Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA LINGKUNGAN

Hari, tanggal Materi Praktikum : Senin, 9 Januari 2012 : Pemeriksaan Sisa Chlor dan Daya Sergap Chlor

A. TUJUAN Mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan sisa chlor dan daya sergap chlor. B. DASAR TEORI Sanitasi dan higiene tujuan utamanya adalah untuk mencegah terjadinya mencegah kontaminasi, baik secara fisik, kimiawi dan biologi, sebagai syarat kesehatan konsumsi manusia. Sebagai salah satu contoh terjadinya kontaminasi kimia adalah masih adanya residu khlor sebagai akibat adanya khlorinasi air. Adanya khlorinasi air ini akan sering kita temui pada area unit pengolahan hasil perikanan, seperti pada cold storage dan ruang proses yang berfungsi sebagai desinfektan. Klorinasi air perlu dilakukan untuk menginaktifkan organisme-organisme bakteri dan virus patogenik yang dapat dipindahkan melalui air. Biasanya patogen utama yang terdapat di dalam air tersebut berasal dari kotoran manusia, seperti Salmonella thypi, Salmonella parathypi, Bacillus shigella, dan Vibrio cholerae. Sedangkan dalam khlorinasi air ini sendiri, membutuhkan zat kimia yang digunakan untuk desinfeksi air. Dari berbagai macam-macam zat kimia yang digunakan untuk khlorinasi air, klor adalah zat kimia yang sering dipakai karena harganya murah dan masih mempunyai daya desinfeksi sampai beberapa jam setelah pembubuhannya (residu khlor). Khlor secara spesifik merupakan unsur kimia dengan nomor atom 17 dan simbol Cl, yang termasuk dalam golongan halogen. Khlor memiliki unsur murni yang mempunyai keadaan fisik berbentuk gas, berwarna kuning kehijauan yang dapat bergabung dengan hampir seluruh unsur lain karena merupakan unsur bukan logam yang sangat elektronegatif. Untuk senyawa khlor yang digunakan adalah gas, cair dan padat. Khlor ini berasal dari gas khlor Cl2, NaCl2, Ca(OCl)2 (kaporit) atau larutan HOCl (Asam Hipoklorit). Dari khlorinasi air yang tidak sesuai ketentuan, biasanya mengakibatkan adanya residu dari khlor tersebut yang dapat membahayakan jika terjadi kontaminasi. Dari terjadinya kontaminasi tersebut menyebabkan kerugian, antara lain menyebabkan keracunan, keamanan/bahaya penggunaan terhadap kesehatan, dan dicurigai bersifat karsiogenik. Residu khlorin terdapat dalam 2 bentuk yaitu residu klorin terikat, dan residu khlorin bebas. Residu khlorin terikat, khlorin diikat secara alamiah dalam air. Sedangkan khlorin bebas, bila khlorin ditambahkan secukupnya untuk memproduksi klorin bebas. Bertitik tolak dari hal tersebut, maka perlu adanya analisa tentang adanya residu khlorin. Hal ini dikarenakan residu khlorin dikategorikan sebagai zat kimia yang juga berbahaya bagi kesehatan manusia. Selain itu sebagai salah satu syarat untuk memenuhi sanitasi dan hygiene yang baik (Supenti, 2011). Masyarakat yang tinggal di tempat yang sama selama hidupnya dan selalu minum air yang terkontaminasi dapat mengembangkan kekebalan terhadap kontaminan tersebut sehingga tidak atau sedikit mengalami masalah kesehatan. Namun tidak demikian halnya dengan masyarakat yang terkena bencana. Situasi darurat memiliki tiga efek pada populasi yang saling berkaitan, karena: memaksa masyarakat berpindah ke tempat yang baru dimana kualitas air berbeda dari yang biasa mereka minum, sehingga mereka tidak memiliki kekebalan; Memaksa masyarakat hidup di situasi yang 40

buruk, seperti dalam tenda atau penampungan sementara dimana sulit untuk tetap mempertahankan perilaku kebersihan, dan Mempengaruhi pola makan, bahkan seringkali menurunkan kualitas gizinya dan membuat mereka makin rentan terhadap penyakit. C. ALAT DAN BAHAN 1. Alat: a. Botol kaca gelap 1 liter b. Labu ukur 1 liter c. Corong kaca d. Pipet volume 10 ml e. Pipet tetes f. Komparator chlor g. Tabung reaksi 2. Bahan: a. Indikator Orthotoluidin b. Kaporit 0,2 % c. Air sampel d. Aquadest D. CARA KERJA 1. Menentukan sisa chlor segera: a. Memasukkan 10 ml air sampel ke dalam dua tabung reaksi (dimana salah satu tabung ditambahkan 2 tetes larutan Orthotoluidin). b. Masukkan tabung reaksi tersebut ke dalam komparator, kemudian bandingkan dengan standard warna yang ada dalam komparator. c. Membaca dan mencatat angka yang muncul sisa chlor dalam sampel. 2. Menentukan daya sergap chlor (DSC): a. Memasukkan 1 liter air sampel ke dalam botol coklat ukuran 1 liter. b. Menambahkan 2 ml kaporit 0,2 %, kemudian digojok hingga merata. c. Mengambil 10 ml sampel air dalam botol coklat, kemudian dimasukkan dalam kedua tabung reaksi (salah satu tabung reaksi ditambahkan 2 tetes larutan Orthotoluidin sehingga warna berubah menjadi kuning). d. Memasukkan kedua tabung reaksi tersebut ke dalam komparator. Lalu bandingkan dengan standard warna yang ada dalam komparator dan mencatat hasilnya. e. Diamkan selama 10 menit, kemudian ulang pemeriksaan sisa chlor pada air (ulang langkah 2 c - d) setiap 10 menit hingga mendapat sisa chlor konstan. f. Mencatat dalam tabel dan memasukkan dalam rumus: Daya Sergap Chlor (DSC) = Chlor Segera Chlor Konstan = . . . mg/L E. DATA PRAKTIKUM Data Pengukuran No Perlakuan 1 Sisa chlor segera 2 101 41

ppm 0,3 0,3

3 4

102 10n

0,3 0,3

Berdasarkan data praktikum tersebut, dapat diketahui: 1. Daya Sergap Chlor (DSC) = chlor segera chlor konstan = 0,3 0,3 = 0 ppm 2. Jumlah kebutuhan kaporit = DSC + angka keamanan (0,3) = 0 + 0,3 = 0,3 ppm F. PEMBAHASAN

G. KESIMPULAN Berdasar praktikum yang kami lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Daya Sergap Chlor sebesar 0 ppm 2. Jumlah kebutuhan kaporit sebesar 0,3 ppm.

42