Anda di halaman 1dari 6

AMakalah Teori Belajar dan Pembelajaran

TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME


D I S U S U N OLEH MELLISA HASIBUAN 31105206 DERI KURNIAWAN

KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillah Rabb al- lamin,

BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah

BAB II PEMBAHASAN A. Konstruktivisme 1. Pengertian Konstruktivisme Konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang berbudaya modern. Konstruktivisme juga merupakan landasan berfikir ( filosofi ) pembelajaran konstektual yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit.yang hasilnya diperluas melalui konsep yang terbatas. Glaserfeld dan Matthwes menyatakan bahwa konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekan bahwa pengetahuan kita adalah konstruksi ( bentukan ) kita sendiri, pengetahuan bukanlah suatu tiruan dari realitas dan bukan pula gambaran dari dunia kenyataan yang ada. Piaget menegaskan bahwa pengetahuan tersebut dibangun dalam pikiran anak melalui asimilasi dan akomodasi. Asimilasi adalah penyerapan informasi baru dalam pikiran. Sedangkan, Akomodasi adalah menyusun kembali struktur pikiran karena adanya informasi baru, sehingga informasi tersebut mempunyai tempat. 2. Ciri-ciri Konstruktivisme Ciri-ciri konstruktivisme adalah : 1. Pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri 2. Pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari guru kemurid, kecuali hanya dengan keaktifan murid sendiri untuk menalar. 3. Murid aktif mengkonstruksi secara terus menerus, sehingga selalu terjadi perubahan konsep ilmiah. 4. Guru sekedar membantu menyediakan saran dan situasi agar proses konstruksi berjalan lancer. 5. Struktur pembelajaran seputar konsep utama pentingnya sebuah pertanyaan.

Selain itu yang paling penting adalah guru tidak boleh hanya semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa. Seorang siswa juga harus membangun pengetahuan didalam benaknya sendiri.seorang guru dapat membantu proses ini dengan cara member kesempatan kepada siswa untuk menerapkan sendiri ide-ide dan mengajak siswa agar menyadari dan menggunakan strategi-strategi mereka sendiri untuk belajar. 3. Kelebihan dan Kekurangan Konstruktivisme a. Kelebihan nya adalah : Murid berpikir untuk menyelesaikan masalah, dengan ide-ide dan membuat suatu keputusan antara lain : Faham : karena murid terlibat langsung dalam membina pengetahuan baru, mereka akn lebh faham dan boleh mengaflikasinya dalam semua situasi. Kemahiran Sosial : yang akan diperoleh apabila berinteraksi dengan rekan dan guru dalam membina pengetahuan baru. b. Kelemahan ( kekurangannya ) adalah : Kelemahan atau kekurangan ini dapat kita lihat dalam proses belajarnya dimana peran guru sebagai pendidik itu sepertinya kurang begitu mendukung karena siswa mempunyai perbedaan persepsi satu dengan yang lainnya. B. Belajar dalam Perspektif Konstruktivisme Dalam orientasi baru psikolog, konstruktivisme mengajarkan ilmu tentang bagaimana peserta didik belajar. Mereka belajar dengan cara mengkonstruksi ( membangun ) pengetahuan, sikap, atau keterampilannya sendiri, tidak dengan mempokan pengetahuan itu kedalam otaknya. Menurut teori konstruktivisme, pengetahuan bukan merupakan kumpulan fakta dari suatu kenyataan yang sedang dipelajari, melainkan sebagai konstruksi kognitif seseorang terhadap objek, pengalaman atau lingkungannya. Karena itu, dalam belajar harus diciptakan lingkungan yang mengundang atau merangsang perkembangan otak/kognitif peserta didik (