Anda di halaman 1dari 80

Serambi

Ekonomi Keluarga
alam suatu sesi pelatihan, dibuatlah dua kelompok kartu, yang satu berisi kebutuhan-kebutuhan diri. Seperti mengejar diskon, harga murah, jalan-jalan keluar bersama keluarga, makan bakso dan sebagainya. Sedangkan kelompok yang lain berisi kebutuhankebutuhan keluarga yang wajib untuk dipenuhi, pada kelompok pertama mereka boleh memilih untuk menggunakan atau tidak, akan tetapi kelompok kewajiban seperti anak bayar sekolah, anak sakit dan bayar listrik dimasukkan dalam kelompok yang tidak boleh tidak harus dibayarkan. Dalam simulasi, diketahui bahwa satu keluarga sederhana bisa menyelamatkan penghasilan keluarganya dengan cara ngirit banget. Dengan pola itu, mereka tidak bisa menikmati kebahagiaan dan kegembiraan dengan menggunakan dana yang mereka miliki. Tapi ternyata banyak sekali keluarga yang tidak mampu mengelola keuangan keluarganya. Selalu saja pendapatannya kurang, karena tidak memiliki satu fungsi budgeting (anggaran) yakni fungsi untuk mengurutkan prioritas dalam mengatur keuangan keluarga. Memang, pelatihan-pelatihan seperti ini dalam suatu keluarga menjadi sangat penting. Dimana kalau semua keluarga menjadi sangat irit, mengekang konsumsi. Tentu secara makro tidak baik pula untuk ekonomi daerah tersebut. Mengapa? Karena tidak terjadinya konsumsi tersebut mengakibatkan orang tidak melakukan produksi atau berusaha memenuhi suplai atas kebutuhan. Dengan demikian, ekonomi sulit untuk berjalan. Akan tetapi, memboros-boroskan pendapatan apalagi dengan cara yang marak didorong oleh lembaga-lembaga keuangan yang pada umumnya menawarkan kepada mereka, pakai dulu, bayar belakangan. Dengan begitu, mereka sedang didorong untuk mencuri masa depannya sendiri untuk dipakai hari ini. Bagi keluarga yang kreatif atau beruntung, keterpaksaan akibat tambahnya pengeluaran itu kemudian mereka memacu untuk mendapatkan penghasilan tambahan, akan tetapi ada pula yang gagal, pembiayaan mereka bermasalah. Jika hal seperti ini banyak dijumpai, tentu menjadi tidak terlalu bagus pula bagi ekonomi suatu wilayah, ekonomi menjadi tidak bergerak. Karena uang lebih banyak masuk kepada lembaga penyedia pinjaman dan bukan digunakan untuk memicu produksi. Maka sesungguhnyalah, mengatur ekonomi keluarga adalah sesuatu yang penting. TAMZIS berupaya agar penghasilan keluarga dapat membawa kebahagiaan. Dalam artian, tidak terlalu irit sehingga mematikan kebutuhan-kebutuhan konsumtif (kesenangan konsumtif), tetapi juga tidak terlalu menjadi boros sehingga menuai penderitaan di kemudian hari.

Ir. Saat Suharto Amjad


(Ketua Pengurus KJKS TAMZIS)

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Serambi
TAMZIS berharap tahun 2020 nanti, mampu membawa satu juta keluarga mejadi keluarga utama. Apa itu keluarga utama? Yakni keluarga yang memiliki aspek yang bagus pada lima parameter maqasidus syariah (maksud syariah).
Dari pemikiran inilah lembaga-lembaga keuangan diharapkan memiliki wajah yang bisa menyejahterakan masyarakatnya dan mendidik masyarakat untuk membedakan kebutuhan dengan keinginan, itulah yang sesungguhnya kita butuhkan. Salah satu kebutuhan dasar yang harus diajarkan adalah menabung. Dulu, para ekonom mengenal adanya garis dimana di bawah garis tersebut ada masyarakat yang tidak mampu menabung tetapi TAMZIS melanggar pakem itu dan percaya bahwa menabung adalah kebutuhan umat manusia. Maka terbukti kemudian, bahwa masyarakat miskin pun mampu menabung. Dan tabungan mereka berkembang dari waktu ke waktu. Sesungguhnya TAMZIS percaya bahwa pembiayaan itu seharusnya digunakan untuk membesarkan usaha dan selayaknya diarahkan untuk menambah produksi, membesarkan perdagangan, atau untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat investasi bagi masa yang akan datang. Tentu haruslah dihindari membujuk-bujuk mereka untuk melakukan kegiatan yang bersifat konsumtif yang sesungguhnya tidak diperlukan oleh mereka, hal seperti ini tidak memiliki arti terhadap perkembangan masyarakat. Dengan mengajari mereka menabung, berarti kita bisa mengajak mereka untuk membangun modal usaha. Dan ketika usaha tersebut makin berkembang dan membutuhkan modal tambahan. Nah, baru TAMZIS melakukan perannya untuk meningkatkan pemodalan mereka sehingga dapat meningkatkan kapasitas usaha, income mereka bisa naik dan kemampuan menabung mereka menjadi makin kuat. Dengan begitu, kapasitas usaha naik, pembiayaan meningkat, ekonomi keluarga semakin kokoh, sekolah anak pun semakin baik serta kehidupan keluarga menjadi lebih sejahtera. Karena tabungannya semakin meningkat, mereka bisa memperbaiki rumahnya, dimana awalnya berlantai tanah menjadi keramik, yang semula tidak memiliki toilet menjadi punya toilet. Sehingga kesejahteraan diri dan masyarakat meningkat. Dulu, yang tidak mempunyai waktu luang untuk sosial kemasyarakatan, sekarang bisa membantu secara sosial kemasyarakatan ditempatnya ia tinggal. Meningkatkan gizi makanannya dan kesehatan keluarga terjamin. Tentu yang tidak boleh dilupakan dari semua itu dari hulu dan hilirnya adalah ketundukannya kepada Tuhan makin maju. Bukankah sebagaimana orang tua kita bilang kadzal fakru ayyakuna kufron (adanya kefakiran itu akan melahirkan kekufuran). Juga terdapat dalam Al Qur'an surat Quraisy, disebutkan Al-ladzi at-'amahum min jui wa amanahum min khouf (yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan). Lebih jauh dari layanan yang diberikan TAMZIS, kita berharap ekonomi keluarga menjadi lebih bagus. TAMZIS berharap tahun 2020 nanti, TAMZIS mampu membawa satu juta keluarga menjadi keluarga utama. Apa itu keluarga utama? Yakni keluarga yang memiliki aspek yang bagus pada lima parameter maqasidus syariah (maksud syariah). []

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Salam Redaksi

Jadi Jurnalis Butuh Kecintaan


ering dikata, bekerja tanpa rasa cinta akan terasa berat dan hampa. Maka belajar mencintai pekerjaan dengan mengerjakan tanpa keluh kesah adalah bentuk cinta kita pada pekerjaan. Jurnalistik adalah kerja peristiwa yang dikatakan atau ditulis. Hanya dengan tulisan, semua bisa membaca dan menikmati. Sekarang dan nanti. Semua bisa abadi. Keinginan ketika belum dilaksanakan terasa lama. Begitu juga dengan training jurnalistik Tamaddun. Hal ini terkait dengan banyak hal, peningkatan sumberdaya insani, kualitas tulisan, kualitas penyajian rubrik, kemampuan berkomunikasi dengan pembaca dan lebih penting dari itu, bagaimana pembaca bisa memahami ekonomi syariah dan bisa mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu Tamaddun mengadakan training jurnalistik yang dipandu langsung oleh M. Faried Cahyono, mantan wartawan TEMPO, FORUM dan TIME Magazine. Acara ini sengaja dilaksanakan di kantor pusat TAMZIS, Wonosobo, Jawa Tengah (3/03/2012). Tujuannya semua peserta dapat memahami tata pengelola majalah, mulai dari kredo, rubrikasi, newsroom (rapat redaksi) dan elemenelemen penting dalam jurnalistik. Tamaddun edisi kali ini hadir dengan menerapkan hasil training jurnalistik tersebut. Redaktur mengajak pembaca mengenal lebih jauh mengenai konsep Satu Desa Satu Produk (One Village One Product /OVOP). Tamaddun mewawancarai Drs. Braman Setyo, M.Si., Deputi Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM RI. Kami berharap pembaca mendapat inspirasi dari pengenalan terhadap konsep tersebut untuk selanjutnya tergerak untuk mempraktekkannya di lingkungan tempat tinggalnya. Dalam menyambut Milad TAMZIS ke-20 (1992-2012), Tamaddun mempunyai 'wajah baru', mulai dari sisi ukuran, nama rubrikasi hingga penyajian yang terasa ringan dan renyah. Saran dan masukan pembaca tetap kita tunggu di meja redaksi. Selamat menikmati. []

Foto Cover: Memanen tomat, salah satu hasil bumi Wonosobo

Tamaddun
Dewan Redaksi: Edy Ryanto, Anung Karyadi Anwar Tribowo, Attabik Ali Tri Wuryanto, Erwin Saleh M. Alfarid Agus Pemimpin Redaksi: Muhammad Irkham Redaktur Pelaksana: Zubaeri Distribusi: Agustin, Indri, Adam Andi Usman Lay out: Tim Creative Tamaddun Alamat Redaksi: Gd. TAMZIS. Jl. S. Parman 46, Wonosobo (56311) Telp. (0286) 325303 Fax. (0286) 325064 E-mail: redaksitamaddun@gmail.com Website: www.tamzis.com Diterbitkan oleh: Baituttamwil TAMZIS, sebagai media komunikasi dan edukasi ekonomi syariah.

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Daftar Isi

Drs. Braman Setyo, M.Si


Industri kreatif harus terus dikembangkan. Karena memang industri kreatif dapat memberikan kontribusi secara ekonomi yang signifikan dan menciptakan iklim bisnis yang positif pada sumber daya manusia yang terbarukan, menciptakan inovasi dan kreativitas. Dengan begitu, suatu bangsa mempunyai keunggulan kompetitif yang berdampak pada kesejahteraan bersama.

1 5 6

SERAMBI Ekonomi Keluarga COVER STORY SAJIAN UTAMA Satu Desa, Satu Produk Unggul Produk Kreatif, Peluang dan Unggulan
Produk UMKM

38 43 45 48 49 50 53

SOSOK Drs. Jularso; Memilih Ekonomi Syariah Sebagai Jalan Dakwah TAMZIS MENJAWAB EKONOMI SYARIAH Pembukuan Sederhanan Bagi Pedagang KAMUS EKONOMI SYARIAH PUSTAKA SYARIAH JENDELA KELUARGA Ibu Bagi Keluarga INSPIRASI Suyati Puji Rahayu: Dua Kunci Sukses; Mengatur Uang dan Mengerti Pembeli Tarsono: Untung Berlimpah, Buah Kerja Keras HM. Sofwan Jauhari: Sukses itu Seimbang Antara Dunia dan Akhirat Yoyok Prasetya: Santanku Buah Kreatifitas Entrepeneur Muda

One Village, One Product


Untuk Kesejahteraan Bersama

19

DINAMIKA ICMI Wonosobo Gelar Seminar Nasional Ekonomi Syariah Pelatihan Pembukuan Pedagang Pasar BMT Bangun SDI Media;
Tulislah Peristiwa Agar Semua Menjadi Abadi

115 Siswa Terima Beasiswa TAMADDUN RAT TAMZIS Tutup Buku 2012;
20 Tahun TAMZIS Membawa Kebahagiaan

PBMT Indonesia Goes to Campus UGM; Bila Menjadi Manajer BMT Pelatihan Account Officer dan Analisis Pembiayaan

67 69 71

SANTAP KULINER
Kupat Tahu Mbak Undiya, Rasanya Berlipat-lipat

32

PROFIL TAMZIS Kejajar; Bantu Kembangkan


Sentra Pertanian Wonosobo

Pasar Induk Banjarnegara;


Menjadi Pasar Tradisional yang Bersih, Nyaman dan Disukai Pengunjung

TEGAR Prihatin Berdagang itu Biasa, Asal Anak Bisa Sekolah REFLEKSI Standar Ganda

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Cover Story

DESA, BUTUH PEMUDA


aat pagi buta, Agus sudah bersiap-siap memulai aktifitasnya. Raut mukanya polos dan terlihat masih begitu muda. Saat ditemui Tamaddun di kebun tomat Haji Nawawi di daerah Mojotengah Wonosobo, pemuda yang satu ini terlihat sedikit gugup dan malu. Apalagi ketika Tamaddun meminta untuk pengambilan foto cover Satu Desa, Satu Produk (One Village, One Product).

Program OVOP ini dicanangkan oleh Kementerian Koperasi dan UMKM yang menjadi salah satu pelopornya. Tujuannya, tidak lain untuk meningkatkan kualitas dan kuntitas serta daya saing produk lokal di dalam negeri maupun luar negeri. Sungguh disayang, bila kekayaan alam dan kegigihan para petani tidak dihargai sebagaimana mestinya. Ketika itu terjadi, para pemuda desa dalam usia produktifnya enggan membangun desa dengan mengelola sumber daya alam. Akibatnya, kota menjadi pilihan mengadu nasib dan meninggalkan anggota keluarga dengan alasan ekonomi. Kota pun menjadi padat dan desa menjadi sepi dari pemuda yang produktif. Agus adalah salah satu pemuda yang tidak mau mengikuti jejak rekan sebayanya yang sudah sampai ke kota besar, Jakarta, salah satunya. Tak sedikit pula temannya yang menjadi TKI ke luar negeri. Penghasilan kecil tak mengapa asal bisa membangun desa dan berkumpul dengan keluarga, inilah prinsip Agus. Wonosobo sendiri merupakan ladang subur yang memerlukan uluran tangan pemuda. Semua lahan membantu meningkatkan gizi masyarakat sekitar, khususnya Jawa Tengah. Bagaimana tidak, semua sayur bisa dihasilkan, mulai dari tomat, kubis, buncis, wortel, kentang, cabe dan banyak lagi yang lain. Hal itu tentunya hasil dari petani yang setia mengelola alam Wonosobo. Sebagai anak yang dilahirkan dan dibesarkan di desa membuat Agus akrab dengan alam. Sejak usia sekolah, ia sudah terbiasa pergi berkebun meski sekedar membantu orang tua. Wajar, bila kini ia terbiasa bekerja keras meski sekedar menjadi buruh salah satu petani sukses di desanya, Haji Nawawi, begitu semua orang memberi julukan. Haji Nawawi sendiri memang salah satu petani yang memiliki sawah banyak dan luas, para pekerjanya terbiasa pindah dari satu sawah ke sawah lainnya untuk menggarap. Sayur-mayur yang dihasilkan pun tergolong sayuran yang super, baik kualitas maupun kuantitas. Satu Desa, Satu Produk adalah program yang belum sepenuhnya berjalan secara baik. Keyakinan dan sikap optimis harus terus dikuatkan dalam diri petani, pengrajin, seniman dan lainnya. Bahwa niat baik akan segera menjadi nyata bila semua masyarakat mendukung dan berjalan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Bertahap, masa depan, kita sendirilah yang menentukan. [red]
Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Sajian Utama

SATU UNGGUL
ne Village One Product (OVOP) atau Satu Desa Satu Produk (SDSP), merupakan suatu gerakan ekonomi-sosial yang tumbuh dari bawah ke atas (bottom-up). Gerakan ini didasarkan pada ide mengembangkan potensi suatu daerah menjadi lebih produktif dengan melibatkan masyarakat di daerah tersebut, sehingga termotivasi bangkit untuk membangun Kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat di daerahnya, dengan memanfaatkan potensi lokal semaksimal mungkin. Konsep OVOP dimaksudkan untuk menunjang kebijakan percepatan pengembangan sektor riil dan

DESA PRODUK

OVOP bertujuan menggali dan mempromosikan produk inovatif dan kreatif lokal berdasarkan potensi sumber daya yang ada. Bersifat unik khas daerah, bernilai tambah tinggi secara ekonomi dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

O
6

pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). One Village One Product (OVOP) sebenarnya bukan kosa kata baru di bidang pemberdayaan masyarakat. Sejarah OVOP bermula dari sebuah kota kecil di Jepang yang bernama Oita, Jepang sekitar tahun 2001, Gerakan ini dikembangkan Morihiko Hiramatsu, seorang mantan penjabat METI yang terpilih menjadi Gubernur Oita tahun 1979. One Village One Product (OVOP) diterjemahkan sebagai paling sedikit satu kecamatan menghasilkan satu produk unggulan.

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Konsep ini menyebar ke Thailand dengan istilah One Tambon, One Product (OTOP) yang oleh pemerintah Thailand dimaksudkan untuk mengurangi kemiskinan. Selain Thailand, China juga mengadopsi konsep ini dengan nama lain yaitu One Factory One Product, di Philipina dikenal dengan istilah One Barangay One Product, di Malaysia di kenal dengan nama Satu Kampung Satu Product Movement. Di Indonesia sendiri, program pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah dengan pendekatan OVOP baru dimulai sejak keluarnya Inpres Nomor 6 Tahun 2007, yang menugaskan Kementerian

Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk mengembangan sektor ini melalui pendekatan OVOP. Kemudian pada tanggal 14 November 2009 bertempat di Nusa Dua Bali, Wakil Presiden Budiono, mencanangkan OVOP sebagai gerakan nasional. Konsep One Village One Product atau satu desa satu produk merupakan pendekatan pengembangan potensi daerah di satu wilayah untuk menghasilkan satu produk kelas global yang unik khas daerah dengan memanfaatkan sumberdaya lokal, atau dengan kata lain, konsep OVOP ini merupakan salah satu pendekatan menuju

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Sajian Utama
Konsep One Village One Product atau satu desa satu produk merupakan pendekatan pengembangan potensi daerah di satu wilayah untuk menghasilkan satu produk kelas global yang unik khas daerah dengan memanfaatkan sumberdaya lokal.
klusterisasi produk-produk unggulan yang berskala mikro, kecil, dan menengah agar dapat berkembang dan mengakses pasar secara lebih luas, baik lokal, domestik, dan luar negeri. Kembali ke Desa Secara garis besar, latar belakang munculnya gerakan OVOP serta konsep dasarnya dapat disampaikan dalam tiga hal. Pertama, adanya konsentrasi dan kepadatan populasi di perkotaan sebagai akibat pola urbanisasi dan menimbulkan menurunnya populasi penduduk di pedesaan, sehingga pedesaan menjadi kehilangan penggerak dan gairah menumbuhkan roda kegiatan ekonomi. Kedua, untuk menghidupkan kembali gerakan dan pertumbuhan ekonomi di pedesaan, maka perlu dibangkitkan suatu roda kegiatan ekonomi yang sesuai skala dan ukuran pedesaan dengan cara memanfaatkan potensi dan kemampuan yang ada di desa itu serta melibatkan para tokoh masyarakat setempat. Ketiga, mengurangi ketergantungan masyarakat desa yang terlalu tinggi terhadap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, maka perlu diciptakan inisiatif dan semangat membangun dalam masyarakat desa, sehingga timbul rasa memiliki (sense of belonging) dan ingin membangun desa menjadi lebih baik.

MEMPERKUAT UMKM INDONESIA


konomian Indonesia sesungguhnya sangat ditentukan oleh kekuatan usaha rakyat baik yang berskala mikro, kecil maupun menengah (selanjutnya disebut UMKM). Menurut data Bank Indonesia tahun 2010, terdapat 53,2 juta usaha mikro, 573, 6 ribu usaha kecil dan 42.600 usaha menengah. Jumlah ini jelas tidak bisa diabaikan. Belum lagi kalau kita berbicara jumlah tenaga kerja yang terlibat sebagai penggerak UMKM. Masih menurut data Bank Indonesia, terdapat 93 juta bekerja di sektor mikro, 3.627 juta di sektor usaha kecil dan 2.759 di usaha menengah. Adalah keniscayaan jika Pemerintah harus mengusahakan bagaimana UMKM berkembang dengan baik.

Dalam hal ini, beragam upaya dilakukan Pemerintah melalui serangkaian kebijakan, program, kegiatan, kredit murah, dana hibah dan pendampingan. Sebagian upaya Pemerintah tersebut berhasil, tetapi sebagian besar masih jauh dari yang diharapkan. Berdasarkan pengalaman yang ada, kebijakan dan program pemerintah akan berhasil jika sejak awal melibatkan masyarakat baik secara individual maupun melalui wadah koperasi atau lembaga swadaya masyarakat. Tahun 2007, Pemerintah mengeluarkan instruksi Presiden nomor 6 tahun 2007 penugasan kepada Kementrian Koperasi dan UMKM melaksanakan suatu pendekatan pengembangan ekonomi yang melibatkan

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Melalui program sejenis OVOP ini, beberapa negara di Asia tenggara menemukan keunggulan bersaing (competitive advantage) berdasarkan potensi sumber daya dan competitiveness masingmasing produk negara tersebut. Indonesia, Punya Segalanya OVOP bertujuan menggali dan mempromosikan produk inovatif dan kreatif lokal berdasarkan potensi sumber daya yang ada. Bersifat unik khas daerah, bernilai tambah tinggi secara ekonomi dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. I Wayan Dipta, Deputi Bidang Pengkajian dan Sumber Daya Manusia Kementerian Negara Koperasi dan UKM, menjelaskan program OVOP ini

Suasana Pasar Sayur di Garung Wonosobo Jawa Tengah

pelaku ekonomi dengan konsep yang disebut Satu Desa Satu Produk Unggulan. Pemerintah bersama dengan masyarakat di suatu desa, kecamatan atau negara menentukan produk unggulan apa yang bisa dikembangkan di kawasan tersebut sehingga dikenal dan dapat menembus pasar internasional. Pendekatan pembangunan masyarakat melalui pengembangan satu desa satu produk unggulan ini sesungguhnya bukan khas Indonesia. Menurut penelusuran literatur yang dilakukan oleh Tamaddun, konsep Satu Desa Satu Produk ini pertama kali muncul di Jepang dengan nama One Village One Product (OVOP). Konsep ini dikembangkan di Thailand dengan istilah One Tambon, One Product (OTOP), China

dengan nama One Factory One Product, Philipina dengan istilah One Barangay One Product, Malaysia dikenal dengan nama Satu Kampung Satu Product Movement. Menentukan produk apa yang akan dikembangkan di satu daerah (desa) tidaklah mudah. Konsep satu desa satu produk unggulan harus didasarkan kepada informasi sumber alam apa yang tersedia dan keterampilan apa yang dimiliki oleh masyarakat di desa tersebut. Perpaduan antara pengembangan sumber alam dan pengembangan sumber daya manusia yang optimal akan menghasilkan produk yang tepat dan berkualitas sehingga menjadi produk unggulan suatu negeri. []

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Sajian Utama
Konsep OVOP ini merupakan salah satu pendekatan menuju klusterisasi produkproduk unggulan yang berskala mikro, kecil, dan menengah agar dapat berkembang dan mengakses pasar secara lebih luas, baik lokal, domestik, dan luar negeri.
Sementara bahannya bukan dari Madina. Hasil penelitian tentang tanaman kopi menyebutkan kopi yang sama pernah ada di Kecamatan Pakantan, kentang dari Kecamatan Ulu Pungkut, Jeruk Maga dari Maga Kecamatan Lambah Sorik Marapi. Contoh tiga komoditas tersebut (keramik, kopi luwak dan kopi madina) sama-sama memiliki nama baik tingkat dunia. Hal ini membuktikan sesungguhnya banyak pilihan produk unggulan setiap desa sesuai kompetensi inti daerah, bersifat unik khas budaya dan keaslian lokal, berpotensi pasar domestik dan ekspor, bermutu dan berpenampilan baik, dapat diproduksi secara kontinyu dan konsisten. Dapat dibayangkan jika keberagaman dan keunikan serta keunggulan daya saing itu bisa diwujudkan. Menurut analisa pakar, kalau melihat kekayaan dan keragaman sumberdaya yang dimiliki negara-negara Asia tenggara, agroindustri adalah suatu keniscayaan bagi kawasan ini. Dan Indonesia sebagai negara terbesar di Asia Tenggara mestinya bisa memimpin sebagai (leading sector). Alam Indonesia memberi lahan yang dapat memaksimalkan perolehan produktivitas sesuai potensi tanaman, seharusnya mampu menghasilkan beragam produk OVOP yang memiliki image dan daya saing yang tinggi dibanding negaranegara lain di Asia Tenggara. Untuk itu Indonesia harus melompat tidak cukup dengan berlari. Indonesia perlu kemandirian daya saing. Apalagi jika masing-masing desa bisa memenuhi apa yang diisyaratkan produk OVOP. Jika ini sudah tercapai, masyarakat Indonesia akan sejahtera, makmur, damai sesuai yang dicita-citakan. Semoga! []

diharapkan mampu meningkatkan pendapatan per kapita penduduk dengan memanfaatkan potensi produk khas lokal. Intinya OVOP adalah program lokal, akan tetapi pangsa pasarnya telah mencapai internasional. Ini perlu kami tegaskan agar pengertian program OVOP tidak rancu, dan jangan disalahartikan, ujar Wayan Dipta kepada Tamadddun. Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia sesungguhnya negara yang kaya dan memiliki segalanya, baik sumber daya manusia maupun sumberdaya alam. Hanya saja perlu pengelolaan secara profesional. Wayan Difta mencontohkan produk keramik atau gerabah sudah sangat identik dengan daerah Kasongan (Jogjakarta) sebagai pusatnya. Kalau bicara kopi luwak, masyarakat pasti memahami sumbernya ada di Bali. Madina (Kabupaten Mandailing Natal) di Sumatra utara pernah harum namanya sehubungan populernya kopi Mandailing hingga ke Jepang dan pasar dunia.

