Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI DI RUANG FLAMBOYAN RSUD TUGUREJO

DISUSUN OLEH : ACHDIAT IBNU OKTOFIHANSYAH NIM P. 17420111019

JURUSAN KEPERAWATAN SEMARANG PRODI DIII KEPERAWATANPOLITEKNIK KEMESKES SEMARANG KEMENKES SEMARANG 2012

LAPORAN PENDAHULUAN

A. PENGERTIAN PEMENUHAN KEBUTUHAN OKSIGENASI Oksigenadalahsalahsatukomponen gas dan unsure vital dalam proses metabolisme, untukmempertahankankelangsunganhidupseluruhseltubuh. Secara normal elemeninidiperolehdengancaramenghirupudararuangandalamsetiap kali bernafas. Namunapabilaseorangpasientidakdapatbernafasdenganbaik, makaperludilakukanterapioksegen (oksigenasi).Terapi O2 merupakansalahsatudariterapipernafasandalammempertahankanokasigenasijaringan yang adekuat.Secaraklinistujuanutamapemberian O2 adalahuntukmengatasikeadaanHipoksemiasesuaidenganhasilAnalisa Gas Darahdanuntukmenurunkankerjanafasdanmeurunkankerjamiokard. B. PENGKAJIAN A. Data SubjektifdanObjektifterkaitdenganPemenuhanKebutuhanOksigenasi 1. Data Subjektif a. Riwayat Kesehatan Sekarang Riwayat kesehatan yang dikaji meliputi data saat ini dan masalah yang lalu. Perawat mengkaji klien atau keluarga dan berfokus kepada manifestasi klinik dari keluhan utama, kejadian yang membuat kondisi sekarang ini, riwayat perawatan dahulu, riwayat keluarga dan riwayat psikososial. Riwayat kesehatan dimulai dari biografi klien, dimana aspek biografi yang sangat erat hubungannya dengan gangguan oksigenasi mencakup usia, jenis kelamin, pekerjaan (terutama yang berhubungan dengan kondisi tempat kerja) dan tempat tinggal. Keadaan tempat tinggal mencakup kondisi tempat tinggal serta apakah klien tinggal sendiri atau dengan orang lain yang nantinya berguna bagi perencanaan pulang (Discharge Planning) b. Riwayat Kesehatan Masa Lalu Perawat menanyakan tentang riwayat penyakit pernafasan klien. Secara umum perawat menanyakan tentang :Riwayat merokok : merokok sigaret merupakan penyebab penting kanker paru-paru, emfisema dan bronchitis kronik. Semua keadaan itu sangat jarang menimpa non perokok. Anamnesis harus mencakup halhal 1) Usiamulainyamerokoksecararutin. 2) Rata-rata jumlah rokok yang dihisap perhari 3) Usia melepas kebiasaan merokok.

c. Riwayat Kesehatan Keluarga Tujuan menanyakan riwayat keluarga dan sosial pasien penyakit paru-paru sekurang-kurangnya ada tiga, yaitu : 1) Penyakit infeksi tertentu : khususnya tuberkulosa, ditularkan melalui satu orang ke orang lainnya; jadi dengan menanyakan riwayat kontak dengan orang terinfeksi dapat diketahui sumber penularannya. 2) Kelainan alergis, seperti asthma bronchial, menunjukkan suatu predisposisi keturunan tertentu; selain itu serangan asthma mungkin dicetuskan oleh konflik keluarga atau kenalan dekat. 3) Pasien bronchitis kronik mungkin bermukim di daerah yang polusi udaranya tinggi. Tapi polusi udara tidak menimbulkan bronchitis kronik, hanya memperburuk penyakit tersebut. 2. Data Objektif yang palpasi,

Pemeniksaanfisikdilakukanuntukmengkajitingkatoksigenasijaringanklien meliputievaluasikeseluruhansistemkardiopulmonar.Teknikinspeksi, auskultasi, danperkusidigunakandalampemeriksanfisikini.

a. Inspeksi. Saatmelakukanteknikinspeksi, perawatmelakukanobservasidarikepalasampaikeujung kaki klienuntukmengkajikulitdanwarnamembranmukosa, penampilanumum, tingkatkesadaran, keadekuatan, sirkulasisistemik, polapernapasan, dangerakandinding dada. Setiapkelainanharusdiperiksaselamapalpasi, perkusi, danauskultasi. b. Palpasi. Palpasi dada dilakukanuntukmengkajiberapadaerah. Denganpalpasi, jenisdanjumlahkerjathoraks, daerahnyeritekandapatdiketahuidanperawatdapatmengidentifikasitaktil fremitus, getaranpada dada (thrill), angkatan dada (heaves), dantitikimpulsjantungmaksimal. Palpasijugamemungkinkanperawatuntukmerabaadanyamassaataubenjolan di aksiladanjaringanpayudara. Palpasipadaekstremitasmenghasilkan data tentangsirkulasiperifer, adanyanadiperifer, temperaturkulit, warna, danpengisiankapiler.

