Anda di halaman 1dari 30

TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DALAM BIDANG KEBAKARAN DAN LEDAKAN

OLEH KELOMPOK 2

GENIUS SIREGAR GOHANA PARDEDE JONATHAN E. HUTAGAOL LAMRIS PASARIBU M. IRFAN SEMBIRING

10-01-113 10-01-115 10-01-136 10-01-144 10-01-160

PENDIDIKAN TEKNOLOGI KIMIA INDUSTRI MEDAN II TKI-C

KEBAKARAN adalah API YANG TAK TERKENDALIKAN

Sejak dahulu api merupakan kebutuhan hidup manusia, dari hal kecil hingga hal besar. Sebagai salah satu contoh, api digunakan untuk memasak atau untuk pemakaian skala besar dalam industri dalam peleburan logam. Tetapi sudah tidak dapat dikendalikan lagi, api menjadi musuh manusia yang merupakan malapetaka dan dapat menimbulkan kerugian baik materi maupun jiwa manusia. Hal tersebut yang biasa disebut kebakaran.

Proses Kebakaran
Kebakaran berawal dari proses reaksi oksidasi antara unsur Oksigen ( O2 ), Panas dan Material yang mudah terbakar ( bahan bakar ). Keseimbangan unsur unsur tersebutlah yang menyebabkan kebakaran. Berikut ini adalah definisi singkat mengenai unsur unsur tersebut :

a. Oksigen Oksigen atau gas O2 yang terdapat diudara bebas adalah unsur penting dalam pembakaran. Jumlah oksigen sangat menentukan kadar atau keaktifan pembakaran suatu benda. Kadar oksigen yang kurang dari 12 % tidak akan menimbulkan pembakaran. b. Panas Panas menyebabkan suatu bahan mengalami perubahan suhu / temperatur, sehingga akhirnya mencapai titik nyala dan menjadi terbakar. Sumber sumber panas tersebut dapat berupa sinar matahari, listrik, pusat energi mekanik, pusat reaksi kimia dan sebagainya.

c. Bahan yang mudah terbakar ( Bahan bakar )


Bahan tersebut memiliki titik nyala rendah yang merupakan temperatur terendah suatu bahan untuk dapat berubah menjadi uap dan akan menyala bila tersentuh api. Bahan makin mudah terbakar bila memiliki titik nyala yang makin rendah

API

DIBAGI MENURUT KELASNYA


NFPA (National Fire Protection Association)

Kebakaran pada benda pada mudah terbakar yang menimbulkan arang/karbon


(contoh : Kayu, kertas, karton/kardus, kain, kulit, plastik) Kebakaran pada benda cair dan gas yang mudah terbakar (contoh : bahan bakar, bensin, lilin, gemuk, minyak tanah, thinner) Kebakaran pada benda yang menghasilkan listrik atau yang mengandung unsur listrik

Kebakaran pada logam mudah terbakar


(contoh : Sodium, lithium, radium)

SEGITIGA API
FIRE TRIANGLE

PENGISOLASIAN

PENDINGINAN

BAHAN BAKAR

PENGURAIAN

Kelas Kebakaran
RESIKO Class A MATERIAL Kayu, kertas, kain ALAT PEMADAM Dry Chemichal Multiporse dan ABC soda acid Dry Chemichal foam ( serbuk bubuk ), BCF (Bromoclorodiflour Methane), CO2, dan gas Hallon

Class B

Bensin, Minyak tanah, varnish

Class C

Bahan bahan seperti asetelin, methane, propane dan gas alam

Dry Chemichal, CO2, gas Hallon dan BCF

Class D

Uranium, magnesium Metal x, metal guard, dry sand dan dan titanium bubuk pryme

Penyebab Kebakaran Berikut ini adalah penyebab kebakaran : 1. Manusia, kesalahan manusia dapat berupa kurang hati hati dalam menggunakan alat yang dapat menimbulkan api atau kurangnya pengertian tentang bahaya kebakaran. Sebagai salah satu contoh merokok atau memasak. 2. Alat, disebabkan karena kualitas alat yang rendah, cara penggunaan yang salah, pemasangan instalasi yang kurang memenuhi syarat. Sebagai contoh : pemakaian daya listrik yang berlebihan atau kebocoran.

Alam, sebagai contoh adalah panasnya matahari yang amat kuat dan terus menerus memancarkan panasnya sehingga dapat menimbulkan kebakaran. 4. Penyalaan sendiri, sebagai contoh adalah kebakaran gudang kimia akibat reaksi kimia yang disebabkan oleh kebocoran atau hubungan pendek listrik. 5. Kebakaran disengaja, seperti huru hara, sabotase dan untuk mendapatkan asuransi ganti rugi.
3.

Fire Prevention

(Pencegahan)

Fire Repression (Pemadaman)

Fire Evacuation (Evakuasi)

1. KERUGIAN HARTA BENDA


2. KORBAN JIWA ATAU CACAT 3. KERUGIAN /KEHILANGAN USAHA

4. EKONOMI SOSIAL

SISTEM PENGENDALIAN KEBAKARAN


SUMBER API API TUMBUH API
Tumbuh & Membesar

KONDISI BERBAHAYA

MENCEGAH PENYALAAN Peraturan Disiplin Organisasi dll.