10

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Drs. Braman Setyo, M.Si

Produk Kreatif; Peluang dan Unggulan Produk UMKM


Industri kreatif di Indonesia berpedoman pada instruksi presiden nomor 6 tahun 2009. Hal tersebut bertujuan sebagai proses penciptaan barang dan jasa yang memiliki nilai tambah (value added) yang berasal dari kreatifitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan lapangan kerja sehingga kesejahteraan semakin merata.
ila kita berkunjung ke suatu tempat, daerah atau lebih tepatnya desa, pasti akan kita temukan kekhasan dan keunikan, entah itu soal makanan, kerajinan, hasil bumi bisa juga penemuan teknologi di daerah tersebut. Selama ini, jarang sekali, keunggulan desa atau daerah diperhatikan dan dipublikasikan ke daerah lain. Wajar, bila sangat susah dikembangkan menjadi suatu peluang pasar yang bisa diandalkan. Dengan adanya program OVOP (one village one product), satu desa satu produk, peluang pasar di daerah semakin terbuka dan menjadi pasar potensial. Salah satunya misalnya, produk kreatif, yakni produk yang menggabungkan antara ide, seni dan teknologi. Bagaimana Kementerian Koperasi dan UMKM dalam merealisasikan dan pengembangan OVOP serta industri kreatif Sesuai intruksi presiden No. 6 tahun 2007?

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

11

Sajian Utama
Berikut wawancara eksekutif Zubaeri At dari Tamaddun dengan Drs. Braman Setyo, M.Si, Deputi Bidang Produksi di kantor Kementerian Koperasi dan UKM RI, Jalan H.R Rusuna Said, Jakarta Pusat. Bagaimana upaya pengembangan sektor riil, khususnya industri kreatif di Indonesia? Ya, kita selalu mendorong pelaku usaha riil ini, untuk menangkap peluang pasar. Dulu, Alfin Tofler, dalam bukunya future shock, tahun 70-an menjelaskan bahwa proses perkembangan pasar menjadi empat era, yakni, era pertanian, era industri, era informasi dan komunikasi dan terakhir, era kreatif dan inovasi. Pemerintah sendiri sudah memfasilitasi, mulai dari gubenur, walikota dan bupati memberikan peluang yang harus ditangkap oleh para pengusaha sektor riil, terutama pelaku UMKM di daerah. Apa landasan dan tujuan pengembangan industri kreatif? Industri kreatif di Indonesia berpedoman pada instruksi presiden nomor 6 tahun 2009. Jadi masih relatif baru. Dalam artian, belum berumur lima tahun. Tentang pengembangan ekonomi kreatif. Hal tersebut bertujuan sebagai proses penciptaan barang dan jasa yang memiliki nilai tambah (value added) yang berasal dari kreatifitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan lapangan kerja sehingga kesejahteraan semakin merata. Mengapa industri kreatif harus terus dikembangkan? Ya, karena memang industri kreatif dapat memberikan kontribusi secara ekonomi yang signifikan dan menciptakan iklim bisnis yang positif pada sumber daya manusia yang terbarukan, menciptakan inovasi dan kreativitas. Dengan begitu, suatu bangsa mempunyai keunggulan kompetitif yang berdampak pada kesejahteraan bersama. Profil:
: Drs. Braman Setyo, M.Si. : Deputi Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM RI TTL : Malang, 23 Juni 1958 Alamat Kantor: Jl. H.R Rasuna Said Kav. 3-4 Kotak Pos 177, 621, 384 Status : Menikah Pendidikan: 1. Universitas 17 Agustus 1945 (S2) 2. Universitas Jember (S1) 3. SMA Negeri III Surabaya 4. SMP Negeri Pasuruan 5. SD Achmad Yani Karir PNS: 1. Deputi Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM RI, 18 Maret 2011 sekarang 2. Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Prov. Jawa Timur, 07 Nopember 2006 Maret 2011 3. Kepala Biro Umum Setda Prov. Jawa Timur, 28 Oktober 2005 Penghargaan: 1. Mendongkrak promosi-promosi UMKM dan citra Provinsi Jawa Timur melalui Gedung pusat Souvenir dan Gedung Pamer 2. Memfasilitasi diraihnya penghargaan Koperasi dan UMKM ke Tingkat Nasional 3. Meraih penghargaan Provinsi Jawa Timur sebagai Provinsi Koperasi 4. Terbentuknya Komisi Pengendalian Koperasi Simpan Pinjam 5. Memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat dan Program Peminjaman Kredit dari PT. Jamkrida Nama Jabatan

Pelaku usaha perlu motivasi, apa program yang diberikan Deputi Produksi? Dari Deputi Produksi mempersiapkan segala sesuatunya. Misalnya, di sana ada ternak sapi yang prospeknya cukup bagus, berapa sapi yang kurang. Nanti dari pemerintah yang mensuport untuk tambahan sapi tersebut. Menurut Bapak, SDM daerah apakah siap sebagai pelaku produksi? SDM di bawah, saya kira cukup bagus. Menurut kajian kita cukup banyak yang harus kita bantu tergantung bantuan apa yang diperlukan, entah pelatihan maupun penyuluhan dalam rangka pengembangan SDM. Contoh, kita sedang mengembangkan batik dengan pewarna alam. Ini yang sedang banyak tuntutan. Karena produk batik dengan

12

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

pewarna buatan sudah mulai ditinggalkan. Di tahun 2013, sudah banyak koperasi-koperasi yang berproduksi batik pewarna alam. Dan menjadi produk kreatif juga. Bagaimana mempercepat pertumbuhan industri kreatif? Menurut saya, bagi daerah-daerah yang mempunyai kreatifitas-kreatifitas yang menonjol diharapakan untuk mengikuti pameran yang telah kita fasilitasi. Hal ini untuk memicu meningkatkan kualitas dari daerahdaeran lain, sebelahnya. Apa persoalan utama pengembangan industri kreatif? Persoalan utama, industri kreatif hingga 2015 adalah pertama, kualitas dan kuantitas SDM pelaku industri kreatif. Kedua, iklim kondusif untuk memulai dan menjalankan usaha industri kreatif. Ketiga, masih rendahnya penghargaan/apresiasi terhadap insan kreatif dan karyanya. Keempat, lambatnya akses teknologi informasi dan komunikasi untuk mendapatkan informasi. Kelima, lemahnya lembaga pembiayaan yang mendukung usaha pelaku kreatif. Apa problem yang sering dihadapi sekarang? Problem yang sering dihadapi adalah pertama pemasaran, dimana hasil karya industri kreatif masih susah menemukan pembeli. Pemerintah sendiri sudah menyediakan ruangruang pameran baik yang bersifat lokal, regional maupun internasional. Kedua, dari akses pembiayaan. Pemerintah telah membuka akses dengan perbankan maupun pihak pengelola keuangan untuk bisa bersama-sama membiayai pelaku usaha kreatif ini. Contoh, ada Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir (LPDB). Hingga saat ini lebih dari satu trilyun Rupiah yang diberikan kepada pelaku usaha seluruh Indonesia. Mengapa hasil produksi industri kurang mampu bersaing?

Hasil produksi kita sebenarnya sanggup bersaing. Hanya saja sering kemasannya tidak menarik. Tapi soal cita rasanya memang, saya kira kita tidak kalah bersaing. Artinya, beberapa perusahaan besar seperti Carefour dan minimarket-minimarket mau menampung hasil produk dari pelaku-pelaku usaha. Bisa dijelaskan, apa yang harus dipersiapkan dalam mendukung industri kreatif ke depan? Memang tidak mudah, pertama-tama, harus ada sarana dan prasarana. Kedua, produksi dan pengelolaan yang kontinyu. Ketiga, bahan baku harus tersedia. Keempat, kemasan dan pemasaran bagi produk UMKM. Selama ini, kementerian koperasi dan UMKM dalam mendukung program industri kreatif telah memberikan bantuan dana kepada koperasi untuk pengadaan sarana di bidang industri kerajinan handycraft, anyaman bambu, gerabah dan batu mulia. Apa hubungan dengan gerakan One Village One Product? Ya, industri kreatif merupakan kelanjutan dari program OVOP. Dari 100 program One Village One Product, alhamdulillah hingga tahun 2011 sudah dilaksanakan 17 program. Di Pacitan ada batik pewarna alam. Terus, di Bengkulu ada minuman Jeruk Kalamanci. Apa target ke depan? Tahun 2009, menurut perhitungan kita peningkatannya 0,24 %. Tahun 2011 kemarin, 1,56%. mudah-mudahan tahun 2012 ini bisa mencapai 2,25% lebih. Selain itu, industri kreatif ini dipandang penting untuk membantu kesejahteraan secara ekonomi. Apalagi, industri kreatif itu adalah penggabungan antara ide, seni dan teknologi. Bagaimana menciptakan suatu ide, dengan seni yang begitu rupa dan ditunjang dengan sentuhan teknologi maka menghasilkan kemakmuran bagi masyarakat. []

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

13

Sajian Utama

One Village One Product Untuk Kesejahteraan Bersama


Ada tiga dasar dalam peningkatan kualitas komuditas. Pertama, modernisasi pengetahuan (sains). Kedua, keterampilan (skill). Dan ketiga, kecepatan (speed). Dengan pengetahuan bisa dikembangkan keterampilan kita. Dengan pengetahuan dan keterampilan harus mampu memacu kecepatan dalam proses bekerja. Cepat mengejar informasi, cepat menyesuaikan keadaan dan cepat menangkap peluang pasar.

Home industri roti crispy di Bandung Jawa Barat

erjalan-jalan ke pasar tradisional, melihat buah-buahan segar pastilah hati kita senang dan ingin mencobanya. Tetapi ketika kita bertanya kepada penjual, ini apel dari mana? klengkeng dari mana? jeruk dari mana? Dan seterusnya. Hati kita akan miris mendengar jawaban penjual buah tersebut. Mereka menjawab, klengkeng dari Thailand, jeruk dari China, apel dari Amerika dan seterusnya. Ini kenyataan ketika pasar kita dibanjiri produkproduk pertanian dari China, Thailand, Vietnam, India, Amerika Serikat, Australia dan Eropa. Lebih menyedihkan lagi tidak hanya buah, pasar kita juga dibanjiri produk elektronik hingga nainan anak-anak didominasi produk impor. Makanya, masyarakat Indonesia harus sadar dan mampu mengembangkan produk dalam negeri secara maksimal. Baik produk pertanian, produk kerajinan maupun produk teknologi. Ada tiga dasar dalam peningkatan kualitas komuditas. Pertama, modernisasi pengetahuan (siences). Kedua, keterampilan (skill). Dan ketiga, kecepatan (speed). Dengan pengetahuan bisa dikembangkan keterampilan kita. Dengan pengetahuan dan keterampilan harus mampu memacu kecepatan dalam proses bekerja. Cepat mengejar informasi, cepat menyesuaikan keadaan dan cepat menangkap peluang pasar. Sangat pas, bila kebijakan yang diterapkan kementerian koperasi dan UMKM yang mansyaratkan agar para petani dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah yang berkeinginan

14

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

mendapat bantuan teknis, permodalan, pemasaran, pelatihan dan bimbingan menjadi anggota koperasi. Dengan model koperasi tersebut kesadaran dan semangat OVOP dapat di koordinasikan guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, mengelola produk dan pemasaran sesuai dengan kebutuhan konsumen. Dan mampu menghadapi saingan globalisasi. Adanya mengintegrasian komoditas atau produk unggulan masing-masing desa atau daerah dalam satu kesatuan jaringan, program OVOP dapat bermanfaat bagi akses pemasaran, baik lokal, antar daerah, di dalam negeri serta pemasaran untuk tujuan ekspor. Tentu tetap berpegang pada prinsip-prinsip keberhasilan program OVOP antara lain, Pertama, komuditas/produk lokal yang mampu menjadi komuditas global. Kedua, adanya kemandirian dan kreativitas dalam menjalankan bisnis. Ketiga, mampu mengembangkan sumberdaya manusia. Artinya, mampu mendorong sumberdaya manusia disekitarnya agar mampu berinovasi dan berkreasi. Berani menghadapi tantangan-tantangan baru di sektor industri, pertanian, pariwisata, serta di sektor-sektor lain. Unggulan Daerah Betapa banyak daerah di Indonesia memiliki 'mutiara' keunggulan produk dan kekayaan alam. Salah satunya, desa Warung Kondang, kabupaten Cianjur, Jawa Barat melalui Koperasi Mitra Tani Parahyangan yang beranggotakan 328 petani yang mengembangkan program OVOP agribisnis terutama sektor hortikultural, mulai dari sayur-mayur, beras ketimun hingga cabai hijau. Hasil hortikultural tersebut di pasarkan ke pasar swalayan di area cipanas dan sekitarnya dan swalayan di

Jakarta. Dalam pengirimannya, untuk menjaga kualitas dan memperlancar pemasaran, Kementerian Koperasi dan UMKM memberi satu unit kendaraan pendingin (cooling unit). Sarana cooling unit ini dapat menekan kerusakan dari awalnya 30% menjadi 15 %. Sehingga Koperasi Tani Parahyangan dapat meraih keuntungan (laba) sebesar 4,5 juta perbulan. Pada saat ini Koperasi Tani Parahyangan telah mampu memasarkan komoditas sayur-mayur hasil anggotanya ke Careffour, Superindo, hotel-hotel, restoran, catering dan beberapa tempat lain di Jakarta. Lain lagi, dengan Koperasi Serba Usaha (KSU) Bhatari Tunas Mandiri yang beralamat di desa Tiga, kecamatan Susut, kabupaten Bangli, Bali yang memiliki 1.600 anggota yang menekuni bisnis agribisnis sayuran organik (paprika) dan buahbuahan (jeruk kintamani dan manggis) sarana produksi pertanian (benih, pupuk, pestisida dan lainlain) serta pemasaran pupuk.

Prinsip-prinsip keberhasilan program OVOP antara lain, Pertama, komuditas lokal yang mampu menjadi komuditas global. Kedua, adanya kemandirian dan kreativitas dalam menjalankan bisnis. Ketiga, mampu mengembangkan sumberdaya manusia.

Khusus untuk paprika hijau dan paprika merah, salah satu komoditi unggulan KSU Bhatari Tunas Mandiri yang berhasil dari program OVOP dan mampu memasuki pasar ekspor. Berbeda dengan Koperasi Kampung Unggulan Griya Karya Tiara Kusuma yang mengembangkan Batik Mangrove warna limbah alami eksklusif yang berasal dari kelurahan Kedung Baruk, Rungkut, Surabaya Jawa timur yang telah mendapat Kalpataru kategori perintis lingkungan. Batik SeRuMangrove pertama kali dicetuskan pada tahun 2007, batik ini berhasil menampilkan

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

15

Sajian Utama
beragam motif dari bentuk mangrove. Mulai dari daun, bunga, sampai untaian buah, serta makhluk yang hidup di sekitarnya, seperti ikan, kepiting dan udang. Jangan sampai terkecoh batik mangrove palsu, karena setiap pembelian batik dengan merk Batik SeRu Mangrove Alami Lulut dapat sertifikat 1 desain, 1 orang, 1 pohon mangrove atas nama pembeli dan jelas siapa yang merawat tanaman, dan tanaman bisa dilihat di hutan mangrove sekaligus rekreasi dengan menunjukkan sertifikat. Mangrove sendiri adalah salah satu jenis tanaman laut yang mempunyai khasiat baik untuk kesehatan. Hingga kini, ada 250 pakem motif batik mangrove yang dikembangkan ditambah dengan motif kelautan seperti motif ombak. Warna yang dipilih untuk batik inipun berwarna cerah. Warna yang berasal dari warna-warna alami dari hasil campuran beberapa tumbuhan mangrove kering dengan tumbuhan alami lainnya. Produk lain hasil dari pengelolaan mangrove adalah sabun pencuci batik sirvega tempe mangrove, sirup dan kerupuk yang telah dipasarkan khususnya kota Surabaya dan sekitarnya. Sedang Desa Boto, kecamatan Sapuran, Wonosobo, Jawa Tengah yang menjadi pusat pengelolaan kayu lapis. Salah satunya, ditemui Tamaddun adalah Triyanto (32), pengusaha muda pemilik perusahaan Permata Hijau (Sawmill & Wood Working), industri pengelolaan kayu yang dirintis sejak 1999. Usaha tersebut terletak di Jalan Raya Purworejo Km. 19 Boto, Sapuran Wonosobo Jawa Tengah. Ia mengawali karir dengan ikut kakaknya, Kuryadi, pengusaha kayu lapis terkenal di Wononosobo selama dua tahun. Setelah belajar kepada kakaknya dan merasa cukup bisa menjalankan usaha, ia langsung mempratekkan semua ilmu dengan membuka usaha sendiri dan mandiri. Dalam menghasilkan kayu, Triyanto, memperoleh dari para pengepul atau langsung membeli kepada petani. Kecamatan Sapuran merupakan salah satu kecamatan di Wonosobo yang

STRAWBERRY BANDUNG JAWA BARAT


Produk unggulan desa Alamendah, kabupaten Bandung, Jawa Barat adalah strawberry. Produk ini dikembangkan sejak tahun 2009 oleh kementerian perindustrian melalui pendekatan OVOP . Hingga kini, produk unggulan ini meningkat atas kerjasama antara para petani strawberry, pelaku usaha kecil dan menengah, koperasi, asosiasi usaha strawberry, penyuluh klaster strawberry serta unsur pemerintah daerah kabupaten Bandung. []

Sentra industri pengolahan kayu di Boto, Sapuran, Wonosobo

16

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

mengembangkan industri kayu dan penanaman kayu terbesar di Jawa Tengah. Beberapa daerah, seperti Banjarnegara, Purworejo, Temanggung, Ambarawa dan Salatiga menyetorkan hasil hutannya ke Sapuran untuk dikelola. Dengan modal awal 10 juta Rupiah, waktu itu, Triyanto bisa memperoleh kayu sepuluh truk besar. Sekarang, satu truknya mencapai 4,5 juta Rupiah. Usaha kayu menurut Triyanto cukup simpel, membeli, digesek (di kelola dengan cara digergaji) kemudian dijual untuk dijadikan kayu lapis. Pengusaha penggergajian kayu (sawmill) memang dari tahun ke tahun terus berkembang, bayangkan saja di jalan Sapuran saja sudah ada sebelas pabrik penggergajian

kayu. Belum yang di dalam yang tidak kelihatan. Hingga sekarang, Triyanto memperkirakan kurang lebih ada 100 industri penggergajian kayu di Wonosobo. Dan ini benar-benar jadi industri unggulan daerah. Triyanto dalam produksi mempunyai tiga mesin gesek (sebutan untuk mesin penggergajian) dengan karyawan 30 orang yang mampu menghasilkan dua truk perhari dengan nilai sembilan juta Rupiah perhari. Jadi dalam satu bulan bisa dikalikan 25 hari. Hasilnya, 225 juta Rupiah perbulan. TAMZIS sebagai lembaga keuangan syariah secara tidak langsung mendukung keberhasilan Triayanto dalam mengelola keuangan maupun menyalurkan sebagian keuangannya untuk dijadikan pengembangan ekonomi mikro masyarakat setempat. Ini bukti, bahwa masingmasing daerah memiliki keunggulan yang berbeda. Entah, dalam agrobisnis, hortikultural, kerajinan hingga teknologi. Dengan program OVOP diharapkan mampu menyatukan produk unggulan di masing-masing daerah sehingga lebih mudah untuk di konsumsi oleh daerah lain, lokal dalam negeri dan mampu bersaing di luar negeri. Oleh karena itu, OVOP harus kita dukung bersama demi kesuksesan meningkatkan ekonomi bangsa dan mampu membangkitkan kesejahteraan bersama. []

KERAJINAN SULAMAN ACEH


Kerajinan sulaman merupakan seni tradisi bagi masyarakat. Keindahan sulaman Aceh sangat indah. Dapat diarahkan sebagai produk ekspor dengan merubah desain dijadikan penyekat dinding, hiasan dinding, sarung bantal dan taplak meja. Di Aceh lazim menggunakan beludru sebagai bahan baku, untuk ekspor biasanya diganti dengan bahan katun. Desain motif dan komposisi warna disesuaikan tujuan pasar. []

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

17

1992 - 2012

www.tamzis.com
Memuat fakta dan edukasi ekonomi syariah Dinamika sektor ekonomi mikro syariah Gagasan tokoh ekonomi syariah Wacana pengembangan ekonomi syariah

Dinamika

ICMI Wonosobo Gelar Seminar Nasional Ekonomi Syariah


sampai di Madagasgar. Potensi SDM dan SDA kita tidak berarti apa-apa jika kita tidak bersatu, oleh karena itu kunci untuk membangun ekonomi Indonesia adalah persatuan jelasnya. Selanjutnya, Saat Suharto, mengatakan bahwa pencapaian BMT hingga saat ini sudah luar biasa baik bila dibanding dengan dua puluh tahunan lalu ketika awal mula BMT berdiri. BMT sudah mampu melatih masyarakat untuk memiliki budaya menabung. Dimana dulu asumsi menabung (saving) hanya dimiliki oleh orang-orang yang kelebihan materi saja. Namun, kini bisa kita saksikan para pedagang kecil di pasarpasar tradisionalpun sudah terbiasa menabung tambahnya. Dalam perjalanannya hingga kini, BMT juga suda memiliki parameter untuk mengukur kesejahteraan anggota atau masyarakat yang selama ini bermitra dengan BMT. Lima parameter ini kita dasarkan pada maqashid syariah, yakni kesejahteraan Al-Aql (akal pikiran), Addien (agama), Nasl (keturunan), Nafs (kemanusiaan) dan Maal (harta benda). Oleh karena itu, BMT menegaskan diri sebagai lembaga dakwah, terutama dibidang ekonomi syariah katanya. Pembicara terakhir, Aditya Warman, mengatakan bahwa, pilihan kita terhadap perbankan syariah bukanlah diukur dari murah atau mahalnya bunga atau bagi hasilnya, melainkan berdasarkan ketakwaan kita kepada Allah. Jika kita bertakwa sudah barang tentu memilih perbankan syariah. Analoginya, kalau hanya memilih yang murah daging babi itu murah tapi kan haram, yang sudah jelas halal adalah daging sapi meski lebih mahal. Sekali lagi pilihan ekonomi syariah itu bukan berdasar murah atau mahal tapi seberapa takwa kita pungkasnya. [ir]
Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Peserta seminar menyimak ulasan pemateri

onosobo. Kampus Unsiq (Universitas Sains Al Qur'an) Jawa Tengah di Wonosobo selama ini dikenal dengan keunggulannya dalam pengembangan ilmu-ilmu berbasis Al Qur'an. Baru-baru ini, Pengurus Daerah Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Kabupaten Wonosobo mengadakan pelantikan pengurus sekaligus seminar nasional ekonomi syariah di kampus Unsiq. Acara yang digelar di Aula Al A'la Unsiq pada hari Sabtu 14 April 2012 ini mengambil tema Mengukuhkan Kecendikiawanan yang Takwa, Mempelopori Kebangkitan Bangsa, Menuju Kemandirian Bangsa. Hadir sebagai pembicara seminar yakni, Dr. H. Adi Sasono (Mantan Menteri Koperasi dan UKM), Ir. H. Saat Suharto Amjad (CEO Permodalan BMT Ventura Jakarta) dan Aditya Warman (Pengurus ICMI Jateng). Acara tersebut juga dihadiri oleh Dr. Ir. Didik Eko Budi Santoso, MT., Ketua ICMI Jateng, Drs. H.A. Kholiq Arif, M.Si., Bupati Wonosobo, Dr. H. Zamakhsyari Dhofier, M.A., Rektor Unsiq, para Camat dari masing-masing kecamatan di Wonosobo, Ulama dan tokoh masyarakat, serta para pegiat ekonomi syariah khususnya BMT di Wonosobo. Mengawali seminar, Dr. Adi Sasono menyampaikan materi seputar potensi dan kekayaan Indonesia baik sumber daya manusia (SDM) maupun sumber daya alam (SDA). Sejak dulu Indonesia telah tampil sebagai penjelajah, bahkan sejak zaman Majapahit kita sudah

19

Dinamika

Pelatihan Pembukuan Pedagang Pasar


akan dicatat hingga nanti hari kiamat sebagai laporan kepada Allah Swt. H. Warsono menghimbau, kalau memang pedagang kecil di pasar tradisional iman kepada malaikat, seyogyanya menulis apa yang laku dari dagangan, kulakan habis berapa dan untuk keperluan keluarga berapa jadi akan jelas dari catatan tadi pedagang untuk apa rugi. Pedagang Harusnya Mencatat Dalam aktifitas berdagang, pedagang pasar tradisonal masih menggunakan ingatan ataupun feeling (perasaan), apakah dagangannya untung atau rugi. Memang dilihat dari sisi pendidikan yang relatif rendah hanya tamatan SD dan dari sisi usia sudah tua. Apalagi mencatat adalah sesuatu yang asing. Kondisi belakang ini berbeda, pedagang pasar tradisional sudah relatif muda dan pendidikan rata-rata SLTP dan SLTA. Artinya, pemberdayaan pedagang melalui pembukuan usaha harus segera dimulai meski bertahap. Hadir sebagai pemateri pelatihan pembukuan usaha kecil dan menengah bagi pedagang ini, Budi Santoso, SE. (Manajer Utama TAMZIS). Hal ini tentunya karena TAMZIS beberapa kali telah mengadakan pelatihan pembukuan pedagang, baik di Wonosobo maupun di Jogjakarta. Budi menjelaskan, bahwa mencatat itu penting untuk mengetahui laba-rugi bagi pedagang, selain itu, catatan bisa digunakan sebagai panduan, barang apa yang laris, kulakan barang yang murah, berapa kenaikan barang perbulan dan sebagainya. Menurut Budi, bahwa mencatat bagi pedagang bukan masalah bisa atau tidak, tetapi lebih pada niatan yang kuat dan keinginan yang besar. [zbr]

Budi Santoso, ketika menyampaikan materi

ehabis sholat dhuhur, para pedagang dari beberapa pasar di Kebumen Jawa Tengah berdatangan ke gedung baru BMT Umat Sejahtera. Ada yang rombongan membawa mobil bak, ada yang diantar motor ke lokasi dan ada juga yang membawa sepeda motor sendiri. Para pedagang tersebut mengikuti pelatihan pembukuan pedagang dalam rangka launching gedung baru BMT Umat Sejahtera Kebumen. Acara yang berlangsung pada 16 Mei 2012 ini, dihadiri oleh Sutrisno, kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kebumen, Ahmad Sugandi (General Manajer BMT Umat Sejahtera) dan Asosiasi BMT se-Kabupaten Kebumen. Pelatihan pembukuan usaha kecil dan menengah ini, ternyata menarik para pedagang pasar tradisional untuk hadir. Hal ini, sebagai salah satu upaya BMT Umat Sejahtera memberi pemberdayaan kepada pedagang agar mengerti dan mempraktekkan pembukuan perdagangan pasar. Tujuan dari pemberdayaan ini adalah agar pedagang mengerti betul pengelolaan keuangan, apakah sudah untung atau rugi. Selain itu, BMT Umat Sejahtera dapat menggunakan salah satu akad ekonomi syariah khususnya akad mudharabah (akad bagi hasil). Dalam sambutan, Ketua Pengurus BMT Umat Sejahtera H. Warsono menyampaikna kepada peserta, bahwa iman itu ada enam, pertama, iman kepada Allah Swt. Kedua, iman kepada malaikat. Khusus malaikat pencatat, amal baik akan dicatat dan amal buruk manusia

20

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

BMT Bangun SDI Media


Tulislah Peristiwa Agar Semua Menjadi Abadi
ebun hijau, perbukitan yang asri, sejuknya kabut tipis yang menyelimuti menjadi pemandangan menarik di Bandungan Semarang, tempat dimana didakan pelatihan media PBMT (Perhimpunan BMT) Indonesia. Tempat ini dipilih karena memang suasananya terasa sangat tenang, tentram dan hampir-hampir tak terdengar kebisingan dari luar. Acara ini digelar di Bandungan Hotel Indah (BHI), berlangsung mulai tanggal 18 hingga 19 Mei 2012. Pelatihan diikuti oleh tiga puluh lima peserta dari dua puluh lima lebih BMT di wilayah Jawa Tengah dan DIY. Mereka dengan sangat antusias menerima materi. Hampir-hampir hanya matahari pagi yang dirasakan, karena siang selalu mendung hingga sore hari. Tiba-tiba malam. Forum yang dimulai sejak 07.30 pagi baru diakhiri pukul 23.00 malam. Materi diawali, membangun maindset tentang haluan BMT 2020 oleh Awalil Rizki (Ketua II PBMT Indonesia). Manajemen redaksi (newsroom), penulisan feature dan membuat majalah yang baik oleh Faried Cahyono (Mantan Wartwan Tempo, Time Magazine dan Majalah Forum). Pengenalan internet, visualisasi dan desain oleh Syarafuddin (Fotografer dan Programer UGM). Materi terakhir adalah Sapto (Pengusaha Percetakan Semarang) terkait dengan mempersiapkan cetak mencetak, mulai ukuran majalah, kertas yang digunakan, menghitung biaya produksi dan tips-tips agar hasil cetakan sesuai dengan desain. Kita tahu, kuatnya ekonomi mikro di Indonesia tak terlepas dari sumbangsih dari BMT (Baitul Maal Wattamwil) dengan sistem ekonomi syariah. Hingga kini, tercatat ada 4.000 BMT tersebar di seluruh Indonesia. Banyaknya BMT tidak sebanding dengan

Awalil Rizky, menyampaikan haluan BMT 2020

banyaknya kesadaran masyarakat akan BMT. Pertanyaanpertanyaan apa manfaat BMT, kinerja BMT, sistem BMT hingga bagaimana menjadi mitra BMT sering kita dengar. Maka media menjadi sangat penting untuk sosialisasi, edukasi dan memberi kesadaran akan pentingnya ekonomi syariah dalam membangun ekonomi masyarakat. Dengan media, dialog antar praktisi dan masyarakat bisa bertemu. Untuk mengubah anggapan sebagian masyarakat yang mempertanyakan dimanakah letak kesyariahan BMT, BMT tidak mungkin memberi jawaban satu persatu kepada anggotanya. Media menjadi alternatif dalam menyampaikan hal-hal yang terkait dengan anggapan anggota. SDI (Sumber Daya Insani), khususnya media BMT, harus dirancang bagus sehingga ke depan BMT bisa menyuarakan diri sendiri secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Ke depan, media BMT dapat memperkenalkan Haluan BMT 2020 yang dirancang oleh PBMT Indonesia kepada para praktisi BMT, praktisi perbankan, akademisi dan masyarakat luas. Dengan begitu, pembangunan ekonomi dapat sinergi dan kebangkitan ekonomi Indonesia yang menjadi cita-cita bersama dapat terwujud. Media BMT meliputi; Majalah, Website, Twitter dan Facebook. Dengan keempat media ini, BMT akan semakin dekat dengat masyarakat. Baik secara konseptual, sistem operasional dan prakteknya serta masyarakat mengerti bagaimana bermitra dengan BMT. [zbr]

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

21

Dinamika

115 Siswa Terima Beasiswa TAMADDUN


onosobo, 2 Mei 2012. Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Kita tahu, pendidikan sebagai tonggak majunya suatu negara. Semua berhak mendapat pendidikan yang sama. Tanpa terkecuali kaum dhuafa (miskin). TAMADDUN memberikan beasiswa kepada 65 siswa yang diadakan di pendopo kecamatan Sapuran, Wonosobo Jawa Tengah. TAMADDUN (Baitul Maal TAMZIS) adalah lembaga sosial yang berada di bawah manajemen Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) TAMZIS Baituttamwil. Kehadiran TAMADDUN merupakan wujud kepedulian TAMZIS sebagai Lembaga Syariah Mikrofinance yang tidak profite oriented, tetapi juga memiliki kepekaan dan tanggungjawab sosial dan fokus masalah pendidikan. Sebagai wujud tanggungjawab sosial TAMZIS kepada masyarakat sekitarnya, khususnya bagi kelompok dhuafa, melalui TAMADDUN memberikan beasiswa kepada 65 siswa-siswi tingkat SD, SMP dan SMA yang ada di wilayah Sapuran, Wonosobo dan Sekitarnya. Total bantuan Beasiswa yang diberikan selama 6 bulan ke depan sebesar Rp. 16.800.000. Sebelumnya, beasiswa TAMADDUN juga diberikan di Kotagede, Jogjakarta. 14 April 2012 betempat di gedung PDHI (Perhimpunan Djamaah Haji Indonesia) jalan Pembayun Kotagede Jogjakarta. Sebesar 15.670.000,-

Sardana, Manajer Marketing TAMZIS Sapuran menyerahkan beasiswa

Pentasyarufan (penyaluran) beasiswa ini sekaligus sebagai pertanggungjawaban (akuntabilitas publik) TAMADDUN kepada para Muzakki (pembayar zakat) atau Munfiq (orang yang berinfaq) yang telah mengamanahkan sebagian hartanya untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya. Program Beasiswa Pendidikan TAMADDUN Sapuran Wonosobo ini merupakan penyaluran beasiswa ke-13. Sebelumnya, secara reguler setiap 3 bulan beasiswa TAMADDUN diberikan kepada siswa-siswi dhuafa yang berprestasi di beberapa wilayah kerja TAMZIS. Yaitu meliputi; Wonosobo, Banjarnegara, Banyumas, Jogjakarta dan Jakarta. Pentasyarufan kali ini agak berbeda dari biasanya. Jika biasanya pentasyarufan diberikan hanya selama 3 bulan, kini diperpanjang menjadi 6 bulan. Dengan demikian total beasiswa yang disalurkan menjadi lebih besar. Selain itu, mereka juga memperoleh bantuan ongkos transportasi sebesar Rp. 20.000 per siswa. Total beasiswa yang sudah disalurkan TAMADDUN sejak 2006, sebesar Rp 256 juta. Beasiswa ini tidak langsung diberikan secara tunai, namun dalam bentuk simpanan pendidikan/tabungan. Drs. Agus Fajar Wibowo, Camat Sapuran mengatakan dalam sambutannya, merasa senang ada lembaga keuangan seperti TAMZIS yang memperdulikan anakanak Sapuran dan sekitarnya untuk memajukan dunia pendidikan. TAMZIS sebenarnya salah satu lembaga keuangan yang turut memajukan ekonomi Sapuran. Mudah-mudahan TAMZIS lebih maju sehingga ke depan TAMZIS juga memberikan beasiswa lebih besar dan lebih banyak lagi siswa yang memperoleh beasiswa dari TAMADDUN. Oleh karena itu, TAMADDUN mengajak kepada dermawan untuk menyisihkan sebagian hartanya sebagai wujud kepedulian kita akan nasib generasi Indonesia ke depan. [ir/zbr]

22

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

RAT TAMZIS Tutup Buku 2011 20 Tahun TAMZIS Membawa Kebahagiaan


kita peroleh berkat rahmat Allah Swt., tetapi selama 20 tahun, kita juga harus bisa melakukan evaluasi terhadap langkah kita, sehingga TAMZIS bisa melangkah lebih jauh ke depan ujarnya. Dalam acara tersebut, hadir pula jajaran pejabat dari kalangan Dinas Koperasi dan UMKM Propinsi Jawa Tengah Ir. Sujarwanto Dwiatmoko, M.Si., yang diwaliki oleh Ir. Dyah Pravita Damayanti, M.M. Drs. Agus Suryatin, MT., Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Wonosobo, serta Drs. H. Muchson, MM., Ketua DEKOPINDA Kabupaten Wonosobo. Cita TAMZIS Ir. Dyah, dalam pidato sambutan mengatakan, bahwa RAT adalah Agenda tahunan yang wajib dilakukan oleh koperasi. Dan TAMZIS, kami nilai salah satu koperasi yang tepat waktu dalam melaksanakan, kami ucapka terima kasih. Apalagi kita tahu, bahwa kekuasaan tertinggi koperasi bukan ditangan pengurus tapi di forum RAT. Dari sisi sistemnya, sistem syariah semakin hari, semakin dapat kepercayaan oleh masyarakat, selain memang 90% masyarakat kita adalah masyarakat muslim. Menurut saya, memang sistem syariah adalah sistem ekonomi yang seharusnya diterapkan karena jauh lebih maju dan adil dibanding dengan sistem yang lain jelasnya. Adanya koperasi syariah seperti TAMZIS ini, kami anggap telah membantu pemerintah dalam dua hal. Pertama, dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dan kedua, dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Apalagi setiap tahun TAMZIS selalu ada penambahan karyawan

Saat Suharto, Ketua Pengurus didampingi jajaran pengurus TAMZIS

onosobo, 18 Februari 2012. TAMZIS mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tutup buku tahun 2011. Kegiatan ini bertempat di Gedung PDHI Kabupaten Wonosobo diikuti sekitar tiga ratus anggota TAMZIS. Ir. H. Sholeh Yahya, dalam sambutannya mewakili pengurus menyampaikan, bahwa Rapat Anggota Tahunan kali ini, TAMZIS memberi tema 20 TAMZIS Membawa Kebahagiaan sebagai wujud syukur Alhamdulillah kita kepada Allah Swt, TAMZIS telah mampu 20 tahun melewati perjalanan mulai 1992 hingga 2012. Selama 20 tahun, TAMZIS secara konsisten dan istiqomah memberikan layanan jasa keuangan syariah kepada anggota yang memiliki tujuan memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan kepada keluarga besar TAMZIS, baik pengurus, pengelola maupun anggota TAMZIS. Mudahmudahan selama 20 tahun ini TAMZIS benar-benar membawa kebahagiaan tambahnya. Selain itu, Sholeh, mengingatkan, selama 20 TAMZIS berkiprah selalu ada kelebihan dan pencapaian yang patut kita syukuri bersama. Ada prestasi-prestasi juga yang bisa

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

23

Dinamika
dan cabang, kini TAMZIS sudah ada 400-an karyawan dan 28 cabang tambahnya. Ke depan, ada tujuh program koperasi dan UMKM yang dijadikan sasaran bersama-sama. Pertama, Peningkatan nilai ekspor 20% pertahun, secara nasional. TAMZIS salah satunya yang turut meningkatkan pasar Islamic Microfinance. Kedua, tumbuhnya koperasi berkualitas lima ribu pertahun, koperasi berkualitas adalah koperasi yang sehat plus, sehat dalam organisasinya, sehat dalam usahanya dan juga sehat mentalnya. Ketiga, sistem keanggotaan yang online. Keempat, peningkatan distribusi pembiayaan usaha mikro dari pemerintah melalui kredit usaha rakyat dengan target penyaluran 20 trilyun Rupiah setiap tahun secara nasional, untuk Jawa Tengah sendiri sudah mencapai 4,6 trilyun Rupiah. Kelima, pengembangan sumberdaya manusia dengan target menciptakan seribu sarjana wirausaha baru setiap tahunnnya. Keenam, menciptakan daerah percontohan one village, one product yang di kembangkan di setiap kabupaten kota. Ketujuh, adalah pengembangan koperasi dalam skala besar.

Sugeng, Anggota TAMZIS yang memperoleh undian umroh gratis

Terakhir, TAMZIS di tahun ke-20 mempunyai cita-cita untuk menciptakan kebahagiaan (falah), dimana TAMZIS bertujuan untuk mewujudkan kebahagiaan hakiki, yakni; kebahagiaan duniawi dan ukhrawi bagi seluruh stake holder perusahaan. Hal tersebut terangkum dalam akronim LIFE, yakni Learning, Integrity, Friendliness dan Endurance. [zbr]

Studi banding Asosiasi BMT Kabupaten Semarang Jawa Tengah (Selasa, 22/5/2012). Studi banding dalam rangka meningkatkan kemampuan sumberdaya insani bagi para pegiat ekonomi syariah.

24

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

PBMT Indonesia Goes to Campus UGM Bila Menjadi Manajer BMT


ogjakarta, seiring dengan kesadaran masyarakat yang meningkat tentang ekonomi syariah, membuat lembaga keuangan mikro syariah membuka pelayanan-pelayanan hingga pelosok desa. Satu kantor, satu kecamatan, keinginan ke depan. Hal tersebut membutuhkan sumberdaya insani (SDI) yang kompeten dan berkualitas. Baik, pengetahuan maupun akhlak dan menagerial syariah. Untuk menopang kebutuhan tersebut, Perhimpunan BMT Indonesia mengadakan agenda Goes to Campus Negeri seluruh Indonesia. Kemarin, tanggal 08 April 2012 giliran kampus UGM yang bertempat di Wisma Kagama. Acara tersebut, diikuti kurang lebih 55 peserta dari beberapa Universitas maupun perguruan tinggi, antara lain, UIN Sunan Kalijaga, STEI Hamfara, Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta(UMY), STEI Wiwaha Yogyakarta dan tentunya UGM. PBMT Indonesia Goes to Campus dengan tema Islamic Microfinance Insight Forum; mengenal profesi Manajer BMT yang sebelumnya di Semarang Jawa Tengah. Awalil Rizky sebagai ketua II PBMT Indonesia mengatakan, Islamic Microfinance Insight Forum untuk sosialisasi dan dialog guna memunculkan potensi akademik maupun aktivis mahasiswa yang berkeinginan kuat bergiat dalam dakwah ekonomi syariah, sekaligus sebagai tanggungjawab PBMT untuk edukasi dan transformasi ekonomi syariah kepada masyarakat. Dalam pembukaan, Priya Budi Santoso, SE., General Manager BMT Agawe Makmur, sekaligus koordinator wilayah PBMT DIY menuturkan BMT di Jogjakarta khususnya berdiri tahun 1996-an sebagai

Budi Santoso, SE., Manajer Utama TAMZIS

respon melihat kesulitan ekonomi umat, kami berpikir, tidak mungkin berhasil dalam berdakwah bila secara ekonomi masyarakat masih rendah katanya. Dari situ, kemudian tergugah hati untuk berdakwah melalui ekonomi syariah dengan cara mendirikan Baitul Maal wat Tamwil (BMT). BMT Agawe Makmur sendiri berdiri tahun 1996 dengan modal awal sekitar lima jutaan dan gaji pertama dua puluh lima ribu tambahnya. Sekarang, Priya menambahkan, BMT-BMT tumbuh berkembang dengan gedung-gedung yang megah, fasiltas yang tak kalah dengan lembaga keuangan lainnya. Gajipun bisa kurang lebih hampir sama dengan perbankan pada umumnya. Acara Islamic Microfinance Insight Forum, terbagi menjadi tiga sesi. Pertama, pengenalan PBMT Indonesia, jati diri BMT dan grand desain BMT yang disebut dengan Haluan BMT 2020. Dengan pembicara, Awalil Rizky. Kedua, pengenalan tugas dan fungsi Manager BMT yang disampaikan oleh Ruly Febrianto, Wakil Direksi BMT Bringharjo Jogjakarta. Ketiga, materi pengenalan KJKS Baitutamwil TAMZIS, selayang pandang pengembangan dan strategi operasionalnya, oleh Budi Santoso, SE., Direktur Utama TAMZIS. [zbr]

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

25

Dinamika

Pelatihan Account Officer dan Analisis Pembiayaan

ogjakarta, 9 Maret 2012. Manajer Area dan Manajer Marketing Cabang TAMZIS mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Account Officer dan Analisis Pembiayaan. Training tersebut diselenggarakan oleh Pusat Training Perbankan Daerah Istimewa Jogjakarta yang berlokasi di Perumahan Candi Gerbang Permai Blok T No 1,3,4 dan 5 Wedomartani, Ngemplak , Sleman, Jogjakarta. Training selama tiga hari tersebut, diikuti oleh 7 Manajer Area dan 11 Manajer Marketing Cabang TAMZIS dari wilayah Wonosobo, Banyumas, Jakarta dan Bandung. Materi pelatihan ini diberikan langsung oleh Direktur Utama Pusat Training Perbankan Jogjakarta yaitu Dr. R. Agus Basuki, MM., QIA., dan dibantu oleh Ratu Luky Dewantari, SP., ST., MM. Adapun materi pelatihan ini difokuskan kepada analisis pembiayaan yang ditinjau dari aspek keuangan maupun ditinjau dari aspek non keuangan. Disamping itu juga diisi dengan materi mengenai account officer.

Peserta foto bersama seusai pelatihan

Penyampaian yang diberikan oleh pemateri dalam pelatihan ini sangat aplikatif dan dapat langsung diterapkan secara mudah dalam praktek analisa pemberian pembiayaan yang diberikan kepada anggota TAMZIS. Hal inilah yang merupakan nilai positif yang didapat dari pelatihan ini. Hal ini pula yang dapat menjawab kesulitan atau permasalahan selama ini yang dihadapi oleh para penentu kebijakan pemberian pembiayaan. Ketika dihadapkan pada penentuan kebutuhan modal anggota TAMZIS maka diharapkan para penentu kebijakan pemberian pembiayaan dapat menentukan dengan tepat dan akurat sehingga dapat mengoptimalkan pemberian pembiayaan kepada anggota dan meminimalisir kerugian yang akan terjadi apabila tidak tepat dalam menganalisa pemberian pembiayaan kepada anggota. Upaya untuk meningkatkan skill karyawan TAMZIS merupakan titik perhatian yang utama yang dilakukan oleh TAMZIS. Diharapkan dengan diikutkannya seluruh jajaran TAMZIS dari tingkat clerical sampai ke tingkat Manajer maka akan menambah kemampuan seluruh karyawan TAMZIS dalam rangka memberi pelayanan yang optimal bagi anggota. [haendprij]

26

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Kerjasama TAMZIS dengan STEI Hanfara dan BAIC-PPA FE UMY;

Kembangkan SDI Ekonomi Syariah Unggul


erkembangan lembaga keuangan syariah yang meningkat menuntut persiapan yang lebih matang. TAMZIS sadar, ke depan kebutuhan SDI (Sumber Daya Insani) menjadi penting untuk memberi layanan terbaik bagi anggota. Salah satu langkah TAMZIS untuk pengembangan tersebut adalah kerjasama dengan perguruan tinggi. Senin, 30 April 2012, TAMZIS melakukan penandatanganan kerjasama dengan BAIC-PPA (Business & Accounting Innovation Center - Pusat Pengembangan Akuntansi FE UMY) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Dari pihak UMY sendiri yakni, Dr. Ietje Nazarrudin, SE., M.Si (Ketua Program Studi Akuntansi UMY) dan Rudy Suryanto, SE.,M.Acc (ketua UMY) sedang dari pihak TAMZIS diwakili oleh Erwin Saleh (Manajer Bisnis TAMZIS). Isi kerjasama ini sendiri menyangkut beberapa hal penting. Yakni, pertama, program persiapan memasuki dunia kerja dibimbing oleh praktisi BMT dan dosen. Kedua, rekrutmen karyawan dan pengembangan program management trainee. Ketiga, pelatihan UKM (Usaha Kecil Menengah) oleh dosen. Keempat, pendampingan UKM oleh mahasiswa. Dan kelima, implementasi software akuntansi SYNCORE. Sebelumnya, TAMZIS juga mengadakan kerjasama dengan STEI HAMFARA, (15 Maret 2012). Bertempat di kantor pusat TAMZIS Jalan S.Parman No. 46. STEI HAMFARA Jogjakarta merupakan salah satu sekolah tinggi ekonomi Islam yang membentuk insan cendekia sekaligus pejuang dalam mewujudkan ekonmi Islam ke depan lebih unggul. Dengan adanya kerjasama tersebut diharapkan pihak STEI HAMFARA maupun TAMZIS bisa saling memberi keuntungan.

Erwin Saleh, mewakili TAMZIS sedang menandatangani MOU

STEI HAMFARA sebagai institusi yang mendidik mahasiswa hingga mempunyai kemampuan khusus tentang ekonomi syariah, sedang TAMZIS menjadi lembaga keuangan syariah membutuhkan tenaga kerja dalam meningkatkan pelayanan kepada anggota. Budi santoso, SE., selaku Manajer Utama TAMZIS dalam kerjasama tersebut mengatakan, antar lembaga seyogyanya saling terkoneksi, ada lulusan perguruan tinggi mencari kerja, sedang ada institusi seperti TAMZIS yang membutuhkan SDI, jadi konek, ketemu makanya saling diuntungkan. Ini adalah ijtihad bagaimana antara akademisi, praktisi dan ulama ketemu, agar perjuangan ekonomi syariah akan lebih bisa mendekati tujuan dan menjadi kenyataan Budi menambahkan. Ke depan, kata Budi, semua lembaga keuangan mikro syariah akan ada kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah yakni kewajiban kompetensi. Kompeten dalam mengelola keuangan secara keseluruan maupun kompenten dalam mengelola perusahaan. Semua kepala cabang sudah harus mempunyai sertifikan kompetensi tambah budi. Dalam pendatanganan kerjasama ini, STEI Hamfara diwakili oleh Sugeng Widodo, SE., MM. (Ketua Prodi Keuangan dan Perbankan Syariah) didampingi Salihah Khairawati, S.Ag., M.M. dan Ir. Sugeng Nugroho Hadi, M.M. (Kepala LP3M STEI HAMFARA). [zbr]

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

27

Dinamika

Hadiah Umroh Gratis Bagi Anggota TAMZIS


saya bisa menikmati semua prosesi umroh. Ada kebahagiaan yang luar biasa dalam hati saya yang tidak bisa saya ungkapkan tambahnya. Sugeng berharap, ke depan tidak hanya satu orang anggota yang mendapatkan kesempatan umroh gratis. Semoga di tahun mendatang, yang mendapat kesempatan umroh gratis tidak hanya satu orang, saya rasa beberapa anggota juga berharap bisa menunaikan umroh apalagi kalau gratis ujarnya. Bapak yang merupakan pengusaha kayu ini, sebelumnya tidak pernah mengira akan memperoleh hadiah umroh gratis. Alumnus Akademi Maritim Jogja ini, dikenal sebagai pribadi yang telaten, tekun dan jujur. Bisa menunaikan ibadah umroh memang menjadi impian banyak orang, selain tidak harus menunggu lama, anggota juga bisa memilih sendiri waktu keberangakatan. Anggota juga bisa mengajukan dana talangan umroh. Oleh karena itu, selain undian umroh gratis bagi anggota, TAMZIS juga melayani program ibadah umroh reguler. Baru-baru ini (April 2012), TAMZIS juga telah membuka program talangan haji. Hal ini karena banyak anggota TAMZIS yang ingin menunaikan rukun Islam yang kelima ini. Oleh karena itu, untuk memberi layanan dan kemudahan, TAMZIS melakukan penandatanganan MOU (Memorandum of Understanding) dengan BSM (Bank Syariah Mandiri) Cabang Temanggung. Dalam penandatangan ini, TAMZIS diwakili oleh Tri Wuryanto (Manajer Penjaminan TAMZIS) didampingi Alfarid Agus (Manajer Funding). Sedang dari BSM diwakili oleh Taufiq Faulanni, SE., sebagai Marketing Cabang Temanggung. Dana talangan haji penting guna membantu mempercepat porsi (kuota) kursi haji. Dengan hanya membayar 2,5 juta Rupiah anggota sudah bisa mendaftar haji, dengan dana talangan dari BSM sebesar 22,5 juta Rupiah. [ir]

Sugeng, pertama kanan, saat menjalani Umroh

khir Maret 2012, merupakan waktu bersejarah bagi Sugeng (40). Pasalnya, anggota TAMZIS ini mendapatkan kesempatan menunaikan umroh gratis. Program ini merupakan program undian umroh gratis TAMZIS yang pertama, undian khusus bagi anggota yang memenuhi persyaratan tertentu ini, diadakan ketika RAT (Rapat Anggota Tahunan). Sugeng mendapatkan kesempatan pertama dari program ini. Saya bersyukur bisa memperoleh kesempatan umroh gratis ini, meski awalnya sempat bingung karena merasa belum pantas menjadi tamu Allah. Selama seminggu, setiap sholat dhuha saya sampai meneteskan air mata karena merasa belum pantas tutur Sugeng. Alhamdulillah, di sana

28

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Bulan Promo Pasar Tradisional


wal Maret 2012 yang lalu, menjadi momen penting bagi seluruh pedagang pasar tradisonal Jogjakarta. Pasalnya, dengan semangat memajukan perekonomian masyarakat bawah dan mendukung perkembangan ekonomi Jogjakarta diadakanlah kegiatan Promo Pasar Tradisional dan Belanja Berhadiah 2012 . Siang itu, ibu-ibu pedagang rela berdagang setengah hari, karena ikut memeriahkan Promo Pasar Tradisional dengan kirab pedagang pasar tradisional dari Taman Parkir Abu Bakar Ali menuju Stadion Kridosono Jogjakarta. Kegiatan ini dikemas dalam kirab budaya dan dilanjutkan dengan sarasehan pedagang pasar tradisional Jogjakarta. Sarasehan pedagang yang dipandu langsung oleh Achmad Fadli, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kota Jogjakarta bersama Wali Kota Jogjakarta, Ahmad Sayuti. Ketua DPRD DIY, H. Yoeke Indra Agung L, SE. dan Gusti Pembayun selaku Ketua APSI (Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Indonesia) wilayah Jogjakarta. Menurut Fadli, kirab budaya yang akan diikuti oleh sekitar 1.500 pedagang pasar tradisional tersebut merupakan gebrakan baru untuk semakin meningkatkan nilai tawar pasar tradisional di mata masyarakat dan mendukung pengembangan industri pariwisata di Kota Jogjakarta. Seluruh pedagang pasar tradisional yang mengikuti kirab tersebut mengenakan pakaian tradisional khas Jogjakarta dan membawa semacam hasil bumi yang

Meriah, rombongan kirab dari Pasar Klitikan Jogja

menjadi dagangan khas dari masing-masing pasar. "Misalnya saja, Pasar Giwangan akan menampilkan gunungan yang terbuat dari buah dan sayur yang menjadi dagangan khas pasar itu atau Pasar Klithikan yang menampilkan gunungan berbagai onderdil" katanya. Seperti tahun sebelumnya, pada 2012 panitia penyelenggara akan tetap menggelar kegiatan Promo Pasar dan Belanja Berhadiah tersebut selama tiga bulan, yaitu mulai 1 Maret hingga 31 Mei dan pengumuman pemenang akan dilakukan pada 6 Juni. "Promo Pasar Tradisional dan Belanja Berhadiah ini bisa meningkatkan citra dan juga omzet pedagang hingga 40 %. Ini akan menjadi kegiatan rutin tahunan sebagai upaya untuk terus meningkatkan manajemen pasar tradisional kata Ketua Panitia Promo Pasar Tradisional dan Belanja Berhadiah 2012, Faturachman. Tema utama dalam kegiatan Promo Pasar Tradisional tersebut adalah "Modernisasi Manajemen Pasar Tradisional di Era Global". Faturachman, juga menyampaikan bahwa pasar tradisional perlu terus menyesuaikan tuntutan dari konsumen, misalnya menciptakan kondisi pasar yang nyaman dan bersih untuk berbelanja. Belanja berhadiah cukup mudah, Pembeli di pasar tradisional akan memperoleh kupon sebagai tanda untuk mengikuti undian. Kupon tersebut didasarkan pada jumlah pembelanjaan yang dilakukan. Ke pasar yuuuk!, Akeh Hadiaheee(Ayo ke pasar, banyak hadiahnya). TAMZIS pun turut mendukung bulan promo pasar tradisional dan belanja hadiah Jogajakarta ini. Pasar tradisional ramai, ekonomi maju, jogjakarta selalu berhati nyaman. [zbr]
Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

29

Dinamika

Pembekalan Calon Karyawan TAMZIS;


Memberi Pengetahuan dan Mengantar Kesadaran
Adapun materi yang diberikan kepada peserta adalah, pertama, Islam sebagai jalan hidup. Kedua, ekonmi syariah secara umum. Ketiga, akad-akad dalam ekonomi syariah. Keempat, sejarah TAMZIS. Kelima, product knowledge TAMZIS. Keenam, pembiayaan (lending) dan funding. Ketujuh, service excellence. Kedelapan, praktek. Pembekalan ini dibuka secara resmi oleh Asawandi Danoe Atmadja, S.sos. M.M., selaku perwakilan pengurus TAMZIS. Dalam sambutannya mengatakan bahwa peserta pembekalan saat ini telah mengikuti tiga tahapan proses seleksi, mulai dari tes tulis, tes wawancara dan terakhir nanti tes permagangan. Jika lulus proses tersebut akan dikontrak untuk kerja sebelum menjadi karyawan tetap TAMZIS. TAMZIS mempunyai banyak pertimbangan dalam menilai calon karyawan, antara lain pertama, mempunyai IQ atau kecerdasan lebih. Kedua, mempunyai akhlak, karena akhlak cerminan tuntunan syariah nabi. Ketiga, mempunyai penampilan yang rapi dan syar'i. Makanya karyawan TAMZIS mendengar adzan harus berhenti, sholat bukan malah narik terus ungkap Aswandi dalam memberi motivasi peserta. Selanjutnya, Aswandi mengucap Bismillahirrohmanirrahim acara pembekalan calon karyawan TAMZIS resmi dibuka. Yang diikuti seluruh peserta. Proses pembekalan pun segera dimulai. Mudahmudahan dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Penyayang proses pembekalan diridhoi oleh Allah Swt. Amin. [zbr]

Peserta pembekalan, siap berdakwah melalui ekonomi syariah

onosobo, mesti sedikit mendung, pembekalan calon karyawan KJKS Baituttamwil TAMZIS berlangsung mulai jam sepuluh pagi hari. Tepatnya, mulai tanggal 2-5 April 2012. Pembekalan ini bertempat di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Wonosobo. Pembekalan TAMZIS tidak lain sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya insani (SDI) karyawan baru. Dan juga untuk mempercepat pengetahuan dan kesadaran keagamaan. Sehingga karyawan TAMZIS sebagai mujahid ekonomi syariah yang selama ini dimimpikan dapat terpenuhi. Apalagi, tema dalam pembekalan Memantapkan pilihan dakwah melalui ekonomi syariah. Pembekalan pertama di tahun 2012 ini, diikuti oleh empat puluh delapan peserta dari seluruh Area TAMZIS, mulai dari Jakarta, Bandung, Magelang, Wonosobo dan Jogjakarta. Dan pembekalan sengaja didesain camp atau diasramakan dengan tujuan peserta dapat 'gemblengan' terpaan dari pemateri maupun pemandu secara intensif dan fokus.

30

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Pembiayaan Syariah

Ikhtiar Utama

Pembiayaan untuk Pengusaha Mikro, Kecil dan Menengah


Kantor Pusat Operasional: Jl. S. Parman No. 46, Wonosobo (56311). Telp. 0286 325303, Fax. 0286 325064. e-mail: info@tamzis.com Kantor Pusat Non Operasional: Jl. Buncit Raya 405, Jakarta Selatan. Telp. (021) 79198411, Fax. (021) 7993346

www.tamzis.com

Profil

TAMZIS KEJAJAR

Bantu Kembangkan Sentra Pertanian Wonosobo


Para pegiat TAMZIS Kejajar berusaha mengoptimalkan pembiayaan usaha pertanian dan perdagangan pada wilayah yang belum terjangkau selama ini. Yaitu daerah Patakbanteng dan Kalilembu, dua desa di kecamatan Kejajar yang juga menjadi sentra pertanian.

ecamatan Kejajar adalah salah satu kawasan di Kabupaten Wonosobo yang merupakan daerah pegunungan. Dengan iklimnya yang dingin di dataran tinggi dan kawasan lahan pertanian yang luas. Hal ini sangat mendukung untuk pengembangan potensi unggulan kecamatan sebagai mata pencaharian utama masyarakat Kejajar. Selama ini Kejajar telah terbukti dengan potensi unggulannya terutama pertanian kentang dan jenis sayur-sayuran lainnya. Seiring dengan hal itu, ternyata usaha dagang hasil-hasil pertanian dan usaha dagang pupuk baik organik maupun non organik menjadi berkembang di wilayah Kejajar. Apabila kita bertandang ke Kejajar, maka sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan aktifitas pertanian di sepanjang jalan. Toko-toko penjual pupuk dan obat-obatan pertanian juga berjajar rapi dibanyak titik. Tak kalah penting pula, adanya pasar sayur yang merupakan sentra pertemuan antara para petani dengan pedagang dan pembeli. Dengan potensi yang ada diharapkan hadirnya TAMZIS Kejajar mampu membantu warga Kejajar dan wilayah Garung untuk mengembangkan usahanya sehingga tingkat perekonomian Kejajar dan Garung bisa meningkat. Masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan pelayanan pembiayaan berdasar prinsip-prinsip syariah.

Sejarah TAMZIS Kejajar TAMZIS Kejajar merupakan kantor cabang TAMZIS pertama. Sebelumnya, antara tahun 1992 hingga 1995, baru ada kantor TAMZIS Kertek. Kantor Kertek sendiri, merupakan kantor pusat yang pada perkembangannya menjadi cikal bakal kantor cabang Kertek. Dengan semangat untuk terus mengenalkan ekonomi syariah kepada masyarakat, terutama para petani yang saat itu kesulitan mengakses dana-dana dari perbankan maka TAMZIS membuka pelayanan di Kejajar, salah sentra pertanian Wonosobo. TAMZIS Kejajar berdiri sekitar akhir tahun 1995. Awalnya, posisi kantor berada di lingkungan pasar Kejajar dengan kondisi yang sederhana. Namun kesederhanaan itu tidak membuat kecil hati para karyawan TAMZIS Kejajar dalam mendakwahkan ekonomi syariah pada masyarakat Kejajar sekaligus menghalau rentenir yang saat itu masih sangat marak.

32

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Para pegiat ekonomi syariah TAMZIS Kejajar

Berbekal semangat itulah, hingga kini TAMZIS Kejajar bisa dekat dan diterima dengan baik oleh masyarakat Kejajar dan sekitarnya. Sebagai kantor cabang pertama, TAMZIS Kejajar ikut mewarnai perkembangan TAMZIS dari waktu ke waktu hingga kini TAMZIS telah memiliki 28 kantor cabang tidak hanya di Wonosobo tapi meliputi Jogja, Kedu, Banyumas, Bandung dan Jakarta. Saat ini, posisi TAMZIS Kejajar berada tak jauh dari Pasar Induk Kejajar. Dari arah Wonosobo berada setelah Pasar Kejajar, tepatnya di Jalan Raya Dieng No. 2 Km. 17 Kejajar Wonosobo. Menjelang usia 20 tahun TAMZIS, para pegiat ekonomi syariah TAMZIS Kejajar berharap lebih bisa lagi untuk melayani masyarakat Kejajar dalam mengembangkan usahanya dengan memberikan tambahan modal untuk usaha usahanya. Selain itu, diharapkan juga bisa membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan peralatan dan transportasi sebagai penunjang usahanya.

Bantu Permodalan Petani Sejak awal berdirinya, TAMZIS Kejajar memang diharapkan banyak membantu masyarakat khususnya petani. Dimana saat musim panen, biasanya petani kelebihan dana dan tak sedikit yang kemudian berlebihan dalam konsumsi. Namun, saat musim tanam tiba, tak sedikit pula yang kekurangan dana, bahkan beberapa menjual motor atau mobil sebagai modalnya. Dalam hal ini, TAMZIS berperan sebagai pengelola keuangan (cash managemen) para petani. Sehingga, ketika panen tiba tidak terlalu konsumtif, dan saat tanam tiba tidak kekurangan modal. Dengan tetap mengutamakan prinsip-prinsip syariah, di tahun 2012 ini TAMZIS Kejajar mencanangkan

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

33

Profil
TAMZIS berperan sebagai pengelola keuangan (cash managemen) para petani. Sehingga, ketika panen tiba tidak terlalu konsumtif, dan saat tanam tiba tidak kekurangan modal.
dilakukan beberapa diantaranya, pertama, meningkatkan kemampuan karyawan untuk melakukan pekerjaannya sesuai dengan SOP dengan cara pelatihan internal, kajian materi khusus maupun mengirimkan ke pelatihan eksternal. Kedua, meningkatkan pemahaman sisi syariah bagi karyawan baik dengan diskusi maupun kajian. Para pegiat TAMZIS Kejajar yakni, Ahmad Afdol sebagai MMC (Manajer Marketing Cabang) dan Ahmad Nasir Salasa sebagai MAC (Manajer Administrasi Cabang). Sebelumnya MMC TAMZIS Kejajar adalah Ganda Untung yang melanjutkan tongkat estafet dari Sardana. Untuk MAC sendiri, sebelumnya diemban oleh Fitria Suraningsih yang kini pindah ke TAMZIS Pasar Induk Wonosobo. Mereka dibantu oleh Ratna Dwi Y., M. H. Adam Syafi'i, Faisal Arnas, Yulianto, Mohamad Yasin, Vicky Isma Amelanton, dan Ary Purwanto, Sebagai marketing. Nur Khabib, Sebagai AO (Account Officer) dan Ani Setyowati, sebagai Staff Administrasi. Ke depan, TAMZIS Kejajar dengan niat yang tulus ingin terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Misalnya dalam hal kemudahan permodalan, baik dari segi nominal maupun penggunaan akad-akad yang lebih variatif di luar akad yang sudah biasa yaitu mudharabah dan murabahah. Dengan begitu, anggota atau masyarakat akan bisa lebih merasakan manfaat yang lebih dalam memenuhi kebutuhannya. [ir]

Era Financing bagi anggota. Artinya, TAMZIS berusaha fokus pada peningkatan pembiayaan masyarakat khususnya anggota agar bisa lebih produktif dan berkembang dalam usahanya. Para pegiat TAMZIS Kejajar berusaha mengoptimalkan pada pembiayaan usaha pertanian dan perdagangan pada wilayah yang belum terjangkau selama ini. Yaitu daerah Patakbanteng dan Kalilembu, dua desa di kecamatan Kejajar yang juga menjadi sentra pertanian. TAMZIS Kejajar selama ini melayani anggota di kecamatan Kejajar, Garung dan Mojotengah. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk terus mengenalkan pembiayaan dengan sistem syariah. Yang lebih utama ialah untuk merubah persepsi masyarakat khususnya di tiga kecamatan tersebut, bahwa mereka masih menganggap sama antara syariah dan konvensional, mereka belum tahu bahwa bunga itu haram dan bagi hasil itu halal, barokah dan tentunya menemtramkan. Tingkatkan SDI, Luaskan Layanan Kerja keras dan kerjasama adalah salah satu dari penunjang keberhasilan TAMZIS Kejajar selama ini, baik dalam produktifitas kerja maupun pelayanan anggota. Oleh karena itu, mereka terus berupaya meningkatkan sumber daya insani (SDI) dari waktu ke waktu. Hal ini sebagai bukti bahwa TAMZIS serius berpihak pada sektor mikro, terlebih di usianya yang ke-20 tahun ini, TAMZIS berusaha terus memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Peningkatan SDI terus diupayakan baik dari kualitas, kuantitas maupun produktifitas serta dari segi kesyariahan baik yang berhubungan dengan pekerjaan ataupun kehidupan sehari-hari. Upaya yang

34

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

PASAR INDUK BANJARNEGARA

Menjadi Pasar Tradisional yang Bersih, Nyaman dan Disukai Pengunjung

Suasana ramai di depan Pasar Induk Banjarnegara

Harus ada pemahaman bersama, kerjasama dan kepedulian antara dinas dengan pedagang atau antara pedagang itu sendiri. Bersama-sama mengelola pasar agar lebih bersih menjadikan pasar tradisional disukai pengunjung. Dan pasar tradisional lebih hidup lagi.

etak Pasar Induk Banjaarnegara (PIB) tak jauh dari pusat kota, alun-alun kota Banjarnegara, kurang lebih lima hingga sepuluh menit akan tiba di pasar. Deretan becak-becak khas Banjarnegara seolah dikomandoi untuk berjajar rapi sambil menunggu pengunjung pasar yang akan memanfaatkan jasa tukang becak. Pasar Induk Barjarnegara tepatnya terletak di Jalan Veteran Banjarnegara 53415. Saat Tamaddun berkunjung awal April lalu, pasar tradisional yang bercat kuning dikombinasikan dengan warna putih terasa begitu mencolok menunjukkan tidak begitu lama pasar baru direnovasi. Di atas pintu gerbang utama terdapat papan nama pasar yang cukup besar. Pasar begitu ramai siang itu.
Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

35

Profil
Setelah bertanya pada tukang becak, Tamaddun ditunjukkan bahwa kantor Pasar Induk Banjarnegara berada di lantai dua. Beberapa saat berkeliling untuk mengamati para pedagang pasar tradisional, dagangan yang dijajakan dan pengunjung pasar. Rasa penasaran itu menghantarkan untuk datang langsung ke kantor pasar. Para pengawai tenang mengerjakan masingmasing pekerjaannya. Daryadi, SE., selaku Kepala UPTD Pasar Induk Banjarnegara baru enam bulan memimpin belum sepenuhnya mengetahui seluk beluk Pasar Induk Banjarnegara secara detail. Yang pasti, pasar baru satu tahun selesai renovasi dan yang terakhir blok pasar sayur. Pasar sayur adalah pasar khusus yang didesain untuk memenuhi dan menjual hasil bumi dari kabupaten Banjarnegara dan sekitarnya yang buka sejak pukul empat pagi. PIB sendiri dibagi menjadi dua pasar sebenarnya, satu untuk pakaian, peralatan rumah tangga dan kebutuhan sandang pangan, satu lagi adalah pasar sayur mayur dan beberapa toko kelontong. Selebihnya masih belum dibedakan sesuai dengan jenisnya masing-masing. Daryadi mengatakan, PIB memang belum tertata sesuai dengan jenis barang karena pedagang masih belum memahami pentingnya pemisahan jenis dagangan. Ke depan, kata Daryadi, dinas pasar akan mencoba kerjasama dengan pedagang untuk mengelola PIB lebih baik. Tanpa kerjasama PIB tak akan ada kemajuan berarti, begitu juga sebaliknya dengan dinas pasar. Pasar Induk Banjarnegara Kini Pasar Banjarnegara yang baru direnovasi ini dibagi menjadi dua pasar. Pasar pakaian, peralatan rumah tangga dan pasar sayur-sayuran. Dengan jumlah kios 125, los 842 petak, pedagang emprak 80 pedagang, itu yang tercatat oleh dinas pasar. Sedang pasar sayur yang baru diresmikan belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan secara baik, masih sekitar 229 yang tutup dan yang buka baru 92. Los ada 1.259, yang buka baru sekitar 801 dan emprakan tercatat 154. Pengunjung pasar pagi dan pasar siang hingga sore mencapai tiga ribu orang. Menurut Daryadi, ada rencana mempromosikan pasar untuk menarik pembeli dan memajukan Pasar Induk Banjarnegara, seperti akan ada pemasangan papan nama jenis

Daryadi, SE., (Kepala UPTD Pasar Induk Banjarnegara)

dagangan, petujuk arah dan nama kios masing-masing. Dengan begitu, diharapkan ada peningkatan pendapatan selama ini 5% akan terus meningkat dan lebih baik. Kalau meningkatpun tetap semua hasil pendapatan akan masuk ke daerah. Cuma ada prestasi kerja jelasnya. Dinas pasar dalam waktu dekat juga akan melakukan perbaikan sarana dan prasarana. Soal, kontribusi kios telah sesuai dengan perda No. 6 tahun 2011 sebesar 36 ribu Rupiah perbulan. Dan tergantung letak strategisnya. Kaitannya dengan pengelolaan pasar, Daryadi mengatakan harus ada kerjasama antara dinas pasar dengan pedagang agar lingkungan pasar tetap terjaga bersih dan tidak ada bau yang tidak sedap. Sekali lagi, harus ada pemahaman bersama, kerjasama dan kepedulian antara dinas dengan

36

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

pedagang atau antara pedagang itu sendiri ucap Daryadi. Bersama-sama mengelola pasar agar lebih bersih menjadikan pasar tradisional disukai pengunjung. Dan pasar tradisional lebih hidup lagi. Pasar Induk Banjarnegara dalam pengembangannya memperoleh dukungan dari banyak lembaga keuangan antara lain yakni; TAMZIS, BMT Marhamah, Kospin, Madani Syariah, Teras BRI, BKK, Mandiri Mikro, Bank Syariah Mandiri, Mikro Laju dan Mega Syariah. Lembaga keuangan ini sebagai support pembiayaan maupun memenuhi kebutuhan pedagang pasar. Mesti begitu, Pasar Induk Banjarnegara juga menghadapi beberapa masalah yang masih dicari jalan keluar terbaik. Sebagaimana Daryadi mengungkapkan, niat merubah lebih baik itulah yang akan dilakukan secara bertahap. Pertama, sulitnya lahan parkir. Kita tahu para pedagang dan pembeli rata-rata sudah membawa motor. Berbeda dengan dulu, semua pedagang dan pembeli mau naik kendaraan umum. Sehingga lahan parkir bagi pasar tradisional tidak lagi memenuhi kebutuhan parkir pembeli dan pedagang terangnya. Kedua, akses mobil pengangkut yang tidak sampai lokasi pasar, truk sayur misalnya, mengharuskan parkir jauh dari lokasi sehingga menambah biaya. Ketiga, belum ada papan petunjuk yang kadang-kadang membawa kesulitan sendiri bagi pembeli. Sedang, sampah pasar merupakan permasalahan yang terjadi hampir di seluruh pasar tradisional. Selama ini sebagian besar pasar tradisional dalam mengelola sampah masih bertumpu pada pendekatan akhir (end of pipe), yaitu sampah dikumpulkan, diangkut, dan dibuang ke tempat pemrosesan akhir sampah (TPA). Hal ini memerlukan

biaya yang tidak sedikit untuk mengangkut sampah tersebut ke TPA. Jajan Pasar Tetap Lestari Siapa yang tidak suka jajanan pasar? Pastilah rugi besar. Karena jajanan pasar satu ini, sudah teruji zaman, baik rasa maupun bentuknya. Selain itu, terbuat dari bahan lokal, alami dan tidak memakai bahan pewarna dan perasa buatan. Sehat tentunya. Contohnya, seperti tetel, apem, nogosari, cenil, madumongso dan masih banyak lagi yang lain. Semua jajanan tersebut masih cukup banyak yang dijual di Pasar Induk Banjarnegara. Bukan tanpa alasan, memang, masih banyak peminatnya, artinya Pasar Banjarnegara secara budaya tetap lestari. Komuditas yang banyak dijumpai di Pasar Induk Banjarnegara adalah buah-buahan lokal yang berwarna, seperti salak, duku, dan durian. Salak tetap menjadi buah utama yang diunggulkan selain duku dan durian kata Daryadi. Komuditas lain, khas Banjarnegara adalah sayur-mayur, utamanya kentang dari Batur, Karangkobar dan Kalibening. Pasar Induk Banjarnegara menjadi andalan untuk buah dan sayuran, tentu, harga masih relatif terjangkau bila akan dijual kembali. Memang, Daryadi juga mengatakan, dulu pasar tradisional ramai, cari rizki gampang, sekarang setiap kecamatan ada pasar modern jadi pengunjung pasar menjadi berkurang. Ini menjadi tantangan bagi pasar tradisional ke depan. Mesti begitu, Marhamah, salah satu pedagang, mengatakan Pasar Banjarnegara termasuk bersih untuk ukuran pasar tradisional yang lain. Selain itu, pengelolaan pasar, retribusi dan daya beli masyarakat juga terus meningkat. Pasar Induk Banjarnegara mulai ramai sejak pukul empat pagi hingga pukul delapan pagi untuk pasar sayur, sedang pasar non sayur pukul tujuh hingga pukul empat sore. [zbr]

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

37

Sosok

Profil:

Nama TTL Alamat Telpon Istri Anak Pendidikan

: Drs. Jularso, : Karanganyar, 14 Februari 1967 : Kauman RT 02/XII, Solo Jawa Tengah 57139 : 08122647876 : Umi Munawwaroh : Empat orang : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Pengalaman kerja: 1. 1989-1996: Guru di SMP Muhammadiyah 10 Matesih dan SMP Negeri 2 Matesih 2. 1996-1998: BAZIS Kabupaten Karangnyar 3. 1998-2000: PINBUK Jawa tengah 3. 2000-sekarang: Direktur Lembaga keuangan syariah Alfa Dinar Pengalaman Organisasi: 1. 1994-2000: Trainer LKMS Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil Jateng (PINBUK) 2. 2000-2005: Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karanganyar 3. 2005-2010: Ketua Asosiasi BMT Jawa Tengah, Wakil Ketua Asosiasi BMT Dompet Duafa Republika Jakarta, Koordinator Wilayah Asosiasi BMT Indonesia Jakarta. 4. 2010-sekarang: Ketua Perhimpunan BMT Indonesia dan komisaris PT Permodalan BMT Ventura.

Drs. Jularso

Memilih Ekonomi Syariah sebagai Jalan Dakwah


Berpuluh-puluh kali saya berusaha menjadi pengusaha, berpuluh-puluh kali juga mengalami kegagalan, saya menuruti keinginan tetapi Allah berkehendak lain, sekarang mulai sadar diri dan berserah diri. Bahwa dalam diri saya lebih dituntut memilih jalan dakwah. [Jularso]

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

39

Sosok
khtiar boleh, tidak dilarang, tapi hasil akhir tetap di tangan Allah, begitu pria kelahiran Karanganyar, Jawa Tengah, 14 Februari 1967 ini mengatakan. Lahir dari keluarga bapak petani dan ibu pedagang, Jularso kecil bercita-cita menjadi pengusaha sukses. Semenjak lulus Sekolah Dasar, ia melanjutkan pendidikan di pondok pesantren Pabelan Magelang, Jawa Tengah. Masuk Tsanawiyah (setingkat SLTP) dan Aliyah (setingkat SLTA). Bukan tanpa alasan, ibunya melihat, anaknya perlu pendidikan agama yang lebih agar nantinya bisa berbakti kepada kedua orang tua dan negaranya. Setelah lulus pesantren, ia mengikuti ujian persamaan untuk memperoleh ijazah formal dan melanjutkan ke Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Jurusan Tarbiyah (pendidikan). Semasa mahasiswa, suami Umi Munawwaroh ini aktif di IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) hingga Dewan Pengurus Daerah (DPD) Jawa Tengah. Jiwa-jiwa pendidik dan da'i mulai tumbuh subur dalam dirinya. Ia mengawali dengan memberikan pengajian rutin kepada aktifis IMM, makanya sebutan ustadz, ia dapat sejak mahasiswa. Aktifitas dakwah dilakukan dari surau ke surau. Dari kampung ke kampung. Jama'ahnya, mulai remaja, ibu-ibu dan bapak-bapak. Mulai dari pengajian asghar (kecil) hingga pengajian akbar (besar). Dan sering diundang disekitar Solo Raya, Semarang, Purwodadi, Karanganyar dan sekitar Jawa Tengah. Kini, ia menetap di Kauman RT 02/XII, Solo Jawa Tengah 57139. Meretas Jalan Dakwah Jalan dakwah Jularso, sebenarnya bukan berasal karena dari pesantren. Tetapi setelah tamat pesantren. Ibu yang menjadi tulang punggung keluarga meninggal, ibunya seorang pedagang. Sedang bapaknya seorang petani yang tidak pernah pegang uang. Ekonomi keluarga pun menjadi macet. Kesadaran baru, bahwa selama proses belajar yang dibiayai orang tua belum ada kontribusi yang diberikan kepada keluarga. Khususnya ibu. Demi untuk menebus kekecewaan, Jularso bertekad mengabdikan diri menjadi anak sholeh, agar do'a-do'a

diterima Allah seraya berbakti kepada orang tua di alam kubur. Inilah awal memilih jalan dakwah. Ilmu-ilmu dari pesantren mulai diamalkan. Berkat kesungguhannya, ia akhirnya berkembang. Hingga menghantarkan, aktif di organisasi. Menjadi Ketua Majelis Ekonomi Pengurus Daerah Muhammadiyah Karanganyar. Ia juga aktif di ICMI, bidang ekonomi. Sekitar tahun 1994-1995, waktu itu, marak-maraknya program ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) dalam penguatan ekonomi umat melalui BMT. Jularso, kebetulan sebagai pengurus Muhammadiyah dan ICMI mendapat amanah untuk mendirikan BMT dan membimbing BMT . Salah satu BMT tersebut adalah BMT Prima Dinar yang merupakan program dari Majelis Ekonomi Muhammadiyah Cabang Matesih, Karanganyar. Tetapi, ia tidak menangani secara langsung melainkan mengangkat seorang manajer untuk mengelolanya. Tahun 1996, diadakan kegiatan TOT (Training Of Trainer) BMT. Jularso dikirim mewakili ICMI Jawa

40

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Tengah di Banjarnegara. Sejak itu, ia ditunjuk menjadi Direktur Pinbuk (Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil) Jawa Tengah untuk menangani program-program Pinbuk khususnya pembinaan BMT-BMT hingga tahun 2000-an. Sejak tahun 2000, kembali mengelola BMT Prima Dinar. Sebenarnya, Karanganyar menjadi file project BMT Muhammadiyah dan Pemda Karanganyar. Sejak tahun1995, ada 40-an BMT yang didirikan. Pada tahun 2000, hampir semua bangkrut. Tersisa kurang dari sepuluh. Hingga hanya ada lima BMT yang ia dampingi terselamatkan. Dari lima BMT itu, berkembang dan co brainding dengan nama Dinar. Yang tadinya Muamalat menjadi Dinar Mualamat, tapi pengelolaan, badan hukum dan anggotanya mandiri masing-masing. Sejak 2003, Jularso mendirikan BMT Alfa Dinar. Yang merupakan BMT Kopkar (Koperasi Karyawan) dari karyawan Dinar Group. Tahun 2010 keluar, semua Dinar diotonomkan dan Jularso hanya berkhidmat di Alfa Dinar sebagai pengurus, sebelumnya merangkap sebagai manajer dan pengurus. Karir itu Ibadah Menurut Jularso, dalam diri muslim, harus tahu apa tujuan manusia secara fitrah. Pertama, bahwa tujuan diciptakan Allah adalah untuk beribadah. Makanya, semua aspek perilaku, berpikir dan beraktifitas tidak lain karena Allah. Dan sebenarnya, tujuan manusia hidup adalah mencari Ridha Allah. Dimana ada perintah Allah, kita kerjakan.

Dimana ada larangan Allah kita hindari. Kedua, status kita adalah khalifatullah. Jadi pemimpin di muka bumi untuk menata kehidupan dan menyejahterakannya. Status hamba satu sisi dan sebagai kholifah di sisi lain kapan dan dimana pun berada. Sehingga manusia hidup harus memaksimalkan kemampuan, memimpin dirinya sendiri. Memimpin keluarga bagi yang mempunyai keluarga. Sebagai pemimpin komunitas PBMT (Perhimpunan BMT) Indonesia, memimpin BMT, Jularso selalu berpikir dan bertindak bagaimana memajukan komunitas. Ketiga, kita punya tugas. Tugas hidup kita adalah menjadi da'i, untuk berdakwah. Agar kita dipilih oleh Allah menjadi khoirul ummah (umat terbaik) yang memiliki tugas, ukhrijat linnas,

Kesadaran baru, bahwa selama proses belajar yang dibiayai orang tua belum ada kontribusi yang diberikan kepada keluarga. Khususnya ibu. Demi untuk menebus kekecewaan, Jularso bertekad mengabdikan diri menjadi anak sholeh, agar do'a-do'a diterima Allah seraya berbakti kepada orang tua di alam kubur. Inilah awal memilih jalan dakwah.

takmurunna bil ma'ruf watan hauna 'anil munkar watukminuna billah (mengeluarkan manusia untuk berbuat baik dan menjauhkan dari kemungkaran dan beriman kepada Allah). Tiga hal inilah yang menurutnya menjadi tugas seorang da'i. Da'i harus selalu melakukan instropeksi dan evaluasi diri. Terutama efektifitas berdakwah. Bapak empat anak ini mengatakan, setelah evaluasi, ada kesadaran baru bahwa dakwah billisan (ceramah)

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

41

Sosok
kemana-mana terkesan oleh banyak orang, bahwa da'i yang baik adalah da'i yang lucu dan banyak humor. Hasil evaluasi dapat disimpulkan, bahwa dakwah billisan hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan dan harus dirubah. Dari situ, ia memantapkan niat dakwah melalui ekonomi syariah, khususnya BMT dengan pemberdayaan ekonomi jauh lebih tepat sasaran dan mengena. Karena BMT memiliki perencanaan, koordinasi, pelaksanaan bahkan evaluasi dan pelaporan. Umat Harus Sejahtera Dalam haluan BMT 2020, PBMT Indonesia, mempunyai lima ukuran kesejahteraan yang harus dicapai. Hal itu sesuai maqasid syari (maksud syariah). Pertama, khifdzuddin, menjaga keselamatan beragama. Ukuran keberhasilan orang yang kita dakwahi, anggota BMT misalnya, ya.., anggota meningkat kesadaran beragama atau ketaatan beragama. Kedua, khifdzunnafs, menyelamatkan dirinya atau kehidupannya. Jadi dalam berdakwah, seorang da'i mampu meyelematkan jiwa-jiwa umatnya. Tidak terancam, tidak terintimidasi, tidak terteror, merasa aman, merasa terselamatkan, merasa tenang dan merasa tenteram. Ketiga, khifdzul aql. Anggota BMT akan terjaga akalnya, maka kualitas dalam pendidikan harus diupayakan. Ajaran untuk berpendidikan atau berilmu. Jularso tidak memaknai pendidikan secara sempit, tapi long life education, minnal lahdi ilal lahdi. Dari lahir hingga liang lahat. Jadi proses itu, cinta kepada Ilmu. Keempat, khifdzunnasl, menjaga keturunan atau menjaga kesehatan. Jadi orang harus hidup sehat. Berperilaku hidup bersih. Kemudian, berorientasi kepada masa depan anak. Dan kelima, khifdul maal, bagaimana menjaga harta kekayaan. Dari sisi maal, kadang kesejahteraan tidak bisa diukur dengan banyaknya harta, tapi juga kualitas. Soal harta, rasul mengingatkan, hanya ada dua pertanyaan nanti di akhirat, darimana kamu peroleh, dan untuk apa kamu pergunakan. Oleh karena itu, dalam menjaga kepemilikan harta benda harus dilihat bagaimana memperoleh harta tersebut. makanya mengapa kita diminta untuk mencari harta dengan cara halal, yang thoyib dan yang berkah (mubarok). Keluarga Utama Wujudnya Secara pribadi, Jularso sangat sering mengingatkan kepada pegiat, pejuang dan da'i ekonomi syariah agar orientasi pemberdayaan umat haruslah dimulai dari institusi paling kecil yakni keluarga utama. Bagaimana menciptakan keluarga utama? Apa keluarga utama itu? Keluarga utama adalah keluarga yang menjalani proses kehidupannya dilandasi atas lima pilar kesadaran maqasid syariah. Sadar dalam memelihara nilai-nilai agama. Menyelamatkan jiwa, pikirannya, keturunannya dan hartanya. Selain itu, Jularso menghimbau, mesti pejuang berasal dari tempat berbeda, institusi yang berbeda tetapi yang menjadi tujuan atau muaranya tetap satu, yakni menegakkan agama Allah. Kawan-kawan pejuang ekonomi syariah harus menyadari, tujuan besar perjuangan adalah khoirunnas anfauhum linnas, sebaikbaiknya manusia adalah mereka yang memberi manfaat kepada banyak orang. Yang ingin dicapai gerakan BMT adalah perubahan makro yakni Indonesia. Perjuangan BMT harus bersatu dan tidak boleh terkotakkotak karena pegiat BMT adalah aset BMT. Lalu berpikir, bagaimana meningkatkan status kekhilafahan dari Indonesia menjadi fil ard (di muka bumi). Jularso mengingatkan dua hal pokok, pertama, untuk BMT yang sudah tertata secara manajemen untuk segera malakukan regenerasi. Kedua, bagi yang senior-senior harus mewakafkan diri untuk kepentingan umat yang lebih besar. [zbr]

42

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

TAMZIS Menjawab

Resiko Mobil Rusak dan Hilang Melalui Pembiayaan Murabahah TAMZIS


PERTANYAAN: Assalamu'alaikum Wr. Wb. Belum lama ini saya membeli mobil Daihatsu Sirion lewat pembiayaan dari TAMZIS dengan akad murabahah tenor 3 tahun. Oleh marketing TAMZIS saya diminta untuk membayar biaya administrasi, biaya penjaminan jiwa dan kesehatan serta biaya penjaminan mobil yang saya beli. Untuk biaya administrasi penjelasan marketing mudah saya pahami. Demikian pula dengan biaya penjaminan jiwa dan kesehatan. Saya merasa kurang puas ketika marketing TAMZIS memberikan penjelasan tentang penjaminan mobil yang saya beli. Pertanyaan saya sesungguhnya sederhana; yaitu kalau mobil saya kena musibah nabrak atau bahkan hilang dicuri orang apakah saya dapat mengajukan klaim ke TAMZIS? Waktu itu marketing tidak bisa menjawab dan berjanji akan memberi kepastian kepada saya. Saya mengambil keputusan sementara tidak membayar penjaminan sampai marketing TAMZIS selesai menjelaskan kepada saya. Tetapi sampai tiga kali angsuran, marketing tersebut tidak datang lagi. Saya mengambil inisiatif menanyakan hal ini kepada Tamaddun, mudah-mudahan dapat menjelaskan. Terima kasih sebelumnya. Wassalamu'alaikum. Dahlan Ibrahim Sleman Yogyakarta.

RUBRIK TAMZIS Menjawab berisi tanya jawab seputar Manajemen TAMZIS, Ekonomi Syariah dan Sektor Mikro.

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

43

TAMZIS Menjawab

JAWABAN: Wassalamu'alaikum. Wr. Wb. Perlu Bapak ketahui bahwa selama ini akad pembiayaan yang paling banyak dilakukan di TAMZIS adalah mudharabah, kemudian murabahah dan sedikit ijarah dan kafalah. Ke depan statistik ini sangat mungkin berbeda. Penjaminan untuk pembiayaan murabahah dan mudharabah di TAMZIS selama ini ditangani oleh divisi tersendiri yang dikenal dengan Divisi Ta'awun/ Penjaminan. Sebagai lembaga yang relatif baru, divisi ini memiliki produk yang masih terbatas. Baru punya produk yang melayani klaim : (1) kematian yang bukan disebabkan bunuh diri, (2) kesehatan yang menyebabkan anggota tidak dapat melanjutkan usaha (cacat tetap), (3) klaim karena terjadinya musibah kebakaran dan bencana alam. Untuk anggota yang meninggal dalam masa pembiayaan di TAMZIS dan dalam jangka waktu penjaminan, maka secara otomatis mendapat pembebasan atas sisa kewajibannya kepada TAMZIS. Demikian pula bagi anggota yang bermudharabah dengan TAMZIS ketika obyek pembiayaan terkena musibah baik gempa, gunung meletus, kebakaran dan sebagainya. Nilai pembebasannya tergantung tingkat kerusakan setelah diverifikasi oleh Tim dari Divisi Penjaminan. Maksimal pembebasan adalah sisa pembiayaan. Namun demikian Divisi Penjaminan belum memiliki produk yang bisa melayani klaim kerusakan mobil akibat kecelakaan, kehilangan mobil akibat pencurian dan sebagainya. Untuk kepentingan perlindungan terhadap barang tertentu (mobil misalnya) yang dibeli lewat pembiayaan murabahah di TAMZIS, maka Divisi Penjaminan menggandeng perusahaan asuransi umum. Tarif preminya tergantung tarif yang berlaku di perusahaan asuransi yang bersangkutan dan pertanggungannya hanya untuk kehilangan kendaraan atau TLO (Total Lost Only). Sedangkan untuk resiko all risk bisa diasuransikan sendiri oleh anggota ke perusahaan asuransi. Kami mohon maaf barangkali marketing kami saat bertransaksi dengan Bapak tidak membawa daftar produk dan biaya premi dari perusahaan asuransi rekanan Divisi Penjaminan. Marketing tersebut cukup berhati-hati karena untuk transaksi yang Bapak lakukan TAMZIS tidak bisa menentukan tarif sepihak. Insya Allah marketing kami segera menghubungi Bapak untuk melaksanakan transaksi perlindungan mobil Sirion yang Bapak beli. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

44

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Ekonomi Syariah

Pembukuan Sederhana Bagi Pedagang


Ada beberapa manfaat penting dari pembukuan, yaitu ketika pedagang harus berhubungan dengan pihak ketiga seperti BMT (Baitul Maal Wattamwil) atau lembaga keuangan lain. Pembukuan menjadi acuan dasar dalam menilai, khususnya berapa aset (modal) dan omset (penjualan barang). Selain toko dan barang yang bisa dilihat, nyata. Jadi pembukuan diketahui berapa nilai dagangan tersebut.
ua bulan lalu, ada gagasan menarik yang dilakukan Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM bekerja sama dengan Dinas Pasar Tradisional Jogjakarta. Apa itu? Mendirikan sekolah pasar, dimana muridnya adalah pedagang dengan tema pintar berdagang di sekolah pasar. Bukan tanpa alasan, kegiatan tersebut sebagai bukti keberpihakan akademis dan dinas pasar tradisonal untuk menunjukkan bahwa pasar modern, toko modern dan mall bukan lagi 'musuh' dan istimewa dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga. Meski toko-toko modern menjamur di sekitar pasar tradisonal, dengan sekolah pasar diharapkan mampu menggembleng para pedangang agar siap bersaing dengan toko-toko modern. Dan

pedagang tak lagi 'menggugat' tapi juga menunjukkan bahwa pasar tradisional memang layak memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tak sedikit, ada sekitar 500 pedagang yang mengikuti sekolah pasar. Adapun pelajaran yang dipilih antara lain, bagaimana cara pedagang terlepas dari rentenir, dan cara mempromosikan dagangan. Selain itu, sebagai tambahan, ada managemen retail (ngecer), pembukuan arus barang, modal, tata letak (desain) toko dan pelayanan terhadap konsumen yang baik. Pembukuan pedagang Sengaja, tulisan ini akan membahas secara khusus pembukuan bagi pedagang pasar. Betapa banyak pedagang pasar tradisional mulai sadar, ketika pembeli banyak yang datang, jualan dagangannya laris dan barangnya juga habis. Dalam benak pedagang, mengucap Alhamdulillah dagangan laris dan lumayan mendapat untung.

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

45

Ekonomi Syariah
Tapi ternyata, bukannya untung, modal dan barang dagangan ketika dihitung kok tidak sesuai dengan apa yang bayangkan, malah rugi. Usut punya usut, pedagang pasar memang tidak memiliki pembukuan usaha. Baru ketahuan, bahwa kulakan untuk kepentingan usaha dan belanja untuk kebutuhan keluarga tidak dipisahkan. Tentu saja, tidak dicatat. Kejadian di atas, sebenarnya bisa diantisipasi bila pedagang pasar memiliki pembukuan sederhana. Agar kalaupun tidak untung, minimal tidak rugi. Dan pedagang tahu aliran dana yang dimiliki. Jadi salah satu fungsi pembukuan adalah sebagai alat kontrol.
Aktifitas pedadang pasar tradisional di Solo, Jawa Tengah

Manfaat pembukuan Ada beberapa manfaat penting dari pembukuan, selain alat kontrol bagi pedagang sendiri. Yaitu ketika pedagang harus berhubungan dengan pihak ketiga seperti BMT (Baitul Maal Wattamwil) atau lembaga keuangan lain. Pembukuan menjadi acuan dasar dalam menilai, khususnya berapa aset (modal) dan omset (penjualan barang). Selain toko dan barang yang bisa dilihat, nyata. Jadi pembukuan diketahui berapa nilai dagangan tersebut. Sebaliknya, bila pedagang tidak memiliki pembukuan, oleh pihak ketiga akan dinilai tidak fair (tidak objektif) dan kecenderungan dinilai lebih kecil. Lebih sedih lagi, ketika pedagang butuh modal tambahan, pihak ketiga akan menilai dengan melihat toko atau kios yang kemudian menentukan berapa layak mendapat pembiayaan.

Alhasil, dari manfaat pembukuan tadi, kita bisa menyimpulkan betapa pentingnya pembukuan itu dalam menjalankan suatu usaha, sekecil apapun atau sebesar apapun usaha tersebut. Pembukuan sebagai salah satu kiat usaha bisa bertahan dalam jangka waktu lama, long lasting, dia harus melakukan pembukuan. Walaupun sederhana sekali. Langkah-Langkah Menyusun Pembukuan Ada beberapa langkah dalam membuat pembukuan pedagang pasar yang sudah berjalan maupun yang mau merintis usaha. Pertama, bagi pedagang yang sudah berjalan, buat perhitungan berapa nilai semua barang dagangan yang dimiliki. Aset dan omset dagangan. Maka akan jelas, nanti dalam menghitung modal dan keuntungan dagangan. Kedua, jangan pernah melewatkan satu transaksi pun untuk dicatat. Untuk itu, siapkan dua buku; buku pengeluaran dan buku pemasukan. Ketiga, sekecil apa pun usaha Anda, jangan pernah mencampur keuangan dagangan dan keuangan keluarga. Hal ini untuk mempermudah pencatatan dan pengecekan bila ada salah hitung, antara modal, kerugian dan keuntungan nantinya. Pokoknya, usahakan dipisah, Anda sendiri nanti tahu manfaatnya.

46

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Keempat, sebisa mungkin setiap transaksi harus ada bukti transaksinya, entah itu bon atau kwitansi. Dan, jangan sampai hilang. Kalau masih belum memungkinkan, yang penting dicatat dalam pembukuan keluar masuknya transaksi. Dari langkah-langkah pembukuan di atas sebagai cara untuk memulai pengaturan (manage) usaha, agar usaha dapat berkembang dan dapat melihat barang apa yang laku dan tidak laku. Serta barang apa yang dibutuhkan konsumen. Manfaat Pembukuan Bagi Akad Ekonomi Syariah Selain pembukuan penting bagi pedagang, pembukuan juga bisa bermanfaat bagi beberapa akad dalam ekonomi syariah. Mari coba kita lihat, ketika diterapkan minimal bagi tiga akad syariah yang sering digunakan oleh masyarakat. Pertama, akad murabahah (jual beli). Dengan pembukuan, pedagang dapat mengetahui berapa harga kulakan barang dagangan dan berapa harga pasaran serta berapa barang dijual kepada pembeli. Itu saja. Sederhana, inti jual beli adalah mencari untung. Tapi betapa banyak pedagang yang lupa berapa harga kulakannya sehingga pedagang menjadi rugi. Dengan pembukuan, pedagang bisa melihat harga kapan saja. Jadi pembukuan bagi akad murabahah lebih banyak terkait sebagai 'pengingat'. Kedua, akad mudharabah (bagi hasil). Lembaga jasa keuangan syariah dikenal dengan akad bagi hasil, bagi untung dan juga bagi kerugian bila ada kerugian dan bencana sehingga rasa keadilan dimiliki kedua belah pihak. Pentingya pembukuan dalam akad mudharabah adalah membantu menghitung bagi hasil dari modal yang diperoleh pedagang dari lembaga keuangan syariah. Contoh, pedagang mempunyai modal 10 juta Rupiah dan pedagang kekurangan modal 2 juta Rupiah. Maka nanti 2 juta Rupiah yang akan dibagi hasilkan. Maka penting, pembukuan tersebut untuk mencatat dan mengetahui bagi hasil yang harus dibayar pedagang kepada lembaga keuangan syariah. Biasanya menggunakan akad mudharabah muqayyadah (bagi hasil tertentu). Jadi yang dibagi hasilkan, hanya 2 juta Rupiah dari modal yang diberikan oleh lembaga keuangan tersebut.

Dengan pembukuan, pedagang dapat mengetahui secara pasti. Apabila ada keuntungan lebih berarti besar pula bagi hasilnya dan apabila sedikit keuntungannya, kecil pula bagi hasil yang harus dibayar. Bahkan bisa jadi, tidak ada bagi hasil yang perlu dibagi dengan lembaga keuangan. Nah, dengan pembukuan akad ini, pedagang bisa lebih tenang dalam berdagang. Ketiga, akad musyarakah (kerjasama). Pembukuan pedagang berguna untuk mengetahui seluruh sirkulasi (keluar- masuk) barang dagangan. Selain itu, pembukuan menjadi bukti antar kedua belak pihak untuk saling percaya sehingga dalam bermitra atau kerja sama bisa lebih lama dan berkembang. Keuntungan akad musyarakah diambil dari prosentase modal yang dibagi tiga antara kedua pihak pemodal, pelaku usaha dan biaya, baru akan muncul keuntungan. Tanpa pembukuan sangat sulit menentukan dalam akad musyarakah ini. Mari Mulai Mencatat Sekarang kita baru mengetahui pentingya pembukuan, tentu Anda akan mencoba melakukan pembukuan tersebut, setidaknya taraf yang sederhana. Intinya, 3M singkatan dari Mari Mulai Mencatat. Jadi, apa pun pemasukan dan pengeluaran usaha Anda, mulai sekarang harus dicatat. Itulah yang paling sederhana. Konon, pebisnis sekelas Bob Sadino pun dulu melakukan cara ini pada masa awal bisnisnya. Mari kita mulai pembukuan satu per satu, bila Anda belum bisa menerapkan untuk semua barang usaha anda. []

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

47

Kamus Ekonomi Syariah

Iqalah Secara bahasa berarti pembatalan. Dalam istilah fiqh muamalah iqalah diartikan sebagai bentuk akad pembatalan transaksi. Aktivitas iqalah memiliki beberapa syarat yang harus dipenuhi: Pertama, kerelaan (taradhin) dari para pihak yang terlibat dalam iqalah. Kedua, penyerahan dan serah terimanya dilaksanakan pada waktu akad iqalah berlangsung. Ketiga, iqalah dilakukan dengan mengacu pada pengertian fasakh (membatalkan). Keempat, objek atau bendanya masih ada dalamkeadaan utuh saat akad dilakukan. Akad Ghair Musammah Bentuk akad yang namanya diberikan oleh dan timbul dari masyarakat menurut perkembangan dan kebutuhannya dengan ketentuan tidak keluar dari nilai-nilai dan prinsip umum dalam muamalah. Misalnya: Bai' al Wafa' dan Bai Istishna. Wihdah al-Iqtishadiyah Merupakan suatu kaidah dalam fiqh muamalah yang menggambarkan independensi jaminan keuangan (financial). Maksudnya adalah manajemen perusahaan harus punya kejelasan dari sifat kepemilkian perusahaan (firm) dan sifat kepemilikan pribadi pemilik perusahaan (owner). Ittihad al-Majlis Suatu istilah yang dipakai oleh para ahli fiqh muamalah untuk menggambarkan bersatunya pelaku akad (ahl al aqidain) dalam satu majelis. Dengan demikian peristiwa ijab dan qabul dapat berlangsung secara berkesinambungan (dawam wa istimrar). Akad Ridhaiyah Akad yang dilakukan oleh para pihak/badan hukum atas dasar kerelaan atau suka sama suka (taraadhin) tanpa adanya paksaan (ikrah) dari pihak lain.

Akad Nafiz Akad yang telah memenuhi rukun dan syarat serta tidak terdapat halangan (mani') dalam merealisasikan (proses) akad tersebut. Akad Mustamir Akad yang memerlukan waktu untuk melangsungkan atau merealisasikannya. Contoh: akad ijarah. Akad Mauqufah Secara bahasa berarti akad yang ditangguhkan. Maksudnya ialah akad yang dilakukan oleh seseorang/badan hukum yang dipandang sebagai cakap hukum (orang yang dapat bertindak hukum tanpa bantuan orang lain) namun ia tidak bisa melangsungkan akad tersebut karena kekuasaannya terhadap objek akad belum ada padanya. Akad Mamnuu'ah Akad yang terlarang menurut syara', seperti membeli ikan dalam kolam dan membeli buahbuahan yang masih di pohon. Akad Majhul Akad yang mengandung unsur penipuan dan spekulatif (gharar) yang akan mengakibatkan kerugian bagi salah satupihak. Contoh, akad jual beli dengan mencegat para kafilah (pedagang) di tengah jalan yang membawa barang dagangan mereka ke pasar. Akad Kitabah Akad yang dilakukan oleh para pihak/badan hukum dengan mempergunakan media tulis (surat). Dalam praktik kegiatan perdagangan konvensional baik dalam skala mikro maupun makro (perdagangan nasional maupun internasional) jenis akad ini banyak dipraktikkan untuk kemudahan dalam proses transaksi perdagangan antarnegara. []

Sumber: Kamus Ekonomi Syariah Alifa Digital Media

48

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Pustaka Syariah

Judul buku Pengarang Penerbit Tahun terbit

: Membangun Sistem Ekonomi Alternatif Perspektif Islam : Taqiyuddin An-Nabhani : Risalah Gusti : 2009

Sorotan terhadap kapitalisme dan sosialisme yang gagal dalam membangun paradigm ekonomi dunia, telah menarik perhatian utama pada sistem ekonomi Islam. Sebab ekonomi Islam telah mensyariatkan hukum-hukum perekonomian bagi umat manusia, dengan jaminan-jaminan hak secara pribadi serta memberi kesempatan seseorang untuk mencapai kemakmurannya. Sementara, pada saat yang sama, Islam membatasi perolehan harta yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan primer, sekunder dan tersier, untuk kemudian diimplementasi dalam fungsi sosial yang interaktif. Buku ini merupakan koreksi kritis atas kegagalan sistem ekonomi kapitalisme dan sosialisme dalam memenuhi kehidupan ekonomi umat manusia. Lebih jauh, buku ini mendeskripsikan system ekonomi alternatif yang disyariatkan Islam, dengan muatan nilainilai keadilan, jaminan hak asasi, sekaligus memiliki ciri khas moral universal yang sama sekali tidak dijamin oleh system kapitalisme maupun sosialisme. []

Judul buku Pengarang Penerbit Tahun terbit

: Corporate Governance Perbankan Syariah di Indonesia : Mal An Abdullah : Ar-ruzz Media : 2010

Buruknya pelaksanaan praktik-praktik Good Governance (GCG) telah memicu krisis perbankan konvensional pada medio 1997 hingga 2000. Runtuhnya beberapa raksasa bisnis dunia seperti Enron dan Worldcom di AS, serta jatuhnya HIH dan One-tel di Australia, juga disebabkan muasal yang sama. Dengan demikian, tata kelola perbankan yang baik merupakan tuntunan yang mendesak untuk dilakukan. Bagaimana pengembangan sistem perbankan yang dilakukan dalam kerangka sistem perbankan ganda, yang menggabungkan antara perbankan konvensional dan perbankan syariah? Buku ini membahas bagaimana mekanisme tata kelolanya secara baik dalam melakukan pengelolaan sumber daya perbankan secara efisien, efektif, ekonomis ataupun produktif dengan prinsip-prinsip terbuka, akuntabilitas, bertanggung jawab, independen, dan adil dalam rangka mencapai tujuan bersama. []

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

49

Jendela Keluarga

IBU BAGI KELUARGA


"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anakmu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (Q.S. Al-Ahzab: 59)
ini menunjukkan, betapa kasih sayang ibu dalam merawat keluarga mempunyai kekuatan masa depan manusia. Baik dan buruk sikap ibu menjadi taruhan akan baik-buruknya agama sekaligus negara ke depan. Ibu tetaplah ibu yang kasih sayangnya tiada tara. Kenapa Ibu begitu menentukan dalam keluarga? Ada beberapa pendapat, pertama, ibu yang melahirkan dan merawat buah hati dalam keluarga. Merawat, bukan sekedar membesarkan, tapi mempunyai arti mengajarkan pendidikan, akhlak dan menjadikan taat kepada agama dan mengikuti aturan negara. Dari tangan ibu, anak pertama sekali minum susu, dari masakan tangan ibu pula anak dan suami memenuhi rasa laparnya. Bila tidak ada makanan, ibu pula akan berjuang menemani suami. Betapa banyak ibu-ibu yang berjualan, betapa banyak ibu-ibu bekerja di kantoran, tak lain karena ingin memberi sesuatu yang terbaik bagi keluarga.

emua orang punya gambaran figur seorang ibu. Entah, berapa puisi, cerpen dan roman telah ditorehkan, berapa buku yang telah diterbitkan, berapa drama yang telah dipentaskan untuk menggambarkan sosok, peran dan tugas hingga kasih sayang seorang kepada suami, rumah dan anakanaknya. Nabi Muhammad pun bersabda "Wanita adalah tiang agama, jika wanita rusak maka rusak pulalah negara". Hadis

50

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Betapa celakanya, seorang anak atau suami bila memiliki ibu atau menjadi wanita memiliki penyakit hati dan kebiasaan buruk seperti iri hati, pamer, suka belanja, boros, akhlak yang buruk, tidak peduli tentang pendidikan dan kesehatan keluarga. Tidak bisa dibayangkan bagi keluarga, agama dan negara nanti ke depan. Bagi seorang anak, menghormati ibu sebagaimana hadis Nabi, Ibumu, ibumu, ibumu, baru bapakmu jadi menghormati ibu tiga kali lebih tinggi daripada menghormati bapak dalam sebuah keluarga. Sangat benar, dalam hadis lain Nabi bersabda "Dunia itu perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita yang sholihah". Soal pendidikan anak, Nabi bersabda bahwa Annisa madrosatul awlad (wanita/ ibu itu sekolah pertama bagi anak-anak). Meski begitu, tidak sedikit pula, ibu atau wanita sibuk bekerja mencari nafkah. Kasih sayang dan perhatiannya diserahkan pada pembantu. Sebenarnya, tak jadi soal bila bisa mengatur dan membagi kasih sayang dan perhatian kepada keluarga. Rumah Idaman Keluarga Diterangkan dalam surat AnNahl ayat 80, yakni Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat istirahat. Sebuah rumah memiliki arti sebagai tempat makan, tidur, pernikahan dan istirahat. Sebuah tempat privasi, bertemu dengan suami dan anak-anak serta tempat belajar satu sama lain. Rumah yang baik adalah tempat yang dapat menjaga anggota keluarga dari berbuat buruk dan selalu semangat dalam kebaikan. Tempat yang hangat bagi siapa saja

Bagi seorang anak, menghormati ibu sebagaimana hadis Nabi, Ibumu, ibumu, ibumu, baru bapakmu jadi menghormati ibu tiga kali lebih tinggi daripada menghormati bapak dalam sebuah keluarga.
yang datang. Tempat bagi anggota keluarga untuk saling mengerti diri masing-masing. Paling penting, rumah merupakan sarana untuk membangun masyarakat muslim. Bisa dibayangkan, bila salah satu anggota keluarga tidak bisa dinasehati, diluruskan dan tidak mengikuti aturan agama dan keluarga. Apa jadinya? Makanya, rumah harus menjadi ruang tempat untuk saling belajar, saling menghormati perbedaan, menghargai pendapat. Menghormati yang lebih tua, menyayangi yang lebih muda. Dan menjadi tempat saling mengingatkan. Rumah adalah asal mula pendidikan yang ditanamkan. Rumah adalah tempat paling kecil dalam membina masyarakat. Dalam posisi ini, ibu menjadi nahkoda yang bisa mengarahkan kebaikan bagi keluarga. Bila rumah kuat, masyarakatpun akan kuat, agama menjadi sangat indah, Negara lebih mudah menata. Semua berawal dari rumah, kelaurga. Ibulah yang paling banyak berperan. Sekali lagi, baik dan buruknya keluarga, ibu sangat menentukan. Jadi, kita bisa melihat bahwa keluarga muslim sejati dibangun berdasarkan ketakwaan dalam rangka mencari ridha Allah Swt. Setiap anggota keluarga menjalankan hak dan kewajiban masing-masing. Dengan begitu, seluruh fungsi keluarga dapat berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Keluarga idaman seperti ini hanya dapat dicapai dengan sempurna manakala lingkungan dalam keluarga dan lingkungan sekitar keluarga mendukung. Itu semua, harus kita usahakan bersama, setidaktidaknya ibu yang menjadi kontrol dalam kehidupan rumah. Begitu besar peran ibu dan betapa besar pula cobaan dan godaan. Maka layak dikatakan bila surga berada di kedua telapak kaki ibu. [zbr]

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

51

Berita Karyawan
Melahirkan:
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Fatiyya Ayyasi, putri pertama dari pasangan Abdul Azis Fahrudin (Manajer Admin Purwokerto) dan Septia Arum Iswarini. Lahir pada hari Kamis, 16 Februari 2012 di Purbalingga. Widyatmiko Akmal Prasetyo, putra pertama dari pasangan Ella Nurkhayati (Staff Admin Purwokerto) Prasetyo Tri Andaru. Lahir pada hari Rabu, 22 Februari 2012 di Purwokerto. Ghifara Nadhifa, putri keempat dari pasangan Andi Usman (Manajer Personalisa TAMZIS) dan Lilis Nurmuflihah. Lahir pada hari Sabtu, 10 Maret 2012 di Wonosobo. Hilmi Maulana Al Faqih, putra kedua dari pasangan Singgih Heri Nurcahyo (Manajer Marketing Cabang TAMZIS PIW) dengan Uswatun Khasanah. Lahir pada hari Rabu, 21 Maret 2012. Naira Atha Fadhila, putrid kedua dari pasangan Tika Khasanah dan Triyanto (Manajer Adminstrasi TAMZIS Temanggung). Lahir pada hari Ahad, 01 April 2012 di Wonosobo. Safeena Alya Albirra Gunawan, putra pertama dari pasangan Harto Gunawan (Manajer Marketing Cabang TAMZIS Cimahi) dengan Cucu Nurbayani. Lahir pada hari Rabu, 04 April 2012 di Bandung. Dzakira Rahmadini Khoirunisa, putri pertama dari pasangan Herudin (Marketing Buncit Raya Jakarta) dan Lilik Sakdiah. Lahir pada hari Ahad, 08 April 2012 di Jakarta. Galang Adil Paramarta, putra kedua dari pasangan Evita dan Muhammad Syahfrudin (Manajer Area TAMZIS Jogjakarta) dan Evita Wulandari. Lahir pada hari Jum'at, 20 April 2012 di Bantul Jogjakarta. Segenap keluarga besar TAMZIS mengucapkan selamat atas kelahiran putra-putri tersebut, semoga menjadi anak yang sholeh-sholehah, berguna bagi agama bangsa dan negara. Amiin.

Menikah:
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Lanu Parikin (Marketing TAMZIS Cimahi) dengan Siti Mukaromah. Akad pada hari Sabtu, 29 Oktober 2011 di Sumedang Jabar. Aceng Marwan (Account Officer TAMZIS Cimahi) dengan Elis Siti Komara. Akad pada hari Ahad, 12 Februari 2012 di Bandung. Risa Alfiani (Marketing TAMZIS PIW) dengan Nazil Zanuardi. Akad pada hari Kamis, 01 Maret 2012 di Wonosobo. Magie Mardian (Marketing TAMZIS BOT) dengan Nurhasanah. Akad pada hari Sabtu, 10 Maret 2012 di Ujungberung Bandung. Heti Pujiastuti (Marketing TAMZIS BOT) dengan Deni Supriadi. Akad pada hari Ahad, 11 Maret 2012 di Subang Jabar. Reno Adiatmo (Internal Control TAMZIS) dengan Ria Oktatrianti. Akad pada hari Senin, 26 Maret 2012 di Purwokerto. Lutfi Syafirullah dengan Alvita Tristy Kusuma Wardani (Staff Admin TAMZIS Kroya). Akad pada hari Sabtu, 28 April 2012 di Majenang Cilacap. Segenap keluarga besar TAMZIS mengucapkan selamat atas pernikahan tersebut, semoga terbina keluarga sakinah mawadah warahmah. Amiin.

52

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Inspirasi SUYATI PUJI RAHAYU

Dua Kunci Sukses;


Mengatur Uang dan Mengerti Pembeli

Mengatur keuangan adalah salah satu kunci sukses dalam berdagang maupun dalam keluarga. Salah satu cara mengatur yang lebih mudah adalah memisahkan uang sesuai dengan kegunaanya. Uang hasil kerja suami, uang listrik, uang jajan dan sumbangan.

eski terik matahari begitu menyengat, tak mengurungkan niat Tamaddun untuk pergi ke pasar Cebongan Sleman, Jogjakarta. Jarak pasar dari kantor TAMZIS Godean tidak terlalu jauh, dengan sepeda motor cukup beberapa menit. Di pasar tradisional Cebongan, awal April lalu Tamaddun menemui pedagang ayam potong, namanya Suyati Puji Rahayu (32), sering dipanggil Mbak Puji. Untuk bisa menemui Mbak Puji tergolong mudah. Apalagi ia identik dengan potongan rambut pendek sebahu. Sudah sembilan tahun ibu satu anak ini berjualan ayam potong. Tepatnya sejak anak si mata wayangnya, Salsadika Raihan Fadila berumur dua tahun. Kini, anaknya sudah duduk di kelas empat Sekolah Dasar.

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

53

Inspirasi
Sebagai pedagang ayam potong mengharuskan ia berangkat seusai sholat Subuh. Suaminya, Eko Hariyanto (35) yang berprofesi sebagai Polisi di kabupaten Sleman, setia mengantarkannya setiap hari. Kira-kira perjalanan dari rumah membutuhkan perjalanan sepuluh menit, yakni dari Jalan Magelang Km. 15 Medari Sleman ke pasar tempatnya berjualan. Biasanya ia pulang sebelum adzan Dhuhur. Mbak Puji dapat pengalaman berdagang khususnya menjual ayam potong tidak lain dari ibunya, Sugiarti yang juga penjual ayam. Dulu, di rumahnya Mbak Puji, selalu membantu ibunya mulai dari mencabuti bulu-bulu ayam, memasak hingga menjual ayam di pasar. Mbak Puji, sehabis sekolah SLTA melanjutkan kuliah mengambil jurusan Manajemen Farmasi di Purwokerto hingga lulus 1999. Ia sempat juga bekerja di salah satu apotek. Karena gajinya tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan, iapun akhirnya berhenti. Setelah menikah dan mempunyai momongan, keinginan kerja itu muncul kembali mesti niat awal untuk memperbaiki rumah, karena gaji suami sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Awalnya, berdagang ayam potong tidak bilang-bilang suami, khawatir dianggap tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Waktu suaminya pergi ke kantor, ia pergi juga ke pasar untuk berdagang. Dan keuntungan lumayan. Akhirnya suami Mbak Puji mengerti, bahwa perempuan ingin punya aktivitas yang menghasilkan, tapi bukan karena kurangnya kebutuhan. Iapun akhirnya diizinkan berdagang. Berjualan ayam potong, Mbak Puji bisa menjual kurang lebih 1,2 kwintal ayam. Untungnya lumayan, maaf bukan bermaksud sombong, bisa sampai 500 ribu Rupiah ujarnya. Puji sengaja memilih ayam yang sudah bersih dan tidak usah mengelola di rumah, jadi tinggal menjual di pasar. Dulu, waktu ibu menjual ayam, harus dikelola sendiri. Kini, mengelola sendiri, untungnya tidak begitu banyak, karena harus bayar listrik, tenaga satu orang harus satu juta perbulan, butuh tempat, belum lagi mengelola limbah ayam, kalau tidak, bisa mengganggu tetangga. Makanya saya putuskan untuk membeli yang sudah bersih tinggal menjual jelasnya. Mengatur Keuangan Menurutnya, mengatur keuangan adalah salah satu kunci sukses dalam berdagang maupun dalam keluarga. Menurut Puji, salah satu cara mengatur yang lebih mudah adalah memisahkan uang sesuai dengan kegunaanya. Uang

hasil kerja suami, uang listrik, uang jajan, sumbangan. Pernah juga Puji disindir suami, dompetnya kok banyak sekali? Dengan santai Puji menjawab, ya agar keuangan tidak bercampur. Memang, setiap pedagang mempunyai kiat-kiat sukses sendiri, Puji juga memiliki hak tersebut. Pertama, manjada wajada (siapa yang bersungguhsungguh ia akan mendapatkan). Kedua, yakin bahwa Allah memberi rizki. Ketiga, niat baik dalam berdagang, pasti Allah memberi rizki. Jadi pedagang pun menurut Puji harus mempunyai keyakinan dan niat yang bagus agar Allah membersamai kita dalam usaha. Soal pemahaman agama, Puji mengakui, suami mempunyai sisi agama yang lebih dari dirinya, karena suami pernah nyantri di pesantren

54

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Purworejo. Jadi kalau di rumah suami adalah ustadz saya ucap Puji. Suaminya biasa bagun jam tiga malam, sholat tahajud, jam delapan sholat dhuha. Sedang puji sendiri tidak bisa sholat dhuha, makanya puji selalu nitip do'a kepada suami agar diberi rizki. Suatu ketika, Puji ditanya oleh suaminya, kok tidak pernah libur jualan? Meski tidak enak, Puji menjawab, berdagang tidak bisa libur, bagaimana nanti dengan pelanggan. Apalagi saat lebaran misalnya, ramai-ramainya penjual ayam. Dari hasil jerih payah berdagang dan penghasilan suami, tahun 2004, Puji bisa beli sawah yang kemudian disewakan. Dengan begitu punya rizki tambahan. Hidup itu memang harus dijalani, dinikmati, enjoy nanti akan kepenak (enak) katanya. Selang dua tahun, Puji datang ke ibunya minta restu untuk bangun rumah, ibu langsung menangis. Padahal Puji tidak minta apapun secara materi, hanya restu ibu yang diharapkan. Karena saking bangganya, ibunda Puji sering juga mengajak tetangga ataupun temen-temennya ke rumah, istilahnya, menunjukkan kesuksesan anaknya. Meski kadang-kadang tidak enak sendiri, takut sombongkata Puji sambil tersenyum. Di sela-sela menjual ayam potong, Puji juga melayani kebutuhan rekanannya untuk memiliki mobil, ia bisa menjualkan mobil. Pokoknya mobil apa yang banyak diminati orang kita coba carikan ujarnya. Selain itu, ia juga menjual tas-tas yang diambil langsung dari Jakarta dan dipasarkan sekitar Jogjakarta dan Magelang. Semua usaha yang ia jalani kini, adalah hasil gemblengan ibu sejak kecil agar hidup mandiri, ubet dan ulet serta tidak bergantung kepada orang lain. Jadi semua peluang dan pesanan akan dilayani. Semua harus berpandangan ke depan. Mengerti Maunya Pembeli Puji dalah sosok pedagang yang mengerti apa maunya pembeli, bagiamana pembeli senang dan bagaimana pelayanan yang baik bisa dijamin akan sukses. Sebagaimana Mbak Puji dalam usaha menerapkan beberap cara jitu. Pertama, melayani pembeli dengan harga standar agar sama dengan pedagang lain, tapi barangnya kita tambahi sedikit sebagai bonus, istilah jawanya, imbuh. Kedua, selalu menyapa pembeli yang dibarengi

dengan senyuman. Katanya, senyum itu shodaqah. Ketiga, memakai bahasa yang nyenengke (membuat senang) pembeli. Mari bu, nyari apa?misalnya. Keempat, harus menjaga kualitas barang. Puji juga mempunyai cara pandang bagus dalam usaha, yakni pedagang harus punya keyakinan bahwa Saya tidak pernah ngapusi (menipu) orang, berarti aku tidak mungkin diapusi (ditipu) orang. Kata Puji, semua manusia adalah karyawan Gusti Allah, berarti yang memberi rizki juga Gusti Allah. Jadi kalau lagi sepi atau rugi jangan menyalahkan Allah, nanti ngelu (pusing), Ra usah nuduh Allah, harus disyukuri, akeh, setek harus disyukuri(tidak usah menuduh Allah, banyak atau sedikit harus disyukuri). Ini kata suamiku, soale suamiku yang paham agama ucap Puji. Selain itu, menurut Puji, pedagang harus berprinsip, bisa sukses berasal dari utang, itu tidak bisa dipungkiri, kalau sukses terus 'sedikit' sombong juga gak apa-apa, namanya manusia, tidak sempurna tapi tetap harus ingat batas-batasnya. Bicara hutang, Puji awalnya melakukan pembiayaan dengan Ibu Evi (salah satu karyawan TAMZIS). Semua pembiayaan harus diperhitungkan gunanya minimal untuk mewujudkan kekurangan dalam berdagang. Makanya setiap pinjaman TAMZIS harus cemantel sedoyo, ora muspro, (semua yang kita perbuat harus ada bukti hasilnya). Rumah, mobil, sawah dan bisnis bisa berjalan lancar, sekarang mau menambah anak, ini sudah kita program dengan suami cerita Puji menutup pembicaraan. [zbr]

