Anda di halaman 1dari 16

M.

Ekaditya Albar / 1106154305 Metallurgy and Material Engineering Universitas Indonesia


Extract from: Yasuhiko Tanaka, Ikuo Sato. Development of high purity large forgings for nuclear power plants. Journal of Nuclear Materials 417 (2011) 854859

Pendahuluan
Adanya peningkatan kebutuhan energi dunia sehingga membutuhkan

M.EKADITYA ALBAR

pembangkit energi dengan performa dan skala yang lebih besar. Kapasitas energi dari pembangkit tenaga nuklir terus meningkat sejak akhir 1960 dan saat ini telah mencapai angka 1600 MW. Proses large forging merupakan proses manufaktur yang menguntungkan karena dapat mengurangi jumlah komponen dalam suatu reaktor. Large forging digunakan untuk meningkatkan kapasitas energi namun tetap memprioritaskan sifat-sifat mekanis seperti homogenitas, bebas cacat, fracture toughness yang tinggi, ketahanan terhadap aging embrittlement, good inspectability dan tahan terhadap pengaruh lingkungan.

7 June 2012

Perkembangan Kapasitas Energi dari Pembangkit Tenaga Nuklir dan Tenaga Fosil

M.EKADITYA ALBAR

7 June 2012

Proses Large Forging untuk Pembangkit Tenaga Nuklir


1.

2.
3. 4.

5.

Refining technology for high-purity materials Casting technology for very large ingots Forging technology for large components Heat treatment technology Machining technology for larger and heavier components

M.EKADITYA ALBAR

7 June 2012

Nuclear Reactor Pressure Vessel


Pada desain konvensional sering

M.EKADITYA ALBAR

ditemukan adanya SCC (stress corrosion cracking) yang terjadi karena penggunaan high-strength material dan adanya crevice corrosion. Advanced design menggunakan monoblock type akan mengurangi jumlah welded components karena menggunakan proses forging dengan large ingots.

7 June 2012

Monoblock LP (Low Pressure) Rotor


Conventional design: Some welded components

Monoblock LP rotor forging yang terbuat dari 600 ton ingot


M.EKADITYA ALBAR

Advanced design: Minimum/no welded components


6

7 June 2012

Perkembangan Teknologi Forging untuk Pembangkit Tenaga Nuklir di Jepang

M.EKADITYA ALBAR

7 June 2012

Refining Technology
Proses refining dilakukan dengan proses Double Degassing.
Pada proses ini, sulfur dan phosphor di-remove pada EAF dengan

M.EKADITYA ALBAR

oxidizing slag. Kandungan sulfur dan phosphor yang dihasilkan kurang dari 10 ppm dan 40 ppm. Proses Double Degassing diikuti proses vacuum treatment dengan argon stirring untuk mengurangi kadar hidrogen dalam baja hingga kurang dari 0.5 ppm dan kandungan O2 yang rendah. Unsur pengotor seperti As, Sn, Sb dan Cu harus dikontrol dengan proses seleksi raw material karena unsur-unsur tersebut sulit dipisahkan pada proses refining molten steel.
8

7 June 2012

Refining Technology

M.EKADITYA ALBAR

Proses Double Degassing untuk menghasilkan high purity steels


9

7 June 2012

Casting Technology
Proses casting dilakukan melalui multi pouring process.
Setelah melting dan oxidizing refining pada electric furnace,

molten metal dituang ke dalam suatu ladle. Multiple ladle digunakan untuk menjaga semua molten metal berada dalam kondisi optimum untuk dituang membentuk large ingots. Chemistry dari tiap ladle juga harus dikontrol untik meminimalisasi terjadinya segregasi.
M.EKADITYA ALBAR

10

7 June 2012

Casting Technology

M.EKADITYA ALBAR

Proses Multiple Pouring untuk menghasilkan gigantic ingots


11

7 June 2012

Forging Technology
Forging dilakukan terhadap ingot untuk mendapatkan bentuk produk yang

M.EKADITYA ALBAR

diinginkan. Proses ini diawali dengan reduce height dan increase diameter (untuk meningkatkan homogenitas dan forging ratio). Efek forging harus mencapai pusat dari ingot agar porositas dapat berkurang. Parameter proses forging adalah suhu forging, bentuk dan dimensi cetakan serta pressing sequences. Cetakan dan tahapan hot working didesain untuk mencapai efek forging terbesar. Proses manufaktur cincin (rings) dengan diameter besar dan heads dilakukan melalui fasilitas outside pressing equipment untuk menghasilkan shell rings dengan diameter 10m dan tinggi 4.35m.
12

7 June 2012

Forging Technology

M.EKADITYA ALBAR

Outside Pressing untuk menghasilkan shell rings dengan diameter yang besar

13

7 June 2012

Heat Treatment Technology


Heat treatment tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan sifat mekanis

M.EKADITYA ALBAR

seperti strength dan toughness tetapi juga untuk mendapatkan mikrostruktur yang stabil secara termal (fine and uniform microstructure). Parameter proses ini adalah heating rate, cooling rate dan hold time untuk mendapatkan sifat material yang diinginkan. Setelah proses forging, heat treatment dilakukan untuk relaksasi regangan yang timbul pada proses forging. Fine grained microstructure diinginkan untuk mencapai required toughness dan agar dapat diinspeksi dengan UT (Ultrasonic Testing). Sifat mekanis yang diinginkan juga dapat dicapai melalui tahapan quenching yang diikuti oleh tempering untuk baja ferritic.

14

7 June 2012

Heat Treatment Technology

M.EKADITYA ALBAR

Tahapan forging dan heat treatment


15

7 June 2012

Kesimpulan
Kualitas, sifat,dan performa metode large forging dapat dikontrol

melalui perubahan teknologi konvensional sehingga komponen besar dapat diproduksi melalui proses forging. Perubahan tersebut meliputi: Plant capacity Size Design
M.EKADITYA ALBAR

16

7 June 2012