - Invasi : Proses bakteri masuk pada sel inang/jaringan dan menyebar keseluruh tubuh. - Kehidupan intraseluler : kehidupan bakteri masuk ke dalam sel yaitu bertahan hidup dan berkembang biak membunuh sel inang dengan mengeluarkan pH vakuola dan memproduksi enzim profease. - Perusakan organ/jaringan 4. Mekanisme invasi Adhesi. Ada bantuan protein adhesin yang melekat pada reseptor, fili (struktur rambut pada bakteri yang tersusun atas protein yang tersusun atas silinder helix). Kolonisasi. Setelah tubuh terkontaminasi pada bakteri dan bakteri bersemayam di dalam tubuh manusia. Adhesin fimbriae (protein/polipeptida dan polisakarida yang melekat pada membrane sel bakteri). Sebagian bakteri (flora normal/bakteri non pathogen) segera dihancurkan oleh mekanisme pertahanan tubuh. Invasi a. Ekstraseluler terjadi apabila mikroba merusak barrier jaringan untuk menyebar dalam tubuh inang, baik melalui peredaran darah maupun limfa. b. Intraseluler terjadi apabila mikroba berpenetralisir dalam sel inang dan hidup di dalamnya. 5. Bakteri biasanya menginfeksi di : Pada membrane mukosa saluran pernapasan Saluran pencernaan melalui air, makanan. Biasanya pada saluran kencing. Penularannya melalui penyakit kelamin. Conjungtiva membrane yang melapisi bola mata Pada kulit tidak dapat terpenetrasi pada kulit sehat. Contohnya melalui folikel rambut dan kelenjar keringat. Pada organ dalam mikroba dapat langsung beradhesi pada organ dibawah kulit/ membrane mukosa melalui rute parentera. Contohnya injeksi melalui gigitan, luka, sayatan, dll.

STEP 4

Bakteri

Bakteri non patogen

Bakteri patogen

Macam-macam

Struktur

Ciri-ciri

Mekanisme Adhes Invasi Host Perusakan jaringan

STEP 5 1. 2. 3. 4. 5. 6. Menjelaskan ciri-ciri & struktur bakteri pathogen Menjelaskan macam-macam bakteri pathogen Menjelaskan mekanisme patogenenesis bakteri Menjelaskan macam-macam toksin Menjelaskan macam-macam invasin Menjelaskan mekanisme infeksi

STEP 6 STEP 7 1. Ciri-ciri bakteri pathogen Multiseluler Prokariot Tidak memiliki klorofil Ukuran bervariasi Meiliki bentuk beraneka ragam Hidup bebas/parasite

Ekstrim Reproduksi membelah diri Autotroph

Struktur bakteri pathogen a. Struktur dasar Dinding sel peptidoglikan (gabungan protein + polisakarida) yang berpengaruh membagi dua, yaitu gram positif dan gram negative. Membrane plasma membrane menyelubungi sitoplasma, tersusun atas fosfolipid dan protein. Sitoplasma cairan sel Ribosom organel yang tersusun atas protein dan RNA. DNA Granula penyimpanan b. Struktur tambahan Kapsul lapisan diluar dinding pada jenis bakteri tertentu. Tebal : kapsul, tipis : lapisan lendir. Flagel bulu cambuk sebagai alat gerak, terdiri dari bahan protein yang elastis yang disebut flagelin. Berdasarkan jumlahnya flagel dibagi menjadi 5, yaitu athric : tidak mempunyai flagel, monotrik : berflagel tunggal, iopatrik : seberkas flagel pada salah satu ujung, ampitrik : punya lebih dari satu flagel pada ujungnya, peritrik : mempunyai flagel diseluruh permukaan sel. Biasanya flagel peritrik ditemukan pada bakteri gram positif dan negative. Pilus struktur seperti rambut halus yang menonjol dari dinding sel mirip flagellum tapi lebih pendek. Fimbriae Klorosom struktur yang tepat berada pada membrane plasma dan mengandung pigmen klorofil/pigmen lain untuk fotosintesis. Vakuola gas terdapat pada bakteri air berfotosintesis. Endospore bentuk istirahat dari beberapa jenis bakteri gram positif, terbentuk dalam sel bakteri dalam kondisi tidak menguntungkan bagi kehidupan bakteri. Mesosom infaginasi pada sitoplasma sebagai pengganti reticulum endoplasma pada sel prokariot yang berfungsi memperluas permukaan.

2. Macam-macam bakteri Bakteri pathogen intraseluler menyebabkan penyakit bila masuk ke dalam tubuh makhluk hidup. Contoh : Mycobacterium tuberculosa TBC Bakteri pathogen kondisional menyebabkan penyakit pada kondisi tertentu. Contoh : Haemophilus influenzae influenza