Anda di halaman 1dari 23

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Dalam kehidupan pasti mengalami perubahan fisik emosional yang mungkin tidak kita sadari secara langsung yaitu, dari masa kanak-kanak, masa remaja, masa dewasa, masa usia lanjut; dengan banyak tahapan yang mungkin pasti dilalui, dari segi jasmani maupun rohani banyak perubahan yang mungkin tidak kita sadari betapa banyak masa-masa yang harus kita lalui, beberapa masa tersulit yang harus kita jalankan yaitu masa remaja, yang biasanya dimulai dari usia belasan tahun dan diakhiri dengan perubahan masa dewasa emosional yang timbul dari perubahan fisik yang cepat dan luas yang terjadi sewaktu pubertas. Hal itu dipandang sebagai perkembangan proses psiko-sosial yang terjadi seumur hidup Variasi kondisi kejiwaan, suatu saat mungkin ia terlihat pendiam, cemberut, dan mengasingkan diri tetapi pada saat yang lain ia terlihat sebaliknyaperiang berseri-seri dan yakin. Perilaku yang sukar ditebak dan berubah-ubah ini bukanlah abnormal. Itu hanya perlu diprihatinkan bila ia terjerumus dalam kesulitan, kesulitan di sekolah atau kesulitan dengan teman-temannya. Masa Dewasa biasanya dimulai dari usia 18 atau 19 tahun hingga kurang lebih 40 tahun, mungkin bisa dibilang masa yang paling panjang dalam perjalanannya dan dimasa dewasa inipun masa yang paling sulit karena dimasa dewasa mungkin kita harus berinteraksi dengan masyarakat umum atau usia dewasa lainnya. masa awal seseorang dalam menyesuaikan diri terhadap pola-pola

kehidupan baru dan harapan-harapan sosial baru. Pada masa ini, seseorang dituntut untuk memulai kehidupannya memerankan peran ganda seperti peran sebagai suami/isteri dan peran dalam dunia kerja (berkarir); Secara alamiah setiap manusia akan menjadi tua atau mengalami proses penuaan. Banyak orang merasa takut memasuki masa lanjut usia, karena mereka sering mempunyai kesan negatif atas orang yang lanjut usia. Menurut mereka lansia itu adalah: tidak berguna, lemah, tidak punya semangat hidup, penyakitan, pelupa, pikun, tidak diperhatikan oleh keluarga dan masyarakat, menjadi beban orang lain, dan sebagainya. Proses ini tidak dapat dihindari, proses penuaan tidak dapat dilihat atau diukur hanya dari umur kronologis.

Memang pada masa lansia orang mengalami berbagai perubahan, secara fisik maupun mental. Tapi perubahan-perubahan ini dapat diantisipasi sehingga tidak datang lebih dini. Proses penuaan pada setiap orang berbeda-beda, tergantung pada sikap dan kemauan seseorang dalam mengendalikan atau menerima proses penuaan itu. Ada beberapa negara menetapkan usia kronologis yang berbeda bagi orang lansia. Di Indonesia, seseorang dianggap lanjut usia, ketika ia pensiun dari pekerjaannya pada usia 55 tahun. Namun, di Amerika Serikat, seseorang dikategorikan sebagai lansia pada usia 77 tahun, yang didahului masa pra lansia yaitu usia 69-76 tahun. Bagi orang Jepang kesuksesan justru dimulai pada usia 60 tahun. Dan banyak wanita Jepang yang masih bekerja pada usia 60 tahun ke atas. Sedangkan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) menetapkan usia 60 tahun sebagai titik awal seseorang memasuki masa lansia. Karena itu tidak ada tolok ukur yang jelas kapan seseorang memasuki masa lansia, Faktor ini merupakan faktor bawaan (keturunan), dan setiap orang memiliki faktor genetika yang berbeda-beda.

B. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian diatas maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Pengenalan Masa Pubertas Pada Remaja SMP Kelas VIII B di SMP Negeri 4 Jatibarang?.

C. Tujuan penelitian Untuk mengetahui serta mengenalkan masa pubertas pada remaja SMP Kelas VIII B di SMP Negeri 4 Jatibarang.

D. Manfaat Penelitian Sebagai bahan informasi bagi siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Jatibarang tentang tingkat pengetahuan terhadap Masa Pubertas.

BAB II LANDASAN TEORI A. Pengetahuan 1. Defenisi Pengetahuan Pengetahuan merupakan hasil tahu, ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi melalui panca indra yaitu indra penglihatan, pendengaran, penciuman, dan rasa. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh dari mata dan telinga. Pengetahuan pada dasarnya terdiri dari sejumlah fakta dan teori yang memungkinkan seseorang untuk dapat mencapai masalah yang dihadapinya. Pengetahuan tersebut diperoleh dari pengalaman langsung maupun melalui pengalaman orang lain (Notoatmodjo, 2003). 2. Tingkat Pengetahuan Untuk mengukur tingkat pengetahuan seseorang secara terperinci terdiri dari 6 tingkatan yaitu: 1. Tahu (Know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Termasuk kedalam pengetahuan tingkatan ini adalah mengingat kembali (Recall) terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari merupakan tingkatan pengetahuan yang paling rendah. 2. Memahami (Comprehention) Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara benar, orang yang telah paham terhadap objek suatu materi harus dapat menjelaskan, menyimpulkan, dan meramalkan terhadap objek yang dipelajari.

3. Aplikasi (Application) Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi sebenarnya. Aplikasi disini dapat diartikan aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus, metode prinsip dan sebagainya dalam konteks atau situasi lain. 4. Analisis (Analilysis) Kemampuan untuk melakukan penyelidikan terhadap suatu peristiwa untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya untuk menjabarkan suatu materi dalam struktur organisasi. 5. Sintesis (Synthesis) Sintesis menunjukkan kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi yang ada. 6. Evaluasi (Evaluation) Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk elakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian lain berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria yang telah ada. 3. Cara Memperoleh Pengetahuan Menurut Notoadmodjo cara memperoleh kebenaran pengetahuan sepanjang sejarah, dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu: 3.1. Cara Tradisional Cara-cara penemuan pengatahuan pada periode ini antara lain: 1. Cara coba-coba ini dilakukan dengan menggunakan kemungkinan tersebut tidak berhasil dicoba kemungkinan yang lama. 2. Cara kekuasaan (otoritas)

Dimana pengetahuan diperoleh berdasarkan pada kekuasaan, baik otoritas tradisi, otoritas pemerintah, otoritas pemimpin, maupun otoritas ahli ilmu pengetahuan. 3. Berdasarkan pengalaman Hal ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi pada masa yang lalu. 4. Melalui jalan pikiran Menusia telah mampu menggunakan penalarannya dalam

memperoleh pengetahuan 3.1. Cara modern dalam memperoleh pengetahuan. Cara baru atau modern dalam memperoleh pengetahuan pada dewasa ini lebih sistematis, logis danilmiah, cara ini disebut dengan metode penelitian ilmiah atau lebih populer lagi metodologi penelitian 4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan 1. Umur Umur adalah lamanya hidup yang dihitung sejak lahir sampai saat ini. Umur merupakan periode terhadap pola-pola kehidupan yang baru, semakin bertambahnya umur akan mencapai usia reproduksi. (Notoadmodjo, 2003). 2. Tempat tinggal Tempat tinggal adalah tempat menetap responden sehari-hari. Pengetahuan seseorang akan lebih baik jika berada di perkotaan dari pada di pedesaan karena di perkotaan akan meluasnya kesempatan untuk melibatkan diri dalam keiatan sosial maka wawasan sosial makin kuat, di perkotaan mudah mendapatkan informasi (Hurlock, 2002).