c. Perkusi. Perkusiadalahtindakanmengetukngetuksuatuobjekuntukmenentukanadanyaudara. cairan, ataubendapadat di jaringan yang berada di bawahobjektersebut (Malasanos, Barkauskas, dan Stoltenberg-allen, 1990). Perkusimenimbulkangetarandandaerah di bawah area yang diketukdengankedalaman 4 sampai 6 cm (Seidel dkk, 1995). Lima nada

perkusiadalahresonansi, hiperesonansi, redup, datar, dan timpani. Perkusimemungkinkanperawatuntukmenentukanadanyacairan yang tidak normal, udara di paru-paru, ataukerjadiafragma. d. Auskultasi. Penggunaanauskultasimemampukanperawatmengidentifikasibunyiparudan jantung yang normal maupun yang tidak normal. Auskultasisistemkardiovaskularharusmeliputipengkajiandalammendeteksibunyi S dan S. normal, mendeteksiadanyabunyi 53 dan 54 yang tidak normal, danbunyi murmur, sertabunyigesekan. Pemeriksaharusmengidentifikasilokasi, radiasi, intensitas, nada, dankualitasbunyi murmur. Auskultasijugadigunakanuntukmengidentifikasibunyi bruit di atasarterikarotis, aorta abdomen, danarteri femoral. Auskultasibunyiparudilakukandenganmendengarkangerakanudara di sepanjanglapanganparu anterior, posterior, dan lateral. Suaranapastambahanterdengar, jikasuatudaerahparumengalamikolapsterdapatcairan di suatulapanganparu, atauterjadiobstruksi. Auskultasijugadilakukanuntukmengevaluasiresponsklienterhadapintervensi yang dilakukanuntukmeningkatkan status pernapasan.

B. Data PenunjangterkaitdenganPemenuhanKebutuhanOksigenasi a. Tes untuk menentukan keadekuatan system konduksi jantung. EKG. Exercise stress test. b. Tes untuk menentukan kontraksi miokardium aliran darah. Echocardiography. Kateterisasi jantung. Angiografi. c. Tesuntukmengukurventilasi dan oksigenasi. Tesfungsiparu parudenganspirometri. Tesastrup. Oksimetri. Pemeriksaandarahlengkap. d. Melihatstruktursistempernapasan.

X-Raythoraks. Bronkhoskopi. CT Scanparu. e. Menentukanselabnormal/ infeksisistempernapasan. Kulturapustenggorok. Sitologi. Spesimensputum (BTA).

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosakeperawatan berhubungandenganmasalahkebutuhanoksigenasidiantaranyaadalah: 1. TidakEfektifnya Cara PembersihanSaluran Napas. Definisi: Kondisi dimana pasientidakmempumembersihkansekret/slemsehinggamenimbulkanobstruksisluranpernap asandalamrangkamempertahankansaluranpernapasan. Kemungkinanberhubungandengan: a. Menurunnyaenergi dan kelelahan. b. Infeksitrakheobronkhial. c. Gangguankognitif dan persepsi. d. Trauma. e. Bedahthoraks. Kemungkinan data yang ada: a. Suara napas tidak normal. b. Perubahanjumlahpernapasan. c. Batuk. d. Sianosis. e. Demam. f. Kesulitanbernapas (dispnea). yang

Kemungkinanmasalahklinik pada: a. ARDS, Cystic fibrosis. b. Pneumonia, injuri dada. c. Ca. Paru, gangguanneuromoskuler. d. COPD. Tujuan yang diharapkan: a. Saluranpernapasanpasienmenjadibersih. b. Pasiendapatmengeluarkansekret. c. Saluran napas dan keadaankulitmenjadi normal. 2. TidakEfektifnyaPolaPernapasan. Definisi:Kondisi dimana polainhalasi ekshalasipasientidakmampukarenaadanyagangguanfungsiparu. Kemungkinan berhubungan dengan: a. Obstruksi trakheal. b. Perdarahan aktif. c. Menurunnya ekspansi paru. d. Infeksi paru. e. Depresi pusat pernafasan. f. Kelemahan otot pernapasan. Kemungkinan data: a. Perubahaniramapernapasan dan jumlahpernapasan. b. Dispnea. c. Penggunananotottambahanpernapasan d. Suarapernapasantidak normal. e. Batukdisertaidahak. f. Menurunnyakapasitas vital. g. Kecemasan. Kondisi klinis berhubungan dengan: dan

