Anda di halaman 1dari 3

Sumber-Sumber Feature Ada seorang anggota jemaat di gereja sekitar Malioboro. Namanya Mohammad Mustofa.

Sehariharinya dia adalah pedagang kaki lima di bilangan Malioboro. Namun setiap kali ada acara Pemahaman Alkitab, Bapak ini selalu menutup dagangannya hari itu. Aspek ini bisa menjadi cantelan penulisan feature bagaimana dia mengatur waktu antara kegiatan gereja dengan mencari nafkah. Di sekitar kita ada banyak bahan-bahan yang dapat diracik menjadi sebuah berita kisah. Kuncinya adalah kesediaan kita untuk menggali lebih dalam dari peristiwa-peristiwa di sekitar kita. Namun sebagai petunjuk saja, kita bisa menggali dari peristiwa berikut ini: Peristiwa luar biasa : ganjil, aneh, seperti kebetulan, kepribadian yang unik. Peristiwa biasa : orang biasa, tempat biasa dan benda biasa tetapi orang selalu ingin mengetahui hal-hal itu. Sebagai contoh, setiap kali melintasi perempatan Gramedia, kita selalu menjumpai anak-anak jalanan. Setiap orang yang melintas ingin tahu berapa penghasilan mereka sehari? Apakah ada yang mengkoordinir? bagaimana makan mereka? Apakah mereka tidak pernah sakit karena polusi? Apakah mereka masih punya keluarga? Peristiwa Dramatis: pemenang undian, Orang Kaya Baru, pengelaman heroik, selamat dari kecelakaan dsb. Panduan bagi pembaca: Nasehat dan kiat-kiat untuk pembaca, misalnya cara menghindari perampokan, cara memilih helm standard yang sudah memenuhi standard, resep, kerajinan tangan dll. Informasi: Statitistik, pelajaran, gambar, sejarah dll
8. Sumber atau Materi Penulisan Feature
Sumber penulisan feature antara lain pengalaman pribadi, perasaan intuitif, pengamatan sepintas, pernyataan para pemimpin, berbagai pertemuan, dan bacaan.

Sumber atau Materi Penulisan Feature


Ada empat sumber utama, yaitu diri sendiri, dari orang lain, lingkungna kita, tulisantulisan feature lain, khususnya, dan literatur/keputusan/perpustakaan. Ada juga hal-hal yang dapat menjadisumber masalah atau pokok bahasan, seperti:
1. Pengalaman pribadi 2. Perasaan Intuitif

3. Pengamatan Sepintas 4. Pernyataan Para Pemimpin, Pejabat, atau Pemegang Otoritas. 5. Berbagai pertemuan seperti Konferensi Pers, Rapat (rapat kerja), seminar, berbagai diskusi, dsb. 6. Bacaan, baik dari perpustakaan, surat kabar, dan tulisan feature lainnya.

Gaya
Menurut Dr.J.S. Badudu, Gaya bahasa pada dasarnya dapat dibedakan, menjadi empat bagian yaitu:
a. Gaya bahasa perbandingan b. Gaya bahasa sindiran c. Gaya bahasa penegasan d. Gaya bahasa pertentangan Menentukan Indikator-indikator Gaya

Ada beberapa indikator yang dipakai dalam tulisan, yaitu:


1. Ihwal judul tulisan/karangan tersebut. misalnya, sifatnya, panjang pendeknya, jenisnya, yang sering dipergunakan seorang penulis/pengarang. 2. Panjang tulisan itu sendiri. 3. Panjang pendeknya alinea atau paragraf yang digunakan. 4. Panjang pendeknya kalimat yang digunakan. 5. Konstruksi, susunan atau sistematika kalimat-kalimat. 6. Diksi, yaitu pemilihan kata.

7. Sikap penulis/pengarang kepada pembaca, dsb.

Program Feature Udara


Feature Udara adalah suatu bentuk mata acara siaran radio, feature bisa dalam bentuk suatu masalah tertentu, suatu kejadian atau peristiwa. Ataupun dari segi kehidupan tertentu. Persamaan dan perbedaan Feature dengan Majalah Udara Kedua-duanya baik Feature maupun Majalah Udara mempunyai persamaan dalam menggunakan berbagai bentuk acara dan penyajian. Sedangkan perbedaannya, Feature meninjau satu masalah atau persoalan atau topik dari berbagai arah dan pandangan, dari berbagai sudut sehingga dengan demikian pembahasan terhadap masalah tadi dapat diolah lebih mendalam. Dan analisisnya hanya dipusatkan pada satu pokok masalah. Dengan demikian, Feature mempunyai dasar pembahasan yang luas dan mendalam. Sedangkan Majalah Udara sebaliknya, menyajikan berbagai bentuk masalah atau beberapa topik dan tidak hanya satu topik feature. Majalah Udara disusun dalam berbagai bentuk penyajian acara. Misalnya, dari dialog berganti menjadi uraian, kemudian wawancara, atau diksi, sehingga menjadi suatu rangkaian.