Anda di halaman 1dari 7

Tugas individu : Keperawatan Gerontik Dosen : Safaruddin, S.

Kep, Ns

PERUBAHAN FISIOLOGI SISTEM RESPIRASI PADA LANSIA DAN PENYAKIT YANG MENYERTAINYA

O LEH:

ADAWIYAH 1422090199 KELAS D

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA MAKASSAR 2011

PERUBAHAN FISIOLOGI SISTEM RESPIRASI PADA LANSIA 1. Otot pernafasan kaku dan kehilangan kekuatan, sehingga volume udara inspirasi berkurang, sehingga pernafasan cepat dan dangkal. 2. Penurunan aktivitas silia menyebabkan penurunan reaksi batuk sehingga potensial terjadi penumpukan sekret. 3. Penurunan aktivitas paru ( mengembang & mengempisnya ) sehingga jumlah udara pernafasan yang masuk keparu mengalami penurunan, kalau pada pernafasan yang tenang kira kira 500 ml. 4. Alveoli semakin melebar dan jumlahnya berkurang ( luas permukaan normal 50m), menyebabkan terganggunya prose difusi. 5. Penurunan oksigen (O2) Arteri menjadi 75 mmHg menggangu prose oksigenasi dari hemoglobin, sehingga O2 tidak terangkut semua kejaringan. 6. CO2 pada arteri tidak berganti sehingga komposisi O2 dalam arteri juga menurun yang lama kelamaan menjadi racun pada tubuh sendiri. 7. kemampuan batuk berkurang, sehingga pengeluaran sekret & corpus alium dari saluran nafas berkurang sehingga potensial terjadinya obstruksi.

Perubahan - perubahan fisiologis Sistem Respirasi:


Proses penuaan menyebabkan beberapa perubahan structural dan fungsional pada toraks dan paru paru. Kita ketahui bahwa tujuan

pernapasan adalah untuk pertukaran oksigen dan karbondioksida antara lingkungan eksternal dan darah. Pada lansia ditemukan alveoli menjadi kurang elastic dan lebih berserabut serta berisi kapiler kapiler yang kurang berfungsi, sehingga kapasitas penggunaan menurun karena kapasitas difusi paru paru untuk oksigen tidak dapat memenuhi permintaan tubuh. Daya pegas paru paru berkurang, sehingga secara normal menahan thoraks sedikit pada posisi terkontraksi disertai dengan penurunan kekuatan otot rangka pada toraks dan diafragma. Karena dinding toraks lebih kaku dan otot pernapasan menjadi lemah, amka menyebabkan kemampuan lansia untuk batuk efektif menurun. Dekalsifikasi iga dan peningkatan klasifiaksi dari akrtilago kostal juga terjadi. Membran mukosa lebih kering,

sehinggamenghalangi pembuangan secret dan menciptakan risiko tinggi terhadap infeksi pernapasan. (Maryam, 2008). Sedangkan menurut Stokslager, 2007 perubahan fisiologis pada sistem pernapasan sebagian berikut:

a. Pembesaran hidung akibat pertumbuhan kartilago yang terus menerus. b. Atrofi umum tonsil. c. Deviasi trakea akibat perubahan di tulang belakang yang menua. d.Peningkatan diameter dada anteropsterior sebagai akibat perubahan metabolism kalsium dan kartilago iga. e. Kekakuan paru ; penurunan jumlah dan ukuran alveolus. f. Kifosis. g. Degenerasi atau atrofi otot pernapasan

h. Penurunana kapasitas difusi i. Penurunanan kekuatan otot inspirasi dan ekspirasi; penurunan kapasitas vital j. Degenerasi jaringan paru, yang menyebabkan penurunan kemampuan recoil elastic paru dan peningkatan kapasitas residual. k. Ventilasi buruk pada area basal (akibat tertutupnya jalan napas yang mengakibatkan penurunan area permukaan untuk pertukaran gas dan pertukaran tekanan oksigen. l. Penurunan saturasi oksigen sebesar 5% m. Penurunana cairan respiratorik sekitar 30%, peninggian risisko infeksi paru dan sumbat mukus. n. Toleransi rendah terhadap oksigen.

MASALAH / PENYAKIT YANG SERING TERJADI PADA LANSIA

1. PPOM (Penyakit Paru Obstruktif Menahun) PPOM adalah penyebab kematian utama pada lansia PPOM meliputi 3

kondisi yang terjadi dalam bentuk satu umum yaitu abstuksi aliran ekspirasi. Jika proses abstruksi bisa dapat diperbaiki hal itu disebut asma, jika abstuksi dihubungkan dengan hipersekresi mucus hal itu disebut bronchitis kronis dan jika terdapat kerusakan jaringan alveolar hal itu dikenal dengan empisema. Meskipun 3 hal ini dapat terjadi secara terpisah tetap sering juga terjadi bersama-sama. (Stanley, 2006)

2. Tuberkulosis Tuberkulosis disebabkan oleh organism mikro bacterium tuberkulosis. Pada lansia kemungkinan kehadiran TB dikarenakan kembali dari organisme yang aktif yang berada dalam tubuh individu yang telah lama, Perubahan system imun pada lansia meningkatkan resiko terjadinya reaktifitas dari TB. Tubercolosis tampilan klinis pada lansia tidak khas oleh karena itu mungkin tidak diketahui atau salah diagnosis batuk kronis keletihan dan kehilangan berat badan dihubungkan dengan penuaan dan penyakit yang dideritanya. (Meiner, 2006)

3. Pneumonia Pneumonia adalah suatu inflamasi dari parenkimparu, yang biasanya menyatu dengan pengisian alveoli olehcairan. Pneumonia menjadi penyakit serius pada lansia yang bisa mengakibatkan kematian. Keadaan yang merosot dari system imun lansia dipengaruhi adanya penyakit kronik yang mendasar, kelemahan refleks batuk dan kurangnya gerakan/mobilisasi. (Meiner, 2006)

4. Kanker paru Penyebab kematian utama yang berhubungan dengan kanker pada pria dan wanita adalah kanker bronkogenik .Angka insidensi telah meningkat secara tetap, dengan peningkatan paling besar terjadi pad awanita. (Stanley, 2006)

DAFTAR PUSTAKA

Stanley, Micky, & Meiner (2006). Buku ajar Keperawatan Gerontik edisi 2. Jakarta : EGC

Stockslager, Jaime L, & Schaeffer, Liz (2007). Buku saku Keperawatan Geriatrik edisi 2. Jakarta : EGC

http://www.scribd.com/doc/perubahan fisiologi sistem pernapasan. Diakses pada tanggal 27 Mei 2012

www. google penyakit yang sering timbul pada lansia. Diakses pada tanggal 27 Mei 2012

Beri Nilai