a. Penyakitkanker, infeksi pada dada. b. Penggunaanobat dan keracunanalkohol. c. Trauma dada. d. Myasthenia gravis, GuillianBarre Syndrome. Tujuan yang diharapkan: a. Pasiendapatmendemontrasikanpolapernapasan yang efektif. b. Data objektifmenunjukkanpolapernapasan yang efektif. c. Pasienmerasalebihnyamandalambernapas. 3. MenurunnyaPerfusiJaringanTubuh. Definisi: Kondisi dimana tidakadekuatnyasuplaioksigenakibatmenurunnyanutrisi dan oksigen pada tingkatseluler. Kemungkinan berhubungan dengan: a. Vasokonstriksi. b. Hipovolemia. c. Thrombosis vena. d. Menurunnya liran darah. e. Edema. f. Pendarahan. g. Immobilisasi. Kemungkinan data: a. Edema. b. Pulsasi perifer kecil. c. Capillary refill lambar. d. Perubahan warna kulit / pucat. e. Menurunnya sensai. f. Penyembuhan luka lama. g. Cyanosis. Kondisi klinis berhubungan dengan:

a. CHF. b. Infark miokardial. c. Peradangan pada jantung. d. Pipertensi. e. Syok. f. COPD. Tujuan yang diharapkan: a. Menrunnya insufisiensi jantung. b. Suarapernapasandalamkeadaan normal. 4. GangguanPertukaran Gas. Definisi:Suatukondisi dimana pasienmengalamipenurunanpengirimanoksigen karbondioksida di antara alveoliparu dan sistemvaskuler. Kemungkinan berhubungan dengan: a. Penumpukan cairan dalam paru. b. Gangguan suplai oksigen. c. Obstruksi saluran napas. d. Bronkhospasme. e. Atelaktasis. f. Edema paru. g. Pembedahan paru. Kemungkinan data: a. Sesak napas. b. Penurunan kesadaran. c. Nilai AGD tidak normal. d. Perubahan tanda vital. e. Sianosis/takhikardia. Kondisi klinis berhubungan dengan: a. COPD. dan

b. CHF. c. Asma. d. Pneumonia. Tujuan yang diharapkan: a. Dapatmenurunkan tanda dan gejalagangguanpertukaran gas. b. Pasiendapatmenunjukkanpeningkatanperubahanpertukaran gas seperti: tanda vital, nilai AGD, dan ekspresiwajah. D. PERENCAAN KEPERAWATAN Klien yang mengalamikerusakanoksigenasimembutuhkanrencanaasuhankeperawatan yang ditujukanuntukmemenuhikebutuhanoksigenasiaktualdanpotensialklien.Sasaran individual berasaldankebutuhan yang berpusatpadaklien.Perawatmengidentifikasihasilakhirkhususdanasuhankeperawatan yang diberikan.Rencanatersebutmeliputisatuataulebihsasaran yang berpusatpadaklienberikutini. a. Klienmempertahankankepatenanjalannapas. b. Klienmempertahankandanmeningkatkanekspansiparu. c. Klienmengeluarkansekresiparu. d. Klienmencapaipeningkatantoleransiaktivitas. e. Oksigenasijaringandipertahankanatauditingkatkan. f. Fungsikardiopulmonarkliendiperbaikidandipertahankan. Tingkat kesehatanklien.usia. gayahidup. danrisikolingkunganmempengaruhitingkatoksigenasijaringan. Klien yang mengalamikerusakanoksigenasi yang beratacap kali membutuhkanintervensikeperawatan yang ditujukanuntukmencapaikeenamsasarantersebut.Alur yang kritisdapatmemberikanpedomanperawatanuntukklien yang menderitapenyakitparudanmembutuhkanperawatandanbanyakdisiplinperawatankesehatan . E. EVALUASI KEPERAWATAN Padaevaluasiiniperawatharusdapatmengevalusisegalatindakan yang telahdilakukanterhadappasien, apakahtindakankeperawatansertadiagnosakeperawatan yang terlahdilakukanitudapatmembuatbaikpasienataumalahmemperburukkedaanpasien. Apabilatindakankeperawatan yang dilakukanuntukmeningkatkanoksigenasitidakberhasil, makaperawatharussegeramemodifikasirencanaasuhankeperawatan.Intervensi yang barukemudiandikembangkanperawattidakperluraguuntukmemberitahudoktertentangstatus oksigenasiklien yang memburuk .pemberitahuan yang cepatdapatmenghindarisituasikedaruratanataubahkanmenghindariperlunyaresusitasijantun gparu. F. REFERENSI

Potter, Patricia A.2005.Fundamental Keperawatan.Jakarta: EGC Tarwoto dab Wartonah.2004.Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika