Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

Hari, tanggal Materi Praktikum : Selasa, 20 Desember 2011 : Pemeriksaan DO

A. TUJUAN Mahasiswa dapat mengetahui jumlah DO pada sampel. B. DASAR TEORI Jumlah oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) dalam air merupakan indikator yang baik untuk menentukan kualitas air dan kehidupan di dalam air. Oksigen di atas 6 ppm dapat mendukung kehidupan ikan dan kehidupan air lainnya. Air dengan kandungan oksigen lebih kecil dari 2 ppm hanya mendukung kehidupan cacing, bakteri, jamur dan mikroorganisme pengurai. Oksigen terlarut ke air berasal dari proses difusi oksigen yang terdapat di atmosfer, khususnya ketika terjadi pergolakan air. Oksigen terlarut ke air dapat juga berasal dari proses fotosintesis tumbuhan hijau, alga dan cyano bakteri yang terdapat dalam air. Oksigen dikonsumsi dari air sebagai akibat adanya proses makhluk-makhluk hidup uang terdapat di dalam air, juga sebagai akibat asanya proses kimia yang mengkonsumsi oksigen di dalam air. Masuknya bahan organik seperti sisa makanan menyebabkan peningkatan mikroorganisme pengurai di dalam air. Mikroorganisme pengurai ini mengkonsumsi oksigen yang terlarut dalam air untuk proses respirasi. C. ALAT DAN BAHAN 1. Alat: a. 2 botol oksigen b. Labu erlenmeyer 500 ml 2 buah c. Gelas ukur 500 ml d. Buret basa e. Statif f. Nampan g. Corong h. Pipet tetes i. Pipet ukur 2. Bahan: a. Sampel (air limbah) b. Aquadest c. Indikator Amylum d. Reagen Oksigen e. MnSO4 20 % atau 40 % f. H2SO4 pekat g. Natrium tio sulfat (Na2S2O3 0,025 N) D. CARA KERJA 1. Mengukur volume botol oksigen: a. Memasukkakn air kran ke dalam botol oksigen hingga penuh, kemudian ditutup. b. Menuang isi botol oksigen ke dalam gelas ukur 500 ml, lalu mengamati berapa volumenya kemudian catat hasil pengukuran tersebut (beri label pada setiap botol). 26

2. Mengisi botol oksigen dengan air sampel melalui dinding botol (supaya tidak terjadi aerasi / tidak tercampur dengan oksigen dari udara sekitar), botol diisi hingga penuh kemudian ditutup. 3. Menambahkan 2 ml reagen oksigen dan 2 ml MnSO4 20 %. Catatan: a. Apabila timbul endapan putih maka pemeriksaan diberhentikan karena DO nol. b. Apabila timbul endapan coklat maka pemeriksaan dilanjutkan. 4. Menambahkan 2 ml H2SO4 pekat kemudian menggojoknya hingga homogen. Endapan akan larut dan terjadi perubahan warna dari kuning menjadi oranye. 5. Mengambil larutan / sampel tersebut sebanyak 200 ml (menuangkannya dalam posisi miring agar tidak terjadi aerasi) dan memindahkannya ke labu erlenmeyer (melalui dinding labu erlenmeyer). Menambahkan x ml (x = koreksi volume yang tumpah). X = 200 (

[ [

-1

]]

6. Melakukan titrasi dengan Na2S2O3 0,025 N hingga berwarna kuning muda, kemudian menambahkan beberapa tetes indikator amylum sehingga warna berubah menjadi biru tua. Kemudia melanjutkan titrasi hingga warna biru tepat hilang. 7. Melakukan percobaab sebanyak 2x kemudian mencatat hasil titrasi. 8. Cara menghitung kadar DO pada sampel: DO = x ml Titrasi x 0,025 N x F x BE O2 = . . . mg / L O2 E. DATA PRAKTIKUM 1. Percobaan I Volume botol oksigen pertama = 300 ml X = 200 (

[ [

-1 -1 -1

]]

[ [ X =[200[ X =[200[
X = 200 x

X = 200 (

]]

]] ]]

X = 2,7 ml 2. Percobaan II Volume botol oksigen kedua = 290 ml X = 200 (

[ [

-1 -1 -1

]]

[ [ X =[200[ X =[200[
X = 200 x

X = 200 (

]]

]] ]]

27

X = 2,8 ml Tabel Percobaan Titrasi Percobaan Ke Volume Awal (ml) 1 0 2 6

Volume Akhir (ml) 6 12,5

Volume Titrasi (ml) 6 6,5 6,25

DO

= =

x ml Titrasi x 0,025 N x F x BE O2 x 6,25 x 0,025 x 1 x 8

= 5 x 6,25 x 0,025 x 1 x 8 = 6,25 mg / L O2

F. PEMBAHASAN Jumlah oksigen terlarut (Dissolved Oxygen) dalam air merupakan indikator yang baik untuk menentukan kualitas air dan kehidupan di dalam air. Oksigen di atas 6 ppm dapat mendukung kehidupan ikan dan kehidupan air lainnya. Air dengan kandungan oksigen lebih kecil dari 2 ppm hanya mendukung kehidupan cacing, bakteri, jamur dan mikroorganisme pengurai. G. KESIMPULAN Berdasar praktikum yang kami lakukan, dapat disimpulkan bahwa dari pemeriksaan DO air sampel, diperoleh DO sebesar 6,25 mg/L O2.

28