Anda di halaman 1dari 13

Kata Pengantar Puji syukur kehadirat Allah SWT yang memberikan nikmat berupa kesehatan yang tak ternilai

harganya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini yang mudah-mudahan bermanfaat bagi kami khususnya dan para pembaca umumnya. Shalawat bersampulkan salam tetap tercurahkan kepada Rasul Allah yakni Nabi Muhammad SAW. Atas kegigihannya dalam menegakkan Dinullahlah kita dapat merasakan indahnya ilmu Allah ini. Terimakasih kami ucapkan kepada dosen pembimbing Bapak Dr. Emrizal, M.Farm,Apt, yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menyelesaikan tugas kelompok yang berjudul Minyak Atsiri Golongan Alkohol. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua dan kritik dan saran membangun sangat kami harapkan. Mohon maaf atas kesalahan baik dalam penulisan maupun tata bahasa.

Pekanbaru, Maret 2012

Penulis

PENDAHULUAN Minyak atsiri adalah zat berbau atau biasa disebut dengan minyak esential, minyak eteris karena pada suhu kamar mudah menguap di udara terbuka tanpa mengalami penguraian. Istilah esential atau minyak yang berbau wangi dipakai karena minyak atsiri mewakili bau dari tanaman penghasilnya. Dalam keadaan murni dan segar biasanya minyak atsiri umumnya tidak berwarna atau kekuning-kuningan dengan rasa dan bau yang khas. Namun dalam penyimpanan lama minyak atsiri dapat teroksidasi dan membentuk resi serta warnanya berubah menjadi lebih gelap. Sumber minyak atsiri dapat diperoleh dari setiap bagian tanaman seperti daun, bunga, buah, biji, batang, akar, ataupun rimpang. Selain itu dapat larut baik dalam etanol dan pelarut organik, namun sukar larut dalam air dan kurang larut dalam etanol yang kadarnya kurang dari 70 %. Umumnya zat organik pada minyak atsiri tersusun dari unsur C, H, dan O, berupa senyawa alifatis atau aromatis meliputi kelompok hidrokarbon, ester, eter, aldehid, keton, alkohol dan asam. Secara kimia minyak atsiri bukan merupakan senyawa tunggal, tetapi tersusun dari berbagai macam komponen yang secara garis besar terdiri dari kelompok terpenoid dan fenil propan. Pengelompokkan tersebut berdasarkan pada awal terjadinya minyak atsiri di dalam tanaman. Minyak atsiri dapat digunakan sebagai: a. Menarik serangga (penyerbukan) b. Untuk kosmetik atau parfum c. Penolak serangga d. Sebagai bumbu masak e. Obat-obatan Minyak atsiri golongan alkohol adalah minyak atsiri yang mengandung gugus OH. Dengan adanya gugus OH menandakan cirri khas tertentu dari bau yang khas minyak stsiri yang diperoleh dari beberapa tumbuhan tertentu. Senyawa minyak atsiri yang termasuk golongan alkohol misalnya sitronelol. Pada senyawa ini, sitronelol termasuk dalam unit turunan terpen yaitu monoterpen dimana mempunyai 10 atom karbon dan 16 atom hydrogen serta gugus OH. Minyak atsiri terkandung dalam berbagai organ, seperti dalam rambut kelenjar, dalam sel-sel parenkim, didalam saluran minyak, didalam rongga-rongga skizogen dan lisisgen ataupun terkandung dalam semua jaringan.