3. Sumber Informasi Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber akan mempengaruhi tingkat pengetahuan seseorang. Bila seseorang benyak memperoleh informasi maka ia cendrung mempunyai pengetahuan yang lebih luas (Notoadmodjo, 2003). B. Masa Remaja Masa remaja adalah suatu tahap antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Istilah ini menunjukkan masa dari awal pubertas sampai tercapainya kematangan; biasanya mulai dari usia 14 tahun pada pria dan usia 12 tahun pada wanita. Transisi ke masa dewasa memang bervariasi, namun secara umum didefinisikan sebagai waktu dimana individu mulai bertindak terlepas dari orang tua mereka

1. Perkembangan Fisik Masa Remaja Perubahan dramatis dalam bentuk dan ciri-ciri fisik berhubungan erat dengan mulainya pubertas. Aktivitas kelenjar pituitari pada saat ini berakibat dalam sekresi hormon yang meningkat, dengan efek fisiologis yang tersebar luas. Hormon pertumbuhan memproduksi dorongan pertumbuhan yang cepat, yang membawa tubuh mendekati tinggi dan berat dewasanya dalam waktu dua tahun. Dorongan pertumbuhan itu terjadi lebih awal pada pria daripada wanita, juga menandakan bahwa wanita lebih dulu matang secara seksual daripada pria.

2. Perkembangan intelektual Masa Remaja Tidak ada perubahan dramatis dalam fungsi intelektual selama masa remaja. Kemampuan untuk mengerti masalah-masalah kompleks berkembang secara bertahap. Masa remaja adalah awal dari tahap pikiran formal operasional, yang mungkin dapat dicirikan sebagai pemikiran yang melibatkan logika pengurangan atau deduksi. Tahap ini terjadi di semua orang tanpa memandang pendidikan dan pengalaman mereka. Namun, bukti riset tidak mendukung hipotesis itu yang menunjukkan bahwa kemampuan remaja untuk menyelesaikan masalah kompleks adalah fungsi dari proses belajar dan pendidikan yang terkumpul.

3. Perkembangan emosional Masa Remaja Masa remaja adalah masa stres emosional yang timbul dari perubahan fisik yang cepat dan luas yang terjadi sewaktu pubertas. Hal itu dipandang sebagai perkembangan proses psiko-sosial yang terjadi seumur hidup. Tugas psiko-sosial remaja adalah untuk tumbuh dari orang yang tergantung menjadi orang yang tidak tergantung, yang identitasnya memungkinkan mereka berhubungan dengan yang lainnya dalam gaya dewasa. Kehadiran problem emosional tersebut bervariasi pada setiap remaja. Masalah remaja adalah masa tranisisi dari kanak-kanak ke dewasa. Masa ini hampir selalu merupakan masa-masa sulit bagi remaja maupun orang tuanya. Ada sejumlah alasan untuk ini: 1. Remaja mulai menyampaikan kebebasanya dan haknya untuk mengemukakan pendapatnya sendiri. Tidak terhindarkan, ini bisa menciptakan ketegangan dan perselisihan, dan bisa menjauhkan ia dari keluarganya. 2. Ia lebih mudah dipengaruhi teman-temannya dari pada ketika masih lebih muda. Ini berarti pengaruh orang tua pun melemah. Anak remaja berperilaku dan mempunyai kesenangan yang berbeda bahkan bertentangan dengan perilaku dan kesenangan keluarga. Contoh-contoh yang umum adalah mode pakaian, potongan rambut atau musik, yang semuanya harus mutakhir. 3. Remaja mengalami perubahan fisik yang luar biasa, baik pertumbuhannya maupun seksualitasnya. Perasaan seksual yang mulai muncul bisa menakutkan, membingungkan dan menjadi sumber perasaan salah dan frustasi. 4. Remaja sering menjadi terlalu percaya diri dan ini bersama-sama dengan emosinya yang biasanya meningkat, mengakibatkan ia sukar menerima nasihat orang tua. Ada sejumlah kesulitan yang sering dialami kaum remaja yang betapapun menjemukan bagi mereka dan orang tua mereka, merupakan bagian yang normal dari perkembangan ini. Beberapa kesulitan atau bahaya yang mungkin dialami kaum remaja, antara lain : 1. Variasi kondisi kejiwaan, suatu saat mungkin ia terlihat pendiam, cemberut, dan mengasingkan diri tetapi pada saat yang lain ia terlihat sebaliknya-periang berseri-seri dan yakin. Perilaku yang sukar ditebak dan berubah-ubah ini bukanlah abnormal. Itu hanya perlu diprihatinkan bila ia terjerumus dalam kesulitan, kesulitan di sekolah atau kesulitan dengan teman-temannya.

2. Rasa ingin tahu seksual dan coba-coba, hal ini normal dan sehat. Rasa ingin tahu seksual dan bangkitnya birahi adalah normal dan sehat. Ingat, bahwa perilaku tertarik pada seks sendiri juga merupakan ciri yang normal pada perkembangan masa remaja. Rasa ingin tahu seksual dan birahi jelas menimbulkan bentuk-bentuk perilaku seksual. 3. Membolos 4. Perilaku anti sosial, seperti suka mengganggu, berbohong, kejam dan agresif. Sebabnya mungkin bermacam-macam dan banyak tergantung pada budayanya. Akan tetapi, penyebab yang mendasar adalah pengaruh buruk teman, dan kedisiplinan yang salah dari orang tua terutama bila terlalu keras atau terlalu lunak-dan sering tidak ada sama sekali 5. Penyalahgunaan obat bius 6. Psikosis, bentuk psikosis yang paling dikenal orang adalah skizofrenia.

C. Masa Pubertas Masa puber adalah merupakan suatu peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 8 tahun sampai 21 tahun. Pada anak perempuan, biasanya akan mengalami pubertas yang lebih dahulu dibandingkan dengan anak laki-laki, yakni pada saat anak berusia 8 sampai 18 tahun. Proses pubertas pada anak gadis ini timbul karena keluarnya hormon estrogen yang diproduksi tubuh yang akan mengubah bentuk luar dari tubuh anak perempuan dan membuat organ genitalnya berkembang.

1. Ciri-ciri masa pubertas Seorang anak akan menunjukkan tanda-tanda awal dari pubertas, seperti suara yang mulai berubah, tumbuhnya rambut-rambut pada daerah tertentu dan payudara membesar untuk seorang gadis. Untuk seorang anak perempuan, tandatanda itu biasanya muncul pada usia 10 tahun ke atas dan pada anak laki-laki, biasanya lebih lambat, yaitu pada usia 11 tahun ke atas. Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas bertanggung-jawab atas munculnya dorongan seks. Pemuasan dorongan seks masih dipersulit dengan banyaknya tabu sosial, sekaligus juga kekurangan pengetahuan yang benar tentang seksualitas. Namun sejak tahun 1960an, aktivitas seksual telah meningkat di antara remaja; studi akhir menunjukkan

bahwa hampir 50 persen remaja di bawah usia 15 dan 75 persen di bawah usia 19 melaporkan telah melakukan hubungan seks. Meski masa puber identik dengan perubahan dari bentuk tubuh luar, namun masa puber sebenarnya juga terjadi pada psikologis anak. Seperti perasaan tertarik terhadap lawan jenis yang bisa berakhir pada cinta monyet seusia remaja, perubahan perilaku yang mencolok dari terbuka menjadi sangat tertutup, mulai timbul rasa tanggung jawab, ego akan mulaiterlihat, perilaku yang sudah bisa dimodifikasi (beradaptasi dengan lingkungan) yangmengakibatkan anak sudah tidak sepolos pada masa kecil, Anak cenderung akan merasa ingin dihargai, diperhatikan, membutuhkan tempat untuk berkeluh kesah, butuh perasaan diterima baik di sekolah, masyarakat maupun keluarga, butuh dukungan dan butuh pengarahan akan masa puber yang dialaminya dan perkembangan organseks nya. Banyak orangtua yang enggan memberitahukan masa puber pada anaknya yang berakibat si anak akan mencari informasi pubertas sendiri di internet dan media lain yang bisa jadi berakibat kurang baik. Karena pada saat pubertas dialami, pendidikan akan seks sudah harus mulai diberikan

1 Follicle-stimulating hormone - FSH 2 Luteinizing hormone - LH 3 Progesterone 4 Estrogen 5 Hypothalamus 6 Pituitary gland 7 Ovary 8 Pregnancy - hCG (Human chorionic gonadotropin)

