Anda di halaman 1dari 6

1. Indeks karnofsky Seseorang yang membuat skala karnofsky adalah Dr. David Karnofsky pada tahun 1949.

Skala ini tersusun dari empat kategoti yaitu kemampuan perawatan diri, aktivitas seharihari, kemampuan melakukan pekerjaan, dan gejala penyakit yang dialami oleh pasien kanker. Berikut adalah rentang skala karnofsky: 100 = normal, tidak ada keluhan, tidak ada penyakit 90 = mampu aktivitas normal, tanda-tanda minimal penyakit 80 = aktivitas normal dengan sedikit kesukaran, beberapa tanda penyakit 70 = mampu menjalankan keperluan sendiri, tidak mampu menjalankan pekerjaan 60 = mampu menjalankan sebagian besar keperluan sendiri, selalu memerlukan bantuan 50 = memerlukan bantuan cukup banyak, juga pertolongan medis 40 = tidak mampu merawat diri sendiri, tidak dapat bekerja lagi 30 = sakit berat, indikasi perawatan di rumah sakit 20 = sakit sangat berat 10 = sekarat 0 = mati. Dengan penilaian : 0 - 40 = jelek 50 70 = sedang 80 100 = baik Skala ECOG (Eastern Cooperative Oncology Group) Skala ini lebih mudah diingat dan masing-masing skala lebih mempunyai arti klinik, sehingga para dokter lebih condong untuk menggunakan skala keadaan umum menurut ECOG. SKALA ECOG Tabel 2 : Penentuan Skala Keadaan Umum Berdasarkan Skala ECOG Derajat Tingkat aktivitas 0 Aktif, mampu melakukan semua aktivitas seperti pada saat sebelum sakit (Karnofsky 90 100) 1 Mampu melakukan pekerjaan ringan sehari-hari seperti pekerjaan rumah, pekerjaan kantor dsb (karnofsky 70 80) 2 Mampu merawat diri sendiri tetapi tidak mampu bekerja ringan sehari-hari (lebih dari 50% jam kerja dan sesuai dengan Karnofsky 50-60).

3 Dalam batas tertentu mampu merawat diri sendiri, sebagian besar berada diatas tempat tidur atau kursi (lebih dari 50% jam kerja dan sesuai dengan Karnofsky 30 40) 4 Tidak mampu berbuat apa-apa hanya tidur atau duduk di tempat tidur, kursi (Karnofsky 10 20). 2. Kanker payudara pada laki-laki Kanker payudara pada pria adalah penyakit yang langka. Kurang dari 1% kanker payudara terjadi pada pria. Mungkin akan terlintas dalam pikiran kita : Pria tidak mempunyai payudara, bagaimana mereka bisa terkena kanker payudara? Yang benar adalah bahwa remaja laki-laki dan perempuan, pria dan wanita semua mempunyai jaringan payudara. Berbagai macam hormone pada wanita/gadis menstimulasi jaringan pada payudara sedemikian rupa sehingga membentuk payudara penuh. Sedangkan pada tubuh pria secara normal tidak ada stimulasi hormone pada payudara. Akibatnya jaringan payudaranya tetap kecil dan rata. Ada juga, sering kita lihat pria / anak laki-laki dengan ukuran payudara besar. Biasanya itu hanya karena gemuk. Tapi kadang ada beberapa pria jaringan kelenjar payudaranya tumbuh, itu disebabkan karena mereka menggunakan beberapa obat, pecandu alcohol, pengguna marijuana atau mempunyai tingkat hormone yang tidak normal.

Karena kanker payudara pada pria sangat jarang, beberapa kasus saat ini sedang dipelajari. Tapi apabila kasus-kasus itu dikumpulkan maka akan didapat hasil sebagai berikut , Tanda-tanda yang harus diwaspadai : 1. Terasa benjolan di payudara 2. Puting terasa sakit 3. Puting berubah bentuk ( biasanya menekuk kedalam ) 4. Keluar cairan dari putting ( bisa bening atau darah ) 5. Nyeri pada puting atau areola ( area yang berwarna gelap didaerah puting ) 6. Pembesaran kelenjar getah bening dibawah lengan ( ketiak )

Perlu diingat bahwa pembesaran kedua payudara pada pria biasanya bukan kanker. Keadaan ini dalam kedokteran disebut gynecomastia. Suatu studi tentang kanker payudara pada pria menemukan bahwa waktu yang diperlukan antara tanda-tanda awal hingga diagnose membutuhkan waktu 19 bulan, atau bisa lebih dari satu tahun. Ini mungkin disebabkan karena orang tidak menyangka / mengharap kanker payudara terjadi pada pria, sehingga sangat jarang yang terdeteksi

dini. Jadi, seperti yang terjadi pada wanita juga, apabila terjadi perubahan yang mencolok pada payudaranya, pria juga sebaiknya segera ke dokter. Karena semakin cepat terdeteksi maka kemungkinan sembuh lebih besar.Sangat perlu dimengerti, factor resiko kanker payudara pada pria, terutama karena pria tidak mengadakan screening/pemeriksaan secara rutin untuk tujuan mengetahui ada/ tidaknya kanker pada payudaranya. Hal ini karena tidak terpikir bahwa ini bisa terjadi. Akibatnya kanker payudara pada pria biasanya pada deteksi awal kebanyakan sudah mencapai stadium lanjut

Dibawah ini adalah faktor-faktor yang bisan menaikkan resiko pria terkena kanker payudara : 1. Usia, Seperti juga pada wanita, usia bertambah resiko juga bertambah. Usia rata-rata pria yang didiagnose terkena kanker payudara adalah 67 tahun. Itu berarti bahwa separoh pria yang didiagnose terkena kanker payudara adalah berusia diatas 67 tahun. Dan setengahnya lagi dibawah usia itu. 2. Kadar Estrogen yang tinggi, Sel payudara tumbuh, baik yang normal ataupun abnormal, itu distimulasi oleh adanya hormone estrogen. Pria bisa mempunyai level estrogen yang tinggi karena beberapa hal : - Menggunakan obat-obat hormonal - Terlalu gemuk, sehingga meningkatkan produksi hormone estrogen - Terexpose estrogen dari lingkungan (misalnya berasal dari estrogen atau hormone lain yang digunakan untuk menggemukkan ternak sapi, campuran / turunan dari produk pestisida, yang menyerupai efek estrogen dalam tubuh) - Pecandu alcohol, yang dapat mengurangi fungsi lever dalam mengatur kadar estrogen dalam darah. - Mempunyai penyakit lever, yang biasanya mengakibatkan pada kadar endrogen ( hormone laki-laki ) yang rendah, sebaliknya kadar estrogen ( hormone wanita ) tinggi. Ini juga menaikkan resiko terjadi gynecomastia dan kanker payudara. 3. Klinefelter Syndrome Mempunyai kadar hormone endrogen yang rendah dan kadar estrogen tinggi. Sehingga mempunyai resiko mendapatkan penyakit gynecomastia dan kanker payudara. Klinefelter syndrome adalah: kondisi yang terjadi saat lahir ( terjadinya,1 berbanding

1000 pria ). Normalnya laki-laki mempunyai kromosom X dan Y. Tapi, pria dengan syndrome ini mempunyai lebih dari satu kromosom X ( kadang empat ). Tanda-tanda syndrome ini adalah : Mempunyai kaki lebih panjang, suara tinggi, jenggot yang tipis dibandingkan rata-rata pria, mempunyai testis kecil daripada ukuran normal dan infertile ( tidak bisa memproduksi sperma ) 4. Mempunyai riwayat keluarga yang banyak menderita kanker payudara atau perubahan genetic Riwayat keluarga dapat menaikkan resiko terkena kanker payudara, terutama apabila didalam keluarga ada pria yang terkena kanker payudara. Juga apabila terbukti adanya gen abnormal kanker payudara didalam riwayat keluarga. Pria yang mewarisi gen abnormal BRCA1 dan BRCA2 resiko terkena kanker payudara meningkat. Tapi bisa juga terjadi pada pria yang tidak mempunyai riwayat keluarga terkena kanker payudara dan tidak mewarisi gen abnormal tersebut. 5. Terpapar radiasi Memperoleh terapi radiasi didada sebelum usia 30 tahun, khususnya semasa remaja, meningkatkan resiko terkena kanker payudara. Ini terlihat pada remaja-remaja pria yang memperoleh radiasi untuk pengobatan penyakit Hodgkin. ( Disini tidak termasuk terapi radiasi untuk pengobata kanker payudara ). Untuk masalah diagnose dan pengobatan sama dengan kanker payudara pada wanita. 3. Tanda dan gejala ca mamae berdasarkan stadium Stadium I : Tumor terbatas dalam payudara, bebas dari jaringan sekitarnya, tidak ada fiksasi/infiltrasi ke kulit dan jaringan yang dibawahnya yang di bawahnya (otot) Besar tumor 1-2 cm dan tidak dapat terdeteksi dari luar Kelenjar getah bening regional belum teraba Perawatan yang sangat sistematis diidak berikan tujuannya adalah agar sel kanker tidak dapat menyebar dan tidak berlanjut pada stadium selanjutnya Pada stadium ini, kemungkinan penyembuhan pada penderita adalah 70 % Prognosis bertahan hidup 5 tahun 98% Pengobatan dilakukan operasi dan kemoterapi

Stadium II : Tumor terbebas dalam payudara, besar tumor 2,5-5 cm

Sudah ada satu atau beberapa kelenjar getah bening aksila yang masih bebas dengan diameter <2 cm Untuk mengangkat sel-sel kanker biasanya dilakukan operasi dan setelah operasi dilakukan penyinaran untuk memastikan tidak ada lagi sel-sel kanker yang tertinggal

Stadium ini kemungkinan sembuh penderita adalah 30-40% Prognosis bertahan hidup 5 tahun 60-70%

Stadium III A : Tumor sudah meluas dalam payudara, besar tumor 5-10 cm, tapi masih bebas di jaringan sekitarnya Kelenjar getah bening aksila masih bebas satu sama lain Menurut data dari Depkes, 87% kanker payudara ditemukan pada stadium ini

Stadium III B : Tumor melekat pada kulit atau dinding dada Kulit merah dan ada edema (lebih dari sepertiga permukaan kulit payudara), ulserasi Kelenjar getah bening aksila melekat satu sama lain atau ke jaringan sekitarnya dengan diameter 2-5 cm Kanker sudah menyebar ke seluruh bagian payudara, bahkan mencapai kulit, dinding dada, tulang rusuk dan otot dada Stadium IV : Tumor seperti pada yang lain (stadium I, II, dan III) Sudah disertai dengan kelenjar getah bening aksila supra-klavikula dan metastasis jauh Sel-sel kanker sudah merebet menyerang bagian tubuh lainnya, biasanya tulang, paru-paru, hati, otak, kulit, kelenjar limfa yang ada dalam batang leher Tujuan pengobatan pada stadium ini adalah paliatif bukan lagi kuratif (menyembuhkan). 4. Indikasi dilakukan MRM (Masektomi Radikal Modifikasi) Karsinoma payudara yang terbatas pada payudara dan aksila tanpa invasi pada otot pektoralis atau pada stadium I Tidak ada metastase jauh

Pada stadium lokal lanjut (stadium III) MRM sebagai bagian program pengobatan multimodalitas Kontaindikasi MRM : Edema luas kulit payudara > 1/3 luas Edema lengan Satelit nodul pada kulit Nodul para sternal Metastase supraklavikular Metastase jauh Inflammatory carcinoma 5. Terapi kanker dan efek sampingnya

Anda mungkin juga menyukai