Anda di halaman 1dari 60

Jauhar Firdaus

There are two types of digestion:


mechanical - breaks large pieces into smaller

pieces of the same type chemical - changes food from one type of molecule to another

Gastrointestinal Tract
Mouth
Mechanical digestion

by teeth and tongue Chemical digestion by saliva (amylase) which breaks down starches

Salivary Glands

KOMPOSISI KELENJAR LUDAH

SUB-MAKSILARIS 5% PAROTIS 25%

SUB-MANDIBULARIS 70%

SALIVA
Kecepatan sekresi 1.0 1.5 liter/hari pH 6 7.4 (alkaline) Mengandung: 2 enzim pencernaan:
Lipase lingual Alpha amilase saliva

Mucin Ig A

PENGATURAN SEKRESI SALIVA


Rangsang Parasimpatis vasodilatasi hebat pada kelnjar Makanan dalam mulut refleks sekresi
Penglihatan, bau dan pikiran

FUNGSI SALIVA
Mencerna polisakarida (alpha amylase) Melumatkan makanan (mucin) Menetralkan asam dari makanan / regurgitasi asam lambung Melarutkan makanan merangsang taste buds Melembabkan mulut Anti bakteri -thiocyanate ion -lysosyme -protein antibodi Px. XEROSTOMIA bagaimana ???

OESOPHAGUS
Fx. Meneruskan bolus dari pharynx ke lambung pencernaan ; enzim Sekresi Mukus; sebagai - Pelicin - Pelindung mukosa dari bolus - Pelindung reflux isi lambung - Pelindung dari enzim-enzim pencernaan

masticated food + saliva = BOLUS Proses penelanan reflex 1. Stadium volunter 2. Stadium involunter - Stadium pharyngeal - Stadium oesophageal

Esophagus
Food enters the

esophagus through control of the epiglottis Muscle contractions in the esophagus move food down to the stomach - peristalsis No additional digestion

STADIUM VOLUNTER
Bolus diletakkan di atas lidah Didorong ke atas dan belakang pada palatum

Masuk pharynx

dapat dipengaruhi oleh kemauan

STADIUM PHARYNGEAL
Bolus pada mulut pharynx TIMBUL REFLEKS-REFLEKS : Palatum molle ditarik ke atas Epiglottis bergerak ke belakang Larynx bergerak ke atas depan pharyngo-oesephageal relaksasi) menutup nasopharynx menutup larynx membuka oesephagus (sphincter merangsang reseptor

Terjadi gelombang peristaltik dari otot-otot konstriktor pharynx Nafas berhenti sejenak Proses sekitar 1-2 detik tidak dipengaruhi oleh kemauan

STADIUM OESOPHAGEAL
Gelombang peristaltik primer; lanjutan dari gelombang peristaltik pharynx Gelombang peristaltik sekunder; barasal dari dinding oesophagus sendiri karena regangan dinding vagal reflex

proses sekitar 5 - 10 detik tidak dipengaruhi oleh kemauan

Sphincter. Gastroesophageal sphincter = oesophageal sphincter inferior /LES =lower esophageal sphincter = cardiac sphincter / constrictor pada bagian akhir oesophagus - anatomis sama dengan bagian atas - faali: tonus lebih tinggi = sphincter - Fungsi mencegah reflux isi lambung
-

PENGATURAN PROSES MENELAN


rangsangan taktil pada reseptor mulut pharynx melalui N. V; N. IX medulla oblongata (jalur: tr. Solitarius , formatio reticularis) melalui N. V, IX, X, XII menelan

AEROPHAGIA
udara yg ikut tertelan pd saat menelan

RUCTUS
dikeluarkan kembali

FLATUS
diabsorbsi diteruskan ke colon dikeluarkan

Gastrointestinal Tract

Stomach
Both openings to the stomach are controlled by sphincter muscles
Prevent back flow and regulate flow into small intestine
cardiac sphincter

Material leaving stomach (partially digested food, and secretions) is called chyme

Protects walls of stomach

Acid environment activates pepsinogen Absoption o f B12 in small intestine

Initiates protein breakdown

Hormonal activity initiates smooth muscle action and secretion of gastric juice

pH 1.5-2.0 gastric juice, penting untuk :


membunuh microorganisme yg masuk bersama makanan mendenaturasi protein dan menginactivasi enzym dalam makanan. Memecah dinding sel makanan yang berasal dari tumbuhan dan jaringan ikat daging Mengaktifkan pepsin, enzim protease yang disecresi oleh chief cells.

produksi asam dan enzim oleh mucosa lambung


(1) dicontrol CNS (2) diregulasi reflex dinding lambung (3) diregulasi hormon traktus digestivus.

Usus halus
(1) duodenum (2) jejunum (3) ileum.

FISIOLOGI USUS HALUS


Fungsi utama:
Pencernaan Absorbsi

duodenum
25 cm Berhubungan langsung dengan lambung disebut"mixing bowl karena menerima chyme dari lambung dan sekresi dari pancreas (ductus pancreaticus) dan liver (ductus choledocus) papilla duodeni major Perbatasab duodenum-jejenum ligamentum treitz

Enzim pankreas menghidrolisis KH, lemak, protein menjadi zat yang lebih sederhana Sekresi asam empedu emulsifikasi lemak Proses pencernaan disempurnakan oleh enzim-enzim usus

jejunum
2.5 meters Pencernaan kimia terbesar dan absorpsi nutrien terjadi di jejunum

ileum
3.5 meter Berakhir pada sphincter, ileocecal valve, yang mengontrol kecepatan makanan dari ileum ke cecum

The Movement of Digestive Materials

The Control of Digestive


Neural Hormonal local mechanisms

HATTI, SALURAN EMPEDU DAN PANKREAS

PANKREAS

pancreatic enzymes
Pancreatic alpha-amylase = carbohydrase identic dengan salivary amylase. Pancreatic lipase memecah lipids, menghasilkan asam lemak yang mudah diabsorbsi Nuclease yang memecah nucleic acids. proteases and peptidases enzyme yang memecah protein

Fungsi liver
(1) mengatur metabolisme (2) hematological regulation (3) memproduksi empedu

Metabolik regulation
Metabolisme Carbohydrate. Metabolisme Lipid Metabolisme Asam Amino Membuang sampah tubuh Vitamin storage. Mineral storage. Drug inactivation

hematological regulation
Phagocytosis antigen Synthesis plasma protein. Mengubah/ membuang hormones di sirkulasi. Mengubah/ membuang antibodies. Menetralisir/ membuang toxin

Fungsi kandung empedu


Menyimpan dan memekatkan empedu Air dan garam organik empedu hati diabsorbsi

Usus besar
(1) cecum, bagian awal (2) colon, bagian terbesar (3) rectum, 15 cm terakhir

FISIOLOGI USUS BESAR


Absorbsi air dan elektrolit Reservoir menampung massa feses sampai defekasi Fermentasi oleh bakteri

REKTUM

PROSES DEFEKASI
Propulsi feses distensi dinding rektum refleks defekasi Merangsang saraf parasimpatis kontraksi rektum dan relaksasi sfingter interna Defekasi dipercepat oleh peningkatan tekanan intraabdomen