Anda di halaman 1dari 4

Asas asas perjanjian asuransi

asuransi bu vandawati October 5, 2009, Monday ASAS ASAS PERJANJIAN ASURANSI 1. Asas Idemnitas Maksudnya Keseimbangan (Pasal 253 KUHD), yaitu : Suatu asas dimana jumlah kerugian yang harus diganti besarnya HARUS seimbang dengan kerugian yang diderita oleh Tertanggung sebagai dari adanya Peristiwa Tidak Pasti. Pasal 253 KUHD ini tidak berlaku untuk Asuransi apapun kecuali asuransi kerugian. Kenapa? Karena asuransi kesehatan tidak bisa diukur kerugiannya. Ya mosok kehilangan kaki, diganti 2 Miliyar, tidak ternilai. Makanya berlakunya hanya untuk asuransi kerugian. Contoh penerapan dari asas ini : Dude pemilik warung bakso kepala sapi, dia mengasuransi kan warungnya dari bahaya kebakaran pada 3 perusahaan asuransi sekaligus. Terjadi PTP kebakaran. Setelah di itung, kerugiannya 5oo juta. Maka Dude akan menerima uang 500 juta dari ketiga Perusahaan Asuransi tersebut. Gag mungkin double2. 500 juta ditanggung 3 perusahaan. Jadi Tertanggung tidak mungkin menerima lebih banyak dari jumlah keruginnya. 2. Asas Kepentingan Tertanggung harus memiliki kepentingan atas barang yang di Asuransikan. Kenapa?

Karena tanpa adanya unsur kepentingan maka perusahaan asuransi tidak mau membayar. Asas kepentingan harus ada saat Peristiwa tidak pasti itu terjadi. Pada saat dia mendaftarkan/ mengasuransikan, belum ada kepentingan, gag papa. Tapi saat terjadinya peristiwa tidak pasti, kepentingan atas barang itu harus ada. Saat dia mengklaim, unsur kepentingan itu harus ada. Kalo gag ada ya gag bisa, berarti perjanjiannya batal. Dasarnya ada di Pasal 250 KUHD. Jika Tertanggung tidak punya kepentingan maka perjanjian asuransi BATAL Contoh : banget. Saat itu Senja punya rumah di Pantai Indah Kapuk, tyuz, sangking sayangnya Arif ama Senja, Arif mengasuransikan rumah Senja dari bahaya kebakaran, yang nantinya kalo Arif menikah sama Senja maka Rumah tersebut menjadi rumah bersama. Ternyata seminggu sebelum pernikahan, rumah tersebut terbakar, terjadi peristiwa tidak pasti. Disini perusahaan asuransi tidak mau membayar klaim dari Arif. Soalnya Arif tidak punya kepentingan dari rumah Senja tersebut. Arif sebagai Tertanggung belum menikah dengan Senja, belum jadi suaminya, berarti belum menjadi rumahnya. Rumah tersebut masih menjadi milik Senja saja. Tapi kalo PTP nya terjadi setelah mereka menikah, nah itu baru bisa wanprestatie. Unsur kepentingan ini penting saat mengajukan perjanjian asuransi, tapi lebih penting lagi saat terjadinya PTP. Namun UNSUR KEPENTINGAN ini bukan merupakan unsur pokok perjanjian asuransi.

3. Asas Itikad Baik Baik Tertanggung maupun Penanggung harus mempunyai itikad baik. Penanggung harus menjelaskan tentang ketentuan ketentuan dari perjanjian yang ditawarkan. Tertanggung harus membrikan keterangan yang benar tentang keadaan benda/orang yang diasuransikan. hanya berlaku hanya untuk Tertanggung. Contoh : Penjahat/penyelundup, mengasuransikan barangnya dalam keterangan legal, ternyata yang diasuransikan itu HP, tapi HP yang ada berliannya yang buerat pol. Ada PTP, dan Penaggung ga mau membyar klaim. Aselinya penaggung tau barangnya itu illegal, tapi di terima ajah preminya. Dan pas gugat wanprestatie diketahui sratnya ASPAL, penaggung boleh gag mau mbyar klaim. ITIKAD BAIK hanya berlaku untuk Tertanggung. Contoh lagi : Sekar mahasiswi punya ayah dokter, ayahnya punya asuransi jiwa. Ayahnya tiba tiba mati. Sekar mengklaim, perusahaan asuransi gag mau bayar, soalnya menganggap ayahnya ketika mendaftar tidak mempunyai itikad baik dengan memberika keterangan yang tidak benar, tidak memberitahukan kalo bapaknya punya penyakit jantung koroner. Aneh kan?? Padah kesehatan, dan hasilnya negative, tidak ada penyakit apa2. 4. Subrograsi (Pasal 284 KUHD) Apabila diperhatikan sebab sebab timbulnya kerugian yang diderita oleh Tertanggung maka akan terdapat kemungkinan bahwa Tertanggung selain dapat ganti rugi dari Penanggung, juga masih mempunyai tuntutan terhadap orang ketiga yang karena

kesalahannya menimbulkan kerusakan Contoh : A benci B, A membakar gudang B, B telah mengasuransikan gudangnya. B klaim ke perusahaan asuransi. Diganti sesuai asa idemnitas. Ternyata ketahuan kalo A yang mbakar gedung itu. Dan kemudian Perusahaan Asuransi menggugat A.