BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Profil PT. Sinar Sosro 4.1.1 Gambaran Umum Perusahaan Sosro merupakan pelopor produk teh siap minum dalam kemasan yang pertama di Indonesia. Nama Sosro diambil dari nama keluarga pendirinya yakni Sosrodjojo. Tahun 1940, Keluarga Sosrodjojo memulai usahanya di sebuah kota kecil bernama Slawi di Jawa Tengah. Pada saat memulai bisnisnya, produk yang dijual adalah teh kering dengan merek Teh Cap Botol dimana daerah penyebarannya masih di seputar wilayah Jawa Tengah. Tahun 1953, Keluarga Sosrodjojo mulai memperluas bisnisnya dengan merambah ke ibukota Jakarta untuk memperkenalkan produk Teh Cap Botol yang sudah sangat terkenal di daerah Jawa Tengah. Perjalanan memperkenalkan produk Teh Cap Botol ini dimulai dengan melakukan strategi “cicip rasa” (product sampling) ke beberapa pasar di kota Jakarta. Awalnya, datang ke pasar-pasar untuk memperkenalkan Teh Cap Botol dengan cara memasak dan menyeduh teh langsung di tempat. Setelah seduhan tersebut siap, teh tersebut dibagikan kepada orang-orang yang ada di pasar. Tetapi cara ini kurang berhasil karena teh yang telah diseduh terlalu panas dan proses penyajiannya terlampau lama sehingga pengunjung di pasar yang ingin mencicipinya tidak sabar menunggu. Cara kedua, teh tidak lagi diseduh langsung di pasar, tetapi dimasukkan kedalam panci-panci besar untuk selanjutnya dibawa ke pasar dengan menggunakan mobil bak terbuka. Lagi-lagi cara ini kurang berhasil karena teh yang dibawa, sebagian besar tumpah dalam perjalanan dari kantor ke pasar. Hal ini disebabkan pada saat tersebut jalanan di kota Jakarta masih berlubang dan belum sebagus sekarang.

 

55   

56   
Akhirnya muncul ide untuk membawa teh yang telah diseduh di kantor, dikemas ke dalam botol yang sudah dibersihkan. Ternyata cara ini cukup menarik minat pengunjung karena selain praktis juga bisa langsung dikonsumsi tanpa perlu menunggu tehnya dimasak seperti cara sebelumnya. Pada tahun 1969 muncul gagasan untuk menjual teh siap minum (ready to drink tea) dalam kemasan botol, dan pada tahun 1974 didirikan PT. Sinar Sosro yang merupakan pabrik teh siap minum dalam kemasan botol pertama di Indonesia dan di dunia. Model botol untuk kemasan Teh botol Sosro mengalami tiga kali perubahan yakni : 1. Botol versi I Dikeluarkan pada tahun 1970 dengan merek Teh Cap Botol Soft Drink Sosrodjojo 2. Botol versi II Dikeluarkan pada tahun 1972 dengan merek TEH CAP BOTOL (dengan penulisan ”CAP” lebih kecil, sehingga orang lebih membaca TEH BOTOL), selain itu penulisan

Soft Drink dihilangkan, dan tulisan TEH BOTOL diganti dengan warna merah putih
yang menggambarkan produk asli Indonesia. Penulisan Sosrodjojo juga disingkat menjadi SOSRO dalam logo bulat merah. 3. Botol versi III Pada tahun 1974, terjadi perubahan desain botol yang ketiga. Desain botolnya tidak seperti botol versi I & versi II. Dengan bentuk botol yang baru dan perubahan pada penulisan merek Teh Botol Sosro pada kemasannya. Desain botol ketiga ini diperkenalkan seiring dengan didirikannya pabrik PT. Sinar Sosro yang pertama di daerah Cakung, Jakarta. Bisnis Sosro sampai dengan saat ini sudah dijalankan oleh 3 generasi Sosrodjojo, yakni : I. Generasi Pertama (Pendiri Grup Sosro) : • Bapak Sosrodjojo (Alm.)

57   
II. Generasi Kedua • • • • III. Bapak Soemarsono Sosrodjojo (Alm.) Bapak Soegiharto Sosrodjojo Bapak Soetjipto Sosrodjojo (Alm.) Bapak Surjanto Sosrodjojo

Sejak awal tahun 1990, bisnis ini telah mulai dikelola oleh cucu Bapak

Sosrodjojo atau dapat juga disebut dengan Generasi Ketiga Pengembangan bisnis minuman teh selanjutnya dilakukan oleh dua perusahaan : • PT. Sinar Sosro, perusahan yang memproduksi Teh Siap Minum Dalam Kemasan. Produk-produknya adalah Teh Botol Sosro, Fruit Tea Sosro, Joy Tea

Green Sosro, TEBS, Happy Jus, dan Air Minum Prim-A
• PT. Gunung Slamat, perusahaan yang memproduksi Teh Kering Siap Saji. Produk-produknya adalah Teh Celup Sosro, Teh Cap Botol, Teh Poci, Teh Terompet, Teh Sadel, Teh Sepatu dan Teh Berko

PT. Gunung Slamat mendapatkan penghargaan sebagai Top Brand Award 2008 untuk kategori Teh Celup PT. Sinar Sosro memiliki kantor di Gedung Graha Sosro

Jl. Sultan Agung Km. 28 Kelurahan Medan Satria Bekasi 17132, yang digunakan sebagai pusat dari kegiatan bisnisnya. Dasar atau filosofi PT. Sinar Sosro adalah “Niat Baik” yang dijabarkan dalam 3K dan RL, yakni : • • • • Peduli terhadap Kualitas Peduli terhadap Keamanan Peduli terhadap Kesehatan Serta Ramah Lingkungan

58   
Sebagai bukti, SOSRO selalu menjaga 3K dan RL (Peduli terhadap KUALITAS, KEAMANAN, KESEHATAN, serta RAMAH LINGKUNGAN), SOSRO mendapatkan

penghargaan Sertifikat dan Award antara lain sebagai berikut : 1. Sertifikat ISO 9000:2000, yaitu sertifikat system management mutu untuk menjamin kualitas pengolahan dan hasil produk 2. Sertifikat ISO 14.000, yaitu sertifikat sistem lingkungan untuk menjamin keamanan lingkungan 3. Sertifikat HALAL, yang dikeluarkan oleh LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan & Kosmetika MUI) bekerjasama dengan Departemen Agama, BPPOM dan Balai POM Daerah untuk menjamin kehalalan bahan baku, proses dan produknya 4. Sertifikasi SNI (Standar Nasional Indonesia), dikeluarkan oleh lembaga Sertifikasi Produk Departemen Perindustrian 5. Sertifikasi HACCP, yaitu sertifikat sistem management keamanan makanan untuk menjamin produk yang aman bagi konsumen. 6. Sertifikat HIGIENE dan SANITARY, sebagai salah satu persyaratan untuk ekspor yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat & Makanan. 7. Top Brand Award untuk “Teh Botol Sosro For Ready To Drink Tea-Non Bottle (Tetrapack) dari Majalah Marketing dan Frontier Consulting Keterangan untuk produk PT. Sinar Sosro : • Teh Botol Sosro menggunakan bahan baku : air, gula industri, dan teh hijau

yang dicampur dengan bunga melati dan bunga gambir (dikenal dengan teh wangi). •

Fruit Tea menggunakan bahan baku yakni : air, gula industri, teh hitam, dan

konsentrat sari buah asli. •

Joy Tea Green menggunakan bahan baku : air, gula industri, dan teh hijau.

59   
Bahan baku teh untuk produk-produk PT. Sinar Sosro disuplai oleh PT. Gunung Slamat, sedangkan bahan baku teh tersebut dikelolah oleh PT. Agro Pangan selaku sister

company. Bahan baku teh untuk PT. Sinar Sosro berasal dari:
• • • • • • • Perkebunan Teh Gunung Rosa di Cianjur Perkebunan Teh Gunung Manik di Cianjur Perkebunan Teh Gunung Cempaka di Cianjur Perkebunan Teh Gunung Satria di Garut Perkebunan Teh Daerah Neglasari di Garut Perkebunan Teh Daerah Cukul di Pangalengan Perkebunan Teh Daerah Sambawa di Tasikmalaya

Kesegaran rasa serta higinitas dari produk menjadi salah satu konsentrasi PT. Sinar Sosro dalam menghasilkan produk-produk yang berkualitas. Di samping itu, sampai dengan tahun 2008, untuk menjangkau konsumennya, PT. Sinar Sosro telah memliki 10 pabrik yang tersebar di beberapa wilayah Nusantara, antara lain : Pabrik Cakung, Pabrik Tambun, Pabrik Pandeglang, Pabrik Cibitung, Pabrik Bali, Pabrik Ungaran, Pabrik Serdang, Pabrik Gresik, Pabrik Mojokerto, Pabrik Palembang. Kemudian diiringi oleh kantor penjualan wilayah yang tersebar di kota-kota besar, seperti : Jakarta, Balikpapan, Makassar, Tangerang, Cirebon, Bandung, Semarang, Sidoarjo, Kuta, Medan, Pekanbaru, Palembang. PT. Sinar Sosro telah mendistribusikan produknya ke seluruh penjuru Nusantara, melalui lebih dari 150 kantor cabang penjualan, serta beberapa Kantor Penjualan Wilayah (KPW). Selain itu, produk PT. Sinar Sosro sudah merambah pasar internasional dengan upaya mengekspor produk-produk dalam kemasan kotak dan kaleng ke beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, sebagian Timur Tengah, Afrika, Australia, dan Amerika. Joseph Soewito Sosrodjojo, anak kedua tertua dari Soegiharto Sosrodjojo, yang duduk sebagai Chief Executive Officer PT. Sinar Sosro mengungkapkan bahwa produk Teh Botol Sosro dan Teh Kotak yang menjadi tambang uang grup ini. Laba bersih PT. Sinar Sosro

. Tahun ini kurang lebih akan dibuka 13 gerai lagi. tidak akan lepas dari kerja sama tim yang begitu kompak dan bersinergi. ungkap Sukowati kepada Swa.8 triliun berasal dari keuntungan ekspor (http://swa. mengklaim satu gerai McD kini mampu menyerap 30 ribu pengunjung per bulan dengan rata-rata spending per konsumen Rp. 25. seraya menjelaskan akan menambah 10-12 gerai baru McD per tahunnya (http://swa. Di sisi lain.co.id/2010/06/rekso-klaim-pergerai-mcd-serap-30-ribu-pengunjungbulan/). Dan memang outlet McD di Indonesia bertambah 8 gerai dan sekaligus 22 gerai lainnya diremajakan.60    selama 2008 sebesar Rp. masuk ke bisnis lain menjadi pilihan bagi kelompok perusahaan ini agar bisa terus tumbuh dengan bisnis-bisnis baru. GR tetap perkasa sebagai perusahaan andalan Indonesia di masa depan.co. 50. 9 miliar dari Rp. Jakarta Utara (21/6). Bahkan. Sinar Sosro dengan tagline “ahlinya teh”.id/2010/01/grup-rekso-tak-lagi-sekadar-bisnis-minuman-teh/). Rekso Nasional Food (RNF) selaku anak usaha Grup Sosro. beberapa bisnis bisa disinergikan. 1. Keberhasilan Grup Rekso (GR) atau PT. Anggada Putra Rekso Mulia dalam meraup dan menguasai pasar yang inovatif bahkan mampu memperlebar bisnis konglomerasinya hingga terjun ke bidang properti atau bisnis kebugaran. setahun setelah membeli hak waralaba restoran McDonald (McD). misalnya dengan menjadikan Teh Botol Sosro sebagai minuman wajib di gerai McD.000–Rp. Terbukti jelas. Dan tentunya unit-unit terkecil dari sumber daya manusia bisa menjadi ujung tombak perusahaan karena memiliki peranan dan tanggung jawab yang berbeda dalam sebuah organisasi untuk saling mengisi dan saling melengkapi satu sama lain. strategi diversifikasi konglongmerat sudah dijalani perusahaan ini untuk saling mendukung bisnis utama PT.000. Maka. Hal tersebut diungkapkan Presiden Direktur RNF Sukowati Sosrodjojo di sela-sela acara peresmian gerai McD ke 100 di Boulevard Artha Gading. Dengan demikian.