PEMBAHASAN

A. Minyak Atsiri Golongan Alkohol Alkohol adalah turunan hidrokarbon yang satu atau lebih atom H-nya diganti dengan gugus hidroksil. Alkohol dibagi atas 3 golongan, yaitu alkohol primer, sekunder, dan tersier. Alkohol merupakan zat tidak berwarna. Alkohol suku rendah (sampai C3) adalah cairan encer yang dapat tercampur dengan air dalam segala perbandingan. Alkohol suku sedang menyerupai minyak. Semakin panjang rantai atom C semakin rendah kelarutannya dalam air. Senyawaan C12 dan lebih tinggi berupa padatan yang tidak larut. Makin panjang rantai C makin tinggi titik cair dan titik didih. Alkohol memiliki beberapa turunan, diantaranya: 1. Metanol Metanol atau metil alkohol (CH3OH) ditemukan tahun 1661 oleh Robert Boyle diantara senyawaan yang terbentuk pada penyulingan kering kayu. Metanol murni berupa cairan tidak berwarna, baunya menyerupai alkohol dan rasanya tajam. Larut dalam air dan pelarut organik. Bila dibakar nyalanya tidak bercahaya dan kebiru-biruan. Metanol sangat beracun, bila diminum selain dapat memabukkan juga dapat mengakibatkan kebutaan. Dahulu metanol terdapat pada penyulingan kering kayu. Bila kayu dipanaskan dalam retor dari besi pada suhu 300'C, maka dalam retor itu tinggal arang kayu, sedangkan sulingan selain dari CO terdiri dari 2 fasa cair yang tidak dapat bercampur. Metanol tidak murni sering disebut spiritus-kayu (wood spirit). Metanol digunakan sebagai pelarut, untuk membuat pernis, industri zat warna, sebagai bahan untuk membuat metanal, sebagai tambahan pada bensin, dan untuk mengawasifatkan etanol. 2. Etanol Etanol atau etilalkohol (C2H5OH) telah lama diketahui manusia, berkat pembentukannya pada peragian buah yang mengandung sakar. Etanol adalah cairan jernih yang larut dalam air dan berbau khas, nyalanya berwarna biru. Etanol banyak dibuat dengan peragian sakar, misalnya glukosa.

Etanol digunakan di lab dan dalam teknik sebagai pelarut, untuk membuat senyawaan organik, untuk membuat karet sintesis, sebagai bahan bakar, untuk membuat cuka, chloroform, iodoform, dan untuk campuran minuman. Karena minuman beralkohol dikenakan cukai tinggi, maka alkohol teknik selalu diawasifatkan (didenaturasi), yaitu ditambahi metanol yang beracun dan piridin yang baunya busuk serta suatu zat warna, supaya tidak dapat diminum lagi. 3. Alkohol tinggi Alkanol tinggi. Beberapa alkohol suku tinggi terdapatdalam minyak atsiri, misalnya nonanol dalam minyak kembang jeruk. Dodekanol, laurialkohol, serta tetradekanol, miristilalkohol, terdapat dalam lemak ikan paus, juga heksadekanol, setilalkohol terdapat dalam minyak ikan. Alkanol lebih tinggi dengan C26-C34 terdapat dalam beberapa macam lilin. Minyak atsiri golongan alkohol adalah minyak yang mengandung gugus OH. Dimana gugus OH merupakan ciri khas untuk menentukan golongan minyak atsiri tersebut.

B. Contoh Tumbuhan yang Mengandung Minyak Atsiri 1. Coriander (Coriandrium sativum)

Coriandrium sativum adalah tumbuhan rempah-rempah yang populer dan biasanya disebut dengan ketumbar. Morfologi dari tumbuhan ini adalah biji kecil-kecil berdiameter 1-2 mm, biji keras beraroma keras. Daun majemuk seperti seledri beraroma tajam, daun hijau dengan tepian bergigi. Bunga majemuk, berbentuk paying bersusun berwarna putih dan merah muda. Buah hampir bulat berwarna kuning bersusun, kalau matang buahnya mudah dirontokkan.

Manfaat coliander adalah Aromanya yang khas berasal dari sejumlah komponen mudah menguap dari minyak atsiri yang dikandung, paling tinggi pada buahnya yang dikeringkan. Kandungan utamanya adalah butilftalida dan butilidftalida sebagai pembawa aroma utama. Terdapat juga sejumlah flavonoid seperti graveobiosid A (1-2%)dan B (0,1 - 0,7%), serta senyawa golongan fenol. Komponen lainnya apiin, isokuersitrin, furanokumarin, serta isoimperatorin. Kandungan asam lemak utama dalah asam petroselin (40-60%). Daun dan tangkai daun mengandung steroid seperti stigmasterol dan sitosterol. Suatu enzim endonuklease yang disebut Cel1 juga diekstrak dari seledri dan dipakai dalam suatu teknik biologi molekular yang disebut Tilling.

2. Rosa sp (Otto of rosa)

Otto of rosa adalah tanaman yang biasanya digunakan untuk tanaman hias. Morfologi Otto of rosa adalah akar serabut (radix adventica), batang berduri berbentuk pengait. Batang berkayu, berbentu bulat. Daun berbentuk helaian tipis, membulat dengan variasi cuping menjari, ujung meruncing, warna hijau kekuningan. Permukaan daun lapisan depan licin suram, tipe daun majemuk menyirip gasal. Kandungan tanaman ini berkhasiat untuk antibakteri, anti nyeri dan anti radang dari akar atau daun segar atau dikeringkan. Parfum (minyak wangi) dibuat dari minyak mawar yang merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang diperoleh dari proses penyulingan dan penguapan lumatan daun-daun mahkota. Teknik penyulingan mawar berasal dari Persia yang menyebar ke Arab dan India. Pada saat ini, kebutuhan minyak mawar dunia sebanyak 70%-80% dipenuhi oleh pusat penyulingan mawar di Bulgaria sedangkan sisanya dipenuhi oleh Iran dan Jerman. Penyulingan minyak mawar di Bulgaria, Iran, dan Jerman menggunakan mawar damaskus Rosa damascena 'Trigintipetala,' sedangkan penyulingan di Perancis menggunakan jenis Rosa centifolia.

Minyak mawar berwarna kuning pucat atau kuning keabu-abuan juga disebut minyak 'Rose Absolute' untuk membedakannya dengan minyak mawar yang sudah diencerkan. Penyulingan menghasilkan minyak mawar dengan perbandingan 1/3.000 sampai 1/6.000 dari berat bunga, sehingga dibutuhkan 2.000 bunga mawar untuk menghasilkan minyak mawar sebanyak 1 gram. Minyak mawar terdiri dari geraniol beraroma wangi yang mempunyai rumus kimia C10H18O dengan rumus bangun CH3.C[CH3]:CH.CH2.CH2.C[CH3]:CH.CH2OH dan lsitronelol; serta rose camphor (parafin tanpa bau). Struktur geraniol:

3. Geranium (Pelargonium sp)

Geranium merupakan tanaman yang dapat memproduksi minyak atsiri, termasuk dalam keluarga Geraniaceae (Miller, 2002). Geranium di Indonesia akan sangat mudah tumbuh, hal ini disebabkan kesesuaian iklim Indonesia dengan tanaman tersebut.

Geranium di Indonesia sangat berpotensi untuk dikembangkan, hal ini disebabkan Indonesia memiliki tanah yang sangat luas dan iklim di Indonesia sangat cocok dengan tanaman geranium ini. Morfologi tumbuhan ini berupa daun berjumlah tunggal, berwarna hijau, berbulu, berbau harum, tepi bergerigi dan ujungnya tumpul. Batang berkayu, berbulu, ketika masih muda berwarna hijau tetapi setelah tua berwarna kecokelatan. Batang banyak mengandung air, akar tunggang. Pemanfaatan tanaman geranium di Indonesia masih kurang maksimal terutama pemanfaatan dari bagian daun dan batangnya. Menurut penelitian, atsiri dari daun dan batang geranium meimiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi yaitu sekitar 89.60% untuk setiap 200 g/ml, selain itu atsiri dari daun dan batang geranium dapat membunuh 79.8% virus NB4 dan 79.27% virus HL-60 untuk setiap 200 g/ml minyak atsiri dalam waktu 24 jam (Fayed, 2009). Dari berbagai fakta tersebut dapat disimpulkan bahwa kita dapat menggunakan atsiri daun dan batang geranium sebagai minuman menyehatkan sekaligus berkhasiat menghilangkan penyakit kanker. Aktivitas antikanker atsiri daun dan batang geranium terhadap virus NB4 dan HL60 yang merupakan virus kanker sangatlah tinggi, hal ini merepresentasikan adanya kandungan zat anti kanker yang cukup tinggi pada atsiri tersebut(Fayed, 2009).

4. Palmarosa (Cymbopogon sp)

Cymbopogon sp adalah tanaman tropis yang tumbuh dalam rumpun yang lebat dan dapat mencapai ketinggian 1,8 meter dan lebar rumpun 1,2 meter (Anonim 2009b). Daun sereh menyerupai pita dengan lebar 1,3 2,5 cm dan panjang 0,9 meter dengan ujung daun yang

melengkung ke arah tanah. Daunnya berwarna hijau kebiruan dan beraroma seperti jeruk ketika diremas. Daun tanaman sereh digunakan sebagai penyedap rasa makanan dan obat-obatan. Minyak yang berasal