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

55

Inspirasi TARSONO

Untung Berlimpah, Buah Kerja Keras


Menjadi pengusaha tidak terlepas dari prinsip-prinsip yang telah diajarkan oleh Rasulallah Saw. Mulai dari menjaga kebersihan, rajin, disiplin, murah senyum dan ramah, berusaha sungguh-sungguh dan beribadah sunguh-sungguh. Ibaratnya kita harus menjadi pengusaha sukses di dunia, namun hati tidak terpaut dunia. (Tarsono)

Kedua anak Tarsono, terampil mengolah kentuki

aut wajah yang masih begitu segar sesekali diiringi senyum renyah, serasa menghapus kenyataan bahwa Tarsono telah berumur 52 tahun. Kesan inilah yang dirasakan Tamaddun saat berkesempatan menemui Bapak tiga cucu ini pada awal April 2012 di rumahnya Majapura, Bobotsari, Purbalingga, Jawa Tengah. Bapak empat anak ini sehari-harinya berjualan kentaki di depan Pasar Induk Bobotsari. Merk yang dipakai Tarsono untuk usahanya adalah Kentaky 4 Sekawan. Ia memakai merk tersebut bukan tanpa alasan, 4 (empat) diambil dari jumlah anaknya yang memang empat orang. Sekawan selain berarti empat (Jawa) bermakna juga rukun. Jadi saya berharap empat anak saya bisa hidup rukun, berdampingan dan saling membantu terang Tarsono. Memang, tidak banyak pedagang yang berpikir seperti Tarsono. Terutama dalam hal membuat ciri khas atau merk dagangannya. Meski barang yang dijual sama, tapi ia mengutamakan rasa dan kualitas. Dalam melayani pembeli pun ia selalu berusaha memberikan yang terbaik

R
56

dalam tutur kata dan sikap. Pembeli itu sudah pasti bisa merasakan kenyamanan jika kita menyapa dengan baik dan bersikap lembut katanya. Berawal Dari Gerobak Siapa kira, bahwa anak kedua dari empat bersaudara ini tidak lulus Sekolah Dasar. Namun ia bisa membuktikan diri sukses usaha. Bahkan, ketika usianya baru 12 tahun, ayahnya meninggal dunia. Sehingga sebagai anak lelaki tertua ia harus membantu memenuhi kebutuhan sang ibu. Barangkali inilah alasan kenapa mental usaha dan semangatnya telah tertanam begitu kuat. Sewaktu masih muda, Tarsono punya kisah menarik

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

sendiri. Ia dulu adalah penjual soto keliling. Sekitar tahun 78, Tarsono menjajakan keliling soto yang dibuat oleh kakak perempuannya yang sudah lama jualan soto. Meski hanya menjadi pekerja, namun Tarsono bertekad jika saatnya nanti tiba, ia akan membuka usaha sendiri. Karenanya dari awal, setiap keuntungan yang diperoleh setelah diambil secukupnya untuk kebutuhan, sisanya ia disimpan dengan baik. Sehingga betul, sekitar enam bulan ia telah bisa membuka jualan sotonya sendiri. Sepanjang jualan soto selama 27 tahun, sejak 1978-2005, mengajarkan banyak pengalaman bagi Tarsono. Punya banyak kenalan, harus selalu bisa ramah, tersenyum dan bertutur dengan sopan santun. Ia menjalaninya

dengan senang hati dan ikhlas. Namun, semakin hari semakin banyak orang yang juga berjualan soto dan mau tidak menjadikan ia berbagi kepada mereka. Hingga pada akhirnya, Tarsono berpikiran untuk berhenti berjualan soto keliling. Pada suatu saat, tanpa disengaja Tarsono bercerita dengan salah satu adiknya yang sebelumnya bekerja di sebuah restoran di Bali. Usaha saya kan sekarang banyak saingan, coba sampeyan carikan usaha apa yang bagus sekarang ini kata Tarsono pada adiknya. Tak lama kemudian, adiknya memberikan ide berikut resepnya untuk membuat kentuki sama seperti di restoran tempatnya jualan. Awalnya, sekitar tahun 2005, Tarsono hanya membeli satu ayam, dibuat kentuki dengan resep yang telah ia peroleh kemudian memberikannya kepada tetangga-tetangganya untuk mencoba. Ternyata hampir semuanya mengatakan enak. Oleh karenanya, tak lama kemudian ia berjualan dengan gerobak bekas jualan soto dengan merk Kentaky 4 Sekawan. Ternyata kentuki bisa diterima di lidah masyarakat Bobotsari. Modal awalnya seharga empat ekor ayam. Ia mulai berjualan jam 08.00 pagi dan jam 11.00 siang sudah habis. Tahu kentukinya laris, esok harinya ditambah satu ekor lagi. Esoknya lagi ditambah dan terus, hingga waktu tiga bulan, ia membeli 20 ekor ayam untuk dipotong. Ayam yang digunakan untuk kentuki adalah ayam yang dipotong sendiri oleh Tarsono, ia juga memilih ayam yang masih sehat. Saya tidak mau menjual ayam mati atau menyembelihnya tidak dengan bismillah. Saya membayangkan sendiri kalau makan ayam yang seperti itu, sudah pasti rasanya gimana gitu jelasnya. Hingga kini, Tarsono rutin memotong 25-30 ekor ayam setiap hari. Ia telah memiliki dua gerobak sebagai tempat usaha. Satu berada di depan Pasar Induk Bobotsari dan satunya terletak tak jauh dari situ tepatnya di depan sebuah minimarket di Bobotsari. Keduanya menggunakan merk Kentaky 4 Sekawan, namun pengelolaannya dikerjakan oleh anak-anaknya. Setiap hari, Tarsono hanya menjadi juragan yang tinggal mengawasi saja.

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

57

Inspirasi
memang punya rasa tersendiri. Bu, ini kentakinya tidak beli di tempatnya Pak Tarsono ya, rasanya kok tidak enak kata Tarsono menirukan pelanggan. Selain harus menjaga rasa dan kualitas makanan, Tarsono mengaku memiliki cara-cara tersendiri agar usahanya sukses. Baginya, menjadi pengusaha tidak terlepas dari prinsip-prinsip yang telah diajarkan oleh Rasulallah Saw. Mulai dari menjaga kebersihan, rajin, disiplin, murah senyum dan ramah, berusaha sungguh-sungguh dan beribadah sunguh-sungguh. Ibaratnya kita harus menjadi pengusaha sukses di dunia, namun hati tidak terpaut dunia katanya. Dalam mengembangkan usahanya, Tarsono bekerjasama dengan TAMZIS Purbalingga untuk permodalannya. Ia berterimakasih kepada TAMZIS yang selama ini telah bermitra sekaligus membantunya. Ke depan, ia berharap bisa membuka kios tersendiri yang bisa menggabungkan antara usaha kentuki dan soto yang sama-sama menggunakan merk 4 sekawan. Hal ini sebagai simbol kerukunan keluarga mereka dari dulu hingga masa mendatang. Tarsono berpesan bagi anakanaknya, bahwa untuk menjadi pengusaha sukses, kita harus mengalah. Mengalah untuk tidak banyak tidur, mengalah untuk melayani dengan baik dan mengalah untuk terus belajar mengembangkan usaha. Karena dengan mengalah itu kita sesungguhnya akan menjadi pemenang. [ir]

Tarsono, bersama istri dan cucu

Meraup Untung Untuk mempersiapkan kentuki, setiap hari Tarsono dibantu istri dan kedua anaknya. Mereka biasanya bangun jam 03.00 pagi. Seusai menyembelih ayam, sementara anak-anak membersihkan ayam-ayam yang telah dipotong, Tarsono segera berangkat ke masjid dan baru pulang setelah lewat shubuh. Kita kan harus bisa bekerja dengan sungguh-sungguh, tapi juga ibadah sungguh-sungguh, apalagi sholat shubuh pahalanya luar biasa dan tentunya Allah akan memudahkan kita memperoleh rejeki yang berkah kata Tarsono menirukan ustadznya. Dari hasil berjualan kentuki 25-30 ekor ayam, Tarsono bisa memperoleh keuntungan hingga satu juta Rupiah setiap hari. Dari keuntungan itulah ia mencukupi kebutuhan keluarga, termasuk untuk sekolah anak-anaknya. Alhamdulillah saya bisa menyekolahkan anak hingga SMA, menikahkan mereka dan membangunkan rumah syukurnya. Usaha makanan siap saji, bagi Tarsono merupakan seni tersendiri. Mulai dari memilih ayam yang segar, menyembelih, membersihkan, bumbu dan resep yang digunakan hingga menggoreng adalah ramuan tersendiri. Semuanya harus diupayakan yang terbaik. Sampai pada waktu melayani pembeli juga harus melayani dengan yang terbaik. Semua upaya Tarsono ini terkumpul di Kentaky 4 Sekawan. Hingga tak heran semakin hari pelanggannya bertambah, terlebih lagi rasa Kentaky 4 Sekawan

58

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Sukses itu Seimbang antara Dunia dan Akhirat

H.M. Sofwan Jauhari, LC., M.Ag.


Prinsip hidup itu sederhana, lakukan dan beri pelayanan terbaik kepada masyarakat. Mengajar untuk mengabdi, sedang berdagang dan investasi untuk kebutuhan dunia jadi seimbang antara memenuhi kebutuhan dunia dan akhirat. (Sofwan)
stadz Sofwan setelah lulusan dari Madrasah Aliyah tahun 1988 mengambil program LIPIA yang mengharuskan mengikuti kuliah persiapan selama dua tahun, terutama bahasa Arab. Lulus tahun 1994. Sedang master ekonomi Islam diperoleh dari Universitas Muhammadiyah Jakarta lulus tahun 1996. Setelah lulus sarjana, Ustadz Sofwan membuka kursus bahasa Arab yang diawali dari empat hingga lima orang. Berkembang hingga terakhir mempunyai dua puluh cabang Sejabodetabek. Total siswa yang aktif mencapai seribu orang.

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

59

Inspirasi
Dalam kursus tersebut, Ustadz Sofwan tidak memungut biaya, memang untuk mengamalkan ilmunya dan berdakwah, sedang ia mengambil keuntungan dari buku kursus yang dibeli siswa. Bila kerja untuk berhasil dunia, sayang akhiratnya kata Ustadz Sofwan. Dan semua hasil cetak buku untuk membayar guru. Waktu itu Ustadz Sofwan sudah mengajar di salah satu sekolah dan gajinya sudah sampai satu juta Rupiah, terpaksa harus ditinggalkan karena harus berkorban untuk menghidupi kursus bahasa Arabnya yang berkembang dan kekuangan pengajar. Tapi Ustadz Sofwan berpikir jangka panjang yakni mencari keberkahan. Setelah berkembang pesat, tahun 2003, lembaga kursus tersebut dilebur menjadi perguruan tinggi yang dijadikan program martikulasi oleh pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Dirasyah Islamiyah Al-Hikmah Jakarta Selatan. Jalin Kerjasama Kesuksesan dan keberkahan tidak ada yang tahu darimana asalnya. Sedang keberkahan banyak orang mengatakan bertambahnya kebaikan. Yang pasti sudah diatur oleh Allah Swt. Terbukti, salah satu murid kursus bahasa Arab, yang pintar bisnis lalu mengajak untuk mendirikan internet dengan saham sama 50%. Dalam perkembangannya bisnis tersebut maju pesat hingga punya tiga outlet, setiap outlet sepuluh unit komputer. Akhir 1995, penghasilan per outlet mencapai tiga juta Rupiah. Dari internet berkembang ke game online. Bisnis tumbuh besar. Tapi Ustadz Sofwan berpikir, bisnis game online itu halal tapi tidak toyyib (bagus). Dengan beberapa kasus, ada anak SD IT yang bolos sekolah, dan dicari guru dan orang tuanya, ternyata main game online. Kemudian warnet ditutup sekitar tahun 2000. Bisnis warnet tutup, mencari alternatif bisnis yang mudah, murah dan akan selalu laku. Ketemu teknologi komunikasi. Maka membuka Wartel (Warung telekomunikasi), ketika itu masih ramairamainya. Modalnya sederhana, mengurus surat izin dan perangkat sistemnya. Dengan kerjasama dengan beberapa warung yang mempunyai basis mahasiswa, sekitar perguruan tinggi. Hasilnya lumayan, ada yang satu juta Rupiah sebulan, ada juga yang seratus ribu Rupiah perbulan. Tapi kalau punya 40 unit Wartel itu lumayan penghasilannya. Apalagi laporannya otomatis, by system cerita Ustadz Sofwan.

Saya memiliki satu guru, namanya Abdul Halim Ad-Dari, ulama Betawi, beliau berpesan, Kalau kepengen kaya jangan jadi guru, kalau jadi guru jangan pengen kaya. Sedang saya, pengen jadi guru yang kaya berarti harus memiliki pekerjaan ganda. Bisnis, ya ngajar. Mengajar sebagai dakwah, sebagai kewajiban, sebagai aktualisasi diri dan termasuk birrul walidain (berbakti pada kedua orang tua).

Perang harga antar operator dan adanya HP, tidak mungkin Wartel dipertahankan. Pernah juga bisnis restoran fast food, waktu itu bermodal 90 juta Rupiah dan chefnya sudah ada dari restoran terkenal. Tapi rupanya Allah berkehendak lain, hampir setahun berjalan setelah itu tutup. Kerugiannya kurang lebih 40 juta Rupiah.

60

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Kalau gagal lupakan saja, bangkit dan cari usaha Kira-kira begitu, yang diinginkan lain. Kemudian beralih ke Sole Agent Herbal dari Ustadz Sofwan. Sarmindi International yang memproduksi varmint Tak salah bila Ustadz Sofwan, (cacing). Bisnis inipun berkah dari kursus bahasa Arab, berbisnis sambil berinvestasi dan dimana salah satu direkturnya belajar bahasa Arab ke memilih logam mulia. Bisnis herbal Ustadz Sofwan. Dan menawarkan kepada saya untuk tetap berjalan. Selain itu, kini, Ustadz jadi agen di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sofwan juga berinvestasi dengan Alhamdulillah dari bisnis herbal ini saya bisa membeli dua apartemen di Jakarta beli rumah, begitulah Allah memberi rizki, mesti tidak untuk disewakan. Perkiraan hingga secara langsung. Saya percaya bahwa kalau kita umur 50 tahun sudah bisa berbuat baik, sesuai janji Allah, akan memberi pintumempunyai lima apartemen. Jadi dari pintu yang tidak terduga-duga jelas Ustadz Sofwan. hasil persewaan apartemen tersebut Menjadi pebisnis sebenarnya menguntungkan. sudah bisa membiayai hidup Cuma, almarhumah Ibu Ustadz Sofwan kurang suka keluarga, yang lain diinvestasi lagi. Sejak 1998, Ustadz Sofwan bila meninggalkan dunia pendidikan. sudah mnegikuti DPM (Dana Ibu kurang ridho jika hanya mencari Pensiun Muamalat) dan penghasilan dunia saja jelasnya. merencanakan usia Dari situ, ia berpikir Jadi kerja itu pensiun umur 50 yakni kembali, bagaimana bisnis bukan orientasi tahun 2019. Jadi Ustadz jalan dan bisa bergelut lagi nomor satu, yang Sofwan sudah dalam dunia pendidikan terprogram. serta memiliki uang banyak. utama adalah Pensiun bagi ia Bagaimana kaya tapi tidak bagaimana kerja bukan tidak bekerja, dari pendidikan. tapi pensiun adalah Saya memiliki satu maksimal, terbaik semua kebutuhan guru, namanya Abdul Halim yang kita mampu. sudah terpenuhi. Ad-Dari, ulama Betawai, Tinggal berdakwah dan beliau berpesan, Kalau mendekatkan kepada kepengen kaya jangan jadi guru, Allah, itu saja. Mudahkalau jadi guru jangan pengen mudahan tercapai. Bekerjapun kaya. Sedang saya, pengen jadi guru orientasinya bukan uang lagi yang kaya berarti harus memiliki katanya. pekerjaan ganda. Bisnis, ya ngajar. Mengajar sebagai dakwah, sebagai kewajiban, sebagai aktualisasi diri Rahasia Keberkahan dan termasuk birrul walidain (berbakti pada kedua Menurut Ustadz yang juga orang tua). Ketua Yayasan Masjid Darul Jannah ini, bahwa terdapat beberapa rahasia Sukses di Umur 40 tahun sukses dan berkah. Pertama, Ustadz Sofwan, mempunyai cita-cita setelah melaksanakan semaksimal mungkin umur 40 tahun, kebutuhan finansial sudah tercukupi. apa yang bisa kita lakukan, bukan Rumah dan mobil sudah ada semua. Haji, hasil. Jadi kerja itu bukan orientasi alhamdulillah tahun 2009 kemarin akunya. Hal ini, nomor satu, yang utama adalah Ustadz Sofwan belajar dari Robert T. Kiyosaki bahwa bagaimana kerja maksimal, terbaik dari self employ (pengusaha) menjadi investor. yang kita mampu. Bukan pula terbaik Bagaimana berbisnis sambil berinvestasi sehingga bagi kebanyakan orang, mungkin pekerjaan tidak terlalu banyak tapi penghasilan besar.

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

61

Inspirasi
Profil: kita cari, karena setiap orang butuh uang. Contoh, ketika harus menutup warnet. Saat itu sayang wong menguntungkan. Dan menutup kursus bahasa Arab dan bergabung dengan sekolah tinggi. Sebenarnya bukti bahwa bekerja itu ibadah pasti akan dapat, karena semua Allah yang mengatur jelasnya. Karena profesi saya, pedagang, investor , dosen, DPS dan di masyarakat sering diminta untuk ceramah-ceramah. Jadi semua peralatan sehari ada di mobil, sabun, pasta gigi dan bantal. Karena memang sering tidur di kampus atau di kantor katanya sembari tersenyum. Berapa sih gaji mengajar? mengajar bagi Ustadz Sofwan yang awalnya pesan dari Ibu, sekarang mengajar itu seperti sudah menjadi hobi. Makanya, mengajar mesti tidak digajipun tetap akan dilakukan. Karena sudah hobi. Keluar duitpun tidak ada masalah, sudah enjoy. Interaksi dengan orang itu enak katanya. Sejak tahun 2010, Ustadz Sofwan menjadi DPS (Dewan Pengawas Syariah) K-Link. Berawal dari mengajar Al Qur'an bagi Owner, CEO dan beberapa manajer K-Link mulai tahun 2006. Perusahaan yang awalnya konvensional berubah menjadi perusahaan syariah, MLM Syariah. Jadi semua sistem disesuaikan dengan sistem syariah. Produk syariah. Sedang budaya perusahaan tidak menjadi syarat dalam perusahaan syariah. Ustadz Sofwan diminta untuk menjadi DPS bersama Ketua MUI Drs. H. Amidan dan Sekjen MUI Drs. H. Ikhwan Syam. Ia memilih TAMZIS untuk Ijabah (Investasi Berjangka Mudharabah) karena dua alasan. Pertama, lebih menolong ke golongan bawah (grass root). Kalau bank-bank besar membantu orang-orang besar. Kedua, secara bisnis, keuntungan bagi hasil di TAMZIS lebih besar dibanding dengan perbankan. Jadi sudah ketemu antara sisi sosial dengan sisi ekonomi. Sisi dunia dan sisi akhirat. [zbr]

Nama Ttl Istri

: HM.Sofwan Jauhari, LC,MAg : Jepara, 30 agustus 1967 : Zulfa kurniati

Putra-putri : 1. Abdillah Mujaddidi (kuliah UGM) 2. Ahmad Mujahid (SMK kelas 1) 3. Abdul Ghoffar (SD kelas 5) 4. Syakir abdul latif (SD kelas 3) 5. Mahmud Abdul Latif (5 tahun) : Perumahan Persada Depok Blok 14/ II Tapos Depok Profesi : Pembisnis, Investor dan Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) Dirasyah Islamiyah AlHikmah Jakarta Selatan. Jabatan : 1. Ketua III (Pembantu Rektor III) 2. Ketua Yayasan Masjid Darul Jannah Pengalaman Bisnis: 1. Membuka Kursus Bahasa Arab 2. Usaha Warnet 3. Usaha Wartel 4. Usaha Restoran 5. Sale Agent obat Herbal 6. Investasi logam mulia 7. dan investasi Apartemen Pendidikan: 1. SD, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Nurul Islam 2. S1 Jurusan Syariah LIPIA Jakarta 3. S2 Universitas Ekonomi Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta Alamat

kemampuan kita juga pas-pasan. Tapi sesuai kemampuan yang kita miliki. Menurutnya, ada konsep dalam Al Qur'an Hal jazaul ikhsan illal ikhsan, kalau kita melakukan yang terbaik insya Allah akan memberi yang terbaik. Contoh, ketika membuka kursus bahasa Arab. Kedua, nawaitu (niatnya) kita bekerja dan berbisnis itu bukan sekedar mencari uang. Uang tetap

62

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

YOYOK PRASETYA

Santanku Buah Kreatifitas Entrepreneur Muda


Di tengah ujian dalam usahanya, Yoyok mendapatkan hidayah menciptakan Santanku. Ia melihat bahwa permintaan santan instan dari waktu ke waktu terus meningkat, sedang persediaan barangnya sangat kurang. Misalnya, permintaan pasar 100% barang tersedia hanya 30% - 50%.

aktu masih pagi, jam baru menunjukkan pukul delapan. Namun, suasana di rumah Yoyok, demikian sapaan akrab Yoyok Prasetya, telah ramai riuh dengan aktifitas rutin para sopir dan marketing. Nampak beberapa marketing tengah sibuk mencocokkan nota dengan barang-barang yang masuk ke mobil box. Beberapa orang lain yang kelihatannya sopir tengah asyik ngobrol sembari menunggu jam keberangkatan. Itulah suasana saat Tamaddun menemui Yoyok (26), pengusaha muda, pada awal Mei 2012 di rumahnya Leksono Wonosobo. Siapa sangka bahwa pengusaha muda ini mengawali karir dari hal yang sangat sederhana. Ia tidak bisa melupakan pengalaman penting dalam hidupnya yang ia akui sebagai salah satu titik awal perjalanan wirausahanya.