Sinar Sosro Gambar 4.61    4. Sinar Sosro Struktur organisasi dari PT.1 sebagai berikut.1 Struktur Organisasi PT.2 Struktur Organisasi PT. Sinar Sosro .1. Presiden Direktur Penjualan Produksi Pemasaran Sumber Daya Manusia Keuangan dan Akuntansi Brand Non Brand Teh CC TBS/TBSLS JTS FTS HPJ Non Teh Riset MA & PR TEBS CSR MarCom PR Design Event Organizer Keterangan : • • • • • • • • • • • • HRD MA PR TBS TBSLS FTS JTS CC HPJ CSR MarCom VS : : : : : : : : : : : : Website  VS Teh Botol Sosro Teh Botol Sosro Less Sugar Fruit Tea Sosro Joy Tea Sosro Country Choice Happy Jus Human Resource Department Marketing Analyst Public Relation Corporate Social Responsibility Marketing Communication Visit Sosro Sumber: PT. Sinar Sosro dapat digambarkan dalam Gambar 4.

• Memimpin. Presiden Direktur • Memimpin seluruh manajer eksekutif • Menawarkan visi dan imajinasi di tingkat tertinggi • Memimpin rapat umum • Mengambil keputusan sebagaimana didelegasikan pada situasi tertentu 2. mengontrol. Pemasaran • Merencanakan. efisien dan efektif • Memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan produk termasuk standar nasional dan internasional • Menjamin tersedianya suku cadang dan mengatur. Produksi • Merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan pergudangan. mengkoordinir. dan pembelian agar proses permintaan dan pengadaan barang dapat terpenuhi sesuai dengan kebutuhan.62    1. melaksanakan dan memverifikasi barang 4. baik jangka menengah maupun bersifat taktis serta penggunaan media promosinya • Membuat anggaran meliputi seluruh fungsi dan kegiatan pemasaran dan penjualan serta mengontrol pengeluaran realisasi biaya-biayanya . merencanakan. Penjualan • Bertanggung jawab terhadap kegiatan operasional di dalam timnya • Meningkatkan penjualan dan pemeliharaan pelanggan • Melaksanakan aktivitas distribusi dan administrasi penjualan 3. persediaan. tepat waktu. pengiriman. dan mengkoordinir proses penjualan dan pemasaran untuk mencapai target penjualan dan mengembangkan pasar secara efektif dan efisien. dan mengawasi pengelolaan pemasaran sesuai dengan prosedur/kebijakan yang telah digariskan • Merencanakan program-program pemasaran.

63    5. sistem dan proses compensation & benefit (salary. Non Brand . iuran pensiun/asuransi) kepada karyawan agar hak-hak dan kewajiban karyawan dan Perusahaan dapat dilaksanakan secara seimbang dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku • Merencanakan dan mengembangkan kebijakan dan sistem pengelolaan SDM. insentif. mengkoordinasi aktifitas sinergi untuk mencapai hasil bisnis yang optimal dari pelaksanaan seluruh usaha perusahaan. Brand Divisi yang orientasi kegiatannya lebih cenderung di dalam (internal) PT. tiada lain adalah produk yang berbahan dasar teh dan produk yang berbahan dasar non teh. serta mengkoordinasikan dan mengontrol pelaksanaan fungsi manajemen SDM di seluruh perusahaan agar dapat menunjang dan meningkatkan kinerja SDM dalam mencapai target perusahaan 7. terbagi dua kategori besar berdasarkan bahan dasar yang digunakan. 8. dan mengontrol fungsi keuangan dan akuntansi di perusahaan dalam memberikan informasi keuangan secara komprehensif dan tepat waktu untuk membantu perusahaan dalam proses pengambilan keputusan yang mendukung pencapaian target finansial perusahaan 6. Sinar Sosro dimana berinisiatif untuk fokus menghasilkan konsep-konsep ide yang inovatif dan kreatif demi kelangsungan hidup (Product Life Cycle) dari masing-masing merek produk yang diciptakan. Keuangan dan Akuntansi • Bertanggung jawab untuk mengarahkan penanggulanan berbagai jenis risiko finansial (financial risk management) yang dihadapi perusahaan. Dalam divisi ini. mengembangkan. melakukan koordinasi aktifitas di Direktorat Keuangan. Sumber Daya Manusia • Menyelenggarakan dengan benar dan tepat waktu kebijakan. allowance. • Merencanakan.

Dalam divisi ini juga diklasifikasikan ke dalam dua kategori besar. Riset • Mengevaluasi kepuasan pelanggan dari hasil survey yang telah dijalankan • Mempelajari spesifikasi yang diinginkan pelanggan • Memberikan masukan atas harga jual barang dagang yang tepat dengan indikator harga pesaing lain dan daya beli pasar • Memonitor perolehan order serta merangkumkan peramalan untuk memastikan kapasitas produksi terisi secara optimal 10. Sinar Sosro dimana Perusahaan menuntut adanya aktivasi dari konsep ide yang telah ditetapkan untuk diimplementasikan sesuai dengan karakter tiap-tiap merek produk yang diciptakan. Marketing Analyst & Public Relation • Mempelajari spesifikasi yang diinginkan pelanggan • Mengidentifikasi kebutuhan dan merencanakan proses produksi sesuai rencana produksi atas permintaan pelanggan • Mengkoordinir pencarian informasi pasar dan menganalisa bersama timnya dan bagian penjualan • Menganalisa dan mengembangkan strategi pemasaran untuk meningkatkan jumlah pelanggan dan area sesuai dengan target yang ditentukan • Menganalisa dan memberikan arah pengembangan desain dan warna untuk memastikan pengembangan produk sesuai dengan kebutuhan pasar • Menjaga komunikasi yang terpadu dengan pelanggan .64    Divisi yang orientasi kegiatannya lebih cenderung ke luar (eksternal) PT. yakni : riset di lapangan (observasi) dan Marketing Analyst & Public Relation. 9.

salah satunya saja Qualitea Life Mobile Guide dipadu . 2. seperti minuman soft drink. Jumlah perusahaan yang banyak dan saling bersaing untuk mendapatkan pelanggan. dan lain sebagainya. karena banyak perusahaan minuman teh siap saji yang saling bersaing dengan menawarkan produk sejenis kepada para konsumen.2 Kondisi Persaingan Bisnis Perusahaan Produk pesaing yang ada di pasaran saat sekarang ini seperti FresTea (cocacola company). maupun media elektronik. sehingga perusahaan akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan pelanggannya. Ancaman selanjutnya datang dari produk substitusi. Perusahaan yang menghasilkan produk tersebut menggunakan berbagai macam strategi persaingan. Sinar Sosro yang tentunya menimbulkan ketertarikan dari sejumlah penggemar Teh Sosro. Makin semaraknya produkproduk substitusi bermunculan merupakan ancaman yang kuat sekaligus menjadi tantangan PT. Perkebunan Nusantara VIII). minuman isotonik. Pasar dalam industri minuman teh siap saji ini cenderung bersifat persaingan sempurna.65    4. mengadakan consumer promo. susu. ABC President) yang direspon pasar dengan baik serta makin tingginya kesadaran orang untuk hidup sehat sehingga lebih suka minum air mineral. yogurt. jus buah. Namun demikian. Banyak terdapat produk dan minuman siap saji lainnya dengan varian rasa yang begitu beragam. Beberapa faktor yang menyebabkan ketatnya persaingan dalam industri sejenis ini antara lain: 1. Walini (PT. yakni pengadaan undian berhadiah kepada konsumen mereka. TehKita (pepsi cola). muncul beragam inovasi strategi pemasaran yang dihasilkan oleh sumber daya manusia di PT. teh hijau Nu Green Tea (PT. baik di media cetak. hal inilah yang menyebabkan pelanggan tertarik mencari dan mencoba alternatif pengganti. seperti promosi melalui iklan. Sinar Sosro untuk selalu melakukan inovasi produk serta mendiferensiasikannya seperti yang sudah diterapkan hingga kini.

Tourist Hotspot). seperti petunjuk wisata budaya dan wisata kuliner (Restaurant. Gunung Slamat.co. unduhlah sebuah peranti lunak dari situs Teh Celup Sosro dan lakukan instalasi di komputer. packaging protects what it sells. caranya mudah. karena dapat menampilkan citra tiga dimensi pada kemasan Teh Celup Sosro yang mana produk pertama yang mengaplikasikan kedua teknologi ini di Indonesia. “Teknologi ini menjadi media promosi kami di ritel modern. Tambah Yadi. kemasan menjadi sebuah pesan itu sendiri seperti dikatakan Marshall McLuhan dengan ungkapan “medium is the message. Sebelumnya.” Menurut Charles Klamodarso.marketing. Sinar Sosro harus menerjemahkan semangat . General Manager Marketing PT. Membuat pelanggan merasa bangga dan terkesan dengan produk dan negaranya sendiri. Kami ingin membangun apa yang dinamakan brand experience. Untuk melihat efek 3D tersebut. yang dapat membantu berkomunikasi dengan penduduk setempat di berbagai destinasi wisata (http://swa. Pakar pemasaran Hermawan Kartajaya pun berpendapat serupa bahwa teknologi telah membuat kemasan berubah fungsi. Sekilas mengenai augmented reality marketing ialah terobosan baru teknologi yang sangat memukau. Anda bisa melihat gambar Candi Borobudur maupun Tari Kecak secara lebih hidup (http://www. packaging sells what it protects. Dekatkanlah kotak pembungkus ke kamera.66    dengan Augmented Reality Marketing yang baru-baru ini diterapkan pada produk Teh Celup Sosro. Fitur lainnya yang juga dapat mempermudah wisatawan dalam melancong adalah fitur Speak. Tidak berhenti di situ. Anda harus memiliki sebuah komputer berkamera untuk menjajal program ini. Sekarang.id/2009/07/teh-sosro-luncurkan- qualitea-life-mobile-guide-dan-kemasan-augmented-reality/).” Beralaskan riset yang telah dilakukan pengamat pemasaran Yadi Budhi Setiawan bersama timnya menilai apa yang dilakukan Sosro dengan kemasan baru itu tak lain adalah pembangunan citra merek. Awalnya.co. Hotel.id/2010/04/01/indonesia-dalam-sebungkus-teh/). Qualitea Life Mobile Guide merupakan software atau content HP yang berisi fitur-fitur menarik dan bermanfaat. PT.

Sinar Sosro mengatakan bahwa.8  triliun  berasal  dari nilai ekspor. khususnya kaum urban. Sosrodjojo. Contohnya. Yongky Surya Susilo. Sinar Sosro adalah Teh Botol Sosro kemasan botol beling atau sering disebut RGB (Returnable Glass Bottle). Direktur Riset Jasa Retail Nielsen. 200 ml Kemasan pouch dengan volume 230 ml Riset media Nielsen mencatat. perlu dibumbui cita rasa modern dalam produk dan pemasarannya agar dapat menyentuh gaya hidup orang Indonesia. 250 ml. yaitu Niat Baik. Presdir PT. Sinar Sosro memang bertahan memimpin pasar di tengah persaingan ketat.  1. Salah satu produk unggulan PT. atau tumbuh 27. Berdasarkan cuplikan wawancara bulan Maret 2009 yang dilakukan tim Jawa Pos dengan Joseph S. “ Walau di tengah krisis. Omzet penjualan PT. ”Angka ini stabil sejak lima tahun lalu.1 miliar.14 miliar. Indikasi lain adalah belanja iklan produk teh.67    elegan melalui pembangunan komunitas pecinta teh yang masih tergolong konservatif. Sinar Sosro pada periode 2008 mencapai Rp 9 miliar dari Rp.” kata Joseph. Tapi. Untuk memenuhi kebutuhan pecintanya dimanapun berada. yang kita lakukan sekarang tentu akan berdampak dalam 5-10 tahun ke depan. Teh Botol Sosro menguasai 70 persen pasar minuman nasional. iklan produk teh mencapai Rp 52. Selama Januari-Juli 2009.7 persen dibanding periode yang sama pada 2007. Oleh karena itu. menyebutkan bahwa pasar teh siap minum nasional selama Januari-September tahun 2006 mencapai Rp 17. PT. Teh Botol Sosro dengan inovasinya sampai dengan tahun 2008 ini telah memiliki banyak pilihan kemasan produk yaitu : • • • Kemasan botol beling (Returnable Glass Bottle) dengan volume 220 ml Kemasan kotak (Tetra Pak) dengan volume 1 liter. Posisi Teh Botol Sosro yang terus bertahan di peringkat pertama penjualan tak bisa dipisahkan dari filosofi produk Sosro. naik 52 persen dibanding periode yang sama tahun 2008. yang pasti kita perlu terus berinovasi. kita mengeluarkan (produk teh) less .

iklan baik above the line (ATL) dan juga below the line (BTL). 70. menggunakan mesin paling modern dari Jerman yang dilakukan untuk menghasilkan produk terbaik dengan standar kualitas yang dikontrol secara ketat. Adapun pengolahannya. 4. dan gula. Tapi. mengenai penyaluran distribusinya disesuaikan dengan target yang dibidik dari kios kaki lima hingga kantin-kantin sekolah di kawasan tertentu. Stock keeping unit (SKU) sebagai kode pengenal dari sebuah produk Teh Botol Sosro Less Sugar sendiri terindikasi dari 3 hal. yaitu added value (nilai tambah). program . 3. dan volume ukuran.000 per dus (isi 24 botol). Berdasarkan hasil wawancara dengan Alex Rumondor pada hari Selasa tanggal 13 Juli 2010. Ada satu hal yang harus dipertahankan. Kelahiran Teh Botol Sosro Less Sugar merupakan jawaban bagi penggemar Teh Botol Sosro yang ingin mengikuti trend atau gaya hidup sehat. yang dipetik dari perkebunan milik sendiri. antara lain : promo bundling di Mal-mal ternama. Bahan baku yang digunakan hanya dari pucuk daun teh terpilih. Jadi. ekstrak teh melati (atau lebih dikenal dengan Jasmine Tea). teh botol dalam kemasan ini juga diperuntukan bagi mereka yang berpendidikan serta berpenghasilan relatif di atas rata-rata. yaitu : pack (kemasan). Produk ini tersedia dalam kemasan PET volume 500 ml dan kemasan kotak (Tetra Pak) volume 250 ml.” Inovasi terbaru dari produk Teh Botol Sosro adalah Teh Botol Sosro Less Sugar yang telah diluncurkan pada tanggal 20 Agustus 2008.700 hingga Rp. Harga satuan Teh Botol Sosro Less Sugar dibanderol berkisar Rp. itu nomor dua. Di samping itu. aktivitas bauran promosi yang dijalankan. Pada umumnya. cash flow dan profit memang penting bagi perusahaan. Di sisi lain. namun lebih difokuskan pada modern retailer yang jumlah permintaan pesanan dan frekuensi permintaannya cukup kecil.68    sugar. kalangan berusia lanjut maupun wanita yang berdomisili di kota-kota besar (urban city) yang cenderung lebih peduli akan trend global tersebut. konsumen tidak merasa rugi membeli produk kita. Dalam kondisi seperti sekarang. varian rasa (isi). Komposisi produk ini terdiri dari : air.200 dan Rp.

Respon empati pun bermunculan dari berbagai pihak. tepatnya masih dalam tahap pemantauan terhadap situs-situs jejaring sosial yang di dalamnya terdapat fans loyal Teh Botol Sosro Less Sugar. Hal ini diakui oleh pencetusnya. Banyak dari mereka yang membela produk tersebut dengan menghakimi si pelaku tanpa menelusuri ulang apa yang terjadi. Begitu pesatnya pergerakan tukar-menukar informasi yang berkaitan erat dengan suatu produk tertentu melalui dunia virtual. dengan memelintir isinya seolah-olah Teh Botol Sosro mengandung zat berbahaya dan menyebarkan melalui email dan milis-milis lain (http://www.69    branding dengan menyemarakkan lokasi outlet (rumah makan atau restoran) menggunakan baliho atau spanduk dari produk yang bersangkutan.detikinet.com. iklan lewat media elektronik semakin merajalela di era New Wave sekarang ini karena terjadi pergeseran gaya hidup masyarakat modern yang bersifat praktis dan dinamis.com/read/2009/05/11/133018/1129478/398/teh-botol-sosro-jadi- korban-e-mail-tipuan). secara otomatis suatu perusahaan sekelas PT. Seiring bergulirnya waktu. sampai saat ini divisi Marketing Communication baru mulai memfokuskan diri ke alam maya. Konkretnya seperti kasus HOAX Teh Botol Sosro.// dengan judul Hydroxylic Acid: Hoax Teh Botol Sosro pada hari Kamis tanggal 7 Mei 2009. namun tidak menutup kemungkinan ada sebagian lainnya juga yang menelan bulat-bulat akan informasi . yang ditulis di blog beralamat http://hariadi.wordpress. berawal dari diskusi tertutup di milis periklanan Indonesia CCI (Creative Circle Indonesia) pada akhir April 2009 tentang komunikasi menggunakan negative approach dengan mengambil contoh produk Teh Botol Sosro. Lanjut Beliau. khususnya pecinta Teh Botol Sosro yang sudah berpuluh-puluh tahun mengonsumsi produk tersebut dan tidak merasa sama sekali dirugikan. Sinar Sosro harus bisa menyesuaikan akan perubahan itu sendiri. Tindak lanjutnya berupa tanggapan maupun klarifikasi dari pertanyaan-pertanyaan yang berkenaan tentang produk Teh Botol Sosro. Diskusi tertutup tersebut disalahgunakan pihak-pihak tertentu.

dibedakan menurut jenis kelamin.29% beranggotakan pria dan sisanya sebesar 32. • Jenis Kelamin Responden Dari 107 orang responden. di mana terdapat sebesar 67.3 Pembahasan 4. yaitu anggota komunitas online Teh Botol Sosro Less Sugar.71% beranggotakan wanita. profesi. usia.2 di bawah ini: . tingkat pendapatan. pendidikan terakhir. yang berjenis kelamin pria sebanyak 72 orang dan sisanya sebanyak 35 orang adalah wanita. dapat dikatakan bahwa jumlah keanggotaan komunitas online di facebook yang berjenis kelamin pria lebih banyak ketimbang anggota komunitas online di facebook yang berjenis kelamin wanita. Sinar Sosro. Maka.3. 4. Adapun karakteristik responden dapat dilihat pada penjelasan di bawah ini.70    tersebut. Kemudian frekuensi responden berolahraga dan frekuensi responden mengonsumsi Teh Botol Sosro Less Sugar serta situs jejaring komunitas online mana yang sering dikunjungi bisa menjadi tambahan informasi bagi perusahaan mengenai apakah sejauh ini produk tersebut diterima oleh pasar yang telah ditargetkan sebelumnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4.1 Profil Responden Karakteristik responden dalam penelitian ini disesuaikan dengan target pasar yang dibidik PT. Beberapa hal di atas jelas sudah mengindikasikan bahwa komunitas online Teh Botol Sosro Less Sugar sudah terbentuk hampir 2 tahun dan akan terus berkembang berbanding lurus dengan kepopuleran produk (ikon) yang bersangkutan.

93%).84%).34%). diikuti oleh kelompok usia di bawah 20 tahun. selanjutnya untuk kelompok usia 41 – 50 tahun terdapat 1 orang (0. dan yang terakhir untuk kelompok usia 51 tahun ke atas sebanyak 1 orang (0. lalu untuk usia 31 – 40 terdapat 16 orang (14.3 di bawah ini: . lalu sisanya diisi oleh kelompok usia 41 – 50 tahun dan di atas 51 tahun.71    P W Gambar 4.2 Profil Responden berdasarkan Jenis Kelamin • Usia Responden Kelompok usia responden 20 tahun ke bawah terdapat 33 orang (30. Maka dapat dikatakan bahwa kelompok usia yang paling banyak dalam komunitas online Teh Botol Sosro Less Sugar di facebook adalah kaum muda.93%). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4. kemudian kelompok usia 31 – 40 tahun. kemudian untuk kelompok usia antara 21 – 30 tahun sebanyak 56 orang (52.96%). yaitu usia 21 – 30 tahun.

