Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM AC ( AIR CONDITIONER ) KOMPRESOR SCROLL

Dibuat oleh : NAMA NIM : ADIKA ABDUL ROHMAN S. : 10509134030

KELAS : D2

JURUSAN TEKNIK OTOMOTIF FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012

I.

TUJUAN Setelah selesai praktikum mahasiswa dapat : 1. Membonglar dan memasang kembali unit kompresor tipe scroll. 2. Mengetahui konstruksi unit kompresor kompresor tipe scroll dan komponen-komponennya. 3. Menjelaskan kondisi komponen-komponen kompresor tipe scroll. 4. Menjelaskan cara kerja kompresor tipe scroll.

II.

DASAR TEORI Sistem AC pada mobil berfungsi untuk mendinginkan dan menstabilkan ruangan mobil dengan cara mengambil panas dari ruangan tersebut. Dingin merupakan sifat relatif yang menunjukkan rendahnya derajat panas. 1. Fungsi Kompresor Kompresor merupakan bagian yang paling penting dari mesin pendingin, kompresor menekan bahan pendingin kesemua bagian dri sistem. Pada sistem refrigerasi kompresor bekerja membuat perbedaan tekanan pada masing masing bagian. Karena dengan adanya perbedaan antara sisi tekanan tinggi dan tekanan rendah, maka bahan pendingin cair dapat melalui alat pengatur aliran ke evaporator.

Fungsi kompresor adalah : a. Mengalirkan uap refrigeran yang mengandung sejumlah panas dari evaporator. b. Menaikan temperatur uap refrigeran sampai mencapai titik saturasinya (jenuh), titik tersebut lebih tinggi dari pada temperatur medium pendinginnya. c. Mengambil uap panas pada temperatur rendah di dalam evaporator dan memompakannya ke tingkat temperatur yang lebih tinggi di dalam kondensor, oleh karena itu biasa juga compressor itu disebut heat pump.

Kompresor Tipe Scroll Pada kompresor terdapat ruang scroll, scroll gerak bergerak berputar diantara scroll diam tetapi berputarnya scroll tidak satu putaran penuh tapi hanya setengah putaran. Setelah setengah putaran berbalik arah putaran, setelah setengah putaran balik arah lagi dan seperti itu seterusnya. 2. Komponen-Komponen Kompresor Scroll dan Fungsinya Komponen utama kompresor tipe scroll ini adalah cover, poros pemutar, scroll diam, scroll bergerak, katup discharge, stopper, saluran suction, saluran discharge, bantalan, roller, dan katup servis.

Gambar 1. Kompresor Tipe Scroll a. Poros pemutar Berfungsi untuk meneruskan putaran dari mesin untuk menggerakkan scroll bergerak.

Gambar 2. Poros pemutar dan cover depan b. Cover belakang Berfungsi sebagai tempat scrool diam, scroll bergerak, saluran masuk, dan saluran keluar.

Gambar 3. Cover belakang c. Scroll Berfungsi untuk memberikan hisapan dan tekanan tehadap refrigerant pada saat kompresor bekerja. Terdapat dua scroll yaitu : 1) Scroll diam : terpasang tetap pada dudukannya.

2) Scroll bergerak : bergerak berdasar putaran dari poros pemutar.

Gambar 4. Scroll diam nampak atas dan bawah

Gambar 5. Scroll bergerak nampak atas dan bawah d. Katup discharge Berfungsi sebagai katup keluar dari refrigerant yang telah

terkompressi.

Gambar 6. Katup discharge dan stopper

e. Roller baja Berfungsi mengurangi gesekan antara bagian atas scroll bergerak dan front cover, dan memungkinkan scroll bergerak dapat bebas bergerak.

Gambar 7. Roller f. Saluran masuk dan keluar Fungsinya adalah sebagai saluran refrigeran yang masuk ke kompresor dari evaporator, dan saluran refigeran yang keluar dari kompresor ke condensor. g. Katup servis Berfungsi untuk tempat pengurasan dan pengisian refrigerant pada saat perbaikan sistem AC. 3. Cara Kerja Kompresor Tipe Scrool Dasar kompresi : Prinsip dasar kompresi kompresor scroll adalah interaksi antara fixed scroll (scroll yang tidak bergerak) dengan orbiting scroll (scroll yang bergerak). Kedua scroll ini saling bersinggungan identik satu sama lain tetapi berbeda sudut 180 derajat. Orbit dari scroll yang bergerak akan mengikuti path/jalur yang dibentuk oleh scroll yang tidak bergerak. Keduanya bersinggungan berdasarkan gaya sentrifugal. Ruang kompresi terbentuk dari mulai bagian luar sampai ke bagian dalam dimana volume ruang kompresi semakin diperkecil, akibatnya tekanan menjadi naik dan pada akhir kompresi, refrigeran keluar dari bagian tengah kedua scroll tersebut.

Cara kerja: Refrigeran gas bertemperatur rendah dan bertekanan rendah masuk dari bagian suction ke ruang kompresor. Refrigeran ini kemudian masuk ke intake kompresor untuk memulai proses kompresi. Refrigeran yang terperangkap di ruang scroll kemudian

dikompresikan untuk kemudian dikeluarkan dari bagian tengah scroll. Pada saat proses kompresi, tekanan dan temperatur refrigeran berangsurangsur naik karena volume ruang kompresi semakin diperkecil. Refrigeran yang sudah bertekanan dan bertemperatur tinggi ini, kemudian keluar dari kompresor melalui katup discharge, melewati saluran discharge lalu menuju kondensor.

III.

DIAGNOSA KERUSAKAN PADA KOMPRESOR Masalah Pada Kompressor (Berisik, Sulit Hidup, Terbakar) Masalah yang terjadi pada sebuah compressor AC yang sudah melalui masa pakai cukup lama biasanya adalah ketidakmampuan compressor AC tersebut untuk memampatkan dengan baik gas refrigerant atau freon AC ke tekanan yang cukup. Dibutuhkan teknisi yang berpengalaman untuk mengevaluasi dan melakukan test pada sistem, atau untuk mengganti compressor AC tersebut. Karena perbaikan/penggantian compressor AC membutuhkan biaya, pastikan mengapa compressor tersebut tidak berfungsi dengan baik. Pastikan juga bahwa masalah ini tidak disebabkan oleh tidak stabilnya tegangan listrik. Tegangan listrik yang fluktuatif dapat menyebabkan compressor AC tidak bekerja dengan baik sehingga AC kehilangan kemampuan pendinginan. Masalah lain yang sering terjadi pada compressor AC diantaranya adalah : compressor sulit hidup, berisik dan terbakarnya compressor. Seorang teknisi yang berpengalaman akan melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum memastikan bahwa compressor telah rusak, kecuali sudah

terdapat indikasi jelas bahwa terdapat masalah pada kompresor AC (berisik, sulit dihidupkan, terbakar). Manometer tekanan rendah lebih tinggi dan manometer tekanan tinggi lebih rendah

Gambar 14. Pengukuran tekanan dengan manometer Penyebab : 1. Kebocoran pada bagianbagian yang bergesekan dari kompresor seperti rotor, vane dan stator, menyebabkan kompresor tidak bekerja dengan baik. 2. Langkah tekan kompresor tidak menghasilkan tekanan yang lebih tinggi dan temperatur evaporator naik, katup expansi akan selalu terbuka. 3. Katupkatup kompresor yang rusak akan menyebabkan zat pendinginan yang ditekan akan mengalami kebocoran kebagian saluran hisap, akibatnya saluran hisap tekanannya akan lebih naik/tinggi dan bagian saluran tekanan, tekanannya akan turun/rendah Penggantian Compressor AC Penggantian kompresor AC merupakan pekerjaan yang harus dilakukan oleh teknisi yang terlatih. Tidak hanya karena compressor motor merupakan bagian yang paling mahal dari sebuah air conditioner, tetapi juga karena penggantian ini cukup rumit.

Langkah pengerjaan: 1. memastikan bahwa kompresor AC memang telah rusak dan memerlukan penggantian. 2. Melakukan identifikasi model dan kapasitas kompresor AC sehingga penggantian dapat dilakukan secara tepat. 3. Mematikan air conditioner, termasuk jaringan listrik di lokasi air conditioner tersebut dipasang 4. Mengosongkan refrigerant atau freon AC. Prosedur modern

memungkinkan untuk menampung refrigerant ini daripada melepasnya ke lingkungan untuk mengurangi polusi 5. Memotong pipa refrigerant dan copot kompresor 6. Compressor AC yang baru dipasang dan pipa refrigerant dihubungkan kembali 7. Melakukan vacuuming pada sistem untuk megeluarkan udara dari pipa refrigerant dan compressor AC. Hal ini bertujuan juga untuk memeriksa jika terdapat kebocoran didalam sistem. Jika masih terdapat udara dan bercampur dengan refrigerant akan menyebabkan sistem tidak bekerja dengan baik. Begitu juga jika refrigerant bercampur dengan air. 8. Refrigerant dimasukkan kedalam sistem pada jumlah yang tepat. Kelebihan atau kekurangan volume refrigerant akan menyebabkan sistem tidak beroperasi dengan baik. 9. Melakukan test dan evaluasi pada sistem

IV.

