Anda di halaman 1dari 15

Purwo Sudirdjo, ST. MM 08123272836 Kimia Dasar oleh Prof. Ir. E.J.

G Schermerhorn Kimia Tanah dan Kimia air oleh Prof. Ir. H. Sarwono Hardjowigeno, M.Sc Kimia Lingkungan oleh Dr. Rukaesi Achmad, M.Si Kimia Pangan oleh Dr.Ir Feri Kusnandar, MSc Pengantar Pengelolaan Hama Terpadu oleh Kasumbogo Untung Kebutuhan Asam Amino Esensial dalam ransum ikan oleh Ir. Ibnu Buwono, M.Si

Ilmu Kimia ialah : Contoh :

Kimia Dasar

Ilmu yang mempelajari perubahan-perubahan yang bersifat kekal (tetap) Rokok dibakar, akan menjadi abu (karbon) dan gas-gas (CO2 dan CO). Gula pasir dibakar, akan menjadi karbon, CO2 dan uap air (H2O) dsb.

Ilmu Fisika ialah :


Ilmu yang mempelajari perubahan-perubahan yang bersifat sementara.

Contoh :
Air dipanaskan menjadi uap atau gas dan dalam suhu tertentu menjadi air kembali. Besi dipijarkan akan melting atau mencair dan dalam suhu tertentu menjadi keras kembali. Kimia dikelompokkan menjadi 2 golongan ; 1. Kimia anorganik 2. Kimia organik (kimia karbon)

Tujuan Ilmu kimia


Menyelidiki peristiwa perubahan zat, dari yang kurang berharga menjadi suatu zat yang berharga yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat banyak.

Contoh : Pembuatan Semen


Bahan : Tanah liat, Batuan Gips, Pasir Besi, Batu kapur dan Air.

Iktisar pembagian zat dalam ilmu kimia sbb: Logam biasa


Unsur (zat tunggal)
Logam (metal) Non logam (metaloid) Senyaw a Homogen Campuran Heterogen

Logam amfotir

Za t
Zat majemuk

Zat adalah semua yang mempunyai isi dan berat Unsur (zat tunggal) : suatu zat yang tidak mungkin diuraikan lagi dan bagian terkecil suatu unsur disebut atom. Zat majemuk : suatu zat yang lebih dari satu unsur. Senyawa ialah : zat majemuk yang terjadi dari hasil pengikatan secara kimia antara dua buah unsur atau lebih, atau suatu zat yang dapat diuraikan menjadi zat-zat lain. Contoh : Fe (unsur) + S (unsur) FeS (senyawa) Campuran adalah zat majemuk yang terjadi karena bermacam-macam zat berada bersama-sama di dalam suatu tempat. Campuran ada 2 macam 1. Campuran homogen adalah campuran yang terdiri dari zat-zat yang sejenis (semacam) bersama-sama didalam suatu tempat. 2. Campuran heterogen adalah campuran yang terdiri dari bermacammacam zat bersama-sama di dalam suatu tempat.

Perbedaan antara campuran dan persenyawaan


Campuran
1 Sifat-sifat zat penyusun masih nampak jelas.

Persenyawaan
1 Sifat zat penyusun hilang nampak sifat baru yang berlainan dengan sifat semula.

2 Mudah dipisahkan menjadi bagian-bagiannya dengan cara fisika.


3 Tidak mempunyai perbandingan berat tertentu. Logam (metal) Besi (Fe)

2 Tidak dapat dipisahkan dengan cara kimia.


3 Berat bagian-bagiannya mempunyai perbandingan tertentu. Non logam (metaloid) Belerang (S)

Emas (Au) Seng (Zn)


Tembaga (Cu) Perak (Ag)

Hidrogen (H) Karbon (C)


Oksigen (O) dsb

Jalur Stoikhiometri
: Bm/Ba X X 22,4 L : Mol : N: 6,02X1023 X Partikel Molekul, Atom, Ion

Vol (L) tiap 1 mol sembarang Gas pada kondisi STP (0, 1 atm)

P1V1/T1 = P2V2/T2 = .PnVn/Tn Vol (L) 1 mol sembarang Gas pada keadaan P,T tertentu

Hukum-hukum dasar Kimia


1. Hukum Lavoisier (hukum kekekalan massa) ,1783 2. Hukum Proust (hukum kekekalan perbandingan), 1799 3. Hukum Dalton (hukum kelipatan perbandingan), 1803 4. Hukum Avogadro, 1811 5. Hukum Boyle, 6. Hukum Gay Lussac, 7. Hukum Boyle Gay Lussac, 8. Hukum Gas Ideal, 9. Hukum Dalton tentang Gas, 10. Hukum Graham,

Hukum Lavoisier (hukum kekekalan massa), 1783


Berat zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. aA + bB cC +dD

Berat A + Berat B = Berat C + Berat D Hukum Lavoisier berlaku baik dalam reaksi yang memenuhi persamaan reaksi (stoikhiometris) maupun yang tidak.

Contoh 1 : Berapa gram CaO yang dihasilkan dari pembakaran 100 gram batu kapur. (BM CaO : 56, BM CaCO3 : 100) Reaksi : CaCO3 CaO + CO2
100 gram CaCO3 : 100/BM CaCO3 : 100/100 xmol ; 1 mol Dari persamaan reaksi 1 mol CaCO3 jika dibakar menghasilkan 1 mol CaO dan 1 mol CO2 1 mol CaO : 1 X BM CaO = 1 X 56 : 56 gram 1 mol CO3 : 1 X BM CO3 = 1 X 44 : 44 gram Contoh 2 : Berapa gram endapan AgCl yang terbentuk jika 500 ml larutan garam dapur (NaCl) dengan konsentrasi 1 mol/liter ditambah AgNO3 dengan konsentrasi 1 mol/liter berlebihan. (BM AgCl : 143,5) NaCl + AgNO3 AgCl + NaNO3 1 mol NaCl ~ 1 mol AgCl NaCl : 500 ml = 500/1000 x 1 mol : 0,5 mol AgCl : 0,5 mol = 0,5 X 143,5 gram : 71,75 gram

Hukum Proust
Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tetap. Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah sama dengan perbandingan massa atomnya dikalikan dengan banyaknya atom masing-masing. Contoh : Senyawa AxBy, maka perbandingan massa A dan massa B dalam senyawa tsb = x . BA A : y . BA B Prosentase unsur-unsur A dan B dalam senyawa tsb juga dapat dihitung; % A = x . BA A/BM AxBy X 100% % B = y . BA B/BM AxBy X 100% Contoh : Berapa kadar Oksigen (O) dalam batu kapur dan Gipsum ? Jawab : O dalam batu kapur = 3 . BA O/BM CaCO3 X 100% 3 X 16/100 X 100% = 48% O dalam Gipsum = 4 . BA O/BM CaSO4 X 100% 4 X 16/136 X 100% = 47,08%

Hukum Dalton
Jika dua macam unsur membentuk beberapa senyawa, maka perbandingan massa dari unsur yang satu dengan unsur yang lain, yang beratnya tetap pada berbagai senyawa tsb berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana. Contoh : Berapa perbandingan berat oksigen (O) dalam senyawa N2O,NO, N2O3, NO2 dan N2O5, jika berat N dalam masing-masing senyawa seberat 7 gram. Jawab : Berat O dalam N2O = 16/28 X 7 gram = 4 gram Berat O dalam NO = 16/14 X 7 gram = 8 gram Berat O dalam N2O3 = 3 x 16/2 x 14 X7 gram = 12 gram Berat O dalam NO2 = 2 x 16/14 X 7 gram = 16 gram Berat O dalam N2O5 = 5 x 16/ 2x 14 X 7 gram = 20 gram Jadi perbandingannya N2O, NO, N2O3, NO2 dan N2O5 = 1 : 2 : 3 : 4 : 5

Penggaraman
Garam adalah zat-zat yang terdiri dari logam dan sisa asam. Kedua bagian ini dapat saling mengikat karena mempunyai muatan yang berlawanan, logam bermuatan positif sedang sisa asam bermuatan negatif. 1. Basa + Asam 2. Oksida basa + Asam 3. Basa + Oksida asam 4. Oksida basa + Oksida asam 5. Logam + Garam 6. Logam + Asam 7. Garam I + Garam II 8. Garam I + Basa I 9. Garam I + Asam I 10. Logam + Asam oksidator 11. Logam + Aquaregia Garam + Air Garam + Air Garam + Air Garam Garam lain + Logam lain Garam + H2 Garam III + Garam IV Garam II + Basa II Garam II + Asam II Garam I + . Garam I + H2O + NO

I Basa + Asam
Contoh : 2 NaOH + H2SO4 2H2O Ca(OH)2 + 2HCl 2Al(OH)3 + 3H2SO4 II Oksida Basa + Asam Contoh :

Garam + Air

Na2SO4 +

CaCl2 + 2H2O Al2(SO4)3 + 6H2O


Garam + Air

FeO + H2SO4 Al2O3 + 6HCl


III Basa + Oksida Asam Contoh :: 2 KOH + SO3 3Ca(OH)2 + P2O5

FeSO4 H2O 2ALCl3 + 3H2O


Garam + Air

K2SO4 H2O Ca3(PO4)2 + 3H2O

IV Oksida Basa + Oksida Asam Contoh : Na2O + SO2 CaO + N2O5 V . Logam + Garam Contoh : 3K + FeCl3 Ca + ZnSO4 Fe + KCl Zn + CaSO4 3KCl + Fe CaSO4 + Zn Na2SO3 Ca(NO3)2

Garam

Garam lain + Logam lain

Tidak bereaksi Tidak bereaksi

Deret Volta K Na Ca Mg Al Mn Zn Fe Ni Sn Pb (H) Cu Hg Ag Pt Au

VI. Logam + Asam


Contoh : Fe + 2HCl 2Al + 3H2SO4

Garam + H2

FeCl2 + H2 Al2(SO4)3 + 3H2

Garam normal, garam asam, garam basa, dan garam rangkap Garam Normal : 1. Na2SO4 (natrium sulfat) 2. CaCO3 (kalsium karbonat) 3. Fe2(SO4)3 (ferri sulfat) Garam asam : 1. NaHCO3 (natrium bikarbonat) 2. NaH2PO4 (natrium hidrogen pospat) 3. Na2HPO4 (dinatrium hidrogen pospat) Garam basa : 1. Mg(OH)Cl (Magnesium hidroksida clorida) 2. Fe(OH)2NO3 (feri hidroksida nitrat) 3. Fe(OH)(NO3)2 (fero hidroksida nitrat)

Garam rangkap : 1. KCl MgCl (Kalium magnesium klorida) 2. CaCO3 MgCO3 (Kalsium magnesium klorida)
Garam rangkai atau garam kompleks 1. K4Fe(CN)6 (kalium heksa sianoferat (II)) 2. K3Fe(CN)6 (kalium feri sianida) Garam rangkap K Na +1 +1 Mg +2 NH4 +1

SO4 -2 PO4 -3

Garam komplek K4Fe(Cn)6