4 di bawah ini: . Sehingga dapat dikatakan bahwa mayoritas anggota komunitas online Teh Botol Sosro Less Sugar berpendidikan SMA atau yang setara. diikuti oleh anggota dengan jenjang pendidikan terakhir SD.23%). kemudian yang berpendidikan SMA atau yang setara sebanyak 73 orang (68. didapat data sebagai berikut: anggota yang berpendidikan SD sebanyak 1 orang. SMP atau yang sederajat. Anggota yang berpendidikan Sarjana adalah yang kedua terbanyak.93%.72    Gambar 4.98%). dan D3 masing-masing sama besarnya 0. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4.3 Profil Responden berdasarkan Usia • Pendidikan Terakhir Responden Berdasarkan jenjang pendidikan terakhir dari 107 member komunitas online Teh Botol Sosro Less Sugar. lalu yang berpendidikan SMP atau yang sederajat sebanyak 1 orang. dan lainnya (terdiri dari D3) sebanyak 1 orang. sedangkan yang berpendidikan Sarjana sebanyak 31 orang (28.

terdiri dari: terdapat 36 anggota berprofesi sebagai pelajar atau mahasiswa.5 sebagai berikut : . Kemudian bisa dikatakan bahwa para anggota lebih dominan memilih pekerjaan sebagai pegawai swasta/negeri sebesar 47.67%) memiliki pekerjaan lainnya.28%) berikutnya menjadi wiraswasta.4 Profil Responden berdasarkan Pendidikan Terakhir • Profesi Responden Berikut klasifikasi profesi yang diperoleh dari 107 member komunitas online Teh Botol Sosro Less Sugar di facebook.65%. diiringi profesi pelajar/mahasiswa sebesar 33.74%. Untuk lebih jelasnya telah dipaparkan pada gambar 4.73    S S S S L Gambar 4. dan paling minoritas yang berprofesi sebagai atlet/olahragawan sebesar 3. misalnya ibu rumah tangga.66%. 51 anggota lainnya berprofesi sebagai pegawai swasta atau negeri. lalu 11 anggota (10. adapun atlet/olahragawan menjadi pilihan profesi responden sebanyak 4 orang. dan sisanya 5 orang (4.

000.000.08%).78%) diantaranya memiliki kisaran penghasilan kurang dari Rp. 1.000 sebanyak 11 orang (10.38%) berpenghasilan antara Rp. 3. 7. 7.000.000 hingga Rp.000.000 merupakan kedua terbanyak. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4.000 dan sisanya anggota yang berpenghasilan lebih dari Rp. lalu terdapat 40 orang (37.000 merupakan yang paling dominan diantara lainnya. 5.74    P P S W A L Gambar 4. 1.48%) diantaranya memiliki penghasilan dengan kisaran Rp.000. diperoleh data primer sebagai berikut : 34 orang (31.000 sebanyak 14 orang (13. 5.000 hingga Rp. sedangkan 8 orang (7.000 hingga Rp.000. Kemudian anggota yang mempunyai pendapatan berkisar Rp.28%).000. 3.5 Profile Responden berdasarkan Profesi • Tingkat Pendapatan Responden dalam Sebulan Dari 107 anggota komunitas online Teh Botol Sosro Less Sugar.000.6 di bawah ini: .

000.000. 3.Rp.000 Rp. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4.000.7 di bawah ini: .000.91%). 5.000.6 Profile Responden berdasarkan Tingkat Pendapatan • Frekuensi Responden Berolahraga dalam Seminggu Beralaskan data primer yang diperoleh dari 107 anggota komunitas online Teh Botol Sosro Less Sugar.000 > Rp.000 Rp.000 Gambar 4.7. 3.000 Rp.95%) diantaranya rutin berolahraga sebanyak 1 kali dalam seminggu.43%) melakukan aktivitas olahraga sebanyak 2 sampai 3 kali namun kebanyakan orang yang lebih dominan memilih berolahraga 4 sampai 5 kali dalam 1 minggu sebanyak 32 anggota (29. 1.75    < Rp.000.000 . terdapat 16 orang (14.000 .000.000 Rp. 5.000. Kemudian ada 16 orang (14.76%) tidak rutin melakukan olahraga atau berolahraga lebih dari 7 kali dalam seminggu.95%) berolahraga rutin 6 sampai 7 kali dalam seminggu dan sisanya sebanyak 19 orang (17. 24 orang (22. 1.Rp. 7.

76    1 kali 2 .28%) secara rutin mengonsumsi sebanyak 1 kali.5 kali 6 .08%).04%) lainnya memilih untuk rutin mengonsumsi produk tersebut lebih dari 3 kali dan sisanya 16 orang (14. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 4. mayoritas 36 orang (33.65%) mengonsumsi secara rutin sebanyak 3 kali.7 kali Lainnya   Gambar 4. Selanjutnya.8 di bawah ini: .95%) jarang atau kadang-kadang (tidak menentu) dalam mengonsumsi secara rutin produk Teh Botol Sosro Less Sugar. terkumpul data primer sebagai berikut : 11 orang (10. kemudian yang mengonsumsi 2 kali dalam sebulan sebanyak 14 orang (13. 30 orang (28.7 Profile Responden berdasarkan Frekuensi Berolahraga dalam Seminggu • Frekuensi Responden Mengonsumsi Teh Botol Sosro Less Sugar dalam Sebulan Dari 107 anggota komunitas online Teh Botol Sosro Less Sugar.3 kali 4 .

Lalu sisanya 4 orang berkunjung ke situs-situs lainnya. .9 dapat dilihat beberapa situs jejaring sosial yang biasa dikunjungi oleh para anggota komunitas online Teh Botol Sosro Less Sugar. Selanjutnya situs kaskus dan Detikforum pun menjadi pilihan beberapa responden. seperti Indoforum. Dimana facebook termasuk situs yang paling dominan dikunjungi. masing-masing sebanyak 24 orang dan 6 orang. diikuti oleh twitter yang mana terdapat 82 orang dari 107 responden yang sering mengunjungi situs ini.8 Profile Responden berdasarkan Frekuensi Responden Mengonsumsi Teh Botol Sosro Less Sugar dalam Sebulan • Situs Jejaring Komunitas Online yang sering dikunjungi Responden Pada gambar 4. dan lain-lain.77    1 kali 2 kali 3 kali > 3 kali Lainnya Gambar 4. KulinerOnline.

2 Transformasi Data Ordinal menjadi Data Interval Teknik transformasi data ordinal menjadi interval yang digunakan dalam penelitian ini adalah MSI (Method of Successive Interval).9 Profile Responden berdasarkan Situs Jejaring Komunitas Online yang Sering Dikunjungi 4.78    Responden 107 82 24 6 Facebook Twitter Kaskus Detik Forum 4 Lainny   Gambar 4.1 berikut ini: . Keterangan: Alternatif Jawaban 1 = Sangat Tidak Setuju Alternatif Jawaban 2 = Tidak Setuju Alternatif Jawaban 3 = Biasa Alternatif Jawaban 4 = Setuju Alternatif Jawaban 5 = Sangat Setuju o Transformasi variabel Communal Activation (X) ditunjukkan pada Tabel 4.3.

51 3.3 Transformasi Variabel Brand Loyalty Skala Ordinal Nilai Alternatif Jawaban 1 Nilai Alternatif Jawaban 2 Berubah menjadi menjadi Skala Interval 1 1.1 5.2 berikut ini: Tabel 4.07 4.18 o Transformasi variabel Brand Loyalty (Y) ditunjukkan pada Tabel 4.3 berikut ini: Tabel 4.51 2.73 3.61 .48 4.79    Tabel 4.56 o Transformasi variabel Keputusan Membeli (Y) ditunjukkan pada Tabel 4.2 Transformasi Variabel Keputusan Membeli Skala Ordinal Nilai Alternatif Jawaban 1 Nilai Alternatif Jawaban 2 Nilai Alternatif Jawaban 3 Nilai Alternatif Jawaban 4 Nilai Alternatif Jawaban 5 Sumber: Hasil Pengolahan Data Berubah menjadi menjadi menjadi menjadi menjadi Skala Interval 1 1.1 Transformasi Variabel Communal Activation Skala Ordinal Nilai Alternatif Jawaban 1 Nilai Alternatif Jawaban 2 Nilai Alternatif Jawaban 3 Nilai Alternatif Jawaban 4 Nilai Alternatif Jawaban 5 Sumber: Hasil Pengolahan Data Berubah menjadi menjadi menjadi menjadi menjadi Skala Interval 1 1.

maka butir pertanyaan tersebut valid Jika rhitung < 0. Dengan begitu.80    Nilai Alternatif Jawaban 3 Nilai Alternatif Jawaban 4 Nilai Alternatif Jawaban 5 menjadi menjadi menjadi 2.1599.3. dimana df = n-2. diperoleh nilai ttabel = 1. 8.1599.420 0. maka data reliabel Jika Cronbach Alpha < 0.35 4. 7. 5.3. maka butir pertanyaan tersebut tidak valid Sedangkan.3. 4.3 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Uji validitas menggunakan tingkat kepercayaan 95%.471 0. 2. 3.1599. 6.4 Validitas Variabel Communal Activation Butir Pertanyaan 1 2 3 4 5 rhitung 0. Dengan menggunakan bantuan program SPSS diperoleh hasil sebagai berikut dalam Tabel 4. sehingga nilai df = 105.474 0.1599.29 4.6595. Dasar pengambilan keputusan pada uji validitas ini adalah sebagai berikut: o o Jika rhitung > 0.42 3. Nilai n dalam penelitian ini yaitu 107. dasar pengambilan keputusan pada uji reliabilitas adalah sebagai berikut: o o Jika Cronbach Alpha > 0.1 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Communal Activation Variabel X diukur melalui butir pernyataan 1.221 0. maka data tidak reliabel 4. Selanjutnya dengan menggunakan rumus rtabel.293 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid .4: Tabel 4.1599. maka diperoleh nilai rtabel = 0.

11. 4. diperoleh nilai Cronbach Alpha = 0. 3. 6.048 Keterangan Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid .697 > 0.1599 (rtabel). 13. 2.3. 8.550 0.5: Tabel 4.260 0. 16.2 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Variabel Keputusan Membeli Variabel Y diukur melalui butir pertanyaan 9. 14. 17.254 0. data hasil kuesioner yang dapat dipergunakan untuk proses analisa selanjutnya adalah data jawaban atas butir pernyataan 1.5 Validitas Variabel Keputusan Membeli Butir Pertanyaan 9 10 11 12 13 14 15 16 17 rhitung 0.470 0.3.103 0. Jadi untuk variable X.247 0. Dengan menggunakan bantuan program SPSS diperoleh hasil sebagai berikut dalam Tabel 4. 12. 15.280 0.243 Valid Valid Valid Untuk menguji reliabilitas data melalui hasil perhitungan SPSS.302 0.255 0. 10.81    6 7 8 Sumber: Hasil Pengolahan Data 0. 5.448 0. 4. maka data reliabel. 7.

yaitu pernyataan nomor 10 dan nomor 17. 13. maka akan dilakukan kembali uji validitas dengan mengeluarkan pertanyaan yang tidak valid tersebut. diperoleh nilai Cronbach Alpha = 0.3 Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Brand Loyalty Variabel Z diukur melalui butir pertanyaan 18. 16.364 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Untuk menguji reliabilitas data melalui hasil perhitungan SPSS. 19.3.3.256 0. data hasil kuesioner yang dapat dipergunakan untuk proses analisa selanjutnya adalah data jawaban atas butir pertanyaan 9.1599 (rtabel). 11. Dengan menggunakan bantuan program SPSS diperoleh hasil sebagai berikut dalam Tabel 4. 21.601 > 0.7 Validitas Variabel Brand Loyalty Butir Pertanyaan 18 19 rhitung 0. Jadi untuk variable Y.232 Keterangan Valid Valid . maka data reliabel. 4. dimana hasil pengujiannya adalah sebagai berikut dalam Tabel 4. 14. 20.323 0. 12.309 0.372 0.315 0.82    Karena masih ada pernyataan yang tidak valid.7: Tabel 4. 15.299 0. 22.6 Validitas Variabel Keputusan Membeli yang Kedua Butir Pertanyaan 9 11 12 13 14 15 16 Sumber: Hasil Pengolahan Data rhitung 0.6: Tabel 4.291 0.

3.304 Valid Valid Valid Untuk menguji reliabilitas data melalui hasil perhitungan SPSS.8 Test of Normality Variabel Communal Activation Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov(a) Statistic Communal_Activation . .1 Uji Normalitas Variabel Communal Activation Dengan menggunakan bantuan program SPSS diperoleh hasil sebagai berikut dalam Tabel 4.83    20 21 22 0.270 . maka data reliabel. diperoleh nilai Cronbach Alpha = 0. 21. 4.383 0. .4.985 Shapiro-Wilk df 107 Sig.4 Uji Normalitas 4.8 dan Gambar 4. 19.550 > 0.10: Tabel 4. 20.082 a Lilliefors Significance Correction df 107 Sig.3.1599 (rtabel). data hasil kuesioner yang dapat dipergunakan untuk proses analisa selanjutnya adalah data jawaban atas butir pertanyaan 18. Jadi untuk variable Z.074 Statistic .329 0. 22.

10 Grafik Normalitas Variabel Communal Activation Dasar Pengambilan Keputusan Jika angka Sig Uji Kolmogorov-Smirnov ≥ 0.3.05 maka data tidak berdistribusi normal Keputusan Variabel X memiliki Sig = 0.075 a Lilliefors Significance Correction df 107 Sig.0   2.05) maka data berdistribusi normal.9 dan Gambar 4.4.5   3. .0 3.981 Shapiro-Wilk df 107 Sig.173 Statistic . .5 5. 4.132 .2 Uji Normalitas Variabel Keputusan Membeli Dengan menggunakan bantuan program SPSS diperoleh hasil sebagai berikut dalam Tabel 4.0 4. sehingga variabel X dapat digunakan dalam analisis jalur berikutnya.074 (≥ 0.11: Tabel 4.0   Observed Value Gambar 4.84    Normal Q-Q Plot of Communal_Activation 4     Expected Normal  2 0 -2 -4 2.05 maka data berdistribusi normal Jika angka Sig Uji Kolmogorov-Smirnov < 0.9 Test of Normality Variabel Keputusan Membeli Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov(a) Keputusan_Membeli Statistic .5 4.

948 Shapiro-Wilk df 107 Sig.0 4.05 maka data tidak berdistribusi normal Keputusan Variabel Y memiliki Sig = 0.5 4.173 (≥ 0. 4.10 dan Gambar 4.083 df 107 Sig.4.10 Test of Normality Variabel Brand Loyalty Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov(a) BrandLoyalty Statistic . .000 . .3 Uji Normalitas Variabel Brand Loyalty Dengan menggunakan bantuan program SPSS diperoleh hasil sebagai berikut dalam Tabel 4.12: Tabel 4.05 maka data berdistribusi normal Jika angka Sig Uji Kolmogorov-Smirnov < 0.85    Normal Q-Q Plot of Keputusan_Membeli 4   Expected Normal 2 0   -2     2.064 Statistic .5 Observed Value Sumber: Hasil Pengolahan Data r: Hasil Pengolahan Data Gambar 4.0 3.11 Grafik Normalitas Variabel Keputusan Membeli Dasar Pengambilan Keputusan Jika angka Sig Uji Kolmogorov-Smirnov ≥ 0.0 -4   5.3.5 3.5 5.05) maka data berdistribusi normal. sehingga variabel Y dapat digunakan dalam analisis jalur berikutnya.

13 berikut ini: . sehingga variabel Z dapat digunakan dalam analisis jalur berikutnya. akan ditampilkan terlebih dahulu struktur hubungan kausal antara variabel Communal Activation (X).05 maka data berdistribusi normal Jika angka Sig Uji Kolmogorov-Smirnov < 0. dan Brand Loyalty (Z) dalam Gambar 4.0 3.0 -2   2.4 Analisis Pengaruh Communal Activation terhadap Keputusan Membeli pada produk Teh Botol Sosro Less Sugar Sebelum melakukan analisis.5 4.0 Observed Value Gambar 4.12 Grafik Normalitas Variabel Brand Loyalty Dasar Pengambilan Keputusan Jika angka Sig Uji Kolmogorov-Smirnov ≥ 0.86    a Lilliefors Significance Correction Normal Q-Q Plot of BrandLoyalty 2 Expected Normal 1   0   -1     2.064 (≥ 0.5 3.05) maka data berdistribusi normal. 4.05 maka data tidak berdistribusi normal Keputusan Variabel Z memiliki Sig = 0. Keputusan Membeli (Y).

dan Z Untuk melakukan analisa jalur maka Struktur Hubungan pada Gambar 4. yaitu sub-struktur 1 dan sub-struktur 2. di mana sub-struktur 1 akan diuraikan dalam sub-bab ini. Adapun gambar dari sub-struktur 1 tersebut dapat dilihat pada Gambar 4.13 akan dibagi menjadi 2 bagian.14 Sub-struktur 1 Selanjutnya. dan sub-struktur 2 akan diuraikan selanjutnya dalam subbab 4.13 Struktur Hubungan X.87    ε1     ρzy       ε2   X  ρyX ρzX Y  Z  Gambar 4. dengan menggunakan bantuan program SPSS. sehingga menghasilkan output sebagai berikut (Tabel 4.15): .14: ε1 ρyX X    Y  Gambar 4. Y.11 – Tabel 4. analisa data X dan Y memperoleh hasil diolah dengan menggunakan program SPSS.5. Analisa pengaruh Communal Activation (X) terhadap Keputusan Membeli (Y) akan digambarkan dalam sebuah model yang selanjutnya akan disebut dengan sub-struktur 1.

5170260 .000 .018981 3.88    Tabel 4.523 .11 Deskriptif Data X dan Y Descriptive Statistics Mean Keputusan_Membeli Communal_Activation 4. Deviation .000 .5225688 N 107 107 Tabel 4.523 1.12 Korelasi Pearson X dan Y Correlations Pearson Correlation Sig. (1-tailed) N Keputusan_Membeli Communal_Activation Keputusan_Membeli Communal_Activation Keputusan_Membeli Communal_Activation Keputusan_Membeli 1.14 Coefficients Sub-struktur 1 Sumber: Hasil Pengolahan Data .000 107 107 Communal_Activation . 107 107 Tabel 4.13 Anova Sub-struktur 1 Tabel 4.469298 Std.000 . .

44 – 3. Error of R R Square Square the Estimate . yaitu kelas pertama “sangat buruk”. Communal_Activation Model 1 Pertama-tama akan diinterpretasikan terlebih dahulu hasil output pada Tabel 4.40 – 5.16 Intepretasi Nilai Variabel X dan Variabel Y Interval Variabel X 1. Sehingga kriteria penilaian jawaban untuk variabel X.87 3.00 – 1. dan variabel Z adalah sebagai berikut dalam Tabel 4. kelas kelima “sangat baik”.43 2.523(a) .84 1.11.72 – 2.69 2.00 – 1. dan Brand Loyalty (Z).54 3. kelas kedua “buruk”.35 Kriteria Sangat Buruk Buruk Cukup Baik Sangat Baik Kriteria Sangat Buruk Buruk Interval Variabel Y 1.89    Tabel 4. digunakan rumus Sturges untuk menghitung jumlah kelas (k) dan lebar kelas (l).24 Kriteria Sangat Buruk Buruk Cukup Baik Sangat Baik . Keputusan membeli (Y). kelas keempat “baik”. variabel Y.71 1.67 1. Untuk mengintepretasikan statistik deskriptif data.00 – 1.15 Model Summary Sub-struktur 1 Model Summary Adjusted R Std. yaitu variabel Communal Activation (X). Adapun rumus Sturges untuk lebar kelas (l) yaitu: l = (Xmax-Xmin)/k Untuk variabel x dan variabel y menggunakan nilai baru pada skala interval (bukan skala ordinal). akan dibuat suatu kriteria mengenai arti nilai masing-masing variabel yang diteliti.68 – 2.59 Interval Variabel Z 1.266 .39 4.273 .4428540 a Predictors: (Constant). Untuk menentukan kriteria tersebut.16 – 3.70 – 3. kelas ketiga “cukup”.85 – 2.55 – 4.16: Tabel 4.88 – 4. di mana jumlah kelas (k) telah ditentukan terlebih dahulu yaitu sebanyak 5 kelas.15 3.

Selain itu. Selanjutnya.04 – 3.11.90    2. Berdasarkan tabel 4.71 3.000 < 0. maka dapat dikatakan crowd combo dengan Communal Activation pada Teh Botol Sosro Less Sugar adalah Baik. terlihat mean (rata-rata) dari variabel Communal Activation (X) = 3.05 maka Ho ditolak Hasil Sig = 0. berdasarkan Tabel 4.16.12. Untuk variabel Keputusan Membeli (Y) dengan mean = 4. Hipotesis Ho: Tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel Communal Activation dan Keputusan Membeli pada produk Teh Botol Sosro Less Sugar Ha: Ada hubungan yang Signifikan antara variabel Communal Activation dan Keputusan membeli pada produk Teh Botol Sosro Less Sugar Dasar Pengambilan Keputusan Sig ≥ 0.05 maka Ho diterima Sig < 0.03 3.39 Sumber: Hasil Pengolahan Data Cukup Baik Sangat Baik Pada tabel 4.72 – 4.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima .523. Korelasi Variabel Communal Activation (X) dan Keputusan Membeli (Y) = 0.36 – 3. sehingga hubungan kedua variabel tersebut bersifat cukup kuat dan searah. dapat dilihat bahwa Standard Deviation untuk variabel x dan variabel y cenderung kecil yang menunjukkan crowd combo dengan Communal Activation dan Keputusan Membeli pada produk Teh Botol Sosro Less Sugar juga cenderung seragam. akan dilihat hubungan bivariat antara variabel x dan variabel y dengan menggunakan korelasi Pearson yang melihat hubungan dua arah antara dua variabel saja tanpa memperhitungkan pengaruh dari faktor lain.469298 yang dengan mengacu pada tabel 4.018981 juga dapat dinilai Baik.11.

13 seperti berikut: Hipotesis Ho: Hubungan antara variabel bebas X terhadap variabel terikat Y bersifat tidak linier Ha: Hubungan antara variabel bebas X terhadap variabel terikat Y bersifat linier Dasar Pengambilan Keputusan Sig ≥ 0.91    Kesimpulan: Jadi melalui uji signifikansi di atas dapat diketahui bahwa tingkat Communal Activation dan Keputusan Membeli produk Teh Botol Sosro Less Sugar memiliki hubungan secara nyata. Dikatakan hubungannya searah karena korelasi bernilai positif.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan: Hubungan antara variabel bebas X terhadap variabel terikat Y bersifat linier dengan tingkat kepercayaan 95%. . Kemudian. jadi jika nilai variabel Communal Activation (X) naik.599. Jadi. jika nilai variabel Communal Activation (X) turun.40 – 0.05 maka Ho diterima Sig < 0.000 < 0.523 berada dalam range 0. sebelum melakukan analisis jalur pada variabel x dan variabel y (substruktur 1). Begitu juga sebaliknya. maka nilai variabel Keputusan Membeli (Y) juga akan turun. Hubungannya bersifat cukup kuat karena nilai korelasinya sebesar 0. maka nilai variabel Keputusan Membeli (Y) juga akan naik.05 maka Ho ditolak Hasil Sig = 0. harus diuji linieritas hubungan antara kedua variabel tersebut. Pengujian tersebut dilakukan berdasarkan pada Tabel 4. asumsi mengenai linieritas hubungan dalam analisa jalur terpenuhi. di mana hubungan tersebut bersifat cukup kuat dan searah.

Besarnya pengaruh variabel X terhadap variabel Y dapat diketahui dengan melihat nilai Rsquare pada Tabel 4. Jadi.05 Ho ditolak Hasil Sig = 0. dengan persamaan struktural sebagai berikut: Y= ρyx X + ρy ε1 Pengujian antara Variabel Bebas X dengan Variabel Terikat Y secara keseluruhan ditunjukkan oleh Tabel 4. besarnya koefisien jalur bagi variabel lain di luar penelitian yang mempengaruhi nilai variabel Y (ρY) = 1 − R 2 = 1− 0. Hipotesis Ho: Variabel Communal Activation (X) tidak memiliki kontribusi yang signifikan terhadap variabel Keputusan Membeli (Y) pada produk Teh Botol Sosro Less Sugar Ha: Variabel Communal Activation (X) memiliki kontribusi yang signifikan terhadap variabel Keputusan Membeli (Y) pada produk Teh Botol Sosro Less Sugar Dasar Pengambilan Keputusan Sig ≥ 0.273 = 0.8526.3%. dimana nilai R2 = 0.15.7% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini.13.000 <0. Sementara itu.273 = 27.3% nilai dari variabel Y dipengaruhi oleh variabel X.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan Variabel Communal Activation (X) memiliki kontribusi yang signifikan terhadap variabel Keputusan Membeli (Y) pada produk Teh Botol Sosro Less Sugar. 27. sedangkan sisanya sebesar 72. .92    Kemudian dianalisa sub-struktur 1 dengan menggunakan analisis jalur.05 Ho diterima Sig < 0.

000 Ho ditolak 0.273 Dari persamaan struktural sub-struktur 1 dapat diartikan bahwa: .15 berikut: 0.3% Koefisien Variabel lain (ρyε1) Nilai Sig Hasil Pengujian Koefisien Determinasi X terhadap Y 0.17 Rangkuman Hasil Koefisien Jalur Sub-struktur 1 Pengaruh Antar Variabel Koefisien Jalur (beta) 0. Kemudian rangkuman nilai koefisien jalur (beta) dapat dilihat dalam Tabel 4.523.8526 ε1 di mana R2 = 0.17 berikut: Tabel 4.93    Masih mengacu pada Tabel 4.15 Sub-struktur 1 beserta Koefisien Jalur Jadi dapat diperoleh persamaan stuktural sub-struktur 1: Y = ρyX + ρyε1 Y = 0.523 X + 0.523 0. nilai R (koefisien korelasi) diketahui sebesar 0.15.8526 0.523 X    Y  Sumber: Hasil Pengolahan Data Gambar 4.5) dan searah (karena nilai R positif).8526 Dengan demikian didapat diagram jalur sub-struktur 1. namun disajikan dengan nilai koefisien jalur yang telah didapat melalui analisa data sehingga model sub-struktur 1 menjadi seperti terlihat pada Gambar 4.273 = 27. Hal ini berarti hubungan antara variabel bebas X dengan variabel terikat Y bersifat kuat (karena nilai R lebih besar dari 0.

5 Analisis Pengaruh Communal Activation dan Keputusan Membeli terhadap Brand Loyalty pada Produk Teh Botol Sosro Less Sugar Selanjutnya.16 sebagai berikut:   X  ρzX Y    ρzy       ε2   Z  Gambar 4. • Setiap peningkatan nilai Communal Activation (X) sebesar satu. 4. maka Keputusan Membeli (Y) juga akan turun sebesar 0.94    • Nilai Keputusan Membeli (Y) dipengaruhi oleh Communal Activation (X) sebesar 27.7% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain di luar penelitian ini.16 Sub-struktur 2 Kemudian untuk melihat hubungan serta pengaruh X dan Y terhadap Z dapat dibantu dengan menggunakan program SPSS yang menghasilkan output sebagai berikut (Tabel 4. maka Keputusan Membeli (Y) juga akan naik sebesar 0.523.3% dan sisanya sebesar 72. Adapun sub-struktur 2 tersebut digambarkan pada Gambar 4. analisa pengaruh Communal Activation (X) dan Keputusan Membeli (Y) terhadap Brand Loyalty (Z) akan digambarkan dalam sebuah model yang selanjutnya akan disebut dengan sub-struktur 2. setiap penurunan Communal Activation (X1) sebesar satu.22): . Begitu juga sebaliknya.18 – Tabel 4.523.

523 1. 107 107 107 Tabel 4.000 . dan Z Descriptive Statistics Brand_Loyalty Communal_Activation Keputusan_Membeli Mean 3. Y.000 . .20 Anova Sub-struktur 2 Data .18 Deskriptif Data X.000 107 107 107 Keputusan_Membeli .223402 3. .19 Korelasi Pearson X.5569671 . Deviation .518 .000 107 107 107 Communal_Activation . dan Z Correlations Brand_Loyalty Pearson Correlation Brand_Loyalty Communal_Activation Keputusan_Membeli Sig.000 .672 1.000 .469298 4.5225688 .95    Tabel 4. (1-tailed) Brand_Loyalty Communal_Activation Keputusan_Membeli N Brand_Loyalty Communal_Activation Keputusan_Membeli 1.018981 Std.523 . Y.000 .672 .518 .5170260 N 107 107 107 Tabel 4.000 .000 .

672.96    Tabel 4.4015341 a Predictors: (Constant).21 Coefficients Sub-struktur 2 Data Tabel 4. Communal_Activation Model 1 Sehingga pada table 4.19: a.18. dari Tabel 4.480 .16. Error of R R Square Square the Estimate .22 Model Summary Sub-struktur 2 Model Summary Adjusted R Std. Korelasi Variabel Communal Activation (X) dan Variabel Brand Loyalty (Z) = 0. Keputusan_Membeli. dan variabel Z dengan menggunakan korelasi Pearson yang melihat hubungan dua arah antara dua variabel saja tanpa memperhitungkan pengaruh dari faktor lain.18 terlihat bahwa Standard Deviation untuk variabel Z cenderung kecil sehingga dapat diketahui bahwa variasi jawaban responden cenderung seragam. variabel Y. Hipotesis Ho: Tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel Communal Activation dan Brand Loyalty pada Produk Teh Botol Sosro Less Sugar .223402 yang apabila mengacu pada tabel 4.490 .700(a) . Selain itu. sehingga hubungan kedua variabel tersebut bersifat kuat dan searah. akan dilihat hubungan bivariat antara variabel X. terlihat mean dari variabel Brand Loyalty (Z) = 3. Selanjutnya. Berdasarkan tabel 4. maka dapat dikatakan bahwa Brand Loyalty pada merek Teh Botol Sosro Less Sugar dinilai Baik.

Dikatakan hubungannya searah karena korelasi bernilai positif.97    Ha: Ada hubungan yang signifikan antara variabel Communal Activation dan Brand Loyalty pada Produk Teh Botol Sosro Less Sugar Dasar Pengambilan Keputusan Sig ≥ 0.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan: Jadi melalui uji signifikansi di atas dapat diketahui bahwa crowd combo dengan Communal Activation dan Brand Loyalty pada Produk Teh Botol Sosro Less Sugar memiliki hubungan secara nyata.518. Hipotesis Ho: Tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel Keputusan Membeli dan Brand Loyalty pada merek Teh Botol Sosro Less Sugar Ha: Ada hubungan yang signifikan antara variabel Keputusan Membeli dan Brand Loyalty pada merek Teh Botol Sosro Less Sugar Dasar Pengambilan Keputusan Sig ≥ 0.60 – 0. maka nilai variabel Brand Loyalty (Z) juga akan naik. jika nilai variabel Communal Activation (X) turun. maka nilai variabel Brand Loyalty (Z) juga akan turun.000 < 0.799. jadi jika nilai variabel Communal Activation (X) naik.05 maka Ho diterima . Begitu juga sebaliknya. b.672 berada dalam range 0.05 maka Ho ditolak Hasil Sig = 0.05 maka Ho diterima Sig < 0. di mana hubungan tersebut bersifat kuat dan searah. sehingga hubungan kedua variabel tersebut bersifat cukup kuat dan searah. Hubungannya bersifat kuat karena nilai korelasinya sebesar 0. Korelasi Variabel Keputusan Membeli (Y) dan Variabel Brand Loyalty (Z) = 0.

dan Signifikan Kemudian. Hubungannya bersifat cukup kuat karena nilai korelasinya sebesar 0.518 berada dalam range 0. maka nilai variabel Brand Loyalty (Z) juga akan naik. harus diuji linieritas hubungan antara ketiga variabel tersebut.40 – 0. variabel Y. Begitu juga sebaliknya jika nilai variabel Keputusan Membeli (Y) turun.672 0. sebelum melakukan analisis jalur pada variabel X.23 Sifat Hubungan Bivariat X. variabel Y. Searah.23: Tabel 4.599. dan Signifikan Cukup Kuat. dan Z Hubungan antara X dengan Z Y dengan Z Data Korelasi 0. jadi jika nilai variabel Keputusan Membeli (Y) naik. maka nilai variabel Brand Loyalty (Z) juga akan turun. Y. dan variabel Z (sub-struktur 2).98    Sig < 0.000 < 0.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan: Jadi melalui uji signifikansi di atas dapat diketahui bahwa tingkat Keputusan Membeli dan Brand Loyalty pada merek Teh Botol Sosro Less Sugar memiliki hubungan secara nyata.20 seperti berikut: Hipotesis Ho: Hubungan antara variabel bebas X dan Y terhadap variabel terikat Z bersifat tidak linier Ha: Hubungan antara variabel bebas X dan Y terhadap variabel terikat Z bersifat linier . Pengujian tersebut dilakukan berdasarkan pada Tabel 4. Searah. Hasil uji korelasi Pearson antara variabel X.518 Sifat Hubungan Kuat. dan variabel Z di atas dapat diringkas sebagai berikut dalam Tabel 4.05 maka Ho ditolak Hasil Sig = 0. Dikatakan hubungannya searah karena korelasi bernilai positif. di mana hubungan tersebut bersifat cukup kuat dan searah.

20.99    Dasar Pengambilan Keputusan Sig ≥ 0.05 maka Ho ditolak Hasil Sig = 0.05 Ho diterima . Jadi.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan: Hubungan antara variabel bebas X dan Y terhadap variabel terikat Z bersifat linier dengan tingkat kepercayaan 95%.5.1 Pengujian secara Simultan (Keseluruhan) antar Variabel Bebas X dan Variabel Y dengan Variabel terikat Z Uji secara keseluruhan ditunjukkan oleh Tabel 4.05 maka Ho diterima Sig < 0. Kemudian dianalisa sub-struktur 2 dengan menggunakan analisis jalur. asumsi mengenai linieritas hubungan dalam analisa jalur terpenuhi.000 < 0. Hipotesis Ho: Variabel Communal Activation (X) dan Keputusan Membeli (Y) tidak memiliki kontribusi yang signifikan secara simultan terhadap variabel Brand Loyalty (Z) pada Produk Teh Botol Sosro Less Sugar Ha: Variabel Communal Activation (X) dan Keputusan Membeli (Y) memiliki kontribusi yang signifikan secara simultan terhadap variabel Brand Loyalty (Z) pada Produk Teh Botol Sosro Less Sugar Dasar Pengambilan Keputusan Sig ≥ 0. dengan persamaan struktural sebagai berikut: Z = ρzx X + ρzy Y + ρz ε2 4.

000 < 0.490 = 49%.100    Sig < 0. 49% nilai dari variabel Z dipengaruhi oleh variabel X dan variabel Y.5.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan Variabel Communal Activation (X) dan Keputusan Membeli (Y) memiliki kontribusi yang signifikan secara simultan terhadap variabel Brand Loyalty (Z) pada Produk Teh Botol Sosro Less Sugar. maka dilakukan uji individual.5) dan searah (karena nilai R positif). Maka itu.700.22.2 Pengujian secara Individual antara Variabel X dan Variabel Y terhadap Variabel Z Setelah dilakukan uji pengaruh secara simultan. Sementara itu.05 Ho ditolak Hasil Sig = 0. dimana nilai R2 = 0. pengujian secara individual dapat dilakukan atau dilanjutkan. Masih mengacu pada Tabel 4.490 = 0. 4.7141. nilai R (koefisien korelasi) diketahui sebesar 0. . Besarnya pengaruh variabel X dan variabel Y secara simultan terhadap variabel Z dapat diketahui dengan melihat nilai Rsquare pada Tabel 4. sedangkan sisanya sebesar 51% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. besarnya koefisien jalur bagi variabel lain di luar penelitian yang mempengaruhi nilai variabel Y (ρY) = 1 − R = 2 1 − 0. Jadi. Hal ini berarti hubungan antara variabel bebas X dan Y secara bersama-sama dengan variabel terikat Z bersifat kuat (karena nilai R lebih besar dari 0. di mana dicari pengaruh masing-masing variabel X dan variabel Y terhadap variabel Z secara individual.22.

000 < 0.21.05 Ho ditolak Hasil Sig = 0.101    a. Hipotesis Ho: Variabel Communal Activation (X) tidak berkontribusi secara signifikan terhadap variabel Brand Loyalty (Z) pada produk Teh Botol Sosro Less Sugar Ha: Variabel Communal Activation (X) berkontribusi secara signifikan terhadap variabel Brand Loyalty (Z) pada produk Teh Botol Sosro Less Sugar Dasar Pengambilan Keputusan Sig ≥ 0.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan Variabel Communal Activation (X) berkontribusi secara signifikan terhadap variabel Brand Loyalty (Z) pada produk Teh Botol Sosro Less Sugar. Hipotesis Ho: Variabel Keputusan Membeli (Y) tidak berkontribusi secara signifikan terhadap variabel Brand Loyalty (Z) pada produk Teh Botol Sosro Less Sugar Ha: Variabel Keputusan Membeli (Y) berkontribusi secara signifikan terhadap variabel Brand Loyalty (Z) pada produk Teh Botol Sosro Less Sugar Dasar Pengambilan Keputusan Sig ≥ 0.05 Ho diterima .05 Ho diterima Sig < 0. b.21. Pengujian secara Individual antara Variabel Y terhadap Variabel Z Pengujian secara individual dapat dilihat pada table 4. Pengujian secara Individual antara Variabel X terhadap Variabel Z Pengujian secara individual dapat dilihat pada table 4.

000 0.05 Ho ditolak Hasil Sig = 0.006 < 0.17 berikut.17 Sub-struktur 2 beserta Koefisien Jalur .229 Nilai Sig 0. Kemudian rangkuman nilai koefisien jalur (beta) dapat dilihat dalam Tabel 4.     0.006 Hasil Pengujian Ho ditolak Koefisien Determinasi Koefisien Variabel lain (ρzε2) 0.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima Kesimpulan Variabel Keputusan Membeli (Y) berkontribusi secara signifikan terhadap variabel Brand Loyalty (Z) pada produk Teh Botol Sosro Less Sugar. namun disajikan dengan nilai koefisien jalur yang telah didapat melalui analisa data sehingga sub-struktur 2 menjadi seperti tampak pada Gambar 4.102    Sig < 0.552 0.7141 0.490 = 49% Ho ditolak Dengan demikian diperoleh diagram jalur sub-struktur 2.7141  X  0.24 Rangkuman Hasil Koefisien Jalur Sub-struktur 2 Pengaruh Antar Variabel X terhadap Z Y terhadap Z Data Koefisien Jalur (beta) 0.229     0.24 berikut: Tabel 4.552 Y  Z  Gambar 4.

7141 0.229.490 Dari persamaan struktural sub-struktur 2 dapat diartikan bahwa: • Brand Loyalty (Z) dipengaruhi oleh Communal Activation (X) dan Keputusan Membeli (Y) secara simultan sebesar 49% dan sisanya sebesar 51% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain di luar penelitian ini.229. maka Brand loyalty (Z) akan naik sebesar 0.523 0. setiap peningkatan nilai Communal Activation (X) sebesar satu. Begitu juga sebaliknya.103    Jadi dapat diperoleh persamaan stuktural dari sub-struktur 2: Z = ρzx X + ρzy Y + ρz ε2 Z = 0.552 Y  Z  Gambar 4. setiap penurunan Keputusan Membeli (Y) sebesar satu maka Brand Loyalty (Z) juga akan turun sebesar 0. setiap peningkatan nilai Keputusan Membeli (Y) sebesar satu.18 Hubungan Kausal Empiris Variabel X dan Variabel Y terhadap Variabel Z .552 X + 0. • Dengan asumsi bahwa tidak ada pengaruh dari variabel lain.552. setiap penurunan Communal Activation (X) sebesar satu maka Brand Loyalty (Z) juga akan turun sebesar 0. maka Brand Loyalty (Z) juga akan naik sebesar 0.552.229 Y + 0. • Dengan asumsi bahwa tidak ada pengaruh dari variabel lain.7141 ε2 di mana R2 = 0. Jadi keseluruhan pengaruh kausal variabel Communal Activation (X) dan Keputusan Membeli (X) dan dampaknya terhadap Brand Loyalty (Z) dapat digambarkan dalam model struktur lengkap sebagai berikut (Gambar 4.8526 0. Begitu juga sebaliknya.18): 0.229 X  0.

552 0.229 0.552 0.104    Kemudian seluruh koefisien jalur dari hubungan kausal dapat diketahui pengaruh kausal langsung (PKL).25. Besarnya kontribusi .229 - 0. Hasilnya dirangkum dalam Tabel 4.25 Rangkuman Hubungan Kausal Empiris Variabel X dan Variabel Y terhadap Variabel Z Pengaruh Kausal Variabel Koefisien Jalur Langsung Tidak Langsung Melalui Y Total Pengaruh Bersama X Y ε1 ε2 X dan Y 0. koefisien jalur variabel X terhadap variabel Y secara statistik adalah signifikan.8526 0. karena berdasarkan pengujian koefisien jalur sub-struktur 1.85262=0. maka dapat ditarik kesimpulan sehingga memberikan informasi sebagai berikut: 1.609 0. dapat diperoleh informasi bahwa communal activation berkontribusi dan signifikan terhadap perilaku Keputusan Membeli. Hipotesis pertama yang berbunyi “Ada pengaruh yang positif dan signifikan variabel communal activation terhadap keputusan membeli produk Teh Botol Sosro Less Sugar”. pengaruh kausal tidak langsung (PKTL).7141 - 0.678 0. serta pengaruh kausal total (PKT) dari tiap-tiap variabel. Dengan demikian.229 0.490 Berdasarkan Tabel 4.229 - 0. menyatakan bahwa secara individual diterima.71412=0.510 - 0.25 berikut ini: Tabel 4.

7% dipengaruhi faktor-faktor lain di luar penelitian ini. Dengan demikian. Besarnya kontribusi communal . Besarnya kontribusi keputusan membeli berpengaruh langsung terhadap brand loyalty sebesar 0.2292 x 100% = 5. menyatakan bahwa secara individual diterima. Demikian pula.4% dan sisanya 69. secara individual semua sub-variabel diterima. Besarnya kontribusi communal activation berpengaruh langsung terhadap brand loyalty sebesar 0. koefisien jalur X terhadap variabel Z dan variabel Y terhadap variabel Z secara statistik adalah signifikan. karena berdasarkan pengujian koefisien jalur sub-struktur 2. Hipotesis kedua yang berbunyi “Ada pengaruh yang positif dan signifikan variabel keputusan membeli terhadap brand loyalty pada produk Teh Botol Sosro Less Sugar”. 2. Hipotesis kedua yang berbunyi “Ada pengaruh yang positif dan signifikan variabel communal activation dan keputusan membeli secara simultan terhadap brand loyalty pada produk Teh Botol Sosro Less Sugar”. 3.3% dan sisanya 72. dapat diperoleh informasi bahwa communal activation dan keputusan membeli berkontribusi secara simultan dan signifikan terhadap brand loyalty.105    communal activation berpengaruh langsung terhadap keputusan membeli sebesar 0. Dengan demikian.6% dipengaruhi faktor-faktor lain di luar penelitian ini. karena berdasarkan pengujian jalur sub-struktur 2. Dengan demikian.2% dan sisanya 94.5522 x 100% = 30. karena berdasarkan pengujian koefisien jalur sub-struktur 2. dapat diperoleh informasi bahwa keputusan membeli berkontribusi dan signifikan terhadap brand loyalty. koefisien jalur variabel Y terhadap Z secara statistik adalah signifikan. menyatakan bahwa secara individual diterima. koefisien jalur variabel X terhadap variabel Z secara statistik adalah signifikan. bahwa secara keseluruhan menyatakan signifikan. Hipotesis kedua yang berbunyi “Ada pengaruh yang positif dan signifikan variabel communal activation terhadap brand loyalty pada produk Teh Botol Sosro Less Sugar”.5232 x 100% = 27.8% dipengaruhi faktor-faktor lain di luar penelitian ini. 4. dapat diperoleh informasi bahwa communal activation berkontribusi dan signifikan terhadap brand loyalty.