dari batang sereh disuling dan dimanfaatkan dalam industri parfum. Sereh (Cymbopogon sp.) merupakan salah satu tanaman dengan manfaat yang beragam. Minyak atsiri yang dikandung oleh C. olivieri dapat membunuh larva nyamuk Anopheles stepensi vector malaria (Hadjiakhoondi et al. 2003). Minyak sereh (C. citratus) berperan sebagai anti jamur dan protozoa (Mahanta et al. 2007; Pedroso et al. 2006). Morfologinya tumbuhan herba, tinggi 1 m. Buah bulat, beruas-ruas, berwarna kuning. Daun tunggal, berseling, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi rattan, panjang 75 cm, lebar 1 cm. Pelapah daun menutup batang, pertulangan sejajar, warna hujau. Bunga majemuk, bentuk malai, bulir kecil, panjang 10-40 cm, berseludang, pangjang 15-20 cm dan warnanya putih kekuningan. Komponen kimia dalam minyak sereh wangi cukup kompleks, namun komponen yang terpenting adalah sitronelal dan geraniol. Kedua komponen tersebut menentukan intensitas bau, harum, serta nilai harga minyak sereh wangi. Menurut Guenther (1950), komponen utama penyusun minyak sereh wangi adalah sebagai berikut: 1. Geraniol ( C10H180 ) Geraniol merupakan persenyawaan yang terdiri dari 2 molekul isoprene dan 1 molekul air, dengan rumus bangun adalah sebagai berikut : CH3 - C = CH - CH2 --- CH2 - C = CH - CH2 - OH CH3 CH3 2. Sitronellol ( C10H200 ) Rumus bangunnya adalah sebagai berikut: CH 3 - C = CH - CH2 --- CH2 - CH - CH2 - CH2 - OH CH3 CH3 3. Sitronellal (C 10 H 16 O)

5. Sandalwood (Santalum album) Klasifikasi Ilmiah Kerajaan : Plantae Divisi : Magnoliphyta Kelas : Magnoliopsida Ordo : Santales Famili : Santalaceae Genus : Santalum Spesies : Santalum album L.

Sandalwood merupakan tanaman pohon tinggi. Morfologi dari tanaman ini mempunyai bentuk buah yang bervariasi. Biasanya disebut dengan cendana dengan buah bulat dan cendana buah pipih. Cendana mempunyai penyebaran alami terbatas di Indonesia antara lain Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi dan Maluku. Tanaman ini tumbuh baik pada ketinggian antara 50 1200 meter dpl, tipe iklim D dan E (menurut Schmidt-Ferguson) dengan ratarata curah hujan per tahun antara 1100 2000 mm serta memiliki 14 hari hujan dalam 4 bulan terkering. Tanaman cendana sangat cocok pada daerah yang berudara dingin dan kering serta intensitas cahaya matahari yang cukup. Bulan kering yang panjang sangat baik pengaruhnya terhadap pembentukan minyak dan aroma. Anakan cendana sangat peka terhadap kekeringan dan sinar matahari langsung, sehingga mudah layu. Pada tanah yang banyak mengandung humus, pertumbuhan candana lebih baik daripada ditanah yang gersang dan tererosi atau ditempat yang banyak ditumbuhi rumput.

Cendana banyak manfaatnya diantaranya yaitu minyak cendana digunakan untuk minyak gosok dengan mencampurkan minyak kelapa. Minyaknya mengandung santalol. Komposisi dari tumbuhan ini khususnya kayu adalah Minyak atsiri, hars, dan zat samak. Minyak:Santalol (seskuiterpenalkohol), santalen (seskuiterpena), santen, santenon, santalal, santalon, dan isovalerilaldehida. Rumus santalol:

C. Cara Isolasi Minyak Atsiri 1. Penyulingan dengan air Pada metode ini, bahan tanaman yang akan disuling mengalami kontak langsung dengan air mendidih. Bahan dapat mengapung di atas air atau terendam secara sempurna, tergantung pada berat jenis dan jumlah bahan yang disuling. Ciri khas model ini yaitu adanya kontak langsung antara bahan dan air mendidih. Oleh karena itu, sering disebut penyulingan langsung Penyulingan dengan cara langsung ini dapat menyebabkan banyaknya rendemen minyak yang hilang (tidak tersuling) dan terjadi pula penurunan mutu minyak yang diperoleh.

2. Penyulingan dengan uap Model ini disebut juga penyulingan uap atau penyulingan tak langsung. Pada prinsipnya, model ini sama dengan penyulingan langsung. Hanya saja, air penghasil uap tidak diisikan bersama-sama dalam ketel penyulingan. Uap yang digunakan berupa uap jenuh atau uap kelewat panas dengan tekanan lebih dari 1 atmosfer.

3. Penyulingan dengan air dan uap Pada model penyulingan ini, bahan tanaman yang akan disuling diletakkan diatas rakrak atau saringan berlubang. Kemudian ketel penyulingan diisi dengan air sampai permukaannya tidak jauh dari bagian bawah saringan. Ciri khas model ini yaitu uap selalu dalam keadaan basah, jenuh, dan tidak terlalu panas. Bahan tanaman yang akan disuling hanya berhubungan dengan uap dan tidak dengan air panas (Lutony & Rahmayati, 1994).

D. Metode Pengepresan Ekstraksi minyak atsiri dengan cara pengepresan umumnya dilakukan terhadap bahan berupa biji, buah, atau kulit buah yang memiliki kandungan minyak atsiri yang cukup tinggi. Akibat tekanan pengepresan, maka sel-sel yang mengandung minyak atsiri akan pecah dan minyak atsiri akan mengalir kepermukaan bahan. Contohnya minyak atsiri dari kulit jeruk dapat diperoleh dengan cara ini (Ketaren, 1985).

1. Ekstraksi dengan Pelarut Menguap Prinsipnya adalah melarutkan minyak atsiri dalam pelarut organik yang mudah menguap. Ekstraksi dengan pelarut organik pada umumnya digunakan mengekstraksi minyak atsiri yang mudah rusak oleh pemanasan uap dan air, terutama untuk mengekstraksi minyak atsiri yang berasal dari bunga misalnya bunga cempaka, melati, mawar, dan kenanga. Pelarut yang umum digunakan adalah petroleum eter, karbon tetra klorida dan sebagainya (Ketaren, 1985).

2. Ekstraksi dengan Lemak Padat Proses ini umumnya digunakan untuk mengekstraksi bunga-bungaan, untuk mendapatkan mutu dan rendeman minyak atsiri yang tinggi. Metode ekstraksi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu enfleurasi dan maserasi.

KESIMPULAN Alkohol merupakan senyawa atau zat yang tidak berwarna. Merupakan turunan hidrokarbon yang satu atau lebih atom H-nya diganti dengan gugus hidroksil. Alkohol dibagi atas 3 golongan, yaitu alkohol primer, sekunder, dan tersier. Pada tumbuhan tertentu memiliki senyawa minyak atsiri yang merupakan golongan alkohol. Pada senyawa ini menandakan adanya gugus OH dimana merupakan ciri khas dari senyawa tersebut. Dari kelima contoh tumbuhan diatas masing-masing tumbuhan memiliki senyawa minyak atsiri yang memiliki struktur yang berbeda. Misalnya pada tumbuhan otto of rosa memiliki minyak atsiri dengan senyawa geraniol. Manfaat minyak atsiri sangat banyak misalnya pada sintesis bunga geranium digunakan untuk penghilang nyamuk. Selain itu ada juga coliander digunakan untuk penambah aroma dalam masakan. Dengan menggerus buah dari tumbuhan tersebut maka minyak atsiri akan tercium karena sifatnya yang mudah menguap. Untuk proses mendapatkan minyak atsiri memiliki beberapa teknik, diantaranya teknik pengepresan, teknik penyulingan dan lain-lain.

DAFTAR PUSTAKA
http://farmacyku.blogspot.com/2012/02/minyak-atsiri.html http://sjraharjo.wordpress.com/kimia-organik/

http://www.google.co.id/search?client=firefox-a&rls=org.mozilla%3AenUS%3Aofficial&channel=s&hl=id&source=hp&biw=&bih=&q=geranium&meta=&oq=geraniu m&aq=f&aqi=g10&aql=&gs_nf=1&gs_l=firefoxhp.3..0l10.1269.4289.0.6232.8.8.0.0.0.0.373.1643.2j2j2j2.8.0.Qsbxhg56gXw#q=geranium&hl=i d&client=firefox-a&hs=jfy&rls=org.mozilla:enUS:official&channel=s&prmd=imvns&lr=lang_id&sa=X&ei=qhGUT4ybHMTlrAfAIWbBQ&ved=0CCMQuAE&bav=on.2,or.r_gc.r_pw.r_qf.,cf.osb&fp=4b5e1eea9ffd57bd


http://budiyantifaperik.blogspot.com/#!/2011/12/tinjauan-pustaka.html http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-kesehatan/biomolekul/terpena/