9 Testosterone 10 Testicle 11 Incentives 12 Prolactin PRL

2. Penyebab munculnya pubertas Penyebab munculnya pubertas ini adalah hormon yang dipengaruhi oleh hipofisis (pusat dari seluruh sistem kelenjar penghasil hormon tubuh). Berkat kerja hormon ini, remaja memasuki masa pubertas sehingga mulai muncul ciri-ciri kelamin sekunder yang dapat membedakan antara perempuan dan laki-laki. Dengan kata lain, pubertas terjadi karena tubuh mulai memproduksi hormon-hormon seks sehingga alat reproduksi telah berfungsi dan tubuh mengalami perubahan. Hormon seks yang memengaruhi perempuan adalah estrogen dan progesteron yang diproduksi di indung telur, sedangkan pada laki-laki diproduksi oleh testis dan dinamakan testosteron. Hormon-hormon tersebut ada di dalam darah dan memengaruhi alat-alat dalam tubuh sehingga terjadilah beberapa pertumbuhan. 3. Penyebab perubahan pubertas a) Peran Kelenjar Pituitary Kelenjar pituitary mengeluarkan dua hormon yaitu hormon pertumbuhan yang berpengaruh dalam menentukan besarnya individu, dan hormon gonadotrofik yang merangsang gonad untuk meningkatkan kegiatan. Sebelum masa puber secara bertahap jumlah hormon gonadotrofik semakin bertambah dan kepekaan gonad terhadap hormon gonadotrofik dan peningkatan kepekaan juga semakin bertambah, dalam keadaan demikian perubahan-perubahan pada masa puber mulai terjadi. b) Peran Gonad- Dengan pertumbuhan dan perkembangan gonad, organ-organ seks yaitu ciri-ciri seks primer : bertambah besar dan fungsinya menjadi matang, dan ciri-ciri seks sekunder, seperti rambut kemaluan mulai berkembang. c) Interaksi Kelenjar Pituitary dan Gonad Hormon yang dikeluarkan oleh gonad, yang telah dirangsang oleh hormon gonadotrofik yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitary, selanjutnya bereaksi terhadap kelenjar ini dan menyebabkan secara berangsur-angsur penurunan jumlah hormon

pertumbuhan yang dikeluarkan sehingga menghentikan proses pertumbuhan,

10

interaksi antara hormon gonadotrofik dan gonad berlangsung terus sepanjang kehidupan reproduksi individu, dan lambat laun berkurang menjelang wanita mendekati menopause dan pria mendekati climacteric.

11

BAB III METODE PENELITIAN A. DEFINISI OPERASIONAL 1 Pengetahuan Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui remaja tentang pubertas, kategori pengetahuan : a. Baik : Apabila skor 76-100% dari total skor (bila jawaban yang benar 4-5 dari 5 pertanyaan yang diberikan). b. Cukup : Apabila skor 56-75% dari total sekor (bila jawaban yang benar 2-3 dari 5 pertanyaan yang diberikan). c. Kurang : Apabila skor kurang dari 55% dari total skor (bila jawaban yang benar hanya 1 dari 20 pertanyaan yang diberikan. 2 Umur Umur adalah usia responden pada saat dilakukan penelitian yang dinyatakan dalam tahun seperti jawaban responden pada kuesioner dengan kategori : a. 12-13 tahun b. 14-15 tahun c. 16-17 tahun Skala ukur : Interval 3 Sumber Informasi Sumber informasi adalah segala sesuatu yang menjadi perantara dalam menyampaikan informasi baik melalui media maupun dari orang ke orang lain dengan kriteria : a. Media Cetak : Buku, majalah, koran b. Media Elektronik : internet, televisi, radio c. Tenaga Kesehatan : dokter, bidan Skala ukur : Nominal

12

B. Jenis Penelitian Penelitian ini adalah jenis penelitian yang bersifat deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variable lain (korelasi), yang digunakan untuk menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi pada pengetahuan remaja kelas VIII tentang masa pubertas di SMP Negeri 4 Jatibarang Tahun 2012 C. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 4 Jatibarang. Adapun alasan penelitian ini adalah mudah didapatkan remaja putri yang mengalami Menarche serta remaja putra yang sudah memasuki masa puber. 2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada tanggal 21 Mei 2012. D. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah remaja kelas VIII yang sedang mengalami Pubertas di SMP Negeri 4 Jatibarang Tahun 2012. 2. Sampel Dalam pengambilan sampel penelitian ini adalah total populasi yang artinya seluruh populasi khususnya remaja kelas VIII B yang mengalami masa Pubertas di SMP Negeri 4 Jatibarang Tahun 2012. E. Pengolahan Data Data yang telah dikumpulkan diolah dengan cara manual dengan langkahlangkah berikut ini :

13

a. Editing Dilakukan pengecekan kelengkapan data yang telah terkumpul apabila ada kesalahan dan kekurangan dalam pengumpulan data akan diperbaiki dengan memeriksanya dan dilakukan pendataan ulang terhadap responden. c. Tabulating Data dimasukkan dalam bentuk distibusi frekuensi, memberi skor terhadap jawaban responden. F. Analisa Data Analisa data dilakukan dengan cara deskriptif dengan melihat presentase data yang terkumpul di sini disajikan melalui tabel distribusi frekuensi, kemudian dicari besar presentase jawaban masing-masing responden dan selanjutnya dilakukan pembahasan, dengan menggunakan teori kepustakaan yang ada.

14

BAB IV PEMBAHASAN

A. Catatan komunikasi Observasi dilaksanakan Tempat Hari, Tanggal Pukul : SMP Negeri 4 Jatibarang Tahun 2012 : Senin, 21 Mei 2012 : 11.00 12.00 WIB

B. Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada tanggal 21 Mei 2012 mengenai Mengenal Masa Pubertas Pada Remaja SMP Kelas VIII di SMP Negeri 4 Jatibarang dengan jumlah responden sebanyak 32 siswa, hasilnya disampaikan secara lengkap sebagai berikut. A. Karakteristik Responden 1. Jenis Kelamin Data tabel dan diagram jenis kelamin siswa/siswi kelas VIII B di SMP Negeri 4 Jatibarang, sebagai berikut:

Tabel 4.1 Prosentase Jenis Kelamin siswa/siswi Kelas VIII B Tentang Mengenal Masa Pubertas Pada Remaja di SMP Negeri 4 Jatibarang Tahun 2012

Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Total

Frekuensi 17 15 32

Prosentase (%) 53 47 100

15

Secara diagram karakteristik tersebut dapat digambar sebagai berikut:

Diagram 4.1 Prosentase Jenis Kelamin siswa/siswi Kelas VIII B Tentang Mengenal Masa Pubertas di SMP Negeri 4 Jatibarang Tahun 2012

15 47%

17 53%

Berdasarkan tabel 4.1 dan diagram 4.1 atas menunjukkan bahwa pada sebagian besar jenis kelamin responden kelas VIII B di SMP Negeri 4 Jatibarang yaitu laki-laki sebanyak 17 responden (53%) dan perempuan sebanyak 15 responden (47%).

2.

Pengetahuan Dalam tabel dan diagram pengetahuan siswa/siswi kelas VIII B DI SMP Negeri 4 Jatibarang, sebagai berikut:

Tabel 4.2 Prosentase Pengetahuan siswa/siswi Kelas VIII B Tentang Mengenal Masa Pubertas di SMP Negeri 4 Jatibarang Tahun 2012

Tingkat Pengetahuan Baik ( 76% - 100% ) Cukup ( 56% - 75%) Kurang ( < 55% ) Total

Frekuensi 18 10 4 32

Prosentase(%) 56 31 13 100

16

Secara diagram karakteristik tersebut dapat digambar sebagai berikut: Diagram 4.2 Prosentase Pengetahuan siswa/siswi Kelas VIII B Tentang Mengenal Masa Pubertas di SMP Negeri 4 Jatibarang Tahun 2012

Kurang 13% Cukup 31% Baik 56%

Berdasarkan tabel 4.2 dan diagram 4.2 di atas menunjukkan bahwa pada sebagian responden diperoleh pengetahuan siswa/siswi kelas VIII B di SMP Negeri 4 Jatibarang tahun 2012 yang mempunyai kategori baik sebanyak 18 ( 56%), kategori cukup sebanyak 10 ( 31%), dan kategori kurang sebanyak 4 ( 13% ). Dengan demikian secara keseluruhan menunjukkan bahwa pengetahuan siswa/siswi kelas VIII B di SMP Negeri 4 Jatibarang tentang mengenal masa pubertas pada remaja termasuk dalam kategori baik.

3. Umur Dalam tabel dan diagram umur siswa/siswi kelas VIII B DI SMP Negeri 4 Jatibarang, sebagai berikut:

Tabel 4.3 Prosentase Umur siswa/siswi Kelas VIII B Tentang Mengenal Masa Pubertas Pada Remaja di SMP Negeri 4 Jatibarang Tahun 2012 Umur 12-13 14-15 16-17
Total

Frekuensi 6 24 2
32

Prosentase (%) 19 75 6
100

17

Secara diagram karakteristik tersebut dapat digambar sebagai berikut: Diagram 4.3 Prosentase Umur siswa/siswi Kelas VIII B Tentang Mengenal Masa Pubertas di SMP Negeri 4 Jatibarang Tahun 2012

16-17 Th 12-13 Th 6% 19%

14-15 Th 75%

Berdasarkan tabel 4.3 dan diagram 4.3 di atas menunjukkan bahwa pada sebagian responden siswa/siswi kelas VIII B di SMP Negeri 4 Jatibarang tahun 2012 mempunyai kategori umur dari 12-13 tahun sebanyak 6 orang ( 19%), kategori 14-15 Tahun sebanyak 24 orang ( 75%), dan kategori kurang sebanyak 2 orang ( 6% ). Dengan demikian secara keseluruhan menunjukkan bahwa umur siswa/siswi kelas VIII B di SMP Negeri 4 Jatibarang mempengaruhi pengetahuan siswa tentang masa pubertas pada remaja.

4. Sumber Informasi Dalam tabel dan diagram Sumber Informasi yang di gunakan siswa/siswi kelas VIII B DI SMP Negeri 4 Jatibarang untuk mengetahui pemahaman tentang masa pubertas, sebagai berikut: Tabel 4.4 Prosentase Sumber Informasi siswa/siswi Kelas VIII B Tentang Mengenal Masa Pubertas Pada Remaja di SMP Negeri 4 Jatibarang Tahun 2012 Sumber Informasi Media Masa Media Elektronik Tenaga Kesehatan
Total

Frekuensi 7 23 2
32

Prosentase (%) 22 72 6
100

18

Secara diagram karakteristik tersebut dapat digambar sebagai berikut:

Diagram 4.4 Prosentase Sumber Informasi siswa/siswi Kelas VIII B Tentang Mengenal Masa Pubertas di SMP Negeri 4 Jatibarang Tahun 2012

Tenaga Media Masa Kesehatan 22% 6% Media Elektronik 72%

Berdasarkan tabel 4.4 dan diagram 4.4 di atas menunjukkan bahwa pada sebagian responden siswa/siswi kelas VIII B di SMP Negeri 4 Jatibarang tahun 2012 memperoleh informasi tentang masa pubertas yang paling banyak di peroleh melalui media elektronik sebanyak 23 orang (72%), dari media masa sebanyak 7 orang (22%), sedangkan informasi dari tenaga kesehatan sangat kecil hanya 2 orang (6%). Dengan demikian secara keseluruhan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa/siswi kelas VIII B di SMP Negeri 4 Jatibarang mendapatkan pengetahuan tentang masa pubertas melalui media elektronik.

C. Pembahasan Responden dalam penellitian ini sebanyak 32 remaja yang terdiri dari 47% perempuan dan 53% laki-laki. Di sini terlihat responden laki-laki lebih banyak dari pada perempuan, karena pengambilan sampel dalam penelitian ini secara acak, Usia responden dalam penelitian sebagian besar responden berusia 14 tahun karena pada masa remaja merupakan kelompok masyarakat yang berada pada kelompok usia 12-20 tahun. Remaja adalah suatu tahap antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Istilah ini menunjukkan masa dari awal pubertas sampai tercapainya