4. terbukti dari respon yang diberikan komunitas tersebut dengan merefrensikan produk Teh Botol Sosro Less Sugar ke orang lain di sekitarnya.6 Implikasi Hasil Penelitian Setelah semua data telah dikumpulkan dan hasil analisis selesai dilakukan. yang berarti secara umum anggota komunitas online yang terkumpul dalam situs jejaring sosial facebook merupakan pelanggan yang loyal sekaligus tanpa disadari berperan sebagai “pemasar” PT. Hal ini sejalan dengan brand loyalty pada merek Teh Botol Sosro Less Sugar yang dicapai PT. Sinar Sosro. pertamatama diperoleh kesimpulan bahwa crowd combo dengan communal activation pada Teh Botol Sosro Less Sugar adalah baik dan secara keseluruhan tidak terdapat keberagaman yang terlalu tinggi di antara para anggota komunitas online Teh Botol Sosro Less Sugar. tingkat keputusan membeli anggota komunitas online Teh Botol Sosro Less Sugar juga termasuk baik. dengan sifat pengaruh ‘sedang’. diperoleh kesimpulan bahwa: a. terlihat dari jawaban mereka juga cenderung seragam dimana tingkat frekuensi pembelian produk Teh Botol Sosro Less Sugar relatif tinggi. setelah hasil kuesioner selesai dianalisa dengan analisis jalur. yang berarti secara umum anggota komunitas online di situs jejaring sosial facebook merasa puas akan produk yang telah dikonsumsi. Selanjutnya.106    activation dan keputusan membeli berpengaruh secara simultan yang langsung mempengaruhi brand loyalty adalah 49% dan sisanya sebesar 51% dipengaruhi faktorfaktor lain di luar penelitian ini. Communal Activation . Communal Activation (X) berkontribusi secara positif dan signifikan terhadap Keputusan Membeli (Y) Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Communal Activation memiliki kontribusi yang positif dan signifikan terhadap tingkat Keputusan Membeli pada produk Teh Botol Sosro Less Sugar. Sinar Sosro berdasarkan tingkatan-tingkatan dalam loyalitas merek menunjukkan tingkatan yang baik dengan jawaban cenderung seragam. Begitu pula.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan merevisi kembali anggaran biaya promosi dan mengalokasikannya ke dalam aktivitas yang diselenggarakan para anggota komunitasnya. Contoh konkretnya. Hal ini berarti semakin efektif dan efisien crowd combo dengan Communal Activation yang diterapkan. Hal ini menunjukkan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan demi mengelola komunitasnya masih terasa minim. Sinar Sosro perlu mengembangkan aktivitas crowd combo. maka tingkat Keputusan Membeli produk Teh Botol Sosro Less Sugar akan lebih tinggi. PT. misalkan ditujukan bagi para anggota komunitas yang menderita penyakit diabetes. di mana butir tersebut menyatakan bahwa opini responden mengenai perhatian perusahaan dalam mengurus kelangsungan hidup sebuah komunitas. Sinar Sosro perlu mengalokasikan dana lebih untuk mempertahankan keberlangsungan hidup komunitasnya. Hal ini menunjukkan bahwa anggota komunitas online Teh Botol Sosro Less Sugar merasa masih kurang diperhatikan oleh perusahaan. Sinar Sosro bisa menjadi donatur atau sponsorship dalam berbagai acara seminar atau penyuluhan yang bertemakan gaya hidup sehat. khususnya dalam elemen Communal Activation pada member komunitas online Teh Botol Sosro Less Sugar agar perilaku keputusan membeli yang dilakukan anggota tersebut juga meningkat. Maka daripada itu. PT. Maka akan lebih efisien dan tepat sasaran demi keuntungan pihak perusahaan. Dari Lampiran 2. Atau juga memfasilitasi event-event komunitas olahraga yang sedang naik daun dengan memberikan produk Teh Botol . diketahui bahwa rata-rata skor yang paling rendah dari keempat dimensi yang ada adalah dimensi efisiensi biaya. PT. Sinar Sosro untuk mengelola kegiatan komunitasnya masih terbilang minim. salah satunya karena anggaran PT. Butir pernyataan yang memiliki total skor paling rendah adalah butir 5.107    juga memiliki hubungan yang cukup kuat dengan Keputusan Membeli. Butir 6 yang menyatakan responden beranggapan tentang kesediaan perusahaan dalam mendukung acara yang diselenggarakan komunitasnya juga termasuk total skor terendah. Maka itu.

Tentunya hal ini didukung oleh pernyataan Durianto. Beberapa upaya di atas ditujukan supaya responden selaku target pasar dapat lebih merasakan kehadiran produk Teh Botol Sosro Less Sugar di tengah-tengah berjamurnya produk teh berkhasiat lainnya. PT. Communal Activation juga memiliki hubungan yang kuat dengan Brand Loyalty. di mana variabel Communal Activation memiliki koefisien beta paling besar. p128) mengenai rasa suka pembeli yang didasari oleh asosiasi yang terkait dengan ikon. Sinar Soro perlu mengembangkan aktivitas crowd combo. Communal Activation (X) berkontribusi secara positif dan signifikan terhadap Brand Loyalty (Z) Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa crowd combo dengan Communal Activation memiliki kontribusi yang positif dan signifikan terhadap Brand Loyalty pada merek Teh Botol Sosro Less Sugar. Misalnya saja. Berdasarkan hasil penelitian ini. diketahui bahwa rata-rata skor yang paling rendah dari kelima dimensi yang ada adalah dimensi . Maka daripada itu. Dari Lampiran 4.al. Hal ini berarti semakin efektif dan efisien crowd combo dengan Communal Activation. khususnya dalam elemen Communal Activation pada member komunitas online Teh Botol Sosro Less Sugar agar meningkatkan Brand Loyalty produk yang bersangkutan. maka semakin tinggi juga Brand Loyalty merek Teh Botol Sosro Less Sugar. Communal Activation diketahui memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap Brand Loyalty ketimbang variabel Keputusan Membeli (Y). et. gerak jalan dan folding bike (lebih sering disebut “seli”) yang mengelilingi rute jalan protokol dimana secara tidak langsung menjadi iklan berjalan karena biasanya diliput oleh para pemburu berita. dengan sifat pengaruh ‘sedang’.108    Sosro Less Sugar dan seragam berlogo Teh Botol Sosro Less Sugar secara cuma-cuma kepada setiap anggota komunitas tersebut. (2001. b. rangkaian pengalaman dalam penggunaan sebelumnya baik yang dialami pribadi maupun kerabatnya ataupun yang disebabkan oleh karena persepsi kualitas yang tinggi.

Sedangkan kedua dimensi lainnya.109    Habitual Buyer. dengan sifat pengaruh ‘sedang’. akan tetapi lebih dikarenakan munculnya rasa emosional yang tinggi terhadap brand tersebut. Sinar Sosro diharapkan mampu mempertahankan loyalitas merek di mata anggota komunitas online Teh Botol Sosro Less Sugar dimana mayoritas diantara mereka masuk kategori committed buyer. namun termasuk golongan pelanggan yang membeli produk karena benar-benar menyukai merek tersebut hingga merekomendasikan orang lain untuk membeli Teh Botol Sosro Less Sugar. Oleh karena itu. PT. Hal ini berarti semakin tinggi . Keputusan Membeli juga memiliki hubungan yang cukup kuat dengan Brand Loyalty. c. Misalnya saja dengan mengaktivasi serta memberdayakan komunitas yang dimiliki baik secara virtual (online) maupun physical (offline) agar timbul kedekatan emosional melalui hubungan komunikasi secara horizontal antara merek tersebut dengan anggota dan juga sesama anggota komunitas. Dimensi Liking the Brand yang tinggi mungkin dikarenakan oleh keterikatan rasa emosional yang kuat terhadap asosiasi merek Teh Botol Sosro Less Sugar. yaitu Comitted Buyer dan Liking the Brand menunjukkan total skor yang cukup tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa para anggota komunitas online Teh Botol Sosro Less Sugar merupakan bukan tipikal pelanggan yang membeli karena kebiasaan. sedangkan dimensi Comitted Buyer yang tinggi disebabkan karena timbulnya rasa kebanggaan tersendiri dan bahkan sebagai aktualisasi diri ketika mengonsumsi merek Teh Botol Sosro Less Sugar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa member komunitas online Teh Botol Sosro Less Sugar membeli produk bukan karena rutinitas belaka. Keputusan Membeli (Y) berkontribusi secara positif dan signifikan terhadap Brand Loyalty (Z) Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Keputusan Membeli memiliki kontribusi yang positif dan signifikan terhadap Brand Loyalty pada merek produk Teh Botol Sosro Less Sugar.

maka akan tercapai Brand Loyalty yang tinggi pula. . maka sudah dipastikan taktik communal activation akan lebih kena sasaran dan tepat guna. Dengan mendekatkan diri secara intens lewat sebuah komunitas yang terjadi secara alamiah. Hal di atas sejalan dengan pendapat Tjiptono (2005. akan tetapi juga lebih bersifat stabil dan kuat dikarenakan hubungan antar anggota satu dengan lainnya cukup erat (Kartajaya. padahal bisa berdampak positif bagi perusahaan bila benar-benar dirancang sedemikian rupa sesuai era saat ini. PT. p387) yang mengemukakan bahwa loyalitas merek adalah komitmen yang dipegang teguh untuk membeli ulang atau berlangganan dengan produk yang disukai secara konsisten di masa mendatang. Maka dari itu. Bilamana PT. keputusan membeli merupakan salah satu faktor utama yang harus diperhatikan oleh PT. Sinar Sosro untuk meraih brand loyalty merek Teh Botol Sosro Less Sugar. 2010.110    Keputusan Membeli responden. Bisa dikatakan bahwa. Sinar Sosro berhasil dalam mengelola hubungan dengan para aktivis (baca: admin) di facebook yang lebih membumi bahasanya dan paham betul etikanya. Sinar Sosro perlu mengkaji ulang taktik pemasaran yang dijalankan selama era New Wave ini. p90). akan lebih sigap menanggapi keluhan yang tidak sesuai dengan harapan setelah membeli. Tak dipungkiri lagi bahwa komunitas online di facebook telah berbentuk web yang keterikatan anggotanya tidak hanya kagum pada daya tarik magnetik dari ikon saja. sehingga menimbulkan pembelian merek yang sama secara berulang meskipun pengaruh situasional dan upaya pemasaran berpotensi menyebabkan perilaku beralih merek. Terutama pada elemen communal activation yang seringkali dipandang sebelah mata.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful