Anda di halaman 1dari 11

TUGAS SURVEY INSPEKSI KAPAL DAN BANGUNAN LAUT ME 091328

Resume : Proses Pengedokan, Reparasi Pelat, dan Pengecatan

Oleh : Agung Sondana 4209 100 008 Kelas A/F

JURUSAN TEKNIK SISTEM PERKAPALAN FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2011

Tugas 1 Survey Inspeksi Kapal dan Bangunan Laut ME 091328

PROSES PENGEDOKAN, REPARASI PELAT, DAN PENGECATAN


A. Pengedokan Pengedokan merupakan proses pemindahan kapal dari laut ke atas dok dengan bantuan fasilitas pengedokan. Untuk melakukan pengedokan, harus dilakukan persiapan yang matang dan berhati-hati mengingat bentuk kapal yang berbeda-beda. Jenis Dok Fasilitas atau dok secara umum terdiri dari : 1. Dok Kering (Graving Dock) Dok kering ini menyerupai kolam di pinggir laut yang dinding dan lantainya terbuat dari beton. Pintunya pun berhubungan langsung dengan laut. Pintunya berbentuk seperti pontoon yang terbuat dari baja dan memiliki rongga-rongga sehingga air dapat masuk kedalam dok ini. Selain itu pintu ini bisa dipindahkan. Karena dok ini biasanya digunakan untuk membangun kapal ataupun reparasi kapal, maka dok jenis ini dilengkapi dengan peralatan-peralatan berat, misalkan crane.

Gambar 1 Graving Dock

2. Dok Apung (Floating Dock) Dok apung atau yang biasa disebut floating dock bekerja dengan cara menenggelamkan dan mengapungkannya. Bangunan ini terdiri dari pontoonpontoon yang dilengkapi kran-kran pengangkat, pompa-pompa air, dan peralatan tambat.

Agung Sondana / 4209 100 008

Tugas 1 Survey Inspeksi Kapal dan Bangunan Laut ME 091328

Gambar 2 Floating Dock

3. Dok Tarik (Slip Way) Cara kerja dok ini yaitu dengan menarik kapal dengan sudut kemiringan dengan bantuan mesin derek. Dok ini terdiri dari dua macam, yaitu dengan cara menarik memanjang atau dengan cara menarik melintang. Dok ini terutama digunakan untuk kapal kecil. Penggunaan dock ini jarang.

Gambar 3 Slip Way

4. Synchrolift Dok model ini sangat jarang digunakan. Sistem kerja dok ini yaitu dengan mengangkat kapal yang sudah duduk di platform ke daerah lain dengan bantuan mesin-mesin pengangkat yang ada dikiri kanan platform.

Gambar 4 Synchrolift

Agung Sondana / 4209 100 008

Tugas 1 Survey Inspeksi Kapal dan Bangunan Laut ME 091328


Persiapan Pengedokan Berbagai keperluan yang harus dipersiapkan dalam proses pengedokan diantaranya yaitu : 1. Ukuran utama kapal. Persiapan mengenai ukuran utama kapal ini berpengaruh terhadap harga yang akan dikeluarkan dan juga kesesuaian tempat docking. Diantaranya : Panjang kapal seluruhnya (LoA) Panjang kapal pada garis tegak (Lpp) Lebar kapal (B) Tinggi sampai geladak utama (H) Sarat maksimum kapal (T max) Berat kapal kosong (tanpa muatan) pada saat naik dok 2. Gambar rencana garis (Lines Plan). Dari gambar rencana garis ini, kita dapat menentukan letak dari bantalan keel block pada saat kapal docking.

Gambar 5 Lines Plan

3. Gambar rencana umum (General Arrangement).

Agung Sondana / 4209 100 008

Tugas 1 Survey Inspeksi Kapal dan Bangunan Laut ME 091328

Gambar 6 General Arrangement

4. Gambar tangki-tangki. Gambar tangki-tangki berguna untuk mengetahui letak tangki agar tidak tepat pada bantalan. 5. Gambar bukaan kulit (Shell Expansion). 6. Sertifikat-sertifikat kapal. Selain hal-hal diatas, kapal juga memiliki kriteria sebelum masuk docking ini, diantaranya : 1. Kapal ditambatkan di dermaga, semua mesin mati kecuali mesin wind. 2. Kapal dalam keadaan gas freeing guna menjaga keselamatan karyawan pada saat proses docking. 3. Tangki-tangki dikosongkan, baik tangki bahan bakar, pelumas, dll. 4. Kapal dalam posisi tegak, tidak dalam posisi miring ataupun nungging. Proses Masuknya Kapal ke Dok Setelah semua persiapan dipenuhi, barulah kapal diperbolehkan masuk kedalam dok (graving dock) dengan bantuan kapal tunda. Prosesnya yaitu mula-mula bantalan dipersiapkan, jangan sampai ada bantalan yang nantinya mengapung di air. Air dipompa masuk kedalam dok hingga ketinggian air didalam dan diluar dok sama. Pintu

Agung Sondana / 4209 100 008

Tugas 1 Survey Inspeksi Kapal dan Bangunan Laut ME 091328


dok dibuka dengan cara mengeluarkan air yang mengisi rongga-rongga pintu. Kemudian kapal didorong masuk dengan bantuan tug boat. Dalam hal ini, terdapat seorang penyelam yang masuk kedalam air untuk memastikan ada atau tidaknya bantalan yang roboh. Selain itu, seorang docking master juga berdiri didepan graving dock untuk memberi aba-aba tentang pemberhentian kapal. Kemudian setelah kapal menempati posisi seperti yang diinginkan, maka selanjutnya katup pada pintu dibuka hingga air dapat masuk kedalam pintu dan pintu kemudian menutup graving dock tersebut. Air dalam dok diompa keluar. B. Reparasi Pelat Reparasi pelat merupakan salah satu pekerjaan yang dilakukan pada saat kapal docking. Pergantian pelat dilakukan jika ketebalan pelat kurang dari 80% ketebalan pelat awal. Cara untuk mengecek pelat yaitu dengan cara : 1. Pelat dicek secara visual. Secara kasat mata, dapat terlihat pelat mana yang mengalami kerusakan baik karena lekukan, retak, ataupun hanya lubang-lubang kecil. 2. Pengecekan pada gambar bukaan kulit (Shell Expansion). Pengecekan pada gambar bukaan kulit ini bertujuan untuk mengetahui perbaikan-perbaikan yang sudah dilakukan sebelumnya. Biasanya jika pelat tersebut sebelumnya pernah mengalami perbaikan, maka pada gambar bukaan kulit pasti ada keterangan akan hal tersebut. 3. Jika sudah diketahui pelat mana yang mengalami kerusakan, maka selanjutnya dilakukan pengukuran ketebalan pelat dengan alat yang dinamakan Ultrasonic Thickness.

Gambar 7 Ultrasonic Thickness

Prosedur Ultrasonic Thickness Test Pelat yang sudah diketahui berkurang (< 80% tebal pelat awal), maka selanjutnya dilakukan Ultrasonic Thickness Test dengan peosedur sebagai berikut :

Agung Sondana / 4209 100 008

Tugas 1 Survey Inspeksi Kapal dan Bangunan Laut ME 091328


1. Bersihkan pelat dari cat dan karat hingga tidak ada lagi kotoran yang menghalangi (hingga tinggal pelatnya saja) 2. Kalibrasi alat dengan sample pelat yang sudah disediakan 3. Beri grease/air ludah pada pelat yang akan ditest 4. Tempelkan alat UTT pada pelat, lihat angka yang ditunjukkan. Jika ,80% tebal awal, maka pelat tersebut harus diganti. Reparasi pelat, tidak hanya pada pelat biasa saja. Tidak menuntut kemungkinan bahwa pelat yang harus diganti yaitu pada pelat tangki, misal tangki bahan bakar. Pergantian pelat pada tangki bahan bakar dilakukan dengan langkah berikut: 1. Mula-mula buka penutup tangki. 2. Pindahkan/keluarkan isi tangki. 3. Semprot tangki dengan inert gas. 4. Kemudian, lubangi bagian bawah tangki. Hal ini dilakukan untuk mencegah timbulnya gas berbahaya dalam tangki. 5. Pergantian pelatpun dapat dilaksanakan. Prosedur Pergantian Pelat Prosedur pengerjaan pergantian pelat yaitu: 1. Pelat yang diganti dipotong dengan metode berikut.

Frame

Frame

Dipotong tidak tepat diframe Keterangan : Bagian yang dipotong

2. Bentuk pelat yang digunakan tersebut dengan mesin bending, dengan cara: Marking Marking merupakan proses penandaan pelat sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui pelat yang akan dipotong dan disambung.

Agung Sondana / 4209 100 008

Tugas 1 Survey Inspeksi Kapal dan Bangunan Laut ME 091328


Forming Langkah selanjutnya setelah melakukan marking yaitu forming. Proses ini berlangsung dengan melakukan pembentukan pelat sesuai dengan bentuk pelat yang akan diganti. Cutting Pemotongan pelat ini dapat dilakukan jika proses marking dan forming telah sesuai seperti yang dikehendaki. Maka selanjutnya akan dipotong secara manual ataupun dengan mesin NC Plasma.