19

kematangan; biasanya mulai dari usia 14 tahun pada pria dan usia 12 tahun pada wanita yang mempunyai tugas perkembangan dan tanggung jawab karena pada masa itu, remaja mengalami perubahan yang bersifat psikologis, berjalan secara berkesinambungan sampai usia dewasa. Hormon seksualnya berfungsi secara aktif dan inilah yang mengakibatkan terjadinya perubahan fungsi dan dorongan seksual. Terlebih lagi jika dipengaruhi oleh stimulus dari lingkungan, kepribadian, relasi, keluarga dan pengaruh teman sebaya. Masa puber adalah merupakan suatu peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara umur 8 tahun sampai 21 tahun. Pada anak perempuan, biasanya akan mengalami pubertas yang lebih dahulu dibandingkan dengan anak laki-laki, yakni pada saat anak berusia 8 sampai 18 tahun Dalam penelitian ini di ketahui bahwa semua remaja pernah mendengar informasi tentang pubertas. Hal tersebut di karenakan mudahnya mereka mendapatkan informasi tentang remaja dan pubertas baik dari media massa, orang tua, guru atapun teman. Hal tersebut terlihat dari data penelitian sumber remaja dalam mendapatkan informasi pubertas. Banyak remaja yang mendapatkan informasi tentang masa pubertas dari media elektronik yaitu

internet, televise, dan radio dan dari hasil penelitian di dapatkan data (72%), media masa (22%), dan dari tenaga kesehatan hanya (6%). Hasil pengetahuan remaja tentang masa pubertas di SMP Negeri 4 Jatibarang termasuk dalam katetori baik.

20

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di kelas VIII B di SMP Negeri 4 Jatibarang tanggal 21 Mei 2012 diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Responden lebih banyak jenis kelamin laki-laki sebanyak 17 responden (47%) dari pada perempuan sebanyak 15 (53%). Di sini terlihat responden laki-laki lebih banyak dari pada perempuan. Karena pengambilan sampel dalam penelitian ini secara acak. 2. Tingkat pengetahuan remaja kelas VIII B tentang pubertas di SMP Negeri 4 Jatibarang sebagian besar berpengetahuan baik sebanyak 18 orang ( 56%).

3. Usia responden dalam penelitian sebagian besar responden berusia 14-15 tahun (75%) karena pada masa remaja merupakan kelompok masyarakat yang berada pada kelompok usia 12-20 tahun 4. Banyak remaja yang mendapatkan informasi tentang pubertas dari media elektronik dan dari hasil penelitian di dapatkan data (72%), media masa (22%), dan dari tenaga kesehatan hanya (6%). B. Saran 1. Bagi remaja Respon remaja yang sudah baik terhadap masa pubertas sudah cukup baik perlu terus ditambahkan agar dapat berkembang sehingga dapat bermanfaat untuk mereka agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang tidak baik dari luar . 2. Untuk perawat atau petugas kesehatan Untuk petugas kesehatan agar meningkatkan perannya terutama dalam peningkatan pengetahuan tentang pubertas mengingat banyaknya dampak negatif yang semakin meluas akibat dari pengaruh lingkungan dan mengingat perkembangan yang sangat maju dalam dunia technologi dengan melakukan pencegahan awal seperti melakukan penyuluhan dan membagikan leafleat. 3. Orang tua dan guru Orang tua dan guru agar labih meningkatkan kembali perannya dalam program dalam pendidikan masa remaja dan masa pubertas dan pengawasan agar mereka tidak mudah terpengaruh pada hal yang tidak baik seperti memberikan informasi tentang pengertian pubertas, ciri-ciri masa pubertas

21

dan bahaya pergaulan bebas, karena perkembangan tekhnologi yang semakin meluas hal ini dapat dilakukan pada waktu senggang atau istirahat pada jam pelajaran.

22

DAFTAR PUSTAKA
http://whandi.net/?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=1176 http://id.wikipedia.org/wiki/Remaja http://xpresiriau.com/teroka/artikel-tulisan-pendidikan/mengenal-masapubertas-siswa/ http://tafany.wordpress.com/2007/12/03/masa-dewasa-dini-by-nurul-dkk/ http://qalbinur.wordpress.com/2008/03/27/periodisasi-perkembangan-masadewasa-awal/ http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/31/problema-masa-remaja-2/ http://www.google.co.id/#q=makalah+masa+pubertas&hl=id&prmd=imvns& ei=slOhT57zM4_MrQe0Y3dCA&start=40&sa=N&bav=on.2,or.r_gc.r_pw.r_ qf.,cf.osb&fp=fa1e81b1b8c023d4&biw=1366&bih=556 http://www.ibu-anak.com/pdf/artikel-tentang-masa-pubertas.html

23