TROUBLE SHOOTING KERUSAKAN AC Digambarkan langkah-langkah dalam melakukan perbaikan (trouble shooting) kerusakan AC terutama kompresor. Langkah-langkah tersebut digambarkan dengan deretan kotak ke bawah sedangkan diagnosa dan penyelesaiannya terdapat dalam kotak disampingnya.

1. Kompresor bekerja ON dan OFF kembali saat AC bekerja.

2. Kompresor tidak beroperasi.

V.

DATA PRAKTEK Pemeriksaan komponen No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Pemeriksaan Baut pengikat Cover Scroll diam Scroll bergerak Discharge valve Steel ball Roll pad Poros pemutar Laker/ bantalan Packing/ perpak Kondisi Sebagian tidak ada Baik Rusak bagian tengah Baik Baik Sebagian tidak ada Baik Baik Baik Rusak/ ada yang tidak ada

VI.

ANALISA DAN PEMBAHASAN Analisa komponen berupa membandingkan hasil pengamatan dengan standar yang ada dari komponen tersebut. Komponen yang telah melewati batas spesifikasi teknis tertentu apabila tidak segera dilakukan perbaikan atau pergantian maka akan menggangu kerja dari pada sistem AC tersebut. Berikut merupakan beberapa komponern yang telah mengalami keausan dan harusa segera dilakukan perbaikan, diantaranya: 1. Baut pengikat sebagian tidak ada, Hal ini berakibat komponen-komponen kompresor tidak kencang terpasang. Perbaikannya dengan memberikan baut pengikat, agar komponenkomponen kompresor terpasang kencang.

2. Scroll diam rusak dibagian tengah, Rusaknya bagian tengah scroll diam ini mengakibatkan kurangnya tekanan dan temperatur refrigeran hasil kompresi. Kemudian juga akan mempengaruhi kerja sistem AC tersebut. Perbaikan yang dilakukan adalah mengganti scroll diam tersebut.

3. Steel ball tidak lengkap Hal ini mengakibatkan kurang baiknya gerakan dari scroll bergerak. Perbaikannya adalah melengkapi steel ball tersebut.

4. Ktup servis tidak ada Perbaikan yang dilakukan adalah dengan memberi katup servis tersebut.

5. Packing/ perpak rusak, dan tidak ada Hal ini bisa menyebabkan kebocoran kompresi pada kompresor tersebut, sehingga tekanan dan temperatur refrigerant berkurang. Kemudian juga akan mempengaruhi kerja sistem AC tersebut. Perbaikannya adalah dengan memberi packing/ perpak yang tidak ada tersebut, agar kompresi refrigeran maksimal dan tekanan serta temperatur refrigerant dapat tercapai maksimal.

Dari analisis tersebut terjadi beberapa kerusakan dan dianjurkan untuk segera dilakukan perbaikan ataupun pergantian komponen agar kompresor dapat bekerja maksimal. Apabila hal itu dibiarkan, maka akan mengurangi kualitas pendinginan udara dalam ruangan mobil yang terdapat sistem AC.

VII.

KESIMPULAN 1. Fungsi kompresor adalah : a. Mengalirkan uap refrigeran yang mengandung sejumlah panas dari evaporator. b. Menaikan temperatur uap refrigeran sampai mencapai titik saturasinya

2. Komponen utama kompresor tipe scroll ini adalah cover, poros pemutar, scroll diam, scroll bergerak, katup discharge, stopper, saluran suction, saluran discharge, bantalan, roller, dan katup servis. 3. Prinsip dasar kompresi kompresor scroll adalah interaksi antara fixed scroll (scroll yang tidak bergerak) dengan orbiting scroll (scroll yang bergerak). Ruang kompresi terbentuk dari mulai bagian luar sampai ke bagian dalam dimana volume ruang kompresi semakin diperkecil, akibatnya tekanan menjadi naik dan pada akhir kompresi, 4. Pengecekan yang mudah pada kompresor ini adalah melakukan tes kebocoran yaitu dengan mengukur tekanannya. 5. Beberapa kerusakan yang terjadi dianjurkan untuk segera dilakukan perbaikan ataupun pergantian komponen, agar kompresor ini dapat bekerja secara maksimal.