Gambar 8 Contoh Proses Pemotongan Pelat

3. Setelah melakukan hal diatas, maka langkah selanjutnya yaitu mencocokkan bentuk bending tersebut dengan bentuk aslinya. Pencocokan bentuk ini dilakukan langsung pada kapal. 4. Jika cocok, maka las bagian tepi pelat dengan intermidiet. Sedangkan pada bagian gadingnya, di las secara penuh. C. Pengecatan Kapal merupakan salah satu transportasi yang sangatlah rentan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh air. Oleh sebab itu diperlukan adanya metode yang mampu menanggulangi hal tersebut, yaitu dengan pengecatan. Cat merupakan lapisan pelindung yang melindungi kapal akan korosi, lapuk, tumbuhan, maupun binatang air. Selain itu, cat juga dapat memperindah tampilan visual.

Agung Sondana / 4209 100 008

Tugas 1 Survey Inspeksi Kapal dan Bangunan Laut ME 091328

Gambar 9 Proses Pengecatan Badan Kapal

Hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan pengecatan yaitu kondisi lingkungan, misal ada tidaknya hujan, kelembaban, temperatur, maupun ada tidaknya angin kencang. Ketebalan tiap-tiap lapisan pengecatan harus diperhatikan, sebab akan mempengaruhi mutu hasil pengecatan. Terlalu tipis atau terlalu tebal harus kita hindari. Untuk mengetahui nketebalan tiap lapis pelat, digunakan alat pengukur khusus ketebalan cat (micro test). Langkah dalam pengecatan pelat yaitu : 1. Sebelum dicat, pelat harus diblasting terlebih dahulu. Sand Blasting merupakan suatu metode untuk membersihkan cat atau menghilangkan karat dengan menggunakan pasir dan udara bertekanan (7-8 bar) dari kompresor. Proses dimana dilaksanakanya penembakan material blasting ke permukaan material pelat, diinginkan. profil, pipa dan struktur ini, untuk mendapatkan tingkat kebersihan dan kekasaran permukaan sesuai dengan spesifikasi yang

Gambar 10 Proses Sand Blasting

2. Setelah diblasting, maka pelat diberi shop primer dan anti korosi.

Agung Sondana / 4209 100 008

Tugas 1 Survey Inspeksi Kapal dan Bangunan Laut ME 091328


Anti fouling ini biasanya diberikan pada saat kapal akan diturunkan ke air (pada keadaan basah). Anti fouling ini merupakan lapisan terakhir yang diberikan pada pelat kapal. 3. Selanjutnya yaitu pengecatan dengan cat warna. Biasanya terdapat perbedaan warna antara bagian yang tercelup air dengan bagian yang tidak tercelup air. Bagian yang tercelup air biasanya memakai warna biru, sedangkan yang tidak tercelup air memakai warna putih. 4. Langkah terakhir yaitu anti fouling. Anti fouling ini biasanya diberikan pada saat kapal akan diturunkan ke air (pada keadaan basah). Anti fouling ini merupakan lapisan terakhir yang diberikan pada pelat kapal. Catatan : Jika kapal diharuskan masuk dok lagi, maka kapal diwajibkan untuk dicat ulang. Tempat-tempat Pengecatan dan Jenis Cat yang Digunakan 1. Badan kapal bagian luar dibawah garis air terdiri dari : a. Dari lunas sampai garis air muatan kosong (daerah A) biasanya dicat dengan: Shop Primer AC (Anti Corrosive) AF (Anti Fouling) b. Daris air muatan kosong sampai garis air muatan penuh (daerah B) biasanya dicat dengan: Shop Primer AC (Anti Corrosive) Buttop Paint 2. Lambung luar diatas garis air (daerah C) dicat dengan: Shop Primer Cat Warna

10

Gambar 11 Tempat pengecatan

Agung Sondana / 4209 100 008

Tugas 1 Survey Inspeksi Kapal dan Bangunan Laut ME 091328


Macam-macam Cat Cat AC (Anti Corrosive) Cat ini memberikan perlindungan terhadap karat dengan baik meski baja terendam dalam air. Agar baja memperoleh perlindungan terhadap karat, diperlukan 2-3 lapisan dengan ketebalan masing-masing 30 micron. Cat AF (Anti Fouling) Cat ini merupakan lapisan akhir yang diberikan pada badan kapal. Fungsinya memberikan perlindungan terhadap binatang laut. Biasanya lapisan ini dicat ke badan kapal dengan ketebalan 90 micron. Cat ini harus diberikan 3-4 jam sebelum peluncuran.

11

Agung Sondana / 4209 100 008