Yoyok, optimis Santanku diterima masyarakat

Selama SMA, saya jarang sekali jajan, hal ini memang karena saya tidak punya uang jajan. Satu-satunya kegiatan saat istirahat agar tidak bengong maka saya ke perpustakaan sekolah. Kalau sudah di sana mau tidak mau saya harus baca. Di sanalah saya kemudian ketemu dengan pengusahapengusaha berhati besar, seperti Bob Sadino, Purdi Chandra
Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

63

Inspirasi
dan sebagainya ujar Yoyok. Namun, boro-boro jadi pengusaha, selesai dari SMA, Yoyok malah bekerja di sebuah toko grosir sebagai tukang membungkus gula pasir. Yang menarik, bahwa hobinya membaca buku ternyata sangat bermanfaat, sembari membungkus gula, Yoyok selalu berusaha mengingat-ingat dengan catatan seadanya, bahkan di tangan, semua harga-haraga yang ia dengar dari pelayan toko. Pada suatu ketika, karena ditinggal sholat oleh rekannya yang biasa melayani pembeli, ia terpaksa melayani sekaligus memberikan harga-harga. Tak hanya itu, di lain waktu, ia juga bisa bernegosiasi dengan marketing dari sebuah distributor besar. Beberapa rekan Yoyok kagum dengan hal itu, selama ini ia dikenal sebagai tukang bungkus gula ternyata punya kemampuan yang bagus. Dari tukang bungkus gula itulah kemudian Yoyok diserahi sebagai manajer toko cabang. Bakatnya sebagai pengusaha pun kali ini terbukti lagi, ia bisa mengelola dengan baik amanahnya. Tidak hanya memenuhi target tapi jauh di atas itu. Berdasar pengalaman singkat inilah kemudian Yoyok memberanikan diri membuka usaha sendiri. Bermodal Motor Tua Usaha yang pertama digeluti Yoyok memang tak jauh dari pengalaman sebelumnya. Bermodal uang satu juta Rupiah, ia menjadi marketing keliling. Modal tersebut merupakan hasil dari penjualan motor GL kesayangannya. Dengan harga jual lima juta, ia ambil untuk modal dan sisanya dibelikan motor lagi. Yoyok dapat dengan mudah

Upaya apapun yang diupayakan dalam rangka mengembangkan usaha harus lewat jalan yang berkah. .Yakinlah jika tidak diawali dari sesuatu yang tidak berkah apalagi haram, sudah pasti nanti usaha akan hancur.

mengembangkan usaha ini. Berawal dari keliling sendiri, kemudian mengajak beberapa teman bekerjasama sebagai karyawan. Hingga ia kemudian bisa menjadi distributor besar dengan 67 karyawan. Yang paling saya ingat, ketika saya punya karyawan 67 orang dengan 3 kantor cabang umur saya saat itu 23 tahun jelas Yoyok. Dari kesuksesan Yoyok tersebut, ternyata Allah memberikan hikmah yang lebih besar lagi. Karena beberapa sebab, salah satunya ketidak amanahan para karyawan, akhirnya Yoyok harus menutup ketiga cabang tokonya. Dan kini bertahan dengan toko pusat yakni di rumahnya. Saya sudah mengikhlaskan segalanya, saya berusaha mengambil hikmahnya, salah satunya karena saya kurang teliti jelasnya. Optimis dengan Santanku Di tengah ujian dalam usahanya tersebut, Yoyok mendapatkan hidayah menciptakan Santanku. Ia melihat bahwa permintaan santan instan dari waktu ke waktu terus meningkat, sedang persediaan barangnya sangat kurang. Misalnya, permintaan pasar 100% barang tersedia hanya 30% - 50%. Ide untuk memenuhi kebutuhan pasar telah tertanam kuat dalam diri Yoyok. Namun persoalannya untuk memproduksi sendiri ia tidak tahu bagaimana cara membuat santa instan, apa bahannya dan mesinnya pakai apa. Tapi saya selalu yakin bahwa jika kita berniat sungguh-sungguh pasti Allah akan membukakan jalan satu persatu ungkapnya. Betul, tanpa disadari Yoyok bisa berkenalan dengan orang yang membantunya mewujudkan impiannya untuk memproduksi sendiri santan instan.

64

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Untuk urusan mesin produksi (repacking) ia bekerjasama dengan BUMD Temanggung. Bahan baku berupa santan tepung yang masih murni 100% didatangkan dari daerah Bogor dan Kalimantan. Sehingga kemudian proses produksi santan instan pun bisa berjalan, merek yang dipakai ialah Santanku. Impian Yoyok untuk memproduksi Santanku pun terwujud, pada pertengahan Februari 2012 lalu Santanku dilaunching. Produksi pertama sejumlah lima ribu karton dan baru dipasarkan di daerah Jawa Tengah. Hingga kini produksi meningkat hingga sepuluh ribu karton, pasarnya pun mulai dikembangkan hingga ke Jawa Timur. Bervisi Menuju Keberkahan Awal dari mulai usaha hingga kini telah banyak memberikan pelajaran penting bagi Yoyok. Baik pelajaran hidup maupun pelajaran sebagai pengusaha. Menurutnya hal utama yang harus dijadikan panduan bagi pengusaha adalah bervisi menuju yang berkah. Kalau kita mengawali dari yang berkah dan menuju yang berkah insya Allah ketika sukses pun akan memperoleh keberkahan. Upaya apapun yang diupayakan dalam rangka mengembangkan usaha harus lewat jalan yang berkah. Yakinlah jika tidak diawali dari sesuatu yang tidak berkah apalagi haram, sudah pasti nanti usaha akan hancur tambahnya. Selama ini, suami dari Susinah ini, banyak belajar dari realitas usaha yang digelutinya. Mengenai strategi produksi hingga pemasaran, ia mengaku banyak belajar dari buku-buku bacaan. Saya punya koleksi buku, kalau kemana-mana saya suka beli buku. Ya karena saya bukan anak sekolahan jadi harus banyak baca, selain itu saya suka bergaul dengan orang-orang berpengalaman ujar Yoyok sembari menujukkan koleksi bukunya. Menurut Yoyok, niatannya yang kuat untuk terus mengembangkan usaha dengan lebih berkah agar dapat bisa membawa manfaat bagi karyawan maupun pembeli, membawanya bertemu dengan beberapa orang yang pernah bekerja di perusahaanperusahaan besar denga jabatan yang strategis. Bahkan, untuk produksi Santanku inipun ia dibantu setidaknya dua orang ahli produksi, salah satunya pernah bekerja di cola-cola dengan jabatan yang strategis.

Dengan dibantu 15 orang karyawan tetap, 2 orang tidak tetap serta 30 orang karyawan produksi, ke depan Yoyok optimis Santanku akan mampu meramaikan pasar, mengingat semakin hari kebutuhan semakin meningkat. Didukung lagi adanya kecenderungan orang untuk memakai santan yang praktis dan instan. Sukses dengan Santanku, kini Yoyok mulai melirik produksi makanan khas. Menurutnya, salah satu usaha ke depan yang cukup menjanjikan dan punya peluang pasar bagus adalah makanan khas. Kalau kita sudah bisa memproduksi makanan khas yang enak, harga tidak masalah. Bahkan kita bisa menitipkan di toko-toko makanan khas, seminggu atau empat hari sekali kita tinggal mengecek lagi. Kita bisa memperkerjakan orang lain dan kita sendiripun untung paparnya. Dulu, kekita mengawali usaha grosiran dan distributor, bapak satu anak ini banyak dibantu oleh BMT Marhamah. Kini khusus untuk produksi Santanku, ia bekerjasama dengan TAMZIS dalam pembiayaan yang semuanya menggunakan prinsip-prinsip syariah. Inilah alasan kenapa ia optimis akan semakin berhasil, karena tujuan yang ingin dicapai adalah sesuatu yang tidak dilarang oleh Allah dan insya Allah membawa keberkahan. [ir]

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

65

Info Bisnis

SANTANKU (SANTAN SERBUK INSTAN) Produsen Santan Serbuk Instan. CV. Berkah Jaya Bersama. Yoyok Prasetya (Direktur). Hp.: 082135456028. Factory: Jend . Soedirman No. 140 Temanggung, Telp. (0293) 5527283, (0293) 3510828. Office: Jl. Mujahidin No. 75 Gianti Temanggung, Telp. (0293) 5500396, Fax. (0293) 493729. E-mail: ge_dashyad@yahoo.co.id

NARNO SPORT Pusat kulakan alat-alat olahraga. Alamat: Jl. S. Parman N0. 43 Wonosobo. Hp.: 081327033511. Cabang DONY SPORT (Pusat kulakan alatalat musik dan olahraga). Alamat: Depan RSU (Rumah Sakit Umum) Purworejo Jateng. Hp. 081328809974 BATIK SERU Seni Batik Warna alami mangrove. Dra. Lulut Sri Yuliani. Telp.: 031-77957465/ 081230808665 Work shop: Jl. Wisma Kedung Asem Indah. J-28 Surabaya. Telp. 031-8710480 PUSAT KERAJIAN PALEMBANG MAKMUR JAYA Menerima pesanan: Songket Palembang, batik Palembang dll. Bapak Ansori. Sanggar: Jl Ki Gede ing suro No. 21. Telp.: 0711 373971/ 08153553720 Palembang. Cabang Villa Dago Blok G 18/8. Kintamani Pamulang. Telp. 021-98524467

BAROKAH Menerima: pesanan tas, dompet, ikat pinggang, jaket, sepatu dari kulit sapi dan kulit domba. H. Tamam. Show room: Jl. Raya Rangkah Kidul Rt.01 Rw.01 No. 1b Sidoarjo. Telp.: 031-8964367/ 08123240291 GARSEL SHOES Pusat sepatu dan sandal kulit. Deni Kuswara. Hp.: 085624278739 Office: Cibaduyut Raya No. 30 Bandung Telp.: 022-5408806. e-mail: garselindo@ymail.com Show room: Jl. Cibaduyut Raya No. 30 Telp.: 022-5417973. Jl. Raya Padalarang Ruko No. 463 N Telp./Fax.: 022-6807481 Bandung Barat.

Kirimkan info usaha Anda ke alamat Redaksi Tamaddun: Gedung Pusat TAMZIS Jl. S. Parman No. 46. Wonosobo Jateng. Telp.: (0286) 325303. Fax.: (0286) 325064. e-mail: redaksitamaddun@gmail.com www.tamzis.com

66

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Santap Kuliner

Kupat Tahu Mbak Undiya; Rasanya Belipat-lipat


Mbak Undiya memberi resep kupat tahu yang tak termakan zaman ini, antara lain; air gula jawa yang dicampur jahe, sere, laos, bawang putih. Sedang untuk lombok dan bumbu kacang tinggal dicampur jadi satu porsi yang siap dinikmati. Yang juga membuat kupat tahu Mbak Undiya spesial adalah rasa kecap yang diramu sendiri, kental dan berasa.

Mbak Undiya, sibuk meracik kupat tahu pesanan pelanggan

iiringi alunan musik klasik 70-an dari PAS FM, salah satu radio di Temanggung membuat suasanan semakin santai dalam menikmati kupat tahu, selang beberapa saat dangdut Iis Dahlia terdengar syahdu. Kupat Mbak Undiya (35) adalah kupat yang terbungkus janur muda (janur kuning) sehingga kupat terasa khas, padat dan sedikit aroma janur yang meresap. Kalau Anda ingin makan tahu kupat di Pasar Legi Parakan Temanggung kami sarankan untuk makan di tempat, dijamin pelayanan akan lebih cepat. Tak heran, beberapa pengunjung Pasar Legi lebih suka makan di tempat. Tapi ada juga yang pesan untuk oleholeh. Jangan khawatir tidak enak ketika sampai di rumah, karena semua bumbu, kerupuk dan kupat tahu dipisah sendirisendiri. Jadi rasa tetap terjaga dan tetap segar. Rasane khas lan bedo(rasanya khas dan berbeda), komentar pelanggan dari pegawai pemerintah Temanggung. Sedang langganan setia kupat tahu, tidak lain pengunjung dan pedagang pasar. Di samping pegawai pemerintah dan guruguru sekitar pasar parakan. Biasa, pesan untuk rapat-rapat dinas hingga 27 bungkus dengan tingkat kepedasan

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

67

Santap Kuliner
berbeda, pedas, pedas sedang dan super pedas. Masing-masing orang punya selera. Kita tinggal melayani saja Mbak Undiya menjelaskan. Teruji Selama 40 tahun Kupat tahu Mbak Undiya ini telah lebih dari 40 tahun berada di pasar legi. Usaha yang dirintis mulai Mbok Sutini, kemudian Mbok As hingga Mbak Undiyah, dan beberapa anaknya membuka kupat tahu melanjutkan usaha keluarga ini. Lokasi kupat tahu Mbak Undiya, dari pintu pasar legi, Parakan, masuk kira-kira 25 meter, baru nanya kupat tahu Mbah Undiya. Kupat tahu juga sering dijadikan tempat makan pengunjung pasar Parakan ketika lelah, letih dan menghela nafas sambil mengisi perut yang terasa lapar. Tamaddun setelah mencicipi kupat tahu resep warisan turun menurun ini, emm rasanya memang berlipat-lipat. Sambil melayani pelanggan yang antri, Mbak Undiya menceritakan resep kupat tahu kepada Tamaddun. Mbak Undiya memberi resep kupat tahu yang tak termakan zaman ini, antara lain; air gula jawa yang dicampur jahe, sere, laos, bawang putih. Sedang untuk lombok dan bumbu kacang tinggal dicampur jadi satu porsi yang siap dinikmati. Yang juga membuat kupat tahu Mbak Undiya spesial adalah rasa kecap yang diramu sendiri, kental dan berasa. Tambah kupat setengah mbak kata salah satu pelanggan. Minta porsi jumbo, juga boleh. Semua permintaan pelanggan akan bersambut dengan senyuman dan dengan cepat akan tersaji. Dengan harga 5 ribu Rupiah, saya kira tidak menguras kantong pelanggan. Dalam Sehari, kurang lebih membawa uang hasil kupat tahu sebesar 500 ribu Rupiah dengan penjualan kupat tahu mencapai 70 porsi. Bila ramai atau pasaran bisa habis.

Sepiring kupat tahu, sederhana namun berasa

Langganan kupat tahu Mbak Undiya dikenal tidak hanya masyarakat Parakan dan Temanggung, tapi juga masyarakat Wonosobo, Sukoharjo dan Weleri. Kupat tahu Mbak Undiya buka mulai jam 08.00 pagi hingga pukul 15.00 sore. Eco kupate, mentul-mentul (kenyal), apalagi dicampur kecap yang kentel diaduk dengan kecambah atau toge, rasanya jadi berlipat-lipat. Kacangnya membuat rasnya tetap mencolok. Cocok untuk dinikmati pagi, siang maupun sore Mbak Undiya meceritakan komentar pelanggan. Memang, kupat tahu, krupuk dan segelas teh panas membuat lebih segar di pagi hari. Pedas ala kupat tahu Mbak Undiya sesuai selera pelanggan satu dengan yang lain berbeda. Tapi untuk menguji selera tetaplah harus mencoba. Selamat mencoba. [zbr]

68

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Tegar

Prihatin Berdagang itu biasa, Asal anak bisa sekolah


Dagang bagi Tasinem merupakan perjuangan untuk menambah ekonomi keluarga, selama masih diberi kesehatan oleh Allah akan tetap dijalani. Hasil sedikit tidak masalah yang penting sudah berusaha.

Senyum ramah Tasinem sembari melayani pembeli

iang itu, pertenghan April lalu, matahari begitu cerah, peluh dan keringat bercampur, pertama kalinya saya menginjakkan kaki dipasar Sampang, salah satu pasar di kabupaten Cilacap. Bagus dan tingkat, itulah kesan pertama kali sampai. Ketika masuk pasar, saya tak mengira, udara pasar begitu pengap dan kekurangan ventilasi udaranya, tapi aktivitas perdagang tetap berjalan, antara penjual yang menjadi keuntungan dan pembeli yang memenuhi kebutuhan. Dengan bantuan salah satu marketing TAMZIS, saya bertemu dengan Bu Tasinem (37) sudah sembilan tahun berdagang di pasar sampang kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Awalnya merintis

jadi pedagang di pasar dilapak (lesehan) karena belum punya tempat. Baru setelah ada kebakaran pasar sampang, dapat jatah untuk menempati lapaan bersama tukang sayur yang lain. Sayuran yang dijual campur baur, apa saja yang penting masih diminati oleh pembeli di pasar. Tetapi juga tergantung musim. Semua miliknya kalau ada yang borong kurang lebih duaratus ribu. Tapi mana ada yang mau borong sayuran yang bermacam-macam ini ucap Tasinem. Ia mengatakan, kalau banyak yang tidak laku, sayuran akan layu dan tidak ada yang mau beli, jadi daripada tidak laku biasanya kita kasihkan dengan harga murah. Itupun kalau ada yang mau. Tombok modal itu sudah biasa. Tasinem mengerti, kalau modal banyak akan untung banyak, sedang modal sedikit ya dapatnya juga sedikit. Apa daya, sedikit saja belum tentu habis, apalagi banyak, pastilah tidak habis atau malah rugi. Setiap hari berangkat ke pasar Sampang, pukul lima pagi setelah menyiapkan sarapan untuk suami sebelum pergi ke sawah, sampai ke pasar pukul enam. Pasar masih sepi. Biasanya digunakan untuk kulakan barang-barang yang sudah laku dan banyak diminati pembeli, selebihnya,

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

69

Tegar

barang yang tidak habis dipasarkan lagi. Dengan lebar satu meter dan panjang dua meter, Tasinem mendasarkan sayurmayurnya yang terdiri dari terong, kubis, wortel, walo, timun, jagung, blinjo dan kacang panjang. Istri Tasmiarjo (37) ini pulang dari pasar biasanya pukul satu siang. Hanya bawa dua puluh lima ribu, hasil dari dagang seharian untuk tambah penghasilan keluarga kata Tasinem dengan nada capek. Dengan penghasilan itu, Tasinem berjuang menyekolahkan Arif Widodo (16) yang duduk di SLTP, Velianto (6) duduk di TK sedang Widianti (4) belum sekolah dan masih di rumah bersama ibu yang merawat. Pinjam ke lembaga keuangan seperti TAMZIS misalnya, selain untuk menambah modal. Tapi tak sering juga untuk menutupi kekurangan ketika waktu tandur (menanam padi). Jadi tidak sia-sia pinjam ke TAMZIS karena bisa membantu kesulitan keuangan selama iniaku Tasinem.

Rumah Tasinem ke pasar tidak jauh, sekitar lima belas menit perjalanan yakni di desa Ciandaga Puncot, kecamatan Kebasan Cilacap Jawa Tengah. Setiap pagi suaminya mengantar ke pasar dengan motor seadanya yang penting bisa jalan. Lebih murah dan cepat. Dagang bagi Tasinem merupakan perjuangan untuk menambah ekonomi keluarga, selama masih diberi kesehatan oleh Allah akan tetap dijalani. Hasil sedikit tidak masalah yang penting sudah berusaha. Hidup tetap berjalan mesti sedikit prihatin. Makan apa adanya. Yang penting di masyarakat akur-akur saja. Ada hajatan datang. Ada pengajian bisa hadir, itu saja. Keinginan tidak akan ada habisnya. Suami terbantu, anak-anak sudah bisa sekolah, sudah sangat syukur sekali dalam hidup ini. [zbr]

Simpanan Mutiara Pendidikan khusus untuk siswa sekolah Setoran bisa dilakukan setiap saat, dan penarikan hanya boleh dilakukan sekali dalam satu tahun pada saat pergantian tahun ajaran baru Menyiapkan biaya pendidikan pada tahun ajaran berikutnya

Simpanan Pendidikan
Gemar Menabung Masa Depan Untung

Melatih siswa untuk hemat, dengan cara menabung Mudah, siswa tidak harus datang ke kantor, petugas yang datang ke sekolah

www.tamzis.com
70
Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

Refleksi

Standar Ganda
Istilah dobel standar dikenal juga dalam kancah politik internasional dengan konotasi negatif. Standar ganda diartikan sebagai penggunaan standar penilaian (parameter) berbeda untuk kasus yang serupa yang dilakukan oleh subyek yang berbeda.

emua kendaraan bermotor roda dua baik matik maupun manual pasti memiliki bagian penting yang disebut standar. Yaitu lempengan besi yang berfungsi untuk menahan kendaraan agar tetap berdiri ketika sedang tidak dipakai. Ada dua macam standar, yaitu standar tunggal dan standar ganda atau lebih populer disebut doble standar. Semua pengendara sepeda motor sangat paham kapan dia menggunakan standar tunggal dan kapan menggunakan standar ganda. Standar tunggal biasanya dipakai ketika sepeda motor diparkir untuk waktu yang tidak begitu lama dan di tempat yang relatif luas. Pada sepeda motor matik, standar tunggal ini sekaligus berfungsi sebagai alat untuk mematikan mesin. Begitu standar tunggal diturunkan, seketika itu pula mesin motor mati. Standar ganda, sesuai dengan namanya terdiri dari dua lempengan besi membentuk hurup V terbalik. Standar jenis ini biasanya dipakai untuk menghemat tempat atau motor diparkir untuk waktu yang lama. Setandar ganda lebih kokoh dan lebih aman sehingga lebih disarankan untuk digunakan. Istilah dobel standar dikenal juga dalam kancah politik internasional dengan konotasi negatif. Standar ganda diartikan sebagai penggunaan standar penilaian (parameter) berbeda untuk kasus yang serupa yang dilakukan

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

71

Refleksi
oleh subyek yang berbeda. Amerika Serikat percetakan yang didalamnya mempraktekan adalah negara yang paling sering dituding bukan hanya standar ganda tetapi multi standar menerapkan standar ganda. Pada April 2012, dalam memberikan reward and punishment Amerika mengecam bahkan mengerahkan kepada karyawan. Akibatnya karyawan merasa beberapa armada lautnya mendekati laut Korea diperlakukan tidak adil dan saling mencemburui ketika Korea Utara melakukan uji coba satu dengan lainnya. Intrik merebak setiap saat. peluncuran roket jarak menengah. Pada saat Konsentrasi kerja karyawan buyar. Komunikasi yang hampir bersamaan Amerika Serikat justru hanya jalan diantara sesama karyawan yang memuji India yang juga melakukan ujicoba merasa dikorbankan. peluncuran roketnya. Perbincangan sesama karyawan pun jauh Standar ganda dilakukan oleh suatu melenceng dari tugas keseharian mereka. Benar negara atau seseorang tergantung dan salah, baik dan buruk menjadi kabur karena kepentingan. Peluncuran roket Korea masing-masing karyawan merasa dirinya Utara dan Peluncuran roket India benar dan baik. Tugas mereka sesungguhnya tidak berbeda. sebagai karyawan terbengkalai. Amerika memuji India karena Pimpinan kehilangan wibawa. Jika kita melihat berkepentingan dengan Muaranya adalah ada sesuatu yang tidak India untuk dijadikan produktivitas perusahaan benar dalam keluarga sekutu menghadapi turun. kita, dalam masyarakat Pakistan dan Iran. Dalam komunitas kita, jalan terbaik adalah Sedangkan Korea Utara dimana standar ganda lakukan dialog dan adalah musuh dan negara dipraktekkan (terlepas yang selalu menentang sengaja atau tidak) semua musyawarah mencari Amerika. orang di dalamnya titik temu berdasar Politik standar ganda sesungguhnya adalah korban. ketulusan. ini juga dilakukan oleh Dalam komunitas semacam ini Amerika dan sekutunya NATO orang-orang baik tidak bisa dalam mengawal musim semi mengembangkan kebaikannya, (untuk menyebut musim orang-orang berbakat tidak bisa penggantian rezim) di negara-negara Afrika mengaktulisasikan bakatnya. Pada saat yang dan Timur Tengah. Politik standar ganda paling sama, orang yang punya sikap kurang baik permanen diterapkan Amerika dalam (untuk tidak menyebut licik dan culas) sering perseteruan antara rakyat Palestina dan negara terlambat menyadari sifat buruknya sehingga Israel. Apapun yang dilakukan Israel meski salah terlambat memperbaiki diri. selalu dibela Amerika. Sebaliknya apa pun yang Sebagai orang tua, calon orang tua, dilakukan rakyat Palestina selalu dikecamnya. pemimpin masyarakat kita harus menyiapkan Praktek standar ganda sangat mungkin diri memimpin komunitas terkecil kita dilakukan dalam keluarga, lembaga sosial bahkan KELUARGA - memiliki hanya satu standar yaitu lembaga bisnis. Dalam kehidupan keluarga keadilan. Dan jika kita melihat ada sesuatu yang standar ganda biasanya tidak disadari oleh tidak benar dalam keluarga kita, dalam pelakunya dan baru terperangah ketika masyarakat kita, jalan terbaik adalah lakukan menghadapi akibatnya. Sudah banyak berita dialog dan musyawarah mencari titik temu tentang adik yang menganiaya kakaknya atau berdasar ketulusan. Tidak perlu dibuat gaduh sebaliknya karena cemburu atas perbedaan karena apa yang kita sangka salah belum tentu perlakuan kedua orang tuanya. salah dan apa yang kita sangka benar bisa jadi Sepuluh tahun lalu saya punya keliru. Wassalam. [diR] pengalaman bekerja di sebuah perusahaan

72

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

LAPORAN TAMADDUN (BAITUL MAAL TAMZIS)

Start With Smile


Mulailah hari-hari Anda dengan sedekah, paling tidak dengan senyum yang ramah

Saldo Zakat, Infak dan Wakaf Kantor TAMZIS Bulan April 2012
ZAKAT INFAK WAKAF

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

LAPORAN TAMADDUN (BAITUL MAAL TAMZIS)

LAPORAN Penerimaan ZAKAT & INFAK Tamaddun Bulan April 2012

PENERIMAAN ZAKAT

PENERIMAAN INFAK

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

LAPORAN Kas ZAKAT & INFAK Tamaddun Bulan April 2012


PENERIMAAN WAKAF

Mudah-mudahan Allah memberi pahala kepadamu atas apa yang telah engkau berikan, dan menjadikannya pensuci dosa bagimu, dan memberkati atas apa yang masih ada ditanganmu

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012

LAPORAN NISBAH (BAGI HASIL) IJABAH

Laporan Bagi Hasil IJABAH TAMZIS Periode Februari-April 2012 per Rp. 1.000.000,Ijabah (Bulan) 1 s/d 2 3 s/d 5 6 s/d 11 12 s/d 23 >=24 Nisbah Anggota:TAMZIS 32,50%:67,50% 40,00%:60,00% 45,00%:55,00% 47,50%:52,50% 50,00%:50,00%

NO 1 2 3 4 5

Feb 7.770 9.570 10.770 11.360 11.960

Mart 7.810 9.610 10.820 11.420 12.020

Aprl 7.700 9.480 10.660 11.260 11.850

Berkembang penuh barokah

Tamaddun edisi XXXIV/th.VII/Maret-April 2012