PEMADAMAN TAHAP DINI Pendeteksi


Sarana APA

MENCEGAH API TUMBUH


Membatasi
beban api Bahan noncombustible Kompartemeni -sasi Dinding penahan api

KONTROL ASAP Sarana Kontrol Asap


Smoke vents Tata Udara

EVAKUASI Organisai
SOP Latihan Sarana

Sarana APAR
System Hydrant Fixed System dll

Dll.

KONDISI AMAN KEBAKARAN

Cara Pemadaman
A. Cara isolasi, adalah sistem pemadaman dengan cara mengurangi kadar O2 pada lokasi sekitar benda- benda terbakar. Sistem ini disebut juga dengan sistem lokalisasi, yaitu dengan membatasi / menutupi benda benda yang terbakar agar tidak bereaksi dengan O2, contohnya : Menutup benda benda yang terbakar dengan karung yang dibasahi air, misalnya pada kebakaran yang bermula dari kompor. Menimbun benda benda yang terbakar dengan pasir atau tanah. Menyemprotkan bahan kimia yaitu dengan alat pemadam jenis CO2

B. Cara penguraian, adalah sistem pemadaman dengan cara memisahakan / menjauhkan benda benda yang dapat terbakar. Contohnya, bila terjadi kebakaran dalam gudang tekstil, yang terdekat dengan sumber api harus segera dibongkar / dimatikan. C. Cara pendinginan, adalah sistem pemadaman dengan cara menurunkan panas. Contoh, penyemprotan air ( bahan pokok pemadam ) pada benda yang terbakar.

ISOLASI, PENGURAIAN, PENDINGINAN

ISOLASI O2

II

URAI BBM

III

PENDINGINAN H2O

CARTRIDGE LUAR

CARTRIDGE (Busa, Air, DC)

CARTRIDGE DALAM FRANGIBLE PLUG

1. APAR

STORED-PRESURE (Busa, Air, DC, CO2)

VALVE SYSTEM

I. MANUAL

TURN OVER TWO-WAY CHEMICALS

2. MOBILE UNIT (KERETA DORONG) 3. FIRE TRUCK 4. FIRE PUMP

CARTRIDGE STORED-PRESSURE

HYDRANT SPRINKLER FIXED SYSTEM

II. OTOMATIS

1. SISTEM PIPA

2. SISTEM NON-PIPA

ALAT PEMADAM API RINGAN (APAR)


Alat pemadam api berbentuk tabung yang mudah dioperasikan oleh satu orang dan mudah dijinjing. APAR ditujukan untuk memadamkan api awal kecil pada mula terjadinya. Berat APAR berkisar antara 1 kg 16 kg. Alat pemadam lebih berat dari 16 kg disebut alat pemadam api Mobile Unit (kereta dorong)

AIR

BUSA

CO2

KIMIA KERING

HALON 1211

KENALILAH ALAT PEMADAM API RINGAN ANDA


AIR BUSA CO2 KIMIA KERING HALON 1211

Kayu, kertas, kain, plastik, sampah, dll.

A B B

TEPAT SEKALI


BUSA KHUSUS


INTERIOR & MESIN

API AWAL

Bahan cair yang mudah terbakar yang tak larut


Bahan cair yang mudah terbakar yang larut di air : aceton, alkohol, dll. Bahan gas : LPG, LNG Peralatan yang bermuatan listrik Kendaraan bermotor

INTERIOR & MESIN

INTERIOR & MESIN

C E

INTERIOR & MESIN

INTERIOR

Mudah terlihat Mudah terjangkau

Tersebar tidak terkumpul Tidak terkunci


Sesuai SIKON

PENGGUNAAN APAR CEPAT, AMAN & TEPAT (CAT)


Jarak terlalu dekat ikuti arah angin

Melawan arah angin Sudut + 30O 60O

Ke lidah api Sumber dasar api

1. Kebakaran tidak akan dihapus dari muka bumi karena api merupakan bagian dari kehidupan. Kebakaran dapat dicegah sekecil mungkin bila kita memahami penyebab kebakaran dan langkah tindak pencegahan. 2. Kebakaran dapat terjadi dimanapun, kapanpun pada siapapun. 3. Pencegahan kebakaran merupakan langkah yang paling efisien, efektif karena dilakukan SEBELUM kehadiran api kebakaran sehingga kerugian harga benda dan jiwa dapat dihindari. 4. Sarana Fire Protection (APAR, Hydrant, dll) yang tersedia akan tidak menghasilkan OPTIMAL bila tidak didukung OPERATOR yang trampil. 5. Ketrampilan apapun hanya diperoleh dengan berlatih secara tepat + Konsistent !

HTTP://CHEMICALREGAR.BLOGSPOT.COM